p-Index From 2021 - 2026
7.416
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Pengendalian Sampah melalui Gerakan Kangpisman di RW 02 Kelurahan Kotawetan Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12928

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat salah satunya adalah pengelolaan sampah. Trend modern pengelolaan sampah saat ini memfokuskan bagaimana sampai dari setiap sumber awalnya bisa dikelola dengan baik, sehingga sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir volumenya menjadi berkurang. Trend tersebut berupa gerakan, kolaborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam pengelolaan sampah melalui kegiatan mengurangi (kang), memisahkan (pis) dan memanfatkan (man) sampah. Kelurahan Kotawetan, khususnya RW 02 merupakan sebagai RW binaan mahasiswa yang terletak di wilayah Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa mendapatkan data kondisi lingkungan kurang baik, banyak sampah berserakan dan kurangnya tempat penampungan sampah serta pembuangan sampah yang masih belum terpilah, Hal tersebut dimungkinkan karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 28 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat sesuai pengetahuan yang telah dimilikinya sehingga masyarakat bisa menerapkan gerakan kangpisman dari rumah tangganya. Kepala kelurahan dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Kata Kunci: Pengetahuan, Pengelolaan Sampah, Kangpisman  ABSTRACT One of the health problems that often occurs in society is waste management. The modern trend in waste management is currently focusing on how it can be managed properly from each source, so that the volume of waste taken to final disposal sites is reduced. This trend takes the form of a movement, collaboration between the government, citizens, the private sector and others in waste management through activities to reduce (kang), separate (pis) and utilize (man) waste. Kotawetan Village, especially RW 02, is a student-assisted RW located in the Garut Kota District area. Based on the results of a survey carried out by students, they found that the environmental conditions were not good, there was a lot of rubbish strewn about and there was a lack of rubbish storage areas and waste disposal that was still not sorted. This is possible because there are still many people who are not aware of cleanliness. The aim of this activity is to increase public knowledge about waste management through the kangpisman movement. The results of the activity showed an increase in public knowledge about waste management by 28 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued independently by the community according to the knowledge they already have so that the community can implement the kangpisman movement from their household. Sub-district heads and heads of community health centers can facilitate the community in implementing waste management through the kangpisman movement. Keywords: Knowledge, Waste Management, Kangpisman
Mengembangkan Minat dan Bakat Pada Siswa SMPN 3 Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14875

Abstract

ABSTRAK Manusia merupakan makhluk dengan kemampuan untuk berkembang dengan menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Dengan akal budi yang manusia miliki, manusia akan berusaha keluar dari masalah untuk menjalani hidup yang lebih ideal Atas dasar hal tersebut, perubahan terus-menerus terjadi di dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi yang menggeser segala aspek kehidupan ini perlu dilandasi oleh sebuah visi sebagai alat bantu penunjuk arah kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal tersebut, disusunlah Visi Indonesia Emas 2045. Visi Indonesia Emas 2045 mencakup pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional . Tujuan Pengabdian pada Masyarakat ini untuk mengetahui minat  dan bakat pada siswa/siswi Kls VIII SMPN 3 Jatinangor. Metode penelitian ini menggunakan curah pendapat (brainstorming), edukasi  serta sebelumnya  memberikan soal pre dan pos tes . Siswa lebih memahami apa minat dan bakat pada diri sendiri dan memberikan solusi kepada mereka bagaimana cara menemukan bakat dan minat yang mereka inginkan. Dari edukasi yang kami berikan kepada mereka membuat mereka lebih mengerti mengenai apa itu minat dan bakat yang mereka miliki dan mereka inginkan. Hasil postest lebih tinggi dari pada hasil prestest. Siswa seringkali tidak memahami dengan cukup baik mengenai potensi yang dimilikinya, dan kurangnya program pemberdayaan membuat mereka kesulitan mengarahkan diri pada pengembangan potensi tersebut. Kata Kunci:  Mencari Tahu, Bakat Dan Minat, Peserta Didik  ABSTRACT Humans are creatures with the ability to develop by finding solutions to existing problems. With the intelligence that humans have, humans will try to get out of problems to live a more ideal life. Based on this, changes continuously occur in human life. Technological advances that are shifting all aspects of life need to be based on a vision as a tool to guide the direction of human life. In connection with this, the Golden Indonesia Vision 2045 was prepared. The Golden Indonesia Vision 2045 includes human development as well as mastery of science and technology, economic development, equitable development and strengthening national resilience. The aim of this Community Service is to determine the interests and talents of Kls VIII students at SMPN 3 Jatinangor. This research method uses brainstorming, education and previously provides pre- and post-test questions. Students better understand what their own interests and talents are and provide solutions to them on how to find the talents and interests they want. The education we give them makes them understand more about what interests and talents they have and what they want. The posttest results are higher than the pretest results. Students often do not understand their potential well enough, and the lack of empowerment programs makes it difficult for them to direct themselves towards developing this potential. Keywords: Finding Out, Talents and Interests, Learners
Edukasi Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Perilaku Cerdik di UPT Lab Kesehatan dan Kalibrasi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20612

Abstract

ABSTRAK Pengunjung yang melakukan pemeriksaan penunjang/laboratorium di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Daerah Garut didominasi datang dengan keluhan Penyakit Tidak Menular (PTM), berdasarkan data pelayanan untuk pasien/pengunjung pada kuarter pertama tahun 2024 (Bulan Januari - April 2024) didominasi seperti penyakit hipertensi, diabetes mellitus (DM), TBC, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kolesterol, asam urat dan lain-lain.  . CERDIK, sebuah slogan kesehatan, mempunyai makna yang spesifik untuk mencegah dini menghindari PTM. Melalui CERDIK, masyarakat dapat memulai menata pola hidup yang seimbang, seperti mengatur pola makan, rajin aktivitas fisik, dan mengelola stres. Agar masyarakat mampu  mencegah dan mengendalikan PTM. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang disertai oleh pembagian media berupa leaflet yang berisi informasi mengenai “Cegah PTM dengan CERDIK”. Pendidikan kesehatan dihadiri sebanyak 20  orang peserta yang terdiri dari  klien keluaga klien mengikuti pendidikan kesehatan ini. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mendemonstrasikan ulang yang telah diajarkan oleh pemateri. Pendidikan kesehatan mengenai pengelolaan klien gangguan pernapasan dengan tertib peserta memperhatikan pematerian dengan baik. Hasil dari pretest  dan post ntest  mengalami peningkatan pengetahuan ditandai dengan pesertanmampu  mendemonstrasikan ulang yang diberikan dan dapat menjawab pertanyaan, dan  rata-rata nilai pre-test 68 dan post-test menjadi 96, jadi kenaikan rata-rata  sebesar 28 poin. Kata Kunci: Pencegahan, Penyakit Tidak Menular, Perilaku CERDIK  ABSTRACT Visitors who undergo supporting/laboratory examinations at the Garut Regional Health and Calibration Laboratory are predominantly presenting with Non-Communicable Diseases (NCDs). Based on service data for patients/visitors in the first quarter of 2024 (January - April 2024), the most common complaints include hypertension, diabetes mellitus (DM), tuberculosis (TB), chronic obstructive pulmonary disease (COPD), cholesterol issues, gout, and others. CERDIK, a health slogan, has a specific meaning to prevent and avoid Non-Communicable Diseases (NCDs) early on. Through CERDIK, the community can start to establish a balanced lifestyle, such as regulating eating patterns, being diligent in physical activities, and managing stress. So that the community can prevent and control NCDs. The method of conducting the activity used lecture and demonstration methods accompanied by the distribution of media in the form of leaflets containing information about "Prevent NCDs with CERDIK". The health education was attended by 20 participants, consisting of clients and their families who followed this health education. All participants attended the activity with enthusiasm and were able to demonstrate again what had been taught by the speaker. Health education on managing clients with respiratory disorders was conducted orderly, and participants paid close attention to the presentation. The results of the pretest and posttest showed an increase in knowledge, marked by participants being able to demonstrate what was taught and answer questions. The average pre-test score was 68, and the post-test score was 96, resulting in an average increaseof28points. Keywords: Prevention, Non-Communicable Diseases, SMART Behavior
Pendidikan Kesehatan melalui Gerakan Aksi Bergizi dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Anemia Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13061

Abstract

ABSTRAK Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu area keperawatan yang fokus dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit di lingkungan sekolah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada anak sekolah adalah status gizi yang kurang atau anemia. Anemia merupaka kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Angka kejadian anemia pada remaja putri masih cukup tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi juga di SMPN 3 Garut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasisawa PPN 44 bahwa setengah dari jumlah anak yang dicek Hb memiliki kadar Hb yang rendah. Hb yang rendah menunjukkan siswa SMPN 3 Garut mengalami anemia yang akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional. Sebagian besar siswa SMPN 3 Garut juga memilih gaya hidup tidak sehat dengan membeli jajanan yang ada di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, kami tim pengabdian masyarakat tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui gerakan aksi bergizi dalam peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia gizi sehingga siswa dapat melaksanakan upaya yang baik dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia sebesar 20 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh pihak sekolah melalui kegiatan UKS. Kepala sekolah dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan pencegahan anemia gizi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pencegahan Anemia, Siswa  ABSTRACT School health nursing is an area of nursing that focuses on efforts to improve and prevent disease in the school environment. One of the problems that often occurs in school children is poor nutritional status or anemia. Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is below the normal limit. The incidence of anemia in adolescent girls is still quite high in Indonesia. This condition also occurred at SMPN 3 Garut. Based on the results of a survey conducted by PPN 44 students, half of the children who were checked for Hb had low Hb levels. A low Hb indicates that students at SMPN 3 Garut have anemia which will have an impact on delayed physical growth, behavioral and emotional disorders. Most students at SMPN 3 Garut also choose an unhealthy lifestyle by buying snacks at school. Based on the background above, our community service team is interested in carrying out health education through nutritional action movements to increase students' knowledge about preventing anemia. This activity aims to increase students' knowledge about preventing nutritional anemia so that students can make good efforts in consuming food that contains the right nutrients. The results of the activity showed an increase in students' knowledge about preventing anemia by 20 points. It is hoped that the activities that have been implemented can be continued independently by the school through UKS activities. School principals and heads of health centers can facilitate students in implementing nutritional anemia prevention. Keywords: Knowledge, Anemia Prevention, Students
Edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan Nyeri Pada Pasien Penyakit Dalam di Ruangan Kalimaya Bawah RSU Dr.Slamet Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.20051

Abstract

ABSTRAK Edukasi merupakan hal yang secara konsisten difasilitasi rumah sakit khususnya pada area yang memiliki resiko tinggi bagi pasien. Hal ini dilakukan rumah sakit agar fungsi kesehatan kembali menjadi optimal. Edukasi dimulai ketika pasien memasuki fasilitas layanan kesehatan dan berlanjut sepanjang masa perawatan, hingga setelah pasien dipulangkan.  Edukasi yang dilakukan di rumah sakit disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya mengenai teknik pengurangan kecemasan dapat membantu orang yang mengalami nyeri, mengurangi tingkat keparahan dan intensitas nyeri mereka. Untuk memberikan edukasi pada keluarga pasien mengenai intervensi non farmakologis, yang dapat diberikan kepada pasien di ruang Kalimaya Bawah RSU dr. Slamet Garut.  Pada edukasi ini metode yang dilakukan dengan ceramah dan demonstrasi interaktif  dan dihadiri oleh 10 orang peserta yang merupakan keluarga pasien.Peserta mampu menyebutkan, menjelaskan, dan mendemonstrasikan  teknik penanganan kecemasan dan  nyeri dengan relaksasi nafas dalam serta dapat menjawab pertanyaan dari pemateri. Setelah dilakukan edukasi ini ada peningkatan dari hasil pre dan pos-test, yang tadinya 60 % menjadi 80%. Peserta memahami edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan nyeri pada pasien di Ruang Kalimaya Bawah. Kata Kunci: Edukasi, Kecemasan, Nyeri, Pasien.  ABSTRACT Education is something that is consistently facilitated by hospitals, especially in areas that have a high risk for patients. This is done by the hospital to restore health functions to optimal levels. Education begins when patients enter the healthcare facility and continues throughout the care period, until after the patients are discharged. Education provided in the hospital is tailored to needs, one of which is anxiety reduction techniques that can help people experiencing pain, reducing the severity and intensity of their pain. To provide education to the patient's family regarding non-pharmacological interventions that can be given to patients in the Kalimaya Bawah room at RSU dr. Slamet Garut. In this education, the method used was a lecture and interactive demonstration, attended by 10 participants who are the patients' families. Participants were able to mention, explain, and demonstrate techniques for managing anxiety and pain through deep breathing relaxation, and were able to answer questions from the presenter. After this education, there was an improvement in the pre-test and post-test results, which increased from 60% to 80%. Participants understood the education about Managing Anxiety and Pain in patients in the Lower Kalimaya Room. Keywords: Education, Anxiety, Pain, Patients.
Pendidikan Kesehatan tentang Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Siswa SMAN 1 Rancaekek Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17457

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa yang dialami oleh kalangan remaja semakin memprihatinkan. Salah satu gangguan mental yang dapat terjadi adalah Post- Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD merupakan gangguan stress yang disebabkan oleh paparan langsung maupun tidak langsung dari suatu peristiwa traumatis dan dapat menyebabkan masalah kejiwaan yang serius. Salah satu kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan mental pada remaja yaitu dengan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan PTSD pada remaja bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kondisi PTSD dan juga cara penanganan yang efektif. Tujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kondisi PTSD dan juga cara penanganan yang efektif. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa/ siswi, seta melakukan diskusi. Sebelumnya didakan dulu pretest dan diakhiri dengan postest. Respon peserta antusias dan aktif bertanya ketika diberikan materi tentang PTSD. Seluruh peserta aktif dalam kegiatan mulai dari pembukaan yang dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pemaparan dan evaluasi, pre dan postest, pemberian penghargaan, hingga penutupan dan dokumentasi. Setelah dilakukan edukasi tentang PTSD mulai dari pengertian, dampak dan cara menangani PTSD, ada peningkatan dari hasil pre dan postest. Kata Kunci: Generasi muda; Pendidikan Kesehatan; PTSD  ABSTRACT Mental health problems experienced by teenagers are increasingly worrying. One of the mental disorders that can occur is Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD is a stress disorder caused by direct or indirect exposure to a traumatic event and can cause serious mental problems. One of the activities to overcome mental health problems in adolescents is health education. PTSD health education for adolescents aims to increase understanding of the condition of PTSD and also how to effectively treat it. The aim to increase understanding of the condition of PTSD and also how to effectively treat it. This activity uses educational methods for students, as well as conducting discussions. Previously, a pretest was held and ended with a posttest. Participants responded enthusiastically and actively asked questions when given material about PTSD. All participants were active in activities starting from the opening carried out by the deputy principal for curriculum, presentation and evaluation, pre and posttest, giving awards, to closing and documentation. After providing education about PTSD starting from the understanding, impact and how to treat PTSD, there was an improvement in the pre and posttest results.  Keywords: Young generation; Healthy Education; PTSD
Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa di Desa Padamukti Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13202

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan jiwa merupakan  suatu kondisi yang memungkinkan dari  perkembangan fisik, intelektual, dan emosional menjadi lebih optimal. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik yaitu  kondisi ketika batin kita  berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga  individu  dapat menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitarnya . Salah satu cara untuk mengetahui masalah kesehatan jiwa dimasyarakat dan yang  lebih dekat serta memahami keadaan masyarakat yaitu kader,maka kader kesehatan jiwa sangat penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa ,sehingga akan ketahuan sejak dini masyarakat yang mengalami masalah psikososial dan  gangguan  jiwa ,maka akan segera di laporkan dan ditangani secara langsung oleh petugas kesehatan setempat.  Kegiatan ini bertujuan untuk membantu  meningkatkan  pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa sehingga bisa mendeteksi secara dini , memfasilitasi dan memberikan penyuluhan terhadap  masyarakat yang mengalami ganguan jiwa. . Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan kader secara tatap muka dan melatih cara mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu 57,2 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  kader desa Padamukti tentang kesehatan jiwa, cara mengatasi dan mendeteksi secara dini tentang masalah kesehatan jiwa, sehingga  diharapkan  angka kesakitan jiwa baik yang psikososial maupun psikosa menurun, masyarakat menjadi sehat  jiwa. Kata Kunci:  Kesehatan Jiwa,  Kader, Pelatihan  ABSTRACT Mental health is a condition that allows physical, intellectual, and emotional development to be more optimal. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, good mental health is a condition when our mind is in a state of calm and calm so that individuals can enjoy daily life and appreciate others around them. One way to find out about mental health problems in the community and to be closer and understand the situation of the community is through cadres, mental health cadres are very important to detect mental health problems early so that people who experience psychosocial problems and mental disorders will be caught early and will be immediately reported and handled directly by local health workers. This activity aims to help increase the knowledge of cadres about mental health so that they can detect early, facilitate, and provide counseling to people who experience mental disorders. The method used in this activity is face-to-face cadre training and training on how to detect mental health problems early. The result of this activity is an increase of 57.2 points. Conclusion There is an increase in knowledge of Padamukti village cadres about mental health, and how to overcome and detect early mental health problems, so it is hoped that the number of mental illnesses, both psychosocial and psychotic, will decrease, and the community will become mentally healthy. Keywords: Mental Health, Cadres, Training.
Pendidikan Kesehatan tentang Manfaat Sayuran sebagai Sumber Gizi bagi Kesehatan Anak di SDN 01 Cikeruh Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20138

Abstract

ABSTRAK Anak sekolah dasar (SD) adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi dan mereka perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga, karena mereka sedang mengalami pertumbuhan spurt (pertumbuhan cepat). Pada usia emas kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi. Makan makanan yang bergizi membantu pertumbuhan anak. Tubuh memerlukan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral yang cukup. Sayur-sayuran adalah salah satu sumber makanan ini. Siswa sekolah dasar harus diajarkan cara menanam sayuran.  Tujuan dari pendidikan kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar tentang manfaat sayuran sebagai sumber gizi bagi Kesehatan  anak.  Metode PKM  ini dengan menggunakan edukasi dan penanaman bibit kacang hijau sebagai sumber gizi bagi anak sekolah. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 53,5% menjadi 80 %. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan siswa meningkat tentang manfaat sayuran bagi kesehatan dan mereka bisa menanam bibit kacang hijau  sebagai sumber zat gizi.  Direkomendasikan bagi guru untuk memberikan edukasi lanjut tentang manfaat sayuran bagi Kesehatan anak serta dapat dipraktekan di sekolah. Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Pendidikan Kesehatan, Sayuran, Manfaat  ABSTRACT Elementary school children are an age group that is vulnerable to nutritional problems and they need special attention from their families, because they are experiencing a growth spurt. At the golden age of life, children's growth and development occur. Eating nutritious food helps children grow. The body needs food that contains sufficient calories, protein, vitamins, carbohydrates, and minerals. Vegetables are one source of this food. Elementary school students should be taught how to grow vegetables. The purpose of this health education is to determine the knowledge of elementary school children about the benefits of vegetables as a source of nutrition for children's health. This PKM method uses education and planting of green bean seeds as a source of nutrition for school children. The results of this community service can be seen from: After health education was carried out, students' knowledge increased about the benefits of vegetables for health and they were able to plant green bean seeds as a source of nutrition. It is recommended for teachers to provide further education about the benefits of vegetables for children's health and can be practiced at school. Keywords: Elementary School Children, Health Education, Vegetables, Benefits
Cegah Cedera Saat Bekerja dengan Menerapkan Ergonomi Tubuh yang Benar Bagi Kesehatan di Perusahaan Mekarjaya Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12724

Abstract

ABSTRAK Penyamakan kulit adalah pekerjaan yang memerlukan posisi pekerjanya seringkali berdiri dalam waktu yang lama dan melakukan gerakan yang repetitif. Postur tubuh yang buruk selama pekerjaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja. Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, sakit leher, dan cedera otot. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang Cegah Cedera Saat Bekerja dengan menerapkan ergonomi tubuh yang benar bagi kesehatan.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah interaktif yang melibatkan para pekerja penyamakan kulit. Dalam ceramah ini, mereka diberikan informasi tentang bahaya postur tubuh yang buruk dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mereka.  Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil pre-test sebesar 52 poin dan rata rata nilai post-test sebesar 80 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya tingkat pengetahuan para pekerja penyamakan kulit tentang cegah cedera dengan menerapkan ergonomi tubuh sebesar 28 point. Mereka juga diberikan tips praktis tentang bagaimana menjaga postur tubuh yang baik dan menerapkan ergonomi dalam pekerjaan mereka. Setelah pengabdian dilakukan, diharapkan bahwa pekerja penyamakan kulit akan lebih sadar akan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah cedera saat bekerja. Kata Kunci: Ergonomic, Pekerja, Penyamakan Kulit  ABSTRACT Leather tanning is a job that requires workers to often stand for long periods of time and perform repetitive movements. Poor posture during this work can have a negative impact on workers' health. Unergonomic working positions can cause various health problems, such as back pain, neck pain and muscle injuries. The aim of this community service is to provide tannery workers with an understanding of Preventing Injuries at Work by implementing correct body ergonomics for health. The method used in this service is an interactive lecture involving tannery workers. In this lecture, they are given information about the dangers of poor posture and how it can affect their health. The results of the activity showed that the average pretest score was 52 points and the average posttest score was 80 points.  The conclusion of this service activity is that the level of knowledge of tannery workers about preventing injuries by applying body ergonomics has increased by 28 points. They are also given practical tips on how to maintain good posture and apply ergonomics to their work. Once the service is carried out, it is hoped that tannery workers will be more aware of the importance of maintaining good posture and taking steps to prevent injuries while working. Keywords: Ergonomics, Workers, Leather Tanning
PENGGUNAAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Hendrawati, Hendrawati
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2013): (Januari-Juli) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v1i1.273

Abstract

Based on the observations SDN 07 Lasi Tuo that students get to learn a  result. The purpose  this study was to  the use cooperative learning approach type Numbered Head Together (NHT) to improve student learning  education in the elementary school classroom V 07 Lasi Tuo, District Canduang, Agam District This study used a qualitative approach and quantitative approach to the shape the  study to look at the use the cooperative learning approach Numbered Head Together (NHT) in learning Civics. This study was conducted SDN 07 Lasi Tuo with subjects is a class V SD. Data were analyzed using qualitative data analysis. The results showed in student learning of preliminary tests before the study  is 40. After the first of the increased to 74 meetings and meetings of 2 to 75.67. After the  improving student learning  with the class average to 87. It can be using the type cooperative Numbered Head Together (NHT) to improve student learning outcomes.   Kata kunci     : pendekatan pembelajaran kooperatif, meningkatkan hasil belajar
Co-Authors Aa Juhanda Aat Sriati Afnuhazi, Ridhyalla Agustian Burdah Ahadiah, Rima Ahmad Yamin Ahsan Ahsan AI MARDHIYAH, AI Amalia, Rosa Fitri Amira, Iceu Amira, Iceu Amira, Iceu Ardilla, Nike Arhami, Muhammad Arum, Ema Asep Saefurahman Badori, Aviorizki Burda, Agustian Burdah, Agustian Cahyani, Gita Chandra, Rama D.A, Iceu Amira Dadang Purnama Defania Ayu Pramesti Wibowo Dewi Purwati Dewi, Rizky Chintya Diki Kurniawan Dyah Setyorini Elloni Shenurti Enung Siti Sodah Ermiati Ermiati Fauzania, Syifa Nurul Fitri Amalia , Rosa Fitriani, Liesna Gina Nuranti Hendayani, Weni Lidya Henny Suzana Mediani Hesti Platini Iceu Amira DA Indra Maulana, Indra Irmaya, Hanny Iyus Yosep Kamila, Husnun Krisnando, Krisnando Kurniawan Kurniawan Kurniawati, Anastasya Peni Kusmayana, Nanang Lestari, Andini Tri Lestari, Fuzianti Mamat Lukman, Mamat Maria komariah merliyana, Merliyana Mukhamad Murdiono Murti, Wahyu Muslim, Revita Nur Istiqomah Nenden Nur Asriyani Maryam Nina Sumarni Nurnoviyanti, Indah Nursifah, Anita Purnahar, Fadhil Purnamasari, Devi Putri Andayani, Rifka Rafi, Rifan Muhammad Ratnawati, Ai Siti Raudhah, Raden Firasya Nur Restuning Widiasih Rifan Muhammad Rafi Rini Ratnaningsih Saefurahman, Asep Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sari, Febria Syafyu Senjaya, Sukma Senjaya, Sukma Septiana, Vinka Siti Saodah, Enung Sriati, Aat Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Syafyusari, Febria Taty Hernawaty Tetti Solehati Tri Andyarini, Kus Tuti Pahria Udin Rosidin Wahdini, Morika Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Wiyawan, Dego Wulandari Wulandari Yolanda Yolanda, Yolanda Yudianto, Kurniawan Yulianita, Henny