p-Index From 2021 - 2026
8.638
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Keperawatan VALENSI Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia ODONTO Dental Journal JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Keperawatan BSI JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA MEDIA INFORMASI Jurnal Mangifera Edu Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research MAHESA : Malahayati Health Student Journal International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Empowerment Society Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Innovative: Journal Of Social Science Research Odonto dental journal Jurnal Pustaka Keperawatan eProceeding of TIK Research of Islamic Economics (RIE) Jurnal Polimesin Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Journal of Multidisciplinary Research Holistik Jurnal Kesehatan PESHUM e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Masalah Psikososial pada Anak Usia Sekolah dengan Kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu Ratnawati, Ai Siti; Rakhmawati, Windy; Ermiati, Ermiati; Mediani, Henny Suzana; Hendrawati, Hendrawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14462

Abstract

ABSTRACT Cancer and its treatment affect physical, cognitive, psychological and social functioning. Psychosocial problems in school-aged children with cancer can have a negative impact on psychosocial development and increase the risk of depression, social isolation and academic difficulties. This study aims to describe psychosocial problems in school-aged children with cancer at Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu. This research uses a quantitative descriptive research design. The population in this study were 41 parents who had school-aged children with cancer at the Ambu Cancer Fighters Home Foundation based on visit data from the last three months. The sampling technique uses total sampling so that the number of samples is the same as the population of 41 people. The research instrument used the standard Pediatric Symptoms Checklist-17 questionnaire by Jellinek with the dimensions of internalization, externalization, and attention. Data analyzed using frequency distribution and percentages. The research results showed that the majority (56.1%) of children had psychosocial problems. Based on the dimensions of psychosocial problems, the majority (53.7%) of children had internal problems and a minority (7.3%) of children had external and attention problems. It can be concluded that school-aged children with cancer have average psychosocial functioning with a tendency to had psychosocial problems. Therefore, nurses play a role in minimizing the impact of cancer by follow up the children who had psychosocial problems and providing care interventions according to the internal, external, or attentional dimensions that indicate problems. Keywords: School Age Children, Psychosocial Problems, Cancer  ABSTRAK Kanker dan pengobatannya berpengaruh terhadap fungsi fisik, kognitif, psikologis, dan sosial. Masalah psikososial pada anak usia sekolah dengan kanker dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikososial dan meningkatkan resiko terjadinya depresi, isolasi sosial dan kesulitan akademis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan masalah psikososial pada anak usia sekolah dengan kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 41 orang tua yang memiliki anak usia sekolah dengan kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu berdasarkan data kunjungan tiga bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 41 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner baku Pediatric Symptoms Checklist-17 oleh Jellinek dengan dimensi internalisasi, eksternalisasi, dan perhatian. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (56,1%) anak mengalami masalah psikososial. Berdasarkan dimensi masalah psikososial, sebagian besar (53,7%) anak mengalami masalah internal dan sebagian kecil (7,3%) anak mengalami masalah eksternal dan perhatian. Dapat disimpulkan bahwa anak usia sekolah dengan kanker memiliki fungsi psikososial rata-rata dengan kecenderungan mengalami masalah psikososial. Oleh karena itu, perawat berperan dalam meminimalkan dampak dari kanker dengan menindaklanjuti anak yang mengalami masalah psikososial dan memberikan intervensi keperawatan sesuai dimensi internal, eksternal, atau perhatian yang terindikasi mengalami masalah. Kata Kunci: Masalah Psikososial, Kanker, Anak Usia Sekolah
The influence of PjBL based on 21CLD self-regulation dimension using google sites to creativity and self-regulation Ahadiah, Rima; Juhanda, Aa; Hendrawati, Hendrawati; Nuranti, Gina
Jurnal Mangifera Edu Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v9i1.202

Abstract

This study was motivated by the low self-regulation of students and the lack of creativity training in the form of ICT in biology learning. This study aims to determine the effect of PjBL based on 21CLD self-regulation dimension using Google Sites on creativity and self-regulation of high school students on excretory system material. The research method used was Quasi Experiment with Post Test Only Non-Equivalent Control Group Design. The research samples were XI D class as the experimental class and XI I as the control class. The instruments used are product assessment sheets, questionnaires, and observation sheets. The research results showed that student creativity in the experimental class on excretory system material obtained an average value of 84.8 and self-regulation of 86.6, with an excellent category. The results of the hypothesis test obtained a significance value of 0.001 on creativity data and 0.002 on self-regulation data (p <0.05). The result of the correlation test obtained a significance value of 0.001 <0.05 with a Pearson Correlation value of 0.539, which indicates the level of relationship is included in the medium category. From this study, it was concluded that PjBL based on 21CLD self-regulation dimension using Google Sites, had an effect on creativity and self-regulation of high school students in the excretory system material. The finding in this study is that the PjBL model based on 21CLD self-regulation dimension is much better for practicing self-regulation compared to creativity.
Edukasi Kesehatan Jiwa Lansia di Panti Sosialtresna Werdha (PSTW) Jiwa Baru Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14956

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Pada hakikatnya, proses penuaan akan menyebabkan adanya  perubahan-perubahan pada lansia, yaitu penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara fisiologis sehingga pada lansia lebih berpotensi terjadi permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental . Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan  pengetahuan PSTW Jiwa Baru dan para lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Jiwa Baru Garut (PSTW) tentang kesehatan jiwa. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan tatap muka. Hasil kegiatannya adalah ada peningkatan yaitu 40,3 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  pada petugas dan para lansia tentang kesehatan jiwa lansia , sehingga diharapkan ,para lansia mempunyai jiwa yang sehat dan memjalani hidup dengan aman dan nyaman. Kata Kunci: Kesehatan Jiwa Lansia,  Lansia, Panti Werdha  ABSTRACT The aging process is a process that cannot be avoided. In essence, the aging process will cause changes in the elderly, namely a decrease in body function that occurs physiologically so that the elderly have more potential for health problems, both physical and mental. This situation tends to have the potential to cause health problems in general and mental health in particular in the elderly. This activity aims to help increase the knowledge of PSTW Jiwa Baru and the elderly who live at the Tresna Nursing Home Jiwa Baru Garut (PSTW) about mental health. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of the activity was an increase of 40.3 points. Conclusion There is an increase in knowledge among officers and the elderly about the mental health of the elderly, so that it is hoped that the elderly will have a healthy soul and live their lives safely and comfortably. Keywords: Mental Health of The Elderly, Seniors, Nursing
Pelatihan Perilaku Gaya Hidup Bersih dan Sehat Pada Pekerja Home Industry Jaket Kulit Rosidin, Udin; Yamin, Ahmad; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20726

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam menjamin kesehatan pekerja. Pelaksanaan K3 bertujuan untuk menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman serta pencegahan gangguan kesehatan  fisik dan mental. Walaupun pengelolaan program keselamatan dan kesehatan kerja sangat menentukan produktivitas, namun masih banyak perusahaan yang tidak melaksanakan program tersebut secara maksimal. Dampak dari keadaan tersebut memungkinkan banyak ditemukan masalah kesehatan yang dikeluhkan oleh para pekerja. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan perilaku pekerja dalam pelaksanaan gaya hidup bersih dan sehat di tempat kerja.  Untuk mengatasi permasalahan itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan gaya hidup berih dan sehat di tempat kerja. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pekerja tentang perilaku gaya hidup bersih dan sehat ditempat kerja. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan perilaku gaya hidup bersih dan sehat ditempat kerja. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 12 pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 45,89 dan rata rata nilai posttest sebesar 63,67. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan pekerja setelah dilakukan pelatihan sebesar 17,78 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemilik home industry jaket kulit secara rutin dan  bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.  Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Pelatihan, Pekerja  ABSTRACT Occupational safety and health (K3) management is an important aspect that must be considered in ensuring worker health. The implementation of K3 aims to ensure the creation of safe working conditions and prevention of physical and mental health disorders. Although the management of occupational safety and health programs greatly determines productivity, there are still many companies that do not implement the program optimally. The impact of this situation allows many health problems to be found that are complained about by workers. This is due to the lack of knowledge and behavior of workers in implementing a clean and healthy lifestyle in the workplace. To overcome this problem, it is necessary to carry out clean and healthy lifestyle training activities in the workplace. The purpose of this community service activity is to increase worker knowledge about clean and healthy lifestyle behavior in the workplace. The method of activity used is training in clean and healthy lifestyle behavior in the workplace. The number of participants who attended was 12 workers. The results of the activity showed an average pretest score of 45.89 and an average posttest score of 63.67. The conclusion of this activity is that there was an increase in worker knowledge after the training of 17.78 points. The activities that have been implemented are expected to be continued by the owners of leather jacket home industries routinely and in collaboration with the health center as the regional supervisor. Keywords: Healthy Lifestyle, Training, Workers
Pendidikan Kesehatan tentang Pentingnya Kebersihan Sanitasi Lingkungan dalam Pencegahan Stunting Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Senjaya, Sukma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15372

Abstract

ABSTRAK Usia balita merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kehidupan anak pada usia tersebut sangat memerlukan kondisi kesehatan yang baik. Kesehatan anak balita akan baik apabila anak mendapat gizi yang cukup, hidup dilingkungan yang bersih, dan melaksanakan pola hidup sehat. Apabila hal tersebut tidak terjadi maka dampak terhadap anak adalah mudah sakit, dan akan terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu masalah yang mungkin terjadi pada kondisi tersebut adalah stunting. Kasus stunting pada anak balita saat ini memiliki jumlah yang paling tinggi bila dibandingkan dengan bentuk malnutrisi lainnya. Bebagai upaya untuk mengatasi penyebab kejadian stunting terus dilakukan. Selain mengatasi faktor utama  yaitu faktor asupan gizi, juga diperlukan upaya untuk mengatasi  faktor risiko seperti sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk hal tersebut sangat diperlukan adanya pendidikan kesehatan tentang pentingnya kebersihan sanitasi lingkungan dalam pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu dengan anak balita mengenai pentingnya kebersihan sanitasi lingkungan dalam pencegahan stunting. Metode kegiatan dilaksanakan dalam tahapan pendekatan sosial, melakukan survei mawas diri (SMD),  tahap analisa data dan perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Peserta yang hadir sebanyak 28 orang ibu yang memiliki balita. Waktu kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 sd 11 November 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pretest sebesar 47 poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 69 poin. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan ibu dengan anak balita sebesar 22 poin. Diharapkan setelah selesai kegiatan ini, peningkatan pengetahuan ibu balita tersebut terus dilakukan pembinaan oleh puskesmas, aparat desa setempat serta dinas  terkait sebagai upaya pencegahan stunting.  Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Stunting  ABSTRACT Toddler age is a period of very rapid growth and development. The life of children at that age really requires good health conditions. The health of children under five will be good if the child gets adequate nutrition, lives in a clean environment, and adopts a healthy lifestyle. If this does not happen, the impact on children will be that they will easily get sick and their growth and development will be hampered. One of the diseases that may occur in this condition is stunting. Stunting cases in children under five currently have the highest number when compared to other forms of malnutrition. Various efforts to overcome the causes of stunting continue to be carried out. Apart from addressing the main factor, namely nutritional intake, efforts are also needed to overcome risk factors such as poor environmental sanitation. For this reason, it is very necessary to provide health education about the importance of environmental sanitation in preventing stunting. The aim of this activity is to increase the knowledge of mothers and children under five about the importance of environmental sanitation in preventing stunting. The activity method is carried out in the social approach stage, conducting an introspective survey (SMD), data analysis and planning stage, implementation stage and evaluation stage. Participants who attended were 28 mothers with toddlers. The activity time was held from 6 to 11 November 2023. The results of the activity showed an average pretest score of 47 points and an average posttest score of 69 points. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of mothers with children under five by 22 points. It is hoped that after completing this activity, guidance will continue to increase the knowledge of mothers of toddlers by the community health center, local village officials and related agencies as an effort to prevent stunting. Keywords: Health Education, Environmental Sanitation, Stunting
Sosialisasi Pengendalian Sampah melalui Gerakan Kangpisman di RW 02 Kelurahan Kotawetan Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12928

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat salah satunya adalah pengelolaan sampah. Trend modern pengelolaan sampah saat ini memfokuskan bagaimana sampai dari setiap sumber awalnya bisa dikelola dengan baik, sehingga sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir volumenya menjadi berkurang. Trend tersebut berupa gerakan, kolaborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam pengelolaan sampah melalui kegiatan mengurangi (kang), memisahkan (pis) dan memanfatkan (man) sampah. Kelurahan Kotawetan, khususnya RW 02 merupakan sebagai RW binaan mahasiswa yang terletak di wilayah Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa mendapatkan data kondisi lingkungan kurang baik, banyak sampah berserakan dan kurangnya tempat penampungan sampah serta pembuangan sampah yang masih belum terpilah, Hal tersebut dimungkinkan karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 28 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat sesuai pengetahuan yang telah dimilikinya sehingga masyarakat bisa menerapkan gerakan kangpisman dari rumah tangganya. Kepala kelurahan dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Kata Kunci: Pengetahuan, Pengelolaan Sampah, Kangpisman  ABSTRACT One of the health problems that often occurs in society is waste management. The modern trend in waste management is currently focusing on how it can be managed properly from each source, so that the volume of waste taken to final disposal sites is reduced. This trend takes the form of a movement, collaboration between the government, citizens, the private sector and others in waste management through activities to reduce (kang), separate (pis) and utilize (man) waste. Kotawetan Village, especially RW 02, is a student-assisted RW located in the Garut Kota District area. Based on the results of a survey carried out by students, they found that the environmental conditions were not good, there was a lot of rubbish strewn about and there was a lack of rubbish storage areas and waste disposal that was still not sorted. This is possible because there are still many people who are not aware of cleanliness. The aim of this activity is to increase public knowledge about waste management through the kangpisman movement. The results of the activity showed an increase in public knowledge about waste management by 28 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued independently by the community according to the knowledge they already have so that the community can implement the kangpisman movement from their household. Sub-district heads and heads of community health centers can facilitate the community in implementing waste management through the kangpisman movement. Keywords: Knowledge, Waste Management, Kangpisman
Mengembangkan Minat dan Bakat Pada Siswa SMPN 3 Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14875

Abstract

ABSTRAK Manusia merupakan makhluk dengan kemampuan untuk berkembang dengan menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Dengan akal budi yang manusia miliki, manusia akan berusaha keluar dari masalah untuk menjalani hidup yang lebih ideal Atas dasar hal tersebut, perubahan terus-menerus terjadi di dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi yang menggeser segala aspek kehidupan ini perlu dilandasi oleh sebuah visi sebagai alat bantu penunjuk arah kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal tersebut, disusunlah Visi Indonesia Emas 2045. Visi Indonesia Emas 2045 mencakup pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional . Tujuan Pengabdian pada Masyarakat ini untuk mengetahui minat  dan bakat pada siswa/siswi Kls VIII SMPN 3 Jatinangor. Metode penelitian ini menggunakan curah pendapat (brainstorming), edukasi  serta sebelumnya  memberikan soal pre dan pos tes . Siswa lebih memahami apa minat dan bakat pada diri sendiri dan memberikan solusi kepada mereka bagaimana cara menemukan bakat dan minat yang mereka inginkan. Dari edukasi yang kami berikan kepada mereka membuat mereka lebih mengerti mengenai apa itu minat dan bakat yang mereka miliki dan mereka inginkan. Hasil postest lebih tinggi dari pada hasil prestest. Siswa seringkali tidak memahami dengan cukup baik mengenai potensi yang dimilikinya, dan kurangnya program pemberdayaan membuat mereka kesulitan mengarahkan diri pada pengembangan potensi tersebut. Kata Kunci:  Mencari Tahu, Bakat Dan Minat, Peserta Didik  ABSTRACT Humans are creatures with the ability to develop by finding solutions to existing problems. With the intelligence that humans have, humans will try to get out of problems to live a more ideal life. Based on this, changes continuously occur in human life. Technological advances that are shifting all aspects of life need to be based on a vision as a tool to guide the direction of human life. In connection with this, the Golden Indonesia Vision 2045 was prepared. The Golden Indonesia Vision 2045 includes human development as well as mastery of science and technology, economic development, equitable development and strengthening national resilience. The aim of this Community Service is to determine the interests and talents of Kls VIII students at SMPN 3 Jatinangor. This research method uses brainstorming, education and previously provides pre- and post-test questions. Students better understand what their own interests and talents are and provide solutions to them on how to find the talents and interests they want. The education we give them makes them understand more about what interests and talents they have and what they want. The posttest results are higher than the pretest results. Students often do not understand their potential well enough, and the lack of empowerment programs makes it difficult for them to direct themselves towards developing this potential. Keywords: Finding Out, Talents and Interests, Learners
Edukasi Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Perilaku Cerdik di UPT Lab Kesehatan dan Kalibrasi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20612

Abstract

ABSTRAK Pengunjung yang melakukan pemeriksaan penunjang/laboratorium di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Daerah Garut didominasi datang dengan keluhan Penyakit Tidak Menular (PTM), berdasarkan data pelayanan untuk pasien/pengunjung pada kuarter pertama tahun 2024 (Bulan Januari - April 2024) didominasi seperti penyakit hipertensi, diabetes mellitus (DM), TBC, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kolesterol, asam urat dan lain-lain.  . CERDIK, sebuah slogan kesehatan, mempunyai makna yang spesifik untuk mencegah dini menghindari PTM. Melalui CERDIK, masyarakat dapat memulai menata pola hidup yang seimbang, seperti mengatur pola makan, rajin aktivitas fisik, dan mengelola stres. Agar masyarakat mampu  mencegah dan mengendalikan PTM. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang disertai oleh pembagian media berupa leaflet yang berisi informasi mengenai “Cegah PTM dengan CERDIK”. Pendidikan kesehatan dihadiri sebanyak 20  orang peserta yang terdiri dari  klien keluaga klien mengikuti pendidikan kesehatan ini. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mendemonstrasikan ulang yang telah diajarkan oleh pemateri. Pendidikan kesehatan mengenai pengelolaan klien gangguan pernapasan dengan tertib peserta memperhatikan pematerian dengan baik. Hasil dari pretest  dan post ntest  mengalami peningkatan pengetahuan ditandai dengan pesertanmampu  mendemonstrasikan ulang yang diberikan dan dapat menjawab pertanyaan, dan  rata-rata nilai pre-test 68 dan post-test menjadi 96, jadi kenaikan rata-rata  sebesar 28 poin. Kata Kunci: Pencegahan, Penyakit Tidak Menular, Perilaku CERDIK  ABSTRACT Visitors who undergo supporting/laboratory examinations at the Garut Regional Health and Calibration Laboratory are predominantly presenting with Non-Communicable Diseases (NCDs). Based on service data for patients/visitors in the first quarter of 2024 (January - April 2024), the most common complaints include hypertension, diabetes mellitus (DM), tuberculosis (TB), chronic obstructive pulmonary disease (COPD), cholesterol issues, gout, and others. CERDIK, a health slogan, has a specific meaning to prevent and avoid Non-Communicable Diseases (NCDs) early on. Through CERDIK, the community can start to establish a balanced lifestyle, such as regulating eating patterns, being diligent in physical activities, and managing stress. So that the community can prevent and control NCDs. The method of conducting the activity used lecture and demonstration methods accompanied by the distribution of media in the form of leaflets containing information about "Prevent NCDs with CERDIK". The health education was attended by 20 participants, consisting of clients and their families who followed this health education. All participants attended the activity with enthusiasm and were able to demonstrate again what had been taught by the speaker. Health education on managing clients with respiratory disorders was conducted orderly, and participants paid close attention to the presentation. The results of the pretest and posttest showed an increase in knowledge, marked by participants being able to demonstrate what was taught and answer questions. The average pre-test score was 68, and the post-test score was 96, resulting in an average increaseof28points. Keywords: Prevention, Non-Communicable Diseases, SMART Behavior
Pendidikan Kesehatan melalui Gerakan Aksi Bergizi dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Anemia Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13061

Abstract

ABSTRAK Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu area keperawatan yang fokus dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit di lingkungan sekolah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada anak sekolah adalah status gizi yang kurang atau anemia. Anemia merupaka kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Angka kejadian anemia pada remaja putri masih cukup tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi juga di SMPN 3 Garut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasisawa PPN 44 bahwa setengah dari jumlah anak yang dicek Hb memiliki kadar Hb yang rendah. Hb yang rendah menunjukkan siswa SMPN 3 Garut mengalami anemia yang akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional. Sebagian besar siswa SMPN 3 Garut juga memilih gaya hidup tidak sehat dengan membeli jajanan yang ada di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, kami tim pengabdian masyarakat tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui gerakan aksi bergizi dalam peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia gizi sehingga siswa dapat melaksanakan upaya yang baik dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia sebesar 20 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh pihak sekolah melalui kegiatan UKS. Kepala sekolah dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan pencegahan anemia gizi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pencegahan Anemia, Siswa  ABSTRACT School health nursing is an area of nursing that focuses on efforts to improve and prevent disease in the school environment. One of the problems that often occurs in school children is poor nutritional status or anemia. Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is below the normal limit. The incidence of anemia in adolescent girls is still quite high in Indonesia. This condition also occurred at SMPN 3 Garut. Based on the results of a survey conducted by PPN 44 students, half of the children who were checked for Hb had low Hb levels. A low Hb indicates that students at SMPN 3 Garut have anemia which will have an impact on delayed physical growth, behavioral and emotional disorders. Most students at SMPN 3 Garut also choose an unhealthy lifestyle by buying snacks at school. Based on the background above, our community service team is interested in carrying out health education through nutritional action movements to increase students' knowledge about preventing anemia. This activity aims to increase students' knowledge about preventing nutritional anemia so that students can make good efforts in consuming food that contains the right nutrients. The results of the activity showed an increase in students' knowledge about preventing anemia by 20 points. It is hoped that the activities that have been implemented can be continued independently by the school through UKS activities. School principals and heads of health centers can facilitate students in implementing nutritional anemia prevention. Keywords: Knowledge, Anemia Prevention, Students
Edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan Nyeri Pada Pasien Penyakit Dalam di Ruangan Kalimaya Bawah RSU Dr.Slamet Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.20051

Abstract

ABSTRAK Edukasi merupakan hal yang secara konsisten difasilitasi rumah sakit khususnya pada area yang memiliki resiko tinggi bagi pasien. Hal ini dilakukan rumah sakit agar fungsi kesehatan kembali menjadi optimal. Edukasi dimulai ketika pasien memasuki fasilitas layanan kesehatan dan berlanjut sepanjang masa perawatan, hingga setelah pasien dipulangkan.  Edukasi yang dilakukan di rumah sakit disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya mengenai teknik pengurangan kecemasan dapat membantu orang yang mengalami nyeri, mengurangi tingkat keparahan dan intensitas nyeri mereka. Untuk memberikan edukasi pada keluarga pasien mengenai intervensi non farmakologis, yang dapat diberikan kepada pasien di ruang Kalimaya Bawah RSU dr. Slamet Garut.  Pada edukasi ini metode yang dilakukan dengan ceramah dan demonstrasi interaktif  dan dihadiri oleh 10 orang peserta yang merupakan keluarga pasien.Peserta mampu menyebutkan, menjelaskan, dan mendemonstrasikan  teknik penanganan kecemasan dan  nyeri dengan relaksasi nafas dalam serta dapat menjawab pertanyaan dari pemateri. Setelah dilakukan edukasi ini ada peningkatan dari hasil pre dan pos-test, yang tadinya 60 % menjadi 80%. Peserta memahami edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan nyeri pada pasien di Ruang Kalimaya Bawah. Kata Kunci: Edukasi, Kecemasan, Nyeri, Pasien.  ABSTRACT Education is something that is consistently facilitated by hospitals, especially in areas that have a high risk for patients. This is done by the hospital to restore health functions to optimal levels. Education begins when patients enter the healthcare facility and continues throughout the care period, until after the patients are discharged. Education provided in the hospital is tailored to needs, one of which is anxiety reduction techniques that can help people experiencing pain, reducing the severity and intensity of their pain. To provide education to the patient's family regarding non-pharmacological interventions that can be given to patients in the Kalimaya Bawah room at RSU dr. Slamet Garut. In this education, the method used was a lecture and interactive demonstration, attended by 10 participants who are the patients' families. Participants were able to mention, explain, and demonstrate techniques for managing anxiety and pain through deep breathing relaxation, and were able to answer questions from the presenter. After this education, there was an improvement in the pre-test and post-test results, which increased from 60% to 80%. Participants understood the education about Managing Anxiety and Pain in patients in the Lower Kalimaya Room. Keywords: Education, Anxiety, Pain, Patients.
Co-Authors Aa Juhanda Aat Sriati Aflahatinufus, Azka Afnuhazi, Ridhyalla Agustian Burdah Ahadiah, Rima Ahmad Yamin Ahsan Ahsan AI MARDHIYAH, AI Alfionita Octa Nur Zidni Amalia, Rosa Fitri Amsiri Amsiri Anwar Anwar Ardilla, Nike Arhami, Muhammad Arhami, Muhammad Arum, Ema Asep Saefurahman Azhar Azhar Badori, Aviorizki Burda, Agustian Burdah, Agustian Cahyani, Gita Chandra, Rama Cut Adnin Nalisa Dadang Purnama Defania Ayu Pramesti Wibowo Dewi Purwati Dewi, Rizky Chintya Diki Kurniawan Dyah Setyorini Elloni Shenurti Enung Siti Sodah Ermiati Ermiati Fauzania, Syifa Nurul Fitri Amalia , Rosa Fitriani, Liesna Gina Nuranti Hendayani, Weni Lidya Henny Suzana Mediani Hesti Platini Iceu Amira D.A Iceu Amira DA IceuAmira, IceuAmira Indra Maulana` Indra Maulana Irmaya, Hanny Irwin Syahri Cebro Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Jimmy Tjandra Kamila, Husnun Krisnando, Krisnando Kurniawan Kurniawan Kurniawan Yudianto Kurniawati, Anastasya Peni La Ode Sumarlin Lestari, Andini Tri Lestari, Fuzianti Mamat Lukman Maria komariah merliyana, Merliyana Meyliana Wulandari Murti, Wahyu Muslim, Revita Nur Istiqomah Nenden Nur Asriyani Maryam Nina Sumarni Nur Oktavia Hidayati Nurdin Nurdin Nurhasni, N. Nurnoviyanti, Indah Nursifah, Anita Parmeswari, Vaneza Atalia Gusti Purnahar, Fadhil Purnamasari, Devi Putri Andayani, Rifka Rafi, Rifan Muhammad Ratnawati, Ai Siti Raudhah, Raden Firasya Nur Restuning Widiasih Ricky Susanto Rifan Muhammad Rafi Rini Ratnaningsih Saefurahman, Asep Safriadi Safriadi Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sari, Febria Syafyu Septiana, Vinka Siti Saodah, Enung Sri Pramestri Lastianny, Sri Pramestri Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Syafyusari, Febria Taty Hernawaty Tetti Solehati Thamzil Las Tri Andyarini, Kus Tuti Pahria Udin Rosidin Wahdini, Morika Walianto, Adiguna Putra Windy Rakhmawati Witdiawati, Witdiawati Wiyawan, Dego Wulandari Wulandari Yolanda Yolanda, Yolanda Yudha, Ray Kasuma Yulianita, Henny