p-Index From 2021 - 2026
7.395
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jurnal Bisnis dan Ekonomi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Surya Medika NurseLine Journal Jurnal Keperawatan Padjadjaran Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Holistic Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Nursing Care and Biomolecular Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP) Jurnal Keperawatan Galuh Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Cancer SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Warta LPM Jurnal Al-Fatih Global Mulia Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Riset Ilmiah Journal of Nursing Culture and Technology Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Jurnal Multidisiplin Jurnal Kesehatan An-Nuur Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Stimulasi Perkembangan Anak Toddler oleh Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja Mediani, Henny Suzana; Sutini, Titin; Pratiwi, Yayu; Nurhidayah, Ikeu; Hendrawati, Sri
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i3.5962

Abstract

Peran aktif ibu merupakan faktor penting dalam stimulasi perkembangan anak toddler. Namun pada era modern ini, banyak ibu yang bekerja, sehingga peran ibu dalam stimulasi perkembangan anak terhambat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran stimulasi perkembangan anak toddler oleh ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di Desa Rancaekek Wetan Kabupaten Bandung. Metode penelitian berupa deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 88 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 36 ibu bekerja 44,4% melakukan stimulasi perkembangan baik dan 55,6% kurang. Sedangkan dari 52 ibu tidak bekerja 59,6% melakukan stimulasi perkembangan baik dan 40,4% kurang. Bagi ibu yang bekerja dan tidak bekerja harus menyempatkan waktu untuk melakukan stimulasi perkembangan anak dan bagi perawat komunitas bersama kader posyandu diharapkan dapat melakukan pendidikan kesehatan yang berkesinambungan untuk meningkatkan upaya ibu menstimulasi perkembangan anak
INTERVENSI PEMBERIAN TERAPI NEBULASI MENGGUNAKAN NACL 3% DENGAN GAGAL NAPAS: STUDI KASUS Triyani, Dian; Rukmasari, Ema Arum; Hendrawati, Sri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2570

Abstract

Gagal napas adalah kondisi dimana pernapasan tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh (hiperkapnia) dan tidak dapat menyuplai oksigen kedalam tubuh  (hipoksemia) secara adekuat. Intervensi manajemen jalan napas harus segera diberikan karena akan  berdampak pada kerusakan otak bahkan kematian pada anak. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan terapi nebulasi menggunakan NaCl 3% dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif.  Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Kriteria hasil yang diharapkan dengan dilakukannya intervensi yaitu adanya pengeluaran sekret, suara ronkhi di lapang paru meredup dan frekuensi napas membaik.  Hasil yang didapatkan sebelum diberikan intervensi frekuensi napas pasien di rentang 24 - 42x/menit dengan suara ronkhi di seluruh lapang paru, setelah diberikan intervensi frekuensi napas ada di rentang 23-28x/menit. NaCl 3% terbukti efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas dan meningkatkan saturasi oksigen. NaCl 3% bekerja mengencerkan sekret dan meningkatkan refleks batuk pada bayi. Hal ini dikarenakan mekanisme kerja hipertonik yang menganggu ikatan ion sekret dan mengurangi keterikatan silang yang ada didalamnya, melembabkan saluran pernapasan, dan merangsang pelepasan prostaglandin. Pemberian terapi nebulasi NaCl 3% dengan posisi semi fowler  terbukti efektif dalam mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Pemberian NaCl 3% lebih direkomendasikan untuk anak dibandingkan dengan pemberian salbutamol dan epinefrin.
Improving Brides-to-Be's Understanding of Reproductive Health to Strengthen Specific Interventions in Preventing Stunting Eriyani, Theresia; Komariah, Maria; Hendrawati, Sri; Shalahuddin, Iwan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i2.6467

Abstract

Stunting is one of the main nutritional problems that is still a public health challenge in Indonesia. Specific interventions carried out from the preconception period, including reproductive health education for brides-to-be, play an important role in efforts to prevent stunting. Objective: This program aims to increase the bride-to-be's understanding of the importance of reproductive health in reducing the risk of stunting in children in the future. Method: This program is carried out in the form of a Real Work Lecture (KKN) program in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. Activities include an initial survey of the bride-to-be, reproductive health education, and health checks that include checking hemoglobin (Hb) levels, blood pressure, and body mass index (BMI). Evaluation is carried out through pre-test and post-test to assess the improvement of participants' understanding of the material provided. Results: The results of the evaluation showed a significant increase in the bride-to-be's understanding of reproductive health and stunting prevention. The average pre-test score of 77.4 participants increased to 94.1 in the post-test. In addition, the results of the health examination revealed that 47.8% of the bride-to-be had low hemoglobin levels, 34.7% had an abnormally low BMI, and 4.3% showed high blood pressure, which has the potential to increase the risk of pregnancy with suboptimal outcomes. Conclusion: Reproductive health education programs for brides-to-be have proven to be effective in increasing understanding and awareness of the importance of pre-pregnancy health preparation as a preventive measure against stunting. Further efforts, such as regular health monitoring and improved access to reproductive health services, are needed to strengthen the long-term impact of these interventions.
Cadre, Stakeholder, and Community Support in the Best Practice Model for Quality Family Village Rahayuwati, Laili; Komariah, Maria; Hendrawati, Sri; Agustiana, Ekawati; Agiustien, Ghita Megalia; Manahan, Sautman; Nur, Gina Zulfah
Media Karya Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v8i1.61048

Abstract

Pangadegan Village, Sumedang Regency, has a high stunting rate. To overcome this, the village government and various related parties took strategic steps by making innovations in implementing the stunting reduction acceleration program by implementing the Quality Family Village Best Practice Model Program. This study aims to provide an overview of cadre support and active community participation in successfully implementing the Best Practice Model for accelerating stunting reduction in the Quality Family Village of Pangadegan Village. This research is a qualitative study involving residents, cadres, and stakeholders. Data collection was conducted using interviews and focus group discussions (FGDs). This research provides an overview and analysis of the implementation of the Best Practice Model Program, which is presented in seven themes by covering programs that support the acceleration of stunting reduction, understanding, and changes in community behaviour as well as the support and active participation of cadres, stakeholders, and the community. The study results show that the implementation of the Quality Family Village Best Practice Model Program in Pangadegan Village is effective with the support and active participation of cadres, stakeholders, and the community in accelerating stunting reduction in Pangadegan Village Quality Family Village.Keywords: Cadre, Community, Model Best Practice, Quality Family Village, Stakeholder, Stunting, Support.
Comprehensive Nursing Care in a Neonatal Asphyxia with Hypoxic Ischemic Encephalopathy and Sepsis Complications: A Case Report Sugiharto, Firman; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Hendrawati, Sri; Alya, Fania Putri
Padjadjaran Acute Care Nursing Journal Vol 4, No 3 (2025): Padjadjaran Acute Care Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pacnj.v4i3.64835

Abstract

Background: Asphyxia is one of the highest causes of neonatal mortality in the world. Delayed treatment of asphyxia can have an impact on permanent organ failure and neurological disability in neonates such as cerebral palsy, hyperactivity, and epilepsy.Aim: This study aimed to describe nursing care for neonates with asphyxia neonatorum.Case Description: A boy named H (By. H), 22 day old was transferred from the neonatal intensive care unit (NICU) with a diagnosis of severe asphyxia with complications of HIE and sepsis. At the time of assessment, the level of consciousness compos mentis, general condition was weak, often restless, short of breath, there was lobed breathing, intercostal retractions, stridor, secret in the mouth, rhonchi in both lung fields. Vital signs obtained HR: 150 x/minute, RR: 50 x/minute, body temperature: 36.60C, SpO2: 96%. The neonatus has good nutritional status and adequate hydration status, with positive fluid balance and no signs of fluid overload. Rest and sleep status of the neonatus is enough. The patient had a history of apnea, seizures, and post cooling therapy.Conclusion: The interventions and implementations carried out were monitoring vital signs, monitoring signs and symptoms of hypoxia, monitoring additional breath sounds, positioning the semi-fowler 30-450, changing position to prone position after breastfeeding, and nebulization with 3% NaCl 4 ml. After the intervention, the nursing problems in this case study had only been partially resolved. There is a need for further monitoring related to airway management which includes observation of vital signs and respiratory distress, continued nebulization with 4 ml of 3% NaCl, and monitor for signs of hypoxia.
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH MEMILIH BANK SYARIAH: ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH MEMILIH BANK SYARIAH Sri Hendrawati
Jurnal Al-fatih Global Mulia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al-Fatih Global Mulia
Publisher : STEBI Global Mulia Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59729/alfatih.v7i1.293

Abstract

Penelititian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi nasabah terhadap Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Brebes Bumiayu serta mengidentifikasi fakto-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan nasabah dalam memilih bank syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara terhadap 10 nasabah aktif. Faktor - faktor yang dianalisis meliputi faktor religius, ekonomi, sosial dan lingkungan, promosi dan informasi, serta pelayanan dan telnologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor religius merupakan motivasi utama nasabah dalam memilih bank syariah, diikuti oleh faktor pelayanan dan teknologi yang mendukung kenyamanan transaksi. Faktor sosial dan promosi juga berperan dalam membentuk persepsi positif terhadap layanan perbankan syariah. Temui ini memberikan implikasi penting bagi pengelola bank syariah untuk memahami preferensi dan kebutuhan nasabah secara komprehensif serta mengembangkan strategi pelayanan dan pemasaran yang selarasa dengan nilai-nilai syariah dan ekspektasi masyarakat modern Kata kunci: Keputusasan nasabah, bank syariah, faktor religius, pelayanan, promosi
Harapan anak usia sekolah penyandang talasemia yang bergantung pada transfusi Yanti, Silvya Dwi; Mardhiyah, Ai; Hendrawati, Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.646

Abstract

Background: Children with transfusion-dependent thalassemia require lifelong blood transfusion and iron chelation treatment, resulting in stressful conditions that interfere with the child's psychosocial well-being and may lead to hopelessness. Hopelessness leads to loss of hope and non-compliance with treatment. Purpose: To identify the expected picture of school-age children with thalassemia who are dependent on transfusions. Method: This study is a quantitative descriptive study with univariate analysis. This study used a total sampling technique totaling 44 school-age children with transfusion-dependent thalassemia with parents who are POPTI members. This study used the Child Hope Scale instrument which has been translated and has been tested valid and reliable. Results: That the level of expectations of respondents was in the moderate category as many as 29 people (65.9%). Likewise, the pathway dimension as many as 25 people (56.8%) and the agency dimension as many as 28 people (63.6%) are in the moderate category. Conclusion: The expectancy level of children with transfusion-dependent thalassemia is mostly in the moderate category. Suggestion: Future researchers can further examine the influence of hope on children with thalassemia and relate it to other variables such as quality of life or factors related to hope in school-age children with thalassemia who depend on transfusions.   Keywords: Children; Hope; School Age; Thalassemia; Transfusion.   Pendahuluan: Anak penyandang talasemia yang bergantung pada transfusi membutuhkan pengobatan transfusi darah dan kelasi besi seumur hidupnya sehingga mengalami kondisi stres yang mengganggu psikososial anak dan dapat terjadi keputusasaan. Keputusasaan menyebabkan penyandang kehilangan harapan dan tidak mematuhi pengobatan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi gambaran harapan anak usia sekolah penyandang talasemia yang bergantung pada transfusi. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis univariat. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling berjumlah 44 anak usia sekolah penyandang talasemia yang bergantung pada transfusi dengan orang tua anggota POPTI. Penelitian ini menggunakan instrumen Child Hope Scale yang sudah diterjemahkan dan sudah teruji valid serta reliabel. Hasil: Tingkat harapan responden berada dalam kategori sedang sebanyak 29 penyandang (65.9%). Begitu pula dimensi pathway sebanyak 25 penyandang (56.8%) dan dimensi agency sebanyak 28 penyandang (63.6%) berada pada kategori sedang. Simpulan: Tingkat harapan anak penyandang talasemia yang bergantung pada transfusi sebagian besar berada dalam kategori sedang. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai analisis pengaruh harapan pada anak penyandang talasemia dan menghubungkan dengan variabel lainnya seperti kualitas hidup ataupun mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan harapan anak usia sekolah penyandang talasemia yang bergantung pada transfusi.  
NON-PHARMACOLOGICAL THERAPY TO REDUCE CHILDREN'S FEAR OF INVASIVE PROCEDURES: SCOPING REVIEW Rahmawati, Sri; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.3007

Abstract

Prosedur invasif seperti kateterisasi intravena, injeksi intramuskular, dan pengambilan sampel darah sering kali menimbulkan rasa takut dan nyeri pada anak-anak, sehingga berdampak negatif pada pengalaman mereka dan memicu fobia jarum. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis seperti teknik distraksi dianggap efektif untuk mengurangi rasa takut dan nyeri selama prosedur tersebut. Ulasan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai teknik distraksi non-farmakologis yang efektif dalam mengurangi rasa takut anak selama prosedur invasif di rumah sakit. Tinjauan cakupan ini dilakukan dengan mengikuti kerangka kerja PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan di database PubMed, ScienceDirect, Scopus, EBSCO-host, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci yang relevan. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi (RCT dan studi kuasi-eksperimental, diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, dalam bahasa Inggris) dinilai kualitasnya dengan menggunakan alat JBI. Data diekstraksi dan dianalisis secara tematik. Dari 1.620 artikel, 15 penelitian memenuhi kriteria inklusi. Teknik distraksi dikategorikan menjadi dua kelompok: (1) distraksi pasif (misalnya, Buzzy, mendengarkan musik, menonton kartun, virtual reality) dan (2) distraksi aktif (misalnya, TICK-B, meniup balon, berinteraksi dengan hewan, permainan drama). Kedua teknik tersebut terbukti efektif dalam mengurangi rasa takut, nyeri, dan kecemasan anak, dengan Buzzy dan TICK-B sebagai intervensi yang paling sering digunakan. Teknik distraksi aktif dan pasif sama efektifnya dalam mengurangi rasa takut anak selama prosedur invasif. Temuan ini memberikan panduan bagi para profesional kesehatan dalam memilih intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak dan konteks klinis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi keefektifan teknik-teknik ini di berbagai kelompok usia dan wilayah geografis.
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Intervensi Penurunan Angka Stunting dengan Pendampingan Keluarga di Desa Jelegong Mardhiyah, Ai; Mediani, Henny Suzana; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Fitria, Nita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22653

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia, termasuk di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Angka stunting di Desa Jelegong terbilang cukup tinggi, yaitu sebanyak 39 balita. Salah satu pendekatan yang mungkin untuk mengurangi stunting adalah dengan membeli lebih banyak makanan (PMT), yang didampingi dengan penyuluhan mengenai gizi seimbang melalui media leaflet kepada keluarga. Untuk mengidentifikasi pelaksanaan pendampingan keluarga dalam pemberian makanan tambahan sebagai intervensi untuk menurunkan angka stunting di Desa Jelegong. Kegiatan ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan sosialisasi. Terdapat kenaikan berat badan dan tinggi badan dari sebelum dan sesudah dilakukan pemberian makanan tambahan, dengan rata-rata kenaikan berat badan sebesar 0,37 kg dan kenaikan tinggi badan sebesar 0,94 cm. Kegiatan ini telah membantu meningkatkan kesadaran keluarga balita tentang pentingnya pemberian makanan tambahan, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya lingkungan dan sanitasi yang sehat dan layak bagi tumbuh kembang balita. Kata Kunci: Intervensi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pendampingan Keluarga, Stunting  ABSTRACT Stunting is a nutritional problem that remains a major concern in Indonesia, including in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. The stunting rate in Jelegong Village is quite high, with 39 toddlers affected. A possible approach for reducing stunting is to buy more food (PMT), accompanied by counseling on balanced nutrition through leaflet media for families. This report aims to identify the implementation of family assistance in the provision of supplementary feeding as an intervention to reduce stunting in Jelegong Village. The methods used in this activity include observation, interviews, and socialization. There was an increase in body weight and height between before and after giving additional food, with an average increase in body weight of 0.37 kg and an increase in height of 0.94 cm. The results of this activity have helped raise the awareness of families with toddlers about the importance of supplementary feeding, exclusive breastfeeding, balanced nutrition, and the importance of a healthy and suitable environment and sanitation for the growth and development of toddlers. Keywords: Intervention, Provision of Additional Food Giving, Family Assistance, Stunting
Father's Involvement in Feeding and Stimulating Children's Growth and Development with the Incidence of Stunting Rahma, Valenty Rafaustine; Sari, Citra Windani Mambang; Hendrawati, Sri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3224

Abstract

Stunting is still the biggest nutritional problem from national to international scope. Indonesia is still closely related to patriarchal culture, although the parenting process requires the active involvement of fathers and mothers in caring for stunted children. The purpose of this study was. Objective to analyze the relationship between father's involvement in feeding and stimulation of child growth and growt and development with the incidence of stunting. This study used a cross-sectional correlational quantitative method with purposive sampling. The sample size was 79 people. Data were collected using the ECLS-B father self-administered questionnaire, which was adapted and modified with the results of the validity test declared valid because it was more than r table (r = 0.444) and the results of the reliability test declared reliable with Cronbach Alpha of 0.852 and 0.741. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed no association between father's involvement in child feeding and stimulation of child growth and development with the incidence of stunting (p value=0.888 OR= 0,685; RR=1,128 and p value=0,435; OR=1,071; RR=1,048). This shows that there are other, more dominant factors that influence the incidence of stunting. These factors include inadequate dietary intake, economic constraints, and child feeding errors. Further interventions are needed to increase fathers' involvement in feeding and growth stimulation of stunted children, although there is no direct relationship.
Co-Authors Aan Nuraeni Aat Sriati Abas, Latifa Hidayani Adistie, Fanny Agiustien, Ghita Megalia Agustiana, Ekawati Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Allenidekania Allenidekania Alya, Fania Putri Amita, Dzira Fitria Arlette Suzy Puspa Pertiwi Astiani, Santi Azzahra, Shafira Baeti, Rahmawati Nur Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Desy Indra Yani Dewi Fitriani Fitriani Dewi Gayatri Dian Triyani Dian Triyani Dini Wahyuni Ema Arum Rukmasari Endah Rahayu Endang Tjahjaningsih Etika Emaliyawati Fanny Adistie Fanny Adistie Farah Nibras Almira Fatimah, Sari Fildzah, Filsya Khoirina Fujiyastuti, Gendis Gina Nurul Azmi Gusgus Graha Ramdhanie Habsyah Saparidah Agustina Hana Rizmadewi Agustina Henny S. Mediani Henny Suzana Mediani Hidayat, Anne Mayliani Ika Mustika Ikeu Nurhidayah Ilham Taufik Nurilhami Indra Maulana` Indra Maulana Intan Nurul Khofifah Iwan Shalahuddin Iyus Yosep JARWADI, JARWADI K.H, Firla Husnul Khofifah, Intan Nurul Kosim Kosim Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lilis Mamuroh Lumbantobing, Valentina Manahan, Sautman Maria komariah Maryam, Nenden Mochammad Imron Awalludin Mutiara Mutiara Nani Nurhaeni Nanji, Noor Soeseno Vijaya Krishna Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Heni Nurhaeni Nita Fitria Nur Oktavia Hidayati Nur, Gina Zulfah Permana, Septa Pratiwi, Yayu Puri, Riftania Aulia Putri, Angeli Soradin Putri, Azalia Melati Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Nabilah Putri Fauziyyah Rahma, Valenty Rafaustine Raini Diah Susanti Ratih Kusuma Dewi Ratih Kusuma Dewi Rausanfikra, Syiffa Salsabila Refina, Ayene Restuning Widiasih Revina Ayu Febri Rifki Febriansyah Risminda, Nestia Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Aprilia Rizky Maudina Rizky Maudina Safitri, Dian Dinnar Eka Sari Fatimah Sari Fatimah Sari, Citra Windani Mambang Septa Permana Setiawan, Shafanissa Aulia Sisdiana, Etty Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Hastuti, Tuti Sugiharto, Firman Suryani Suryani Sutini, Tititn Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Widaryanto, Benny Winanda, Dinda Cantika Windy Rakhmawati Witdiawati, Witdiawati Wiwi Mardiah Yanti, Silvya Dwi Yuli Anggia Yuli Rahmawati Utami