p-Index From 2021 - 2026
7.395
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jurnal Bisnis dan Ekonomi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Surya Medika NurseLine Journal Jurnal Keperawatan Padjadjaran Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Holistic Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Nursing Care and Biomolecular Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP) Jurnal Keperawatan Galuh Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Cancer SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Warta LPM Jurnal Al-Fatih Global Mulia Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Riset Ilmiah Journal of Nursing Culture and Technology Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Jurnal Multidisiplin Jurnal Kesehatan An-Nuur Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship between Gadget Usage and Cognitive Development of Preschool Putri, Angeli Soradin; Hendrawati, Sri; Kosim, Kosim
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3643

Abstract

Approximately 79% of Indonesian children have used gadgets. Such use can have an impact on child development at preschool age, especially cognitive development. At the golden age, children experience 80% brain development which makes it easy for children to absorb information that occurs around them. Cognitive is the way children adapt and define objects and events in their environment. The purpose of this study is to identify patterns of gadget use, identify cognitive development, and identify the relationship between gadget use and cognitive development of preschool children at Kemala Bhayangkari 43 Jatinangor Kindergarten. Method: This research is quantitative with a correlational approach and uses a total sampling method of 34 respondents at Kemala Bhayangkari 43 Jatinangor Kindergarten. The measuring instrument used is the Gadget Use Pattern instrument in children with a validity value of 0.388 and a reliability of 0.666 and the Preschool Child Cognitive Development instrument (5-6 Years) with a validity value above 0.4 and a reliability result of 0.780 which means that these two instruments are valid and reliable. Data analysis used in this study used univariate and bivariate analysis with fisher's extract test. Results: The results of the univariate test on gadget use in children fall into the quite good category with the results of 23 respondents (67.6%) and cognitive development in children falls into the good category with the results of 25 respondents (73.5%). The bivariate test results using fisher's extract test with sig. (2-tailed) is 0.670 (>0.05). Conclusions: Based on the results of this study, it can be concluded that there is no relationship between the use of gadgets and the cognitive development of preschool children (5-6 years old) at Kemala Bhayangkari 43 Jatinangor Kindergarten.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN POST AMPUTASI ET CAUSA CRUSH FRACTURE CRURIS SINISTRA DAN MODERATE HEAD INJURY DI PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT (PICU) Hendrawati, Sri; Puri, Riftania Aulia; Permana, Septa
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v2i12.1945

Abstract

Trauma kepala dapat menyebabkan terjadinya cedera otak atau terganggunya fungsi otak. Cedera otak karena trauma pada anak menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak. Angka kejadian cedera kepala pada anak terjadi sekitar 0,5% populasi dari kejadian cedera lainnya. Penyebab terbanyak trauma kepala pada anak adalah jatuh dan kecelakaan lalu lintas. Selain dapat menjadi penyebab terjadinya trauma kepala pada anak, kecelakaan lalu lintas juga dapat menjadi penyebab terjadinya kejadian fraktur. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan yang dapat dilakukan pada anak dengan moderate head injury dan kondisi post amputasi et causa crush fracture cruris sinistra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Hasil studi kasus menunjukkan masalah keperawatan pada anak dengan moderate head injury dan kondisi post amputasi et causa crush fracture cruris sinistra diantaranya adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan ventilasi spontan, nyeri akut, risiko infeksi serta berduka. Permasalahan yang muncul dari kasus yang didapatkan kemudian dilakukan tatalaksana berdasarkan rujukan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan evidence based practice. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan perawat mampu melaksanakan peran sebagai caregiver baik dalam pengobatan sampai dengan tahapan perawatan paliatif dan perawatan end of life.
STUDI KASUS DESKRIPTIF ASUHAN KEPERAWATAN PADA NEONATUS DENGAN CONGENITAL TALIPES EQUINOVARUS (CTEV) DI RUANG PERINATOLOGI Hendrawati, Sri; Dewi, Ratih Kusuma; Maryam, Nenden Nur Asriyani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2269

Abstract

Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) merupakan kelainan kongenital yang idiopatik dengan angka kejadian 1: 1.000 kelahiran. CTEV belum diketahui penyebabnya namun banyak bukti menyebutkan bahwa genetik dan faktor lingkungan memiliki kontribusi besar pada angka kejadiannya. CTEV dalam jangka pendek dapat mengakibatkan kaki menjadi kurang fleksibel. CTEV yang tidak tertangani berakibat pada gangguan berjalan hingga gambaran citra tubuh yang buruk pada anak yang menuju masa remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan yang dapat dilakukan pada neonatus dengan CTEV. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengambilan data yaitu dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.  Hasil studi kasus menunjukkan masalah keperawatan utama pada neonatus dengan CTEV yaitu gangguan mobilitas fisik. Permasalahan tersebut dapat ditangani oleh perawat berlandaskan rujukan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan evidence based practice. Intervensi yang dapat dilakukan berdasarkan evidence based practice diantaranya metode ponseti sebagai koreksi CTEV yang membutuhkan kolaborasi antara perawat dan dokter, dan juga melibatkan orang tua dalam perawatannya (family centered care). Motode ponseti sangat efektif untuk memperbaiki kelainan bentuk CTEV sehingga meminimalkan gangguan mobilitas fisik pada pasien. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan perawat mampu melaksanakan peran sebagai educator dengan mendampingi orang tua dalam selama masa pengobatan dan perawatan anak.Keywords: Clubfoot, Congenital Talipes Equniovarus, CTEV, Kongenital
TERAPI BERMAIN: DONGENG DALAM MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN ANAK DENGAN FISTULA REKTOVESTIBULAR Khofifah, Intan Nurul; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2312

Abstract

Fistula rektovestibular merupakan salah satu jenis malformasi anorektal pada perempuan dimana terjadi kegagalan pemisahan antara septum urorektal hingga kloaka. Penatalaksanaan pada fistula jenis ini diantaranya tindakan kolostomi. Tindakan kolostomi menimbulkan rasa nyeri pada anak. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas intervensi terapi bermain dengan menceritakan dongeng terhadap nyeri post kolostomi yang dirasakan anak. Penelitian ini menggunakan metode case report. Subjek dalam penelitian adalah pasien An. R (perempuan) usia 3 tahun 4 bulan dengan diagnosis medis fistula rektovestibular. Pengukuran skala nyeri dilakukan menggunakan skala Wong Baker Faces Pain Scale (skala 0-10). Hasil studi kasus ini menunjukkan skala nyeri post kolostomi pada pasien sebelum diberikan intervensi sebesar 9 (0-10) dan turun menjadi skala 4 (0-10) setelah diberikan intervensi terapi bermain dengan menceritakan dongeng selama 3 kali pertemuan. Kesimpulan studi kasus ini intervensi terapi bermain dengan menceritakan dongeng atau cerita khayalan terhadap nyeri akut post kolostomi pada pasien anak dengan fistula rektovestibular efektif untuk menurunkan nyeri. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menentukan terlebih dahulu cerita-cerita atau dongeng yang mampu mengubah nilai emosional anak sehingga mampu mempengaruhi fisiologis tubuh anak terhadap penurunan rasa nyeri pada anak.
EFEKTIVITAS INTERVENSI LATIHAN RANGE OF MOTION PADA ANAK DENGAN SPACE OCCUPYING LESION YANG MENGALAMI HEMIPARESIS: STUDI KASUS Neng Heni Nurhaeni; Hendrawati, Sri; Mardhiyah, Ai
Jurnal Kesehatan An-Nuur Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan An-Nuur
Publisher : Yayasan Putra Sukamanah Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71023/jukes.v1i1.1

Abstract

Hemiparesis is a condition of weakness on one side of the body or the inability to move a limb on one side caused by stroke, head trauma, cerebral palsy and brain tumors. Weakness is a loss of muscle strength that can significantly reduce the ability to carry out daily activities. Hemiparesis, if not treated immediately, can cause permanent disability. One intervention that can be used to prevent muscle stiffness and increase muscle strength is Range of Motion (ROM) training. This study aims to evaluate the effectiveness of providing ROM intervention in cases of Space Occupying Lesion in children who experience hemiparesis. The method used is a case study design with a five process approach to nursing care starting from assessment, diagnosis, intervention planning, implementation and evaluation. The location of the case study was carried out in the Kemuning Room at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. The case obtained was an 11 year old girl being treated in the Kemuning Room at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung since October 19 2020. The interventions provided are active ROM exercises on extremities that do not experience hemiparesis and passive ROM exercises on extremities that experience hemiparesis, for five days starting 26 October 2023 - 31 October 2023 with a duration of 20-25 minutes in the morning and afternoon. The results of the study showed that there was a significant increase in muscle strength on the third day of intervention, namely that the lower extremities experienced an increase, whereas before the intervention, 2/5 of the patient's muscle strength had movement but could not withstand gravity, up to 3/5, that is, there is movement with a full range of motion and is able to fight. gravity, and on the fourth and fifth days there was an increase in upper extremity muscle strength, namely from 2/5 to 3/5. In conclusion, ROM exercise intervention is effective and can be applied to children who experience hemiparesis.
Physical Exercise Intervention for Children Undergoing Cancer Treatment: A Scoping Review Mardhiyah, Ai; Safitri, Dian Dinnar Eka; Maryam, Nenden; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i1.653

Abstract

Aims: This research aimed to explore articles regarding physical exercise for children undergoing cancer treatment. Method: The research method used is scoping review. The process of doing a scoping review involves several steps, including developing research questions, establishing criteria for inclusion, a comprehensive search strategy, literature screening and selection, organizing data, and compiling, summarizing, and presenting the findings. The inclusion criteria encompassed full-text papers, namely randomized controlled trials or quasi-experimental research, published in English during the past decade (2014–2023). Pubmed, CINAHL, Scopus, and Proquest are used as search engines and database searches. Selected articles were extracted into charting data, analyzed with descriptive approaches, and the results reported. Results: The results found 14 articles, which were then categorized into three physical exercise programs, such as integrated physical exercise, technology-based physical exercise, and multimodal exercise. Outcomes obtained are cardiorespiratory fitness, motor performance, cancer-related fatigue, and quality of life. Conclusion: The side effects of cancer treatment in children may be mitigated through the implementation of physical exercise programs. This scoping review can be a consideration for optimizing pediatric nursing services by adding physical exercise interventions to the rehabilitation protocol as a supportive treatment for children who are currently undergoing cancer treatment.
Pencegahan Kekerasan Seksual Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun): Prevention of Sexual Violence in School-Aged Children (6-12 Years) Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Rakhmawati, Windy; Abas, Latifa Hidayani; Amita, Dzira Fitria; Risminda, Nestia
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1844

Abstract

Currently, violence against children has increased significantly, including sexual violence. Sexual violence can cause psychological, physical and social disorders. This case, if not handled immediately, will undoubtedly have a broad impact on children. So, it is necessary to prevent sexual violence in children early on. This health education activity aims to teach children aged 6-12 years about sexual violence and how to prevent it. The health education method is carried out with lectures, discussions, and questions and answers using teaching video media regarding the prevention of sexual violence in children. This activity was carried out during the COVID-19 pandemic, so it was done online through the Zoom Meeting platform. The activity was held on Sunday, October 24, 2021, by 54 children aged 6-12 years whom their parents accompanied from various regions in Indonesia. The activity increased children's knowledge about sexual violence and how to prevent it. The assessment was carried out using pre-test and post-test questionnaires via Google Forms. The pre-test results showed that most children (63%) had good knowledge, and the post-test showed that all children had good knowledge (100%). The results showed that health education effectively increased children's knowledge (p-value = 0.000). Thus, there needs to be an effort from the school in collaboration with health workers, especially nurses, to increase health education programs in schools, especially elementary schools, regarding preventing sexual violence in children.
KOLABORASI PERAWAT DAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN ANAK DENGAN ß-TALASEMIA MAJOR: STUDI KASUS Hendrawati, Sri; Wahyuni, Dini
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i2.896

Abstract

Thalassemia is one of the most common hemoglobinopathic disorders found worldwide. About 80% of thalassemia cases occur in low- or middle-income countries in the tropical belt, stretching from sub-Saharan Africa through the Mediterranean region and the Middle East to South and Southeast Asia, including Indonesia. Patients with thalassemia, especially in children, require routine and continuous treatment, which certainly requires support from nurses and families, especially parents as caregivers. With optimal support, it is expected to positively impact emotional well-being and the quality of life of patients and families. This study aimed to determine the collaboration of nurse support and family support that can be provided in providing care for children with β-thalassemia major. This research uses a case study approach in the field. Case studies are organized using the nursing process, including assessment, data analysis, intervention, implementation, evaluation, and nursing documentation. The subject of this case study is a patient with β-thalassemia major in one of the hospitals in Bandung. The case study was conducted for 11 days. A 9-year-old patient was admitted to the hospital with complaints of an enlarged abdomen and weight loss of 2 kg in the last two weeks. The patient has been diagnosed with β-thalassemia major since the age of 7, receives regular blood transfusions every two weeks, and takes oral iron chelation regularly. The family plays a vital role in managing β-thalassemia by adhering to all planned and recommended therapy regimens to overcome and prevent complications. Providing comprehensive bio-psychospiritual nursing interventions in collaboration with family support can improve a patient's quality of life with thalassemia because the welfare status of the family becomes the foundation of the child's quality of life. Nursing implications given to patients and families can reduce symptoms and support families with children suffering from thalassemia.
Gambaran Tingkat Kecerdasan Emosional Mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Fujiyastuti, Gendis; Maulana, Indra; Hendrawati, Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.14231

Abstract

ABSTRACT Caring is the basis of nursing care. Caring behaviour based on emotional intelligence can enhance the quality of health services and support the provision of nursing services according to the client's expectations. This study aimed to determine the level of emotional intelligence of clinical nursing students in the Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran (Unpad). This study used a quantitative descriptive method. The research population was students of the Nursing Profession Program, Faculty of Nursing Unpad batch 42 and 43 (N=193). The sampling technique used total sampling in the form of an online survey using Google Forms with a response rate of 81.3%. The instrument used the Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form (TEIQue-SF), translated into Indonesian by Febriana dan Fajrianthi (2021). Data were analyzed using univariate descriptive analysis presented with a frequency distribution table. The findings of this study are significant, revealing that most clinical nursing students demonstrate moderate (60.5%) to high (39.5%) levels of emotional intelligence, with no students falling into the low category. Specifically, students exhibit moderate emotional intelligence, well-being, self-control, sociability, and emotionality. It suggests that students possess a solid foundation of emotional intelligence, which can be further enhanced through education, such as training, activities, or positive experiences. The research concludes that clinical nursing students in the Faculty of Nursing Unpad have medium and high levels of emotional intelligence. This research can be a reference for further researchers to develop research on other factors affecting students' emotional intelligence. Keywords: Academic Stress, Clinical Nursing Student, Emotional Intelligence.  ABSTRAK Caring merupakan dasar melakukan asuhan keperawatan. Perilaku caring yang didasari kecerdasan emosional dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mendukung pemberian pelayanan keperawatan sesuai harapan klien.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Unpad angkatan 42 dan 43 (N=193). Teknik sampling menggunakan total sampling berupa survei online menggunakan Google Form dengan response rate 81,3% yaitu sebanyak 157 mahasiswa. Instrumen menggunakan Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form (TEIQue-SF) yang dialihbahasakan dalam bahasa Indonesia oleh Febriana dan Fajrianthi (2021). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kecerdasan emosional pada kategori sedang (60,5%), kategori tinggi (39,5%), dan tidak terdapat mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Mahasiswa secara umum memiliki dimensi kecerdasan emosional well-being, self-control, sociability, dan emotionality pada kategori sedang. Artinya mahasiswa memiliki kecerdasan emosional yang cukup baik dan bisa dioptimalkan lagi karena pada dasarnya kecerdasan emosional dapat berkembang dan dibentuk melalui pendidikan, baik berupa pelatihan, kegiatan atau pengalaman yang positif. Kesimpulan penelitian adalah secara umum mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Unpad memiliki tingkat kecerdasan emosional sedang dan tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian mengenai faktor lain yang dapat berpengaruh pada kecerdasan emosional mahasiswa. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Mahasiswa Profesi Ners, Stres Akademik.
Pengaruh Metoda Ceramah Dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan Mengenai Perawatan Infeksi Saluran Nafas Akut (Ispa) Dan Deteksi Dini Pneumonia Pada Balita di Cikijing Kabupaten Majalengka Adistie, Fanny; Nurhidayah, Ikeu; Mardhiyah, Ai; Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.219 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i2.34

Abstract

Di Indonesia, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi fokus program kesehatan terutama pneumonia karena merupakan penyebab utama mortalitas anak balita di Indonesia. Maka dari itu, mengoptimalkan peran kader kesehatan dapat membantu masyarakat untuk dapat melakukan perawatan ISPA dengan benar serta mendeteksi adanya tanda bahaya dari ISPA tersebut seperti pneumonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kader kesehatan mengenai perawatan ISPA dan deteksi dini pneumonia pada anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Responden pada penelitian ini sebanyak 39 kader kesehatan, dengan intervensi yang dilakukan adalah pelatihan pada kader kesehatan mengenai perawatan ISPA dan deteksi dini pneumonia pada anak dengan menggunakan metode ceramah serta demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan intervensi pengetahuan kader kesehatan menunjukkan 44,4% responden memiliki pengetahuan yang cukup dan sebagian besar responden 55,6% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah dilakukan intervensi pengetahuan kader kesehatan menunjukkan sebagian besar 77,8% responden memiliki pengetahuan yang baik dan hanya 22,2% responden yang memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil Uji dengan Wilcoxon didapatkan pengaruh yang signifikan dari metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kader kesehatan mengenai perawatan ISPA dan deteksi dini pneumonia pada anak (p = 0.000). Implikasi dari penelitian ini adalah metode ceramah yang dikombinasikan dengan demonstrasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan para akder kesehatan, maka dari itu metode pada intervensi ini dapat digunakan dalam memberikan pelatihan kepada para kader kesehatan.
Co-Authors Aan Nuraeni Aat Sriati Abas, Latifa Hidayani Adistie, Fanny Agiustien, Ghita Megalia Agustiana, Ekawati Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Allenidekania Allenidekania Alya, Fania Putri Amita, Dzira Fitria Arlette Suzy Puspa Pertiwi Astiani, Santi Azzahra, Shafira Baeti, Rahmawati Nur Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Desy Indra Yani Dewi Fitriani Fitriani Dewi Gayatri Dian Triyani Dian Triyani Dini Wahyuni Ema Arum Rukmasari Endah Rahayu Endang Tjahjaningsih Etika Emaliyawati Fanny Adistie Fanny Adistie Farah Nibras Almira Fatimah, Sari Fildzah, Filsya Khoirina Fujiyastuti, Gendis Gina Nurul Azmi Gusgus Graha Ramdhanie Habsyah Saparidah Agustina Hana Rizmadewi Agustina Henny S. Mediani Henny Suzana Mediani Hidayat, Anne Mayliani Ika Mustika Ikeu Nurhidayah Ilham Taufik Nurilhami Indra Maulana` Indra Maulana Intan Nurul Khofifah Iwan Shalahuddin Iyus Yosep JARWADI, JARWADI K.H, Firla Husnul Khofifah, Intan Nurul Kosim Kosim Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lilis Mamuroh Lumbantobing, Valentina Manahan, Sautman Maria komariah Maryam, Nenden Mochammad Imron Awalludin Mutiara Mutiara Nani Nurhaeni Nanji, Noor Soeseno Vijaya Krishna Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Heni Nurhaeni Nita Fitria Nur Oktavia Hidayati Nur, Gina Zulfah Permana, Septa Pratiwi, Yayu Puri, Riftania Aulia Putri, Angeli Soradin Putri, Azalia Melati Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Nabilah Putri Fauziyyah Rahma, Valenty Rafaustine Raini Diah Susanti Ratih Kusuma Dewi Ratih Kusuma Dewi Rausanfikra, Syiffa Salsabila Refina, Ayene Restuning Widiasih Revina Ayu Febri Rifki Febriansyah Risminda, Nestia Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Aprilia Rizky Maudina Rizky Maudina Safitri, Dian Dinnar Eka Sari Fatimah Sari Fatimah Sari, Citra Windani Mambang Septa Permana Setiawan, Shafanissa Aulia Sisdiana, Etty Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Hastuti, Tuti Sugiharto, Firman Suryani Suryani Sutini, Tititn Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Widaryanto, Benny Winanda, Dinda Cantika Windy Rakhmawati Witdiawati, Witdiawati Wiwi Mardiah Yanti, Silvya Dwi Yuli Anggia Yuli Rahmawati Utami