p-Index From 2021 - 2026
5.525
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Layanan bimbingan kelompok mengatasi permasalahan adaptif remaja di lingkungan multirasial Febianty Tatva Maharani; Mamat Supriatna; Nadia Aulia Nadhirah
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.61981

Abstract

Permasalahan adaptasi pada remaja khususnya di lingkungan multirasial menjadi sebuah tantangan untuk kita dalam mencari layanan yang tepat untuk mengurangi ketidak mampuan remaja dalam beradaptasi di lingkungan yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan layanan bimbingan kelompok untuk mengatasi permasalahan adaptif remaja di lingkungan multirasial dengan menggunakan metode systematic literature review. Sumber literatur didapat melalui Google Scholar (Nasional dan Internasional) dan beberapa repository di Nasional. Hasil penelitian yang didapatkan dari berbagai literatur dijelaskan ada delapan teknik layanan bimbingan kelompok yang diterapkan oleh Konselor (Guru BK) dan satu upaya yang dilakukan oleh remaja tersebut. Delapan teknik yang digunakan, yakni bimbingan dan pendidikan multikultural, teknik cakrukan, teknik outbond, pendidikan karakter-cerdas format kelompok, mengembangkan hubungan pribadi sosial, diskusi, dan bimbingan sosial.
Program ekstrakurikuler pramuka dalam upaya pengembangan karakter mandiri peserta didik di sekolah dasar Nurasiah Nurasiah; Solehuddin Solehuddin; Mamat Supriatna
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara analitis fakta lapangan tentang program ekstrakurikuler pramuka dalam upaya pengembangan karakter mandiri peserta didik di SDN Rengasdengklok Selatan VII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan Informan dilakukan sesuai dengan subjek permasalahan yang terkandung di dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wali kelas VI, pembina pramuka dan siswa kelas VI. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data di analisis dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan crosscheck. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler pramuka yang dihasilkan berdasarkan hasil musyawarah gugusdepan.  Program ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan melalui kegiatan latihan mingguan, perkemahan di gugusdepan dan kegiatan partisipasi kegiatan diluar gugusdepan baik yang berbentuk lomba maupun non lomba sehingga dapat dapat membentuk karakter mandiri yang sudah sampai pada tahap moral doing tetapi belum tercapai secara maksimal karena  belum semua siswa mempraktikkan nilai karakter mandiri tersebut  di dalam perilakunya sehari-hari, khususnya di sekolah.
Technology Framework in Guidance And Counseling Services Irfan Fahriza; Mamat Supriatna; Ahmad Rofi Suryahadikusumah; Syari Fitrah Rayaginansih; Nadia Aulia Nadhirah; Aisha Nadya
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/001.202371.247

Abstract

Much research has been done on guidance and counseling technology but only focuses on proving the effectiveness of technology applications in counseling. Unfortunately, research has yet to be found focusing on the proper framework for utilizing technology in guidance and counseling. This paper aims to formulate a framework for using technology in counseling services. A systematic literature review analyzes and combines information from various sources to obtain a comprehensive concept. Reference search results from 2011-2022 using published or perish (PoP) identified 69 references that met the literature criteria. The results of the study show that the use of technology in counseling must be oriented towards improving service quality by paying attention to the aspects: 1) Cultural and communication processes that will occur through technological devices, 2) Provisions and procedures for using technology-based services are to be agreed upon, 3) Readiness of technical knowledge from counselors as a service manager, 4) User experience in the technology application used.
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGANI PERUNDUNGAN (BULLYING) Adiena Filosofianita; Mamat Supriatna; Nadia Aulia Nadhirah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i3.11548

Abstract

Kasus perundungan di Indonesia selalu meningkat tiap tahunnya. Perundungan merupakan masalah serius yang harus ditangani secara menyeluruh. Perundungan menimbulkan berbagai dampak yang bisa dirasakan oleh korban yang mengalami. Guru BK harus bisa membedakan antara peserta didik yang hanya bercanda dan yang benar-benar merundung peserta didik yang lain dkarenakan perundungan bisa saja tidak nampak secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tujuan menyintesiskan temuan untuk menjawab pertanyaan penelitian dari hasil penelitian-penelitian yang ditemukan dan dikaji berupa artikel. Guru bimbingan dan konseling harus memiliki strategi dalam menangani perundungan yang terjadi di sekolah agar korban perundungan bisa segera ditangani dan kejadian perundungan tidak terjadi lagi di sekolah. Layanan yang bisa diberikan bisa berupa layanan kuratif untuk menangani korban perundungan dan layanan preventif untuk mencegah terjadinya perundungan di sekolah. Beberapa metode dinilai berhasil dalam menangani korban perundungan.
Meningkatkan Kecakapan Berpikir Kritis Siswa Melalui Bimbingan Kelompok Teknik Pemecahan Masalah Maulidya Galih Utami -; Mamat Supriatna; Setiawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.4851

Abstract

Siswa dalam melaksanakan tugasnya dalam pendidikan harus mampu membuat keputusan dengan segera, konkrit dan realistis dalam pelaksanaan pembelajarannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan salah satu teknik dalam bimbingan kelompok dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan teknik pemecahan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan atau literatur. Pengumpulan data yang digunakan berupa referensi teks pada jurnal dan buku yang relevan sesuai dengan bidang kajian yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan berpikir kriitis siswa dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah. Analisis yang dilakukan adalah dengan menghubungkan dan membandingkan, memaparkan, dan menyimpulkan hasil temuan yang di jadikan referensi atau bahan kajian dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik pemecahan masalah. Kata kunci: bimbingan kelompok, berpikir kritis, pemecahan masalah
Literatur Review Konseling Konstruksi Karier Cucu Arumsari; Mamat Supriatna; Yusi Riksa Yustiana; Eko Yulianto
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v8i1.3143

Abstract

Tinjauan literatur nyajikan perkembangan penelitian dalam bidang konseling konstruksi karier dari tahun 2015 hingga 2022. Selama periode ini, penelitian dalam konseling konstruksi karier telah mengalami variasi dalam jumlah publikasi, dengan peningkatan jumlah publikasi pada tahun 2016 dan 2021. Seluruh artikel mengungkapkan bahwa permasalahan yang diangkat adalah mengkonstruksi rencana karier individu berdasarkan pemaknaan atas cerita hidup. Melalui pemaknaan cerita hidup, konselor dapat menggali kisah dan alasan individu memilih profesi konselor karier yang berkontribusi dalam dunia. Penelitian ini memperkuat pemahaman tentang beragam pendekatan dan teknik yang dapat digunakan dalam konseling konstruksi karier, serta pentingnya pemahaman identitas dan pembuatan makna dalam pengembangan karier individu. Pentingnya relevansi CCI dalam berbagai kelompok usia dan adaptasi teknologi dalam proses konseling karier. Dalam keseluruhan, perkembangan penelitian dalam konseling konstruksi karier selama periode ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman identitas dan pembuatan makna dalam pengembangan karier individu, serta beragamnya pendekatan dan teknik yang dapat digunakan oleh konselor untuk membantu individu mencapai tujuan karier.
FRIENDSHIP RELATIONS BETWEEN AISYIYAH BOARDING SCHOOL BANDUNG STUDENTS Muhammad Ridho Albari; Ghaida Az-zahra Kusnadi; Kamila Suci; Muhammad Fadilah Noor Agustian; Mamat Supriatna; Nandang Budiman
Psikoeduko: Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Study Program Guidance and Counseling, Univesitas Pendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/psikoeduko.v2i2.53888

Abstract

During adolescence, success in interacting with their social environment, especially with their peers, will greatly affect the process of their further psychological development. SMP Aisyiyah Boarding School Bandung is one example of a school that has its own specialty, therefore, this research entitled "Friendship Relations Between Aisyiyah Boarding School Bandung Students" to find out more about friendship relationships in girls' schools. In this research, the method that we use is to use a quantitative approach with a survey method, with a random sampling technique. The instrument used in this study was developed based on the definition of operational variables which were then compiled into a grid to reveal friendship relationships, which was adapted from a previous research instrument by Hasilah Rachman in 2010. The results of this study indicate that friendship relationships at SMP Aisyiyah Boarding School Bandung tend to be at a moderate level. It is hoped that this research can be used as a reference to find out how the ability of relations in a school is. 
Implementation of peace-love character development in elementary schools Sendi Fauzi Giwangsa; Bunyamin Maftuh; Mamat Supriatna; I Ilfiandra
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.61418

Abstract

The persistence of both physical and verbal violence in schools serves as the driving force for this study. Additionally, the teacher's efforts have not been the best in helping the elementary school pupils cultivate a spirit of harmony and nationalism. This study evaluates efforts to instill a love of peace in primary school kids. Utilizing a qualitative approach, this investigation. Interviews, questionnaires, and observational instructions were the instruments employed. According to the research's findings, activities in the classroom, extracurricular activities, and school culture all contribute to developing a peace-loving character in primary school pupils. Classroom activities include incorporating peace-loving values into studies through teaching and learning activities. Extracurricular activities such as scouting, choirs, and martial arts help build peace-loving character development outside the classroom. The developed school culture comprises example behavior from all school stakeholders, habituation, spontaneous activities, and conditioning. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak ditemukannya kasus kekerasan di sekolah, baik itu kekerasan fisik atau verbal. Selain itu belum optimalnya upaya guru dalam mengembangkan karakter cinta damai dan nasionalisme bagi siswa sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis upaya mengimplemntasikan karakter cinta damai bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner, pedoman observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan karakter cinta damai bagi siswa sekolah dasar dilakukan melalui kegiatan di dalam kelas melalui pembelajaran, kegiatan di luar kelas, serta budaya sekolah. Kegiatan di dalam kelas dilakukan melalui mengintegrasikan nilai-nilai cinta damai dalam mata pelajaran melalui kegiatan belajar mengajar. Pengembangan karakter cinta damai melalui kegiatan diluar kelas dilaksanakan melalui berbagi kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka, paduan suara serta pencak silat. Adapun budaya sekolah yang dilakukan untuk mengembangkan budaya sekolah diantaranya yaitu keteladanan dari seluruh stakeholder sekolah, pembiasaan, kegiatan spontan dan pengkondisian.Kata Kunci: Karakter cinta damai; pendidikan cinta damai; siswa sekolah dasar
Characteristics of student cultural intelligence in East Priangan and counseling services to facilitate it Agung Nugraha; Mamat Supriatna; Uman Suherman; Nandang Budiman; Aam Imaddudin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1101300

Abstract

The current era of Society 5.0 and high accessibility has an impact on the dynamics of academic life in higher education, namely the increasingly diverse characters and backgrounds of students’ lives. Cultural competency for students in conditions like this becomes a necessity. This research aims to reveal the characteristics of students' cultural intelligence in East Priangan, including in terms of gender differences.  Apart from that, another aim of this research is also to formulate counseling services to facilitate the optimization of students’ cultural intelligence. A cross-sectional study was used to reveal the cultural intelligence characteristics of 417 students in East Priangan. Accidental sampling was used in this research. Data collection uses the Cultural Intelligence Scale (CQS). The analysis technique uses a central symptom measure to describe the characteristics of students' cultural intelligence and Pearson correlation to measure the relationship between its aspects. Independent t test analysis was used to compare the characteristics of students' cultural intelligence based on gender. The result of the analysis are alpha 0,05; F=0,405; p =0,715.  The results of the research show that the cultural intelligence of East Priangan students is moderate and there is no significant difference between male and female students. Recommendations for a counseling framework to facilitate the cultural intelligence of students in East Priangan which can be formulated based on the original values of stusdent life in East Priangan as well as multicultural competence for counselors who will use this framework.
Mudun Lemah: Integrasi Nilai Tanggung Jawab Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar Budi Febriyanto; Mamat Supriatna
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 2 (2023): juni
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i2.5349

Abstract

Local wisdom has values that can be integrated in the scope of education. However, in reality, local wisdom is only an activity carried out by the local community without being interpreted into educational values.  The purpose of this study is to provide a comprehensive description of the value of mudun lemah in the Kemantren Village community, Cirebon Regency, which can be integrated in education. This research uses a qualitative approach with literature review and field study methods.. Primary data sources are community leaders as informants and primary data sources in the form of documentation in the form of photos and articles. Data collection methods used literature studies, documentation, observation and interviews. Data analysis included data collection, data reduction, and data interpretation. The results of this study reveal that the value of responsibility as the main value and the value of gratitude as a supporting value in Mudun lemah have educational values that can be integrated in elementary school students.
Co-Authors Aam Imaddudin Ade Hidayat Adiena Filosofianita Agung Nugraha Ahmad Rofi Suryahadikusumah Ahmad Yudiar Ahman Ahman Aisha Nadya Amirul Hazmi Hamdan Andreas Rian Nugroho Annisa Mumtaz Awaliyah Ardian Renata Manuardi Ari Kurniawan Ari Kurniawan Asep Deni Gustiana Azka Dhianti Putri Bagus Julian Hikmy Baihaqi Siddik Lubis Bunyamin Maftuh Cucu Arumsari Dena Madisa Diajeng Retno Kinanti Putri Dian Kencana Eka Puteri Utami Eka Sakti Yudha Eko Yulianto Euis Nurjanah Fahriza, Irfan Fajriani Fajriani Febianty Tatva Maharani Febriyanto, Budi Ghaida Az-zahra Kusnadi Gina Herliani Suherlin Hilda Ainissyifa, Hilda Huda, Mochammad Miftachul I Ilfiandra Iip Sarip Hidayana Ilfiandra Ilfiandra Ipah Saripah Ipah Saripah Ismira Ismira Jovita Anindya Kamila Suci Karsih Karsih Kharisma Putri Prayoga M. Amirullah Maulidya Galih Utami - Muhammad Fadilah Noor Agustian Muhammad Ridho Albari Nadia Aulia Nadhirah Nandang Budiman Nandang Rusmana Nugroho, Andreas Rian Nurasiah Nurasiah Nurasiah Nurihsan, Achmad Juntika Nurul Fatonah Palasara Brahmani Laras Peni Ramanda Rakhmat, Cece Raodhatul Jannah Riva Sutisna Sa'odah Sa'odah Selamat Husni Hasibuan Sendi Fauzi Giwangsa Septian, Muhammad Rezza Setiawati Siti Sofiah Solehuddin Solehuddin Solehuddin Suciani Latif Suherman Sunardi Sunardi Sunarya, Yaya Sunaryo Kartadinata, Sunaryo Suryana, Dodi Syari Fitrah Rayaginansih Syifa Awaliyah Nurrohmah Tiara Iskandar Pratiwi Tryastuti Irawati Belliny Manullang Uman Suherman Uman Suherman AS Wahidin Wahidin Williya Novianti Yalda Suvita Yuke Naelatus Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zaenal Abidin