p-Index From 2021 - 2026
10.402
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BAHASTRA Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AT TA´DIB KEMBARA Jurnal Gramatika LOKABASA Sawwa: Jurnal Studi Gender Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies MUDRA Jurnal Seni Budaya Semiotika Jurnal Bahasa Lingua Scientia Kandai Jurnal Madah Jurnal Ilmiah Dikdaya Hasta Wiyata SALINGKA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra English Language Teaching Educational Journal Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan Dialog Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Kadera Bahasa Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Randwick International of Education and Linguistics Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Metamorfosis: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya BAHASTRA Susastra : Jurnal Ilmu Sastra dan Budaya Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat WIDYANTARA ANUFA Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra JPBS Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bebasan Indonesian Language Education and Literature Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Metode Pembelajaran dan Relevansinya Pada Buku Bahasa Indonesia Kelas IX Terbitan Kemendikbud Tahun 2022 Clarisa Titania Pangestika; Adriana Meiza Hapsari; Elen Inderasari
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2026): Februari-April
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran yang terdapat dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas IX terbitan Kemendikbud tahun 2022 serta menilai relevansinya terhadap tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) berdasarkan kerangka teori Richards dan Rodgers yang mencakup aspek approach, design, dan procedure. Data penelitian berupa aktivitas pembelajaran yang terdapat dalam enam bab buku teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku teks ini memuat berbagai metode pembelajaran, yaitu Inquiry-Based Learning, Cooperative Learning, Active Learning, Direct Instruction, Project-Based Learning (PjBL), Discovery Learning, dan Problem-Based Learning (PBL). Metode-metode tersebut dinilai relevan karena mampu mendukung pengembangan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif, meningkatkan partisipasi siswa, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pembelajaran kontekstual. Namun, implementasi metode pembelajaran aktif masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, alokasi waktu, heterogenitas kemampuan siswa, manajemen kelas, serta kompetensi guru. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif berupa pemanfaatan media sederhana, diferensiasi pembelajaran, penguatan manajemen kelas, dan peningkatan kompetensi guru. Secara keseluruhan, Buku Bahasa Indonesia Kelas IX terbitan Kemendikbud tahun 2022 memiliki kualitas pedagogis yang baik dan relevan sebagai acuan pembelajaran, meskipun efektivitas penerapannya bergantung pada kondisi sekolah dan kesiapan guru.
Analisis Kelayakan Isi Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Terbitan Kemendikbudristek Edisi Revisi 2023 Putri Dwi Archningtia; Ardhiana Syifa Miftahul Jannah; Siti Nadiyah Khasanah; Elen Inderasari
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengemban
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v4i2.3731

Abstract

This research is motivated by the shortcomings in the Indonesian Language Textbook for Grade X Published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Revised Edition 2023, in the form of inconsistent material presentation patterns, imbalance in linguistic and literary aspects, and unequal distribution of materials. This research study aims to assess the content suitability of the Indonesian Language Textbook for Grade X Published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Revised Edition 2023. The method applied in this research is content analysis. The findings of this study indicate that chapters I to VI in the book have met or fulfilled the five indicators of content suitability according to Hartono (2016), although chapter IV is less suitable for the depth and breadth of material indicators because it does not include material on the structure of poetry. However, overall, this textbook is very suitable for use as a primary reference book in learning Indonesian. Thus, this study can be an evaluation material for textbook writers to complement the shortcomings in the next edition of new Indonesian language books.
Converging Faith, Culture, and Nature: Tourism as a Pathway to Togetherness in Multi-Ethnic Lasem, Indonesia Giyoto Giyoto; Muh. Yahya; Elen Inderasari; Siti Noor Fazelah Mohd Noor; Khoirul Adi Nur Alfisyahri
Jurnal Dialog Vol 49 No 1 (2026): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v49i1.1199

Abstract

Promoting social togetherness through educational institutions in diverse societies often encounters heightened sensitivity and resistance due to differences in religion, belief, culture, environment, and language, compared to approaches rooted in public activities such as tourism. In Indonesia, many tourism attractions originated as places of worship located in culturally significant areas, where local belief systems shape social and cultural practices. This study investigates how values of togetherness are practically manifested at the intersection of belief, nature, and sociocultural patterns in a tourism industry of Rembang, Indonesia. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving tourism practitioners, visitors, site caretakers, and local government officials. Triangulation was employed to ensure data saturation, and analysis was conducted ethnographically using Spradley’s domain analysis. The findings reveal that the convergence of religious beliefs, sociocultural activities, and natural attractions fosters social cohesion among individuals from diverse backgrounds. This intersection not only sustains mutual understanding and appreciation of differences but also contributes to social harmony in Lasem, Rembang, enabling respectful interaction within a multi-ethnic, multi-religious, and multi-racial community.
Deiksis dalam Novel 0 MDPL karya Nurwina Sari Kevin Novan Rio Sianipar; Ika Martanti Mulyawati; Elita Ulfiana; Elen Inderasari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/zae79r51

Abstract

Kesalahpahaman komunikasi dapat terjadi ketika konteks pemahaman antara penutur dan mitra tutur berbeda, sementara kajian terhadap bentuk-bentuk deiksis pada ragam bahasa nonformal dalam novel remaja masih minim, misalnya pada tuturan santai antartokoh, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan makna. Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk deiksis yang terdapat dalam novel 0 MDPL  karya Nurwina Sari, serta menganalisis relevansi pada pembelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah (MA). Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai bentuk deiksis dalam novel 0 MDPL karya Nurwina Sari, serta mengeksplorasi potensi penerapan dalam konteks pendidikan bahasa Indonesia pada kurikulum merdeka. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Sumber data yang dipakai yaitu novel 0 MDPL KARYA Nurwina Sari. Penelitian ini memanfaatkan teknik dokumentasi data. Data dikumpulkan melalui pembacaan novel dan mencatat dialog-dialog yang relevan, yang menghasilkan 1.310 data deiksis  dalam novel 0 MDPL karya Nurwina Sari. Data kutipan dialog yang mengandung bentuk deiksis terdiri dari 445 persona tunggal, 77 persona pertama jamak, 549 persona kedua tunggal, 6 persona kedua jamak, 109 persona ketiga tunggal, 14 persona ketiga jamak, 21 tempat proksimal, 9 tempat distal, 22 waktu masa depan, 34 waktu masa kini, 24 waktu masa lalu. Temuan ini menyoroti keberagaman bentuk deiksis yang digunakan dalam novel serta dapat berfungsi sebagai sumber daya linguistik yang berharga untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi dan kebahasaan novel terkait deiksis dengan memakai elemen membaca dan menulis. Penelitian ini dapat digunakan oleh guru bahasa indonesia (MA) kelas XII untuk dijadikan rujukan pembelajaran bahasa Indonesia dalam materi isi dan kebahasaan novel.
Literasi Digital dan Integrasi Teknologi TPACK pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI Anggun Fatma Mustika; Maulinda Nurul; Umi Nur Sholikhah; Elen Inderasari
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 25 No. 2 (2026): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 25 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.252.08

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the form of digital literacy and technology integration in Indonesian language textbooks grade XI in the Merdeka Curriculum. The study using a qualitative descriptive approach, using the book "Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia" as the main object. Data were obtained through document analysis with the content analysis method, based on digital literacy theory and the TPACK technology integration model. The results of the analysis show that elements of digital literacy and technology integration have begun to be implemented in textbooks, but their application has not been fully integrated into the learning process. The forms of digital literacy identified include the inclusion of links (3), the use of QR Codes (14), and the use of educational applications (4). The presence of these features contributes to the development of digital literacy skills, information navigation skills, and technology-based interactive learning. However, this technology integration is still additional and has not become a core part of all learning activities. Based on these findings, the study recommends the need to strengthen and expand the integration of technology in textbooks so that they can maximally support the development of students digital literacy according to the needs of 21st century learning. Keywords: Indonesian Language Textbooks; Digital Literacy; Grade XI Senior High Schools
Utilizing Dhatu Handmade YouTube Content as a Learning Medium for Procedural Text Writing Based on Local Wisdom Saputri Ainaul Mardiyah; Elen Inderasari; Nurus Saadah
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i02.13339

Abstract

The development of the digital era has significantly changed the style of education, making the learning process more interactive. In Indonesian language learning, there are four skills, namely listening, speaking, reading, and writing. Writing is a bridge for someone to convey their ideas and aspirations. This study aims to determine the quality of writing by students at Taqiyya Rosyida Junior High School after using the Dhatu Handmade YouTube account as a learning medium. This account was chosen because it suits the needs of students and focuses on handicrafts, so that students will indirectly learn about cultural arts. Learning using YouTube can help students understand and apply procedural texts in writing, so that students become more independent in their learning. The research method used was descriptive qualitative with a case study type of research. The case study approach is a process in which the researcher observes learning comprehensively, starting from the interaction between teachers and students, the use of YouTube media during learning activities, to changes in students' writing results. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the steps of grouping data, presenting data findings, and drawing conclusions to obtain the learning process and results. The subjects of this study included Indonesian language teacher, Indaryati, S.Pd., and male seventh-grade students at Taqiyya Rosyida Junior High School. The results showed that all groups 1-5 obtained scores above the minimum passing grade, ranging from 80 to 90, indicating that the use of YouTube media had a positive contribution to students' writing skills. The assessment, which was conducted using the covered structure (title, purpose, tools, materials, steps) and linguistic aspects (imperative sentences, temporal conjunctions, and detail words). Perkembangan era digital telah mengubah gaya Pendidikan secara signifikan sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terdapat empat keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis menjadi jembatan seseorang dalam menyalurkan gagasan dan aspirasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas tulisan siswa SMP Taqiyya Rosyida setelah memanfaatkan akun Youtube Dhatu Handmade sebagai media belajar. Akun ini dipilih karena menyesuaikan kebutuhan siswa, berfokus pada seni kerajinan tangan, sehingga secara tidak langsung siswa akan belajar seni budaya. Pembelajaran dengan menggunakan Youtube, dapat membantu siswa dalam memahami dan mengaplikasikan teks prosedur menjadi tulisan, sehingga siswa lebih mandiri dalam belajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan studi kasus merupakan proses peneliti mengamati pembelajaran secara komprehensif, mulai dari interaksi guru dan siswa, pemanfaatan media Youtube selama kegiatan belajar, hingga perubahan hasil tulisan siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah mengelompokkan data, menyajikan temuan data, dan menarik kesimpulan untuk memperoleh proses dan hasil pembelajaran. Subjek penelitian ini meliputi guru Bahasa Indonesia, Indaryati, S.Pd., serta siswa kelas VII putra SMP Taqiyya Rosyida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok 1-5 memperoleh nilai di atas KKTP, yaitu berkisar antara 80-90, sehingga dapat dinyatakan bahwa penggunaan media Youtube memberikan kontribusi positif terhadap keterampilan menulis siswa. Penilaian yang dilakukan meliputi struktur (judul, tujuan, alat, bahan, langkah-langkah) dan aspek kebahasaan (kalimat perintah, konjungsi temporal, kata perincian).
Converging Faith, Culture, and Nature: Tourism as a Pathway to Togetherness in Multi-Ethnic Lasem, Indonesia Giyoto Giyoto; Muh. Yahya; Elen Inderasari; Siti Noor Fazelah Mohd Noor; Khoirul Adi Nur Alfisyahri
Jurnal Dialog Vol 49 No 1 (2026): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v49i1.1199

Abstract

Promoting social togetherness through educational institutions in diverse societies often encounters heightened sensitivity and resistance due to differences in religion, belief, culture, environment, and language, compared to approaches rooted in public activities such as tourism. In Indonesia, many tourism attractions originated as places of worship located in culturally significant areas, where local belief systems shape social and cultural practices. This study investigates how values of togetherness are practically manifested at the intersection of belief, nature, and sociocultural patterns in a tourism industry of Rembang, Indonesia. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving tourism practitioners, visitors, site caretakers, and local government officials. Triangulation was employed to ensure data saturation, and analysis was conducted ethnographically using Spradley’s domain analysis. The findings reveal that the convergence of religious beliefs, sociocultural activities, and natural attractions fosters social cohesion among individuals from diverse backgrounds. This intersection not only sustains mutual understanding and appreciation of differences but also contributes to social harmony in Lasem, Rembang, enabling respectful interaction within a multi-ethnic, multi-religious, and multi-racial community.
Exploring English teachers’ barriers in integrating moderation values amid curriculum changes Giyoto Giyoto; Mokh. Yahya; Elen Inderasari; Purwanto Purwanto; Baidi Baidi
English Language Teaching Educational Journal Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/eltej.v9i1.15555

Abstract

The moderation value integration is sensitive for religion-based educational institutions, mainly for madrasahs, in Surakarta in preventing the social conflicts among different ethnics, races, and religions. The last five-times changes of the national curriculum at high schools, since 2004, have brought about schools and teachers’ barriers in integrating the moderation values to their English teaching and learning process. This paper explores the English teachers’ barriers in integrating the moderation values in their teaching and learning activities amid the curriculum changes. The data were taken qualitatively using interviews and observations to English teachers and headmasters of the two best madrasahs, MAN 1 and MAN 2, in Surakarta. The triangulated data were analyzed using Analytic Induction into eight kinds of teachers’ barriers. The findings show that the teachers have four areas of barriers: a) low moderation value literacy and no manuals; b) past failure experiences; c) moderation integration as a new habit; d) learning English and moderation value achievement imbalances. They have no barrier in four areas:  a) the expertise shift; b) the school power relations; c) the interpersonal relationships; d) the human resource replacement. This research helps the schools and teachers in identifying and solving the eight areas of barriers in implementing new change of curriculum, mainly in integrating the moderation values. These findings imply that school and teachers’ readiness and creativity are basic in integrating moderation values amid the curriculum changes.
Moderasi Beragama Dalam Motif Batik “Tiga Negeri” (Tionghoa, Jawa, dan Arab) di Kota Lasem (Tinjuan Semiotika Sastra) Farah Fauziyah Haqiqi; Elen Inderasari
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 229-270
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/3152m452

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas menguatnya ancaman terhadap nilai-nilai luhur pada bangsa Indonesia, khususnya nilai moral, persatuan, dan toleransi melalui motif batik Lasem. Kota Lasem memiliki kekuatan moderasi beragama dari ragam etnis, agama serta budaya. Masyarakat Lasem hidup berdampingan dengan damai. Kekuatan ekonomi masyarakat Lasem bergerak dalam usaha industri batik. Motif batik Lasem merupakan wujud toleransi kehidupan masyarakat Lasem dengan membawa ikon Tiga Negeri (Tionghoa, Jawa, dan Arab). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wujud moderasi beragama dalam motif batik Tiga Negeri (Tionghoa, Jawa, dan Arab) dengan tinjauan semiotika sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan pisau analisis yang digunakan adalah semiotika model Charles Sanders Pierce. Sumber data dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder, primer dari hasil wawancara dan dokumentasi sedangkan sekunder dari buku, jurnal, e-book, maupun artikel yang terkait dan mendukung. Datanya berupa motif batik di rumah produksi batik kota Lasem. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 30 motif batik Lasem yang memuat lima nilai moderasi beragama yaitu moderat, seimbang, proporsional, toleran, dan (dinamis, kreatif dan inovatif) yang di kategorikan berdasarkan nilai religius hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.
The Diversity of Character Names in the Begalan Tradition in Purbalingga Regency Tri Okviana Rahmawati; Elen Inderasari
Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding of International Conference on Cultures & Languages 2025 521-547
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purbalingga Regency has a variety of traditions, one of which is still preserved is the Begalan tradition in Banyumasan wedding customs. The Begalan tradition has diverse names of characters and has not been scientifically documented. Therefore, this study aims to determine the diversity of names of characters in the Begalan tradition as well as their contextual and cultural meanings. This study uses a qualitative ethnographic model method with a contextual semantic approach. The data sources in this study are the actors of the Begalan community. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation. Data validity techniques use triangulation of data sources and methods. Data were analyzed using ethnographic analysis methods. The results of this study found 2 types of characters, namely protagonists and antagonists. 4 names of protagonists and 5 names of antagonists were found. The names of the protagonists are Ki Surantani, Jaka Rosa, Ana, and Duta Sura. The names of the antagonists are Joko Lelono, Jaka Sundang, Alif, Suro Dendo, and Suradenta. In the naming of these figures, there are 3 aspects that underlie why they were sent, namely based on orders, duties, and symbols. Contextual and cultural meanings were also found in each character's name. The contextual meanings found were in the form of involvement in the situation/role of the character, the actions of the involvement, and other relevant characteristics of the situation, namely objects in the Begalan tradition. Contextual meanings are dominated by involvement in the situation/role of the character. Meanwhile, the cultural meanings contained in the names of the Begalan traditional figures are quite diverse, namely associated with stories of ancient figures, the character of the Banyumasan wong, the courage of Javanese women, the nature of responsibility of ancient Javanese people, and the religious meanings contained in brenong kepang. Cultural meanings are dominated by stories of ancient figures.
Co-Authors Achsani, Ferdian Achsani, Ferdian Adi Nur Alfisyahri, Khoirul Adriana Meiza Hapsari Afifah Nuur Qory'ah Agus Tika Dwi Savira Aisyah Fitri Nur Pangestuti Ali Kusno Ali Kusno Aminuddin Faryabi Amri Adi Nur Salam Ananto, Arif Anggraini, Nabila Syifa Anggun Fatma Mustika Anis Rahmawati Anisa Dimas Tutik Aqnasya Khairul Akhila Ardhiana Syifa Miftahul Jannah Arif Setiawan Arif Setiawan Arina Mana Sikana Arina Mana Sikana Aulia, Zeniar Nur Bagus Wahyu Setyawan Baidi Balqis Aisyah Arifah Bini Lestari Cahyarani, Chairunnisa Lintang Candra Alfiyani Chafit Ulya Chafit Ulya Choirurrohim, Anisa Clarisa Titania Pangestika Danang Wahyu Triantoro Dede Kurniawan Nugraha Dede Nugraha Kurniawan Desti Nur Aini Hidayati Diah Arum Hapsari Diah Arum Hapsari Diah Arum Hapsari Dian Uswatun Hasanah Dwi Kurniasih Dwi Kurniasih Dwi Kurniasih Dwi Kurniasih Dwi Rahmawati Elita Ulfiana Elita Ulfiana Else Liliani Erlin Atifah Azzahrah Erlin Atifah Azzahrah Fajri Syafiah Farah Fauziyah Haqiqi Farah Fauziyah Haqiqi Farida Yufarlina Rosita Faridhatun Nikmah Fatmi, Karisma Nabila Fatqia Rizki Amalia Utomo Ferdian Achsani Ferdian Achsani Ferdian Achsani Ferdian Achsani Gigit Mujianto Giyoto Hanafi, Dzulekha Isnawa Arpiya Hapsari, Diah Arum Harun Joko Prayitno Haryadi Hepy Delinasari Hilmi Mahya M. Hilmy Mahya Masyhuda Ika Martanti Mulyawati Isah Cahyani Jayanti Nofiana Nur Kalpika Cahya Buana Kalpika Cahya Buana Kevin Novan Rio Sianipar Khoirul Adi Nur Alfisyahri Khoirul Adi Nur Alfisyahri Kurniasih, Dwi Kusmanto, Hari Lestari, Bini Lilik Untari Mahsusi Mahsusi Mardiyah, Saputri Ainaul marfu'ah nur jannah Masyhuda, Hilmy Mahya Maulinda Nurul Mia Kusumawati Mokh. Yahya Muh. Yahya Nagari, Gandhi Putri Setya Nas Haryati Setyaningsih Nazulatur Rohmah Nazulatur Rohmah Novianti, Rizky Nugraha, Dede Kurniawan Nur Fitriani Nurul Yuwana Ning Tyas Nurus Saadah Nuryani, Nuryani Oktavia, Wahyu Oky Yahya Aprilia Pangestuti, Aisyah Fitri Nur Purwanto Puspitasari, Nisa Indah Putri Amelia Syahra Putri Dwi Archningtia Rahayu, Cory Riza Mar'atus Sholikhah Riza Mar’atus Sholikhaha Saputri Ainaul Mardiyah Setiawan, Muhammad Alvian Putra Setyaningrum, Rahmada Fitradewi Sikana, Arina Mana Siska Ayu Maharani Siti Nadiyah Khasanah Siti Noor Fazelah Mohd Noor Syahra, Putri Amelia Syihaabul Hudaa Tibyan, Imam Muhijuddin Tiya Agustina Tiya Agustina Tiya Agustina, Tiya Tri Okviana Rahmawati Tri Santoso Umi Nur Sholikhah Utomo, Fatqia Rizki Amalia Wahyu Oktavia Widiyanti, Uma Latifa Yoshi Prapuji Ningthias Zeny Arisa Alfiyah Rofi