p-Index From 2021 - 2026
5.031
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana Maspari Journal JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Perikanan dan Kelautan Berkala Perikanan Terubuk Waste Technology Maspari Journal Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Journal of Indonesian Coral Reefs OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Omni-Akuatika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Indonesian Journal of Chemistry Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal) Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management Indonesian Journal of Mollusk COJ (Coastal and Ocean Journal) International Journal of Disaster Management Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine (Journal of Environmental Sustainability Management) Biodiversitas Journal of Biological Diversity Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL EKOSISTEM MANGROVE DI AREA REHABILITASI MANGROVE KABUPATEN TANGERANG Damar, Ario; YONVITNER; Kurniawan, Fery; Al Amin, M. Arsyad; Ridwan, Muhammad; Solihat, Ai
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 6 No 1 (2022): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/COJ.6.1.33-49

Abstract

Kawasan mangrove di Kabupaten Tangerang adalah kawasan mangrove dalam proses rehabilitasi, yang merupakan upaya dalam mengatasi permasalahan degradasi mangrove, salah satunya karena alih fungsi lahan. Umumnya, alih fungsi lahan di kawasan mangrove Kabupaten Tangerang dijadikan sebagai lahan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis mangrove, indeks nilai penting, dan penutupan mangrove yang berada di kawasan mangrove alami dan rehabilitasi Kabupaten Tangerang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari hingga Maret 2022 ditiga desa (stasiun) yaitu Desa Ketapang, Desa Patramanggala, dan Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang. Pengambilan data vegetasi mangrove berdasarkan tiga kategori yaitu pohon pada transek berukuran 10 × 10 m2, anakan pada transek berukuran 5 × 5 m2, dan semai pada transek berukuran 2 × 2 m2. Hasil penelitian yang didapatkan ditemukan lima jenis mangrove dari tiga desa (stasiun) yaitu Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Bruguiera cylindrica. Penutupan mangrove tertinggi di Desa Tanjung Pasir sebesar 80,99% yang dijumpai pada substasiun 3, masuk dalam kriteria baik dan sangat padat. Penutupan mangrove terendah di Desa Tanjung Pasir terdapat pada substasiun 2 yaitu 34,91%, masuk dalam kategori rusak dan jarang. Persen tutupan mangrove tertinggi dari tiga desa (stasiun) yaitu terdapat pada substasiun 3 berdasarkan Kepmen LH No. 201 tahun 2004 masuk kedalam kategori baik dan sangat padat. Kata kunci: mangrove, pesisir, penutupan kanopi.
Meningkatkan model deteksi estimasi distribusi musiman padatan tersuspensi total di perairan Selat Madura, Indonesia Ali Mas'ud Dwi Cahyo; Ario Damar; Fery Kurniawan; Adrian Hidayat
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.8605

Abstract

High TSS causes siltation around coastal areas in the Madura Strait. TSS impacts water quality and habitat health. It's necessary to know that TSS distribution can vary each season. The algorithm detects TSS distribution by processing Landsat-8 satellite image data. However, existing algorithms are sometimes only suitable for some instances, so the results do not correspond to actual conditions. Therefore, this paper wants to build a better detection model using Laili's algorithm to determine whether satellite image analysis can explain the exact conditions. Laili's algorithm detection was validated and corrected against field data via a correlation test. It’s necessary to know the spatial distribution pattern of data attribute values using the Moran Index. The results TSS in the dry season is 5-18 mg/L and covers an area of up to 4 km; in the rainy season, it is 5-22 mg/L and can cover an area of up to 7.8 km. Moran's Index results show that spatial autocorrelation in the distribution pattern results in a cluster pattern. These results show that the detection model is relatively reasonable and can be used as training data to detect the distribution of TSS in the Madura Strait in subsequent years.
Prioritas Pengelolaan Ekosistem dan Sosial-Ekonomi Pesisir Pulau Sebesi Berbasis Indeks Kepekaan Lingkungan Oil Spill Alya Dina Wilujeung; Ario Damar; Rahmat Kurnia
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 21, No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v21i1.19146

Abstract

Pulau Sebesi merupakan wilayah pesisir yang memiliki keragaman ekosistem dan aktivitas sosial-ekonomi yang tinggi serta berada pada kawasan dengan risiko tumpahan minyak yang signifikan akibat intensitas pelayaran di Selat Sunda. Posisi Pulau Sebesi yang berdekatan dengan jalur pelayaran internasional dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I) menjadikan wilayah ini rentan terhadap potensi kecelakaan kapal dan pencemaran minyak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis dan karakteristik ekosistem serta aktivitas sosial-ekonomi pesisir Pulau Sebesi, (2) menganalisis tingkat kepekaan lingkungan terhadap tumpahan minyak menggunakan pendekatan Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL), dan (3) menentukan prioritas pengelolaan ekosistem dan aktivitas sosial-ekonomi yang paling rentan terhadap dampak oil spill. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan, pengumpulan data ekologi dan sosial-ekonomi, serta analisis spasial. Parameter ekologi dan sosial-ekonomi selanjutnya diintegrasikan dalam IKL untuk memperoleh gambaran tingkat kepekaan lingkungan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem pesisir Pulau Sebesi terdiri atas terumbu karang, mangrove, dan padang lamun, sedangkan aktivitas sosial-ekonomi utama meliputi permukiman pesisir, perikanan tangkap skala kecil, pertanian lahan kering, dermaga, serta pariwisata bahari. Analisis IKL menunjukkan bahwa tingkat kepekaan lingkungan bervariasi antar unit analisis, dengan nilai IKL berada pada kategori sedang hingga sangat sensitif. Ekosistem terumbu karang memiliki tingkat kepekaan tertinggi, khususnya pada Unit Analisis 10 dan 18 yang diklasifikasikan sebagai sangat sensitif, akibat tingginya nilai ekologis, peran penting sebagai habitat biota laut, serta keterkaitannya dengan aktivitas perikanan dan pariwisata. Sementara itu, ekosistem mangrove, padang lamun, dan berbagai aktivitas sosial-ekonomi lainnya berada pada kategori sedang hingga sensitif. Berdasarkan distribusi spasial IKL, wilayah dengan tingkat kepekaan sangat sensitif ditetapkan sebagai prioritas utama pengelolaan dan perlindungan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan IKL efektif dalam mengintegrasikan aspek ekologi dan sosial-ekonomi serta dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pengelolaan pesisir dan mitigasi risiko tumpahan minyak di Pulau Sebesi. Title:Priorties for Coastal Ecosystem and Socio-Economic Management of Sebesi Island Based on the Oil Spill Environmental Sensitivity IndexSebesi Island is a coastal area characterized by high ecological diversity and a wide range of socio-economic activities, and it is located in a region with a significant risk of oil spills due to the intense shipping traffic in the Sunda Strait. The proximity of Sebesi Island to international shipping routes and the Indonesian Archipelagic Sea Lane I (ALKI I) increases its vulnerability to potential ship accidents and oil pollution. This study aims to (1) identify the types and characteristics of coastal ecosystems and socio-economic activities on Sebesi Island, (2) analyze the level of environmental sensitivity to oil spills using the Environmental Sensitivity Index (ESI) approach, and (3) determine management priorities for ecosystems and socio-economic activities that are most vulnerable to oil spill impacts. The study was conducted through field surveys, collection of ecological and socio-economic data, and spatial analysis. Ecological and socio-economic parameters were subsequently integrated into the Composite Environmental Sensitivity Index (CESI) to obtain a comprehensive assessment of environmental sensitivity. The results indicate that the coastal ecosystems of Sebesi Island consist of coral reefs, mangroves, and seagrass meadows, while the main socio-economic activities include coastal settlements, small-scale capture fisheries, dryland agriculture, jetties, and marine tourism. The ESI analysis shows that environmental sensitivity varies among analysis units, with CESI values ranging from moderate to very high sensitivity. Coral reef ecosystems exhibit the highest sensitivity levels, particularly in Analysis Units 10 and 18, which are classified as very highly sensitive due to their high ecological value, essential role as marine habitats, and strong linkages with fisheries and tourism activities. In contrast, mangrove ecosystems, seagrass meadows, and other socio-economic activities fall within the moderate to high sensitivity categories. Based on the spatial distribution of ESI values, areas with very high sensitivity are designated as top priorities for management and protection. These findings highlight that the ESI approach is effective in integrating ecological and socio-economic aspects and can serve as a scientific basis for coastal management planning and oil spill risk mitigation on Sebesi Island.
Bioeconomic analysis of pelagic fisheries resources for sustainable fisheries management in Semangka Bay, Tanggamus Regency, Indonesia Septa Riadi; Ario Damar; Yeti Lis Purnamadewi; Setyo Pertiwi; Yudi Wahyudin
Aurelia Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v8i1.19884

Abstract

Increasing fishing pressure can lead to an imbalance between exploitation rates and the carrying capacity of fishery resources. Globally, more than 30% of fish stocks are overfished, while most others are fully exploited. At the national level, Fisheries Management Area of Indonesia (WPP-NRI) 572, covering the Sunda Strait and Lampung waters, has an estimated potential of 1.22 million tons per year, with most pelagic stocks already fully to over-exploited. Indications of excessive fishing pressure are reflected in declining catch per unit effort (CPUE) and the capture of fish below their length at first maturity. These conditions may lead to stock degradation, reduced fishery productivity, and long-term economic losses for local fishers in Tanggamus Bay. This study aims to evaluate the utilization of pelagic fishery resources in Semangka Bay following the establishment of a fisheries conservation area. A bioeconomic analysis using the Fox model was applied, based on data collected from 55 fishers in October 2024. The estimated parameters include intrinsic growth rate (r = 0.388), catchability coefficient (q = 0.000086), and environmental carrying capacity (K = 212,234.135 tons per year). The results indicate that the optimal effort at Maximum Sustainable Yield (MSY) is 2,263 trips per year, producing 20,614.67 tons, while at Maximum Economic Yield (MEY) the optimal effort is 2,260 trips per year, yielding 20,614.63 tons with an economic rent of 516,157 million rupiah. However, during 2015–2023, actual fishing effort exceeded both biological and economic optimum levels, indicating overfishing. Therefore, quota-based management through the implementation of Total Allowable Catch (TAC) and effort control is recommended to ensure the sustainability of pelagic fishery resources.
Adopsi Teknologi Informasi di Marikultur Berbasis Ekonomi Inovasi dan Ekologi Lingkungan di Asia Tenggara R. Dikky Indrawan; Ario Damar; Yonvitner; Norhariani Mohd Nor; Mark Buda; Pham Ti Anh Ngoc; Frazen Tolentino-Zondervan
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.723-727

Abstract

Penerapan teknologi informasi pada di Marineculture di Asia Tenggara, yang berfokus pada inovasi ekonomi dan ekologi lingkungan, sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Rekomendasi yang diberikan adalah melalui pendekatan dan aplikasi : (1) Transformasi Digital. Hal ini mencakup peningkatan infrastruktur, promosi e-commerce, dan pengembangan kewirausahaan digital. (2) Pengembangan Sains, Teknologi & Inovasi: harus dipandang sebagai investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi berbasis Ekonomi Digital. (3) Adopsi dilakukan dengan Transisi Ramah Lingkungan agar pengembangan teknologi berkontribusi terhadap ekologi lingkungan. (4) Dukungan penuh dari pemerintah melalui kebijakan pemberian kredit finansial dan penyuluhan tentang aplikasi teknologi berbasi IoT kepada pembudidaya ikan kecil. Oleh karena itu, negara-negara Asia Tenggara harus memanfaatkan teknologi untuk inovasi ekonomi sambil memastikan kelestarian lingkungan melalui penerapan praktik dan kebijakan ramah lingkungan.
Biodiversity and Relationship Between Phytoplankton and Aquatic Environment in the Majakerta Coastal Waters, Indramayu, West Java, Indonesia: Keanekaragaman Hayati dan Hubungan Fitoplankton dengan Lingkungan Perairan di Perairan Pesisir Majakerta, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia Happy Widyarini; Sulistiono Sulistiono; Niken T.M. Pratiwi; Ario Damar
Habitus Aquatica Vol 3 No 1 (2022): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.3.1.1

Abstract

Coastal area of Majakerta has a high potential fishery resource and it is commonly utilized by the surrounding community. The fluctuation on the aquatic environment around the coastal area can affect the sustainability of the phytoplankton. Sampling of this study was conducted once in each month at four stations distributed from river to the sea from December 2014 to May 2015, aiming to evaluate biodiversity and relationship between phytoplankton and the aquatic environmental condition in that coastal area. Based on the observation, phytoplankton in Majakerta coastal area consisted of six classes, i.e., Bacillariophyceae (36 genera), Cyanophyceae (7 genera), Dinophyceae (5 genera), Chlorophyceae (4 genera), Zygnemaphyceae (2 genera) and Euglenophyceae (2 genera). Based on the phytoplankton diversity index, it can be inferred that the value is relatively low. There were two habitat groups, namely group 1 (Station 1 and 2; river and estuary) and group 2 (Station 3 and 4; sea), which have influencing parameters: turbidity, pH, and salinity.
Bioecology Studies of Giant Clam (Tridacnae) Community in Patani, Central Halmahera Regency: Studi Bioekologi Komunitas Kima (Tridacnae) di Patani, Halmahera Tengah Mursalin Ishak; Ario Damar; Rahmat Kurnia
Habitus Aquatica Vol 4 No 2 (2023): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.4.2.83

Abstract

ABSTRAKKima merupakan jenis hewan moluska raksasa yang hidup di ekosistem terumbu karang dan ditemukan di perairan dangkal hingga kedalaman 20 meter. Kima berperan penting sebagai biofilter dasar yang membersihkan mikroorganisme yang berlebihan dan zat kotor terlarut, sehingga keseimbangan lingkungan perairan laut lebih terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bioekologis kima di perairan laut Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara sebagai langkah dasar upaya pelestarian dan perlindungan kima. Pengambilan sampel kima menggunakan alat bantu belt transect. Analisis data yang dilakukan terdiri atas analisis kelimpahan relatif, kepadatan, Indeks Morisita, hirarki klaster, dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan nilai kelimpahan relatif kima tertinggi ditemukan pada jenis kima Tridacna crocea dan terendah pada Tridacna maxima. Nilai kepadatan jenis tertinggi ditemukan pada jenis kima Tridacna crocea dan terendah pada jenis kima Hippopus hippopus. Pola distribusi kima secara keseluruhan adalah mengelompok. Distribusi secara mengelompok disebabkan karena sifat spesies bergerombol atau adanya kesamaan habitat dan ketersediaan makanan. Hasil penelitian juga menunjukkan populasi kima di lokasi penelitian membentuk dua klaster, yaitu klaster Teluk Patani dan klaster Pulau Liwo-Sayafi. Hasil regresi linear menunjukkan bahwa suhu, pH, dan kecerahan sangat berpengaruh signifikan terhadap kelimpahan sedangkan kedalaman dan salinitas tidak berpengaruh secara signifikan.
Spatial Variability of the Characteristics of Coral Coverage in the Waters of North Seribu Islands District, DKI Jakarta: Variabilitas Spasial Karakteristik Tutupan Karang di Perairan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, DKI Jakarta Qonita Sinatrya; Ario Damar; Dwi Yuni Wulandari
Habitus Aquatica Vol 5 No 1 (2024): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.5.1.41

Abstract

Terumbu karang membutuhkan waktu yang lama untuk pulih dan rentan terhadap kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas spasial tutupan terumbu karang berdasarkan kategori pemanfaatan yang berbeda di Perairan Kepulauan Seribu Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 di enam stasiun pengambilan sampel di Perairan Kepulauan Seribu Utara. Pengambilan data tutupan karang diestimasi menggunakan metode Line Intercept Transect, sampel kualitas air yang diambil meliputi parameter kecerahan, nitrat, oksigen terlarut, pH, dan salinitas. Kategori pemanfaatan yang berbeda antar-stasiun pengambilan sampel tidak berpengaruh nyata terhadap besar persen tutupan karang hidup, kecuali pada stasiun yang berkategori dilindungi. Penyebab utama yang mempengaruhi nilai persen tutupan terumbu karang antar-stasiun pengambilan sampel diduga karena kerusakan fisik akibat benturan secara langsung dari aktivitas manusia, seperti kegiatan penangkapan, pariwisata, dan transportasi. Tutupan karang tertinggi dengan kategori baik terdapat pada Area Perlindungan Laut, sementara tutupan karang terendah dengan kategori rusak terdapat di Barat Pulau Pramuka sebagai stasiun yang paling terpengaruh oleh aktivitas manusia.
Trophic State of Situ Patengan, Bandung Regency, West Java: Status Kesuburan Perairan Situ Patengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Ari Wahyuni; Aliati Iswantari; Ario Damar; Dwi Yuni Wulandari; Majariana Krisanti; Niken Tunjung Murti Pratiwi; Inna Puspa Ayu
Habitus Aquatica Vol 6 No 1 (2025): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.6.1.27

Abstract

Situ Patengan is designated as a Natural Tourism Park, offering recreational opportunities. However, human activities in the surrounding area can introduce both organic and inorganic materials, leading to changes in the lake’s trophic conditions. The trophic state level, which indicates the presence of nutrients, is used to evaluate the potential for the utilization of water bodies. The aim of this study was to assess the trophic state of Situ Patengan in Bandung Regency, West Java. Water samples were collected from the lake at four locations over three sampling periods. The trophic index (TRIX) method was applied to evaluate the lake’s trophic state. Total phosphate concentrations ranged from 0.041–0.187 mg/L, dissolved inorganic nitrogen concentrations varied between 0.20 and 0.64 mg/L, and chlorophyll-a levels ranged from 10.08 to 33.83 μg/L. According to the TRIX classification, the trophic state of Situ Patengan is considered eutrophic, with values ranging from 4.25 and 6.54. This information is valuable for predicting potential increases in trophic levels and guiding the sustainable management of Situ Patengan ecosystem.
SUITABILITY AND CARRYING CAPACITY OF MANGROVE ECOTOURISM IN KAMPUNG NIPAH, SEI NAGALAWAN VILLAGE, NORTH SUMATRA: KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG EKOWISATA MANGROVE DI KAMPUNG NIPAH, DESA SEI NAGALAWAN, SUMATRA UTARA Nathania Sitompul; Fredinan Yulianda; Ario Damar
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.125-135

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan, sehingga upaya konservasi sangat diperlukan. Pengembangan ekowisata mangrove menjadi salah satu upaya pemanfaatan jasa ekosistem secara berkelanjutan tanpa merusaknya. Ekowisata di ekosistem mangrove dianggap dapat berintegrasi dengan upaya konservasi, sehingga mendukung perlindungan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian dan daya dukung ekowisata mangrove di Kampung Nipah, Desa Sei Nagalawan, Sumatra Utara. Penelitian dilakukan pada Juli 2023 di kawasan ekowisata mangrove Kampung Nipah. Lokasi penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling, yang terdiri atas tiga stasiun. Data ekologi dikumpulkan melalui metode transek mangrove untuk memperoleh data primer. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis indeks kesesuaian wisata (IKW) dan daya dukung kawasan (DDK). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kawasan ekowisata mangrove Kampung Nipah untuk 3 stasiun adalah 1,97; 1,87; dan 1,87; serta DDK sebesar 200 orang per hari. Artinya, secara keseluruhan ekowisata mangrove Kampung Nipah, Desa Sei Nagalawan termasuk ke dalam kategori tidak sesuai. Beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan meliputi memperluas area hutan mangrove sehingga ketebalan ekosistem meningkat dan mempertahankan jumlah kunjungan wisatawan dengan sistem kuota untuk mendukung kelestarian kawasan.
Co-Authors Abd Saddam Mujib Abdul Haris Achmad Djaelani Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Aditya Bramana Adrian Hidayat Adriman, Adriman Agus Atmadipoera Agus Ramli Agus Setiyono Agustinus M Samosir Agustinus M. Samosir Ai Solihat Akhmad Solihin Al Amin, M. Arsyad Al Azhar Al Azhar Alan Frendy Koropitan Ali Mas'ud Dwi Cahyo Alianto , Aliati Iswantari Alimudin Laapo Alya Dina Wilujeung Am Azbas Taurusman Andhi Setyonugroho Ari Purbayanto Ari Wahyuni Aries Asriansyah Astuti, Ella Yuni Aswin Aulia Fitri Jamal Ayu Andriani Ayu, Inna Puspa Bambang Sumartono Beginer Subhan Budy Wiryawan Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Christian, Yoppie Cicik Kurniawati Dedi Soedharma Dedi Soedharma Dedy Eka Syaputra Desmiwati Desmiwati Desmiwati, Desmiwati Dewayani Soetrisno Dewayani Sutrisno Dietiech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dodi Fanhalen Siregar DTF Lumban Batu Dwi Yuni Wulandari Edwarsyah Edwarsyah Enan M. Adiwilaga Enan M. Adiwilaga Enan M. Adiwilaga Enang Harris ERLANGGA ERLANGGA Evy Damayanthi Febrizal . Ferdinan Yulianda FERY KURNIAWAN Fery Kurniawan Flandrianto Sih Palimirmo Fonseca, Abilio da Frazen Tolentino-Zondervan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Happy Widyarini Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hartrisari Hardjomidjojo Harun Idham Akbar Hasim Hawis H Madduppa Hefni Effendi Helmy Akbar Heny Suseno Heny Suseno HESTI PRATIWI Holyness Nurdin Singadimedja I WAYAN NURJAYA I Wayan Nurjaya I.W. Nurjaya Idqan Fahmi Imam Bachtiar Imam Bahtiar, Imam Inul Adkha IPB, DGB Isdrajad Setyobudiandi Ismudi Muchsin Ismudi Muchsin Ivonne M. Radjawane Jamal, Aulia Fitri Kadarwan Soewardi Kasman Kasman Lala M Kolopaking Lubis, Khairul Luky Adrianto M Agus Setiadi M F Rahardjo M. Muklis Kamal M. Taufik M.F. Rahardjo M.F. Rahardjo Ma'mun Sarma Majariana Krisanti Marjariana Krisanti Mark Buda Masykhur Abdul Kadir Mennofatria Boer Minsaris, La Ode Alam Mohammad Mukhlis Kamal Muarif Muarif Muarif Muarif Muhammad Ridwan Muhammad Taufik Mursalin Ishak Nabil Nahrowi Nathania Sitompul Neneng Marlian NEVIATY PUTRI ZAMANI Ngurah Nyoman Wiadnyana Niken T.M. Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Norhariani Mohd Nor Noveldesra Suhery Nur Asia Umar Nurfadillah Nurfadillah Nyoman Darma Adi Nyoman Dati Pertami Oktariza, Wawan Otto Baka Pana Pana, Otto Baka Paryono - Paryono Paryono Paulus Boli Pham Ti Anh Ngoc Purwanto, Budi Purwiyatno Hariyadi Puspita, Lorensia Qonita Sinatrya R. Dikky Indrawan Rafsanjani Fajrin, Erba Rahmat Kurnia Rahmat Padyawan, Andhy Reiza Maulana Aditriawan Reny Puspasari Riadi, Septa Richardus F. Kaswadji Rifki Aldi Ramadhani Rikardi, Novit Rilus Kinseng Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Roni Hermawan Roni Hermawan Rusdi, Rismawaty Safwan Hadi Santos, Alzira de Jesus dos Santoso Rahardjo sapanli, kastana Septa Riadi Setyo Budi Susilo Setyo Pertiwi Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Sigit Winarno Singgih Afifa Putra Singgih Afifa Putra Solihat, Ai Sri Mira Rahayu Sri Purwaningsih, Sri Sri Suryo Sukoraharjo Sudradjat Sugeng Budiharso Sugeng Budiharsono Suharsono . Suharsono _, Suharsono Sulistiono Sulistiono SULISTIONO SULISTIONO Sumiati Suria Darma Tarigan Syahrir Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Taryono Taryono Taryono Taryono TARYONO TARYONO Tridoyo Kusumastanto Ulfah Juniarti Siregar Welly, Marthen Wiwin Ambarwulan Ambarwulan Yeti Lis Purnamadewi Yonvitner Yonvitner - Yonvitner Yonvitner Yoppie Christian Yudhi Amrial Yudi Wahyudin Yulianto Suteja Yusli Wardiatno Zinedine Putra Adinegoro Zulfikar Afandy Zulfikar Afandy Zulhamsyah Imran