p-Index From 2021 - 2026
5.355
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana Maspari Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Ilmu Lingkungan POSITRON Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Maspari Journal Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Al-Ahkam Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Widyariset Jurnal Kelautan Tropis BERITA BIOLOGI Journal of Applied Geospatial Information JURNAL ENGGANO Omni-Akuatika MAJALAH ILMIAH GLOBE BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Dinamika Maritim Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) JURNAL METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STI Policy and Management Journal Widyariset Jurnal Bali Membangun Bali COJ (Coastal and Ocean Journal) Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal Meteorologi dan Geofisika Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

Sebaran Suhu Permukaan Laut Teluk Lampung berdasarkan Citra Landsat-8 dan Kaitannya terhadap Indian Ocean Dipole (IOD) Periode Tahun 2013 – 2021: Sea Surface Temperature Distribution in Lampung Bay Based on Landsat-8 Images and its Relation to the Indian Ocean Dipole (IOD) on the Period Year 2013-2021 Nurjaya, I Wayan; Naulita, Yuli; Rastina; Okgareta, Dema
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i3.48441

Abstract

Suhu permukaan laut merupakan parameter oseanografi yang penting di perairan lautan karena perubahan suhu air laut dapat mengubah ekosistem perairan. Perairan Teluk Lampung yang berasal dari Samudera Hindia dan Laut Jawa yang melewati Selat Sunda akan dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran Suhu Permukaan Laut (SPL) antar-tahun secara spasial dan temporal dalam kurun waktu 9 tahun terakhir (2013-2021) serta menganalisis pengaruh fenomena IOD terhadap anomali SPL di Teluk Lampung. Metode yang digunakan adalah metode uji regresi, metode deskriptif dan statistik korelatif. Hasil menunjukkan bahwa nilai SST dari ekstraksi citra Landsat-8 dapat mewakili kondisi SPL in situ dengan uji regresi R2=0,6872. Fenomena IOD memengaruhi pola sebaran SPL perairan Teluk Lampung terlihat pada fase IOD positif (2015, 2018 dan 2019) atau fase IOD negatif (2013 dan 2016) menunjukkan adanya anomali Sea Surface Temperature (SST) perairan Teluk Lampung. Korelasi antara IOD dan SPL di Teluk Lampung memiliki dua hasil yaitu pada perairan terbuka (TL3, TL4, dan TL5) berkorelasi sedang (r>0,7) dan korelasi lemah (r<0,2) pada titik pengamatan TL1 dan TL6 yang merupakan titik dekat dengan daratan.
Mengungkap Aspek Biologi dan Emergence Point Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) di Laut Pulau Maitara Maluku Utara Indonesia Akbar, Nebuchadnezzar; Ismail, Firdaut; Siolimbona, Abdul Ajiz; Tahir, Irmalita; Paembonan, Rustam E; Subhan, Beginer; Arafat, Dondy; Baksir, Abdurrachman; Subur, Riyadi; N, Furqan; Yidoatimojo, Sudibyo; Nurjaya, I Wayan; Restu, Yunan Gilang; N Natih, Nyoman Metta; Hari, Restu Fajar; Bengen, Dietriech G.
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28334

Abstract

The Halmahera Walking Shark (Hemiscyllium halmahera) is an endemic marine biota in the Halmahera Sea. This species has a local migration pattern and is territorial. The distribution of this species is in the intertidal area to a depth of 10-15 meters. Previous studies have shown that this species is spread across several islands in the North Maluku Islands. Maitara Island is a small island located between the North Maluku archipelago. The Halmahera Walking Shark species is also found on this island. Information on the Halmahera Walking Shark species is not fully documented. The purpose of the study is related to biological information and emergence points (emergence points) in the Maitara Island Sea. Data collection was carried out on coral reefs, seagrass and mangroves. Samples were captured and morphometric measurements, weight and sex observations were taken. The sea area where the species was found was used to obtain coordinates for the emergence point. An analysis of length-weight relationship data was carried out to see growth patterns. The study found that morphometric measurements varied among individuals, although there were general similarities. Sexes were found in pairs (Male and Female), indicating that proportions and mating were still normal in nature. The habitat of this species is found in the mangrove area, coral reefs, and seagrass, thus describing that there is an association in nature. The emergence point shows that the Halmahera Walking Shark is found along the coast of Maitara Island although the frequency of the number is different. The length-weight relationship found a negative allometric growth pattern. Information on biological aspects and emergence points is important, to be used as a reference for migration areas and habitats for the interests of species, waters, and ecosystem conservation.  Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan biota laut endemik di laut Halmahera. Spesies ini memiliki pola migrasi lokal dan bersifat teritorial. Penyebaran spesies ini di wilayah intertidal hingga kedalaman 10-15 meter. Penelitian terdahulu menunjukan bahwa spesies ini tersebar di beberapa pulau di Kepulauan Maluku Utara. Pulau Maitara merupakan pulau kecil yang terletak diantara gugusan kepulauan Maluku Utara. Pulau ini juga ditemukan speises Hiu Berjalan Halmahera. Informasi belum terekam lengkap terkait spesies Hiu Berjalan Halmahera. Tujuan penelitian terkait informasi biologi dan emegence point (titik kemunculan) di Laut Pulau Maitara. Pengambilan data dilakukan di terumbu karang, lamun dan mangrove. Sampel ditangkap dan diambil ukuran morfometrik, berat dan pengamatan kelamin. Area laut ditemukannya spesies diambil koordinat untuk di jadikan sebagai titik kemunculan.  Analisis data hubungan panjang-berat dilakukan untuk melihat pola pertumbuhan. Hasil penelitian ditemukan ukuran morfometrik bervariasi pada setiap individu, meskipun terdapat kemiripan secara umum. Kelamin ditemukan sepasang (Jantan dan Betina), dengan demikian menunjukan proporsi dan perkawinan masih normal di alam. Habitat tertangkap spesies ini di area mangrove, terumbu karang dan lamun, sehingga mendeskripsikan terdapat asosiasi di alam. Titik kemunculan menunjukan bahwa, Hiu Berjalan Halmahera ditemukan di sepanjang pesisir laut Pulau Maitara meskipun frekuensi jumlah berbeda. Hubungan panjang berat menemukan pola pertumbuhan allometrik negatif. Informasi aspek biologi dan emergence point penting, untuk dapat dijadikan rujukan wilayah migrasi dan habitat untuk kepentingan konservasi spesies, perairan dan ekosistem.    
THE RELATIONSHIP BETWEEN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) AND CORAL REEF GROWTH (CASE STUDY OF DERAWAN ISLAND, DELTA BERAU WATERS) Ety Parwati; Mahdi Kartasasmita; Kadarwan Soewardi; Tridoyo Kusumastanto; I Wayan Nurjaya
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 10 No. 2 (2013)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2013.v10.a1849

Abstract

Total suspended solid (TSS) is one of the water quality parameters and limiting factor affecting coral reef growth. In this study, we used the algorithm of TSS= 3.3238*e(34.099* Green band) (where green band is reflectance band 2) to extract TSS from Landsat satellite data. The algorithm was validated with field data. Water column correction method developed by Lyzenga was used to map coral reef. The result showed that the coral reef area in Berau waters decreased significantly (about 12,805 ha or around 36 % ) from the year of 1979 to 2002. The most coral reef reduced area was detected around Derawan Island (about 5,685 ha). Further, some areas changed into sand dune. TSS concentration around Delta Berau and Derawan Island increased aproximately twice from 15- 35 mg/l in 1979 to 20-65 mg/l in 2002. The increase of TSS concentration was followed by the decrease of coral reef area.
ESTIMATION OF MIXING AND TRANSFORMATION OF SOUTH PACIFIC WATER MASSES IN THE HALMAHERA SEA: ESTIMASI PERCAMPURAN DAN TRANSFORMASI MASSA AIR PASIFIK SELATAN DI LAUT HALMAHERA Aprilia, Jesikha Dwi; Naulita, Yuli; Nurjaya, I Wayan; Purwandana, Adi; Wang, Zheng
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.440-452

Abstract

Laut Halmahera merupakan bagian dari jalur timur Indonesian Throughflow dan adalah wilayah kunci untuk interaksi dan transformasi massa air. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan pencampuran vertikal dan menganalisis implikasinya terhadap transformasi massa air Pasifik Selatan di Laut Halmahera. Data yang digunakan adalah data observasi arsip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggunakan profiler CTD dan pengukuran kecepatan arus vertikal pada Februari 2021. Estimasi percampuran dilakukan menggunakan analisis Thorpe untuk menghitung tingkat dispersi energi kinetik turbulen (ε) dan difusivitas Eddy vertikal (Kρ). Area pencampuran turbulen diidentifikasi pada kedalaman 50–300 m. Massa air S. Pasifik Selatan memiliki nilai salinitas maksimum 35,5 psu pada isopiknal σθ = 25,4, dan salinitas minimum 34,5 pada  isopiknal σθ = 26,5. Laut Halmahera di dekat Selat Obi mengalami perubahan salinitas maksimum pada isopiknal σθ = 25,5 dengan nilai 35,4 psu, sedangkan salinitas minimum pada σθ = 26 adalah 34,8 psu. Lapisan ini (σθ = 24–26), memiliki tingkat disipasi energi kinetik turbulen yang relatif tinggi (10-6 W/kg) dan difusivitas eddy vertikal (10-3 m2/s) yang menggambarkan transportasi Air Subtropis Pasifik Selatan (SPSW). Lapisan isopiknal σθ = 26–27 menunjukkan penurunan salinitas minimum, dengan ε pada ordo (10-7 W/kg) dan Kρ pada ordo (10-3 m2/s) di lapisan tengah dan dalam di dekat Selat Obi, menunjukkan pencampuran yang didorong oleh instabilitas geser yang terkait dengan zona disipasi energi gelombang internal.
Karakteristik Massa Air Berdasarkan Data Argo Float Di Laut Banda Zahara, Asha Aulia; Hartanto, Mohammad Tri; Balbeid, Nabil; Atmadipoera, Agus Saleh; Nurjaya, I Wayan; Naulita, Yuli
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.29534

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik massa air di Laut Banda dengan memanfaatkan data dari Argo Float. Sebagai laut terdalam yang krusial bagi dinamika Arus Lintas Indonesia (ARLINDO), monitoring in-situ hingga kedalaman ribuan meter di wilayah ini menjadi tantangan. Oleh karena itu, Argo Float merupakan instrumen krusial untuk menyediakan data suhu, salinitas, dan densitas secara real-time. Penelitian ini menggunakan 108 profil Argo Float (WMO ID_6901747) terkini untuk memetakan massa air utama Laut Banda secara musiman yang jarang dilakukan di studi-studi sebelumnya. Hasil penelitian mengungkap bahwa massa air di Laut Banda terdiri dari beberapa tipe utama, yaitu North Pacific Subtropical Water (NPSW), South Pacific Subtropical Lower Thermocline Water (SPLTW), North Pacific Intermediate Water (NPIW), dan Antarctic Intermediate Water (AAIW). Variasi suhu, salinitas, dan densitas menunjukkan bahwa pada musim timur (September), nilai yang terukur berada dalam rentang 4,6 – 27,5°C; 34,2 – 34,6 PSU; dan 21,9 – 27,4 kg/m³. Sementara itu, pada musim barat (Maret) pada kedalaman yang sama, kisarannya adalah 4,6 – 29,9°C; 32,6 – 34,6 PSU; dan 20,1 – 27,4 kg/m³. Frekuensi Brunt-Vaisala yang terukur selama musim timur berkisar antara -2,3 hingga 22 siklus per jam, sedangkan pada musim barat berkisar antara -2,6 hingga 32,2 siklus per jam, dengan distribusi yang berbeda antara kedua musim tersebut.Kata Kunci: Temperatur, Salinitas, Densitas, Argo Float, Laut BandaABSTRACTThis study aims to examine the characteristics of water masses in the Banda Sea using data obtained from Argo Floats. As the deepest sea basin that plays a crucial role in the dynamics of the Indonesian Throughflow (ITF), conducting in-situ monitoring down to thousands of meters depth in this region presents significant challenges. Therefore, Argo Floats serve as essential instruments for providing real-time temperature, salinity, and density data. This research utilizes 108 recent Argo Float profiles (WMO ID_6901747) to map the seasonal distribution of the major water masses in the Banda Sea, an approach that has been rarely undertaken in previous studies. The results reveal that the water masses consist of several key types, namely North Pacific Subtropical Water (NPSW), South Pacific Subtropical Lower Thermocline Water (SPLTW), North Pacific Intermediate Water (NPIW), and Antarctic Intermediate Water (AAIW). Variations in temperature, salinity, and density indicate that during the east monsoon (September), the measured ranges are 4.6–27.5°C, 34.2–34.6 PSU, and 21.9–27.4 kg/m³, respectively. Meanwhile, during the west monsoon (March) at similar depths, the ranges are 4.6–29.9°C, 32.6–34.6 PSU, and 20.1–27.4 kg/m³. The Brunt–Väisälä frequency measured during the east monsoon ranges from –2.3 to 22 cycles per hour, while during the west monsoon it ranges from –2.6 to 32.2 cycles per hour, exhibiting distinct seasonal distribution patterns. Keywords: Temperature, Salinity, Density, Argo Float, Banda Sea
Co-Authors . Sukenda Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Adi Purwandana Adi Purwandana Adibrata, Sudirman Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Adil Mahfudz Firdaus Agus Atmadipoera Agus Saleh Atmadipoera Agus Sholeh Atmadipoera Ahmad Herison Akmala Dwi Nugraha Alan Frendy Koropitan Alimuddin, Alimuddin Amir Yarkhasy Yuliardi Andhi Setyonugroho Andi Agussalim, Andi Andri Purwandani Aprilia, Jesikha Dwi Ari Purbayanto Ariane Koch-Larrouy Ario Damar Asep Sandra Budiman Asep Sandra Budiman Asep Sandra Budiman, Asep Sandra Baharuddin Baharuddin Bambang Kanti Laras Beale, Calvin S. Beginer Subhan Bengen, Detriech G Darmiati Dedi Sugianto Denny Alberto Satrya Gumay Derek Soto Dietrich G Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dondy Arafat Dwiyoga Nugroho Eddy Supriyono Edi Kusmanto Enang Harris Surawidjaja ESTY KURNIAWATI Esty Kurniawati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati fadli syamsudin Fani Safitri Ferawati Runtuboi Ferdy Gustian Firdaus, Adil M. Franto Novico Fredinan Yulianda Hari, Restu Fajar Harpasis S Sanusi Harpasis S Sanusi Harpasis s. Sanusi Hartanto, Mohammad Tri Hefni Effendi Heron Surbakti Heron Surbakti Hidayat Pawitan Holyness Nurdin Singadimedja HS, Surjono I Gusti Bagus Wiksuana I Made Budiasa I Nyoman Kanca Ida Bagus Made Baskara Andika IG Wayan Adiwilaga Ikbal Marus, Ikbal Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irmalita Tahir, Irmalita Irzal Effendi Ismail, Firdaut Ismudi Muchsin Ismudi Muchsin John I Pariwono Joko Purwanto Joko Santoso Jonson Lumban Gaol Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kasman Kasman Khairunnisa Khairunnisa Kholil Kholil Kholil Kholil Kotta, Raismin Krisna Rendi Awalludin Kusnanto La Ode Nurman Mbay Leica Febby Shafitri Leni Maryani Lerma Yuni Siagian Luky Adrianto M. Zairin Junior Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Mahdi Kartasasmita Manalu, Janviter Marimin , Mario Putra Suhana Mennofatria Boer Muh. Ishak Jumarang Muhamad Muliadi Muhammad Agus Muljanto MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Marzuki Mulia Purba Mulia Purba Mulia Purba Mursalin Mursalin N Natih, Nyoman Metta N, Furqan Nabil Balbeid, Nabil Najamuddin N Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nandi Abdul Aziz Nebuchadnezzar Akbar Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Noor, Hariansyah Nugraha, Teguh Nur Asia Umar Nur Audina Nyoman M N Natih Nyoman M.N Natih Okgareta, Dema Paembonan, Rustam E Paputungan, Mohammad Sumiran Pramudyo Dipo Prayoga, Bintang Rasidi, Rasidi Rastina Ratu Almira Kismawardhani Ratuluhain, Eva Susan Restu, Yunan Gilang Richardus F Kaswadji Richardus F. Kaswadji Ridha Alamsyah Rikardi, Novit Riris Aryawati Risandi Dwirama Putra Rita Rafni Riyadi Subur, Riyadi Robin Saputra Robinson Sitepu Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Saenudin Sakka Sakka Salnuddin Salnuddin, Salnuddin Salsabila, Unik Hanifah Salsabilah, Raisyah Santi Susanti, Santi Satria Yukiadi Santoso Septy Heltria Setyo Handayani Setyo Handayani Sigid Hariyadi Siolimbona, Abdul Ajiz Solihin Solihin Soma Somantri Sucantra, Made Bayu Sugeng Budiharso Sugeng Budiharsono Suhaemi Supriyono, Supri Surjono HS Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tri Hartanto Tri Prartono Tridoyo Kusumastanto Try Al Tanto Try Al Tanto Try Al Tanto Vincentius P Siregar Vincentius Siregar Wahab, Iswandi Wahyu W Pandoe Wang, Zheng Wibowo, Eko S Widodo S. Pranowo Yidoatimojo, Sudibyo Yogi Cahyo Ginanjar Yonvitner - Yudi Setiawan Yuli Naulita Yusli Wardiatno Zahara, Asha Aulia Zibar, Zan Zulfikar, Andi