Claim Missing Document
Check
Articles

Register dalam Berkebun Tanaman Hias: Kajian Struktur dan Makna ARI NUGRAHANI; ENDANG SETYOWATI; ENDANG SUMARTI
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 3 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v30i3.250

Abstract

This article comes from the phenomenon of new habits of the community since COVID-19 has changed a number of activities, one of which is gardening activities. This new habit is an activity at home during the WFH season and continues to this day. The rise of the sale of ornamental plants, both online and offline, has made the world of trade more vibrant. Impromptu planters have sprung up, as well as terms related to ornamental plants, types, and care. This certainly makes new planters a little confused and not used to it. Local, national, and foreign terms also enrich the treasure of ornamental planting knowledge. This research is aims to bridge the confusion about the terms so that people able to easily understand and use them in their daily lives. Through a linguistic descriptive approach, popular terms regarding ornamental plants are grouped according to their meaning field. The search for meaning was carried out in stages, both through online dictionaries of ornamental plants and through interviews, and using the introspection method to dig up data. Interviews with ornamental plant traders and collectors were conducted for follow-up searches for meaning. This strategy is equivalent to a directed fishing technique and taking notes. Data was also collected from social media, YouTube, and Instagram plantsellers who focused on the ornamental plant business. The results of this study have a reference meaning contained in gardening ornamental plants, namely a reference meaning that refers to gardening tools, containers or planting places, plant watering conditions, gardening activities, plant location, plant character, plant growing process, planting media, plant pests, plant drugs/fertilizers, plant conditions, plant types, and planting techniques.
Interferensi Bahasa Jawa Ke Dalam Bahasa Indonesia Pada Materi Menulis Cerita Inspiratif Ahmad Taufik; Endang Setyowati; Artifa Soraya
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 4 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa daerah yang merupakan bahasa pertama dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, maka kontak kedua bahasa tersebut menimbulkan pengaruh bahasa daerah masuk ke Indonesia. Salah satu bahasa daerah yang mengalami kontak bahasa tersebut adalah bahasa Jawa. Dengan populasi penutur bahasa Jawa yang luas di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Kontak bahasa Jawa dengan bahsa Indonesia diakibatkan oleh penggunaan dua bahasa atau bilingualisme. Oleh karena itu, di antara mereka yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa aslinya akan menghadapi masalah yaitu terjadinya interferensi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskritif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang didsarkan pada filosofi postpositivisme, yaitu objek dipelajari dalam kondisi alamiah, teknik pengumpulan data digabungkan dengan alat penelitian sentral, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi (Sugiyono, 2019). Desain penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan data berupa gambar atau kata-kata, bukan berupa angka. Penelitian kualitatif deskriptif didasarkan pada filosofi postpositivisme artinya segala sesuatunya cenderung dapat dikategorikan tetap, nyata, terlihat, terukur dan mempunyai hubungan gejala sebab akibat. Hasil dari penelitian interferensi bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia pada cerita inspiratif 15 siswa kelas IX di MTs Ahmad Yani Jabung Kabupaten Malang ditemukan bentuk-bentuk interferensi bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia. Bentuk interferensi tersebut yaitu interferensi morfologi dan interferensi semantik. Selain menganalisis bentuk-bentuk interferensi, peneliti juga memiliki tujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya interfrensi pada cerita inspiratif tersebut. Peneliti menemukan faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi diantaranya yaitu faktor linguistik dan nonlinguistik. Faktor linguistik yang menjadi penyebab interferensi antara lain kontak bahasa, transfer negartif bahasa, dan sistem bahasa yang berdekatan. Faktor nonlingusitik penyebab interferensi pada keterampilan menulis siswa antara lain kebiasaan berbahasa, dominasi penguasaan bahasa, dan sikap berbahasa.
Tindak Tutur Direktif Dialek Madura dalam Interaksi Belajar Mengajar di Musalla An-Nur Pulau Sapudi Madura Rajis Wardi; Harry Surahman; Endang Setyowati
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2020

Abstract

Tindak tutur direktif merupakan tindak tutur yang dimaksudkan oleh penutur untuk mempengaruhi mitra tutur agar melakukan sesuatu. Tindak tutur direktif penting sekali digunakan dalam interaksi belajar mengajar. Tujuan Pnelitian ini ialah untuk memperoleh gambaran objektif tentang Tindak tutur direktif dalam interaksi belajar mengajar di Musalla An-Nur Pulau Sapudi Madura. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunkan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri berperan sebagai human instrument (perencana, pengumpul data, penafsir data, penganalisi data, dan pelopor hasil penelitian. Sumber data yang ada dalam penelitian ini adalah data lisan dari ustaz dan santri. .Penelitian ini mengklasifikasikan bentuk danfungsi tindak tutur direktif dalam interaksi belajar mengajar di Musalla An-Nur Pulau Sapudi.
DEVELOPING OF STORY WRITING TEACHING MATERIALS FOR ELEMENTARY SCHOOL IN THE INDEPENDENT ERA LEARNING SOCIETY 5.0 BASED ON LOCAL WISDOM Endang Setyowati; Lis Susilawati
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2022): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v5i1.518

Abstract

Given the swift currents of globalization and making it easier for foreign cultures to enter and influence the younger generation in Indonesia, especially children. In addition, teaching materials are also needed whose approach is in accordance with the times. Therefore, the researchers developed an elementary school teaching material that was in accordance with the independent era of learning society 5.0 based on local wisdom. The general objective of this research is to produce a product in the form of teaching materials for writing children's stories in the independent era of learning society 5.0 based on local wisdom. The specific objectives of this research are (1) to produce learning materials for writing children's stories in the independent era of learning society 5.0 based on local wisdom, and (2) describing the feasibility of teaching materials to write children's stories in the independent era of learning society 5.0 based on local wisdom that has been developed.The research model used is the Borg and Gall research model. The research model used by Borg and Gall is the Research and Development (R & D) approach. The results obtained from the validation carried out by content (material) experts, namely 87% with the validity level being quite valid with small revisions, and validation by learning media experts, namely 85% with the validity level being quite valid and requiring minor revisions. The results of the development of teaching materials for writing children's stories in the independent era of learning society 5.0 based on local wisdom for elementary school students, especially grades IV until VI in Malang is at 83%, which means that the teaching materials for writing children's stories are suitable for use.
EFFECTIVENESS OF THE APPLICATION OF ECOLA METHOD IN CRITICAL READING COURSES FOR STUDENTS OF PBSI 2019A IKIP BUDI UTOMO MALANG Endang Setyowati; Lis Susilawati
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 6 No. 1 (2023): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v6i1.624

Abstract

The use of the ECOLA method in this study was to detect the effectiveness of critical reading skills in PBSI 2019A IKIP Budi Utomo Malang students. This type of research is PTK research with the Kemmis and Mc models. Taggart. This study used PBSI class 2019A student subjects as many as 30 students. Data collection techniques using qualitative and quantitative techniques. Qualitative data were obtained by conducting interviews and observations, while for quantitative data obtained from student pretests which were then calculated using the average formula. From the results obtained after implementing the Ecola method in learning critical reading it is very effective. Improvements can be seen from the ongoing learning process and also the results of the reading skill itself. Students also enjoy and are more active in participating in class learning, as well as the material provided by lecturers, students can understand it well. The results of improving critical reading skills using the ECOLA method can be seen from the significant increase in student scores. The average pre-test score was 76.5 for the first cycle, which was 78.6, and for the second cycle, it was 80.2. In addition, the number of students who achieved success indicators in the pre-action was 10 students, at the end of the first cycle there were 19 students, and at the end of the second cycle there were 27 students out of 30 students.
PEGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS QUIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI ALTERNATIF SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Endang Setyowati; Slamet Utomo; Murtono
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 6 No. 2 (2022): March
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i2.8335

Abstract

Penerapan penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk. Produk yang dihasilkan berupa video pembelajaran. Analisis kebutuhan video pembelajaran dilakukan oleh guru dan siswa, sedangkan validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi. Uji efektivitas dilakukan melalui analisis hasil belajar. Subjek uji coba produk terbatas pada penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas IV SD Tambahagung 02 yang berjumlah 17 siswa. Adapun subjek uji coba pemakaian skala luas adalah siswa SD Sitirejo dan SD Tambaharjo 01 dengan jumlah 54 siswa sebagai kelas eksperimen, serta siswa SD Tambahagung 01 dan SD Tambahagung 03 dengan jumlah 47 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar angket kebutuhan media, lembar penilaian media, dan tes hasil belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis kebutuhan media, lembar validasi, serta analisis perolehan uji t untuk mengetahui efektivitas video pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa serta telah divalidasi oleh beberapa ahli dengan perolehan skor validator sebesar 42, 25, dan 50 dari skor maksimal masing-masing 52, 28, dan 56, sehingga memenuhi kriteria valid dengan kategori sangat baik. Uji coba produk dilakukan melalui uji coba terbatas dan uji coba skala luas. Pada uji coba terbatas diperoleh peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari pretest dan posttest yang ditunjukkan oleh nilai n-gain sebesar 0,696 dengan kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa video pembelajaran berbasis Quiz dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan layak digunakan untuk uji coba yang lebih luas. Hasil uji coba skala luas menunjukkan bahwa nilai signifikansi pretest sebesar 0,559 > 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara skor pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sementara itu, hasil posttest menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata antara nilai posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai posttest kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan video pembelajaran berbasis Quiz terbukti efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar pada materi energi alternatif siswa kelas IV sekolah dasar.
Uji Kadar Kurkumin Pada Temulawak dan Kuersetin Pada Sambung Nyawa dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi Endang Setyowati; Zullies Ikawati; Triana Hertiani; Elza Fadia Irzani
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.261

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa bioaktif penting, yaitu kurkumin dan kuersetin. Variasi proses pengolahan dan bentuk sediaan dapat memengaruhi kadar kedua senyawa tersebut sehingga diperlukan standarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kurkumin pada temulawak dan kadar kuersetin pada sambung nyawa dalam bentuk infusa, serbuk, dan produk herbal menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi (KLTKT). Analisis dilakukan dengan menotolkan larutan standar dan sampel pada plate silika gel F254, kemudian elusi dan pembacaan densitometri dilakukan untuk mendapatkan luas area puncak yang selanjutnya dimasukkan ke dalam persamaan regresi kurva baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak infusa memberikan kadar tertinggi baik untuk kurkumin (0.28 ± 0.008%) maupun kuersetin (1.50 ± 0.13%). Kesimpulannya, bentuk sediaan dan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kadar senyawa aktif, dan metode KLTKT dapat digunakan sebagai metode evaluasi mutu herbal.