p-Index From 2021 - 2026
12.948
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Competitor : Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Mimbar Sekolah Dasar Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) JOURNAL SPORT AREA Indonesian Journal of Primary Education JURNAL TARBIYAH Jurnal Basicedu JUARA : Jurnal Olahraga Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah TEGAR: Journal of Teaching Physical Education in Elementary School EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Jurnal Speed (Sport, Physical Education, Empowerment) Jurnal Humanities Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Jurnal PORKES Jurnal Paedagogy Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Indonesian Journal of Sport Management Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Abmas JSEP (Journal of Science Education and Practice) Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Physical Education and Sport Pedagogy Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Urgensi Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Abad 21 Restu Rahayu; Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3117

Abstract

Meningkatkan eksistensi dan mutu sumber daya manusia berkualitas, kompetitif dalam menyongsong pembangunan pendidikan yang lebih baik di abad ke-21 merupakan peran penting dari pendidikan. Menanggapi perkembangan dan tuntutan zaman, guru harus dapat mengembangkan pemikiran kreatif dan inovatif dalam pembelajaran, memahami perkembangan psikologis siswa, mengembangkan kemampuannya, berkomunikasi dengan siswa dan berwawasan luas. Selain itu, guru harus dapat mengembangkan pemahaman, sikap profesional, dan kompetensi lainnya untuk memecahkan berbagai problematika pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan pentingnya kompetensi pedagogik guru di abad ke-21. Dalam penelitian ini  menggunakan metode kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kapasitas pendidikan guru membutuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya semua aspek pedagogi. Guru perlu menjadi guru yang profesional sekaligus sebagai sumber belajar, namun guru profesional adalah dinamisator, fasilitator, dan katalisator yang mewujudkan siswa menjadi kreatif. Guru banyak sekali mengahadapi berbagai tantangan kehidupan abad ke-21. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan keterampilan dan kompetensi pedagogiknya serta dituntut menguasai dan terbuka akan kemajuan teknologi demi menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dalam dinamika kehidupan global saat ini.
Best Practice Siswa Kelas 4C Berdasarkan Film Pendek Inspiratif “Kisah Anak Penjual Es Nanas” Berbasis Karakter dan Nilai Profil Pelajar Pancasila” Ineu Sumarsih; Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3221

Abstract

Latar belakang permasalahan diambil dari asesmen lisan dan tulisan  materi lintas pelajaran,Siswa berbasis karakter dan  nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu  membuat praktik baik berdasarkan tayangan film pendek inspiratif yang didemonstrasikan melalui penyusunan scenario yang didiskusikan dengan anggota keluarga dan direalisasikan melalui kegiatan Market Day di sekolah.Sampel siswa diambil dari kelompok 1 kelas 4C SDN 198 Mekarjaya Kepala Sekolah sebagai monitoring independent yang mewawancara kelompok 1.  Siswa kelompok 2 beserta bapak/ibu guru sebagai tim visiting.Setelah mengamati, dan memaknai sebuah film pendek inspiratif dari negara Thailand tentang kisah nyata seorang gadis cilik yang sukses menjual es nanas yang sebelumnya berkeinginan untuk membeli es krim tetapi tidak terbeli karena factor ekonomi.Kelompok 1 diwajibkan membuat video serupa dibantu anggota keluarganya dimulai dari menyusun skenario,menentukan tema market day,menjual produk di sekolah dan mempublikasikan video ke social Media oleh guru kelas.Kegiatan ini berhasil membentuk penguatan Pendidikan karakter yang bernilai Profil Pelajar Pancasila diantaranya Berakhlak mulia,Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Kreatif, bernalar kritis dan Belajar mandiri.Penelitian ini bersifat deskripsi kualitatif, Asesmen yang dinilai meliputi  kognitif,afektif dan psykomotor , siswa juga terbentuk Pendidikan Karakter yang menjadi pondasi bekal untuk melanjutkan Pendidikan selanjutnya,output sekolah membentuk siswa  dapat memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dan menghargai perjuangan orang tuanya.
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN MOTOR EDUCABILITY TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR DAN KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA Racmat Sujana, Tatang Muhtar, dan Nuryadi Racmat Sujana; Tatang Muhtar; Nuryadi Nuryadi
Edusentris Vol 1, No 3 (2014): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.661 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i3.150

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran taktis dan pendekatan pembelajaran teknis pada siswa yang memiliki motor educability tinggi dan rendah terhadap hasil belajar teknik dasar dan keterampilan bermain sepak bola siswa kelas VII. Metode penelitian untuk mengungkapkan masalah tersebuat yaitu melalui metode eksperimen dengan desain factorial 2x2. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 40 orang yang diambil secara simple random sampling dan random assignment pada kelas VII di SMPN 6 Sungaiselan Kab. Bangka Tengah. Penelitian dilakukan tiga kali dalam satu minggu selama kurang lebih 7 minggu. Instrument yang digunakan adalah tes keterampilan dribbling, tes keterampilan stopping-passing dan tes keterampilan bermain Game Performance Assessment Instrument (GPAI) yang telah memiliki validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh dan diolah dengan software MS Excel 2007 dan Predictive Analyticssoftware (PASW Statistics 18) atau IBMSPSS versi 18.0. Melalui Uji t Independen dan Uji Anova dua Jalur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa. 1). Pendekatan pembelajaran taktis lebih baik dari pada pendekatan pembelajaran teknis terhadap hasil teknik dasar dan keterampilan bermain sepakbola 2). Kelompok motor educability tinggi lebih baik dari pada kelompok motor educability rendah terhadap hasil keterampilan teknik dasar dan keterampilan bermain sepakbola 3). Tidak terdapat interaksi dari pendekatan pembelajaran dengan motor educability terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar dan keterampilan bermain. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran taktis lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran teknis, sedangkan untuk motor educability tinggi lebih baik daripada motor educability rentah terhadap hasil keterampilan teknik dasar dan keterampilan bermain sepak bola siswa SMP kelas VII dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar dan keterampilan bermain.Katakunci : Pendekatan pembelajaran taktis, teknis, motor educability, teknik dasar dan keterampilan bermain.
Relevansi Pedagogik Kritis dalam Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 Angga Angga; Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3112

Abstract

Pendidikan Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada problematika yang bersifat fundamental. Baik itu menyangkut persoalan seputar pendidik, siswa, pembelajaran, dan mutu pendidikan. Terutama, persoalan pendidik sebagai pemimpin pembelajaran yang mengemban tugas semakin banyak dalam memasuki jaman Revolusi Industri 4.0 sekarang ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang relevansi pedagogik kritis dalam pendidikan di era Revolusi Industri 4.0. Metode yang digunakan yaitu Studi Literatur dengan mengkaji berbagai sumber yang relevan dengan topik bahasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendidik diharuskan mempunyai berbagai kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang pesat sekarang. Selain itu, pendidik diupayakan memiliki pemahaman mengenai pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pedagogik kritis. Pemahaman mengenai pedagogik kritis ini dimaksudkan agar pendidik dapat mendorong peserta didiknya dalam menjawab tantangan jaman di masa mendatang. Peserta didik memiliki kecakapan hidup yang diperlukan di masa depan kelak. Karena itu, pembelajaran seyogyanya memiliki makna bagi peserta didik sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan mereka. Para pendidik sudah semestinya menyesuaikan prinsip-prinsip lama dan menjadikan pedagogik kritis ini sebagai pendekatan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, khususnya di Sekolah Dasar. Dengan demikian, maka artikel ini membahas sejauhmana dampak dari penyelenggaraan pedagogik kritis terhadap guru sekolah dasar dalam Revolusi Industri 4.0 saat ini.
Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa melalui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi: Sebuah Kajian Pembelajaran dalam Perspektif Pedagogik-Filosofis Mila Handiyani; Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3116

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin pesat diiringi perkembangan dunia yang semakin maju menuntut insan manusia mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi dan salah satunya mempengaruhi dunia pendidikan. Belajar tidak hanya diperoleh dalam satu waktu melainkan melalui berbagai cara dengan mengoptimalkan segala pancaindera yang dimiliki setiap manusia itu. Tujuan penelitian ini sebagai cara untuk mempersiapkan peserta didik yang dapat belajar dalam segala situasi sehingga perlu dilatih sejak dini bagaimana memanfaatkan segala keadaan menjadi bahan belajar yang dapat meningkatkan keterampilan mereka dan akan berguna di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber rujukan berupa buku dan artikel ilmiah nasional maupun internasional yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa salah satu cara untuk menjaga konsistensi semangat belajar peserta didik dengan ragam karakteristik setiap peserta didik yang berbeda dapat dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik karena mereka disuguhi kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sehingga melalui strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan berdampak lebih baik terhadap keterampilan yang akan mereka miliki dan akan berguna bagi mereka di masa yang akan datang.
Urgensi Pendidikan Kebudayaan untuk Karakter Siswa Dara Shintia Dewi; Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3438

Abstract

Keberhasilan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kemampuan warga negara, untuk meningkatkan sumber daya manusia sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan masyarakat menentukan lembaga pendidikan yang bermutu. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam kebudayaan yang dapat membentuk karakter siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian ini adalah seorang pendidik dapat mengajarkan dan mencontohkan sikap dan perilaku baik kepada siswa sejak dini, memiliki nilai budaya, karakter bangsa, perilaku religius budaya yang ditujukan kepada siswa agar dapat mengembangkan kebiasaan siswa tentang perilaku terpuji sehingga terbentuk karakter yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pendidikan karakter merupakan hal yang penting bagi pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter merupakan dasar pembentukan kepribadian bangsa yang berkualitas tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, persatuan, gotong royong, saling mendukung, menghargai orang, dan menghormati orang yang lebih tua.
Best Practice Siswa Kelas 4C Berdasarkan Film Pendek Inspiratif “Kisah Anak Penjual Es Nanas” Berbasis Karakter dan Nilai Profil Pelajar Pancasila” Ineu Sumarsih; Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3221

Abstract

Latar belakang permasalahan diambil dari asesmen lisan dan tulisan  materi lintas pelajaran,Siswa berbasis karakter dan  nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu  membuat praktik baik berdasarkan tayangan film pendek inspiratif yang didemonstrasikan melalui penyusunan scenario yang didiskusikan dengan anggota keluarga dan direalisasikan melalui kegiatan Market Day di sekolah.Sampel siswa diambil dari kelompok 1 kelas 4C SDN 198 Mekarjaya Kepala Sekolah sebagai monitoring independent yang mewawancara kelompok 1.  Siswa kelompok 2 beserta bapak/ibu guru sebagai tim visiting.Setelah mengamati, dan memaknai sebuah film pendek inspiratif dari negara Thailand tentang kisah nyata seorang gadis cilik yang sukses menjual es nanas yang sebelumnya berkeinginan untuk membeli es krim tetapi tidak terbeli karena factor ekonomi.Kelompok 1 diwajibkan membuat video serupa dibantu anggota keluarganya dimulai dari menyusun skenario,menentukan tema market day,menjual produk di sekolah dan mempublikasikan video ke social Media oleh guru kelas.Kegiatan ini berhasil membentuk penguatan Pendidikan karakter yang bernilai Profil Pelajar Pancasila diantaranya Berakhlak mulia,Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Kreatif, bernalar kritis dan Belajar mandiri.Penelitian ini bersifat deskripsi kualitatif, Asesmen yang dinilai meliputi  kognitif,afektif dan psykomotor , siswa juga terbentuk Pendidikan Karakter yang menjadi pondasi bekal untuk melanjutkan Pendidikan selanjutnya,output sekolah membentuk siswa  dapat memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dan menghargai perjuangan orang tuanya.
Urgensi Pendidikan Karakter: Tantangan Moralitas dalam Dinamika Kehidupan di Era Revolusi Industri 4.0 Rita Rosita; Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3138

Abstract

Era Revolusi Industri memberikan perubahan besar dalam dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan banyak tantangan yang harus dihadapi demi mencapai pembelajaran yang efektif. Salah satunya adalah tantangan moral seperti cyberbullying, plagiarisme, pentingnya keamanan dan keselamatan dalm menggunakan teknologi dan lain sebagainya. Untuk itu, guru diharapkan untuk dapat memahami bagaimana cara menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja tantangan moral di era Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana cara menghadapinya.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan yang bersumber dari karya tulis ilmiah atau bahan-bahan pustaka sebagai objek dari penelitian ini. Berdasarkan kajian beberapa literatur dapat ditarik kesimpulan bahwa  Pendidikan karakter perlu ditetapkan untuk mencegah pengeruh negatif yang dihasilkan dari teknologi di era revolusi 4.0. Pendidikan karakter merupakan pengembangan, pembentukan, dan penanaman akhlak mulia dalam diri seseorang. Guru/pendidik memiliki peran yang penting dalam penerapan pendidikan karakter kepada siswa. Tentunya harus mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan karakter yang efektif kepada siswa. empat strategi yang dapat dilakukan pada pelaksanaan pendidikan karakter yaitu pembelajaran (teaching), penguatan (reinforcing), keteladanan (modeling), serta pembiasaan (habituating) dalam keberhasilan pelasanaan pendididkan katakter harus adanya kerjasama semua pihak yaitu orang tua,guru, masyarakat, pemerintah, media massa.
The Relationship Of Motor Educability And Motor Ability To Self Esteem In Physical Education Learning Argie Manggala Octa Shakty; Tatang Muhtar; Adang Sudrazat
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 7 No 3 (2022): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/juara.v7i3.2270

Abstract

This research is motivated by motor educability, and the motor ability of students is an essential factor in physical education learning. This study aims to determine the relationship between motor skills and motor skills on self-esteem in learning physical education. The method used in this research is descriptive quantitative with a dual paradigm design with two independent variables. This study used a sample taken by simple random sampling consisting of 70 student subjects at SMP Negeri 1 Tanjungsari in the 2021/2022 academic year. The research findings and discussion show that: 1) Motor educability has a significant relationship with students' self-esteem scores. The relationship between motor educability and student self-esteem is 97% or is at the level of a solid relationship. 2) Motor skills have a significant relationship to students' self-esteem. The relationship between motor skills and students' self-esteem is 98.4% or is at an extreme relationship level. 3) Motor and motor skills have a significant relationship to students' self-esteem. The relationship between motor educability and motor skills on students' self-esteem simultaneously or together is 98.6% or is at the level of a solid relationship. Motor skills have a significant relationship with students' self-esteem. The relationship between motor skills and students' self-esteem is 98.4% or is at the level of a solid relationship.
Implementation Of The Tpsr Model And Jigsaw Type Cooperative Model In Technical Management Learning To Improve Student's Social Skills Raesi Saeful Azhar; Tatang Muhtar; Yudha Munajat Saputra
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 7 No 3 (2022): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/juara.v7i3.2271

Abstract

The physical education learning process, which is still oriented towards mastery of movement and achievement, makes teachers ignore other skills, one of which is social skills which are very important in the process of child development. This study aimed to examine the effect of the TPSR (Teaching, Personal, Social & Responsibility) and Cooperative jigsaw model on students' social skills. The method used in this research is a proper experimental design. The research population was all 5th-grade students at SDN 111 Pindad, Bandung City. The research sample used in class 5 was 60 students according to research needs. The data collection process was carried out pre and post with the social skills instrument (Social Skill Improvement System) developed by Gresham and Elliot. Based on the research results, the TPSR and cooperative models can improve students' social skills. However, in the independent sample T-test of the TPSR model and the jigsaw cooperative, there was no significant difference in improving social skills.
Co-Authors Agung Rozali Agus Gunawan Agustiani, Wati Alif, Muhammad Nur Alif, Muhammad Nur Andre Eka Prasetyo Angga Angga Angga Angga Anggi Setia Lengkana Ani Nur Aeni, Ani Nur Argie Manggala Octa Shakty Ariyanti Ariyanti Asma Bara Ayi Suherman Bachtiar, Muhamad Abdul Rozaq Cucu Suryana Dadan Djuanda, Dadan Dallyono, Ruswan Dara Shintia Dewi Dede Trie Kurniawan Dewi Susilawati Dewi Susilawati Dewi, Dara Shintia Diah Gusrayani, Diah Diansyah, Rival Dinangsit, Dinar Dinar Diningsit Encep Sudirjo, Encep Endang, Resi Fathur Rizki Amelia Fauzi, Adriansyah Rizki Fauziyah, Syifa Hasna Fazrul Prasetya Nur Fahrozy Fazrul Prasetya Nur Fahrozy Firjatullah, Luthfi Resa Gantina, Gantina Gunawan Gunawan Gunawan, Ani Herlina Handiyani, Mila Hardiani, Lia Herdiansyah Herdiansyah Hery Widijanto Ima Nurwahidah Indah Dwi Lestari Indra Safari Ineu Sumarsih Irawan, Dicky Aditya Ishmahani Sobarningsih Jannah, Mitahul Khairun Nisa Komarudin Kurnia, Finda Kusuma, Esa Aryani Lengkana, Anggi Setia Lucky Taufik Sutrisno ma'mun, Amung Madyaning Ratri, Titis Maharani, Suci Trisia Maharani, Wida Mahendra, Agus Mardi Mardi Marlina, Yayu Asih Mila Handiyani Muchamad Rizki Sentani Muhamad Nur Alif Muhammad Fahmi Abdul Hakim Muhammad Ifkar Imammulhaq Muhammad Nur Alif Muhbaedillah, Habil Mulyana Munandar, Agam Aris Ningsih, Minarti Sulistia Nugraha Pratama Nur Alif, Muhammad Nur Alif Nurwahidah, Ima Nurwanci, Silvia Nuryadi, , Oktaviany, Siti Anisah Oktova, Fikri Dwi Pratiwi, Intan Aprilianti Purnomo, Akbar Fauzan Pirtondi Racmat Sujana Raesi Saeful Azhar Rahayu, Restu Rahayuningsih, Yayu Sri Rahmat, Kintan Rahayu Renita Aprilia, Renita Restu Rahayu Reta Putri Rita Rosita Rita Rosita Rizal Ahmad Fauzi Rohmanasari, Rita Rukmana, Anin Safitri, Henyta Jaya Tria Sandra Jaganda Saptani, Entan Saputra, Yudha Munajat Saripah, Nati Septian, Christin Dwi Putri Setia Lengkana, Anggi Sindi Ladya Baharizqi Siti Aisyah Solihah, Dewi Siti subhan nuari Suci Trisia Maharani Sudrajat, Krisna Maulana Sudrazat, Adang Sukaesih Sukaesih, Sukaesih Sumarsih, Ineu Supriadi, Tedi Supriyadi, Tedi Surtini, Surtini Suryana, Cucu Suseno, Wahyu Syifa, Nisa Nur Tamiyanti, Rika Dila Tri Herlambang, Yusuf Wahyuni, Nuni Sri Waryanti Waryanti, Waryanti Winangsih, Santi Wiwit Mulyasari Yadi Hadiansyah Yayu Sri Rahayuningsih Yunyun Yudiana Yusuf Tri Herlambang, Yusuf Tri