Articles
Mental Imagery: Competitive Anxiety Control in Karate Kumite Athlete
Herdiansyah Herdiansyah;
Tatang Muhtar;
Muhammad Nur Alif
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 7 No 3 (2022): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/juara.v7i3.2448
This study aimed to test the effect of mental imagery training on the competitive anxiety of karate Kumite athletes. One of the benefits of mental imagery is that it can improve the athlete's ability to control psychological symptoms such as anxiety. So that athletes can show their best performance during the game. This research used quantitative methods with an experimental approach, the pretest-posttest control and an experimental group design. The population used West Java regional karate athletes, totalling 42 athletes. Using purposive sampling techniques, the samples consisted of 15 Bandung Karate Club Kumite athletes and 15 Kei Shin Kan Kumite athletes. Data were obtained using The Hogg Eco-Anxiety Scale. Based on the results of the data analysis obtained, the average experimental pretest of 25.20 and posttest of 20.00 showed a decrease in the anxiety of Kumite athletes after being given imagery training. In addition, the N-Gain scores in both groups show decreased pressure in Kumite athletes. However, the N-Gain score in the experimental group was lower than the control group (-23.60 < 3.56), and in the t-test on the N-Gain value, the score obtained the Sig. Value (2-tailed) was 0.005 < α = 0.05. So it can be concluded that imagery training affects the competitive anxiety of Kumite athletes, and there are significant differences in effectiveness in applying imagery training with conventional exercises
Pentingnya Pembentukan Karakter pada Peserta Didik Usia Sekolah Dasar
Wiwit Mulyasari;
Tatang Muhtar
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i4.2931
Artikel ini dilatar belakangi oleh kurangnya penerapan adab pada sekolah dasar, yang mengakibatkan kurangnya tingkat sopan santun peserta didik terdahap guru serta orang tua peserta didik. Yang perbedaannya sangat mencolok jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Dimana guru, masyarakat, atau orang tua sangat dihormati dan dihargai oleh peserta didik di sekolah dasar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan peserta didik tersebut, yang pertama kurangnya pengawasan orang tua dalam pengaruh ekternal seperti media sosial dan yang kedua lingkungan masyarakat yang kurang baik untuk peserta didik, karena pada dasarnya peserta didik masih mengikuti figur yang akan di contoh oleh peserta didik, sehingga selain dari guru, orang tua, dan juga masyarakat yang harus memberikan contoh yang baik dilingkungannya, guru dan peserta didik juga harus memberikan perhatian lebih kepada peserta didik terhadap masukan dari sisi ekternal yaitu sosial media.
Digital Learning Workshop for Primary Physical Education Teachers During Covid-19 Pandemic
Anggi Setia Lengkana;
Ayi Suherman;
Rizal Ahmad fauzi;
Tatang Muhtar;
Dinar Dinangsit
Jurnal Humanities Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Journal Humanities : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang Press, Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Univeristas Negeri Padang.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jha.0201.2021.09
The purpose of this community service activity is to introduce several forms of digital-based physical education learning in the COVID-19 pandemic era for PJOK teachers in Sumedang Regency. After analyzing the situation, several problems were identified as follows: (1) There are still PJOK teachers who have not delivered physical education materials during this COVID-19 pandemic with digital-based learning media, (2) There is still a lack of knowledge of PJOK teachers about how to form digital learning media for students. children, (3) There are still PJOK teachers who tend to focus more on giving assignments through the Whatsapp group instead of explaining the material using digital learning media. Therefore, this training is a solution for PJOK teachers to try to open scientific horizons regarding digital learning in physical education.
The Relationship of Educabilty Motorcycles to Basic Technical Skills of Playing Futsal
Muhammad Fahmi Abdul Hakim;
Tatang Muhtar;
Dewi Susilawati
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 8 No 1 (2023): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/juara.v8i1.2709
This study aimed to analyze the relationship between motor educability and basic technical skills in playing futsal. This research was conducted at a futsal academy in the city of Bandung with a sample of students aged 15-18 years. The research method used is a quantitative research using descriptive correlation analysis. The results of the study show that (1) there is a significant relationship between motor educability and the basic technical skills of passing in playing futsal; (2) There is a significant relationship between motor educability and basic dribbling technical skills in playing futsal; (3) There is no significant relationship between motor educability and basic shooting technique skills in playing futsal.
Peran Pedagogik Futuristik Dalam Mendukung Kurikulum Baru
Yadi Hadiansyah;
Tatang Muhtar
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/naturalistic.v7i2.3365
Pendidikan terus mengalami perkembangan secara dinamis dan ketat terkait dengan aspek filosofis maupun praksisnya, sehingga pendidikan akan terus mengalami penafsiran dan dekontruksi ulang, sesuai dengan kebutuhan dan nilai fundamental yang diperlukan dewasa ini. Artikel ini bertujuan untuk mencoba menelisik berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, dengan nilai filosofis yang dimiliki pedagogik futursitik yang di dalamnya termuat aspek-aspek yang urgensinya tidak bertolak belakang dengan kebutuhan yang harus dimiliki peserta didik di masa depan. Selain itu, kurikulum yang digagas kemendkbud terkait dengan kurikulum merdeka, memiliki nuansa kebebasan terhadap peserta didik dan guru, bagi guru sebagai pemberi materi pembelajaran ataupun bagi peserta didik sebagai penerima pembelajaran. Permasalahan yang terjadi pendidikan dewasa ini, banyak terjadi peserta didik yang masuk dalam jerat ruang pendidikan disoreintasi, sehingga sedikit banyak ditemui peserta didik yang tidak mempunyai dan mengoptimalkan apa yang menjadi keunggulan dan bakat yang dimilikinya, pendidikan yang tidak mengoptimalkan dan mengembangkan aspek fundamental yang dimiliki peserta didik tidak akan mampu membuat peserta didik survive dimasa depan, dengan problematika yang semakin rumit. Oleh sebab itu, kehadiran pedagogik futuristik dapat direalisasikan dalam iklim pendidikan dan tidak menjadi konsep yang bersifat menara gading untuk mendukung kurikulum merdeka
Kompetensi Pedagogik Guru Abad Ke-21: Sebuah Tinjauan Peran Guru pada Generasi Z
Ishmahani Sobarningsih;
Tatang Muhtar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.483 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.6905
Seiring perkembangan zaman, pendidikan dan cara berpikir manusiapun terus berubah dan berkembang dengan dinamis. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pedagogi guru abad 21 bagi pembelajaran Generasi Z. Adanya gap dalam proses belajar di kelas karena guru dan siswa berbeda masa belajar sehingga perlunya mengetahui kompetensi pedagogik guru abad 21 dan karakteristik manusia generasi Z. Metode kajian ini menggunakan sistematik literature review. Sebanyak 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan diberbagai jurnal nasional dan internasional dan dianalisis sesuai dengan tema kajian pedagogik. Permasalahan yang terjadi saat ini pada umumnya adalah adanya kesenjangan dalam penyampaian materi ajar di dalam kelas karena kurangnya pemahaman guru dalam mengenal karakteristik siswa. Siswa saat ini termasuk generasi Z yang mana berbeda generasi dengan gurunya sehingga guru perlu mengupgrade ilmu pedagogiknya agar menjadi sebuah kompetensi yang diharapkan di kelas. Hasil kajian ini diharapkan para guru dapat mengembangkan kompetensi pedagogiknya agar pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan baik dan menyenangkan.
Systematic Literature Review: Pengaruh Model Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar
Khairun Nisa;
Tatang Muhtar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.488 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7645
Untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan diperlukan inovasi didalam proses pembelajaran, maka pendidik dituntut untuk sangat kreatif agar pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. Pendidikan yang diberikan pada jenjang sekolah dasar sangat penting karena pada usia sekolah dasar terdapat pemahaman tentang konsep-konsep dasar matematika yang perlu diketahui siswa untuk mempersiapkan diri pada jenjang pendidikan selanjutnya. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review (SLR) dengan mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi dan menginterpretasikan semua penelitian yang ada. Dengan pendekatan ini, peneliti meninjau dan mengidentifikasi artikel secara terstruktur, mengikuti langkah-langkah yang ditetapkan dalam setiap proses. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran sangat berpengaruh dalam pemahaman peserta didik seturama untuk siswa sekolah dasar yang masih membutuhkan pembelajaran yang bersifat konkrit. Salah stu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalh model pembelajaran berbasis masalah karena model ini memberikan kesempatan siswa untuk merumuskan masalah dan membuat hipotesiss atas masalah yang disajikan merupakan salah satu cara untuk membiasakan siswa membangun pengetahuannya sendiri, berlatih mengerjakan atau memecahkan masalah yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kompetensi Pedagogik Di Era Society 5.0: Sebuah Tinjauan Dalam Perspektif Pedagogik Kritis
Sindi Ladya Baharizqi;
Tatang Muhtar;
Yusuf Tri Herlambang;
Fazrul Prasetya Nur Fahrozy
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 13, No 2 (2023): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v13i2.46286
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana Kompetensi Pedagodik di era society 5.0: Sebuah tinjauan dalam perspektif Pedagogik Kritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat studi literatur (library research). Tujuan dari penulisan artikel ini mengkaji mengenai pedagogi kritis dalam pendidikan, pedagogi kritis ini diartikan sebagai teori pendidikan dan praktik pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran kritis siswa terhadap situasinya sendiri, sehingga memperoleh kebebasan untuk belajar. Karena pedagogi kritis membimbing guru untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Guru harus menguasai berbagai jenis pengetahuan, seperti pengetahuan akademik, pedagogik, sosial dan budaya. Guru harus mampu berpikir kritis, merespon perubahan dan memecahkan masalah. Adapun artikel yang digunakan merupakan artikel keluaran 10 tahun terakhir dan berindeks. Berdasarkan hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pedagogik kritis penting bagi guru dalam mencapai tujuan pembelajaran serta berdasarkan studi pustaka pedagogik kritis dapat mencapai tujuan pendidikan.Keywords:Â Kompetensi Pedagogik, Era Scociety 5.0, Pedagogik Kritis.
The Effect of Continuous Running Training Programs and Interval Training Programs in Improving Physical Fitness
Asma Bara;
Tatang Muhtar;
Dewi Susilawati
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 7 No 4 (2023): DECEMBER (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jk.v7i4.31021
This study carried out an in-depth analysis of two popular physical training programs: continuous running and interval training. The research method involved a number of statistical tests, including checking the normality of data distribution, uniformity analysis, and independent T tests. Participants from both training programs were used to gain a more detailed understanding of the nature of each program and comparisons of performance between the two. The analysis results show that continuous running approaches a normal data distribution, indicating data stability and consistency. Meanwhile, the finding that performance variability was similar across the two programs led to new insights into the consistency of performance within the groups. The main finding was the superiority of continuous running in performance gains, with average scores consistently higher than interval training. This indicates the potential of continuous running in increasing physical capacity and endurance. The practical implications are relevant for the design of exercise programs, providing guidance for coaches and individuals seeking improved physical performance. Although the results show the superiority of continuous running, interval training may require adapting strategies to achieve better results. This research also opens up opportunities for further research, especially in understanding the factors that influence achievement in these two training programs. Further exploration of variations in training duration, intensity and frequency in the context of both could provide new insights into the world of fitness and sport. These findings provide a strong empirical basis for decisions regarding physical exercise programs, support data-driven decision making, and provide insight into scientific approaches in guiding more effective and efficient physical exercise practices.
Pengaruh Metode Pembelajaran Part Practice Terhadap Hasil Belajar Shooting Free Throw dalam Permainan Bola Basket pada Siswa Putra Kelas XII-IPA 6 SMAN 3 Sumedang
Andre Eka Prasetyo;
Tatang Muhtar;
Sandra Jaganda
Journal of Physical Education and Sport Pedagogy Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jopes.v1i1.63714
Pembelajaran bola basket merupakan bagian dari materi ajar dalam pembelajaran pendidikan jasmani seraya berjalannya pembelajaran peneliti mengamati masih banyaknya siswa yang belum mahir dalam melakukan shooting terutama free throw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar shooting free throw . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif one grup pre test- post test design dengan program penelitian wall shooting yang diberikan. Sampel pada penelitian ini sebanyak lima belas siswa putra kelas XII-IPA 6 SMAN 3 Sumedang. Hasil dari analisis data statistik diperolehnilai signifikansi pada pre test sebesar 0,768 0,05 dan pada post test 0,415 0,05. Berdasarkan nilai tersebut, dapat disimpulkan distribusi data bersifat normal. Selanjutnya dapat dikatakan data tersebut berdistribusi normal diterima yang kemudian didapati hasil dari perolehan kenaikan rata-rata sebesar 36% yang menyatakan hipotesis diterima danterdapat pengaruh pada pemberian metode pembelajaran part practice terhadap hasil belajar shooting free throw.