Articles
Urgensi Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Abad 21
Rahayu, Restu;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3117
Meningkatkan eksistensi dan mutu sumber daya manusia berkualitas, kompetitif dalam menyongsong pembangunan pendidikan yang lebih baik di abad ke-21 merupakan peran penting dari pendidikan. Menanggapi perkembangan dan tuntutan zaman, guru harus dapat mengembangkan pemikiran kreatif dan inovatif dalam pembelajaran, memahami perkembangan psikologis siswa, mengembangkan kemampuannya, berkomunikasi dengan siswa dan berwawasan luas. Selain itu, guru harus dapat mengembangkan pemahaman, sikap profesional, dan kompetensi lainnya untuk memecahkan berbagai problematika pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan pentingnya kompetensi pedagogik guru di abad ke-21. Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kapasitas pendidikan guru membutuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya semua aspek pedagogi. Guru perlu menjadi guru yang profesional sekaligus sebagai sumber belajar, namun guru profesional adalah dinamisator, fasilitator, dan katalisator yang mewujudkan siswa menjadi kreatif. Guru banyak sekali mengahadapi berbagai tantangan kehidupan abad ke-21. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan keterampilan dan kompetensi pedagogiknya serta dituntut menguasai dan terbuka akan kemajuan teknologi demi menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dalam dinamika kehidupan global saat ini.
Urgensi Pendidikan Karakter: Tantangan Moralitas dalam Dinamika Kehidupan di Era Revolusi Industri 4.0
Rosita, Rita;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3138
Era Revolusi Industri memberikan perubahan besar dalam dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan banyak tantangan yang harus dihadapi demi mencapai pembelajaran yang efektif. Salah satunya adalah tantangan moral seperti cyberbullying, plagiarisme, pentingnya keamanan dan keselamatan dalm menggunakan teknologi dan lain sebagainya. Untuk itu, guru diharapkan untuk dapat memahami bagaimana cara menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja tantangan moral di era Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana cara menghadapinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan yang bersumber dari karya tulis ilmiah atau bahan-bahan pustaka sebagai objek dari penelitian ini. Berdasarkan kajian beberapa literatur dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan karakter perlu ditetapkan untuk mencegah pengeruh negatif yang dihasilkan dari teknologi di era revolusi 4.0. Pendidikan karakter merupakan pengembangan, pembentukan, dan penanaman akhlak mulia dalam diri seseorang. Guru/pendidik memiliki peran yang penting dalam penerapan pendidikan karakter kepada siswa. Tentunya harus mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan karakter yang efektif kepada siswa. empat strategi yang dapat dilakukan pada pelaksanaan pendidikan karakter yaitu pembelajaran (teaching), penguatan (reinforcing), keteladanan (modeling), serta pembiasaan (habituating) dalam keberhasilan pelasanaan pendididkan katakter harus adanya kerjasama semua pihak yaitu orang tua,guru, masyarakat, pemerintah, media massa.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Karakter Siswa
Maharani, Suci Trisia;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3148
Penelitian ini dilatar belakangi dengan kondisi pendidikan saat ini di Indonesia dengan rendahnya keilmuan siswa akan kearifan lokal yang berpengaruh terhadap karakter siswa. Penelitian ini ditulis dengan maksud untuk mengetahui Iimplemntasi pembelajaran berbasis kearifan lokal pada karakter siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan study litertur dengan cara mengkaji beberapa artikel dan buku tentang kearifan lokal serta karakter siswa. Teknik yang digunakan dengan cara membuat literatur riview pada sumber yang terdiri dari buku dan artikel ilmiah yang kemudian dianalisis dan dikembangkan. Hasil dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting dibelajarkan di sekolah karena dapat meningkatkan nilai karakter siswa yang bersifat positif. Pembelajaran ini dapat dilakasanakan di sekolah dengan memperhatikan tahap perencanaan, pelaksanaan serta penilaian siswa.Â
Implementasi Konsep Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara di Sekolah Dasar pada Era Digital
Suryana, Cucu;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3177
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap dunia pendidikan yang menyebabkan merosotnya karakter generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah memahami konsep pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara dan implementasinya di sekolah dasar pada era digital. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan kajian sumber literatur yaitu jurnal, buku, artikel ilmiah dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian. Pendidikan karakter merupakan usaha sistematis yang berkaitan dengan membangun kebudayaan dengan memberikan pengajaran dalam tumbuh kembangnya jiwa, raga anak dalam kodratnya sehingga lingkungan dapat membantu memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan lahir bathin anak menuju ke arah adab kemanusiaan dalam kesempurnaan hidup. Sekolah dasar merupakan tempat kedua bagi siswa dalam pendidikan karakter. Era digital adalah masa atau zaman dimana semua orang telah melek teknologi serta semuanya serba terkoneksi. Â Implementasi pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara di sekolah dasar pada era digital yaitu melalui Teori Trikon, Teori Kepemimpinan, dan Sistem Among.
Best Practice Siswa Kelas 4C Berdasarkan Film Pendek Inspiratif “Kisah Anak Penjual Es Nanas†Berbasis Karakter dan Nilai Profil Pelajar Pancasilaâ€
Sumarsih, Ineu;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3221
Latar belakang permasalahan diambil dari asesmen lisan dan tulisan materi lintas pelajaran,Siswa berbasis karakter dan nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu membuat praktik baik berdasarkan tayangan film pendek inspiratif yang didemonstrasikan melalui penyusunan scenario yang didiskusikan dengan anggota keluarga dan direalisasikan melalui kegiatan Market Day di sekolah.Sampel siswa diambil dari kelompok 1 kelas 4C SDN 198 Mekarjaya Kepala Sekolah sebagai monitoring independent yang mewawancara kelompok 1. Siswa kelompok 2 beserta bapak/ibu guru sebagai tim visiting.Setelah mengamati, dan memaknai sebuah film pendek inspiratif dari negara Thailand tentang kisah nyata seorang gadis cilik yang sukses menjual es nanas yang sebelumnya berkeinginan untuk membeli es krim tetapi tidak terbeli karena factor ekonomi.Kelompok 1 diwajibkan membuat video serupa dibantu anggota keluarganya dimulai dari menyusun skenario,menentukan tema market day,menjual produk di sekolah dan mempublikasikan video ke social Media oleh guru kelas.Kegiatan ini berhasil membentuk penguatan Pendidikan karakter yang bernilai Profil Pelajar Pancasila diantaranya Berakhlak mulia,Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Kreatif, bernalar kritis dan Belajar mandiri.Penelitian ini bersifat deskripsi kualitatif, Asesmen yang dinilai meliputi kognitif,afektif dan psykomotor , siswa juga terbentuk Pendidikan Karakter yang menjadi pondasi bekal untuk melanjutkan Pendidikan selanjutnya,output sekolah membentuk siswa dapat memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dan menghargai perjuangan orang tuanya.
Pedagogik Digital Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21
Rahayuningsih, Yayu Sri;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3433
Memasuki abad ke-21 perkembangan teknologi informasi semakin cepat, hanya dalam hitungan detik informasi dapat diterima dengan mudah. Perkembangan dunia Pendidikan pun semakin maju, seorang guru harus dapat mengikuti sesuai dengan tuntutan zaman. Guru bukan hanya sekedar memberikan materi pelajaran secara konvensional, namun seorang guru harus dapat menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran. Seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran terutama menggunakan teknologi. Namun, kenyataannya, guru di Indonesia belum sepenuhnya dapat memanfaatkan teknologi. Masih banyak guru yang ternyata belum siap dengan kedatangan teknologi tersebut. Padahal saat ini, semua aspek sudah menggunakan digitalisasi. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru pada abad ke-21 dengan penguasaan pedagogik digital. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu berupa kajian literatur, dengan mencari berbagai sumber kemudian menganalisanya. Hasil dari penelitian ini bahwa ternyata seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik digital agar guru tersebut dapat meningkatkan kompetensinya sesuai dengan pembelajaran abad 21. Diharapkan nantinya seorang guru dapat bersaing di tengah derasnya era digitalisasi.
Urgensi Pendidikan Kebudayaan untuk Karakter Siswa
Dewi, Dara Shintia;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3438
Keberhasilan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kemampuan warga negara, untuk meningkatkan sumber daya manusia sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan masyarakat menentukan lembaga pendidikan yang bermutu. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam kebudayaan yang dapat membentuk karakter siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian ini adalah seorang pendidik dapat mengajarkan dan mencontohkan sikap dan perilaku baik kepada siswa sejak dini, memiliki nilai budaya, karakter bangsa, perilaku religius budaya yang ditujukan kepada siswa agar dapat mengembangkan kebiasaan siswa tentang perilaku terpuji sehingga terbentuk karakter yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pendidikan karakter merupakan hal yang penting bagi pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter merupakan dasar pembentukan kepribadian bangsa yang berkualitas tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, persatuan, gotong royong, saling mendukung, menghargai orang, dan menghormati orang yang lebih tua.
PENGARUH LATIHAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KETERAMPILAN TENDANGAN T PADA ATLET PENCAK SILAT UPI KAMPUS SUMEDANG
Oktova, Fikri Dwi;
Muhtar, Tatang;
Alif, Muhammad Nur
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 23, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jik.v23i1.57224
This study aims to determine leg muscle training in performing T kicks on UPI martial arts athletes, Sumedang Campus. Because in doing T kicks, there are still many athletes who lack leg muscle training so that they are not precise when doing T kicks. And at this time researchers want to know how influential leg muscle training is on the accuracy of T kicks in UPI martial arts athletes, Sumedang Campus. Researchers took samples of 10 UPI Sum Campus pencak silat athletes. This study used quantitative types with experimental methods with One-Group Pretest posttest design. This researcher data collection uses observation, literature techniques, tests or measurements and also statistical applications to obtain final results
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN DIFERENSIASI GURU TERHADAP KETERCAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SDN PASIRPANJANG
Irawan, Dicky Aditya;
Susilawati, Dewi;
Muhtar, Tatang
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 23, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jik.v23i1.57219
This study aims to see how teachers apply differentiated learning models in PE lessons in elementary schools, precisely at SDN Pasirpanjang to find solutions to these problems and determine the achievement of differentiated learning in this study using qualitative research with descriptive methods using data collection techniques carried out in triangulation (observation, interviews, questionnaires and documentation). qualitative research where qualitative research is more based on the philosophy of postpositivism / interpretive. Data analysis is inductive / qualitative and the results of the research In the results of this study researchers sought data by observing the activities of sports teachers in class VI SD Negeri Pasirpanjang Kab. Bandung in the learning process. Based on Observation Interviews and Questionnaires regarding the learning process carried out can be said to be good. This research is intended to see and evaluate previous research that this differentiation learning is very suitable to be applied in physical education learning at the elementary school level, and is effective in teaching and learning activities between educators and students. With the results that can be shown in this study, students are very good at responding to the differentiated learning approach model because it hones their interests and talents. Based on the results of this study it can be concluded that. The application of differentiated learning models in physical education lessons is very helpful The application of differentiated learning models in physical education lessons is very helpful to achieve the results of physical education learning objectives in elementary schools. By helping students become more active creative and innovative, so that students can learn independently to build positive character for students
EMOSIONAL SKILL CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT MERPATI PUTIH
Syifa, Nisa Nur;
Muhtar, Tatang;
Alif, Muhammad Nur
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 23, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jik.v23i1.57228
Emotional Skill is an emotional disorder or emotional regulation disorder, referring to a condition where a person has difficulty in regulating and managing their emotions effectively, this involves difficulty in regulating and managing their emotions effectively, In demonstrating martial arts movements, a person must be able to pay attention and stabilize their emotions when doing movements or when competing. This research aims to find out that there is an emotional analysis of the white pigeon pencak silat sport. The research method used in this study uses juantitative methods and descriptive design aims to describe or describe a certain phenomenon or characteristic that exists in the population or sample being studied. This design focuses on collecting data systematically and in detail about the observed variables, without manipulating or controlling variables. This research uses an intrumant in the form of an emotional skill questionnaire that is distributed to the sempel to obtain the data needed in this research. Sempel in this study there were 25 pencak silat athletes with white pigeons in Cimahi city. With Stratified random sampling technique. The result of the t test with a significant value (2 tailed) obtained is (0.000). Then the significant value (2 tailed) 0.000 < 0.05 so that Ha is accepted. Based on the data processing, researchers can conclude that the results of their research have an influence from the Emotional Skil Sports Branch Pencak Silat Merpati Putih