Articles
Relevansi Pedagogik Kritis dalam Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0
Angga, Angga;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3112
Pendidikan Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada problematika yang bersifat fundamental. Baik itu menyangkut persoalan seputar pendidik, siswa, pembelajaran, dan mutu pendidikan. Terutama, persoalan pendidik sebagai pemimpin pembelajaran yang mengemban tugas semakin banyak dalam memasuki jaman Revolusi Industri 4.0 sekarang ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang relevansi pedagogik kritis dalam pendidikan di era Revolusi Industri 4.0. Metode yang digunakan yaitu Studi Literatur dengan mengkaji berbagai sumber yang relevan dengan topik bahasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendidik diharuskan mempunyai berbagai kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang pesat sekarang. Selain itu, pendidik diupayakan memiliki pemahaman mengenai pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pedagogik kritis. Pemahaman mengenai pedagogik kritis ini dimaksudkan agar pendidik dapat mendorong peserta didiknya dalam menjawab tantangan jaman di masa mendatang. Peserta didik memiliki kecakapan hidup yang diperlukan di masa depan kelak. Karena itu, pembelajaran seyogyanya memiliki makna bagi peserta didik sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan mereka. Para pendidik sudah semestinya menyesuaikan prinsip-prinsip lama dan menjadikan pedagogik kritis ini sebagai pendekatan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, khususnya di Sekolah Dasar. Dengan demikian, maka artikel ini membahas sejauhmana dampak dari penyelenggaraan pedagogik kritis terhadap guru sekolah dasar dalam Revolusi Industri 4.0 saat ini.
Kompetensi Pedagogik Guru Pasca Pandemi Covid-19
Nurwahidah, Ima;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3113
Negara Indonesia sedang mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Segala aspek yang akan mendukung kemajuan telah dilaksanakan. Dalam bidang Pendidikan negara Indonesia telah beberapa kali mengalami penyempurnaan. Bahkan pada tahun 2022 kurikulum terbaru yaitu kurikulum merdeka telah mewarnai dunia Pendidikan. Semua yang telah digulirkan tiada lain untuk kemajuan Pendidikan di negara Indonesia. Kurikulum Merdeka merupakan rangkaian dari Program merdeka belajar yang dimaksudkan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya. Selain Kurikulum Merdeka, sebelumnya pun telah digulirkan Program Guru Penggerak sebagai wadah bagi pembinaan kompetensi guru yang berdasarkan pada pemikiran Ki Hajar Dewantara. Suatu pemikiran yang ingin mengembalikan kembali marwah guru sebagai pendidik yang berpihak kepada murid di era yang semakin canggih. Mencoba tidak melupakan inti dari proses pembelajaran yang memanusiakan manusia. Melatih segala kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh pendidik. Terlebih melatih kompetensi pedagogik yang mencoba menjawab suatu keresahan terhadap degradasi pemikiran, moral dan mental anak bangsa. Di mana seorang guru harus memiliki kemampuan dalam mendidik dengan jeli dan baik. Terlebih demi dunia Pendidikan Indonesia sedang diuji dengan segala keterbatasan. Mengakibatkan hampir 2 tahun lamanya anak-anak pada jenjang pendidikan dasar hingga lanjut mengalami suatu kemerosotan dalam hal capaian pembelajaran maupun karakter mulia. Maka dari itu artikel ini dibuat untuk mencoba mengulas mengenai kemampuan pedagogik yang harus dimiliki guru sebagai dasar pondasi Pendidikan pada jenjang berikutnya.
Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa melalui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi: Sebuah Kajian Pembelajaran dalam Perspektif Pedagogik-Filosofis
Handiyani, Mila;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3116
Kemajuan teknologi yang semakin pesat diiringi perkembangan dunia yang semakin maju menuntut insan manusia mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi dan salah satunya mempengaruhi dunia pendidikan. Belajar tidak hanya diperoleh dalam satu waktu melainkan melalui berbagai cara dengan mengoptimalkan segala pancaindera yang dimiliki setiap manusia itu. Tujuan penelitian ini sebagai cara untuk mempersiapkan peserta didik yang dapat belajar dalam segala situasi sehingga perlu dilatih sejak dini bagaimana memanfaatkan segala keadaan menjadi bahan belajar yang dapat meningkatkan keterampilan mereka dan akan berguna di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber rujukan berupa buku dan artikel ilmiah nasional maupun internasional yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa salah satu cara untuk menjaga konsistensi semangat belajar peserta didik dengan ragam karakteristik setiap peserta didik yang berbeda dapat dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik karena mereka disuguhi kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sehingga melalui strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan berdampak lebih baik terhadap keterampilan yang akan mereka miliki dan akan berguna bagi mereka di masa yang akan datang.
Urgensi Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Abad 21
Rahayu, Restu;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3117
Meningkatkan eksistensi dan mutu sumber daya manusia berkualitas, kompetitif dalam menyongsong pembangunan pendidikan yang lebih baik di abad ke-21 merupakan peran penting dari pendidikan. Menanggapi perkembangan dan tuntutan zaman, guru harus dapat mengembangkan pemikiran kreatif dan inovatif dalam pembelajaran, memahami perkembangan psikologis siswa, mengembangkan kemampuannya, berkomunikasi dengan siswa dan berwawasan luas. Selain itu, guru harus dapat mengembangkan pemahaman, sikap profesional, dan kompetensi lainnya untuk memecahkan berbagai problematika pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan pentingnya kompetensi pedagogik guru di abad ke-21. Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kapasitas pendidikan guru membutuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya semua aspek pedagogi. Guru perlu menjadi guru yang profesional sekaligus sebagai sumber belajar, namun guru profesional adalah dinamisator, fasilitator, dan katalisator yang mewujudkan siswa menjadi kreatif. Guru banyak sekali mengahadapi berbagai tantangan kehidupan abad ke-21. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan keterampilan dan kompetensi pedagogiknya serta dituntut menguasai dan terbuka akan kemajuan teknologi demi menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dalam dinamika kehidupan global saat ini.
Urgensi Pendidikan Karakter: Tantangan Moralitas dalam Dinamika Kehidupan di Era Revolusi Industri 4.0
Rosita, Rita;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3138
Era Revolusi Industri memberikan perubahan besar dalam dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan banyak tantangan yang harus dihadapi demi mencapai pembelajaran yang efektif. Salah satunya adalah tantangan moral seperti cyberbullying, plagiarisme, pentingnya keamanan dan keselamatan dalm menggunakan teknologi dan lain sebagainya. Untuk itu, guru diharapkan untuk dapat memahami bagaimana cara menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja tantangan moral di era Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana cara menghadapinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan yang bersumber dari karya tulis ilmiah atau bahan-bahan pustaka sebagai objek dari penelitian ini. Berdasarkan kajian beberapa literatur dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan karakter perlu ditetapkan untuk mencegah pengeruh negatif yang dihasilkan dari teknologi di era revolusi 4.0. Pendidikan karakter merupakan pengembangan, pembentukan, dan penanaman akhlak mulia dalam diri seseorang. Guru/pendidik memiliki peran yang penting dalam penerapan pendidikan karakter kepada siswa. Tentunya harus mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan karakter yang efektif kepada siswa. empat strategi yang dapat dilakukan pada pelaksanaan pendidikan karakter yaitu pembelajaran (teaching), penguatan (reinforcing), keteladanan (modeling), serta pembiasaan (habituating) dalam keberhasilan pelasanaan pendididkan katakter harus adanya kerjasama semua pihak yaitu orang tua,guru, masyarakat, pemerintah, media massa.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Karakter Siswa
Maharani, Suci Trisia;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3148
Penelitian ini dilatar belakangi dengan kondisi pendidikan saat ini di Indonesia dengan rendahnya keilmuan siswa akan kearifan lokal yang berpengaruh terhadap karakter siswa. Penelitian ini ditulis dengan maksud untuk mengetahui Iimplemntasi pembelajaran berbasis kearifan lokal pada karakter siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan study litertur dengan cara mengkaji beberapa artikel dan buku tentang kearifan lokal serta karakter siswa. Teknik yang digunakan dengan cara membuat literatur riview pada sumber yang terdiri dari buku dan artikel ilmiah yang kemudian dianalisis dan dikembangkan. Hasil dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting dibelajarkan di sekolah karena dapat meningkatkan nilai karakter siswa yang bersifat positif. Pembelajaran ini dapat dilakasanakan di sekolah dengan memperhatikan tahap perencanaan, pelaksanaan serta penilaian siswa.Â
Implementasi Konsep Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara di Sekolah Dasar pada Era Digital
Suryana, Cucu;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3177
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap dunia pendidikan yang menyebabkan merosotnya karakter generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah memahami konsep pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara dan implementasinya di sekolah dasar pada era digital. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan kajian sumber literatur yaitu jurnal, buku, artikel ilmiah dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian. Pendidikan karakter merupakan usaha sistematis yang berkaitan dengan membangun kebudayaan dengan memberikan pengajaran dalam tumbuh kembangnya jiwa, raga anak dalam kodratnya sehingga lingkungan dapat membantu memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan lahir bathin anak menuju ke arah adab kemanusiaan dalam kesempurnaan hidup. Sekolah dasar merupakan tempat kedua bagi siswa dalam pendidikan karakter. Era digital adalah masa atau zaman dimana semua orang telah melek teknologi serta semuanya serba terkoneksi. Â Implementasi pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara di sekolah dasar pada era digital yaitu melalui Teori Trikon, Teori Kepemimpinan, dan Sistem Among.
Best Practice Siswa Kelas 4C Berdasarkan Film Pendek Inspiratif “Kisah Anak Penjual Es Nanas†Berbasis Karakter dan Nilai Profil Pelajar Pancasilaâ€
Sumarsih, Ineu;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3221
Latar belakang permasalahan diambil dari asesmen lisan dan tulisan materi lintas pelajaran,Siswa berbasis karakter dan nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu membuat praktik baik berdasarkan tayangan film pendek inspiratif yang didemonstrasikan melalui penyusunan scenario yang didiskusikan dengan anggota keluarga dan direalisasikan melalui kegiatan Market Day di sekolah.Sampel siswa diambil dari kelompok 1 kelas 4C SDN 198 Mekarjaya Kepala Sekolah sebagai monitoring independent yang mewawancara kelompok 1. Siswa kelompok 2 beserta bapak/ibu guru sebagai tim visiting.Setelah mengamati, dan memaknai sebuah film pendek inspiratif dari negara Thailand tentang kisah nyata seorang gadis cilik yang sukses menjual es nanas yang sebelumnya berkeinginan untuk membeli es krim tetapi tidak terbeli karena factor ekonomi.Kelompok 1 diwajibkan membuat video serupa dibantu anggota keluarganya dimulai dari menyusun skenario,menentukan tema market day,menjual produk di sekolah dan mempublikasikan video ke social Media oleh guru kelas.Kegiatan ini berhasil membentuk penguatan Pendidikan karakter yang bernilai Profil Pelajar Pancasila diantaranya Berakhlak mulia,Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Kreatif, bernalar kritis dan Belajar mandiri.Penelitian ini bersifat deskripsi kualitatif, Asesmen yang dinilai meliputi kognitif,afektif dan psykomotor , siswa juga terbentuk Pendidikan Karakter yang menjadi pondasi bekal untuk melanjutkan Pendidikan selanjutnya,output sekolah membentuk siswa dapat memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dan menghargai perjuangan orang tuanya.
Pedagogik Digital Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21
Rahayuningsih, Yayu Sri;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3433
Memasuki abad ke-21 perkembangan teknologi informasi semakin cepat, hanya dalam hitungan detik informasi dapat diterima dengan mudah. Perkembangan dunia Pendidikan pun semakin maju, seorang guru harus dapat mengikuti sesuai dengan tuntutan zaman. Guru bukan hanya sekedar memberikan materi pelajaran secara konvensional, namun seorang guru harus dapat menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran. Seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran terutama menggunakan teknologi. Namun, kenyataannya, guru di Indonesia belum sepenuhnya dapat memanfaatkan teknologi. Masih banyak guru yang ternyata belum siap dengan kedatangan teknologi tersebut. Padahal saat ini, semua aspek sudah menggunakan digitalisasi. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru pada abad ke-21 dengan penguasaan pedagogik digital. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu berupa kajian literatur, dengan mencari berbagai sumber kemudian menganalisanya. Hasil dari penelitian ini bahwa ternyata seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik digital agar guru tersebut dapat meningkatkan kompetensinya sesuai dengan pembelajaran abad 21. Diharapkan nantinya seorang guru dapat bersaing di tengah derasnya era digitalisasi.
Urgensi Pendidikan Kebudayaan untuk Karakter Siswa
Dewi, Dara Shintia;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3438
Keberhasilan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kemampuan warga negara, untuk meningkatkan sumber daya manusia sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan masyarakat menentukan lembaga pendidikan yang bermutu. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam kebudayaan yang dapat membentuk karakter siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian ini adalah seorang pendidik dapat mengajarkan dan mencontohkan sikap dan perilaku baik kepada siswa sejak dini, memiliki nilai budaya, karakter bangsa, perilaku religius budaya yang ditujukan kepada siswa agar dapat mengembangkan kebiasaan siswa tentang perilaku terpuji sehingga terbentuk karakter yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pendidikan karakter merupakan hal yang penting bagi pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter merupakan dasar pembentukan kepribadian bangsa yang berkualitas tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, persatuan, gotong royong, saling mendukung, menghargai orang, dan menghormati orang yang lebih tua.