p-Index From 2021 - 2026
15.317
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Bidan Prada Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia MEDISAINS Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Populasi JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Kesehatan Gigi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Management Analysis Journal Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Kesehatan Amerta Nutrition Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Pendidikan Almuslim Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements J-Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat (Indonesian Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Ekomaks : Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Community Development Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Berita Kedokteran Masyarakat Media Bina Ilmiah Jurnal Pendidikan Geosfer Eduvest - Journal of Universal Studies Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Jurnal Keperawatan Jurnal Pengabdian West Science Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Borneo Journal of Pharmacy Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Info Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN TERKAIT KESIAPAN PERUBAHAN STATUS PUSKESMAS BLUD HOLDING MENUJU BLUD MANDIRI DI KOTA PEKALONGAN Chriesma Revolaninggar; Chriswardani Suryawati; Sutopo Patria Jati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD holding menuju BLUD mandiri, faktor yang mendorong dan menghambat, serta strateginya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Informan adalah mantan Direktur BLUD Holding, Kepala Puskesmas. Kepala TU dan Bendahara dari Puskesmas Sokorejo dan Puskesmas Buaran, serta Dinas Kesehatan Kota Pekalongan. Data diperoleh menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian (1) Manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD Holding menuju BLUD Mandiri memiliki beberapa tahap, yaitu penetapan status UPT bagi 14 puskesmas, penetapan perwali, pencabutan status BLUD holding, dan penetapan puskesmas BLUD mandiri. Dari keempat tahap ini yang sudah dilakukan adalah penetapan status UPT dan pencabutan status BLUD holding, dan status BLUD Puskesmas; sementara perwali masih dalam proses. Kesiapan manajemen yang dilakukan mencakup SDM, anggaran, sarana dan prasarana, serta persyaratan BLUD. Dari kesiapan ini, yang sudah dilakukan adalah kesediaan SDM meskipun distribusi belum merata, anggaran yang bersumber dari luar masih terbatas, minimnya biaya pemeliharaan sarana prasarana, serta terpenuhi persyaratan administrasi. (2) Faktor yang mendorong dan menghambat manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD holding menuju BLUD mandiri meliputi regulasi, kelembagaan, SDM, anggaran, sarana prasarana, dan masyarakat. (3) Strategi manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD holding menuju BLUD Mandiri mencakup peningkatan koordinasi antara puskesmas dan dinas kesehatan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan meratakan distribusi tenaga kesehatan, meningkatkan cakupan kepesertaan JKN, dan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana (khususnya biaya pemeliharaan kesehatan).
ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS DOKTER PADA RSUD DR. H. SOEWONDO KABUPATEN KENDAL Tri Haryani Nur Liyana; Sutopo Patria Jati; Dodik Tugasworo Pramukarso
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.500

Abstract

Terjadinya turnover berupa pengunduran diri beberapa dokter dan ketidaktaatan dokter terhadap aturan-aturan yang ditetapkan di rumah sakit merupakan indikasi adanya penurunan loyalitas dokter. Dalam penelitian terdahulu disebutkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan diantaranya adalah kompensasi, motivasi, gaya kepemimpinan dan kepuasan karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis seberapa besar pengaruh kompensasi, motivasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan dan loyalitas dokter di RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui   pengisian kuesioner oleh 52 dokter yang bekerja di RSUD dr. H Soewondo Kendal ditambah data komposit dari SIMRS. Data yang terkumpul diolah dan diuji dengan menggunakan software Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, motivasi dan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dokter. Motivasi juga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas dokter. Kompensasi dan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas dokter. Kepuasan dokter kepuasan dokter tidak terbukti secara signifikan memediasi pengaruh kompensasi, motivasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap loyalitas dokter. Kata Kunci     : Kompensasi, Motivasi,  Kepuasan, Loyalitas, Dokter.
ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT DR. KARIADI SEMARANG TAHUN 2020 Naylul Izza Izza; Sutopo Patria Jati; Dodik Tugasworo Pramukarsa
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai implementasi manajemen risikopada Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang pada masapandemi COVID-19 ditinjau dari variabel-variabel yang ditemukan dalam studipendahuluan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang padaperiode Maret sampai dengan April 2021. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana data penelitian dianalisis secara deskriptif. Adapun teknik analisis datamenggunakan analisis narasi dan tringulasi data. Subjek penelitian yaitu 3 oranginforman yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Informan utama (key informan) dalam penelitian ini adalah Kepala Sub Bagian Komite Mutu. Sedangkan yang menjadi informan adalah Penanggung Jawab Program Manajemen Risiko dan perwakilan Instansi/Unit. hasil penelitian dan pembahasan berkaitan dengan implementasi manajemen risiko pada masa pandemic di IBS dapat diambil kesimpulan bahwasanya penilaain dari impelmentasi program manajemen resiko dinilai cukup optimal. Hal ini dikarenakan masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya seperti ketidak pahaman pegawai berkaitan dengan tentang manajemen risiko dimasa pandemi. Disamping itu sejak munculnya COVID-19 belum ada evaluasi yang berfokus pada manajemen risiko di rumah sakit. Selain itu, pemangku kebijakan sudah memiliki pemahaman baik, namun masih terdapat kendala sehingga memerlukan beberapa strategi. Selain itu, kendala berkaitan dengan pemantauan atau peninajaun berkala berkaitan dengan manajemen risiko adalah sistem review risk register belum terintegrasi dengan sistem Rumah Sakit. Sehinga dalam pemantauan dan hasil evaluasi yang dilakukan sub komite membuat E-sistem tersediri atau manual dari google shiff. Sedangkan untuk dimensi impelmentasi manajemen risiko lainnya sudah dinilai optimal, dimana seluruh pemangku jajaran Rumah Sakit ikut berpartisipasi dalam peningkatan manajemen risiko
Determinants of Reproductive Health Services Needs for Brides and Grooms in Brebes District Silfia Addina; Sri Achadi Nugraheni; Sutopo Patria Jati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.048 KB) | DOI: 10.22146/jkki.55887

Abstract

 The utilization of reproductive health services for brides and grooms is still far from the national target (80%), that is 15.8%. This service is deemed lacking in meeting the needs of the bride and groom with various factors. This study aims to analyze the factors that influence the need for reproductive health services for the brides in Brebes District. This research method is quantitative observational research with cross-sectional approach. The population of this research is all brides who have registered in all Religious Affairs Office in Brebes District are 528 people. Primary data were collected through interviews using a structured questionnaire with 165 respondents selected through cluster sampling techniques. Bivariate data analysis was performed by Chi-Square test and multivariate data analysis was performed by logistic regression test. The results of this study indicate that there is a relationship between sex, knowledge, norms and culture of the community, and service technology (p-value <0.05) with the reproductive health service needs for brides and grooms. Meanwhile, the level of education, attitudes, and risk factors are not related to the reproductive health service needs for brides and grooms (p-value> 0.05). The strongest factor affecting the reproductive health service needs for brides and grooms is knowledge (OR = 2.736, 95% CI = 1,383-5,414). The recommendations of this study are service providers conducting surveys and needs for reproductive health services for brides and grooms continuously, branding by involving community leaders and health cadres, and the use of service technology that is practical, interesting and not boring, and can be accessed wherever and whenever they are.
Apakah Pelaksanaan Program Jogo Tonggo di Dusun Pelem Kabupaten Rembang Efektif? Rizani Shofi; Sutopo Patria Jati; Ayun Sriatmi
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.61712

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Percepatan Penanganan COVID-19 Di Tingkat Rukun Warga (RW) Melalui Pembentukan Satuan Tugas (SATGAS) Jogo Tonggo. Desa Sendangasri merupakan salah satu desa di Kabupaten Rembang yang menerapkan Jogo Tonggo tepatnya di Dusun Pelem. Pada awal bulan Juli dilaporkan terdapat 1 kasus positif covid-19 di Dusun Pelem. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Jogo Tonggo hanya mencakup dua bidang, yaitu bidang kesehatan dan bidang sosial keamanan. Tidak optimalnya pelaksanaan jogo tonggo dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kurangnya komunikasi antar birokrasi dalam mensosialisasikan jogo tonggo, satgas belum memahami pedoman pelaksanaan program sehingga tidak mengetahui tugas, fungsi dan kewenangannya. Kewenangan pelaksana yang terbatas akibat tidak adanya SK serta adanya ketergantungan yang tinggi terhadap pemerintah desa dalam perencanaan program dan pemenuhan sumber daya.Regional Government of Central Java Province issued Instruction Number 1 of 2020 concerning Community Empowerment in Accelerating Handling of COVID-19 at the Rukun Warga (RW) through the Establishment of a satgas Jogo Tonggo. Sendangasri is  one of the villages in Rembang Regency, which implements Jogo Tonggo, precisely in Pelem Hamlet. In July, Pelem Hamlet has reported a positive case of Covid-19. This article is based on qualitative research with a descriptive approach. The results of this study indicate that the implementation of jogo tonggo in Pelem Hamlet covers two sectors namely the health sector and the social security sector. The implementation of jogo tonggo has not been running optimally due to lack of communication between the bureaucracy in socializing jogo tonggo program, the implementers does not understand the guidelines so they do not know their duties, functions and responsibilities. Limited authority of implementers because there is no organization decree. Theres is high dependence on village governments in program planning and fulfillment of resources.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT GIGI DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN UKGS (USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH) DI PUSKESMAS WILAYAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG Nining Ningrum; Laksmono Widagdo; Sutopo Patria Jati
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 2, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v2i02.1116

Abstract

TITLEAnalysis of factors influencing dental nurse performances in UKGS program among Puskesmas in public health department of Bandung DistrictABSTRACTIn Bandung District data showed that many students suffer from bleeding gums, dental caries in students tend to rise nearly 90% in elementary school students, the average incidence of dental caries occur in the age group 6-12 years with DMF-T = 2,7. Where as the target of Healthy Indonesia 2010 on caries incidence is not more than two. Not optimal oral health care in children aged 6-12 years (primary school age), showed that the performance of dental nurses in UKGS care services was not optimal.This study was an explanatory research with cross sectional approach. Data were collected by interview and observation. The number of samples is 50 dental nurses.The results showed that the performance of dental nurses in the implementation of the District Health Office UKGS in Bandung is only about 58.0% and that have a good performance is only 42.0%. Variables that are directly related to the performance of dental nurses in the implementation of UKGS are training, knowledge and motivation The variables most affect the dental nurse performance of the implementation UKGS was training (RP 20.931) means that dental nurse with a good level of 21 times likely to have a better performance compared to the dental nurse with less knowledge, and the most influential factor was training. Means that dental nurses who have high training will have 21 times better performance compared with dental nurses with low training in the implementation of UKGS. Key words : Performance, dental nurse at implementation, UKGS
Analisis Penyusunan Draf Panduan Praktik Klinis Pelayanan Radiologi di RRSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas Asri Indah Aryani; Sutopo Patria Jati; Tjahjono Kuntjoro
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.79 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.1.2016.1-10

Abstract

A clinical practice guideline is a procedure implemented by group of a profession referred to National Guideline of Medical Service made by organisation of profession and approved by Director of a hospital. In providing health services to patients, radiology service must refer to the clinical practice guideline that is available in its service. The aim of this study was to explain the process of draft arrangement of the clinical practice guideline of radiology service at Ajibarang Public Hospital in Banyumas District. This was qualitative research aimed at investigating the arrangement process of the clinical practice guideline of radiology service collected from various sources and informants at Ajibarang Public Hospital in Banyumas District. Data were collected using methods of indepth interview, observation, and literature review, analysed using content analysis, and presented descriptively combined with matrix of interview results. In addition, data presentation was supported by results of field observation and literature review. The results of this research showed that viewed from aspects of resources, there were any barriers as follows: radiologist did not involve in the arrangement process and there was lack of communication between radiographer and an arrangement team of the clinical practice guideline of hospital. On the other hand, there was no barrier in the aspect of tariff pattern. Tariff of INA- CBGs have been used in a program of National Health Insurance and implemented since 1 January 2014. In the aspect of evidence availability, arranged clinical practice guideline was based on literature and textbook. A format of arranged clinical practice guideline draft consisted of title of action procedure, definition, indication, contra-indication, preparation, action procedure, post action procedure, levels of evidence, levels of recommendation, reviewers, indicators of action procedure of radiographer, and references. In conclusion, the arrangement process of the clinical practice guideline had been well implemented. However, radiologist had not involved. Director’s decree about arrangement team of the clinical practice guideline at Ajibarang Public Hospital needs to be revised. Radiology service needs to accomplish and determine final draft of the clinical practice guideline.
Analisis Kesiapan Pelaksana dalam Menerapkan Program Pengendalian COVID-19 di Desa Meteseh Lelly Prakusya; Sutopo Patria Jati; Nurhasmadiar Nandini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.3.2020.127-135

Abstract

COVID-19 has become a global pandemic in 2020. As of May 25, 2020 there were 22,750 confirmed cases of COVID-19 in Indonesia. Prevention and control of COVID-19 needs to be carried out by the village government which is in direct contact with the community. Supported by the issuance of Permendes No. 6 of 2020 concerning the Implementation Regulations for the COVID-19 Response Village Program. Meteseh Village is one of the villages in Kendal Regency that has a risk of spreading COVID-19. This research is a qualitative descriptive study using in-depth interviews using purposive technique with informants selected based on criteria and literature study. The results show that the implementation of the COVID-19 Response Village Program in Meteseh Village has not been running optimally due to unclear implementation standards in related policies, limited human resource capacity in program planning and resource management, especially in the aspect of controlling COVID-19 and the community attitudes that do not apply health protocols influenced by social, economic, political conditions. Therefore, Meteseh Village is advised to increase the role of village midwives to provide education about the handling of COVID-19 to program implementers, increase the participation of health workers, religious leaders and community leaders in Meteseh Village to assist in handling COVID-19, continue to provide informations of COVID-19 and conduct evaluation activities of program implementation including make a complete written report about program implementation.
Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan di Provinsi Jawa Tengah Dalam Rangka Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional Endah Sri Lestari; Sutopo Patria Jati; Aris Puji Widodo
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.772 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.3.2016.222-231

Abstract

Evaluasi SIK bertujuan untuk memastikan SIK berjalan secara efisien, mampu mengumpulkan informasi yang relevan dan berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pemangku kebijakan. Hasil penilaian SIK sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kinerja SIK.SIK Provinsi Jawa Tengah merupakan sub sistem dari SIKNAS sehingga pengembangan SIK Provinsi Jawa Tengah akan berpengaruh terhadap penguatan SIKNAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi SIK di Provinsi Jawa Tengah dalam rangka Penguatan SIKNAS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subyek penelitian adalah 35 petugas SIK DKK dan enam petugas SIK Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan data kuantitatif melalui pengisian kuesioner, pengumpulan data kualitatif melalui FGD dan wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat Evaluasi SIK Provinsi yang merupakan modifikasi dari Assessment Tool HMN Versi 4.00. Modifikasi Assessment Tool HMN Versi 4.00 dilakukan dengan cara menghapus item pertanyaan yang tidak relevan dengan SIK di provinsi dan menambahkan item pertanyaan berdasarkan PP no 46/2016 tentang SIK. Hasil evaluasi terhadap tujuh komponen SIK, empat diantaranya dinilai “ada tapi tidak adekuat” yaitu komponen pengelolaan (54,7%), sumber daya (54,2%), sumber data (58%) dan manajemen data (41,3%). Sementara tiga komponen lainnya dinilai “adekuat”, yaitu komponen indikator (74,3%), produk informasi (71,3%) dan diseminasi dan penggunaan informasi (74,5%).Disimpulkan bahwa secara umum SIK Provinsi Jawa Tengah berada dalam kategori “adekuat”. Untuk meningkatkan pengelolaan SIK di Provinsi Jawa Tengah, direkomendasikan untuk membuat suatu standar tata kelola SIK sebagai acuan pengelolaan SIK di Provinsi Jawa Tengah. Evaluation of Health Information System (HIS) aimed at ascertaining the efficient implementation of HIS that could result relevant and high-quality information to be used as a basis of making a decision by a decision maker. The result of HIS assessment was needed to improve the HIS performance. HIS of Central Java Province was a sub-system of National Health Information System (NHIS) in which the development of HIS there would strengthen the NHIS. The aim of this study was to evaluate HIS in Central Java Province in order to strengthen NHIS. This was a descriptive-evaluative study using quantitative-qualitative approach. Research subjects were 35 HIS officers at District Health Office (DHO) and six HIS officers at Central Java Province Health Office. Quantitative data were collected by filling a questionnaire whereas qualitative data were collected by conducting FGD and indepth interview. Data analysis was performed using a software of Province HIS evaluation that was modified from Assessment Tool HMN version 4.00. Modification of Assessment Tool HMN version 4.00 was performed by deleting questions that were irrelevant with HIS at province and adding questions based on government regulation number 46/2016 about HIS. The results of evaluation of seven components of HIS, four of these seven components indicated “available but inadequate”, namely components of management (54.7%), resource (54.2%), data source (58%), and data management (41.3%). In contrast, three of these seven components were “adequate”, namely components of indicator (74.3%), information product (71.3%), and dissemination and use of information (74.5%). To sum up, generally HIS of Central Java Province was categorised as “adequate”. To improve HIS management in Central Java Province, a standard of HIS management needs to be made as a reference to manage HIS in Central Java Province.
Kebijakan Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan Penurunan Stunting di Kota Semarang Agus Samsudrajat S; Sutopo Patria Jati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.499 KB) | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.1-7

Abstract

Stunting dianggap masalah kronis jika prevalensinya 20% atau lebih. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 stunting Kota Semarang 21%, sedangkan 2016 hanya 16,5%. Peraturan Presiden 42/2013 tentang gerakan nasional percepatan perbaikan gizi mengarahkan pada penyelamatan seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) & penurunan stunting. Sedangkan Kota Semarang memilih untuk mengeluarkan Peraturan Daerah Keselamatan Ibu dan Anak (KIA). Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan penyelamatan 1000 HPK dan penurunan stunting di Kota Semarang.            Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan kualitatif secara deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan utama adalah tujuh informan dari instansi pemerintah tingkat kota. Informan triangulasi terdiri dari lima informan instansi tingkat kota dan kecamatan. Analisis penelitian menggunakan analisis segitiga kebijakan yaitu content, contex dan process.            Hasil penelitian secara content perda KIA belum fokus pada upaya 1000 HPK dan stunting. Konten Perda KIA lebih fokus dan dominan mengatur upaya intervensi spesifik terkait pelayanan kesehatan. Sedangkan sektor non kesehatan untuk intervensi sensitif belum banyak diatur dan masuk ke Perda. Upaya penyelamatan 1000 HPK dan stunting ditemukan pernah dibahas dalam kajian Rencana Aksi Daerah (RAD), tetapi tidak tuntas. Secara context politik, ekonomi dan sosial budaya, perda KIA belum fokus, tidak berhubungan langsung, dan belum melibatkan semua intervensi untuk penyelamatan 1000 HPK dan stunting. Secara process baik formulasi hingga evaluasi perda KIA belum melibatkan semua lintas sektor, memasukan dan mengevaluasi intervensi sensitif dan spesifik non kesehatan yang bermuara pada 1000 HPK dan stunting. Kebijakan 1000 HPK dan penurunan stunting sudah diarahkan kepada kajian RAD, tetapi belum ada koordinasi lintas sektor dan kajian berhenti di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang.
Co-Authors Abdi, Imanul Abdul Aziz Aditya Kusumawati, Aditya Agnes Melissa Agung Purwanto Agus Budiono Agus Samsudrajat. S Agus Suwandono Aileen, Sophie Akha Pratila Sari Aminarto, Bambang Amni Zarkasyi Rahman, Amni Zarkasyi ANDRI PURNOMO Ani Margawati Anindya, Prakasita Artha Anna Mieke Anneke Suparwati Anneke Suparwati Annisa Pratiwi, Annisa ANNISA RAHMAWATI Annisa Rakhmaningtyas Annisa, Viona Antarini Antarini Antarini Antarini, Antarini Antono Suryoputro Antono Suryoputro Anwar, Choiroel Apoina Kartini Ari Setiawan Arinta Riza Andriani Aris Puji Widodo Aris Puji Widodo Aris Sugiharto Ariyani, Ima Armunanto, Armunanto Arnita Sofianingrum Aryani, Asri Indah Asfiya, Nissa Atul Atik Mawarni Aulia Ika Pratiwi Ayu Aztuty Tanjung Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Bagus Ronggonundarmo Bagus Widjanarko Baju Widjasena Bernadeta Lintang Hardy Bernadeta Lintang Hardy Bintang Agustina Pratiwi Budiyanti, Rani Tyas Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Cahyaningsari, Brillian Ayu Chriesma Revolaninggar Cika Hanjani Pratiwi Cindi Widia Lestari Dahlan, Muslih Desi, Nina Maria Deviana, Dika Dewi, Eltanin Kumala Dhwi Ba diya Maulina Ikhsani Dian Nursanti Dina Septiyanita Pratiwi Dodik Tugasworo Pramukarso Dodik Tugasworo Pramukarso Dyah Ayu Oktavia Edy Dwi Purwanto Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Elsa Febrie Alvianitasari Endah Sri Lestari Epi Saptaningrum Falentine Lidya Telussa Fani Alizi Ilmifaluthi Fanny, Nabilatul Farid Agushybana Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Feby Rahmawati, Feby Feliana Mirnawati Fiany Dharyanti Firman Firman Fitri Aviana Fitria, Candra Tyas Nur Friska, Erlin Guesthi Lunes Mutiara Cintha Handayani, Novia Handayani, Novia Hanun, Hafida Zahara Hapsari, Ika Sulistyaningrum Hardi Warsono Harisa Laraswatie Hartuti Purnaweni Hendra Teguh Setiawan Hendro Nurcahyo Hendro Sucipto Hidayat Waluyo Ika Sulistyaningrum Hapsari Ike Johan Prihatini Iksaruddin, Iksaruddin Imawan, Satria Aji Indah Mutiara Puspita Sari Indah Widiastuti Indriani, Cynthia Rizky Inggita Raiesa Rahmi Inna Maulina Intan Dewi Kumalasari Intan Dewi Kumalasari Intan Hardian Putri Irena Intania Irianti, Gita Febri Ismayanti Ismayanti Johanes Sugiarto Juwita Pratiwi Kaminang, Megawati Ayu Zharani Kartini Pekabanda Khansa Maghfira Djatnika Khasna Fikriya Kholidah, Miskiyatul Kristie Hapsari Primaharini Kusworo Adi Laksmono Widagdo Lathifah Safaatul Uzhma Lelly Prakusya Lestari, Ayu Fina Linda Meliati Lisnia Sari Loveloi Putri Sihanari Lucia Ratna Kartika Wulan Luluk Andani M. Choiroel Anwar Mahalul Azam Maharani, Virgi Mayang Manja Mania Mariyana, Kristin Martha Irene Kartasurya Martini Martini Martini Martini Masrifan Djamil Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Matsna Haniifah MC. Inge Hartini Meitrika Damayanti Melati, Ayu Sekar Meytri Saraswati Moh Syarofil Anam Mohammad Zen Rahfiludin mufakhhir, Abdulaziez Muh. Ridha Setiawan Salam Muhammad Azinar Muhammad Farras Razin Perdana Muhammad Mukhlis Sujudi Mumpuni Sari Kusumastuti Murdiati, Ari Muslihin, Muslihin - Mustikowati, Mutia Galuh Muthmainnah M, Muthmainnah Mya Rosiana Naintina Lisnawati Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar Nanik Sulistyorini Nanik Sulistyorini Naylul Izza Izza Ni Made Deviana Widiantari Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nimas Ariyani Damayanti Nining Ningrum Nissa Kusariana Nofa Martina Ariani, Nofa Martina Noor Fadhilah Dyah Anggraini Nufika Fatasyadhuha Nur Endah Wahyuningsih Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Nurlita Putri Apriliani Nurul Fajriah Nurul Fajriah Nurul Hidayati kusumastuti Onny Setiani Ossie Happinasari Paramesthi, Prasasya Pramono Apriawan Wijayanto Pramono Apriawan Wijayanto Puteri Inandin Nabiha Putri Asmita Wigati Putri, Intan Hardian Putri, Sefira Salsabila Rabiatul Amaliah Hariadi Rahmasari, Annisya Aulia Rahmi Rahmi Rani Tiyas Budiyanti Rapotan Hasibuan Rasipin Rasipin Ratna Murpratiwi Ratnawati, Misrina Retno Hestiningsih Reza Fadly, Teuku Riama Haposanita S. Risdanti, Syafira Ristiyana, Lia Sarita Rizani Shofi Rochwati, Siti Romdhonah Romdhonah Ronald Mahudin Rosalia, Marcheda Rahma Rosanti, Aan Runjati Salma Salma salnia salnia Sandyaga Ghaffar Purwanto Sari, Emy Novita Sarsintorini Putra Septo Pawelas Arso Septyana Fauzy Shabika Imany Putri Wiguna Shinta Trinovia Kumalasari Shofiyana Shofiyana Silavati, Yuni Adhita Silfia Addina Sinaga, Ong Felin Siti Raihanah Soakakone, Minnalia Sri Achadi Nugraheni Sri Isroyati Sri Maryati Sri Maryati Sri Suwitri Sri Yuliawati Suci Aull Radian Sudarmono sudarmono Sudiro Sudiro Sugiarto, Puput Suhardi S Suhartono Suhartono, Suhartono Sulianti Rosianna Sihotang Surjoputro, Antono Suryawati, Chriswarandi Suryosaputro, Antono Susanti susi yanti Syafira Risdanti Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Tasia Deastuti Tika Purbadiyanti Pranata Titik Handayani, Titik Tjahjono Kuntjoro Tjahjono Kuntjoro Tomi Konstantia Setiaji, Tomi Konstantia Tri Haryani Nur Liyana Tri Wardhani, Ria Trianita Eka Pamundhi Triastuti, Akyuning Una Zaida Untung Sujianto Vannisa Fandyar Maulidhika Viona Febya Pangestika Virgi Mayang Maharani Virgi Mayang Maharani Wibowo, Dony Kurniadi Wijaya, M. Indra Hadi Wijayanto, Pramono Apriawan Wildan Nur Aiman Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yanti, Ni Luh Devi Yoga Dwi Ardianto Yudhy Dharmawan Yulia Elesta Nitbani Yuliani Setyaningsih Yulianto Prabowo Yuliastuti, Ika Kurnia Yuni Adhita Silavati Zahroh Shaluhiyah Ziaurrahmi, Ziaurrahmi