Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECTIVENESS OF ICT-BASED PROBLEM BASED LEARNING IN IMPROVING HOTS FEHABUTAR, DALIANA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to describe the effectiveness of ICT-based Problem Based Learning in improving HOTS learners. This type of research is pre experimental design consisting of two experimental class with the same treatment. The analysis technique used is the paired t test to test differences in the pre-test and post-test, n-gain analysis to look at the criteria for the increase in value, as well as independent t test to see the average gain consistency both experimental classes. ICT-based PBL models is effective when the value of the post-test was higher than the pre-test, the average value of n-gain minimal medium category, and the average gain of both the experimental class is no different. The conclusion of the research is ICT-based Problem Based Learning is effective in improving HOTS.Keywords: Problem Based Learning, ICT, HOTS. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan Problem Based Learning berbasis ICT dalam meningkatkan HOTS peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experimental design yang terdiri dari dua kelas eksperimen dengan perlakuan yang sama. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t berpasangan untuk menguji perbedaan nilai pre-test dan post-test, analisis n-gain untuk melihat kriteria peningkatan nilai, serta uji t independent untuk melihat kekonsistenan rata-rata gain kedua kelas eksperimen. Model PBL berbasis ICT dikatakan efektif apabila nilai post-test lebih tinggi daripada nilai pre-test, nilai rata-rata n-gain minimal berkategori sedang, dan kedua rata-rata gain kedua kelas eksperimen tidak ada beda. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan analisis, model PBL berbasis ICT efektif dalam meningkatkan HOTS Peserta didik.Kata kunci: Problem Based Learning, Berbasis ICT, HOTS.
HIGH SCHOOL STUDENTS PROFILE OF MISCONCEPTION IN ROTATIONAL DYNAMICS WAHYU KURNIAWAN, YONDA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to describe student?s profile of misconception on rotational dynamics before and after remidial instructions using beach ball discussion learning model. This research used pre-experimental design with one-group pre-test post-test design. Subjext of this research is 21 science class student in Lamongan, Indonesia. Before the instruction conduct, three-tier diagnostic test formatted pre-test is given to reveal student misconceptions profile. Physic instructions using beach ball discussion learning model then conducted. After the instructions, the same diagnostic test formatted was given as post-test. Collected data then analyzed to describe student misconceptions profile before and after the instructions. The result show that before the instructional there are misconception students got as average in every concept, after the instructions, misconceptions was reduced. Keywords : Misconception, Remidial, Rotational Dynamics Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa pada materi dinamika rotasi sebelum dan sesudah pembelajaran remidial dengan model diskusi tipe beach ball. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan one-group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas XI MIA di Lamongan, Indonesia. Sebelum dilakukan pembelajaran, siswa diberi pre-test berupa tes diagnostik miskonsepsi bertipe three-tier untuk mengetahui profil konsepsi awal siswa. Setelah dilakukan pre-test, pembelajaran remidial dengan model diskusi tipe beach ball dilaksanakan. Setelah pembelajaran dilaksanakan, siswa diberi post-test berupa tes diagnostik yang sama dengan pre-test. Data yang terkumpul dianalisis untuk mendeskripsikan profil konsepsi siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran remidial secara rata-rata siswa mengalami miskonsepsi di setiap konsep dan setelah pembelajaran dilaksanakan jumlah miskonsepsi yang dialami siswa berkurang. Keywords: Miskonsepsi, Remidial, Dinamika Rotasi
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PUTRI AYU ANDIRA, DINDA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran guided-inquiry dengan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Optik Geometri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian true-experimental dan desain penelitian menggunakan control group pre-test and post-test design, dengan subyek penelitian sebanyak 96 peserta didik. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa (i) Keterlaksanaan pembelajaranKdengan menerapkan model pembelajaran GuidedIInquiry pada kelas eksperimen 1 dan model pembelajaran ProblemIBased Learning di kelas eksperimen 2 berada pada kategori sangat baik. (ii) Terdapat perbedaan peningkatan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2, dan kelas kontrol, dengan n-gain berturut-turut sebesar 0,37 (berkategori sedang), 0,47 (berkategori sedang) dan 0,23 (berkategori rendah) (iii) Model pembelajaran problemKbased learning lebih efektif dibandingkan dengan modelLpembelajaran guidedKinquiry dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materiIOptik Geometri. Kataikunci: Guided Inquiry, Problem Based Learning, Keterampilan Berpikir Kritis. Abstract This research aims to describe the effectiveness of the increase in critical thinking skills among teaching model guided-inquiry learning model of problem-based learning that is given to students the geometry of optical material. Type of research is descriptive quantitative research, methods and the true-experimental research design using a control group pre-test and post-test design, the study subjects were 96 learners. Based on data analysis can be concluded that (I) implementation learning by implementing Guided Inquiry learning model the experimental class 1 and the learning model Problem Based Learning in the experimental class 2 provide results that are in the very good category (ii) There are differences in the increase in critical thinking learners experimental class 1, class 2 experimental and control classes, with n-consecutive gain of 0.37 (medium category), 0.47 (medium category) and 0.23 ( low category) (iii) learning model of problem-based learning is more effective than the guided inquiry learning model in improving critical thinking skills of students in Geometry Optics material. Keywords: Guided Inquiry, Problem Based Learning, Critical thinking Skills.
PENINGKATAN LITERASI SAINS SISWA SMA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH ARDININGTYAS, DEVIA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil peningkatan literasi sains, model pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan literasi sains, keterlaksanaan pembelajaran, serta respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran berdasarkan masalah, dan konvensional. Jenis penelitian ini true-experimental dan desain controligroupipre-testiand post-test, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 108 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan literasi sains siswa kelas eksperimenj1, kelas eksperimenj2, dan kelas kontrol, setiap kelas dapatjmeningkatkan kemampuan literasijsains siswajsecara signifikan pada ? = 5% dengan n-gain berturut-turut sebesar 0,51; 0,60; dan 0,29. Modeljpembelajaran inkuiri terbimbing dan modeljpembelajaran berdasarkan masalahjefektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa, sedangkan konvensional tidak efektif. Tetapi model pembelajaran berdasarkan masalah lebih efektif daripada inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen 1, kelas eksperimenj2,jdan kelasjkontrol memberikan hasil berada pada kategori sangat baik. Siswa memberikanjrespon positifjterhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran berdasarkan masalah, tetapi siswa memberikan respon yang negatif terhadap penerapan pembelajaran konvensional. Kataikunci: literasi sains, inkuiri terbimbing, pembelajaran berdasarkan masalah. Abstract This research aims to describe the results of increasing science literacy, more effective learning models to improve science literacy, the implementation of learning, and student responses due to implementationjofjguidedjinquiry,jproblemjbased learning, and conventional. The research uses true-experimental andjcontrol group pre-testjandjpost-testjdesign, apply to 108 students. This result show that there are differences in the increase in science literacy of students in the experimentaljclassj1, experimentaljclassj2jandjcontroljclass, each class can significantly increase science literacy skills at ? = 5%, with n-gain in a row of 0,51; 0,60; and 0,29. Guided inquiry and problem based learning are effective tojimprove students science literacy skills, while the conventional is ineffective. But, problem based learning are more effective thanjguidedjinquiry tojimprovingjstudentsjscience literacyjskills. The implementation ofjlearning in the experimental class 1, experimental class 2, and control class gave results that with a very good category. Students respond positively to the application ofjguidedjinquiryjand problem basedmlearning, butmstudentsmrespond negatively to the application of conventional learning. Keywords: science literacy, guided inquiry,jproblemjbasedjlearning.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK ALAT– ALAT OPTIK BR, Nahdia Rupawanti; Jatmiko, Budi; Kardi, Soeparman
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1265-1272

Abstract

This Research aimed at developing instructional learning materials, particularly Optical Equipments, based on Learning Cycle 5E to facilitate the student?s Critical Thinking. The research?s subjects are developing instructional learning materials and students of grade XI in Islamic Senior High School Darul Istiqomah, Bojonegoro. The study used Dick?s and Carey?s model. The developed instructional learning material is tryouted using one group pretest-posttest design in the classroom. The study?s data analysis used descriptive quantitative technique and descriptive qualitative technique. The results are obtained: developing instructional learning material validity are generally categorized as valid; RPP performing is well; the dominant activity is observation; students also have positive responses to learning model; student?s critical thinking increases. The Obstacles encountered during learning is the time required to carry out learning activities exceeds from predetermined time. Based on the findings and results, it is concluded that the instructional learning materials of Learning Cycle 5E are feasible to facilitate the student?s Critical Thinking. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berdasarkan model Learning Cycle 5E pokok bahasan alat ? alat optik untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa yang layak. Subjek penelitian adalah perangkat pembelajaran dan siswa kelas XI di MA Darul Istiqomah kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Dick and Carey. Uji coba hasil pengembangan perangkat dalam pembelajaran di kelas menggunakan one group pretest-posttest design. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualititatif. Temuan dari hasil penelitian ini yaitu: Validitas perangkat pembelajaran dinyatakan valid, keterlaksanaan RPP berkategori baik; aktivitas siswa paling dominan selama pembelajaran adalah melakukan pengamatan; respon siswa terhadap pembelajaran model Learning Cycle 5E dinilai baik; kemampuan berpikir kritis siswa meningkat. Kendala yang ditemui selama pembelajaran adalah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran melebihi waktu yang telah dialokasikan. Berdasarkan pembahasan hasil dan temuan-temuan, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model Learning Cycle 5E yang telah dikembangkan pada materi alat ? alat optik, layak dipergunakan untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARA IPA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN STRATEGI TALKING CHIPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Rahmawati, Lukluk; Jatmiko, Budi; Raharjo, Raharjo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p968-974

Abstract

The purpose of this research to produce science learning material by using cooperative learning model STAD and talking chips strategy that valid, practical, and effective to improve learning outcomes of  junior high school student?s. The development of learning material use the 4D model and was tested at junior high school students class VIII A, VIII C, and VIII F with One Group Pretest-Posttest Design. The data collection used observation method, test, and quetionnaires. Descriptive data analysis of quantitative-qualitative results are: (1) Learning material on terms of a valid category of: (a) Validation of the instruments very good category (3,78), (b) Readability of book (92,9%) and worksheets (95,18%) are easier category for student?s; (2) Learning material on terms of practical category in: (a) Feasibility of instruction good category, (b) Obstacles for learning can be overcome; (3) The learning material effectiveness on terms of: (a) The response of student?s positively (96,3%), (b) Student?s activity is active category, (c) Student?s learning achievement increased the average of N-Gain 0,71 with high category. The analysis results of  statistic suggests that there is a difference between the learning outcomes before and after implementation of STAD cooperative models with talking chips strategy. The conclusion of this research that the model of cooperative learning STAD with talking chips strategy are eligible to improve learning achievement of junior high school student?s. The implications of this research are becoming students more daring to express opinions and be able to improve student learning outcomes of knowledge competence. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA model kooperatif tipe STAD dengan strategi talking chips yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4D dan diujicobakan pada siswa SMP kelas VIII A, VIII C, dan VIII F dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Analisis data secara deskriptif kuantitatif-kualitatif dengan hasil : (1) Kevalidan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Hasil validasi perangkat berkategori sangat valid (3,78), (b) Keterbacaan BAS (92,9%) dan LKS (95,18%) berkategori mudah dipahami oleh siswa; (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Keterlaksanaan RPP berkategori baik, (b) kendala-kendala selama pembelajaran dapat diatasi; (3) Keefektifan ditinjau dari: (a) Respon siswa positif (96,3%), (b) Aktivitas siswa kategori aktif, (c) Hasil belajar siswa kompetensi pengetahuan meningkat dengan rata-rata N-Gain 0,71 berkategori tinggi. Hasil analisis uji statistik menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara sebelum dan sesudah penerapan model kooperatif tipe STAD dengan strategi talking chips. Simpulan penelitian ini, bahwa perangkat pembelajaran IPA model kooperatif tipe STAD dengan strategi talking chips yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP. Implikasi penelitian ini adalah siswa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kompetensi pengetahuan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN ALAT SEDERHANA UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS Tangke Allo, Alberto Yonathan; Jatmiko, Budi; Agustini, Rudiana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p769-778

Abstract

The purpose of this research is produce physics instructional materials based-on guided discovery model using simple equipment with criteria:  valid, practical, and effective to reduce Senior High School students? misconceptions in static fluid. The development of instructional materials used four-D model and tested to three class are class X-2, class X-3, and class X-4 and involved 90 students at SMAN 19 Surabaya, second semester in academic year 2013/2014 with one group pretest ? posttest design. The data collected include data instructional materials validation, data implementation of learning, data learning outcome, student?s activity data, student?s responses data, and data of documentations. The data analysis techniques used are: 1) quantitative descriptive analysis among others: completeness indicator, learning outcome, and reduction misconceptions. 2) analysis CRI among others: intensity misconceptions and reduction potential misconceptions. 3) analysis statistic parametric among others: normality test, homogeneity test, and paired t-test. The results of this research are: 1) the validity of instructional materials to develop is invalid category; 2) the instructional materials practicality in terms of: textbook students and exercise book students; the instructional materials in terms of a very good category; 3) the instructional material effectiveness in terms of: (a) mastery learning of classical 100%; (b) reduction misconception the same as lowering misconception, the average result of students misconceptions reduction were  class X-2 average 59,92%, class X-3 average 24,52%, class X-4 average 32,50%; and (c) the students? responses to instructional materials are very positive. It?s conclusion that the instructional materials through guided discovery learning model using simple equipment are valid, practical, and effective so worthy to reduce Senior High School Students misconceptions in static fluid materials. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika model guided discovery learning dengan menggunakan alat sederhana yang memenuhi kriteria: valid, praktis, dan efektif sehingga layak untuk mereduksi miskonsepsi siswa SMA pada materi fluida statis. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan four-D model dan diujicobakan pada tiga kelas yaitu kelas X-2, kelas X-3, dan kelas X-4 dengan jumlah siswa seluruhnya sebanyak 90 siswa di SMA Negeri 19 Surabaya semester genap tahun ajaran 2013/2014 dalam bentuk one group pretest?posttest design. Data-data yang dikumpulkan berupa data validasi perangkat pembelajaran, data keterlaksanaan pembelajaran, data hasil belajar, data aktivitas siswa, data respons siswa, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan antara lain: 1) analisis deskriptif kualitatif meliputi: ketuntasan indikator, hasil belajar, penurunan miskonsepsi. 2) analisis CRI meliputi: intensitas miskonsepsi dan penurunan potensi miskonsepsi. 3) analisis statistik parametrik meliputi: uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; 2) kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari: keterbacaan BAS dan LKS berkategori tinggi, keterlaksanaan pembelajaran berkategori baik; 3) keefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) ketuntasan klasikal semua kelas mencapai 100%; (b) reduksi miskonsepsi merujuk pada penurunan miskonsepsi yang dialami oleh rata-rata siswa kelas X-2 mencapai 59,29%, kelas X-3 mencapai 24,52%, kelas X-4 mencapai 32,50%;  dan (c) respons siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran sangat positif.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika model guided discovery learning menggunakan alat sederhana yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan sehingga layak digunakan untuk mereduksi miskonsepsi siswa SMA pada materi fluida statis.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS Wicaksono, Iwan; Jatmiko, Budi; Prastowo, Tjipto
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n2.p518-524

Abstract

This study aims to describe the validity, practicality, and effectiveness of physics learning material based on a 5E learning cycle model to improve student?s understanding in static fluid. Model had the best of guide student?s through the stages of learning. the development of research learning using a modified 4-D model Thiagarajan (no disseminate is required) and one group pretest-posttest design. Research had done in class X SMAN 16 Surabaya Academic Year 2013/2014. Data collection techniques using observation, test, and questionnaire. Analysis using quantitative and qualitative descriptive. The results of  this research are as follows: 1) the validity of RPP is found to be 3.9 which is categorized exellent, BAS is calculated 3.7 clasified exellent, LKS is calculated 3.8 clasified exellent, the legibility of BAS is found to be 74% which is categorized high, the legibility of LKS is found to be 77% which is categorized high, the difficulty of BAS is found to be 27% which is categorized easily, the difficulty of LKS is found to be 26% which is categorized easily; 2) the practicality of learning a feasibility is calculated 95% clasified exellent and learning implementation constraints that arise when students understand the experiment steps; 3) the effectiveness of learning, an improved student understanding happens to the majority of respondents (33 out of 35 students) in every class test; of 14 student activities observed, it is found that 80% fits into an adequate or good category and the remaining requires futher treatment, and positive student response to learning. Based on the research results three class are consistent, it can be concluded that the developed learning material on the based of a 5E learning cycle model to improve student?s understanding is appropriate that it can be applied in learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 5E untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis. Keutamaan model ini membimbing siswa melalui tahapan-tahapan pembelajaran. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan untuk mengembankan perangkat pembelajaran menggungakan model 4-D oleh Thiagarajan (tahap disseminate tidak dilaksanakan) dengan rancangan ujicoba one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di kelas X SMAN 16 Surabaya pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, pemberian tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil-hasil penelitian meliputi: 1) validitas perangkat pembelajaran, di mana nilai validasi RPP sebesar 3,9 berkategori sangat baik, BAS sebesar 3,7 berkategori sangat baik, LKS sebesar 3,8 berkategori sangat baik; keterbacaan BAS sebesar 75% berkategori tinggi, keterbacaan LKS sebesar 77% berkategori tinggi; tingkat kesulitan BAS sebesar 27% berkategori mudah, tingkat kesulitan LKS sebesar 26% berkategori mudah; 2) kepraktisan perangkat pembelajaran, di mana keterlaksanaan pembelajaran sebesar 95% berkategori sangat baik dan kendala pelaksanaan pembelajaran yang muncul saat siswa memahami langkah-langkah percobaan; 3) keefektifan perangkat pembelajaran, di mana peningkatan pemahaman konsep siswa pada  mayoritas responden (33 dari 35 siswa) di setiap kelas uji; dari 14 butir aktivitas siswa yang diamati ditemukan sekitar 80% berkategori cukup baik atau baik dan sisanya masih membutuhkan penanganan lebih intensif, serta respons siswa positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil-hasil penelitian ketiga kelas yang konsisten, maka disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 5E untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis layak digunakan sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMP BERBASIS SIMULASI VIRTUAL DAN KIT SEDERHANA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN KOOPERATIF UNTUK MENGAJARKAN KETERAMPILAN PSIKOMOTOR DAN AFEKTIF PADA POKOK BAHASAN ALAT OPTIK Prihatiningtyas, Suci; Prastowo, Tjipto; Jatmiko, Budi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p135-141

Abstract

The aim of this research is to develop learning physics based on virtual simulation and simple KIT by combined direct instruction and cooperative learning model device to teaches psychomotor and affective skills students at optical topic. The research subject is a physics instruction package that was developed using the 4-D model and applying One Group Pretest-posttest design for the test model. The study conducted in the second semester of the school year 2012/2013 at the class VIII MTs Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik. The results showed that the validity of the instruction package in good categories and feasible to use in learning. The readability level of textbook is medium category, implementation of lesson study is good, Student activities are more dominant is the experiments with PhET simulations and simple KIT. Psychomotor learning outcomes after physics instruction package implemented is able to solve learning outcomes of students. For affective learning outcomes, students' social skills in working more dominant than ask and be a good listener. The response of the students towards learning is positive responses. Obstacles encountered during the learning is associated with time of learning and students' skills in presentation and discussion. Based on the findings above, it can be concluded that the instruction package developed feasible to use in learning to teache psychomotor and affective skills students at topic optical in junior high school.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (developmental research) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis simulasi virtual dan KIT sederhana dengan menggunakan model pembelajaran langsung dan kooperatif untuk mengajarkan keterampilan psikomotor dan afektif siswa pada pokok bahasan alat optik. Subjek penelitian ini adalah perangkat pembelajaran fisika berbasis simulasi virtual dan KIT sederhana dengan model pembelajaran langsung dan kooperatif pokok bahasan alat optik yang dikembangkan menggunakan model 4-D dengan model ujicoba One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2012-2013 kepada siswa kelas VIII MTs Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas perangkat pembelajaran berkategori baik. Tingkat keterbacaan buku ajar siswa termasuk dalam kategori sedang. Keterlaksanaan RPP berkategori baik. Aktivitas siswa yang dominan adalah kegiatan percobaan dengan simulasi PhET dan KIT sederhana. Hasil belajar psikomotor siswa setelah melalui tahap penerapan pembelajaran berbasis simulasi PhET dan KIT sederhana menggunakan model pembelajaran langsung dan kooperatif dapat menuntaskan hasil belajar seluruh siswa. Untuk hasil belajar afektif, kemampuan sosial siswa dalam bekerjasama lebih aktif. Respons siswa terhadap pembelajaran memberikan respons positif. Kendala yang dijumpai selama KBM berhubungan dengan alokasi waktu pelaksanaan KBM dan kemampuan siswa dalam presentasi serta diskusi. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa perangkat yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran untuk mengajarkan keterampilan psikomotor dan afektif siswa.
LEARNING PHYSICS PBL MODEL USING CONTEXTUAL APPROACHES TO IMPROVE STUDENT HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) EKA VIRDIYANTI, FEZYLIA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Higher Order Thinking Skills (HOTs) are the thinking skills needed in the 21st century and in the era of the industrial revolution 4.0. This research aims to describe the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model with a contextual approach to physics learning to improve students HOTs. This research is Pre Experimental by using pre-test and post-test design. The research sample was 86 students of class X state senior high school in Surabaya, Indonesia in the odd semester of the academic year 2019/2020. This research sample, divided into 3 (three) classes of the same experiment. Before learning physics using the PBL model with a contextual approach, all students in all three classes were given a first test (pre-test), and after the same study, all students in the three classes were again given a final test (post-test) with test material the same one. Data that has been collected is then analyzed using n-gain calculations, paired t-tests, and analysis of variance (Anova). The results showed that after applying physics learning using PBL models with a contextual approach, students HOTs scores increased significantly at alpha 5%, with average n-gain categorized as moderate, and consistent (not different) in all three experimental classes. So it can be concluded that learning physics using PBL models with an effective contextual approach can improve students? HOTs. Thus, to improve students? HOTs, PBL model learning can be used with a contextual approach. Keywords: PBL, Kontekstual, HOTs
Co-Authors Adi Jufriansah Al Amin, Rouf Alhusni, Hanan Zaki Ali Hasbi Ramadani ARDININGTYAS, DEVIA Arfiati Ulfa Utami Arivi, Maharani Agustina Arrahmat, Mohamad Wahdiansyah Arzak, Kirana Aureola Bakkara, Hasanuddin Bambang Hariadi Bergsma, Lindsay N. Binar Kurnia Prahani Bohlen Purba, Charles BR, Nahdia Rupawanti Bunyamin, Muhammad Abd Hadi Citra, Nina Fajriyah DAMAYANTI, FRANSISKA Diah Hari Kusumawati Dian Sari, Agung Suci Dwikoranto EKA VIRDIYANTI, FEZYLIA ELOK SUDIBYO ENDANG SUSANTINI Erlina, Nia EVA SETIAWATI, WIWID FEHABUTAR, DALIANA Fitria, Triyuni Fitriana Eka Sari Nurwiyati Hariyono, Eko Hidayat, Thamrin Himmah, Rif'atul Husni Mubarok Imam Supardi Julianto Lemantara Kardi, Soeparman Kohar, Soelastri Kurtulus, Muhammed Akif Lestari, Nurita Apridiana Lintangesukmanjaya, Rahmatta Thoriq M. Ansor Anwar M. J. Dewiyani Sunarto Madlazim Madlazim Maimon Sumo Miftakhul Ilmi Suwignya Putra Mita Anggaryani Moniz, Joana Paula Gerabella da Costa muh. Tawil Muhammad Habibbulloh MUNASIR Mundilarto Mundilarto Nadi Suprapto Najib, Nasa Neswary, Shalsa Billa Ardhana Ni’mah, Vika Luthfiyatun Noly Shofiyah Nugroho, Yuli Sutoto Nur baity Oka Saputra PRASETYO, ERWIN Pristianti, Mila Candra PUTRI AYU ANDIRA, DINDA Qotrunnada, Nova Allysa R Rosyid Raharjo Raharjo Rahmawati, Lukluk Rahmayani, Alfiana Rai Sujanem Rohmah, Nur Lailatur Rosmiati Rosmiati Rosyid, Rosyid Rudiana Agustini Rusli, Muh. Aqil Safitri, Shabrina Safitri, Wahyu Inda Saiyidah Mahtari Sapari, Hidayat Saphira, Hanandita Veda Satriawan, Muhammad Shoffan Fatkhulloh Sri Poedjiastoeti Suci Prihatiningtyas SULISTYO YULIA PUTRI, SHINTA SULIYANAH SULIYANAH Supardi, ZA Imam Suprianto Suprianto Susanti, Weni Tan Amelia Tangke Allo, Alberto Yonathan TITIN SUNARTI Tjipto Prastowo Tri Sagirani Umar, Bahariyah Utama Alan Deta VERONIKA FATMA UTAMI, DENIS Wahono Widodo WAHYU KURNIAWAN, YONDA Wardani, Cindy Adelia Wicaksono, Iwan Wijayanti, Nanda Yaumie, Savana Nisva YOPI PUTRA, LINGGA Z. A. Imam Supardi Z.A. IMAM SUPARDI ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI Zulkarnaen Zulkarnaen