Claim Missing Document
Check
Articles

HISTOPATHOLOGICAL OF STRIPED CATFISH (Pangasianodon hypophthalmus) REARED IN DIFFERENT SALINITIES Riswan, M; Syawal, Henni; Tang, Usman M; Effendi, Irwan; Kurniawan, Ronal; Wahyuni, Sri; Putri, Mega Novia
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.1.1-6

Abstract

This study aimed to discover the effects of different salinities on histopathological Pangasianodon hypophthalmus. The method used is experimental by applying a completely randomized design (CRD) with four treatments: salinity 0 ppt, salinity 5 ppt, salinity 7 ppt, and salinity 9 ppt. The fish specimen is 8-10 cm in length and weighs 5 g. It was raised in a 54 L tank containing 40 L of water at a density of 2 fish 1 L-1 and kept for 45 days. Feed with commercial pellet 3 times a day in satiation. The results showed histopathological changes in gills and kidneys occurred at a salinity of 9 ppt. Chloride cell hypertrophy and secondary lamella bend in the gill organs, while the kidneys have acute tubular necrosis. Meanwhile, a salinity of 7 ppt resulted in abnormalities in the kidney organs with hemorrhage. It can be concluded that a salinity of 5 ppt indicates a safe salinity condition for the maintenance of striped catfish.
WATER QUALITY MANAGEMENT TRANSFORMATION THROUGH DEEP LEARNING: FROM LABORATORY TO LARGE-SCALE IMPLEMENTATION (OCEAN) Nur, M Irsyad; Aprisanti, Rizka; Kurniawan, Ronal; Yulindra, Ade; Azuga, Nabila Afifah; Kholis, M Natsir; Limbong, Irwan
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.1.102-109

Abstract

The exponential growth of environmental challenges, particularly those affecting water resources, necessitates innovative technological interventions beyond conventional approaches. This review explores the transformative potential of deep learning technologies in water quality management across different scales from controlled laboratory environments to complex oceanic systems. By analyzing recent developments, we identify how neural networks, especially convolutional and recurrent architectures, have revolutionized water quality parameter prediction, anomaly detection, and ecosystem monitoring. Integrating multi-modal data streams with advanced algorithms has enabled unprecedented predictive accuracy and real-time assessment capabilities, transforming reactive monitoring systems into proactive management frameworks. Despite significant progress, challenges remain in data standardization, model interpretability, and the practical deployment of these technologies in resource-constrained settings. This review critically assesses current research trajectories and identifies promising avenues for future development, emphasizing the importance of interdisciplinary collaboration in translating laboratory innovations to large-scale implementation for safeguarding our most precious resource
HEMATOLOGICAL RESPONSE OF Pangasianodon hypophthalmus FED Cosmos caudatus ENRICHED FEED AND REARED IN SALINE MEDIA Sahputri, Herliza Khairani; Windarti, Windarti; Efizon, Deni; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal; Putri, Mega Novia
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.1.128-137

Abstract

Raising striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) in dark conditions with low salinity (5 ppt) can support growth but may also cause stress and affect blood health. Adding Cosmos caudatus leaves, which contain natural bioactive compounds, in fish feed could offer a natural way to help boost the immune system. This study aimed to understand the hematological response of fish toward the C.caudatus enriched feed provision. The fish were reared for 60 days in 5 ppt salinity water and under a controlled photoperiod. There were four treatments: control (no C.caudatus) T1, T2 and T3 (10 g, 20 g, and 30 g of C.caudatus leave powder in 1 kg of feed). Parameters observed were red and white blood cell number, hemoglobin, hematocrit and glucose concentration, phagocytic activity, leukocrit, and types of white blood cells. Results showed that the T1 group significantly improved the ability of red blood cells, hemoglobin, hematocrit, and phagocytosis. Survival rates were high and showed no significant differences between treatments, suggesting that C.caudatus up to 30 g/kg is safe. Based on these findings, a dose of 10 g/kg can be recommended as an effective natural feed additive to help improve the health and immune system of P.hypopthalmus cultured in controlled rearing conditions
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Maggot (Hermetia illucens) sebagai Strategi Pengelolaan Sampah Organik dan Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Hurung Jilok Kurniawan, Ronal; Gusriansyah, Dimas; Karsih, Okta Rizal; Putri, Mega Novia; Harahap, Husnul Yaqin
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.166-170

Abstract

Sampah organik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan solusi pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah budidaya maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens), yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai pakan alternatif bagi ternak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi, pelatihan teknis, dan pendampingan kepada masyarakat dalam budidaya maggot sebagai strategi pengelolaan limbah organik dan sumber pakan alternatif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, praktik budidaya, serta evaluasi ketercapaian sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya maggot, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah organik, serta munculnya peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan program ini dapat didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah yang berbasis ekonomi sirkular
Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sagu) di Kabupaten Kepulauan Meranti : Tinjuan Literatur Putri, Mega Novia; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal; Apriliani, Elisa; riswan, M.
Agriculture and Biological Technology Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.2.2.34-39

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah penghasil sagu terbesar di Indonesia, dengan potensi produksi yang diperkirakan mencapai hampir 3,92 juta ton beras sagu pada tahun 2040. Selain sebagai sumber pangan, sagu juga menghasilkan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk bernilai seperti pakan ternak, pupuk organik, dan bioenergi, yang mendukung keberlanjutan dan pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan. Namun, pemanfaatan sagu masih dihadapkan pada kendala rendahnya nilai tambah produk, keterbatasan teknologi pengolahan, serta akses pasar yang terbatas. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi agronomis, sosial-ekonomi, dan lingkungan dari sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pengembangannya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur relevan antara tahun 2010 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sagu memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan dengan dampak positif terhadap ketahanan pangan dan perekonomian lokal. Namun, pengembangannya memerlukan peningkatan teknologi pengolahan, dukungan infrastruktur, dan penguatan akses pasar. Sagu juga memiliki peluang sebagai bahan baku bioenergi yang ramah lingkungan, khususnya bioetanol. Untuk memaksimalkan potensi ini, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, pelaku usaha, dan masyarakat lokal dalam meningkatkan nilai tambah produk dan pengembangan industri berbasis sagu.
Madu Kelulut dan Kesejahteraan Masyarakat: Analisis Potensi Pengembangan di Kepulauan Meranti Kurniawan, Ronal; Putri, Mega Novia; Karsih, Okta Rizal; Riswan, M.
Agriculture and Biological Technology Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.2.2.40-45

Abstract

Literatur review ini mengkaji potensi madu kelulut (Trigona spp.) yang dihasilkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Indonesia, sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan manfaat kesehatan yang beragam. Melalui pendekatan literatur review komprehensif, penelitian ini menganalisis karakteristik biologis lebah kelulut, sifat fisikokimia madu yang dihasilkan, serta konteks ekologis yang mendukung budidaya lebah ini di kawasan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa madu kelulut memiliki kandungan antioksidan tinggi, serta aktivitas antibakteri dan anti diabetes yang signifikan. Karakteristik madu kelulut dipengaruhi oleh faktor ekologis setempat, terutama keberadaan tanaman kelapa sebagai sumber nektar dan polen yang berlimpah. Budidaya lebah kelulut telah terbukti memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat lokal melalui pengembangan produk bernilai tambah dan pemberdayaan kelompok tani. Simpulan, madu kelulut dapat menjadi tidak hanya sumber peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal tetapi juga kontributor penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan pengembangan produk kesehatan alami Indonesia
Potensi Bioremediasi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) pada Ekosistem Perairan: A Review Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal; Putri, Mega Novia; Riswan, M; Gusriansyah, Dimas
Agriculture and Biological Technology Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.2.2.46-51

Abstract

Pencemaran perairan global membutuhkan solusi remediasi efektif dan berkelanjutan. Eceng gondok (Eichhornia crassipes), meski dikenal sebagai gulma invasif, memiliki potensi signifikan sebagai agen fitoremediasi berkat karakteristik pertumbuhan cepat, biomassa tinggi, sistem perakaran ekstensif, dan toleransi besar terhadap berbagai polutan. Kemampuan fitoremediasi eceng gondok mencakup akumulasi logam berat hingga 6.000 mg/kg berat kering, pengurangan hidrokarbon minyak bumi hingga 79%, dan penyerapan nutrisi berlebih dari perairan eutrofik. Mekanisme utama meliputi fitoekstraksi, fitostabilisasi, rizofiltrasi, dan fitodegradasi, dengan efisiensi yang dipengaruhi oleh pH, suhu, dan konsentrasi polutan. Tantangan penerapan skala besar meliputi sifat invasif yang dapat mengganggu ekosistem akuatik dan kebutuhan manajemen intensif. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan efisiensi dan keberlanjutan eceng gondok sebagai teknologi hijau dalam pemulihan perairan tercemar
Manfaat Tanaman Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus): Studi Literatur Rizvi, Fharisa Nabila; Putri, Mega Novia; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
Agriculture and Biological Technology Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.2.2.52-55

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan secara empiris oleh masyarakat. Salah satu tanaman potensial adalah kumis kucing (Orthosiphon aristatus), yang dikenal memiliki efek diuretik dan berbagai manfaat farmakologis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan senyawa aktif dalam daun kumis kucing dan potensinya sebagai alternatif pengobatan alami, khususnya sebagai agen diuretik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur ilmiah terbitan 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa seperti asam litospermat I, dikafeoil tartarat, dan ortositonon C dalam kumis kucing memiliki energi ikatan lebih rendah dibandingkan obat sintetik seperti furosemide dan acetazolamide, yang menandakan afinitas yang lebih tinggi terhadap reseptor diuretik. Selain itu, kumis kucing juga bermanfaat dalam mengatasi gangguan ginjal, hipertensi, rematik, dan asam urat melalui aktivitas flavonoid dan glikosida. Dari sisi ekonomi, tanaman ini mudah dikembangkan dan memiliki prospek pemasaran yang baik melalui sistem distribusi lokal. Dengan demikian, kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka diuretik berbasis herbal yang aman dan terjangkau
Addition of Chaetomorpha sp Extract on the Growth and Hematology of Tilapia (Oreochromis niloticus) Wahyuni, Sri; Nufus, Hayatun; Mursawal, Asri; Kurniawan, Ronal
Jurnal Natur Indonesia Vol. 22 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.22.1.7-11

Abstract

The use of phytoimmunostimulants from Chaetomorpha sp which is environmentally friendly and cost-effective. Apart from that, secondary metabolite compounds found in Chaetomorpha sp can improve the immune system. So, it can increase the fish's resistance to disease attacks, improve the digestive system, increase the fish's appetite, and save on feed use. This can be seen from hematological and physiological parameters. Therefore, researchers are interested in researching the effectiveness of the macroalgae Chaetomorpha sp as a phytoimmunostimulant. This research aims to look at the growth of tilapia and the immune system, which includes hematology and physiology of fish fed with warm water extract of Chaetomorpha sp for 30 days of maintenance. Data analysis used One-way ANOVA, and homogeneity was seen. If the analysis results show an effect, it is tested further using Student Newman Keuls (SNK). The research results show that adding Chaetomorpha sp extract influences the growth rate and survival of tilapia fish that are kept for 30 days. This maintenance shows that the administration of Chaetomorpha sp extract with a dose of 50mL/kg feed (T2) gave the best results on growth rate, feed efficiency, hematology, and tilapia survival, namely absolute weight 18.30g, LPS 5.38%/day, absolute length 3.98 cm, FCR 1.44, feed efficiency 69.18%, total erythrocytes 1.85x106 cells/mm3, hemoglobin 6.67 g/dL, hematocrit 35.33-37.67%, total leukocytes 2.42x104 cells/mm3, leukocrit 2.67%, blood glucose 43% and survival 93.33%.
Sustainable Marine Ecotourism Development Strategy at Barambang and Sibintang Beach, Central Tapanuli Regency Adiprayoga, Shofian Nanda; Harahap, Husnul Yaqin; Kurniawan, Ronal; Anugerah, Tirta; Karsih, Okta Rizal
Jurnal Natur Indonesia Vol. 22 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.22.1.28-34

Abstract

When the holiday season approaches, local and foreign travellers flock to Barambang Beach's and Sibintang Beach's ecotourism regions, which are well-known tourist destinations. Nonetheless, inadequacies in the administration of ecotourism attractions occasionally result in low weekday and weekend visitor numbers at Barambang and Sibintang beaches. Since local populations rely on ecotourism activities for their livelihoods, this influences such activities but is not felt as much by those communities. The study was conducted in 2022 between July and September. A mixed methodology, along with an explanatory qualitative approach, was used in the study. The significant data used in the analysis came from interviews with a variety of participants as well as assessments of the water quality and ecology. Secondary data from some relevant document sources was gathered in the interim. The data analysis used Willingness to Pay (WTP), Willingness to Accept (WTA), economic potential, and SWOT analysis. The study findings indicate that the development plan can be implemented by including auxiliary facilities, such as signs informing visitors of the location of auxiliary facilities, directions, and the farthest swimming-safe water point. Tourists are also eagerly awaiting the establishment of eco-friendly play facilities. Additionally, the government can enact laws that give local community-run businesses regular direction and funding access.
Co-Authors Ahmed Al-Harbi Al Zikri, Muhammad Abdillah Alfiati Silfi Alfinda, Rudi Ali Sarong Angraika Dirta Apriliani, Elisa Armando, Fitrian Asiddiqqi, Hasby Asmika Harnalin Simarmata Asri Mursawal Asri Mursawal Atthoriq, Fawwaz AZUZ, FAIDAH Davinci, Leonardo Deni Efizon Dessy Yoswaty Diana, Fitri Dimas Gusriansyah Eddiwan Kamaruddin Efawani, Efawani Efriyani, Intan Efriyeldi, Efriyeldi Eka Lisdayanti Fakhrurozi, Fakhrurozi Fikri, Algi Fari Firmansyah, Rodhi Fitri Kurniati, Fitri Fitrian Armando Fitrian Armando Gusriansyah, Dimas Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hendri Kurniawan, Hendri Hendriyantoni, Agus Henni Syawal Henny Syawal Henny Syawal Hermawan, Reza Husnul Yaqin Harahap Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Iesje Lukistyowati Ika Kusumawati Irwan Effendi Irwan Irwan Irwan Limbong Karnila, Rahman Karnila Karsih, Okta Rizal M Irsyad Nur M Irsyad Nur, M Irsyad M Rizal M. Ali Darmawan Mahdiyah, Evfi Mai Suriani Marbun, Serliana Hotmariska Mardhatila, Anisa Masjudi, Heri Mega Novia Putri Mega Novia Putri Meliana, Annisa Mohamad Gazali Mohamad Gazali Muhammad Natsir Kholis Muhammad Rizal Razman Munandar Munandar Mursawal, Asri Nabila Afifah Azuga Nabila, Nuryuni Nafisah Eka Puteri Nasita, Abian Surya Nisfi Maulidia Nasution Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada, Nur Ikhlas NURLAELA NURLAELA Nursyirwani, Nursyirwani Nurul Hidayat Okta Rizal Karsih Okta Rizal Karsih Oktavia Oktavia Priowirjanto, Gatot Hari Pulungan, Amar Doli Putri, Mega N. Putri, Mega Novia Putri, Nadila Yusmi Putri, Rianti Rahmiza, Nurul Ramadhan, Azhari Ramanda, Reski Riki Saputra, Riki Riswan, M Rita Rostika Rizka Aprisanti Rizki Lestari Rizvi, Fharisa Nabila Rizvi, Fharisa Putri Rulyanti, Mairisa Rusliadi Rusliadi Sahputri, Herliza Khairani Samudra, Arung Saputri, Jumaida Sari, Mira Rahmita Saryono Saryono Shofian Nanda Adiprayoga Shorea Khaswarina Siregar, Ade Nanda Febrian Sri Endang Kornita Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Syahputra, Tomi Syahril Nedi Syahroni, Desty Syam, Anandasya Suci Nabila Tirta Anugerah Tomi Syahputra Ulfi Laili Astika Ulfi Laili Astika Usiani, Lulu Usman Muhammad Tang Windarti Windarti Windarti Windarti Yuharmen - Yulindra, Ade Zidni, Irfan