Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Kasus Perhitungan Tingkat Morbiditas, Mortalitas, dan Fatalitas Kolibasilosis pada Babi yang Dipelihara Semi-intensif I Made Kardena; I Gusti Ketut Suarjana; Putri Udayani
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.1 Pebruari 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.11 KB)

Abstract

A case study on morbidity, mortality and case fatality rate of swine colibasillosis was done. A totalof 244 pigs aged 1 day to 4 weeks that were collected from semi-intensive pig farms was used inthis study. All of the young pigs were obtained from Sudimara Village, in Tabanan District, Bali.The observation of the disease was evaluated in 30 days. Confirmation of Colibasillosis infectionwas based on the diarrhea clinical sign, and then confirmed with microbiological test using EMBA.The percentage of morbidity, mortality and case fatality rate were calculated based on the formulaof Roberson (2008). Results showed the morbidity, mortality and case fatality rate were 8.6%,2.05%, and 23.8% respectively. These results indicating that morbidity, mortality and case fatalityrate in young pigs that were rising in semi-intensive farm were relatively low. It seemed that thelow level of morbidity, mortality, and case fatality rate were influenced by the pig rising systemwhere the feed, captive, and hygiene are much better than the traditional pig farming system.
PENYULUHAN DAN PELAYANAN KESEHATAN TERNAK SAPI DI DESA KEMENUH GIANYAR I.K. Berata; I.M. Kardena; I.B.O. Winaya; N.N.W. Susari; I.W. Sudira
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.264 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p18

Abstract

Desa Kemenuh secara geografis sangat strategis sebagai kawasan agrowisata. Sektor peternakan, sebagai bagian dari program agrowisata, membutuhkan perhatian dan bimbingan berkelanjutan. Peternak sapi di desa Kemenuh masih rendah pengetahuan dan keterampilannya dalam memelihara ternak. Program ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan petani. Dalam program penyuluhan disediakan waktu untuk diskusi antara tim penyuluh dan peternak. Setelah penyuluhan, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan berupa pengobatan ternak jika ada yang sakit, dan disertai dengan penjelasan tentang cara penanganan penyakit pada sapi. Sebanyak 52 ternak diperiksa dan diberi pengobatan gratis. Hasil pemeriksaan kesehatannya ditemukan sebanyak 10 ternak (19,23%) anemia, 4 (7,69%) kekurusan dan 1 (1,92%) menunjukkan demam. Gejala anemia cukup tinggi, mungkin karena infestasi cacing atau kekurangan protein dalam pakannya. Dapat disimpulkan bahwa peternak masih membutuhkan bimbingan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga nilai jual ternak mereka lebih menguntungkan. Perlu dilakukan tindak lanjut untuk memeriksa darah dan feses ternak untuk mencari penyebab anemia dan kekurusan. Kata kunci : Penyuluhan, pelayanan kesehatan, sapi, anemia, kekurusan
PELAYANAN KESEHATAN SAPI BALI DI WILAYAH LINGKAR KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG I. N. Suarsana; I. K. Suatha; P. Sampurna; I. M. Kardena; I. W. Suardana; I. H. U Utama
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.573 KB)

Abstract

One of the obstacles that are often faced in livestock raising is a matter of disease. Even sometimes farmerssuffered economic losses and no longer breeding due to the death of livestock. The health service is one ofthe factors that determine the success of a farm. The aim of this implemented service to improve health ofbali cattle by through health services which include spraying, provision of vitamins and treatment of cattle atUniversity of Udayana Campus around area Jimbaran Hill. Results of community service activities on cattleat University of Udayana Campus around area Jimbaran Hill, showed a positive response and a highenthusiasm of livestock farmers, that shown with the large number of cattle (37 cattle ) which can be given alivestock health services. The number and type of service animal on the farm is dominated by provision ofvitamins as much as 32 cattle (86.48%), spraying action of 30 cattle (81.08%), worm medication of 7 cattle(18.92%), and administration of antibiotics of 6 cattle (16.21%). Breeders appreciate the service activities ofthe Institute for Research and Community Services and hope a sustainable because it was felt useful.
PELAYANAN KESEHATAN TERNAK DI WILAYAH DESA PENGOTAN, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI I.N. Suarsana; I.M. Kardena; I.P.G.Y. Arjentinia
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.436 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i01.p04

Abstract

Disease is an important factor in the production system and livestock productivity. Efforts to control thedisease can be done through the prevention of disease and or treatment of sick livestock. Health services ofcattle and pigs are carried out in Pengotan Village, Bangli District, Bangli Regency in the grant program ofKKN PPM. The purpose of this activity is to maintain and improve the health of bali cattle and pigs so thatthe productivity and production of livestock can be improved. Approach method used is by involvingmembers of Gapoktan Asta murti or individually who have livestock. Clinically cattle observed exteriorconditions and interviews with owners to find out the initial conditions of livestock health and subsequentmedicine action. The results of livestock health service activities show only 2 types of livestock are givenhealth services namely bali cattle and pigs. Overall health services to bali cattle as many as 303 heads and146 pigs. The service was carried out in 8 dusun in Pengotan village with details of dusun Besange 108,dusun Sunting 41, Dusun Penyebeh 39, Dusun Yoh 29, Dusun delod village 72 heads, Dusun dajan umah 43,and Dusun Tiying 117. Type of health services provided is the provision of vitamins, worm medicine andsparying of ectoparasit. It was concluded that cattle and pigs in Pengotan village are in good condition.Intervention with the provision of vitamins, worm medicines and ectoparasit drugs improves the performanceof bali cattle and pigs
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK METANOL DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) Yanti, I G. A. A. D.; Swastini, D.A.; Kardena, I M.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.172 KB)

Abstract

Ekstrak daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak daun gaharu hasil maserasi dengan metanol, yang bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin dan polifenol, serta glikosida dan triterpenoid.
Pemberian Ekstrak Etanol Spondias pinnata Terhadap Volume Organ Ginjal Mencit Jantan Ariantari, N. P.; Agastia, P. A. A.; Samiantara, I. K.; Dewi, I. A. M.; Kusuma, P. A. C.; Kardena, I M.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.958 KB)

Abstract

Kedondong hutan (Spondiaspinnata) suku Anacardiaceae, merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat batuk. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini memiliki aktivitas antituberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun S. pinnata terhadap volume organ ginjal pada mencit jantan galur balb/c. Pada penelitian ini proses ektraksi dilakukan dengan metode ekstraksi bertingkat menggunakan metode maserasi yang dilanjutkan dengan digesti. Pengujian dilakukan pada 40ekor mencit jantan galur balb/c yang terbagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok I digunakan sebagai kelompok kontrol negatif yang diberikan suspensi CMC-Na 0,5%. Kelompok II, III dan IV akan digunakan sebagai kelompok perlakuan. Perolehan data volume organ ginjal kemudian dianalisis statistik dengan ANOVA-oneway. Hasil analisis statistik pada volume ginjal menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada volume organ ginjal mencit jantan antara kelompok control dengan kelompok perlakuan. Perubahan volume organ merupakan salah satu indicator makroskopis terhadap terjadinya perubahan pada sel-sel organ akibat paparan suatu bahan uji.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 80% DAUN KEDONDONG HUTAN TERHADAP BERAT ORGAN HATI MENCIT JANTAN GALUR BALB/C Purwani, S. T. D; Ariantari, N. P; Kardena, I M.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.214 KB)

Abstract

Hati merupakan organ yang pertama kali mengalami kontak dengan xenobiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 80% daun S. pinnata pada berat hati mencit. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur balb/c digunakan dalam penelitian ini. Mencit tersebut dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan suspensi CMC-Na 0,5%, kelompok perlakuan yang diberikan dosis tunggal suspensi ekstrak secara per oral dengan dosis 0,015; 0,15; 1,5; dan 15 g/kgBB. Selanjutnya, mencit dinekropsi dan diambil organ hatinya kemudian ditimbang. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik. Hasil analisis statistik yang diperoleh menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna berat hati kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan. Hal tersebut menunjukkan tidak terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol 80% daun S. pinnata terhadap berat organ hati mencit jantan.
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN Spondias pinnata TERHADAP BERAT ORGAN GINJAL MENCIT BETINA Nallakrishna, I P. A.; Purwani, S. T. D.; Kardena, I M.; Sudiarta, I W.; Ariantari, N. P.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.202 KB)

Abstract

Daun Spondias pinnata digunakan sebagai obat batuksecara tradisional.Berdasarkan penelitian sebelumnya, ekstrak daun S. pinnata memiliki aktivitas antituberkulosis terhadap isolat Mycobacterium tuberculosis strain Multi-drug resistant. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun S. pinnata terhadap organ ginjal pada mencit betina galur balb/c. Serbuk daun S. pinnata diekstraksi dengan menggunakan metode digesti, kemudian ekstrak diuji pada 25 ekor mencit betina galur balb/c yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC-Na 0,5% sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak dosis tunggal 0,015; 0,15; 1,5; dan 15 g/kg BB secara oral. Mencit dibedah dan diambil organ ginjalnya untuk diamati berat organnya. Perolehan data berat organkemudian dianalisis statistik dengan ANOVA-one way. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yangsignifikan pada berat organ ginjalmencit betina antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan ekstrak dosis 15 g/kg BB. Pemberian ekstrak etanoldaun S. pinnata dosis tunggal sebesar 15 g/kg BB menyebabkan peningkatan berat organ ginjal. Perubahan berat organ menjadi salah satu indikator makroskopis terhadap adanya perubahan pada sel-sel organ akibat paparansuatu bahan uji.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 80% Daun Spondias pinnata Terhadap Volume Organ Ginjal Mencit Betina Ariantari, N.P.; Kardena, I. M.; Dewi, I.A.M.K.; Agastia, I.P.A.; Adiluhur, I.M.P.; Mahadewi, S.A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.741 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 80% daun Spondias pinnata terhadap volume organ ginjal mencit betina galur balb/c. Pada penelitian ini mencit betina galur balc/c dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Kontrol negatif diberikan CMC-Na 0,5% dan kelompok perlakuan diberikan suspensi ekstrak dosis 0,2; 1; dan 2 g/kgBB per oral selama 31 hari. Pada hari ke-32 dilakukan eutanasi dengan eter secara inhalasi, kemudian organ ginjal diambil, dan diukur volumenya. Data volume organ ginjal mencit betina dianalisis statistik menggunakan aplikasi SPSS dengan uji ANOVA-one way. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak etanol 80% daun S. pinnata dengan dosis 0,2; 1; dan 2 g/kgBB tidak memberikan pengaruh terhadap volume organ ginjal mencit betina.
PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEDONDONG HUTAN MENINGKATKAN BERAT GINJAL MENCIT JANTAN GALUR BALB/C N. P. Ariantari,; P. A. C. Kusuma; S. T. D Purwani,; I M. Kardena,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.271 KB)

Abstract

Tanaman obat merupakan bahan baku utama dalam pengobatan tradisional. Daun kedondong hutan (Spondias pinnata) adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan secara tradisional untuk obat batu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana dan methanol daun tanaman ini aktif terhadap Mycobacterium tuberculosis strain multidrug resistant. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kedondong hutan terhadap organ ginjal pada mencit jantan galur balb/c. Ekstraksi serbuk simplisia dengan pelarut etanol 80% menggunakan metode digesti. Selanjutnya, pengujian menggunakan  25 ekor mencit jantan yang dibagi dalam 5 kelompokya itu control negatif dan 4 kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak dengan dosis tunggal sebesar 15; 1,5; 0,15; dan 0,015 g/kg BB per oral. Mencit dibedah dan diamati berat organ ginjalnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova. Pemberian ekstrak daun kedondong hutan pada mencit jantan memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan berat organ ginjal mencit pada dosis 1,5 dan 15 g/kg BB. Pada perlakuan ekstrak dosis lebih kecil dari 1,5 g/kg BB, tidak terjadi perubahan berat organ ginjal mencit. Perubahan berat organ digunakan sebagai indicator adanya perubahan pada sel-sel organ akibat paparan dengan senyawa kimia.
Co-Authors Abdul Azis Nasution Abdul Azis Nasution Abriansyah, Mohammad Ghaiz Adiluhur, I.M.P. Agastia, I.P.A. Agastia, P. A. A. Aida Lousie Tenden Rompis Amelia Avianti Saritjang Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Darmayudha Anak Agung Gde Oka Darmayudha Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Gede Sugianthara Anggreni, Ni Kadek Wiwik Annabella Ruth Wijaya Annas Farhani Arhiono, Haru Nira Putra Arini Nurhandayani Bambang Pontjo Priosoeryanto Bayu Setiabudi Berata , I Ketut Boedi P. Yenniastuti, Boedi P. Calvin Iffandi Calvin Iffandi Chanda Preanger, Chanda Claudia Murti Andari Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi Desi Elrini Sarah Alunat Deska Gilang Mustika Dewa Ayu Swastini Dewa Ayu Widia Kusuma Ningrat, Dewa Ayu Widia Kusuma Dewi, I. A. M. Dewi, I.A.M.K. DWI SURYANTO Edward Emanuel Mango Eldarya Envisari Depari Elyda . Endris Arif Wicaksono, Endris Arif Farhan Abdul Hasan, Farhan Abdul Fathurohman Nasrudin Ferbian M. Siswanto, Ferbian M. Ferbian Milas Siswanto Findri Andriani, Findri Fitri Irawan Rahmawandani Gunawan, I Wayan Nico Fajar Gusti Ayu Yunianti Kencana Gusti Ayu Yuniati Kencana Hendrina Konda M Meha, Hendrina Konda M Herbert . Herbert . Hidayatullah, Lalu Syarif I Dewa Gde Tara Damayanthi, I Dewa Gde Tara I Dewa Made Adhiwitana I Gede Hendra Prasetya Wicaksana I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketur Berata I Ketut Berata I Ketut Eli Supartika I Ketut Gunata I Ketut Puja I Ketut Suatha I Made Damriyasa I Made Dodi Gunawan I Made Dwinata I Made Merdana I Made Sukada I N. T. ARIANA I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Wiralaga I Wayan Batan I Wayan Gorda I Wayan Suardana I Wayan Sudiarta I Wayan Sudira I Wayan Wirata I. H. U Utama I.K. Berata Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Windia Adnyana imam sobari Imam Sobari Indahyani, Ni Made Dwi Indra, Rusmin Indrawan, Hieronimus Irhas, Rajiman Iwan Harjono Utama Janardani, Ni Made Kunti Jayawardhita, Anak Agung Gde Jihadulhaq, Jihadulhaq Kadek Karang Agustina Kartika, Erena Hajar Ketut Budiasa Ketut ELI Supartika Ketut Santhia Adhy Putra Ketut Tono Pasek Gelgel Komang Andika Purnama Komang Ariya Hendrayana Kristi Agusti Putri, Kristi Agusti Lagho, Engelbertus Efraim Luh Gde Sri Surya Heryani Luh Made Sudimartini Mahadewi, S. A. Mahadewi, S.A. Mahyuzar Mahyuzar Muhamad Furkam Fadilah Nallakrishna, I P. A. Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Watiniasih Ni Made Rina Yulinta Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Ariantari Ni Putu Trisna Asih Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha Ni Wayan Listyawati Palgunadi Ni Wayan Listyawati Palgunadi Novianti, Arindita Niatazya Noviriolla Maria Nugraha, Elisabeth Yulia Nur Hanifah Septiani, Nur Hanifah Nurrohman, Fahmi Galuh Nurul Faiziah Nurul Faiziah P. A. C. Kusuma P. A. C. Kusuma, P. A. C. P. Sampurna Paranitha, Dewa Ayu Patrisius Yanuaris Lada Salasa, Patrisius Yanuaris Prabandari, Anak Agung Istri Vera Pranatha, Wahid Danang PRANSIKA EKSY YONITA Purnama, Komang Andika Purnata, I Dewa Nyoman Alit Purwani, S. T. D Purwani, S. T. D. Putri Udayani Putu Agus Trisna Kusuma Antara Putu Dede Yudi Utama, Putu Dede Yudi Putu Mira Puspitayani Rasdiyanah . Rasdiyanah . Ratih, Dwi Kusuma Komala Rui Daniel de Carvalho S. T. D Purwani, Sakura, Yoakim Wilson Samiantara, I. K. Samsuri Samsuri Samuel Leonardo Silitonga Sari, Ni Komang Wahyu Centika Septianingsih, Rayni Silaban, Jesiaman Sri Kayati Widyastuti Sri Milfa Sri Milfa STEVEN YOHANES BOGIA TJOKORDA ISTRI AGUNG Cintya Dalem Tri A. Putra, Tri A. Tri Adi Putra, Tri Adi Wahyu Semadi Putra Widiarta, Lutfi Widyasanti, Ni Wayan Helpina Yanti, I G. A. A. D. Yasunobu Matsumoto Yesi Veronica Sitepu Yoga Eka Prasetyo Yoshihiro Hayashi Yuliantari, Ida Ayu Made Yunita Lestyorini Yunita Lestyorini