Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi “Sejawat Hebat” Meningkatkan Kemampuan Kesehatan Jiwa Perawat Giri Widakdo; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Nuraenah Nuraenah; Sugiatmi Sugiatmi; Elli Hidayat; Ineke Kusumo Waluyo; Erlin Rahmawati; Dwi Wendriani; Fatha Anisya Ayuningtyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8678

Abstract

ABSTRAK Kejadian pandemi covid 19 yang merupakan kejadian luar biasa pada seluruh  aspek kehidupan termasuk aspek/bidang kesehatan, bagi tenaga kesehatan  terutama perawat, yang menjadi salah satu subyek penting pada garda terdepan dalam memberikan pelayanan khususnya pemberian asuhan keperawatan secara paripurna, walau dengan kondisi pasien yang infeksius. Situasi kesehatan  pasien yang turun naik tanpa bisa di prediksi , makin banyaknya pasien baru bermunculan dan ketidak tersediaan ruang rawat di berbagai rumah sakit, akan meningkatkan resiko gangguan kesehatan mental emosional pada perawat itu sendiri, akhirnya   kondisi tersebut bagi tenaga kesehatan khususnya perawat dapat memperburuk daya tahan tubuh dan membuat rentan untuk juga terinfeksi covid 19. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah umtuk meningkatkan  pengetahuan dan kemampuan perawat dalam mengenal kesehatan mental emosionalnya serta mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi sehinga terbentuknya pribadi sehat fisik dan mental yang profesional. Adapun metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan pendekatan advokasi,   bina suasana dan pemberdayaan perawat. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan . Pemberdayaan melalui Pembentukan Kelompok Kerja Kesehatan Jiwa (Pokja Keswa) “Edukasi Sejawat Hebat”. dan Pelatihan Pokja Keswa terhadap kesehatan jiwa, tehnik relaksasi serta  deteksi dini. Kata Kunci: Sejawat Hebat, Meningkatkan, Kesehatan Jiwa  ABSTRACT The Covid 19 pandemic is an extraordinary event in all aspects of life including aspects/fields of health, for health workers, especially nurses, who are one of the important subjects at the forefront in providing services, especially providing complete nursing care, even with the patient's infectious condition. . The patient's health condition fluctuates without being predictable, causing many new sufferers to emerge and the unavailability of inpatient rooms in various hospitals, will increase the risk of emotional mental health disorders for the nurses themselves, ultimately these conditions for health workers, especially nurses, can improve endurance. and makes you more vulnerable to contracting COVID-19. The purpose of this community partnership program (PKM) is to increase the knowledge and ability of nurses to recognize their emotional mental health and to be able to adapt to various conditions so that a healthy, physically and mentally professional person is formed. The implementation method in community service is by advocacy, atmosphere building and nurse empowerment approaches. The results of the community service carried out: Empowerment through the Formation of a Mental Health Working Group (Pokja Keswa) "Great Peer Education"and Keswa Working Group training on mental health, relaxation techniques and early touch. Keywords: Great Colleague, Improving, Mental Health
Pengaruh Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Perawat Heldawati Heldawati; Fiti Arofiati; Giri Widakdo
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.825 KB)

Abstract

Mutu suatu rumah sakit ditentukan oleh berbagai faktor, salah satu faktor utama suatu rumah sakit adalah sumber daya manusia, sumber daya manusia yang baik dan kompeten merupakan langkah awal lahirnya pelayanan rumah sakit yang prima. mengutamakan motivasi dan kompetensi sebagai tolak ukur pelayanan keperawatan khususnya di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/pengamatan data pada variabel bebas dan variabel terikat hanya sekali dalam satu waktu. Waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai dengan Juni 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi dan kompetensi terhadap kinerja perawat, rekomendasi dari penelitian ini adalah menjadi acuan utama bagi rumah sakit dan mendorong mereka untuk menjadi referensi penelitian berkelanjutan berdasarkan penelitian sebelumnya.
Edukasi Kesehatan Mental (Masalah Psikososial) pada Remaja Nuraenah Nuraenah; Giri Widakdo; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Harif Fadhillah; Annisya Adelia; Meisya Adelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12155

Abstract

ABSTRAK Menurut data di Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukan bahwa lebih dari 19 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Serta lebih dari 12 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami kecemasan. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (2022) menjelaskan, 15,5 juta (34,9%) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5%), dimana baru 2,6% yang mengakses layanan konseling, baik emosi maupun perilaku. Cemas dan Depresi merupakan gangguan mental atau alam perasaan yang umumnya ditandai dengan perasaan sedih/murung, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi.  Kondisi tersebut dapat menjadi kronis dan berulang, serta akhirnya secara substansial dapat mengganggu kemampuan individu dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Di tingkat yang paling parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri. Meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor remaja di SMK 39 Jakarta tentang Kesehatan Mental (terkait masalah psikososial pada Remaja). Pada 100 remaja Di SMA Negeri X-X-X Jakarta terdapat 70 responden mengalami depresi dan 10 responden yang tidak mengalami depresi atau resiko mengakhiri hidup serta 20 responden mengalami risiko kedua gejala tersebut. Dengan adanya permasalahan diatas maka  upaya yang akan dilakukan adalah Penguatan  Kesehatan Mental pada Siswa dan Siswi SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, meliputi : 1) Peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat 2) Identifikasi Kecemasan Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 3) Identifikasi  Depresi Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 4) Role Play TANADASHIP pada Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat. Kata Kunci: Kesehatan Mental (Kecemasan dan Depresi), Remaja.  ABSTRACT According to data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, it shows that more than 19 million people aged over 15 years experience mental emotional disorders. And more than 12 million people aged over 15 years experience anxiety. The Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (2022) explains that 15.5 million (34.9%) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5%), of which only 2.6% access counseling services, both emotional and emotional. as well as behavior. Anxiety and depression are mental or emotional disorders which are generally characterized by feelings of sadness/gloomy, loss of interest or pleasure, decreased energy, feelings of guilt or low self-esteem, difficulty sleeping or reduced appetite, feelings of tiredness and lack of concentration. The condition can become chronic and recurrent, and can ultimately substantially interfere with an individual's ability to carry out daily responsibilities. At its most severe level, depression can lead to suicide. Improving the cognitive and psychomotor abilities of teenagers at SMK 39 Jakarta on Mental Health (related to psychosocial problems in teenagers). Of the 100 teenagers at SMA Negeri X-X-X Jakarta, 70 respondents experienced depression and 10 respondents did not experience depression or the risk of ending their lives and 20 respondents experienced the risk of both symptoms. Given the above problems, efforts will be made to strengthen the mental health of students at SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta, including: 1) Increasing the cognitive and psychomotor abilities of students at SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta 2) Identifying anxiety. Students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 3) identification of depression of students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 4) Role Play TANADASHIP among students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta. Keywords: Mental Health (anxiety and Depression), Teenager.
Upaya Peningkatan Kemampuan Adekuasi Perawat Ruang Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Aisyah Aisyah; Naryati Naryati; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah; Harif Fadhillah; Ineke Kusuma Waluyo; Agniatul Mahmudah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12151

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal menjaga keseimbangan cairan dan elektolit yang mengakibatkan terjadinya peningkatan ureum (Desfrimadona, 2016). Berdasarkan data trimester awal 2023, angka rata-rata kejadian anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163  pasien aktif dengan hemodialisis reguler,  atau sebanyak 6-8  % mengalami anemia, dengan rata-rata nilai Hb<10 gram/dl, kelebihan cairan sebanyak  4-6 %, kurang dukungan keluarga 5-7% , dan karena biaya sebesar  5-10 %. Gambaran diatas menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis  di RSIJ Cempaka Putih , mengalami anemia renal dan kelebihan cairan masih cukup tinggi dan pencapaian adekuasi hemodialisis belum maksimal. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah umtuk meningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa , sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal pada tindakan  hemodialisa yang dilakukan  oleh pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan/target program abdimas ini melalui pemberdayaan melalui pelatiahan adukasi perawat hemodialisis dengan narasumber yang kompeten  dengan bidang tersebut. Adanya peningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa. Terbentuknya tim adekuasi hemodialisa dan discharge planning. Kata Kunci: Hemodialisa, Manajemen Adekuasi  ABSTRACT Chronic renal failure (CKD) is a progressive and irreversible disorder of kidney function, where the body is unable to maintain metabolism and fails to maintain fluid and electrolyte balance, resulting in an increase in urea (Desfrimadona, 2016). Based on data from the first trimester in 2023, the average incidence of anemia in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis in hospitals. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163 active patients on regular hemodialysis, or as many as 6-8% have anemia, with an average Hb value <10 grams/dl, excess fluid of 4-6%, lack of family support 5-7%, and because the costs are 5-10%. The description above explains that patients with chronic renal failure on hemodialysis at RSIJ Cempaka Putih, experience renal anemia and fluid overload is still quite high and the achievement of hemodialysis adequacy is not yet optimal. The aim of this community partnership program (PKM) is to improve the adequacy capabilities of hemodialysis nurses, so that they can provide maximum results in hemodialysis procedures carried out by patients at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. The method that will be applied to achieve the goals/targets of this community service program is through empowerment through hemodialysis nurse education training with resource persons who are competent in this field. Keywords: Hemodialysis, Adequacy Management
Pengaruh Edukasi Terintegrasi Terhadap Manajemen Adekuasi Asuhan Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Naryati Naryati; Giri Widakdo; Aisyah Aisyah; Nuraenah Nuraenah; Harif Fadhillah; Uus Husni Mahmud; Ineke Kusuma Waluyo; Rony Heryadi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.12153

Abstract

ABSTRACT Patients with chronic kidney failure can improve the quality and quantity of life by undergoing kidney replacement therapy. In clients with kidney failure, to eliminate residual toxins, excess fluid and to improve electrolyte adequacy using the principles of external and internal dialysis osmosis systems, hemodialysis is required. Based on data taken in the first trimester of 2023, the average rate of anemia in chronic kidney disease patients undergoing regular hemodialysis in hospitals. Islam Jakarta Cempaka Putih is known to have 163 active patients on regular hemodialysis or as many as 6-8% have anemia with an average HB value 10 grams/dl, an average of 4-6% excess fluid, 5-7% less family support, Because the fees are 5-10%. The description above explains that in patients on hemodialysis for chronic kidney disease at RSIJ Cempaka Putih, the rate of renal anemia and fluid overload is still quite high and the achievement of hemodialysis adequacy has not yet been achieved to the maximum. Integrated educational implementation is to maintain Kt/V, Kt/V is the ratio of urea clearance or clearance (K) and hemodialysis time (t) to the distribution volume of urea in human body fluids (V) thus making hemodialysis effective for cleaning toxins waste from body metabolism. The aim of this study was to analyze the effect of integrated education on adequacy in patients undergoing hemodialysis at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. The research method that the researcher will carry out is quantitative analysis with a cohort approach, using the Dependent T Test. Furthermore, the targeted outputs are teaching materials for adequacy management in hemodialysis patients, final research reports, publication of scientific journals of at least Sinta 4, Integrated Education Benner on Adequacy Management. The statistical test results obtained a value of 0.0001, so there was an average difference between the first and second knowledge adequacy measurements for respondents (hemodialysis nurses) after the intervention. The influence of integrated education on the adequate management of care for hemodialysis patients at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. Keywords: Integrated Education, Adequacy Management, Hemodialysis    ABSTRAK Penderita penyakit gagal ginjal kronik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hidupnya dengan melakukan terapi pengganti ginjal. Pada klien gagal ginjal untuk menghilangkan sisa toxik, kelebihan cairan dan untuk memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dengan prinsip osmosis system dialisa eksternal dan internal diperlukan tindakan yaitu hemodialisa. Berdasarkan data yang diambil pada tri-semester awal 2023, angka rata-rata anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis secara reguler di RS. Islam Jakarta Cempaka Putih diketahui sejumlah 163  pasien aktif dengan hemodialisis reguler atau sebanyak 6-8  % mengalami anemia dengan rata-rata nilai HB10 gram/dl, Kelebihan cairan rata-rata 4-6 %, Dukungan keluarga 5-7% kurang, Karena biaya 5-10 %. Gambaran diatas menjelaskan bahwa pada pasien dengan hemodialisis  pada penyakit ginjal kronik di RSIJ Cempaka Putih, angka anemia renal dan kelebihan cairan masih cukup tinggi dan pencapaian adekuasi hemodialisis belum pada pencapian yang maksimal. Implementasi edukasi  Terintregasi adalah untuk mempertahankan Kt/V, Kt/V adalah rasio dari bersihan urea atau klirens (K) dan waktu hemodialisis (t) dengan volume distribusi urea dalam cairan tubuh manusia (V) sehingga membuat hemodialisis menjadi efektif untuk membersihkan toksin-toksin sisa metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi terintegrasi terhadap adekuasi pada pasien yang  menjalani hemodialisis di rumah sakit islam jakarta cempaka putih. Metode penelitian yang akan peneliti lakukan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Kohort, dengan menggunakan Uji T Dependent. Selanjutnya luaran yang ditargetkan adalah bahan ajar manajemen adekuasi pada pasien hemodialisis, Laporan akhir penelitian, Publikasi jurnal ilmiah minimal Sinta 4, Benner Edukasi Terintegrasi terhadap Manajemen Adekuasi. Hasil uji statistic didapatkan nilai 0,0001, sehingga terdapat perbedaan rata-rata antara pengukuran pengetahuan adekuasi pertama dan kedua bagi responden (perawat hemodialisa) setelah dilakukan intervensi. Adanya pengaruh edukasi terintegrasi terhadap manajemen adekuasi asuhan pasien hemodialisis di rumah sakit islam jakarta cempaka putih. Kata Kunci: Edukasi Terintegrasi, Manajemen Adekuasi, Hemodialisis
Peran Perawat Pelaksana dengan Gangguan Mental Emosional dalam Penanganan Covid-19 Aisyah; Giri Widakdo; Naryati; Siti Nurbaya; Mita Mahliyati
HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 1 (2023): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/healthcare.v12i1.386

Abstract

One of the impacts of the problems caused by the pressure and stress that takes place continuously on nurses in health care facilities, can result in the emergence of mental emotional emotional and behavioral disorders. worsens the body's resistance, and makes it vulnerable to also being infected with Covid-19. This study aims to find the relationship between the role of the nurse practitioner and Mental Emotional Disorders in Handling Covid 19. This research is an analytical descriptive study with a retrospective cohort design which is a research design that captures an event and its effects at a previous time. The statistical test that researchers will use is Multiple Logistic Regression Analysis. The results showed that bivariate analysis of the role of nurses and co-variates with mental emotional disorders, it can be seen that the variables of the nurse's role, gender and having been exposed to Covid gave significant results with mental emotional disorders with a p value <0.05. in the role of nurse, katim has a greater chance (OR 1.97) of experiencing mental emotional disorders. besides that, male gender (OR 2.53) and people who have never been exposed to covid (OR.1.09) also have the same opportunity to experience emotional mental disorders.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Transisi COVID-19 Neng Salmah Fauzi Nuraeni; Tri Kurniati; Giri Widakdo; Bram Burmanajaya
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7453

Abstract

This study aims to identify an analysis of factors related to nurses' job satisfaction during the COVID-19 transition period. This research method uses a cross-sectional design because the measurements of the independent and dependent variables are measured simultaneously at one time. The results of the research towards the final stage of this modeling, the results obtained based on the table above can be concluded that the value of R Square (R2) = 0.311, which means that the coaching and work motivation variables influence nurses' job satisfaction by 31.1% with the strength of the influence of a strong correlation with a significant p-value = 0,000. From the results of this equation, the regression obtained is nurse job satisfaction = 77.466 - 0.956 (coaching) - 0.942 (motivation)+0.026 (coaching and motivation). The conclusion is that coaching is the most dominant factor related to job satisfaction. Keywords: Coaching, Job Satisfaction, Motivation, COVID-19 Transition Period
POLA KOMUNIKASI TENTANG SEKS DAN PENGETAHUAN HIV TERHADAP SIKAP SEKSUAL PADA PASIEN HIV/AIDS (ODHA) DI KABUPATEN BANYUMAS Puspasari, Fida Dyah; Widakdo, Giri
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i1.73-80

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan pola komunikasi tentang seks dan pengetahuan HIV terhadap sikap seksual pada pasien HIV/AIDS (ODHA) setelah di kontrol oleh variabel perancu (umur, jenis kelamin, pendidikan, lingkungan, dukungan keluarga/sosial, informasi, dan status ekonomi) Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif, dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Adapun besar sampel jumlahnya 150. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pola komunikasi terhadap sikap seksual dengan nilai p 0,001 dan OR 4,06, serta terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan HIV terhadap sikap seksual dengan nilai p 0,000 dan nilai OR 6,06. Pendidikan dan penghasilan merupakan faktor karakteristik responden yang berhubungan signifikan dengan HIV/AIDS dengan nilai OR 2,14 dan 2,18.Kata Kunci: Pola komunikasi, pengetahuan, sikap seksualABSTRACTThe aim of the study was to identify the correlation between communication pattern about HIV and HIV about sexual attitudes in HIV / AIDS patient after being controlled by confounding variables (age, sex, education, environment, family / social support, information, and economic status ). Design research use descriptive research, research design with Cross Sectional. Minimum sample amount 150. The result is a significant relationship of communication pattern to sexual attitudes with OR 4,06, and there is significant correlation of HIV knowledge to sexual attitudes with OR value 6,06. Education and income are characteristic factors of respondents that are significantly related to HIV / AIDS with OR values of 2.14 and 2.18.Keywords: Communication, knowledge, patterns of sexual attitude
EDUKASI SEKSUAL DENGAN MEDIA VISUAL TERHADAP PENINGKATKAN PEMAHAMAN CARA PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PADA OSTOMATE Saputra, Suanda; Waluyo, Agung; Widakdo, Giri
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v3i1.1-6

Abstract

ABSTRAK Munculnya rasa risih atau minder pada ostomate dengan pasangannya berdampak pada kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan seksual. Kondisi ini membutuhkan dukungan informasi yang cukup bagi setiap pasangan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara edukasi seksual dengan media visual terhadap pemahaman cara pemenuhan kebutukan seksual pada ostomate di Wocare Center Indonesia. Jenis penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 31 responden. Analisis data dilakukan  dengan uji Regresi Logistik Ganda. Hasil Penelitian menunjukan ada hubungan antara edukasi seksual dengan media visual terhadap pemahaman cara pemenuhan kebutuhan seksual pada ostomate di Wocare Center Indonesia dengan P value 0,00 (P<0,05) dan OR 4,36. Kesimpulan: Edukasi seksual dengan media visual efektif meningkatkan pemahaman cara pemenuhan kebutuhan seksual pada ostomate sebanyak 4,36 kali dibandingkan dengan media yang lainnya setelah dikontrol oleh lama terpasang kolostomi. Seluruh ostomate idealnya harus mendapatkan edukasi dari perawat, salah satunya dengan menggunakan edukasi visual.Kata Kunci: Edukasi, pemahaman cara pemenuhan kebutuhan seksual, ostomate. ABSTRACT The uncomfortable feeling or self-conscious couple impact on the difficulty for sexual fulfillment. This condition requires the support of enough information for each partner related to sexual fulfillment. The provision of ostomate sexual education has been done by stoma nurses at Wocare Center Indonesia, but no evaluation of the effectiveness of the provision of sexual education has been given to the ostomate to the level of ostomate understanding. The purpose of this study was to determine the relationship between the provision of sexual education by visual media to the understanding of how sexual fulfillment of sexual in ostomate In Wocare Center Indonesia. This type of research used correlational research with cross sectional approach. The sample size involved in this research were 31 respondents and the instrument used was questionnaire. Data analysis using multiple logistic regression test. The result is to find out the relationship between the provision of sexual education by visual media to the understanding of sexual fulfillment in ostomate in Wocare Center Indonesia with P value 0,00 (P <0,05) and OR 4,36. Conclusion: Sexual education with visual media effectively improves the understanding of how to fulfill sexual needs on ostomate as much as 4,36 times after controlled by long attached colostomy in Wocare Center Indonesia. For all ostomate must get education from nurse, one of them by using visual educationKeywords: education, understanding of sexual fulfillment, ostomate
Pijat Oketani dan Tekanan di Titik Akupresur GB-21 terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea Putri Permata Sari; Irna Nursanti; Giri Widakdo
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.139 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i1.1626

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of oketani massage and acupressure pressure of GB-21 on milk production in post-Caesarea section mothers. The research method used is quantitative research with a quasi-experimental research design, one group pre-posttest design. The results showed that the pressure on the acupressure point of GB-21 was sufficient based on mother and baby indicators. The statistical test results showed differences in milk production before and after pressure at the acupressure point of Gb-12 (p-value = 0.000). In conclusion, oketani massage is more effective in increasing milk production in group A, post section caesarea mothers compared to group B, the pressure at the acupressure point Gb-21 from infant indicators. Keywords: Gb-21 Acupressure, Breast Milk, Oketani Massage, Sectio Caesarea
Co-Authors Adelia, Annisya Agniatul Mahmudah Agung Waluyo Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Annisaa F. Umara Annisya Adelia Besral . Bram Burmanajaya Dea Aprilya DEWI ANGGRAINI Dewi Anggraini Dwi Wendriani Elli Hidayat Eni Widiastuti Eni Widiastuti, Eni Erlin Rahmawati Erni Rita Fadillah, Harif Fatha Anisya Ayuningtyas Fiti Arofiati Fitri Arofiati Hadi, Muhammad Hafizhah Diyanah Zhafirah Harif Fadhillah Harif Fadillah Heldawati Heldawati Hidayanti, Lia Iis Sri Hardiati Ika Kurniaty Imas Yoyoh Indah Noviana Saputri Indah Wulandari Ineke Kusuma Waluyo Ineke Kusuma Waluyo Ineke Kusumo Waluyo Irna Irna Nursanti Irna Nursanti Irna Nursanti Kristianingsih Kristianingsih Kurniarti, Tri - Kurniati, Tri Latipah, Siti Meisya Adelia Melati Fajarini Melati Fajarini Mita Mahliyati Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis Muhammad Fakhrian Saputra Nabillah Hassanah Naryati Naryati Naryati Naryati Naryati Naryati, Naryati Neng Salmah Fauzi Nuraeni Ni Luh Putu Martini Nur Aenah Nuraenah Nuraenah Nuraenah Nuraenah Nuraenah, Nuraenah Nuraini Nuraini Nurenah Nurenah Polhapessy, Magafirah Azahawa Puji Wulandari Puspasari, Fida Dyah Putri Permata Putri Permata Sari Revi Anggita Rizki Nugraha Agung Rony Heryadi Saharuddin Siregar, Tatiana Siswandi, Iyar Siti Latipah Siti Nurbaya Siti Rahayu Suadmaji, Suadmaji Suanda Saputra Sugiatmi, Sugiatmi Talibo, Norman Alfiat Tri Kurniati Tria Astika Endah Permatasari Turrahmi, Hirfa Uus Husni Mahmud Winahyu, Karina Megasari Yuliawati Yuliyanti Yuliyanti Zhafirah, Hafizah Diyanah