Mira Yulianti
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) PT SAWIT GRAHA MANUNGGAL TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MURUTUWU KECAMATAN PAJU EPAT KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Sela Karuniani; Mira Yulianti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.621

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu ingin melihat sejauh mana perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah masuknya perkebunan kelapa sawit PT. Sawit Graha Manunggal. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data sekunder didapat dari berbagai sumber baik cetak maupun elektronik, sedangkan data primer didapat dari informan yang dipilih secara sengaja (purpusive sampling) yakni informan kunci seperti sekretaris desa, tokoh adat/tokoh masyarakat, dan masyarakat biasa, dengan menggunakan teknik bola salju (snowball sampling). Serta analisis data yang digunakan merupakan analisis deskriptif kualitatif. Dalam hasil penelitian terlihat bahwa masuknya perkebunan kelapa sawit membawa perubahan terhadap kondisi sosial masyarakat, seperti meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat dan tingkat kesehatan masyarakat, bertambah dan tersedianya sarana prasarana desa, kerjasama dan perilaku tolong menolong dalam kegiatan pertanian menjadi kurang, pola hidup masyarakat mampu dan mewah, sering terjadinya konflik antar masyarakat mengenai tumpang tindih lahan tetapi tidak menjadi masalah yang besar karena diselesaikan dengan baik. Masuknya perkebunan kelapa sawit juga membawa perubahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, yaitu berubahnya mata pencaharian masyarakat dari petani ke perkebunan kelapa sawit, meningkatnya jumlah penerimaan masyarakat yang awalnya kurang lebih Rp 1.000.000,- perbulan menjadi Rp 2.000.000,- - Rp 3.000.000,-, dan perubahan terhadap nilai tanah yang awalnya Rp 3.000.000,- menjadi Rp 20.000.000,-. Selain itu, berdampak juga terhadap lingkungan sehingga menimbulkan beberapa persepsi masyarakat, yaitu masyarakat mengalami kekeringan ketika musim kemarau dan ketika musim penghujan air sungai tidak bisa digunakan dan dikonsumsi serta masyarakat khawatir sewaktu-waktu akan menimbulkan masalah besar bagi lingkungan tempat mereka tinggal. Kata kunci: dampak, kelapa sawit, kondisi sosial ekonomi, masyarakat
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN TEMPE SKALA RUMAH TANGGA DI KELURAHAN GUNTUNG PAIKAT KECAMATAN BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS USAHA TEMPE MILIK BAPAK MACHLI) Hendriana Hendriana; Luki Anjardiani; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2917

Abstract

Hasil   pertanian   adalah   bagian   kedua   dalam kegiatan   agribisnis  setelah  bagian  produksi  pertanian.  Banyak petani yang tidak melakukan pengolahan hasil yang disebakan berbagai sebab, padahal petani menyadari bahwa proses pengolahan ini dianggap penting karena dapat meningkatkan nilai tambah, untuk tujuan komersial. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu, menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan pada usaha pengolahan tempe milik Bapak Machli,  Menganalisis titik impas atau BEP pada usaha pengolahan tempe milik Bapak Machli, mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi dalam usaha pengolahan tempe milik Bapak Machli. Dari penelitian didapat hasil yang menunjukkan biaya total yang di keluarkan pengusaha selama 1 bulan pada bulan Mei 2019 sebesar Rp 15.749.281,-  dengan penerimaan total Rp 23. 300.000,- dengan keuntungan Rp 7.550.719,-. Titik impas (Break Event Point) pada usaha pengolahan tempe kedelai milik Bapak Machli untuk kemasan bulat tercapai pada produksi hari ke-7 dan untuk kemasan balok tercapai pada produksi hari ke-7  sedangkan untuk kemasan lonjor  tercapai pada produksi hari ke-7 dengan produksi minimal untuk kemasan bulat sebesar 1.272  bungkus dan kemasan balok  sebesar  1.018 sedangkan kemasan lonjor sebesar 127, serta jumlah penjualan untuk kemasan bulat sebesar Rp 5.087.603,- dan untuk kemasan balok sebesar Rp 5.087.603,- serta kemasan lojor sebesar Rp 5.087.603,- Permasalahan yang di hadapi oleh usaha pengolahan tempe milik Bapak Machli ini yaitu harga kacang kedelai yang berfluktuasi dan produk sisa yang tidak di perhitungkan, tidak adanya merek produk karena pemilik tidak terlalu memahami prosedur dalam pembuatan merek. Permasalahan lainnya adalah usaha ini tidak pernah mengajukan proposal pengajuan dana atau penambahan dana untuk usaha dalam sekala besar karena pemilik usaha tidak pernah mendapatkan pelatihan dalam pembuatan proposal sehingga pengusaha tidak dapat membuat proposal untuk permohonan dana kepada dinas yang terkait dalam UMKM.
Analisis Usaha Nugget Jamur Tiram Putih di Desa Bumujaya Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Pada Home Industry “Gila Rasa”) Meidila Mazaya Amajida; Nina Budiwati; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6030

Abstract

Agribisnis merupakan bagian dari sistem ekonomi yang bertumpu pada segala kegiatan yang melibatkan pembuatan dan pendistribusian sarana pertanian, kegiatan produksi unit pertanian, penyimpanan, pengolahan, penjualan, dan pendistribusian hasil pertanian dengan menggunakan berbagai produk yang dihasilkan. “Gila Rasa” merupakan home industry yang bergerak di bidang agribisnis. “Gila Rasa” bergerak sebagai petani jamur dan sekaligus pengolah jamur tiram menjadi olahan pangan sejak Tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui biaya, penerimaan, besarnya keuntungan, titik impas (BEP), serta permasalahan yang dihadapi dan alternatif penyelesaian permasalahan dari usaha nugget jamur tiram putih pada home industry “Gila Rasa”. Hasil penelitian menunjukkan biaya total yang dikeluarkan selama bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp6.101.865. Penerimaan yang diperoleh pada bulan Agustus 2020 adalah sebesar Rp7.195.000. Keuntungan yang diperoleh pada bulan agustus 2020 sebesar Rp1.093.135. Titik impas (Break Even Point) pada usaha nugget jamur tiram “Gila Rasa” adalah 255 unit, titik impas pada satuan rupiah adalah sebesar  Rp3.627.200 Permasalahan yang di hadapi ialah penurunan permintaan masyarakat terhadap produk dikarenakan wabah COVID-19.
ANALISIS KARAKTERISTIK KONSUMEN JAMU (Studi Kasus Cafe Jamu di Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan) Isti Radiah; Mira Yulianti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen jamu pada Cafe Jamu dan mengidentifikasi perilaku konsumsi jamu pada Cafe Jamu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2017 sampai Desember 2017 di Cafe Jamu Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Karakteristik menjadi suatu pembeda individu untuk mengetahui latar belakang sosial dan ekonomi dari setiap konsumen Cafe Jamu Kampung Pejabat lebih banyak kaum perempuan, kelompok usia produktif, dengan rata-rata konsumen berasal dari kota Banjarbaru yang berstatus sudah menikah, pendidikan terakhir SMA, dengan beragam profesi yang kebannyakan pegawai swasta, kalangan ekonomi kelas menengah ke atas. Pengguna kendaraan pribadi dan pengguna smartphone lebih dari 2 jam dalam sehari. Konsumen Cafe Jamu pengguna media sosial aktif dari beragam jejaring sosial yang seharinya dapat lebih dari 2 kali akses media sosial dan dalam penggunaan media sosial pun lebih dari 2 jam.Konsumen jamu lebih banyak yang tidak melakukan olahraga dan lebih banyak menyukai makanan olahan rumah. Diukur dengan perilaku konsumsi, konsumen yang datang ke Cafe Jamu menyukai jamu dan rutin meminum jamu. Setiap konsumen memiliki alasan dalam mengkonsumsi produk dan jasa yang membuat konsumen kembali mengkonsumsi produk dan jasa yang sama. Adapun informasi yang didapat dari lingkungan sekitar menjadi pilihan untuk mengkonsumsi jamu pada jam kerja yaitu pagi sampai malam. Dalam setiap kunjungan konsumen lebih dahulu merencanakan sebelum berkunjung ke Cafe Jamu yang memiliki varian jamu olahan yang segar. Mengkonsumsi jamu bagi sebagian konsumen untuk memelihara kesehatan yang sangat penting untuk di konsumsi karena berbagai manfaat jamu dan beragaman pengalaman seseorang yang mengajak untuk mengkonsumsi jamu dan khasiat yang teruji sepanjang jaman dari turun temurun. Jamu baik untuk di konsumsi oleh semua kalangan dan kapan saja.Kata kunci: jamu, konsumen, karakteristik konsumen
Analisis Kualitas Pelayanan di Utopia Coffee Bistro Kota Martapura Lindawati Lindawati; Mira Yulianti; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13593

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis kualitas pelayanan telah diberikan oleh Utopia Coffee Bistro kepada pelanggan, mengukur dan menganalisis pelayanan yang telah diberikan oleh Utopia Coffee Bistro kepada pelanggan telah sesuai antara tingkat kepentingan kualitas pelayanan dengan kinerja kualitas pelayanan. Data primer di peroleh dari kuesioner yang disebarkan kepada responden dan data yang telah diolah peneliti. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik accidental sampling. Pengunjung yang datang akan diminta untuk mengisi kuisioner melalui Google Form atau secara langsung. Pengunjung yang dijadikan sampel merupakan pelanggan yang berusia lebih dari 17 tahun, pernah berkunjung dan mengonsumsi makanan dan minuman di Utopia Coffee Bistro lebih dari 1 kali. Analisis yang digunakan metode importance performance analysis (IPA). Pada penelitian ini survei yang dilakukan kepada 60 responden. Hasil penelitian menujukan terdapat beberapa karateristik ditempat penelitian seperti umur yang mayoritas berada pada rentang umur 21-30 tahun. Karakteristik menurut jenis kelamin didominasi perempuan dibanding laki-laki, karakeristik menurut jenis pekerjaan mayoritas responden adalah pegawai Swasta dan karakeristik estimasi jumlah pendapatan mayoritas adalah Rp. 3.000.000 – Rp. 3.900.000. Tingkat kepentingan tertinggi terdapat pada atribut kebersihan tempat dengan skor rata-rata mencapai 4,6 dan berada dalam kategori sangat penting. Atribut terendah ada pada atribut ketersediaan P3K untuk keselamatan dan pertolongan pertama dengan skor rata-rata 3,9. Tingkat kinerja tertinggi pada atribut pembayaran tunai dan nontunai dengan skor rata-rata 4,4 dan berada dalam kategori sangat puas (SP). Atribut terendah ada pada atribut ketersediaan P3K untuk keselamatan dan pertolongan pertama dengan skor rata-rata 3. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diterima oleh pelanggan Utopia Coffee dan Bisto dinilai oleh pelanggan termasuk ke dalam kategori Memuaskan. Pada Importance Performance Analysis Kuadran kepentingan dan kinerja Dari gambar diatas dapat diketahui skor total rata-rata dan ? = 4,2 ? = 4,12.
Analisis Pendapatan Petani Rumput Laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Mufi Jatur Rahmi; Nina Budiwati; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik budidaya rumput laut, besaran biaya, penerimaan dan pendapatan petani rumput laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa. Perhitungan biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani rumput laut mencakup periode musim tanam 2021 dengan periode analisis 1 kali musim tanam selama 3 bulan dari bulan Maret 2021 - Mei 2021. Biaya total rata-rata sebesar Rp7.105.042,66/usahatani/musim tanam atau Rp2.727.050,29/ha/musim tanam. Penerimaan usahatani rata-rata sebesar Rp13.300.000,-/usahatani/musim tanam atau Rp2.850.000,-/ha/musim tanam dan pendapatan usahatani rumput laut rata-rata Rp6.672.958,33/usahatani/musim tanam atau Rp1.429.919,64/ha/musim tanam. Adapun saran bagi permerintah dan perangkat masyarakat sebaiknya memberikan pembinaan kepada pembudidaya berupa pelatihan terkait teknik budidaya rumput laut seperti pemilihan lokasi budidaya, tambak yang baik, pemilihan bibit berkualitas, penanganan bibit yang ramah lingkungan, penanganan penyakit, pengolahan panen, kegiatan pascapanen, dan pengolahan produk turunan. Pemberian edukasi kepada generasi muda. Bagi petani tetap menggunakan bibit berkualitas dan menjaga kualitas lahan yang baik. Pemerintah setempat dapat memberikan percontohan/demplot penggunaan teknologi budidaya rumput laut yang baik kepada petani rumput laut dan juga menjamin terserapnya produk yang dihasilkan petani di pasar seperti mempromosikan hasil rumput laut petani sebagai komoditas unggulan daerah di even-even lokal, nasional maupun internasional.
ANALISIS FINANSIAL USAHA INDUSTRI PENGOLAHAN KERUPUK LILIT “PADA SUKA” DI KELURAHAN LOKTABAT SELATAN KOTA BANJARBARU Muslimin Muslimin; Mira Yulianti; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.648

Abstract

Salah satu produk industri pengolahan hasil pertanian yang banyak berkembang adalah industri pengolahan pangan. Industri pengolahan pangan mempunyai prospek bisnis yang cukup baik dan keberadaanya banyak dibutuhkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhanya terhadap pangan khususnya pangan yang berupa produk olahan, baik setengah jadi maupun sudah jadi yang siap untuk dikonsumsi secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum usaha industri pengolahan kerupuk Lilit “Pada Suka” perusahaan milik H. Aendi, mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan dari usaha industri pengolahan kerupuk Lilit “Pada Suka” perusahaan milik H. Aendi, mengetahui besarnya titik impas/Break Even Point (BEP) dari usaha industri pengolahan kerupuk Lilit “Pada Suka” perusahaan milik H. Aendi dan mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi dalam usaha industri pengolahan kerupuk Lilit “Pada Suka” perusahaan milik H. Aendi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2017 sampai bulan Maret 2018. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa biaya total dalam usaha industri pengolahan kerupuk Lilit “Pada Suka” selama tahun 2017 adalah sebesar Rp 1.832.492.096,-, total penerimaan selama tahun 2017 sebesar Rp 2.835.000.000,-, dan keuntungan selama tahun 2017 sebesar Rp 1.002.507.904,-. Usaha industri pengolahan kerupuk Lilit “Pada Suka” milik H. Aendi mencapai titik impas/Break Even Point (BEP) pada saat jumlah produksi minimal sebanyak 317.592 bungkus, dengan jumlah penjualan minimal sebesar Rp 952.778.792,- dan dengan harga minimal sebesar Rp 1.938,-. Permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan usaha industri pengolahan kerupuk Lilit “Pada Suka” adalah apabila terjadi musim hujan, hal ini dapat mempengaruhi hasil kerupuk yang dihasilkan karena penjemuran yang efektif menggunakan sinar matahari. Selain itu permasalahan yang dihadapi adalah terjadinya perubahan harga bahan baku utama terhadap bawang merah dan bawang putih.Kata kunci: pengolahan, biaya, titik impas
Analisis Business Model Canvas (BMC) dan Kelayakan Usaha pada Warung Keprek’an Bu Yayu Di Kota Banjarbaru Nia Octaviani; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13599

Abstract

Warung Keprek’an Bu Yayu adalah sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada sektor kuliner di kota Banjarbaru dan telah didirikan sejak tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pada Warung Keprek’an Bu Yayu dengan menggunakan Business Model Canvas dan untuk menganalisis kelayakan usaha Warung Keprek’an Bu Yayu. Pada penelitian ini digunakan metode studi kasus yang melibatkan pengumpulan informasi secara mendetail. Metode yang digunakan adalah metode observasi aktif dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada blok segmentasi pelanggan yaitu sebagian besar konsumen Warung Keprek’an Bu Yayu berjenis kelamin perempuan dengan usia dewasa, memiliki pekerjaan sebagai mahasiswa, jarak tempat tinggal < 1 km – 2 km dari lokasi usaha, memiliki gaya hidup yang menyukai makanan kekinian sehingga melakukan pembelian rata-rata 1-2 kali seminggu. Blok proporsi nilai yaitu rasa yang khas, ukuran ayam yang besar, sambal yang disajikan terpisah, memiliki perbedaan nama brand yaitu “keprek” dan memberikan pelayanan yang cepat serta ramah. Blok saluran yaitu secara offline dan online. Blok hubungan pelanggan yaitu pelayanan secara personal assistance, dan menyedikan kontak WhatsApp pemilik usaha. Blok arus pendapatan yaitu penerimaan dari menu utama, menu indomie, dan menu minuman serta keuntungan usaha. Blok sumberdaya utama yaitu tempat usaha, modal produksi, dan tenaga kerja. Blok aktivitas kunci yaitu memproduksi dan menjual makanan dan minuman. Blok kemitraan utama yaitu UD Mutia, UD Borneo, Grab, Gojek, Shopee, dan F-Jek. Blok struktur biaya terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Dari sudut pandang keuangan, Warung Keprek’an Bu Yayu dianggap layak untuk dijalankan karena nilai RCR > 1.
Analisis Perbandingan Pendapatan Kelapa Sawit Petani Plasma dan Petani Non Plasma di Desa Bepara Kecamatan Pamukan Utara Kabupaten Kotabaru Yudi Yudi; Mira Yulianti; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9414

Abstract

Sub-sektor pertanian yang cukup berperan dalam menciptakan lapangan kerja adalah sektor perkebunan, salah satunya perkebunan kelapa sawit. Desa Bapera merupakan salah satu Desa yang ada di Kabupaten Kotabaru dimana penduduknya bermata pencaharian sebagai pekebun di perkebunan kelapa sawit. Sebagian dari petani memiliki kebun sendiri, dan sebagian lagi sebagai pekerja di perusahaan sawit serta ada juga sebagian petani yang mengikutsertakan kebunnya sebagai plasma. Kondisi ekonomi masyarakat sebagai petani plasma belum sepenuhnya sejahtera dan keadaan ekonominya tergolong rendah dikarena pembayaran plasma tidak berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan kelapa sawit petani non plasma dan petani plasma di Desa Bepara. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel pada penelitian ini diambil secara random sampling yaitu petani plasma terdiri 15 dan petani non plasma terdiri dari 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbandingan usahatani kelapa sawit plasma dan non plasma memiliki selisih pendapatan perhektar sebesar Rp 402.497 dimana pendapatan petani plasma lebih besar daripada petani non plasma. Hal ini dikarenakan petani plasma dalam mengushakan usahataninya lebih dikelola secara prusedur perusahaan. Rata-rata pendapatan usahatani kelapa sawit untuk petani plasma adalah Rp 1.712.648/ha Sedangkan rata-rata pendapatan usahatani petani non adalah Rp 1.310.151/ha.
Analisis Pendapatan Petani Padi Lokal pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Sri Wahyuni; Masyhudah Rosni; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya eksplisit, biaya implisit serta biaya total usaha tani padi lokal pada masa pandemi covid-19 di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, menganalisis penerimaan dan pendapatan petani padi lokal serta mengetahui permasalahan usaha tani padi lokal pada masa pandemi covid-19 di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan petani adalah 1.075ha, dengan rata-rata biaya usaha tani terdiri dari biaya eksplisit sebesar Rp 7.038.848,00 per musim tanam per usaha tani rata-rata biaya implisit sebesar Rp 692.241,00. Biaya total usaha tani sebesar Rp 7.731.089,00 per musim tanam per usaha tani. Penerimaan yang didapat dalam usaha tani padi lokal berkisar antara Rp 9.450.000,00 sampai Rp 17.150.000,00 dengan rata-rata sebesar Rp 14.155.690,00 per musim tanam per usaha tani, maka didapat rata-rata pendapatan yang diperoleh petani padi lokal pada masa pandemic covid-19 tersebut sebesar Rp 7.116.842,00 per musim tanam per usaha tani di tahun 2020. Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat permasalahan usaha tani pada masa pandemi covid-19 yaitu sarana produksi usaha tani terhambat, kurangnya tenaga kerja dari luar dan kurangnya kerja sama antar kelompok tani.
Co-Authors Abdur Rahim Adzim Hadi Wibowo Agus Agus Ahmad Afriyadi Pratama Ahmad Yousuf Kurniawan Ahut Saputra Anggia Dwi Yustianingsih Artahnan Aid Aulia Rahmah Aulya Triapritasyari Bintang Fatma Lestari Bunga Resa Hartati Denny Mandala Putra Devi Mailinda N Aulia Dian Nugraha Ramadhan Djoko Santoso Edgar Octoyuda Eka Radiah Fanesa Natasye Salendu Ferrianta, Yudi Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Hartoni Hartoni Hendriana Hendriana Herma Sari Hikmah Hikmah Intan Suari Adidarma Putri Ismi Norma Haqiqi Isti Radiah Kamiliah Wilda Karina Dinda Puteri Kartika Ariswara Khairunnisa Khairunnisa Lindawati Lindawati Lindy Karlina Luki Anjardiani Mahfus Mahfus Mariani Mariani marwan setiawan Masyhudah Rosni Mawaddah Rahmah Meidila Mazaya Amajida Mufi Jatur Rahmi Muhamad Nor Taufan Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Dafa Surya Kemala Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Zaini Muhammad Zakki Yamani Muslimin Muslimin Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Nia Octaviani Nina Budiwati Nurmelati Septiana Prasetyo Bayu Aji Putra, Hendris Syah Putri Shinta Dianti Rabiatul Adawiah Rahman Aulia Rahmat Hidayat Raihanah Raihanah Rifiana Rifiana Rifki Arselan Sadik Ikhsan Samuel Eka Putra Depari Sandy Setiawan Sela Karuniani Setiawan Muhammad Luthfie Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Narul Jannah Siti Normilahayani Siti Rahmah Sri Wahyuni Suhan Sukma Sari Syafiq Nurfahuda Syahril Syahril Umi Salawati Usamah Hanafie Varenna Faubiany Veronica Silalahi Sidebang Wahyudi Agustino Wawan Halwany Yatimah Yatimah Yudi Yudi Yulizar Ihrami Rahmila Yusuf Azis