Mira Yulianti
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS USAHA PENGOLAHAN YOGHURT “ANNISA” (Studi Kasus Pada Usaha Yoghurt Milik Ibu A. Fancy Kumala) Sri Wahyuni; Mira Yulianti; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2902

Abstract

Perusahaan atau usaha industri pengolahan merupakan suatu usaha yang akan melakukan kegiatan proses produksi secara menual dan modern untuk mengubah barang dasar (bahan mentah/row materials) sehingga menjadi barang jadi (finished goods) atau pun barang setengah jadi (work in process) yaitu dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya sehingga lebih dekat dengan pemakai akhir, untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran usaha pengolahan yoghurt “Annisa”, mengetahui biaya, penerimaan, dan keuntungan dari usaha pengolahan yoghurt “Annisa”, dan mengetahui permasalahan yang ada pada usaha pengolahan yoghurt “Annisa”. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi dan kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kota Banjarbaru. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total dalam usaha pengolahan yoghurt “Annisa” selama bulan Maret 2019 adalah sebesar Rp 26.680.438,-, total penerimaan selama bulan Maret 2019 sebesar Rp 38.180.000,-, dan keuntungan selama bulan Maret 2019 sebesar Rp 11.499.562,-. Permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan yoghut “Annisa” adalah tidak adanya sistem pencatatan keungan selama proses produksi berlangsung, terkendala tidak memiliki PIRT, BPOM dan label halal dan dalam proses fermentasi bakteri yoghurt disaat musim hujan yang terus menerus membuat yoghurt tidak bisa fermentasi sempurna.
Sikap Konsumen Terhadap Produk Chocomo dari UMKM Moringa Factory Bintang Fatma Lestari; Mira Yulianti; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap produk cokelat merek Chocomo di Moringa Factory serta menganalisis pendapat responden terhadap produk baru cokelat merek Chocomo. Penelitian ini dimulai bulan September 2022 hingga Februari 2023. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah Non Probability Sampling, jenis penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, sementara ukuran sampel responden yaitu sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan di area Car Free Day (CFD) di Lapangan Murjani sebanyak 25 responden dan CFD halaman kantor gubernur Kalimantan Selatan sebanyak 25 responden. Nilai evaluasi semua atribut memiliki penilaian yang baik (dengan posisi skor 4-5). Atribut yang memiliki penilaian tertinggi adalah atribut promosi secara langsung dengan skor 4,54 (sangat setuju). Promosi secara langsung disertai pemberian tester menjadi pilihan karena dapat berkomunikasi dua arah serta memastikan produk yang dipasarkan baik dan rasanya sesuai oleh selera konsumen. Nilai kepentingan semua atribut memiliki penilaian yang baik (dengan posisi skor 4- 5). Atribut yang memiliki penilaian tertinggi adalah atribut promosi secara langsung dengan skor 4,54 (sangat penting). Hal ini disebabkan promosi secara langsung membuat konsumen lebih mengenal produk secara langsung, meraba bentuk dan merasakan produk dengan baik sehingga dapat lebih mudah memutuskan dalam membeli produk. Produk cokelat kelor merek Chocomo mendapatkan skor sikap A0 dengan interpretasi positif, hal tersebut menunjukkan produk sudah dapat diterima oleh konsumen dan memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas.
Tingkat Kemampuan Petani dalam Manajemen Usahatani Padi Unggul di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan Hikmah Hikmah; Mira Yulianti; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan petani dalam manajemen usahatani padi unggul varietas Mekongga di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan menganalisis permasalahan manajemen usahatani padi unggul varietas Mekongga dan pemecahan masalahnya. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multistage sampling sehingga didapatkan sampel berjumlah 23 responden dari 231 orang petani padi. Untuk menjawab tujuan pertama menggunakan rumus tingkat kemampuan manajemen dan untuk menjawab tujuan kedua menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kemampuan petani manajemen usahatani padi unggul varietas Mekongga secara keseluruhan berada di kategori sedang (belum optimal) dengan persentase 63,16%. Adapun tingkat kemampuan petani pada fungsi perencanaan tergolong sedang yaitu 69,20%, fungsi pengorganisasian tergolong tinggi yaitu 77,90%, fungsi pengarahan tergolong sedang yaitu 59,60%, fungsi pelaksanaan juga tergolong sedang yaitu 61,55%, untuk fungsi pengawasan tergolong rendah yaitu 55,25%, dan fungsi evaluasi juga termasuk tergolong rendah yaitu 55,43%. Permasalahan dari aspek manajemennya yaitu pada aspek perencanaan sebagian petani mengalami masalah dalam keterbatasan perencanaan pengelolaan modal, aspek pengorganisasian petani mengalami masalah kurang terorganisirnya pembagian alokasi tenaga kerja luar keluarga dan dalam keluarga, pada aspek pengarahan petani tidak memberikan arahan yang cukup baik kepada tenaga kerja, seperti tidak melakukan pertemuan untuk memberikan arahan berkaitan dengan kegiatan usahatani yang akan dilaksanakan. Aspek pelaksanaan petani mengalami kendala dalam hal segi perawatan tanaman yaitu pemberian pupuk. Aspek pengawasan petani mengalami masalah dengan perbedaan harga jual gabah, dan masalah pada aspek evaluasi yaitu petani tidak melakukan pencatatan hasil evaluasi dalam bentuk pembukuan usahatani.
Analisis Kinerja Usaha Bebek Potong Peking di Desa Mamar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Usaha Bebek Peking Bapak Haris dan Bapak Anwar) Muhammad Zakki Yamani; Djoko Santoso; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2114

Abstract

Abstrak. Di Kecamatan Amuntai Selatan tepatnya di Desa Mamar merupakan lokasi terbesar usaha peternakan bebek. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, usaha tersebut memiliki struktur organisasi yang begitu sederhana dan tenaga kerja yang tidak begitu banyak sehingga mengakibatkan pembagian kerja menjadi terbatas serta strukturnya yang belum jelas, Selain itu terdapat kekurangan dalam kesehatan administrasi sehingga dalam usaha ini pengelolaan keuangan tidak terlihat secara jelas. Hal ini menyebabkan pemilik usaha tidak mengetahui total biaya yang dikeluarkan dan pendapatan bersih yang mereka peroleh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja usaha bebek potong peking di Desa Mamar dengan skala usaha yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli sampai dengan November 2019 di Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan secara observasi partisipatif dan wawancara mendalam (in-depth Interview). Dalam observasi partisipatif, peneliti terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati sehingga dapat menggali informasi yang lengkap dan kompleks. Responden yang dipilih adalah pemilik usaha bebek potong peking yaitu Bapak Haris dan Bapak Anwar. Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan Usaha milik Bapak Haris dan Bapak Anwar dapat dinyatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan total pendapatan dengan total biaya, yaitu pada usaha Bapak Haris diperoleh angka 1,09. Sedangkan dalam usaha milik Bapak Anwar diperoleh angka 1,18. Akan tetapi usaha milik Bapak Haris dan Bapak Anwar diperlukan pelebaran pasar agar omzet yang diperoleh lebih besar dari sebelumnya. Namun, dari hasil analisis ketiga kriteria sehat usaha maka didapat persentase untuk kesehatan kinerja usaha Bapak Haris sebesar 28,43% sedangkan untuk usaha bapak Anwar sebesar 22,54% dari total skor maksimum 102. Hal ini menunjukan bahwa pada kedua usaha ini secara keseluruhan masuk kedalam ketegori tidak sehat.Kata kunci: anilisis kinerja usaha, bebek peking
Analisis Business Model Canvas (Bmc) Pada Usahatani Hidroponik Asri Hydrofarm Rahmat Hidayat; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8268

Abstract

Usahatani hidroponik Asri Hydrofarm merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang industri tanaman pangan dengan hasil produksi sayuran hidroponik dan perlengkapannya yang berada di Banjarbaru dan usaha tersebut dirintis pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 9 blok Business Model Canvas (BMC) pada usaha hidroponik Asry Hdrofarm serta melakukan analisi kelayakan pada usaha Hidroponik Asri Hydrofarm menggunakan metode RCR. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan 9 blok Business Model Canvas yang usahatani Asri Hidrofarm yaitu blok segmentasi pelanggan usaha hidroponik Asri Hydrofarm yaitu ibu – ibu rumah tangga, penjual kebab dan burger dan penggiat hidroponik, blok proposisi nilai yaitu bonus setiap pembelian sayuran, kemasan sayuran standar supermarket, edukasi kepada pelangaan dan kenyamanan berbelanja, blok hubungan pelanggan yaitu pelayanan edukatif, call center, informasi terbaru dari sosial media, blok saluran yaitu Toko Asri Hydrofarm, toko sayur konvensional dan sosial media ig dan wa, blok arus pendapatan yaitu penjualan sayur hidroponik, penjualan perlengkapan hidroponik dan jasa pelatihan, blok sumberdaya kunci yaitu lahan, modal produksi, sumber daya manusia, internet dan listrik, blok aktivitas kunci yaitu penanaman sayur hidroponik, pengemasan, promosi dan pembelajaran/pelatihan, kemitraan utama yaitu CV. Metafarm, Pondok Tani Banjarbaru dan Komunitas Petani Hidroponik Kalimantan Selatan (KOPHI) dan blok struktur biaya) yaitu biaya tetap dan variabel. Serta secara finansial usaha hidroponik Asri Hydrofarm menguntungkan serta layak dijalankan dan dikembang karena RCR > 1
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Siti Normilahayani; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9477

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga dapat diartikan kemampuan keluarga dalam mengakses pangan dengan baik untuk mencukupi kehidupan anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan pangan dan indikator aksesibilitas keterjangkauan rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilakukan sejak bulan Februari 2023 sampai dengan April 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan Simple Random Sampling, yaitu dengan 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan dilihat dari rata-rata proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total tergolong tahan pangan dengan persentase 55%. Indikator keterjangkauan pangan diukur dari kemudahan suatu rumah tangga dalam memperoleh pangan yang diukur dengan daya beli. Indikator aksesibilitas rumah tangga yang dilihat dari kemampuan daya beli petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung tergolong tinggi (>1) dengan rata-rata daya beli terhadap pangan sebesar 1,08 yang menunjukkan bahwa keadaan pangan rumah tangga dalam kategori tinggi namun untuk disimpan/ditabung masih rendah karena daya beli mendekati kategori sedang sehingga perlu waspada terhadap stok pangan dikemudian hari.
Analisis Usaha Peternakan Sapi Potong di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru (Studi Kasus Usaha Sapi Potong Bapak Masdarmaji) Prasetyo Bayu Aji; Mira Yulianti; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5926

Abstract

Pertumbuhan penduduk berdampak pada meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk peternakan khususnya daging. Peran usahatani rakyat sebagai penyedia kebutuhan daging sapi sangat besar. Berdasarkan data UPT BPP Banjarbaru terdapat lima kelompok peternak sapi potong di Kecamatan Banjarbaru Selatan. Salah satu anggota yang dijadikan referensi UPT BPP Banjarbaru adalah Bapak Masdarmaji yang merupakan ketua kelompok Lembu Selatan. Bapak Masdarmaji sangat aktif mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Peternakan Kota maupun Provinsi. Beliau juga memiliki jumlah sapi terbanyak dari peternak lain yang ada di Lembu Selatan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui analisis usaha peternakan sapi potong dengan melihat aspek finansial pada usaha yang dimiliki  oleh bapak Masdarmaji. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk menganalisis usaha peternakan sapi potong di Kota Banjarbaru milik Bapak Masdarmaji dengan melihat aspek finansial. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Agustus 2019 hingga September 2020. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Selain hasil penjualan ternak, Bapak Masdarmaji juga mendapatkan keuntungan dari penjualan kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk organik, besarnya biaya yang dikeluarkan dalam satu periode penelitian untuk usaha peternakan sapi potong bapak Masdarmaji yaitu biaya total sebesar Rp. 2.000.664.667, total penerimaan sebesar Rp. 2.575.600.000, keuntungan sebesar Rp. 574.935.333, dan RCR sebesar 1,28. Permasalahan yang dihadapi yaitu masalah ketersediaan pakan dan penyakit pada sapi.
Analisis Kinerja Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (Uppb) Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Syafiq Nurfahuda; Mira Yulianti; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun laporan laba/rugi UPPB bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan, menganalisis kinerja keuangan UPPB Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan berdasarkan Net Profit Margin, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam operasional UPPB Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan, dan mendeskripsikan respon petani terhadap adanya UPPB Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Penelitian berlangsung dari bulan Mei 2022 yang dimulai dari penyusunan proposal sampai dengan April 2023 pengolahan hasil penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini Non-Probability Sampling dengan teknik accidental sampling. Teknik dan analisis data yang ditempuh adalah dengan menggunakan rumus Net Profit Margin. Hasil penelitian menunjukan bahwa laba UPPB Bangun Sahabat mengalami penurunan signifikan dari tahun 2021 ke 2022 sebesar Rp72.100.097. Berdasarkan perhitungan untuk mengetahui kinerja keuangan UPPB Bangun Sahabat diperoleh NPM pada tahun 2021 sebesar 3,3% dan 2% pada tahun 2022. Rendahnya nilai NPM ini menunjukkan bahwa UPPB Bangun Sahabat mengalami kesulitan dalam menghasilkan laba dari penjualan produk atau jasa. Harapan petani terhadap UPPB adalah agar harga karet dapat meningkat lebih lanjut mengingat kenaikan harga kebutuhan pokok, serta harapan akan lebih banyak bantuan yang diterima, terutama dalam hal pupuk yang harganya semakin tidak terjangkau.
Analisis Finansial Jamu (Studi Kasus Pada “Cafe Jamu” di Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan) Herma Sari; Mira Yulianti; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.698

Abstract

Perindustrian merupakan salah satu sektor yang peranannya sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. Peningkatan industri kecil dan rumah tangga juga diperhatikan oleh pemerintah sekarang ini, dan tidak lagi terfokus hanya kepada perkembangan industri besar dan sedang saja. Pada negara-negara yang sedang berkembang peranan industri kecil dan rumah tangga penting untuk peningkatan pembangunan, dikarenakan dapat menciptakan lapangan kerja yang banyak, adanya kesempatan usaha yang tercipta serta memperbanyak pertumbuhan pembangunan. Untuk sebagian jenis kegiatan peningkatan ekspor juga dapat dilakukan oleh industri ini. Salah satu usaha rumah tangga di Kelurahan Loktabat Selatan Kabupaten Banjar bernama Cafe Jamu yang khususnya berada di Kampung Pejabat, industri ini bergerak pada pembuatan hasil pertanian menjadi sebuah produk yaitu jamu. Cafe Jamu sendiri mulai berdiri pada Maret 2017 pemiliknya adalah sepasang suami istri yaitu Bapak Tarmuji dan istri beliau bernama Sukarni yang sekaligus sebagai pekerja di Cafe Jamu tersebut. Awal mula mendirikan Cafe Jamu adalah karena di kampung pejabat itu sendiri dijadikan ikon jamu untuk Kota Banjarbaru maka Bapak Tarmuji berinisiatif mendirikan tempat khusus jamu yang semua kalangan dapat menikmati jamu dan sekaligus mengenalkan jamu kepada kalangan muda betapa banyak manfaat dari mengkonsumsi jamu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, BEP (Break Even Point), serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Cafe Jamu. Metode yang digunakan dalah studi kasus , metode ini hanya menerapkan penelitian pada satu kasus saja, Sedangkan untuk menentukan jumlah responden konsumen menggunakan Accidental Sampling. Hasil perhitungan menyatakan RCR<1 yaitu 0,94 yang artinya bahwa usaha Cafe Jamu ini tidak menguntungkan. Disarankan memberikan pelatihan kepada karyawan dalam hal pembukuan keuangan sehingga mempermudah pemilik dalam menghitung pendapatan dan pengeluaran usaha Cafe Jamu secara rinci. Kata kunci: cafe jamu, jamu, biaya
Sikap Konsumen terhadap Selai Kacang Merek “Jiggly Belly Peanut Butter” di Kota Banjarmasin Karina Dinda Puteri; Mira Yulianti; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.12024

Abstract

Perkembangan trend atau gaya hidup sehat di kalangan masyarakat memberikan kesempatan pada produsen untuk memproduksi makanan dengan label sehat yang mudah untuk dikonsumsi. Salah satu produk makanan sehat yang praktis untuk dikonsumsi adalah peanut butter. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sikap responden terhadap atribut peanut butter Jiggly Belly dan menganalisis pendapat responden terhadap produk baru bermerek Peanut Butter Jiggly Belly. Untuk menjawab tujuan pertama menggunakan Multiatribut Fishbein, yaitu metode yang digunakan untuk mengungkapkan mengenai sikap seseorang terhadap suatu objek penelitian. Untuk menjawab tujuan kedua menggunakan analisis deskriptif. Pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah sampel responden 50 orang wanita dengan total pendapatan didominasi sebesar >Rp 4.000.000 per bulan. Atribut yang mendapat skor sikap (Ao) terbesar adalah atribut rasa (16,80) yang berarti atribut rasa paling disukai oleh responden, sedangkan atribut dengan skor terendah adalah atribut tekstur (10,28) yang berarti tekstur pada produk tidak disukai oleh responden dan harus mendapatkan peningkatan. Skor sikap keseluruhan (Ao) produk sebesar 202,94 yaitu netral yang berarti produk selai kacang Jiggly Belly dinilai biasa saja dan memerlukan peningkatan pada masing-masing atribut yang ada seperti atribut tekstur, aroma, kepraktisan, dan promosi daring sebelum siap dipasarkan
Co-Authors Abdur Rahim Adzim Hadi Wibowo Agus Agus Ahmad Afriyadi Pratama Ahmad Yousuf Kurniawan Ahut Saputra Anggia Dwi Yustianingsih Artahnan Aid Aulia Rahmah Aulya Triapritasyari Bintang Fatma Lestari Bunga Resa Hartati Denny Mandala Putra Devi Mailinda N Aulia Dian Nugraha Ramadhan Djoko Santoso Edgar Octoyuda Eka Radiah Fanesa Natasye Salendu Ferrianta, Yudi Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Hartoni Hartoni Hendriana Hendriana Herma Sari Hikmah Hikmah Intan Suari Adidarma Putri Ismi Norma Haqiqi Isti Radiah Kamiliah Wilda Karina Dinda Puteri Kartika Ariswara Khairunnisa Khairunnisa Lindawati Lindawati Lindy Karlina Luki Anjardiani Mahfus Mahfus Mariani Mariani marwan setiawan Masyhudah Rosni Mawaddah Rahmah Meidila Mazaya Amajida Mufi Jatur Rahmi Muhamad Nor Taufan Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Dafa Surya Kemala Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Zaini Muhammad Zakki Yamani Muslimin Muslimin Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Nia Octaviani Nina Budiwati Nurmelati Septiana Prasetyo Bayu Aji Putra, Hendris Syah Putri Shinta Dianti Rabiatul Adawiah Rahman Aulia Rahmat Hidayat Raihanah Raihanah Rifiana Rifiana Rifki Arselan Sadik Ikhsan Samuel Eka Putra Depari Sandy Setiawan Sela Karuniani Setiawan Muhammad Luthfie Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Narul Jannah Siti Normilahayani Siti Rahmah Sri Wahyuni Suhan Sukma Sari Syafiq Nurfahuda Syahril Syahril Umi Salawati Usamah Hanafie Varenna Faubiany Veronica Silalahi Sidebang Wahyudi Agustino Wawan Halwany Yatimah Yatimah Yudi Yudi Yulizar Ihrami Rahmila Yusuf Azis