Mira Yulianti
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usahatani Semangka Merah Non Biji di Desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Aulia Rahmah; Mira Yulianti; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9415

Abstract

Semangka merupakan salah satu buah yang diusahakan oleh petani di Desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang merupakan salah satu desa penghasil buah semangka terbanyak. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu pengaturan pola tanam, manajemen modal, dan anjloknya harga jual semangka merah non biji pada saat panen bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan menganalisis masalah apa saja yang dihadapi petani semangka merah non biji di daerah penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara porpusive (sengaja) sebanyak 30 orang petani semangka merah non biji di daerah penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan analisis deskriptif. Berdasarkan dari hasil penelitian di desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, rata-rata biaya total semangka merah non biji yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp8.981.580 per usahatani, rata- rata penerimaan usahatani semangka merah non biji yang diterima adalah sebesar Rp21.662.275 per usahatani, kemudian jumlah keuntungan yang didapat petani lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp12.680.695 per usahatani per satu kali musim tanam.
Tingkat Pengetahuan Petani Terhadap Budidaya Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta) di Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rahman Aulia; Mira Yulianti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10335

Abstract

Upaya adopsi budidaya ubi kayu dengan tingkat pengetahuan petani di tingkat yang nantinya besar harapan pendapatan petani dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu, hubungan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu dengan pengalaman berusahatani, luas tanam dan penerimaan serta mengidentifikasi permasalahan petani penyelenggaraan tanam ubi kayu. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif serta analisis korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu berada pada tingkat kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama pengalaman berusahatani, luas tanam dan penerimaan penjualan ubi kayu dengan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu. Permasalahan yang seringkali dihadapi oleh para petani ubi kayu yakni pengendalian gulma dan pemupukan.
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Karet Rakyat di Desa Tampa Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah Syahril Syahril; Mira Yulianti; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui tingkat kesejahteraan petani karet rakyat, dan Mengetahui permasalahan yang dihadapi petani karet di Desa Tampa Kecamatan Paku Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2016. Hasil dari penelitian ini yaitu Tingkat kesejahteraan keluarga petani karet di wilayah Desa Tampa berada pada tingkat keluarga sejahtera II dengan banyak 48 kepala keluarga dengan tingkat presentase sebanyak 48%. Banyak nya keluarga petani yang perekonomian nya terbilang serba cukup dan mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari, ada sebanyak 48 kepala keluarga yang berada pada tingkat keluarga sejahtera II dimana pada tingkat inilah jumlah  responden paling banyak, yang secara tidak langsung menunjukan bahwa masyarakat petani karet di wilayah Desa Tampa rata-rata sebagian besar berada pada tingkat kaluarga sejahtera II yang artinya tingkat kesejahteraan petani karet di wilayah Desa Tampa sudah tergolong sejahtera. Permasalahan yang dihadapi petani karet di Desa Tampa Kecamatan Paku Provinsi Kalimantan Tengah ada tiga yaitu, tidak stabilnya harga karet, iklim yang bisa berubah kadang tidak menentu, dan rawan nya pecurian di wilayah sekitar dikarenakan pola hidup masyarakat di wilayah Desa Tampa .Kata kunci: tingkat kesejahteraan, keluarga petani, karet
Analisis Business Model Canvas (BMC) Pada Usaha Hatara Coffee di Kota Banjarbaru Anggia Dwi Yustianingsih; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13590

Abstract

Hatara merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang Coffee shop yang menyediakan berbagai macam minuman kopi dan non-kopi. Selain itu, Hatara juga menawarkan makanan berat dan makanan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Business Model Canvas pada usaha Hatara Coffee. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Mei 2024. Metode penarikan contoh yang digunakan yaitu metode studi kasus. Metode penarikan sampelnya menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 2 metode, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Dalam analisis data yang digunakan, maka tujuan penelitian ini yaitu menerapkan business model canvas melalui 9 blok, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue streams, key resources, key activities, key partnership, dan cost structure. Hasil penelitian ini menunjukkan 9 blok Business Model Canvas yang digunakan usaha Hatara Coffee dalam melaksanakan bisnisnya dan mengetahui kelayakan usaha Hatara Coffee sebagai solusi dalam keberlangsungan usahanya.
A Case Study of Waste Bank Implementation in an Elementary School in Bonang Sub-District, Demak Regency Marpaung, Sutan Sahala Muda; Kartika Ariswara; Yulizar Ihrami Rahmila; Varenna Faubiany; Mira Yulianti; Marwan Setiawan; Wawan Halwany; Bunga Resa Hartati; Hendris Syah Putra; Edgar Octoyuda
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i3.2025.277-286

Abstract

Introduction: The community's behavior, perceptions, and willingness to pay (WTP) are vital in forming and implementing integrated waste management. Thus, zero waste theory advocates the need for research on perceptions, behavior, and WTP for school waste management. This study analyzes school residents' perceptions, behavior, and WTP regarding waste management. Methods: This study used a mixed-methods sequential explanatory design, combining quantitative and qualitative approaches. The study was conducted at SDN Betahwalang, selected purposively due to its active waste bank program. A total of 86 students and 75 school community members were surveyed. Quantitative data were analyzed using crosstabs and the Contingent Valuation Method (CVM), while qualitative data were obtained through in-depth interviews with key stakeholders. Results and Discussion: This study used a mixed-methods sequential explanatory design. The research was conducted at SDN Betahwalang, purposively selected for its active school waste bank program. The variables measured included students’ socio-economic characteristics, perception, environmental behavior, and willingness to pay for waste bank development. A total of 86 students and 75 school community members were surveyed. Data were analyzed using crosstabs and the Contingent Valuation Method, supported by qualitative insights from in-depth interviews. Conclusion: This study concludes that integrating environmental education through both formal and non-formal approaches effectively improves students’ knowledge, perception, and behavior toward waste management. Furthermore, the school community shows strong support for waste bank development, as indicated by their willingness to pay. These findings highlight the importance of institutional synergy and continuous environmental education in promoting sustainable waste practices in schools.
Analisis Finansial Usaha Jahe Merah Instan di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru (Studi Kasus Usaha Jahe Merah Instan DD) Siti Fatimatuzzahra; Mira Yulianti; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7862

Abstract

Usaha jahe merah instan DD merupakan salah satu UMKM yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan memanfaatkan sumberdaya hasil pertanian khususnya jahe merah sebagai bahan dasar pembuatan jahe merah instan DD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan dan Break Event Point pada usaha jahe merah instan DD di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Analisis dilakukan dengan pendekatan besar biaya, penerimaan, keuntungan, RCR dan BEP (Break Event Point) serta metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, total biaya yang dikeluarkan selama 12 bulan sebesar Rp 15.384.000 per tahun dengan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 26.405.000 per tahun maka keuntungan yang diperoleh Rp 11.021.000 per tahun. Nilai revenue cost ratio (RCR) pada usaha jahe merah instan DD 1,71 yang artinya usaha jahe merah instan DD ini menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Adapun nilai BEP (Q) dan BEP (Rp) pada tahun 2021, varian rasa original diproduksi sebanyak 376 pcs dengan penerimaan sebesar Rp 11.280.000, varian rasa jahe merah diproduksi sebanyak 90 pcs dengan penerimaan sebesar Rp 3.150.000, varian rasa bawang dayak diproduksi sebanyak 145 pcs dengan penerimaan sebesar Rp 5.075.000, varian rasa sari kunyit plus gula aren 105 pcs dengan penerimaan sebesar Rp 3.150.000, dan untuk varian rasa sari kencur diproduksi sebanyak 125 pcs dengan penerimaan sebesar Rp 3.750.000. Produksi jahe merah instan DD tersebut lebih besar dari produksi minimal dan lebih besar dari penerimaan yang harus didapat. Maka dapat dikatakan bahwa usaha jahe merah instan DD milik Ibu Surtini menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Analisis Klasifikasi Konflik dan Manajemen Konflik Akibat Alih Fungsi Lahan di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Dian Nugraha Ramadhan; Mira Yulianti; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi dan manajemen konflik yang muncul akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian. Alih fungsi lahan menjadi penyebab berubahnya struktur kesempatan kerja dan pendapatan komunitas, hal ini dapat mendorong terjadinya sebuah konflik sosial. Berdasarkan teori T. Hani Handoko, konflik dibagi menjadi 5 tingkatan: (1) Konflik individu; (2) Konflik antar individu; (3) Konflik individu dengan kelompok; (4) Konflik antar kelompok; (5) Konflik antar organisasi. Manajemen konflik bertujuan untuk memberikan solusi bagi perbedaan pendapat ataupun kepentingan. Manajemen konflik menurut Thomas & Kilmann (1974) mencakup 5 metode: (1) Kompetisi; (2) Kolaborasi; (3) Kompromi; (4) Menghindar; (5) Mengakomodasi. Penelitian dilakukan pada Juli-Agustus menggunakan metode snowball sampling, dengan data primer dan sekunder. Hasil menunjukkan bahwa konflik jarang terjadi, dengan rata-rata skor 1,62. Kultur kekeluargaan kuat menjadi faktor utama, meskipun beberapa konflik muncul akibat gangguan ekologi seperti hama dan penyempitan sungai. Manajemen konflik umumnya menggunakan gaya kolaborasi (rata-rata skor 2,34), dengan penyelesaian melalui diskusi dalam forum masyarakat.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PRODUK MINUMAN “HOFI” PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) RAKAT SEPAKAT DESA TERATAU KECAMATAN JARO KABUPATEN TABALONG Muhammad Dafa Surya Kemala; Mira Yulianti; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12259

Abstract

Di Kabupaten Tabalong, terdapat salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang berhasil meningkatkan kesejahteraan petani adalah KUBE Rakat Sepakat yang mengolah produk inovasi dengan merk dagang “HOFI”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan,kelayakan usaha dan titik impas atau Break Even Point (BEP) dari KUBE Rakat Sepakat. Penelitian dilakukan di Desa Teratau, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong yang dimulai dari bulan April hingga Juni 2023. Periode pengambilan dan perhitungan data dilakukan pada bulan Mei 2023 yaitu selama 1 (satu) bulan produksi. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh KUBE Rakat Sepakat untuk memproduksi produk “HOFI” pada bulan Mei 2023 sebesar Rp40.826.291 dengan rincian jumlah biaya tetap Rp4.813.291 dan biaya variabel Rp36.013.000. Total penerimaan sebesar Rp80.620.000 dengan keuntungan Rp39.793.709 dan nilai kelayakan usaha 1,97. Berdasarkan perbandingan antara nilai penerimaan setiap produk dengan perhitungan titik impas atau Break Even Point dapat diketahui bahwa semua produk memiliki nilai penerimaan lebih besar dibandingkan nilai BEP sehingga dapat dikatakan bahwa semua produk “HOFI” yang diproduksi oleh KUBE Rakat Sepakat pada bulan Mei 2023 memperoleh keuntungan dan usaha layak untuk dijalankan.
Analisis Finansial Usaha Rumah Jamur Tiram Semesta Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Lindy Karlina; Mira Yulianti; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7825

Abstract

Jamur tiram putih merupakan jenis jamur yang sudah banyak dibudidayakan untuk produksi komersil. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang tidak terlalu mahal, serta tingginya permintaan akan jamur tiram. Tujuan penelitian menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, Break Event Point dan permasalahan yang dihadapi Usaha Rumah Jamur Tiram Semesta Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis dilakukan dengan pendekatan besar biaya, penerimaan, keuntungan dan BEP (Break Event Point) serta deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, total biaya yang dikeluarkan selama satu periode sebesar Rp 6.550.139, penerimaan yang diperoleh Rp 10.534.000, keuntungan Rp 3.983.861. Adapun minimal produksi yang harus dihasilkan agar tidak mengalami kerugian adalah sebesar 188kg/1 periode (3 bulan) dan pendapatan minimal yang harus diperoleh sebesar Rp 4.277.906 agar usaha tidak mengalami kerugian. Nilai produksi yang dihasilkan oleh usaha rumah jamur tiram Semesta lebih besar dari nilai produksi minimal ( 458 kg ˃ 188 kg) dan berdasarkan penelitian penerimaan per 1 periode (3 bulan) dari penjualan produksi jamur tiram segar pada usaha budidaya jamur tiram Semesta lebih besar dari penerimaan minimal yang harus didapatkan (Rp 10.534.000 > Rp 4.277.906). Maka dapat dikatakan bahwa usaha budidaya jamur tiram Semesta layak untuk diusahakan. Pada usaha rumah jamur tiram Semesta mempunyai masalah kesulitan dalam hal manajemen permodalan dan banyaknya permintaan konsumen yang tidak terpenuhi.
Pengukuran Kinerja Kelembagaan Ekonomi Petani Berkah Membangun Bersama di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Wahyudi Agustino; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15836

Abstract

Kelembagaan ekonomi petani (KEP) merupakan penggerak ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Pengukuran kinerja mengacu pada model pengukuran balanced scorecard. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggeneralisasi kinerja KEP Berkah Membangun Bersama dari perspektif keuangan; perspektif bisnis internal; perspektif pengguna; perspektif pembelajaran dan pertumbuhan serta mengidentifikasi dan menggeneralisasi kendala yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas usahanya. Pengambilan responden dilakukan dengan sensus. Teknik analisis yang digunakan distribusi frekuensi jawaban dan pengkategorian variabel. Hasil penelitian menunjukkan perspektif keuangan tergolong tinggi dengan tingkat kinerja 87,50%. Tiga  perspektif masuk dalam kategori sedang yaitu perspektif bisnis internal dengan angka 67,36%; perspektif pengguna menunjukkan hasil 62,04%; serta pembelajaran dan pertumbuhan memiliki angka 60,19%. Kendala yang dihadapi antara lain; tugas belum berjalan sesuai dengan struktur organisasi, pelaporan terhadap aktivitas usaha dilaporkan dengan interval waktu yang lama, fungsi pengawasan belum berjalan, belum terdapat gaji terhadap pengurus, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, tidak terlaksananya rapat anggota tahunan, belum pernah melakukan pembaharuan struktur organisasi, dan tidak pernah melakukan penambahan anggota. Rendahnya peningkatan produksi dan tidak adanya garansi terhadap produk pada perspektif bisnis internal bisa mempengaruhi pertumbuhan kelembagaan. Penilaian kinerja yang tidak dilaksanakan menyebabkan sulitnya identifikasi terhadap masalah peningkatan jumlah produksi.
Co-Authors Abdur Rahim Adzim Hadi Wibowo Agus Agus Ahmad Afriyadi Pratama Ahmad Yousuf Kurniawan Ahut Saputra Anggia Dwi Yustianingsih Artahnan Aid Aulia Rahmah Aulya Triapritasyari Bintang Fatma Lestari Bunga Resa Hartati Denny Mandala Putra Devi Mailinda N Aulia Dian Nugraha Ramadhan Djoko Santoso Edgar Octoyuda Eka Radiah Fanesa Natasye Salendu Ferrianta, Yudi Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Hartoni Hartoni Hendriana Hendriana Herma Sari Hikmah Hikmah Intan Suari Adidarma Putri Ismi Norma Haqiqi Isti Radiah Kamiliah Wilda Karina Dinda Puteri Kartika Ariswara Khairunnisa Khairunnisa Lindawati Lindawati Lindy Karlina Luki Anjardiani Mahfus Mahfus Mariani Mariani marwan setiawan Masyhudah Rosni Mawaddah Rahmah Meidila Mazaya Amajida Mufi Jatur Rahmi Muhamad Nor Taufan Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Dafa Surya Kemala Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Zaini Muhammad Zakki Yamani Muslimin Muslimin Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Nia Octaviani Nina Budiwati Nurmelati Septiana Prasetyo Bayu Aji Putra, Hendris Syah Putri Shinta Dianti Rabiatul Adawiah Rahman Aulia Rahmat Hidayat Raihanah Raihanah Rifiana Rifiana Rifki Arselan Sadik Ikhsan Samuel Eka Putra Depari Sandy Setiawan Sela Karuniani Setiawan Muhammad Luthfie Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Narul Jannah Siti Normilahayani Siti Rahmah Sri Wahyuni Suhan Sukma Sari Syafiq Nurfahuda Syahril Syahril Umi Salawati Usamah Hanafie Varenna Faubiany Veronica Silalahi Sidebang Wahyudi Agustino Wawan Halwany Yatimah Yatimah Yudi Yudi Yulizar Ihrami Rahmila Yusuf Azis