Mira Yulianti
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Petani tentang Pestisida Anorganik Pada Tanaman Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Agus Agus; Hairi Firmansyah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1307

Abstract

Abstrak. Rendahnya tingkat pengetahuan petani terhadap pengurangan penggunaan pestisida kemungkinan disebabkan oleh kurang memadainya pengetahuan petani terhadap dampak negatif penggunaan pestisida. Oleh sebab itu pada penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengetahuan petani tentang penggunaan pestisida pada tanaman padi unggul. Hasil penelitian ini di peroleh bahwa tingkat pengetahuan petan tentang penggunaan pestisida anorganik pada tanaman padi unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, masuk kategori tinggi (81,78%.).Hubungan pendidikan formal  dengan pengetahuan petani hasil analisis koefisien biserial biserial diperoleh nilai rpbi sebesar 0,666 dan rtab 0,361 pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil thit lebih besar dari rpbi (0,666 ≥ rtab 0,361). Maka H0 ditolak artinya terdapat hubungan signifikan antara pendidikan formal dengan tingkat pengetahuan petani terhadap pestisida. Hubungan lama berusahatani dengan pengetahuan  petani hasil analisis koefisien korelasi biserial diperoleh nilai rpbi 0,860 dan rtab 0,361 pada  taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil rpbi lebih besar dari rtab (rpbi 0,860 ≥ rtab 0,361). Maka H0 ditolak. Permasalahan yang dihadapi petani dalam penggunaan pestisida. Beberapa hama kebal terhadap pestisida, petani masih belum mengetahui solusi lain untuk pemberantasan hama selain penggunaan pestisida. Intensitas penyuluhan yang kurang mengakibatkan penyampaian informasi hanya dilakukan oleh petani ke petani sehingga, suatu informasi yang sesuai direkomendasikan kepetani sifatnya tidak utuh oleh petani.Kata kunci : pengetahuan petani, pestisida anorganik, padi unggul
Strategi Pengembangan Usahatani Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru (Studi Kasus Usahatani Agrotif) Rifki Arselan; Usamah Hanafie; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2116

Abstract

Abstrak. Salah satu dari sektor pertanian dibidang hortikultura yang berpotensi untuk dikembangkan adalah produksi jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengamati faktor internal dan faktor eksternal dalam mengembangkan usahatani Agrotif dan merumuskan beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahatani pada usahatani Agrotif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Responden meliputi internal dan eksternal usaha. Berdasarkan hasil faktor internal evaluasi didapat skor 2,8155 dan faktor eksternal evaluasi didapat skor 2,5638. Hasil dari total nilai tertimbang pada matriks internal faktor evaluation dan matriks eksternal faktor evaluation pada usahatani Agrotif yang dipetakan dalam matriks IE dan diperoleh posisi di kuadran V yang merupakan posisi “Menjaga dan Mempertahankan” (hold and maintain). Pada matriks SWOT terdapat sembilan strategi yaitu meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas jamur tiram putih, melakukan pengembangan produk usaha jamur tiram putih, meningkatkan dan mempertahankan pelayanan yang baik terhadap pelanggan, mencari tambahan dana untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi SDM yang berkompeten, memelihara hubungan antara pemasok bahan baku, pelanggan serta pekerja, menjalin kemitraan, memperbaiki sistem manajemen, melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pekerja.Kata kunci: strategi pengembangan, jamur tiram putih, analisis SWOT, matriks SWOT
Interaksi Sosial Anggota Kelompok Tani dan Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Veronica Silalahi Sidebang; Mariani Mariani; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6029

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui yang terjadi dalam kegiatan penyuluhan dan interaksi sosial antar anggota kelompok tani, (2) mengetahui tingkat partisipasi petani, dalam kegiatan penyuluhan, dan (3) mengetahui permasalahan interaksi dan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini laksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini lakukan dengan metode survey. Data primer didapat langsung melalui wawancara dengan ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani dan memakai pertanyaan kuesioner yang sudah disiapkan sebelumnya. Data sekunder dikumpulkan dari daftar pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia petani rata-rata tergolong produktif. Sebagian besar petani di Kelurahan Landasan Ulin Utara berjenis kelamin laki-laki. Selain bertani, petani juga memiliki pekerjaan sampingan dan sebagian besar pekerjaan sampingan petani berwiraswasta. Tingkat pendidikan petani dengan persentasi tinggi yaitu tingkat pendidikan SMP/Sederajat. Tingkat interaksi sosial dalam kontak sosial dan komunikasi tergolong tinggi. Dalam berinteraksi kontak sosial dan komunikasi tergolong tinggi dengan demikian hubungan antar anggota kelompok tani memiliki hubungan yang kondusif. Tingkat partisipasi penyuluhan dalam perencanaan, pelaksaan dan evaluasi keseluruhan tergolong tinggi. Ada beberapa permasalahan atau kendala yang dialami oleh petani dalam kontak sosial kesibukan petani yang tinggi dan tidak punya waktu, kurang terjalinnya komunikasi saat pertemuan, kurang aktif dalam kegiatan penyuluhan kurangnya penilaian, atau petani kurang ikut praktek didalam penyuluhan. Dalam evaluasi penyuluhan
PERAN PENGEMBANGAN SUMBER AIR MELALUI POMPANISASI TERHADAP KEUNTUNGAN USAHATANI PADI DI DESA KELAMPAIAN TENGAH KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Muhammad Zaini; Mira Yulianti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.670

Abstract

Salah satu bentuk program intensifikasi yang dilakukan pemerintah adalah program pompanisasi untuk beberapa kawasan lahan pertanian padi. Penggunaan pompanisasi yang dipraktikan di Kecamatan Astambul adalah dengan menggunakan mesin sumur bor air dalam tanah. Adapun desa yang menggunakannya ada tiga desa yang ada di Kecamatan Astambul, yakni desa Kaliukan 1 mesin sumur bor, kelampaian tengah 2 mesin sumur bor, dan kelampaian ulu 1 mesin sumur bor. Dari tiga desa yang mendapatkan mesin sumur bor (pompanisasi), Desa Kelampaian Tengah merupakan desa yang memiliki tingkat produktivitas paling tinggi, yakni 3,1 ton per hektar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan keuntungan usahatani padi danpermasalahan usahatani padi pompanisasi dengan petani yang tidak menggunakan pompanisasi. Jumlah sampel petani yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah 27 orang yang menggunakan pompanisasi dan 27 orang yang tidak menggunakan pompanisasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan, analisis uji beda (t-student) dua nilai tengah dan analisis deskriptif.Kata kunci: pompanisasi, keuntungan, usahatani, padi, Kelampaian Tengah
Analisis Usaha Pupuk Organik Bapak Masdarmaji di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Denny Mandala Putra; Mira Yulianti; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh serta kelayakan usaha pupuk organik Bapak Masdarmaji. Penelitian dilaksanakan di lokasi Usaha Pupuk Organik Bapak Masdarmaji di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru. Berdasarkan hasil penelitian, besarnya biaya yang dikeluarkan selama Tahun 2021 sebesar Rp 39.799.833. Total penerimaan yang didapatkan sebesar Rp 71.650.000. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 31.850.167. Usaha pupuk organik milik Bapak Masdarmaji mengalami keuntungan dengan tingkat R/C sebesar 1,80 artinya layak untuk dikembangkan karena nilai R/C menunjukan lebih dari 1. Artinya, untuk setiap biaya sebesar Rp 100, maka pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 180. Pupuk organik dengan ukuran 15 kg merupakan pupuk organik yang paling banyak terjual yaitu sebesar 57,43% dibandingkan dengan pupuk organik ukuran 25 kg yaitu sebesar 42,57%. Dari sisi konsumen, pembelian pupuk organik ukuran 15 kg lebih menguntungkan dibandingkan pupuk organik 25 kg. Dengan uang Rp 20.000, konsumen bisa mendapatkan 30 kg pupuk organik dengan membeli 2 karung pupuk organik berukuran 15 kg sedangkan jika konsumen membeli pupuk organik berukuran 25 kg, konsumen hanya mendapatkan 1 karung berisi 25 kg pupuk. Permasalahan yang dihadapi berupa turunnya penjualan pupuk organik, turunnya minat masyarakat dalam menanam tanaman hias, tidak seperti saat awal kasus covid-19. Selain itu, tidak adanya pembukuan yang dibuat oleh Bapak Masdarmaji. Saran yang dapat diberikan peneliti kepada pengusaha yaitu: 1.) Memperluas pemasaran pupuk organik dengan cara memperbanyak tempat yang bisa dititipkan pupuk organik dan pemasaran melalui media elektronik. 2.) Membuat pembukuan agar dapat terlihat jelas keuntungan atau kerugian yang didapatkan. 3.) Menurunkan harga pupuk organik ukuran 25 kg sebesar Rp 5.000 untuk menarik minat konsumen membeli pupuk organik berukuran 25 kg. Selain itu, biaya yang dibutuhkan dalam pembelian karung ukuran 15 kg juga akan berkurang 10% dari biaya sebelumnya.
Persepsi Konsumen terhadap Atribut Buah Segar di Outlet Kebun Mas Untung Banjarbaru Mahfus Mahfus; Mira Yulianti; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5919

Abstract

Sikap konsumen beserta atribut atribut yang mendasarinya merupakan faktor penting dalam proses keputusan konsumen memilih suatu produk. Tujuan penelitian mengetahui atribut yang diinginkan konsumen dalam pemutusan pemilihan buah segar di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berbelanja buah segar di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi konsumendan sikap konsumen terhadap atribut yang dimiliki buah segar di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru, atribut kesegaran dari buah segar merupakan atribut yang diinginkan konsumen dalam pemutusan pemilihan buah segar dengan memiliki nilai skor tertinggi sebesar 46 dari penilaian konsumen, sedangkan nilai total skor terendah adalah atribut aroma dengan skor 27. Hal ini disebabkan oleh tanggapan konsumen terhadap aroma buah segar yang akan dibeli, yakni 64% konsumen menyatakan relatif harum terhadap aroma, 13% konsumen menyatakan sangat harum, khas buah matang dan 23% konsumen menyatakan cukup haurm
Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Rabiatul Adawiah; Masyhudah Rosni; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1299

Abstract

Abstrak. Kinerja penyuluh pertanian merupakan hasil kerja yang dicapai penyuluh pertanian sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan penyuluhan pertanian yang telah di tetapkan. Kinerja penyuluh pertanian menjadi faktor penentu keberhasilan suatu program, dalam suatu program mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan penyuluhan sehingga tinggi rendahnya kinerja penyuluh pertanian akan berdampak pada tingkat keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dan mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2019. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dengan menggunakan skoring dan persentase kemudian untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat kinerja penyuluh pertanian diperoleh persentase sebesar 79,2%. Menurut kriteria yang telah ditetapkan maka tingkat kinerja penyuluh pertanian tergolong tinggi. Permasalahan yang dihadapi penyuluh petanian yaitu tingkat pemahaman petani dalam menerima informasi berbeda-beda, pemikiran petani yang menganggap bahwa penyuluh adalah sebagai pihak yang memberikan bantuan seperti bibit atau benih tanaman dan sulitnya mengubah perilaku petani yang masih kerap menggunakan pestisida yang berlebihan.Kata kunci: kinerja, penyuluh pertanian, kegiatan penyuluhan
Analisis Finansial Usahatani Pakcoy Hidroponik di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan (Studi Kasus Usahatani Ibu Surtini) Ismi Norma Haqiqi; Yudi Ferrianta; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5907

Abstract

Budidaya hidroponik adalah budidaya tanaman tidak memerlukan lahan yang begitu luas dan memberikan kesempatan pada siapa saja mau memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tempat budidaya hidroponik. Tujuan penelitian menganalisis besar biaya, penerimaan keuntungan, kelayakan usahatani dan permasalahan yang dihadapi usahatani pakcoy hidroponik Ibu Surtini di Kecamatan Landasan Ulin. Analisis dilakukan dengan pendekatan besar biaya, penerimaan keuntungan dan kelayakan usahatani (Revenue Cost Ratio) serta deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, total biaya yang dikeluarkan selama tiga periode (3 bulan) sebesar Rp 2.354.025, penerimaan yang diperoleh Rp 2.850.000, keuntungan Rp 495.975. Adapun nilai R/C adalah 1,21 artinya usahatani pakcoy hidroponik dikatakan layak. Pada usahatani pakcoy hidroponik milik Ibu Surtini mempunyai masalah selama pandemi covid19 yang berakibat terhadap pemasaran hasil produksi dan perubahan iklim yang signifikan.
ANALISIS FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM RAS PETELUR DI DESA SUNGAI SIPAI, KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR (Studi kasus: Peternakan Ayam Ras Petelur Bapak Isya Anshori) Adzim Hadi Wibowo; Mira Yulianti; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2642

Abstract

Pertumbuhan penduduk berdampak pada meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk peternakan. Di Kabupaten Banjar terdapat tiga usaha ternak ayam ras petelur, salah satunya peternakan milik Bapak Isya Anshori. Usaha ternak milik Bapak Isya Anshori berada di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan peternak dari usaha ternak ayam ras petelur Bapak Isya Anshori.  Menganalisa usaha ternak ayam ras petelur Bapak Isya Anshori kembali modal. Mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi oleh peternak ayam ras petelur di peternakan Bapak Isya Anshori. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli 2019 sampai dengan Desember 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya biaya yang dikeluarkan oleh Bapak Isya Anshori dalam periode awal usaha ternak meliputi biaya tetap sebesar Rp 8.919.750, biaya variabel sebesar  Rp 83.623.250, biaya total sebesar Rp 92.543.000,  penerimaan yang didapat sebesar Rp 175.990.000 dan besarnya keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 83.447.000. Pengembalian modal yang didapat oleh Bapak Isya Anshori untuk usaha ternak ayam ras petelur membutuhkan waktu 20 bulan 17 hari dengan permasalahan yang dihadapi berupa ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pasar dan perubahan iklim yang sangat signifikan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ayam ras tersebut sehingga ayam mudah terkena penyakit.Kata kunci: biaya, penerimaan, keuntungan, pengembalian modal
Sikap Konsumen terhadap Produk Teh Daun Kelor Gaol Tea Bags dari Moringa Factory Suhan Sukma Sari; Mira Yulianti; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi konsumen, menganalisis kepentingan konsumen, dan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut produk teh daun kelor Gaol Tea Bags dari Moringa Factory. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September 2022 hingga Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penarikan contoh Non Probability Sampling, dan jenis penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, untuk jumlah sampel responden sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel sendiri dilakukan di area Car Free Day (CFD) Lapangan Murjani dan CFD halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Nilai evaluasi semua atribut mempunyai nilai dengan skor 3-5. Atribut dengan penilaian evaluasi tertinggi adalah atribut manfaat sebanyak 4,76 (sangat bermanfaat). Menurut konsumen teh daun kelor sangat bermanfaat karena mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap dan vitamin yang didapat dari daun kelor, sebagaimana yang tertulis pada kemasan produk. Nilai kepentingan semua atribut mempunyai nilai yang baik dengan mendapat posisi skor 3-5. Atribut manfaat Teh Daun Kelor mendapatkan skor tertinggi sebesar 4,52 (sangat penting). Karena konsumen menilai manfaat pada suatu produk sangat penting dan diutamakan ketika konsumen memilih dan mengkonsumsi suatu produk. Responden ingin mendapatkan produk dengan manfaat yang baik. Produk Teh Daun Kelor merek Gaol Tea Bags mendapat skor sikap A0 positif, maka dengan demikian produk sudah dapat diterima oleh konsumen dan memungkinkan untuk dipasarkan secara umum.
Co-Authors Abdur Rahim Adzim Hadi Wibowo Agus Agus Ahmad Afriyadi Pratama Ahmad Yousuf Kurniawan Ahut Saputra Anggia Dwi Yustianingsih Artahnan Aid Aulia Rahmah Aulya Triapritasyari Bintang Fatma Lestari Bunga Resa Hartati Denny Mandala Putra Devi Mailinda N Aulia Dian Nugraha Ramadhan Djoko Santoso Edgar Octoyuda Eka Radiah Fanesa Natasye Salendu Ferrianta, Yudi Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Hartoni Hartoni Hendriana Hendriana Herma Sari Hikmah Hikmah Intan Suari Adidarma Putri Ismi Norma Haqiqi Isti Radiah Kamiliah Wilda Karina Dinda Puteri Kartika Ariswara Khairunnisa Khairunnisa Lindawati Lindawati Lindy Karlina Luki Anjardiani Mahfus Mahfus Mariani Mariani marwan setiawan Masyhudah Rosni Mawaddah Rahmah Meidila Mazaya Amajida Mufi Jatur Rahmi Muhamad Nor Taufan Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Dafa Surya Kemala Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Zaini Muhammad Zakki Yamani Muslimin Muslimin Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Nia Octaviani Nina Budiwati Nurmelati Septiana Prasetyo Bayu Aji Putra, Hendris Syah Putri Shinta Dianti Rabiatul Adawiah Rahman Aulia Rahmat Hidayat Raihanah Raihanah Rifiana Rifiana Rifki Arselan Sadik Ikhsan Samuel Eka Putra Depari Sandy Setiawan Sela Karuniani Setiawan Muhammad Luthfie Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Narul Jannah Siti Normilahayani Siti Rahmah Sri Wahyuni Suhan Sukma Sari Syafiq Nurfahuda Syahril Syahril Umi Salawati Usamah Hanafie Varenna Faubiany Veronica Silalahi Sidebang Wahyudi Agustino Wawan Halwany Yatimah Yatimah Yudi Yudi Yulizar Ihrami Rahmila Yusuf Azis