Mira Yulianti
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Finansial Usaha Roti Manis Cipta Rasa di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Intan Suari Adidarma Putri; Kamiliah Wilda; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7821

Abstract

Pengembangan industri di Banjarbaru mempunyai peluang besar, salah satu industri rumah tangga yang menggunakan hasil pertanian adalah roti manis yang terbuat dari tepung terigu sebagai bahan dasarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan usaha, kelayakan usaha dan permasalahan pada usaha roti manis cipta rasa. Penelitian dilaksanakan dengan metode studi kasus pada usaha roti manis cipta rasa milik bapak Eko Wahyu Nur Setiadi di Komplek GCIP Hero Puskopad RT 50 Kecamatan Landasan Ulin Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru. Penelitian dimulai pada 1 September 2020 sampai dengan bulan 31 Oktober 2020. Perhitungan biaya- biaya selama 8 minggu penelitian dari tanggal 1 September 2020-31 Oktober 2020 sebagai berikut: biaya tetap sebesar Rp 4.109.925, biaya variabel sebesar Rp 108.425.556 dan biaya total sebesar Rp 112.562.481, penerimaan adalah sebesar Rp 118.465.000, serta keuntungan sebesar Rp 5.902.519. Kelayakan usaha sebesar 1.05 yang berarti setiap Rp 1.00 biaya yang dikeluarkan untuk usaha roti manis akan memberikan penerimaan sebesar Rp 1.05. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha roti manis yaitu bahan baku roti manis terkadang mengalami keterlambatan bahan baku sampai ke pabrik karena stock yang kurang dari distributor langsung, proses pemasaran roti manis banyak persaingan dengan usaha usaha kue lainnya yang memproduksi roti yang sama, pencatatan hasil produksi roti manis yang terkadang diabaikan, masih terdapat produk roti kadaluarsa/roti rusak yang jumlahnya cukup besar, bahan baku mengalami kenaikan harga apabila dihari-hari besar sehingga berpengaruh terhadap penerimaan, proses produksi pada pengolahan roti manis Cipta Rasa untuk proses pembentukan tidak memakai sarung tangan.
ANALISIS USAHATANI HIDROPONIK “HIDROPUNG” DI DESA BATI-BATI KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Shinta Dianti; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12265

Abstract

Hidroponik menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengatasi penurunan lahan pertanian di Indonesia. “Hidropung” merupakan satu-satunya usahatani hidroponik selada keriting di Desa Bati-Bati milik Ibu Kurnia yang menggunakan 2 sistem hidroponik yaitu DWC (Deep Water Culture) atau bisa juga disebut sebagai sistem rakit apung dan NFT (Nutrient FilmTechnique). Untuk pertumbuhan suatu usaha, keseimbangan antara biaya total, penerimaan, dan keuntungan sangat penting. Tujuan dari analisis ini yaitu untuk mendeskripsikan proses budidaya, menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usahatani dan untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang dihadapi. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif, analisis biaya total, penerimaan, keuntungan serta tingka tkelayakan dengan harga yang diperhitungkan adalah harga yang terjadi/diterima usahatani hidroponik “Hidropung” pada bulan November tahun 2021 hingga Mei 2023. Menurut hasil penelitian yang dilakukan proses budidaya hidroponik pada usahatani “Hidropung” telah dilakukan sebanyak 21 kali periode tanam. dimulai dari persemaian, peremajaan, pembesaran, pemeliharaan, panen, hingga pasca panen. Biaya total yang dikeluarkan pada periode November 2021 - Mei 2023 yaitu sebesar Rp17.727.697. Penerimaan sebesar Rp20.160.000 serta keuntungan sebesar Rp2.669.881. Tingkat kelayakan usahatani diperoleh nilai sebesar1,137, sehingga dapat disimpulkan bahwasanya usahatani “Hidropung” layak untuk dijalankan dan dikembangkan.  Permasalahan saat ini yang dihadapi oleh pemilik usahatani hidroponik “Hidropung” yaitu hama dan kontinuitas produksi.
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) USAHATANI AUFA HIDROPONIK DI DESA SUMBERJAYA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT Khairunnisa Khairunnisa; Mira Yulianti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13058

Abstract

Usahatani Aufa Hidroponik adalah salah satu perusahaan yang aktif di sektor pertanian dengan spesialisasi dalam produksi sayuran hi-droponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Business Model Canvas pada usahatani Aufa Hidroponik dan menganalisis kelayakan usahanya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga September 2023. Hasil sembilan blok BMC pada usahatani Aufa Hidroponik yaitu untuk blok segmentasi pelanggan (customer segments) yaitu ibu-ibu rumah tangga, rumahmakan, catering , toko sayur, frozen food. Blok Proposisi nilai (value propositions) yaitu bonus setiap pembelian Rp50.000,00, kemasan standar supermarket, kenyamanan berbelanja dengan mempersilahkan pelanggan untuk melihat dan memilih sayuran, dan gratis ongkir dengan pemesanan minimal Rp50.000,00, dan khusus untuk pelanggan tetap pembelian sayur minimal lima bungkus dapat diantar dengan gratis ongkir. Blok saluran (channels) berupa pemesanan dan membuat update kegiatan melalui media sosial yang ada yaitu whatsapp dan facebook. Blok hubungan pelanggan (customer relationship) yaitu melayani chat pelanggan secara fast response, mengantar pesanan tepat waktu, dan memberikan kebebasan pelanggan untuk memilih sayuran yang ada di greenhouse. Blok arus pendapatan (revenue stream), yaitu selada, sawi dan pakcoy. Blok struktur biaya (cost structure), berupa biaya total dan biaya variabel. Blok sumberdaya kunci (keyresource) yaitu lahan, greenhouse, instalasi hidroponik, dan sarana pendukung berupa internet dan listrik. Blok aktivitas kunci (key activities), yaitu proses produksi, pasca panen dan pemasaran. Kemitraan utama (key partnership), saat ini tidak terdapat mitra yang bekerjasama dengan Aufa Hidroponik. Usaha ini dinyatakan layak untuk dijalankan dengan hasil perhitungan RCR adalah 1,58
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Pemasaran Sayur Hidroponik di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pemasaran Sayur Hidroponik Pada Komunitas Hidroponik Banjarbaru) Fanesa Natasye Salendu; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.14787

Abstract

Pertanian adalah sektor yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia. Sektor pertanian sebagai sumber penghasilan untuk sebagian masyarakat, karena sebagian besar kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Petani-petani pada umumnya memakai tanah sebagai media tanam untuk mengembangkan hasil taninya. Hal ini bisa dikatakan sudah biasa dalam dunia pertanian. Melihat banyak lahan yang tidak didigunakan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian, oleh sebab itu sekarang ada cara lain yang dapat dimanfaatkan untuk lahan sempit sebagai usaha dalam mengembangkan hasil pertanian, yaitu menggunakan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal pemasaran sayur hidroponik pada petani dalam komunitas Hidroponik Banjarbaru di daerah penelitian. Adapun jenis data yang dipakai yaitu data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dan wawancara pada responden. Responden yang dipilih meliputi internal yaitu anggota inti komunitas Hidroponik Banjarbaru dan eksternal yaitu konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor internal kekuatan yang lebih mempengaruhi pemasaran sayur hidroponik yaitu promosi dilakukan melalui media internet dengan skor pembobotan 0.2853, kelemahan tertinggi yaitu harga sayur hidroponik lebih mahal dibandingkan sayur yang dijual oleh petani konvensional dengan skor pembobotan 0.1739. Faktor eksternal peluang yang tertinggi adalah produk sayur hidroponik mudah ditemukan melalui media sosial dengan skor pembobotan 0.3069, ancaman tertinggi yaitu banyak pesaing yang sejenis bermunculan dengan skor pembobotan 0.1573. Kemudian berdasarkan hasil IFE diperoleh total skor 2,7469 dan EFE diperoleh total skor 2,6799.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Cabai Merah Besar di Provinsi Kalimantan Selatan Devi Mailinda N Aulia; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan serta menganalisis elastisitas permintaan cabai merah besar di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series. Sumber data yang diperoleh dari intansi seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Ketahanan Pangan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Bedasarkan hasil penelitian, faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah besar di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu, harga cabai merah besar, bawang merah, dan pendapatan. Sementara harga cabai merah keriting dan jumlah penduduk, tidak berpengaruh secara signifikan. Elastisitas harga cabai merah besar bersifat in elastis. Cabai merah keriting sebagai barang subtitusi dan bersifat in elastis dan bawang merah sebagai barang komplementer dan bersifat in elastis dan Pendapatan penduduk bersifat in elastis
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) PADA USAHA MINUMAN KEKINIAN “BUBBLE TIE” DI KOTA BANJARBARU Aulya Triapritasyari; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13059

Abstract

Minuman Kekinian adalah julukan yang diberikan pada inovasi minuman yang digemari oleh anak muda pada masa ini. Salah satu minuman kekinian yang cukup populer pada masanya yaitu minuman boba dan bubble. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha “Bubble Tie” menggunakan metode Business Model Canvas (BMC) dan menganalisis kelayakan usaha “BubbleTie” menggunakan metode RCR pada bulan Maret – Juni 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha “Bubble Tie” di Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada pemilik usaha dan pengisian kuisioner oleh pelanggan dengan memakai daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Data sekunder diperoleh dari instansi, buku, jurnal,dan literatur-literatur yang dapat memberikan informasi berkaitandengan penelitian ini. Pada penelitian ini didapat 9 elemen blok BMC pada usaha “Bubble Tie” yaitu customer segmentasit, valueproposition, channels, customers relationship, revenue streams, keyresources, key activities, key partnership, dan cost structure. Biaya total yang dikeluarkan Usaha “Bubble Tie” pada bulan Maret - Juni 2024 sebesar Rp 170.899.035. Total Penerimaan (Total Revenue) yang diperoleh sebesar Rp 205.890.300. Keuntungan yang dihasilkan usaha “Bubble Tie” sebesar Rp 34.991.265. Kelayakan usaha dengan nilai RCR sebesar 1,204, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan usaha “Bubble Tie” untuk memproduksi sebuah minuman dan makanan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1.204.
Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru Ahmad Afriyadi Pratama; Sadik Ikhsan; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7870

Abstract

Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang memiliki peluang bisnis cukup besar. Langgeng Kerso Jamur ialah salah satu usaha budidaya jamur tiram milik Bapak Didi yang berada di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Selama ini usahatani Langgeng Kerso Jamur belum melakukan pencatatan terhadap usaha yang dijalankan baik dari aspek biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyelenggaraan usaha jamur tiram pada usaha Langgeng Kerso Jamur, menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan pada usaha Langgeng Kerso Jamur, serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi pada usaha Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Berdasarkan hasil penelitian, penyelenggaraan usaha jamur tiram pada usaha Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka dimulai dari tahap pembuatan baglog jamur tiram, inokulasi dan inkubasi serta menyiapkan kumbung. Selanjutnya dilakukan proses pemeliharaan dan pemanenan selama 4 bulan. Total biaya yang dikeluarkan dalam usahatani jamur tiram selama satu kali masa produksi sebesar RP 11.209.883. Penerimaan usahatani jamur tiram selama satu kali masa produksi sebesar Rp 18.754.000, pendapatan yang diterima sebesar Rp 13.438.000 dan keuntungan bersih dalam satu kali masa produksi sebesar Rp 7.544.117. Permasalahan yang dihadapi selama melakukan usahatani jamur tiram yaitu pada keuntungan usaha yang terbilang kecil dalam usaha Langgeng Kerso Jamur, ini disebabkan ada beberapa baglog yang gagal tumbuh sehingga dapat mengurangi penerimaan jamur tiram. Kemudian pada saat inokulasi yang rentan terkontaminasi. inokulasi yang tidak teliti akan berakibat pada pertumbuhan jamur yang tidak maksimal atau lambat serta kualitas jamur tiram yang dihasilkan akan rendah. Selain itu juga pertumbuhan jamur dipengaruhi oleh hama pengganggu jamur tiram seperti gurem yang mengakibatkan pertumbuhan jamur tidak maksimal. Penyerangan hama gurem biasanya meningkat pada saat musim hujan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala Muhamad Nor Taufan; Hamdani Hamdani; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7875

Abstract

Untuk memperoleh produksi cabai rawit yang maksimal ialah petani harus menggunakan faktor produksi secara tepat dan mengkombinasikannya secara optimal. Namun kenyataannya masih banyak petani yang belum memahami bagaimana faktor produksi tersebut digunakan secara efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai rawit, biaya, pendapatan dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani cabai rawit di Kecamatan Wanaraya. Metode analisis yang digunakan analisis regresi linier berganda tipe fungsi Cobb-Douglas, analisis pendapatan dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, Faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap produksi cabai rawit adalah luas panen, bibit, pupuk obat-obatan dan tenaga kerja. Biaya total usahatani cabai rawit Rp 22.991.958/usahatani atau Rp 107.774.803/ha dengan pendapatan yang diperoleh petani Rp 15.592.101/usahatani atau Rp 73.087.974/ha. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani cabai rawit adalah serangan hama dan penyakit patek, layu bakteri, daun menguning dan keriting, busuk pada tanaman, serta rontok.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kerupuk Bawang “Mr” di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Raihanah Raihanah; Mira Yulianti; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan yang diterapkan pada usaha kerupuk bawang “MR” dan untuk menganalisis jumlah pesanan persediaan yang ekonomis pada usaha kerupuk bawang “MR” di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitin, frekuensi pemesanan usaha kerupuk bawang “MR” yaitu 10 kali pada periode tahun 2022, dengan 1 kali pemesanan setiap bulan, biaya pemesanan Rp3.673.000,00 untuk 713 kg kerupuk bawang dan  Rp1.514.840,00 untuk biaya penyimpanan, jadi totalnya mencapai Rp5.187.000,00. Usaha kerupuk bawang “MR” tidak memiliki Sefety Stock (Persediaan Pengaman jadi usaha ini  pernah mengalami kekurangan bahkan kehabisan bahan baku. Dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), didapat jumlah pesanan ekonomis dengan frekuensi pemesanan 2 kali dalam setahun dengan jumlah pemebelian 496 kg kerupuk bawang, usaha kerupuk bawang “MR” dapat membayar biaya pemesanan ekonomis sebesar Rp527.944,00 per pesan dan biaya penyimpanan sebesar Rp527.000,00 Safety Stock (Persediaan Pengaman) sebanyak 48 kg untuk menghindari kekurangan persediaan kerupuk bawang. Jika kerupuk bawang mencapai  sebanyak 16,2 kg, ROP dilakukan. Waktu tunggu adalah sekitar 6 hari.
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BUAH SEMANGKA DI KOTA BANJARBARU Yatimah Yatimah; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13035

Abstract

Persepsi konsumen beserta atribut-atribut yang dapat dilihat dari atribut rasa, harga, kesegaran, ukuran, tekstur, bentuk, kandungan vitamin dan ketersediaan buah yang merupakan faktor penting dalam proses keputusan konsumen memilih suatu produk. Salah satunya pada buah semangka dengan kandungan vitamin dan manfaat yang bermutu untuk dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap buah semangka dan menganalisis perilaku konsumen terhadap buah semangka di Kota Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang membeli buah semangka di Kota Banjarbaru. Jumlah sampel yang diperoleh dari hasil survei di lapangan sebanyak 65 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dengan alat bantu kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber jurnal, dinas atau lembaga yangterkait dengan penelitian di Kota Banjarbaru, serta bahan pustaka lainnya seperti hasil penelitian terdahulu. Analisis data yangdigunakan analisis deskriptif yaitu dengan persentase (%) dan perhitungan rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwapersepsi konsumen terhadap buah semangka di Kota Banjarbaruyaitu ketersediaan buah semangka dinilai tersedia sebesar 57%,kandungan vitamin pada buah semangka dinilai banyak sebesar54%, kesegaran buah semangka dinilai segar sebesar 51%, bentuk buah semangka yang dinilai bulat sebesar 51%, rasa buah buah semangka dinilai manis sebesar 51%, ukuran buah semangka dinilai cukup besar (2-5kg) sebesar 53%, tekstur buah semangka yang dinilai cukup renyah sebesar 34% dan harga buah semangka dinilai cukup murah (Rp.7000-10.000/Kg) sebesar 55%. Dari kategori peringkat persentase tertinggi adalah ketersediaan buah sebanyak57% dan peringkat terendah pada atribut tekstur buah sebanyak 34%. Sedangkan nilai rata-rata setiap atribut mempunyai kategori penilaian antara baik hingga cukup baik dan nilai secara keseluruhan atribut terkategori baik.
Co-Authors Abdur Rahim Adzim Hadi Wibowo Agus Agus Ahmad Afriyadi Pratama Ahmad Yousuf Kurniawan Ahut Saputra Anggia Dwi Yustianingsih Artahnan Aid Aulia Rahmah Aulya Triapritasyari Bintang Fatma Lestari Bunga Resa Hartati Denny Mandala Putra Devi Mailinda N Aulia Dian Nugraha Ramadhan Djoko Santoso Edgar Octoyuda Eka Radiah Fanesa Natasye Salendu Ferrianta, Yudi Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Hartoni Hartoni Hendriana Hendriana Herma Sari Hikmah Hikmah Intan Suari Adidarma Putri Ismi Norma Haqiqi Isti Radiah Kamiliah Wilda Karina Dinda Puteri Kartika Ariswara Khairunnisa Khairunnisa Lindawati Lindawati Lindy Karlina Luki Anjardiani Mahfus Mahfus Mariani Mariani marwan setiawan Masyhudah Rosni Mawaddah Rahmah Meidila Mazaya Amajida Mufi Jatur Rahmi Muhamad Nor Taufan Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Dafa Surya Kemala Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Zaini Muhammad Zakki Yamani Muslimin Muslimin Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Muzdalifah Nia Octaviani Nina Budiwati Nurmelati Septiana Prasetyo Bayu Aji Putra, Hendris Syah Putri Shinta Dianti Rabiatul Adawiah Rahman Aulia Rahmat Hidayat Raihanah Raihanah Rifiana Rifiana Rifki Arselan Sadik Ikhsan Samuel Eka Putra Depari Sandy Setiawan Sela Karuniani Setiawan Muhammad Luthfie Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Narul Jannah Siti Normilahayani Siti Rahmah Sri Wahyuni Suhan Sukma Sari Syafiq Nurfahuda Syahril Syahril Umi Salawati Usamah Hanafie Varenna Faubiany Veronica Silalahi Sidebang Wahyudi Agustino Wawan Halwany Yatimah Yatimah Yudi Yudi Yulizar Ihrami Rahmila Yusuf Azis