p-Index From 2021 - 2026
6.226
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Portofolio Pada Guru PPKn SMP/MTs di Kabupaten Tanah Laut Mariatul Kiptiah; Nurul Huda
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/yhcsfa47

Abstract

Pembelajaran berbasis portofolio merupakan suatu praktik dalam pembelajaran, yaitu inovasi pembelajaran yang dibuat untuk membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara mendalam dan luas melalui pengembangan materi yang telah dikaji dikelas dengan menggunakan berbagai sumber bacaan, referensi, dan informasi lainnya. Pengembangan materi tersebut dapat dilakukan dengan melakukan tinjauan materi yang disajikan oleh guru. Oleh karena itu model pembelajaran dapat diterapkan dalam pembelajaran yang menuntut siswa mencari informasi lalu dikumpulkan menjadi sebuah laporan portofolio.
Learning Citizenship in the AI ​​Era: A Qualitative Study of Perplexity's Use in Shaping Students' Digital Citizenship Dedy Ari Nugroho; Sulistiani Sulistiani; Tutik Wijayanti; Mariatul Kiptiah
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 11 No 1 (2025): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v11i1.24366

Abstract

This study aims to explore the use of an AI-based platform, Perplexity, in the Basic and Concept of Citizenship course, viewed from the perspective of digital citizenship. As AI technology continues to advance, teaching approaches in the context of citizenship need to be adapted to be more relevant to the dynamics of the digital society today. The research method used is a qualitative approach with interviews and observations conducted with several lecturers and students who have used the Perplexity platform in citizenship education. This study aims to evaluate the impact of AI platform use on students' understanding of citizenship and how this can support the development of critical and participatory digital citizenship. Two main findings from this study are: first, the use of Perplexity allows students to access information faster and more accurately related to citizenship topics, but challenges arise regarding students' ability to filter and analyze the information provided by the platform. Second, while this platform supports students' digital engagement, there is a tendency for students to rely more on instant answers without deeper reflection, which could affect the depth of their understanding of digital citizenship. This study suggests the importance of integrating digital literacy training into the use of AI technology in citizenship education to support the development of a more critical and responsible citizenship
MENGENALKAN HURUF PADA ANAK KELOMPOK A TK BUNGA HARAPAN KABUPATEN TAPIN MELALUI MODEL TALKING STICK MARIATUL KIPTIAH
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 1 No. 2 (2015): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2160

Abstract

Upaya mengenalkan huruf kepada anak usia dini sering kali mendapatkan berbagai hambatan. Metode yang digunakan sering kali membosankan anak didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil belajar melalui model kooperatif talking stick untuk peningkatan hasil belajar aspek pengembangan berbahasa anak khususnya dalam mengenal huruf di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin. Setting penelitiannya adalah TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin dengan subjek penelitian seluruh anak kelompok A berjumlah 12 orang yang terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan pada semester II tahun 2012/2013. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kealitatif dengan menggambarkan keadaan sebenarnya dalam pembelajaran mengenal huruf di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin. Cara pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru Sangat Baik, Aktivitas anak Sangat Aktif, Hasil Kemampuan Belajar Anak dikategorikan Berhasil dengan prosentasi keberhasilan sebesar 83,33% secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan belajar anak di kelompok A TK Bunga Harapan Kabupaten Tapin dengan materi pokok mengenal huruf melalui model pembelajarantalking stick dapat meningkat. Bagi guru disarankan hendaknya dapat mencoba untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dalam dalam mengenalkan huruf.Kata Kunci : Mengenal huruf, Kooperatif, Talking Stick
PENGEMBANGAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DI SMA NEGERI 2 BANJARBARU Adini Nur Karimah, Rizkia; Kiptiah, Mariatul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.53754

Abstract

The development of student leadership character is one of the important goals of education that is not only oriented towards academic aspects, but also the formation of student character. The Paskibra extracurricular activity is one of the means that plays a role in developing leadership character through the habit of responsibility and self-confidence. However, the results of pre-observation at SMA Negeri 2 Banjarbaru indicate that the development of student leadership character through Paskibra activities has not been running optimally in all members. This study aims to describe the development of student leadership character through Paskibra extracurricular activities at SMA Negeri 2 Banjarbaru. The study used a qualitative method with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Research informants consisted of the principal, teachers, supervisors, trainers, and students. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested through triangulation, member checking, use of reference materials, and extended observation. The results of the study indicate that Paskibra extracurricular activities play an important role in developing student leadership character through the formation of responsibility and self-confidence. Character development is carried out through instilling discipline, adherence to rules, carrying out tasks, actively participating in training, and providing opportunities for students to lead and perform in public. The program's success is supported by the role of the principal, teachers, mentors, coaches, and adequate facilities and infrastructure. Despite facing various obstacles, such as low motivation, excessive gadget use, laziness, fatigue, and low self-confidence among some students, the Flag Raising Team (Paskibra) continues to make a significant contribution to shaping students' leadership character.
Pengembangan Kompetensi Digital Guru PPKn melalui Pelatihan Berbasis Praktik Pengembangan Media Pembelajaran di MGMP Kabupaten Banjar Nurul Huda; Mariatul Kiptiah; Alex Alex; Anisha Shahara; Muhammad Ridho Afreza
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1523

Abstract

Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran menjadi kebutuhan penting bagi guru untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan. Namun, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Banjar masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan dan pengembangan media digital secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi digital guru melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan media pembelajaran digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan berbasis praktik, penerapan media digital, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 37 guru PPKn yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Banjar. Evaluasi dilakukan melalui instrumen respons peserta yang mencakup aspek pelaksanaan pelatihan, peningkatan kompetensi digital, persepsi manfaat media digital, dan rencana penerapannya dalam pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap kualitas materi, narasumber, metode pelatihan, serta manfaat media digital dalam mendukung pembelajaran. Namun, aspek kompetensi digital peserta memperoleh skor relatif lebih rendah dibandingkan kualitas pelatihan dan persepsi terhadap manfaat media digital. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik telah memberikan kontribusi terhadap penguatan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan media digital, tetapi masih diperlukan pendampingan lanjutan agar kompetensi digital dapat berkembang secara lebih optimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik yang disertai pendampingan merupakan strategi yang relevan untuk memperkuat kompetensi digital guru dan mendorong pemanfaatan media digital secara sistematis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
“Badamai” Custom from the Perspective of Lifelong Education: A Case Study of Conflict Resolution Strategies of the Banjar Tribe in South Kalimantan Sulistiani, Sulistiani; Ari Nugroho, Dedy; Suharno, Suharno; Kiptiah, Mariatul; Yoga Wica, Pratama
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 5 (2026): September
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i5.1262

Abstract

Objective: Social conflicts that arise in various regions of Indonesia require resolution mechanisms that rely not only on formal legal approaches but also on local wisdom values to maintain social harmony. In South Kalimantan, the Badamai tradition is a conflict-resolution practice based on deliberation and consensus passed down through generations by the Banjar community. However, scientific studies linking the Badamai tradition to the perspective of lifelong education are still limited. Therefore, this study aims to analyze the relevance of the Badamai tradition as a conflict-resolution mechanism and examine its contribution as a lifelong education practice in the lives of the Banjar community. Methods: This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies involving traditional leaders, religious leaders, village officials, and community members directly involved in the Badamai practice. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and continuous conclusion drawing to gain a deeper understanding of the social significance and educational value of the Badamai practice. Results: The research findings show that Badamai Customary Law serves not only as a means of conflict resolution but also as a space for reconciliation and social recovery, emphasizing the values ​​of hapa-hapa, haragu, haram, and halus. This practice has proven effective in realizing restorative justice and preventing recurrent conflicts. Furthermore, Badamai reflects the practice of lifelong education through a continuous social learning process that concretely contributes to the development of reflective abilities, dialogical skills, deliberative wisdom, empathy, social responsibility, and the formation of collective community character based on shared life experiences. Novelty: The novelty of this research lies in the reinterpretation of the Badamai tradition, which is not only understood as a mechanism for resolving conflicts based on customary law, as analyzed in previous legalistic studies, but also as a practice of lifelong citizenship education that takes place in a participatory and intergenerational manner in community life. Unlike previous research that emphasized the normative, procedural, and legitimacy aspects of Badamai customary law, this study highlights its function as a continuous social learning space that transforms conflict experiences into a process of civic character formation, strengthening dialogical capacity, and developing the moral awareness of community members.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Hakam Acep Supriadi Acep Supriadi Wahyu Adini Nur Karimah, Rizkia Adzani Ghani Ilmannafian Alex Alex angga wahyu aditya Anisha Shahara Annisa, Fatimah Anton Kuswoyo Atmaja, Bayu Purnama Auliah Andika Rukman Azmanajaya, Emil Bambang Agus Kironoto Bambang Yulistiyanto Bangun Giarto Bunyamin Maftuh Bunyamin Maftuh Cahyadi, Tedy Agung Chaterina Agusta Paulus Darmawati Darmawati Dedy Ari Nugroho Devi, Suheriah Mulia Dian Agus Ruchliyadi Eka Sastia Emilia Elly Hasan Sadeli Faridah Faridah Fatimah Fatimah Giarto, Rahmat Bangun Hadi Hermansyah, Hadi Hadiningsih, Eka Frenty Harpani Harpani Harpani Matnuh Herdianor Heru Puji Winarso Hibatullah Millen Aminoto Putra Imelda Yanti Indah Ainun Mutiara Irma Fitriani Juniawan, Herdy Kama Abdulhakam Karmila Achmad Kusumayudha, Sari Bahagiarti M. Ain, Mohammad Isram Maulida hayati Mawardi, Muhammad Ikhsan Muhammad Elmy Muhammad Elmy Muhammad Elmy Muhammad Indra Darmawan Muhammad Lutfi Tantowi Muhammad Ridho Afreza Noor Latifah Nurdiyansyah Nurdiyansyah Nurmawadah Nurmawadah Nurul Huda Nurul Huda Pradana, Ryan Purwanti, Heni Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiyah Ramadani, Ramadani Reja Fahlevi Reza Adhi Fajar Ridha, Muhammad Kamil Rusmini Rusmini Safitri, Rika Sarbaini Sarbaini Suardi Suardi Suharno Suharno Sulistiani Sulistiani Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Sunarno Sunarno Taskiatun Nisa Tatag Yufitra Rus Thomy Sastra Atmaja Totok Sulistyo Tuti Meihartati Tutik Wijayanti Wahyu Wahyu Wahyu Wahyu Wahyu wahyu Wahyu Wahyu Wardiani Hiliadi Wardiani Hiliadi Yamin, Moh Yanti Yoga Wica, Pratama Yusuf, Muhammad Reynaldi Zainul Akhyar Zega, Feriaman Zubran, Azan