Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI PRODUK INTERIOR DAN ARSITEKTUR DI KELURAHAN SINRIJALA KOTA MAKASSAR Amalia, Andi Annisa; Amal, Citra Amalia; Syahriyunita, Andi
Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.144 KB) | DOI: 10.33096/balireso.v4i2.120

Abstract

Recycle goods that are generally regarded as household waste that is no longer useful so thrownaway. whereas with the development of science, especially the field of interior architecture anddesign demands of human needs in their house, these used items can be processed into morevaluable goods. Used goods such as plastic, wood waste, newsprint, sewing machines fashioned,wall clocks scars, cutting boards, kitchen appliances and so on can be recycled and diremodellingby design decopage into interior products more attractive and aesthetically pleasing high aslanterns, ornaments, picture frames , where newspapers, baskets, wall hangings, could even belounge chairs and partitions. But to do that, it takes a creative idea and the ability to process them.To that end, it is expected that this training can develop the capacity of communities using thriftinto interior and architectural products that can boost household economies in Sub Sinrijala.
Pengembangan Produk Interior dan Pemasaran bagi UKM Kerajinan Rotan di Kelurahan Rappocini Kota Makassar Amin, Siti Fuadillah A; Nur, Khilda Wildana; Amal, Citra Amalia
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.361 KB) | DOI: 10.23917/warta.v24i1.11674

Abstract

UKM adalah Usaha Kecil dan Menengah, di Indonesia merupakan salah satu penggerak perekonomian rakyat yang tangguh. Dikatakan tangguh karena merupakan Usaha yang awalnya dimulai dengan modal yang kecil tetapi dapat berkembang pesat. UKM di kota Makassar berkembang dengan diadakannya kegiatan Badan Usaha Lorong yang pada hakikatnya untuk kesejahteraan masyarakat. Dari sekian banyak UKM yang berkembang di kota makassar, salah satu ukm yang ada yaitu UKM Kerajinan Rotan yang membuat produk interior seperti meja, kursi, partisi dan sejenisnya. Permasalahan yang dihadapi UKM Kerajinan Rotan ini adalah minimnya modal usaha yang berakibat pada jumlah produksi serta sumber daya manusia tentang inovasi produk yang kurang sehingga perlu sosialisasi untuk memberikan wawasan tentang perkembangan kerajinan rotan. Permasalahan lain adalah dari segi promosi dan pemasaran yang hanya menggunakan cara konvensional yaitu pembelian secara langsung atau hanya menyalurkan ke beberapa toko di kota Makassar. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan PKM berupa pelatihan mengenai tata cara peningkatan desain maupun finishing suatu kerajinan rotan dan sejenisnya. Melalui pelatihan ini, diharapkan SDM yang dimiliki mengalami peningkatan keterampilan solusi kedua dari segi pemasaran produk, yaitu Pembuatan media sosial yang dapat membantu UKM Kerajinan rotan ini dalam hal promosi dan pemasaran sehingga bisa menjangkau konsumen di luar wilayah Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu presentasi, demonstrasi, dan praktik langsung oleh peserta agar memiliki pengalaman sendiri dalam memasarkan hasil kerajinan mereka. Setelah kegiatan berlangsung, proses monitoring dan evaluasi tetap dilakukan untuk menjaga agar hasil kegiatan dapat memberikan manfaat untuk mitra.
Penataan Visual Signage Koridor Jalan Bunga Ejaya Kelurahan Bontoala Tua Kecamatan Bontoala Kota Makassar Amal, Citra Amalia; Amalia, Andi Annisa
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2852.749 KB) | DOI: 10.23917/warta.v24i1.10903

Abstract

Kelurahan Bontoala Tua merupakan kawasan Kota lama Makassar yang menandai masa perkembangan agama Islam di Kota Makassar. Salah satu bukti sejarah perkembangan Islam di tempat ini, adanya Kompleks Pemakaman Sayye (Arab) yaitu Makam Lajangiru dan Makam Bunga Ejaya yang terletak di Jalan Bunga Ejaya. Namun koridor linkage menuju tempat tersebut belum tertata dengan baik, pada node koridor penghubung menuju lokasi tidak terdapat papan informasi atau signage sehingga menyulitkan pengunjung atau peziarah karena belum ada identitas lokasi sebagai penanda menuju ke lokasi pemakaman tersebut. Padahal node dan simpul-simpul jalur menuju tempat tersebut merupakan linkage penghubung koridor utama Kota seperti Jalan Veteran dan Jalan Masjid Raya Makassar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mendesain dan membuat signage Pemakaman Arab di Jalan Bunga Ejaya yang memenuhi unsur visibilitas (terlihat), legibilitas (terbaca), dan aspek visual (estetika). Metode yang digunakan dalam kegiatan penataan visual signage ini adalah metode participatory approach (pendekatan semi partisipatif). Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari sosialisasi, survei lapangan, diskusi konsep, persiapan alat dan bahan serta perakitan, dan pemasangan signage Pemakaman Arab Bontoala. Signage yang diimplementasikan pada Koridor Jalan Bunga Ejaya adalah jenis free standing sign merupakan elemen penunjuk arah ke lokasi Pemakaman Arab Bontoala. Signage ini berkonsep Islami dengan tampilan visual warna hijau, simpel, ringan, sederhana, dan bentuk tiang menyatu dengan papan informasinya yang ditempatkan pada node Jalan Bunga Ejaya dengan Jalan Lamuru.
Pemanfaatan Limbah serta Pemasaran Produk BUSOPI (Sabun Ampas Kopi) Bagi PKK Kecamatan Mariso Kota Makassar Citra Amalia Amal; Khilda Wildana Nur; Siti Fuadillah Alhumairah Amin
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 4, Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i4.14050

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara Tim Pelaksana Pengabdian, ada tiga permasalahan pokok yang dihadapi oleh PKK Kecamatan Mariso selaku mitra PkM dalam perintisan UKM. Pertama, material yang digunakan sebagai bahan dasar hanya didominasi plastik daur ulang. Kedua, produk yang dihasilkan hampir serupa dengan produk yang dihasilkan PKK lainnya. Ketiga, pemasaran produk masih terbatas di sekitar Kota Makassar dan mengikiuti jadwal event yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar. Metode pelaksanaan PkM melalui metode Difusi Ipteks, Pendidikan Masyarakat, dan Pelatihan. Tahap Difusi Ipteks menghasilkan sebuah produk dengan kriteria bahan yang mudah diperoleh dan terjamin ketersediannya, memiliki ciri khas, bernilai ekonomis, bermanfaat, dan dapat digunakan semua kalangan yaitu produk sabun. Tahap Pendidikan Masyarakat dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan untuk memperkenalkan bahan baku daur ulang yang mudah diperoleh dan terjamin ketersediannya, yaitu limbah ampas kopi.  Dan Tahap Pelatihan terdiri atas praktek langsung pembuatan Sabun Ampas Kopi (BUSOPI), dan praktek pembuatan akun e-commerce Shopee.
Pengembangan Produk Interior dan Pemasaran bagi UKM Kerajinan Rotan di Kelurahan Rappocini Kota Makassar Siti Fuadillah A Amin; Khilda Wildana Nur; Citra Amalia Amal
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.11674

Abstract

UKM adalah Usaha Kecil dan Menengah, di Indonesia merupakan salah satu penggerak perekonomian rakyat yang tangguh. Dikatakan tangguh karena merupakan Usaha yang awalnya dimulai dengan modal yang kecil tetapi dapat berkembang pesat. UKM di kota Makassar berkembang dengan diadakannya kegiatan Badan Usaha Lorong yang pada hakikatnya untuk kesejahteraan masyarakat. Dari sekian banyak UKM yang berkembang di kota makassar, salah satu ukm yang ada yaitu UKM Kerajinan Rotan yang membuat produk interior seperti meja, kursi, partisi dan sejenisnya. Permasalahan yang dihadapi UKM Kerajinan Rotan ini adalah minimnya modal usaha yang berakibat pada jumlah produksi serta sumber daya manusia tentang inovasi produk yang kurang sehingga perlu sosialisasi untuk memberikan wawasan tentang perkembangan kerajinan rotan. Permasalahan lain adalah dari segi promosi dan pemasaran yang hanya menggunakan cara konvensional yaitu pembelian secara langsung atau hanya menyalurkan ke beberapa toko di kota Makassar. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan PKM berupa pelatihan mengenai tata cara peningkatan desain maupun finishing suatu kerajinan rotan dan sejenisnya. Melalui pelatihan ini, diharapkan SDM yang dimiliki mengalami peningkatan keterampilan solusi kedua dari segi pemasaran produk, yaitu Pembuatan media sosial yang dapat membantu UKM Kerajinan rotan ini dalam hal promosi dan pemasaran sehingga bisa menjangkau konsumen di luar wilayah Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu presentasi, demonstrasi, dan praktik langsung oleh peserta agar memiliki pengalaman sendiri dalam memasarkan hasil kerajinan mereka. Setelah kegiatan berlangsung, proses monitoring dan evaluasi tetap dilakukan untuk menjaga agar hasil kegiatan dapat memberikan manfaat untuk mitra.
Penataan Visual Signage Koridor Jalan Bunga Ejaya Kelurahan Bontoala Tua Kecamatan Bontoala Kota Makassar Citra Amalia Amal; Andi Annisa Amalia
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.10903

Abstract

Kelurahan Bontoala Tua merupakan kawasan Kota lama Makassar yang menandai masa perkembangan agama Islam di Kota Makassar. Salah satu bukti sejarah perkembangan Islam di tempat ini, adanya Kompleks Pemakaman Sayye (Arab) yaitu Makam Lajangiru dan Makam Bunga Ejaya yang terletak di Jalan Bunga Ejaya. Namun koridor linkage menuju tempat tersebut belum tertata dengan baik, pada node koridor penghubung menuju lokasi tidak terdapat papan informasi atau signage sehingga menyulitkan pengunjung atau peziarah karena belum ada identitas lokasi sebagai penanda menuju ke lokasi pemakaman tersebut. Padahal node dan simpul-simpul jalur menuju tempat tersebut merupakan linkage penghubung koridor utama Kota seperti Jalan Veteran dan Jalan Masjid Raya Makassar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mendesain dan membuat signage Pemakaman Arab di Jalan Bunga Ejaya yang memenuhi unsur visibilitas (terlihat), legibilitas (terbaca), dan aspek visual (estetika). Metode yang digunakan dalam kegiatan penataan visual signage ini adalah metode participatory approach (pendekatan semi partisipatif). Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari sosialisasi, survei lapangan, diskusi konsep, persiapan alat dan bahan serta perakitan, dan pemasangan signage Pemakaman Arab Bontoala. Signage yang diimplementasikan pada Koridor Jalan Bunga Ejaya adalah jenis free standing sign merupakan elemen penunjuk arah ke lokasi Pemakaman Arab Bontoala. Signage ini berkonsep Islami dengan tampilan visual warna hijau, simpel, ringan, sederhana, dan bentuk tiang menyatu dengan papan informasinya yang ditempatkan pada node Jalan Bunga Ejaya dengan Jalan Lamuru.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG PARKIR PADA RUAS JALAN PENGAYOMAN KOTA MAKASSAR A. Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i2.6125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pemanfaatan ruang parkir berdasarkan indikator perilaku parkir pengunjung, serta lokasi penempatan fasilitas parkir di ruas Jalan Pengayoman Kota Makassar. Serta untuk menganalisis pengoptimalan pemanfaatan ruang parkir sebagai solusi alternatif pemecahan masalah agar peningkatan pelayanan terhadap ruang parkir bisa maksimal. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Ruas Jalan Pengayoman dibagi dalam lima zona berdasarkan fungsi bangunan yang dominan, serta waktu pengamatan terbagi dalam empat waktu. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel perilaku parkir berperan sangat besar dalam ketidakefektifan pemanfaatan ruang parkir di ruas Jalan Pengayoman Kota Makassar.
Intensitas Penggunaan Ruang Terbuka Komunal di Lingkungan Kampus Kota Makassar Citra Amalia Amal; Andi Annisa Amalia; Siti Fuadillah Alhumairah Amin
Jurnal Linears Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v2i2.3122

Abstract

Persentase jumlah dan luasan ruang-ruang terbuka komunal pada perguruan tinggi di Kota Makassar masih rendah, padahal ruang terbuka komunal di lingkungan kampus sering kali digunakan untuk media komunikasi informal, penunjang kegiatan kurikuler (diskusi, mengerjakan tugas, laporan atau makalah, serta tempat menunggu jeda kuliah). Keterbatasan ruang komunal di kampus tersebut akan berakibat pada terbentuknya ruang-ruang baru secara spontan, atau menggunakan ruang tidak sesuai fungsinya, sehingga menimbulkan konflik antar ruang, karena mahasiswa cenderung keluar dari batas teritori ruang yang sudah disiapkan di dalam kampus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket (daftar pertanyaan). Intensitas penggunaan ruang terbuka komunal paling tinggi ditemukan pada area Taman Infinity Bridge Kampus Unhas, Pelataran Fakultas Teknik Industri Kampus UMI, area Taman Kampus UNM, dan Pelataran Balai Sidang Kampus Unismuh. Pada keempat ruang terbuka komunal tersebut terdapat interaksi sosial yang kontinu dalam durasi 30 menit, dan pengalaman ruang yang menyenangkan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya intensitas penggunaan ruang terbuka komunal pada keempat kampus di Kota Makassar, antara lain (1) Fasilitas untuk menunjang kenyamanan fisik  berupa bangku taman atau tempat duduk dan gazebo, jogging track, jalur sepeda (2) View berupa danau, unsur soft scape (tanaman), atau mural (3) Kenyamanan sensory berupa ruang terbuka dengan adanya peneduh dan atap bangunan, (4) Aksesibilitas berupa pathway atau selasar yang dekat dengan ruang kuliah atau ruang tujuan berikutnya, (5) Keakraban dengan lingkungan, seperti teras masjid, selasar dan pelataran fakultas sangat dikenal oleh mahasiswa, (6) Estetika lingkungan berupa ikon tertentu yang dapat digunakan untuk berswafoto dan penataan tempat yang menarik.
KOEKSISTENSI ANTARA ARSITEKTUR BUGIS MAKASSAR DENGAN ARSITEKTUR MODEREN PADA BANGUNAN KANTOR PEMERINTAHAN DI KOTA MAKASSAR Citra Amalia Amal; Andi Fitriyah Azsahrah
Jurnal Linears Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i1.1318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan koeksistensi antara arsitektur Bugis Makassar dengan arsitektur Moderen berkaitan identitas arsitektur lokal dan bentukan fisik pada kantor pemerintah, serta menemukenali unsur-unsur Bugis Makassar dan arsitektur moderen yang mengalami koeksistensi pada kantor pemerintahan di Kota Makassar. Penelitian bersifat deskriptif yang dianalisis secara kualitatif. Adapun bangunan kantor pemerintahan yang diteliti yaitu Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Kantor DPRD Kota Makassar, dan Kantor Bank BTN Cabang Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bangunan pemerintahan tersebut mengadopsi prinsip arsitektur Bugis Makassar secara spasial vertikal (kepala, badan, dan kaki), sedangkan secara spasial horisontal tidak menerapkan prinsip arsitektur Bugis Makassar. Untuk struktur bangunan tidak menerapkan struktur arsitektur Bugis Makassar. Pemakaian material dan teknologi yang moderen menyebabkan terjadinya perubahan proporsi dan dimensi, tetapi secara bentuk tetap menerapkan bentuk arsitektur tradisional Bugis Makassar.
TERITORIALITAS RUANG PADA PERMUKIMAN KAMPUNG MELAYU KOTA MAKASSAR Andi Annisa Amalia; Citra Amalia Amal
Jurnal Linears Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i1.1319

Abstract

Pemanfaatan ruang permukiman di Kampung Melayu Kota Makassar khususnya pada hunian dengan tingkat kepadatan tinggi, secara tidak sadar mengarahkan penghuni mensetting ruang luar sebagai area yang dimilikinya (teritori). Latar belakang utama pembentuk teritori tersebut diantaranya legalitas, lama menghuni, aktivitas dan persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas teritori yang diterapkan dan karakteristiknya pada Kampung Melayu Kota Makassar. Metode  penelitian yang digunakan adalah rasionalistik. hasil penelitian membahas batas teritori fisik dan non fisik. Sedangkan karakteristik teritorialitas ruang adalah berbentuk persegi (square), memanjang (linear), berdasarkan waktu, aktivitas, dan latar belakang budaya masyarakat.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Annisa Amalia A. Syahriyunita Syahruddin A. Syahriyunita Syahruddin A., Siti Fadillah A.Annisa Amalia A.Syahriyunita Syahruddin Aan Kunaifi Abdulah, Ashari Abdullah, Ashari Ahcmad Ikhsans Syarifuddin Ahmad Fadli Ahmad, Andi Firman Ahmad, Imelda Aisyah Ayu Andira Alkatiri Aldi Setiawan, Aldi Aldi, Muhammad Alhumairah Amin, Siti Alhumairah Alhumairah, Siti Fuadillah Alim Amri, Nur Amalia, A. Annisa Amalia, A.Annisa Amalia, Andi Annisa Amalia, Andi Annisa Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Amir, Amrin Amrin Amir Andi Annisa Amalia Andi Annisa Amalia Andi Annisa Amalia Andi Fitriyah Azsahrah Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin andi Yusri Aris Sakkar Aris Sakkar Dollah Ashari Abdulah Ashari Abdullah Asnaeni AM, Sitti Asriati AM, St Azhar, Alif Azman, Andi Baharsin, Syamsir Aman Dapubeang, Awaludin Darwis, Nur Wahyuni Dollah, Aris Sakkar FAJAR, RIFKI SURYA Fardi Fardi Fardi, Fardi Fitrawan Umar Fuadillah A. Amin, Siti Hamid, Hamzah Hamzah Yunus Hasra, Mila Karmila Hilal, Saiful Huddin, Misba Idrus, Irnawaty Imelda Ahmad Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Ismail Ibrahim Jumardin M Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Kunaifi, Aan Kurnianto, Ucok Latif, Sahabbuddin Latif, Sahabuddin Latif M muhajerin M, Jumardin Muh. Arif Muh. Arif Muh. Ilmiansah Muh. Rizal Syahdan muhajerin, M Muhamad Ilham Pasiori, Ilham Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Rifai Saputra Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musiin, Windi Putri Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun nana, Rohana Nengsih, Anni Syahrilia Nini Apriani Rumata Nur Alim Amri Nur Hikmah Paddiyatu Nur Wahyuni Darwis Nur, Khilda Wildana NUR, KHILDA WILDANA Nurawal, Muhammad Alfacmy Nurhikmah Paddiyatu Nurkhafifah Nurkhafifah Nurkhafifah, Nurkhafifah Nurleha Syam Paddiyatu, Nurhikmah Rahmat Hidayat rahmat ramadan Ramadan, Rahmat Rapi, Adam Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Rifai Saputra, Muhammad Rifaldi Rifaldi, Rifaldi RIFKI SURYA FAJAR Rohana nana Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi S. Kuba, Muhammad Syafa'at Sahabbuddin Latif Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif, Sahabuddin Saiful Hilal Sakkar, Aris Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sawerigading, Andi Adam Siti Fadillah A. Sitti Asnaeni Sri Andayaningsih St Asriati Supardi Jaya Tammeng Syahdan, Muh. Rizal Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syam syam Syam, Nurleha syam, Syam Syarifuddin, Ahcmad Ikhsans Tammeng, Supardi Jaya Umar, Fitrawan Wildana Nur, Khilda Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yunus, Hamzah Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah