Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Arsitektur Organik pada Perancangan Kawasan Wisata Permandian Air Panas Buatan di Tombolo Pao Muhamad Ilham Pasiori, Ilham; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i2.149

Abstract

ABSTRAK Arsitektur organik adalah pendekatan desain yang berasal dari keterhubungan mendalam dengan kehidupan, menekankan kesatuan, kebebasan, harmoni, keindahan, kegembiraan, dan cinta. Pendekatan ini diterapkan secara parsial atau keseluruhan pada bangunan, berakar pada bentuk dan prinsip alam untuk memastikan integrasi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip arsitektur organik dapat diterapkan dan diadaptasi dalam desain kawasan wisata buatan agar selaras dengan ekosistem sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data dan analisis studi kasus pada kawasan wisata pemandian air panas buatan di Tombolo Pao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur organik memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mempertahankan bentuk alami serta menggunakan material yang berkelanjutan. Prinsip utama, seperti building as nature dan of the materials, memastikan bahwa struktur bangunan menyatu dengan lanskap serta memanfaatkan material alami dari sumber lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan kawasan wisata buatan, memberikan wawasan tentang desain arsitektur yang sejalan dengan pelestarian ekologi. Implikasinya menunjukkan bahwa integrasi prinsip arsitektur organik dapat meningkatkan kualitas estetika, lingkungan, dan fungsional fasilitas wisata, sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi dan ekologi. ABSTRACT Organic architecture is a design approach that originates from a deep connection to life, emphasizing unity, freedom, harmony, beauty, joy, and love. It is applied partially or entirely to buildings, rooted in natural forms and principles, ensuring integration with the environment. This study aims to explore how the principles of organic architecture can be applied and adapted in the design of artificial tourist areas to achieve harmony with the surrounding ecosystem. The research employs a qualitative approach through data collection and case study analysis of the artificial hot spring tourist area in Tombolo Pao. The findings indicate that applying organic architecture principles positively impacts the environment by maintaining natural forms and using sustainable materials. Key principles, such as "building as nature" and "of the materials," ensure that structures blend seamlessly with the landscape and utilize locally sourced natural materials. This study contributes to the sustainable development of artificial tourist destinations, providing insights into architectural designs that align with ecological preservation. The implications suggest that integrating organic architecture principles enhances the aesthetic, environmental, and functional quality of tourism facilities, promoting both economic and ecological sustainability.
Konsep Biophilic pada Perancangan Pusat Pelatihan dan Pembinaan Olahraga Bola Basket di Makassar Kurnianto, Ucok; Abdullah, Ashari; Amal, Citra Amalia; Idrus, Irnawaty; Amin, Siti Fuadillah A.; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16025

Abstract

Konsep biophilic dalam arsitektur adalah suatu pendekatan desain yang mengintegrasikan elemen alam ke dalam bangunan. Dalam konteks fasilitas olahraga  penerapan konsep biophilic berpotensi meningkatkan performa atlet, mengurangi stres, meningkatkan kejernihan berfikir dan menambah kreatifitas melalui hubungan antara alam dan aktifitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen biophilic pada perancangan pusat pelatihan dan pembinaan olahraga bola basket di Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dan analisis data kualitatif terhadap penerapan lima elemen arsitektur biophilic yaitu koneksi visual dengan alam, cahaya menyebar dan dinamis, variasi termal dan aliran udara, bentuk pola biomorfik dan prospek (prinsip open plan). Hasil penelitian menunjukan bahwa elemen biophilic yang diterapkan pada bangunan utama dan penunjang pusat pelatihan olahraga bola basket di Makassar dapat memberikan dampak positif bagi atlet. Elemen biophilic seperti koneksi visual dengan alam, pencahayaan yang baik, penghawaan alami dan prinsip open plan (prospek) terbukti efektif dalam meningkatkan performa, mengurangi stres, dan mendorong kreativitas para atlet. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencana dan peneliti dalam mengintegrasikan konsep arsitektur biophilic pada bangunan fasilitas olahraga bola basket khususnya di kota Makassar.
Implementasi Konsep Ekologi pada Perancangan Kawasan Ekowisata di Pantai Bone Malea Azman, Andi; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16071

Abstract

Ekowisata merupakan bentuk wisata yang menghubungkan antara manusia dan alam, dalam upaya menjaga kelestarian alam yang dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi implementasi konsep ekologi dalam perancangan kawasan ekowisata di Pantai Bone Malea Kabupaten Kepulauan Selayar. Adapun aspek-aspek ekologi yang diindentifikasi adalah penerapan aspek desain dan konstruksi, penerapan aspek material bangunan, aspek spasial, dan aspek lingkungan dan iklim. Metode penelitian mencakup analisis terhadap kondisi lingkungan setempat, tinjuan literatur, serta studi kasus ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan konsep ekologi ini diharapkan mampu meminimalisir peralihan fungsi lahan dari lahan mangrove menjadi lahan kelapa atau kopra, sehingga mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Selain faktor konservasi, juga diharapkan mampu mereduksi penggunaan pestisida dan bom untuk penangkapan ikan, sehingga tetap menjaga kelestarian biota laut, tentunya juga akan berdampak pada peningkatan potensi ekonomi untuk masyarakat setempat. Jadi antara ekologi dan ekowisata saling berkesinambungan. Penelitian diharapkan mampu menjadi masukan bagi perencana, pemerhati ekologi, ataupun para pengambil kebijakan akan pentingnya perencanaan ekowisata di wilayah pesisir khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Penerapan Arsitektur Ekologis pada Perancangan Pusat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis 3R di Kota Makassar Hidayat, Rahmat; Amal, Citra Amalia; Alhumairah Amin, Siti Alhumairah; Syarif, Muhammad; Abdullah, Ashari; Rohana, Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16161

Abstract

Menurut data dari Sistem Informasi Sampah Nasional (SIPSN) jumlah sampah mencapai 363.800 ton pada tahun 2020, akibat pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup, jumlah timbulan sampah mengalami peningkatan menjadi 376.707 ton pada tahun 2023. Kurangnya infrastruktur dan rendahnya kesadaran masyarakat mengenai 3R (Reduce, Reuse, Recycle) memperburuk keadaan, yang berdampak pada estetika lingkungan, polusi, dan masalah kesehatan. Arsitektur ekologis mecerminkan adanya perhatian terhadap lingkungan dan sumber alam yang terbatas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen desain ekologis, seperti pemanfaatan material alami, pencahayaan alami, dan penggunaan sumber energi alam, dalam upaya menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai bagaimana penerapan arsitektur ekologis agar perancangan tidak menimbulkan masalah yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur ekologis dalam perancangan pusat pengolahan sampah terpadu berbasis 3R dapat mengurangi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan.
Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular pada Perancangan Kawasan Wisata Resort Danau Tempe di Kabupaten Wajo Fadli, Ahmad; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16069

Abstract

Arsitektur Neo Vernakular merupakan pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai tradisional lokal dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan modern, dimana pendekatan tersebut dapat tetap mempertahankan gaya arsitektural serta nilai-nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip arsitektur Neo Vernakular dapat diadaptasi dan diterapkan pada desain kawasan wisata modern tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada perancangan kawasan wisata resort Danau Tempe di Kabupaten Wajo. Penerapan unsur Neo Vernakular dapat terlihat pada bagian eksterior dimana pada bagian tersebut menambahkan timpalaja. Timpalaja merupakan salah satu bagian penting pada rumah adat Kabupaten Wajo yang mana bagian tersebut menjadi simbol strata atau status sosial dari pemilik rumah tersebut. Bentuk lain yang diambil adalah bentuk rumah panggung. Bentuk tersebut merupakan bentuk yang sering dijumpai pada bangunan-bangunan rumah di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Wajo. Penerapan unsur Neo Vernakular juga terdapat pada bagian interior. Pada bagian interior terdapat ukiran atau motif yang merupakan motif yang di ambil dari kain sutera sebagai kerajinan khas Kabupaten Wajo. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain resort yang modern namun tetap menjaga kelestarian budaya dilingkugannya.
Pendekatan Konsep Arsitektur Tropis pada Perancangan Panti Geriatri di Kabupaten Gowa Hasra, Mila Karmila; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, A. Syahriyunita; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16093

Abstract

Perancangan panti geriatri memerlukan pendekatan khusus yang memperhatikan kebutuhan fisik dan psikologis para lansia. Artikel ini mengkaji penerapan konsep arsitektur tropis dalam perancangan panti Geriatri di Kabupaten Gowa, yang memiliki iklim tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi. Pendekatan arsitektur tropis berfokus pada optimalisasi kenyamanan termal dan kualitas ruang melalui pemanfaatan ventilasi alami, pencahayaan alami, serta material yang sesuai dengan kondisi iklim setempat. Studi ini menggabungkan analisis tapak, studi literature, dan perbandingan dengan proyek sejenis yang mengimplementasikan prinsip arsitektur tropis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur tropis tidak hanya meningkatkan kenyamanan penghuni, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan bangunan. Dengan demikian, konsep arsitektur tropis merupakan solusi yang tepat dalam mendesain panti geriatri yang responsive terhadap iklim dan kebutuhan lansia di Kabupaten Gowa.
Identifikasi Penerapan Prinsip Arsitektur Neo Vernakuler pada Perancangan Bangunan Rest Area Type A di Kota Palopo Rapi, Adam; A Amin, Siti Fuadillah; Amalia, Andi Annisa; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, A. Syahriyunita; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler dalam perancangan bangunan Rest Area Tipe A di Kota Palopo. Arsitektur neo vernakuler merupakan pendekatan desain yang memadukan elemen-elemen arsitektur tradisional dengan konsep modern, sehingga menciptakan bangunan yang tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan kearifan lokal. Kota Palopo, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, menjadi lokasi yang relevan untuk penerapan prinsip arsitektur ini guna mempertahankan identitas lokal dalam fasilitas publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kajian literatur mengenai arsitektur neo vernakuler, observasi lapangan, serta analisis desain bangunan Rest Area yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen arsitektur lokal, seperti bentuk atap, penggunaan material lokal, serta pola ruang tradisional, dapat memperkuat identitas budaya setempat tanpa mengorbankan fungsi modern dari bangunan Rest Area. Selain itu, prinsip-prinsip desain berkelanjutan, seperti penggunaan ventilasi alami dan pencahayaan yang efisien, juga dapat diintegrasikan dengan estetika vernakuler untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler pada Rest Area Tipe A di Kota Palopo dapat meningkatkan nilai estetika, memperkuat identitas lokal, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembang dan perencana dalam merancang bangunan publik yang berkelanjutan dan selaras dengan budaya lokal.
Penerapan Konsep Arsitektur Inklusif pada Perancangan Kampung Susun di Kota Makassar Ibrahim, Ismail; Amal, Citra Amalia; Amalia, Andi Annisa; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16134

Abstract

Kampung susun merupakan transformasi dari kampung horizontal menjadi bentuk vertikal tanpa menghilangkan karakter lokal, kekayaan bentuk, warna, material, volume, garis langit (skyline, potensi ekonomi, kreativitas warga, dan lain sebagainya. Suatu kampung susun seharusnya dapat diakses dan digunakan oleh semua kelompok masyarakat, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur inklusif pada Perancangan Kampung Susun di Kota Makassar, dengan penekanan pada aksesibilitas, fleksibilitas, dan kesederhanaan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan studi preseden. terhadap kampung susun di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur inklusif di kampung susun belum sepenuhnya menerapkan konsep inklusif. Kampung susun ini lebih fokus mengutamakan penerapan pada bangunan utama yaitu hunian, sedangkan untuk bangunan penunjang menerapkan konsep inklusif namun tidak selengkap bangunan utama. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian yang lebih responsif terhadap kebutuhan penghuni dan beragam kondisi fisik dan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para perencana dan peneliti dalam mewujudkan kampung susun yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Makassar.
Identifikasi Penerapan Arsitektur Biofilik dengan Prinsip Desain Nature In Space pada Perancangan Gedung Olahraga Voli Mutiah, Uryun; Idrus, Irnawaty; Amin, Siti Fuadillah A.; Latif, Sahabuddin; Abdullah, Ashari; Amal, Citra Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan Arsitektur Biofilik dengan prinsip desain Nature in Space pada perancangan Gedung Olahraga Voli di Kabupaten Luwu Utara. Arsitektur Biofilik mengintegrasikan elemen alam ke dalam desain bangunan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan terhubung dengan alam. Prinsip Nature in Space menciptakan hubungan langsung antara pengguna dan elemen alam seperti pencahayaan alami, ventilasi, vegetasi dan pemandangan luar. Metode penelitian yang digunakan meliputi kajian literatur, analisis desain Gedung Olahraga Voli, serta studi kasus bangunan yang telah menerapkan konsep Biofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip desain Nature in Space pada Perancangan Gedung Olahraga Voli di Kabupaten Luwu Utara menerapkan semua prinsip Nature in Space. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Arsitektur Biofilik dengan prinsip Nature in Space pada Gedung Olahraga Voli tidak hanya mendukung kenyamanan dan kesehatan pengguna tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi energi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan pada perancangan fasilitas olahraga yang berkelanjutan
Penerapan Arsitektur Humanis Pada Perancangan Autism School And Care Dengan Pendekatan Aspek Rasa Aman Dan Aktualisasi Diri Kadir, Sania Ramadhani; Amal, Citra Amalia; Idrus, Irnawaty; Latif, Sahabuddin; Syahruddin, A. Syahriyunita; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16164

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan arsitektur humanis pada perancangan Autism School and Care dengan pendekatan aspek rasa aman dan aspek aktualisasi diri. Arsitektur Humanis menekankan pentingnya menciptakan ruang yang mendukung kebutuhan emosional, psikologis dan fisik pengguna terutama bagi individu dengan kebutuhan khusus (Autisme). Rasa aman dan aktualisasi diri menjadi dua aspek penting dalam merancang fasilitas pendidikan dan perawatan bagi anak-anak dengan Autisme, agar dapat meningkatkan kenyamanan, kemandirian serta potensi mereka. Metode penelitian ini meliputi studi literatur mengenai arsitektur humanis dan kebutuhan ruang bagi anak-anak autisme, serta analisis studi kasus bangunan pendidikan yang telah menerapkan prinsip serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang mempertimbangkan aspek rasa aman, seperti penggunaan tata ruang yang jelas, aksesbilitas yang mudah, serta kontrol sensorik yang baik, dapat mengurangi stress dan kecemasan pada anak-anak autism. Sementara itu penerapan elemen-elemen yang mendukung aspek aktualisasi diri, seperti ruang kreatif, area bermain yang interaktif, dan ruang terapi yang fleksibel, dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan dan potensi mereka secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan arsitektur humanis pada Autism School and Care dengan pendekatan rasa aman dan aktualisasi diri dapat menciptakan lingkungan yang ramah, mendukung perkembangan individu, serta meningkatkan kualitas hidup pengguna. Studi ini diharapkan menjadi masukan bagi perencana dalam merancang fasilitas pendidikan dan perawatan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Annisa Amalia A. Syahriyunita Syahruddin A. Syahriyunita Syahruddin A., Siti Fadillah A.Annisa Amalia A.Syahriyunita Syahruddin Aan Kunaifi Abdulah, Ashari Abdullah, Ashari Ahcmad Ikhsans Syarifuddin Ahmad Fadli Ahmad, Andi Firman Ahmad, Imelda Aisyah Ayu Andira Alkatiri Aldi Setiawan, Aldi Aldi, Muhammad Alhumairah Amin, Siti Alhumairah Alhumairah, Siti Fuadillah Alim Amri, Nur Amalia, A. Annisa Amalia, A.Annisa Amalia, Andi Annisa Amalia, Andi Annisa Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Amir, Amrin Amrin Amir Andi Annisa Amalia Andi Annisa Amalia Andi Annisa Amalia Andi Fitriyah Azsahrah Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin andi Yusri Aris Sakkar Aris Sakkar Dollah Ashari Abdulah Ashari Abdullah Asnaeni AM, Sitti Asriati AM, St Azhar, Alif Azman, Andi Baharsin, Syamsir Aman Dapubeang, Awaludin Darwis, Nur Wahyuni Dollah, Aris Sakkar FAJAR, RIFKI SURYA Fardi Fardi Fardi, Fardi Fitrawan Umar Fuadillah A. Amin, Siti Hamid, Hamzah Hamzah Yunus Hasra, Mila Karmila Hilal, Saiful Huddin, Misba Idrus, Irnawaty Imelda Ahmad Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Ismail Ibrahim Jumardin M Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Kunaifi, Aan Kurnianto, Ucok Latif, Sahabbuddin Latif, Sahabuddin Latif M muhajerin M, Jumardin Muh. Arif Muh. Arif Muh. Ilmiansah Muh. Rizal Syahdan muhajerin, M Muhamad Ilham Pasiori, Ilham Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Rifai Saputra Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musiin, Windi Putri Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun nana, Rohana Nengsih, Anni Syahrilia Nini Apriani Rumata Nur Alim Amri Nur Hikmah Paddiyatu Nur Wahyuni Darwis Nur, Khilda Wildana NUR, KHILDA WILDANA Nurawal, Muhammad Alfacmy Nurhikmah Paddiyatu Nurkhafifah Nurkhafifah Nurkhafifah, Nurkhafifah Nurleha Syam Paddiyatu, Nurhikmah Rahmat Hidayat rahmat ramadan Ramadan, Rahmat Rapi, Adam Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Rifai Saputra, Muhammad Rifaldi Rifaldi, Rifaldi RIFKI SURYA FAJAR Rohana nana Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi S. Kuba, Muhammad Syafa'at Sahabbuddin Latif Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif, Sahabuddin Saiful Hilal Sakkar, Aris Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sawerigading, Andi Adam Siti Fadillah A. Sitti Asnaeni Sri Andayaningsih St Asriati Supardi Jaya Tammeng Syahdan, Muh. Rizal Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syam syam Syam, Nurleha syam, Syam Syarifuddin, Ahcmad Ikhsans Tammeng, Supardi Jaya Umar, Fitrawan Wildana Nur, Khilda Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yunus, Hamzah Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah