Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EVALUASI PENURUNAN TANAH KAWASAN LUMPUR SIDOARJO MENGGUNAKAN GPS GEODETIK DAN PERANGKAT LUNAK GAMIT/GLOBK Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar; Sudarsono, Kukuh Prakoso
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1529

Abstract

Peristiwa alam yang terjadi di Indonesia banyak sekali terjadi, dikarenakan lokasi geografis Indonesia dan tatanan tektonik yang sering memicu peristiwa alam. Salah satu peristiwa alam yang terjadi di Indonesia adalah lumpur Sidoarjo. Lumpur Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai lumpur Lapindo, adalah peristiwa yang terjadi akibat munculnya lumpur panas dan gas dari lokasi pengeboran PT. Lapindo Brantas di Dusun Balongnongo, Desa Renokenogo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Fenomena yang terjadi pada lumpur Sidoarjo ini disebut mudflow. Dampak yang ditimbulkan oleh adanya peristiwa mudflow khususnya lumpur Sidoarjo ini adalah adanya fenomena penurunan tanah/amblesan (land subsidence) di sekitar kawasan tersebut. Terletak di pemukiman padat penduduk, penurunan tanah/land subsidence menjadi salah satu faktor yang harus diawasi. Penurunan tanah (land subsidence) terjadi secara perlahan sehingga analisanya perlu dilakukan secara berkala (fungsi waktu). Pemantauan land subsidence dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) khususnya Global Positioning System (GPS, satelit milik Amerika Serikat). Selain penggunaan GPS Geodetik dan CORS, penelitian ini digunakanlah perangkat lunak GAMIT/GLOBK. Dari analisa hasil pengamatan di lapangan pada April, Mei, Juni, dan Oktober 2016 terlihat adanya penaikan tertinggi dan penurunan. Nilai penurunan terendah adalah -0,26709 m pada titik TTG 1307 dan penaikan tertinggi adalah 0,08758 m pada titik VK14. Terdapat 14 titik yang mengalami penurunan tanah secara signifikan (TTG 1304, TTG 1305, TTG 1307, BPN PT01, BPN PT06, BT01, BT03, BW08, BW13, GEMPOL NEW, KD01, KJ01, BPN PT11, dan VK13), dan terdapat lima titik yang mengalami penurunan tanah bersifat tidak signifikan atau hanya bersifat numeris (BM ARTERI, KB01, BM MARITIM, VK09, dan VK14).
ANALISIS POTENSI MATA AIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN LUMAJANG DAN KABUPATEN PROBOLINGGO) Hariyanto, Teguh; Ekaprathama, Sri Aditya; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 12 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v12i2.1531

Abstract

Ketersediaan air merupakan sumberdaya utama bagi kehidupan manusia. Perkembangan Kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo saat ini telah mengakibatkan perubahan berbagai aspek baik kondisi fisik, lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya. Pertumbuhan daerah juga diikuti dengan peningkatan ekploitasi sumber daya air yang ada. Pemanfaatan air bawah tanah terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya kegiatan pertanian, perkebunan, pengolahan ladang serta untuk pemenuhan kebutuhan pemukiman. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan pada kawasan tersebut, hal ini dapat diantisipasi dengan salah satu cara yang dapat dilakukan yakni melakukan klasifikasi potensi mata air dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Klasifikasi potensi mata air merupakan hasil berdasarkan overlay dari hasil analisis dari berbagai parameter yang telah ditentukan. Kemudian daerah yang memiliki potensi mata air hanya terdapat di Kecamatan Tiris dengan jumlah titik potensi mata air sebanyak 5 titik.
PENENTUAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) MENGGUNAKAN METODE MULTI DATA SPASIALI DI KECAMATAN NGADIROJO, KABUPATEN PACITAN Taufik, Muhammad; Kurniawan, Akbar; Pusparini, Fany Maya
GEOID Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v13i1.1550

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kesuburan di atas rata-rata, karenanya banyak wilayah yang cukup potensial digunakan sebagai lahan pertanian pangan. Namun terjadi cepatnya konversi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian yang merupakan ancaman terhadap ketahanan dan keamanan pangan. Didasari hal tersebut perlu dilakukan penetapan Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang terbagi dalam bentuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B). Penentuan LP2B  dan LCP2B menggunakan teknologi penginderaan jauh berupa citra satelit resolusi tinggi teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini dilakukan di Bagian Wilayah Perkotaan (BWP) Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Dari analisa kebutuhan dan ketersediaan pangan, serta kesesuaian hasil identifikasi yang ada dalam rencana pola ruang wilayah, diperoleh areal LP2B seluas 322,159 Ha dan LCP2B seluas 204,466 Ha
ANALISA POTENSI DAERAH BENCANA TANAH LONGSOR PADA CURAH HUJAN RENDAH DAN CURAH HUJAN TINGGI DI KAWASAN GUNUNG WILIS Kurniawan, Akbar; Budisusanto, Yanto; RJ, Ainur Rofiq
GEOID Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v14i1.1590

Abstract

Kawasan Gunung Wilis merupakan wilayah yang cukup sering terjadi bencana tanah longsor. Salah satu bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan Gunung Wilis yaitu pada hari kamis 6 april 2017 Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan overlay metode intersection, Setiap parameter yang telah dilakukan reclassify dan skoring akan di overlay. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya peta tingkat kerawanan bencana tanah longsor di Kawasan Gunung Wilis yang dibagi kedalam 3 kelas yaitu : rendah, sedang, dan tinggi. Dari pengolahan data pada kondisi Curah Hujan Rendah dihasilkan identifikasi bahwa wilayah Kabupaten Kediri disekitar Kawasan Gunung Wilis masuk kedalam kategori kerawanan tinggi dengan area kerawanan paling luas dibandingkan kabupaten lainnya sebesar 0,45% , Kabupaten Nganjuk masuk kedalam kategori kerawanan sedang terluas sebesar 6,26% , dan Kabupaten Madiun masuk kedalam kategori kerawanan rendah terluas sebesar 18,53% dari total wilayah penelitian. Sedangkan pengolahan data pada kondisi Curah Hujan TInggi dihasilkan identifikasi bahwa wilayah Kabupaten Kediri disekitar Kawasan Gunung Wilis masuk kedalam kategori kerawanan tinggi dengan area kerawanan paling luas dibandingkan kabupaten lainnya sebesar 0,55% , Kabupaten Ponorogo masuk kedalam kategori kerawanan sedang terluas sebesar 10,75% dan Kabupaten Nganjuk masuk kedalam kategori kerawanan rendah terluas sebesar 16,10% dari total wilayah penelitian.
Pembuatan Peta Foto Udara Desa Campurejo Skala 1:5000 Menggunakan Metode UAV Photogrammetry Hidayat, Husnul; Deviantari, Udiana Wahyu; Kurniawan, Akbar; Bioresita, Filsa; Nurwatik, Nurwatik
GEOID Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i1.1618

Abstract

Desa Campurejo adalah salah satu desa pesisir yang terletak di bagian utara Provinsi Jawa Timur. Secara sekilas, desa ini memiliki kawasan terbangun yang cukup luas meskipun kawasan tidak terbangun berupa lahan pertanian, lahan terbuka, dan vegetasi juga cukup dominan. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 370 hektar yang terpisah ke dalam dua wilayah. Dengan kondisi geografis dan batas administrasi yang tidak biasa tersebut keberadaan peta desa berskala besar menjadi penting bagi Desa Campurejo. Salah satu metode untuk membuat peta berskala besar dengan murah dan cepat adalah menggunakan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Penelitian ini memaparkan pembuatan peta Desa Campurejo menggunakan UAV. Proses akuisisi data dilakukan dengan wahana quadcopter dengan tinggi terbang 150 meter di atas permukaan tanah dengan pertampalan ke depan dan ke samping sebesar 80%. Untuk menjangkau seluruh area desa diperlukan 9 misi penerbangan yang menghasilkan 2163 foto. Proses pengolahan foto udara hingga menjadi citra ortofoto dilakukan dengan metode Structure from Motion (SfM). Dari hasil pengolahan tersebut diperoleh citra foto udara dengan Ground Sample Distance (GSD) sebesar 4,17 cm. Namun untuk efisiensi penyimpanan data, citra ortofoto yang digunakan memiliki resolusi spasial 10 cm. Secara geometrik citra ortofoto yang dihasilkan memiliki RMSE sekitar 5 cm, yang menurut kriteria CE90 memiliki akurasi horizontal sebesar 8 cm. Dengan akurasi tersebut citra yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat peta berskala 1:1000. Namun dengan pertimbangan luas, batas, dan kedudukan wilayah desa peta yang dihasilkan memiliki skala 1:5000 yang dapat memperlihatkan seluruh wilayah desa beserta eksklavenya dalam satu lembar peta. Peta tersebut juga dilengkapi dengan informasi sebaran fasilitas umum yang didapatkan dari hasil survey lapangan, dan informasi batas desa yang diperoleh dari INA Geoportal.
CHANGES OF LAND USE MONITORING WITHIN FOREST AREA Pribadi, Cherie Bhekti; Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar; Amriana, Yessherly
GEOID Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i1.1644

Abstract

Pasrujambe District is one of sub-districts in Lumajang Regency which has a forest area. Forests are main source of life for people who live in surrounding villages, start from farming, logging, taking firewood, gathering, and grazing their livestock in forest areas. This phenomenon cannot be avoided from use of forest land for the other land functions, both for settlements, agriculture and other regions. Therefore, it’s needed to be related to changes of land use in forest areas. In this study an evaluation of distribution and extent of land use functions in Pasrujambe District forest area was carried out using 2 (two) methods, namely object-based classification methods and interpretation methods (digitized on screen). The results show us that there are changes of land use in forest areas in 2017, such as industries, plantations, agricultures, plantations, bushes and settlements with total area of 3764.38 Ha and for agricultural land use such as lakes, grasslands and rivers with total area of 799.41 ha
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP DEBIT LIMPASAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI BONDOYUDO KABUPATEN LUMAJANG DENGAN METODE RASIONAL Kurniawan, Akbar; Aminata, Fransedo
GEOID Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v15i2.1654

Abstract

Floods is an overflowing of a large amount of water on rainy seasons. Bondoyudo watershed is one of the most flood-prone area in Lumajang district. This research use rational method for calculate the surface runoff in each research areas. The formula is : Q = 0,278 CIA. From this research, based on rational method, flooded areas are Rowokangkung sub-district, Jatiroto sub-district, and Kedungjajang sub-district. In 2002, Rowokangkung  sub-district and Kedungjajang sub-district ad excess runoff discharge as 3,65 m3/s and 2,23 m3/s. In 2010, Rowokangkung, Kedungjajang, and Jatiroto sub-district had excess runoff discharge as 3,72 m3/s, 2,42 m3/s, and 0,35 m3/s. In 2018, Rowokangkung, Kedungjajang, and Jatiroto sub-district had excess runoff discharge as 3,74 m3/s, 2,54 m3/s, 0,39 m3/s. he value of the effect of land use change on runoff discharge is calculated based on multiple linear regression and generated from the calculation of the coefficient of determination. The value of determination coefficient for Rowokangkung Sub-district, Kedungjajang Sub-district, and Jatiroto Sub-district are 92.5%, 93.1%, and 92.4%.
Analisis Potensi Tanah Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi) Prasindya, Permata; Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1664

Abstract

Tanggal 22 Juni 2018 terjadi bencana banjir bandang yang disebabkan oleh tanah longsor di kawasan lereng Gunung Raung di Kecamatan Songgon. Bencana ini menyebabkan ratusan orang mengungsi dan merusak 328 unit rumah. Adanya bencana tersebut, diperlukan analisis terhadap penyebab terjadinya tanah longsor serta melakukan pencegahan dan mitigasi dengan pemetaan potensi tanah longsor. Penelitian ini menggunakan metode analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan narasumber pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyuwangi dan Dosen Teknik Geofisika ITS. Parameter penyebab tanah longsor yang digunakan mengacu pada Permen PU No. 22/PRT/M/2007, parameter tersebut antara lain kemiringan lereng, kondisi tanah, batuan penyusun lereng, kondisi hidrologi, curah hujan, kerentanan gerakan tanah dan tutupan lahan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dengan metode AHP, kerentanan gerakan tanah mempunyai pengaruh lebih besar terhadap tanah longsor dengan bobot sebesar 34%, diikuti dengan parameter lain yaitu kemiringan lereng 17%, jenis tanah 14%, curah hujan 14%, jenis batuan 12%, kerapatan sungai 5% dan tutupan lahan 4%. Selanjutnya, didapatkan tiga kelas potensi tanah longsor yaitu potensi rendah sebesar 9.527,09 Ha, potensi sedang sebesar 8.410,19 Ha dan potensi tinggi sebesar 3.283,23 Ha dengan daerah yang berpotensi tinggi terhadap potensi tanah longsor yaitu Desa Bayu dan Desa Sumberarum di Kecamatan Songgon.On June 22 2018, there was a flash flood disaster caused by landslides on the slopes of Mount Raung in Songgon Sub-District. This disaster caused hundreds of people to flee and damaged 328 housing units. The existence of this disaster requires an analysis of the causes of landslides as well as prevention and mitigation by mapping the potential for landslides. This research uses Geographical Information System (GIS) analysis method and weighting of Analytical Hierarchy Process (AHP) with the resource persons of the Banyuwangi Regional Disaster Management Agency and Geophysical Engineering lecturers-ITS. The parameters that cause landslides used refer to Permen PU No. 22 / PRT / M / 2007, these parameters include slope, soil conditions, rock making up slopes, hydrological conditions, rainfall, soil movement vulnerability and land cover. The results of this study found that with the AHP method, soil movement susceptibility has a greater effect on landslides with a weight of 34%, followed by other parameters, namely 17% slope, 14% soil type, 14% rainfall, 12% rock type. , 5% river density and 4% land cover. Furthermore, three classes of landslide potential were obtained, namely low potential of 9,527.09 hectares, medium potential of 8,410.19 hectares and high potential of 3,283.23 hectares with areas that have high potential for landslides, namely Bayu Village and Sumberarum Village in Songgon Sub-District.
Analisis Perbandingan Nilai Koordinat Wall Station Sebagai Titik Kontrol Posisi Tambang Bawah Tanah dengan Pengamatan Poligon Tertutup dan Pengikatan Ke belakang (Studi Kasus: Tujuh Bukit Underground Project, PT. Bumi Suksesindo) Cahya, Doni Muslim; Yuwono, Yuwono; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1667

Abstract

Proses penggalian pada area pertambangan menyebabkan perubahan topografi secara terus menerus. Oleh karena itu diperlukan pengukuran yang berkala untuk memastikan ketersedian data topografi. Dalam pengamatan posisi di bawah tanah, penentuan titik kontrol dan detil situasi adalah kunci dari kegiatan survei topografi. Penggunaan metode Wall Station memiliki kestabilan posisi yang cukup baik karena bertempat pada dinding Decline, dan pada metode ini alat ukur tidak dapat berdiri pada titik Wall Station dan harus menggunakan metode yang lain untuk perhitungan koordinat. PT. Bumi Suksesindo merupakan perusahaan pertambangan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan konsesi utama di Tujuh Bukit Operation. Dalam pengelolaan minesite, PT. Bumi Suksesindo menggunakan metode Undeground Project. Dimana penentuan posisi dan pendapatan titik kontrol, dilakukan dengan metode Pengikatan Ke belakang, dengan menggunakan bantuan alat Total Station dan Wall Station. Kegiatan pengamatan titik kontrol ini dilakukan pada 6 titik Wall Station yang berada didalam tambang bawah tanah yaitu Wall Station DC1 18, 20 25, 42, 46, dan 48. Pengamatan ini akan dibandingkan dengan koordinat acuan yang telah dikoreksi oleh pihak PT. Bumi Suksesindo untuk menghasilkan nilai koreksi secara rutin. Pada penelitian ini menghasilkan nilai selisih dan RMSE pada masing masing titik Wall Station. Metode pengamatan pengukuran poligon tertutup dengan perhitungan Kuadrat Terkecil pada Poligon Box Cut menghasilkan nilai selisih koordinat dan RMSE pada Wall Station DC1-18 dengan nilai error 0,00031 m, DC1-20 dengan nilai error 0,00144 m, DC1-25 dengan nilai error 0,00113 m, DC1-42 dengan nilai error 0,00315 m, DC1-46 dengan nilai error 0,00320 m, DC1-48 dengan nilai error 0,00288 m. The excavation process in the mining area causes continuous topographic changes. Therefore, periodic measurements are needed to ensure the availability of topographic data. In observing the position below the ground, determining the control point and the details of the situation is the key to the topographic survey activities. The use of the Wall Station method has a fairly good position stability because it is located on the Decline wall, and in this method the measuring instrument cannot stand on the Wall Station point and must use another method for calculating coordinates. PT. Bumi Suksesindo is a Domestic Investment (PMDN) mining company with the main concession in the Tujuh Bukit Operation. In managing minesite, PT. Bumi Suksesindo uses the Underground Project method. Where the determination of the position and income of control points, is carried out by Resection method, using the help of Total Station and Wall Station tools. This control point observation activity will be carried out at 6 Wall Station points inside the underground mine, namely DC1 18, 20 25, 42, 46, and 48 Wall Station. These observations will be compared with the reference coordinates corrected by PT. Bumi Suksesindo to produce corrected values routinely. This research produces the difference value and RMSE at each Wall Station point. The observation method using closed polygons with the calculation of least squares on the box cut polygons results in the difference between the coordinates and the RMSE. Wall Station DC1-18 resulted an error value of 0.00031 m, DC1-20 with an error value of 0.00144 m, DC1-25 with an error value of 0, 00113 m, DC1-42 with an error value of 0.00315 m, DC1-46 with an error value of 0.00320 m, DC1-48 with an error value of 0.00288 m.
Analisis Perbandingan Perhitungan Volume Bersih Galian dan Timbunan (Net Volume) dengan Metode Trapezoidal dan Borrow Pit pada Perangkat Lunak Autocad Civil 3D Tulloh, M. Ubayu Rizqi Rohmat; Yuwono, Yuwono; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1673

Abstract

Dalam dunia pertambangan batu bara dikenal istilah joint survey. Dalam joint survey yang digunakan parameter pembayaran oleh owner kepada kontraktor adalah volume bersih galian dan timbunan (net volume), oleh karena itu harus diukur dan dihitung dengan metode maupun perangkat lunak yang sesuai. Saat ini perangkat lunak sebagai penunjang kegiatan pertambangan semakin berkembang, berbagai perangkat lunak memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Pada penelitian kali ini akan melakukan perhitungan volume bersih galian dan timbunan (net volume) dengan data dari salah satu pit di area tambang PT Anugerah Bara Kaltim yang dipotong menjadi 3 bagian yaitu pit bagian A,B, dan C, perhitungan volume dilakukan dengan menggunakan metode Trapezoidal dan Borrow Pit pada perangkat lunak AutoCAD Civil 3D dimana dari hasil tiap metode akan dibandingkan terhadap nilai hitungan manual sebagai acuan dengan mengacu pada toleransi ASTM (American Society for Testing and Materials) pada tahun 2002 yaitu batas maksimal prosentase selisih hasil perhitungan volume yaitu sebesar 2,78%, selanjutnya akan dianalisa manakah metode yang tepat untuk digunakan dalam pekerjaan perhitungan volume tambang batubara.   Pada proses perhitungan volume diberikan 2 perlakuan, yaitu dengan merubah interval section untuk metode trapezoidal dan merubah interval grid untuk metode borrow pit, dari hasil perhitungan volume  didapatkan rata-rata nilai selisih volume yang beragam, yaitu pada metode borrow pit sebesar 1,911%, dan metode trapezoidal sebesar 0,427%. Pada perhitungan metode trapezoidal, semakin kecil interval section yang dibuat maka hasil perhitungan akan semakin mendekati volume acuan. Pada perhitungan metode borrow pit, semakin kecil interval grid yang dibuat maka hasil perhitungan akan semakin mendekati volume acuan. In the world of coal mining, the term joint survey is known. In the joint survey, the parameter of payment by the owner to the contractor is used as net volume, therefore, it must be measured and calculated by the appropriate method. Currently, software that supports mining activities is growing. Various software have their own advantages and disadvantages. In this research, we will calculate the net volume with data from one of the pits in the mining area of PT Anugerah Bara Kaltim which is cut into 3 parts, namely pits A, B, and C, the volume calculation is done using the Trapezoidal and Borrow Pit methods on the device. AutoCAD Civil 3D software where the results of each method will be compared to the manual count value as a reference with reference to the tolerance of ASTM (American Society for Testing and Materials) in 2002, which is the maximum percentage difference in volume calculation results, which is 2.78%, then it will analyzed which method is appropriate to use in the work of calculating the volume of coal mines. In the volume calculation process, 2 treatments were given, namely by changing the section interval for the trapezoidal method and changing the grid interval for the borrow pit method, from the volume calculation results obtained the average value of various volume differences, namely the borrowpit method of 1.911%, and the trapezoidal method. by 0.427%. In the calculation of the trapezoidal method, the smaller the section interval made, the calculation results will be closer to the reference volume. In the calculation of the borrow pit method, the smaller the grid interval that is made, the calculation results will be closer to the reference volume.
Co-Authors Aminata, Fransedo Amriana, Yessherly Anjasmara , Ira Mutiara Aulia, Arina Rijki Ayu, Arini Juwita Bandi Sasmito Basofi , Ahmad Cahya, Doni Muslim Cherie Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Dalle, Juhriyansyah Darminto, Mohammad Rohmaneo Deviantari , Udiana Wahyu Dewi Nur Indah Sari Dhiaurrahman, Antony Rafie Dwi Hastuti Ekaprathama, Sri Aditya Elkhanna, Farah Asifi Filsa Bioresita, Filsa Firmansyah, Fendy Hadi, Firman Handoko , Eko Yuli Hariyanto, Irena Hana Hayati , Noorlaila Husnul Hidayat, Husnul Ida Anggriani Imam Bukhori Imam Satria Yudha, Imam Satria Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum Ira Mutiara Anjasmara, Ira Mutiara Irbah, Nafisatus Sania Jatayu, Anoraga Junita, Geni Rama Ketut Dewi Martha Erli Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Khomsin Khomsin, Khomsin Koeswoyo, Tio Kusumah, Rifqi Rabbani Lukman Adhitama Mardiana, Indah Maulida, Putra Mokhamad Nur Cahyadi, Mokhamad Nur MUHAMMAD TAUFIK Mukmin, Muchammad Faisal Muryono, Mukhammad Noorlaila Hayati, Noorlaila Nurwatik, Nurwatik Nusantara, Candida Aulia De Silva Pane, Sanusi Ghazali Permata, Tri Wahyuni Indah Pradana, Ramanda Aji Prasetyo, Friski Putra Prasindya, Permata Pratomo, Danar Guruh Pratomoatmojo, Nursakti Adhi Pribadi , Cherie Bhekti Pusparini, Fany Maya Putra, Rizkiya Ramadhan, Hafezs Satriani Riastama, Cindy Nandya RJ, Ainur Rofiq Santri, Rafika Saputra, Roy Andi Sari, Devi Nilam Septiandre, Rian Setiawan, Fabian Saiadin Siregar, Fauzi Alfariz Sudarsono, Kukuh Prakoso Susetyo, Cahyono Syafitri, Rivan Aji Wahyu Dyan Syariz, Muhammad Aldila Teguh Hariyanto, Teguh Tulloh, M. Ubayu Rizqi Rohmat Udiana Wahyu Deviantari, Udiana Wahyu Yanto Budisusanto, Yanto Yuwono Yuwono