Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Perbandingan Perhitungan Volume Bersih Galian dan Timbunan (Net Volume) dengan Metode Trapezoidal dan Borrow Pit pada Perangkat Lunak Autocad Civil 3D Tulloh, M. Ubayu Rizqi Rohmat; Yuwono, Yuwono; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1673

Abstract

Dalam dunia pertambangan batu bara dikenal istilah joint survey. Dalam joint survey yang digunakan parameter pembayaran oleh owner kepada kontraktor adalah volume bersih galian dan timbunan (net volume), oleh karena itu harus diukur dan dihitung dengan metode maupun perangkat lunak yang sesuai. Saat ini perangkat lunak sebagai penunjang kegiatan pertambangan semakin berkembang, berbagai perangkat lunak memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Pada penelitian kali ini akan melakukan perhitungan volume bersih galian dan timbunan (net volume) dengan data dari salah satu pit di area tambang PT Anugerah Bara Kaltim yang dipotong menjadi 3 bagian yaitu pit bagian A,B, dan C, perhitungan volume dilakukan dengan menggunakan metode Trapezoidal dan Borrow Pit pada perangkat lunak AutoCAD Civil 3D dimana dari hasil tiap metode akan dibandingkan terhadap nilai hitungan manual sebagai acuan dengan mengacu pada toleransi ASTM (American Society for Testing and Materials) pada tahun 2002 yaitu batas maksimal prosentase selisih hasil perhitungan volume yaitu sebesar 2,78%, selanjutnya akan dianalisa manakah metode yang tepat untuk digunakan dalam pekerjaan perhitungan volume tambang batubara.   Pada proses perhitungan volume diberikan 2 perlakuan, yaitu dengan merubah interval section untuk metode trapezoidal dan merubah interval grid untuk metode borrow pit, dari hasil perhitungan volume  didapatkan rata-rata nilai selisih volume yang beragam, yaitu pada metode borrow pit sebesar 1,911%, dan metode trapezoidal sebesar 0,427%. Pada perhitungan metode trapezoidal, semakin kecil interval section yang dibuat maka hasil perhitungan akan semakin mendekati volume acuan. Pada perhitungan metode borrow pit, semakin kecil interval grid yang dibuat maka hasil perhitungan akan semakin mendekati volume acuan. In the world of coal mining, the term joint survey is known. In the joint survey, the parameter of payment by the owner to the contractor is used as net volume, therefore, it must be measured and calculated by the appropriate method. Currently, software that supports mining activities is growing. Various software have their own advantages and disadvantages. In this research, we will calculate the net volume with data from one of the pits in the mining area of PT Anugerah Bara Kaltim which is cut into 3 parts, namely pits A, B, and C, the volume calculation is done using the Trapezoidal and Borrow Pit methods on the device. AutoCAD Civil 3D software where the results of each method will be compared to the manual count value as a reference with reference to the tolerance of ASTM (American Society for Testing and Materials) in 2002, which is the maximum percentage difference in volume calculation results, which is 2.78%, then it will analyzed which method is appropriate to use in the work of calculating the volume of coal mines. In the volume calculation process, 2 treatments were given, namely by changing the section interval for the trapezoidal method and changing the grid interval for the borrow pit method, from the volume calculation results obtained the average value of various volume differences, namely the borrowpit method of 1.911%, and the trapezoidal method. by 0.427%. In the calculation of the trapezoidal method, the smaller the section interval made, the calculation results will be closer to the reference volume. In the calculation of the borrow pit method, the smaller the grid interval that is made, the calculation results will be closer to the reference volume.
Cloud Geospasial Self-Managed Services untuk Katalog Data Seismik dan Nonseismik Migas PT Pertamina Hulu Energi Kusumah, Rifqi Rabbani; Hariyanto, Teguh; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v16i1.1676

Abstract

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai perusahaan holding yang mempunyai 52 Anak Perusahaan Hulu memerlukan teknologi terkini dalam melakukan manajemen data. Salah satu manajemen data yang dilakukan untuk kegiatan evaluasi pematangan propsek migas berupa data seismik dan nonseismik. Permasalahan yang terjadi adalah data-data tersebut masih berupa laporan kertas dan spreadsheet yang kompleks. Kondisi tersebut akan menyulitkan analyst di PT Pertamina Hulu Energi untuk mengintegrasikan dan meninjau kembali data-data tersebut. Oleh karena itu pada penelitian ini akan memanfaatkan cloud geospasial self-managed services untuk katalog data seismik dan nonseismik. Pengumpulan data seismik dan nonseismik akan disesuaikan sesuai standar yang ada. Kemudian katalog data seismik dan nonseismik masuk ke perangkat lunak sistem informasi geografis untuk dilakukan publish data ke cloud geospasial yang bersifat online. Dari sistem online tersebut akan dikembangkan aplikasi untuk menunjang manajemen katalog data seismik dan nonseismik berupa web app, operations dashboard, dan story maps. Web app berguna untuk menampilkan web map, dan melakukan query. Operations Dashboard berguna untuk menampilkan infografik progress pengisian data. Story maps berguna untuk melihat ringkasan singkat hasil studi nonseismik. Dalam penerapannya sistem cloud geospasial akan berfungsi sebagai storage pengumpulan data yang bisa dilakukan update secara berkala dan hanya dapat diakses oleh PT Pertamina Hulu Energi.PT Pertamina Hulu Energi (PHE) as a holding company that has 52 upstream subsidiaries requires the latest technology in data management. One of the data management carried out to evaluate oil and gas prospects is in the form of seismic and nonseismic data. The problem is that the data is still in the form of paper-based reports and complex spreadsheets. This condition will make it difficult for analysts at PHE to integrate and review these data. Therefore, this research will utilize geospatial cloud self-managed services for seismic and nonseismic data catalogs. Seismic and nonseismic data collection will be adjusted according to standards. Then the seismic and nonseismic data catalogs enter the geographic information system software to publish data to the online geospatial cloud. From this online system, an application will be developed to support management of seismic and nonseismic data catalogs likes a web app, operations dashboard, and story maps. Web app is useful for displaying web maps, widgets, and performing queries. Operations Dashboard is useful for displaying infographics of data entry progress. Story maps are useful for viewing a brief summary of the results of a nonseismic study. In its application, the geospatial cloud system will function as data collection storage that can be updated regularly and can only be accessed by PHE.
Analisis Perhitungan Volume Galian Tambang Terbuka (Open Pit Mining) Menggunakan Interpolasi Metode Gridding Ramadhan, Hafezs Satriani; Kurniawan, Akbar; Darminto, Mohammad Rohmaneo
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1711

Abstract

Dalam kegiatan penambangan memerlukan perhitungan volume galian. Untuk mengetahui angka produksi, dilakukan perhitungan volume progress penambangan setiap per bulannya. Perhitungan volume diolah dengan 3D Modelling menggunakan sebuah software pertambangan. Perhitungan galian memiliki permasalahan yang kompleks serta volume galian akan sangat berpengaruh terhadap perhitungan cadangan sumberdaya batubara, oleh karena itu perhitungan volume galian harus dilakukan seteliti mungkin agar tidak ada yang dirugikan. Penelitian ini akan mencoba mengkaji perhitungan volume menggunakan teknik gridding yang hasilnya akan dibandingkan dengan volume hasil galian yang diangkut oleh dump truck. Perhitungan volume dilakukan dengan menggunakan metode Trapezoidal dengan interpolasi menggunakan beberapa metode gridding meliputi Inverse Distance Weight to a Power (IDW), Triangulation with Linear Interpolation, Finite Element Method (FEM), Finite Difference Method (FDM). Hasil perhitungan dari beberapa metode dalam perangkat lunak tersebut dibandingkan terhadap nilai volume batubara yang terangkut (Aktual) dengan mengacu pada toleransi ASTM (American Society for Testing and Materials), yakni batas maksimal persentase selisih hasil perhitungan volume, yaitu sebesar 2,78%. Dari hasil perhitungan volume didapatkan nilai selisih volume yang beragam, metode FEM memperoleh hasil terbaik dengan selisih perhitungan 11,933.13 m3 terhadap volume aktual atau sebesar 0.181% pada bulan juni dan selisih perhitungan 5,698.86 m3 terhadap volume aktual atau sebesar 0.084% pada bulan juli, sedangkan untuk ketelitian terendah adalah menggunakan metode Inverse Distance to a Power (IDW) dengan selisih volume sebesar -233,873.86 m3 atau mencapai -3.543% untuk bulan juni dan -241,981.57 m3 atau mencapai -3.560% untuk bulan juli, hal ini disebkan karena surface yang terbentuk pada interpolasi grid IDW tidak sesuai dengan bentuk permukaan sebenarnya sehingga perhitungan volume tidak akurat.
Pemanfaatan Data GPS Tahun 2017-2020 untuk Monitoring Aktivitas Sesar Kendeng di Kota Surabaya Riastama, Cindy Nandya; Anjasmara, Ira Mutiara; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1740

Abstract

Lempeng di bumi terbagi menjadi dua bentuk, yaitu lempeng samudera dan lempeng benua. Lempeng ini selalu bergerak sehingga zona batas antar lempeng dan sistem patahan terbentuk dan memengaruhi sekitar wilayah batas pertemuan. Salah satu wilayah yang terdampak akan pergerakan tersebut adalah Indonesia. Hal ini karena letak Indonesia dikelilingi oleh tiga lempeng utama bumi dan mengakibatkan aktivitas vulkanik dan tektonik yang tinggi di sekitarnya. Aktivitas ini dapat membentuk suatu sistem sesar. Terdapat satu sistem sesar yang perlu menjadi perhatian khusus karena patahan ini diteliti aktif dan bergerak terus menerus, yaitu Sesar Kendeng di Jawa Timur. Sesar Kendeng membentang dari selatan Semarang ke Jawa Timur. Sesar Kendeng diidentifikasi di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki populasi hingga 3 juta jiwa. Sebagai kota metropolitan, Surabaya telah menjadi pusat berbagai kegiatan dengan fasilitas yang dibangun dengan baik. Dengan demikian, aktivitas tektonik yang dimungkinkan terjadi karena pengaruh Sesar Kendeng akan menjadi ancaman di daerah ini. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengurangi tingkat risiko yang terjadi maka perlu dilakukan pemantauan pada aktivitas Sesar Kendeng tersebut. Salah satu metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pemanfaatan GPS untuk melakukan pengukuran secara geodetik di 25 titik pada segmen sesar. Hasil pengukuran ini kemudian dilakukan pengolahan secara ilmiah dengan software GAMIT/GLOBK. Dari hasil pengolahan, didapatkan nilai kecepatan pergeseran horizontal berkisar antara 2,67 mm/tahun – 124 mm/tahun. Pergeseran vertikal menunjukkan terdapat 10 titik yang mengalami uplift. Titik yang mengalami uplift berada di wilayah bagian barat dan bagian timur Kota Surabaya. Selanjutnya, 8 titik mengalami subsidence yang berada di wilayah utara dan selatan dari Kota Surabaya. Dari 18 vektor kecepatan horizontal digunakan untuk menghitung nilai regangan dengan metode delaunay triangle. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa wilayah pada zona Sesar Kendeng didominasi oleh peristiwa regangan kompresional. Nilai regangan yang didapatkan melebihi -0,5  strain. Dengan demikian, Sesar Kendeng termasuk dalam sesar aktif dengan pergerakan sesar naik.
Literatur Review: Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan di Wilayah Perkotaan Deviantari, Udiana Wahyu; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1746

Abstract

Pajak bumi dan bangunan menawarkan bentuk perpajakan yang adil dan efisien untuk daerah perkotaan yang dapat berdampak pada investasi, dan memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi kenaikan harga tanah dan properti. Sistem perpajakan yang dirancang dan dikelola memiliki kelemahan dalam menentukan penilaian pajak bumi dan bangunan. Studi ini akan membantu meningkatkan pajak bumi dan bangunan secara lebih efisien, terutama untuk daerah perkotaan. Makalah ini mengidentifikasi beberapa metode dalam menentukan pajak bumi dan bangunan di perkotaan. Data nilai tanah yang tersedia dapat membantu dalam mengidentifikasi secara empiris hubungan antara pajak dan pertumbuhan ekonomi. Metode ini dapat membantu pemerintah dalam menentukan pajak secara lebih adil, efisien, dan transparan.
Literatur Review: Perbandingan Berbagai Teknik Pemodelan Land Subsidence Kurniawan, Akbar; Deviantari , Udiana Wahyu
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1747

Abstract

Fenomena penurunan tanah atau Land Subsidence merupakan peristiwa yang dapat diidentifikasi dengan berbagai metode. Penting untuk dapat mengetahui terlebih dahulu hipotesa penyebab terjadinya penurunan tanah, diantaranya adalah disebabkan eksploitasi air bawah tanah, eksploitasi hidrokarbon, terjadinya konsolidasi tanah, akibat faktor geologi dan aktivitas tektonik Review artikel ini dilakukan dengan melakukan pencarian data pada database jurnal. Keyword yang digunakan pada pencarian artikel adalah “Land Subsidence Modeling”. Artikel yang didapatkan kemudian dibandingkan. Perbandingan dilakukan untuk mendapatkan inti dari artikel ilmiah tersebut terutama pada judul, data yang digunakan, metode pemodelan, metode pengamatan land subsidence, dan hasil penelitian. Indentifikasi Land Subsidence dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisa kompaksi lapisan tanah dan batuan, analisa perubahan muka air bawah tanah, pengukuran GPS, Levelling dan time-series InSAR. Pemodelan terhadap fenomena Land Subsidence tidak cukup dengan hanya data geometrik dari pengukuran geodetik, tapi juga harus didukung data fisis yang berkaitan dengan penyebab Land Subsidence
Studi Pergeseran Koseismik Gempa Pasaman M6.1 2022 Menggunakan Data Pengamatan GPS harian Maulida, Putra; Putra, Rizkiya; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1766

Abstract

Sesar Sumatra merupakan patahan aktif yang telah menyebabkan banyak gempa di sepanjang Pulau Sumatra dalam 15 tahun terakhir. Sesar Sumatra terbagi menjadi 19 segmen yang memanjang dari utara hingga selatan Pulau Sumatra. Setelah gempa besar pada zona subduksi M9.2 Sumatra-Andaman pada tahun 2004, banyak gempa-gempa yang terjadi di sepanjang Sumatra bagian barat. Beberapa gempa ini belum terdefinisi sebelumnya pada sumber gempa di Indonesia terutama gempa dengan sumber di daratan. Gempa Pasaman M6.1 pada tanggal 25 Februari 2022 merupakan salah satu gempa yang belum diketahui sebelumnya. Gempa dengan mekanisme sesar geser ini telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di kota Pasaman, Sumatra Barat. Kami menggunakan data pengamatan dari stasiun GPS yang telah terpasang di barat Sumatra untuk menganalisis pergeseran yang diakibatkan oleh gempa ini. Data pengamatan GPS diolah dengan menggunakan perangkat lunak GAMIT-GLOBK untuk menghasilkan koordinat harian. Selanjutnya dengan menggunakan deret waktu harian, kami mengestimasi pergeseran akibat gempa Pasaman M6.1. Pergeseran sebesar 17 cm ke arah tenggara terjadi pada stasiun CPSM yang terletak 27 km dari epicenter gempa, sedangkan pada stasiun lainnya tidak ditemukan pergeseran yang signifikan. Pada komponen vertikal tidak ditemukan pergeseran yang signifikan menunjukkan bahwa gempa ini murni sesar geser. Hasil analisis dari rentetan foreshock dan aftershock dengan magnitudo lebih besar dari 4.5 menunjukkan bahwa pergeseran dari data harian tidak terkontaminasi oleh gempa-gempa susulan setelah gempa utama dikarenakan pengaruhnya yang tidak signifikan. Hasil perbandingan pemodelan menggunakan model half-space dan data stasiun CPSM menunjukkan adanya potensi deformasi susulan yang dipicu oleh postseismic beberapa jam setelah gempa ini terjadi. Pergeseran koseismik dari data hariannya ini tidak menutup kemungkinan terpengaruh juga deformasi lokal yang mungkin diakibatkan oleh pergerakan tanah.
Pembuatan Peta Wisata Waduk Selorejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur Yuwono, Yuwono; Pratomo, Danar Guruh; Pribadi , Cherie Bhekti; Khomsin, Khomsin; Kurniawan, Akbar; Anjasmara , Ira Mutiara
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1772

Abstract

Sektor pariwisata dapat mendatangkan pemasukan untuk suatu daerah dan juga berakibat positif bagi masyarakat sekitarnya untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Di Indonesia sangat banyak destinasi wisata, baik wisata alam, wisata budaya, wisata pendidikan, dan sebagainya.Waduk Selorejo merupakan salah satu objek wisata yang berada di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Waduk ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta. Objek wisata disini lebih tepat sebagai wisata keluarga. Pengelola yang dalam hal ini Perum Jasa Tirta berusaha untuk meningkat jumlah kunjungan wisata, salah satunya dengan menggelar pagelaran yang disukai dan diminati rakyat. Promosi pariwisata dilakukan dengan harapan memberikan hasil yang memuaskan pengunjung dan kontribusi pendapatan yang dapat membantu perusahaan untuk mempertahankan fungsinya sebagai pengelola infrastruktur sumber daya air. Selain untuk wisata, waduk juga untuk irigasi, PLTA, keperluan sehari hari masyarakat hilir yang membutuhkan air. Mengingat pentingnya fungsi waduk ini dan untuk menjaga kerbelangsungan kondisi air waduk dari pendangkalan misalnya, juga untuk membantu perencanaan pengembangan secara fisik daerah wisata ini, tentu dibutuhkan peta. Peta yang dapat menggambarkan integrasi antara kondisi daerah darat dan kondisi waduk (perairan) tersebut dapat dibuat integrasi dari Peta Topografi dan Peta Batimetri. Metode yang digunakan pada pembuatan Peta Topografi adalah dengan mengukur kondisi topografi daerah tersebut dengan peraltan Total Station, GPS, dan Waterpass. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan koordinat. Selanjutnya koordinat diplot dengan skala tertentu yang diberi keterangan atau infomasi tambahan untuk menjadikan Peta Topografi. Untuk pembuaatan Peta Batimetri, pada prinsipnya sama tahapannya dengan pembuatan peta topografi, namun peralatan yang digunakan adalah alat ukur kedalaman dasar perairan (Echosounder) dan untuk positioning digunakan Global Positioning System (GPS). Integrasi dari dua peta ini akan dibuat Peta Wisata yang dapat membantu Pengelola Waduk Selorejo untuk memonitoring waduk dan juga untuk bahan pengembangan fisik daerah tersebut.
Studi Deformasi Sesar Kendeng Berdasarkan Data Pengamatan GPS Kontinu dan Campaign Tahun 2016 - 2020 Koeswoyo, Tio; Anjasmara, Ira Mutiara; kurniawan, akbar
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1800

Abstract

Pulau Jawa secara geografis terletak pada batas paling selatan Blok Sunda. Pada sisi selatan pulau mengalami proses subduksi dengan Lempeng Indo-Australia yang membentuk zona subduksi pada wilayah tersebut. Pulau Jawa yang terletak di utara zona subduksi memiliki beberapa sesar yang merupakan bentuk akomodasi stress dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa, salah satu Sesar yang terbentuk dari proses tersebut adalah Sesar Kendeng. Meningkatnya jumlah penduduk di Jawa Timur, dimana memiliki potensi gempa akibat sesar maka studi deformasi Sesar Kendeng menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar dan arah pergerakan titik pengamatan GPS yang dilalui oleh Sesar Kendeng serta pola regangan yang terjadi pada tahun 2016 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan data dari stasiun CORS dan titik campaign. Dari penelitian ini didapatkan hasil kecepatan pergeseran horizontal, kecepatan vertikal, dan regangan. Kecepatan pergeseran horizontal kesuluruhan titik berada pada rentang 19 hingga 41 mm/tahun. Pergerakan terbesar berada pada titik KD07 dengan kecepatan sebesar 40,92 mm/tahun. Kecepatan vertikal stasiun CORS yang mengalami kenaikan muka tanah yaitu CSMP, CPAS, CMAG, dan CTBN, kenaikan muka tanah tertinggi 4,2 mm/tahun pada stasiun CTBN. Pada titik campaign terdapat 7 titik pengamatan campaign yang mengalami kenaikan muka tanah, sedangkan 16 titik pengamatan lainnya mengalami penurunan. Kenaikan muka tanah tertinggi sebesar 30,35 mm/tahun pada titik KD 15. Penurunan muka tanah terbesar yaitu pada titik KD 20 sebesar 343,4 mm/tahun. Nilai regangan yang terjadi cukup bervariasi, rentang nilai kompresi yakni -0,675  strain hingga -0,021  strain. Sedangkan rentang nilai ekstensi berada diantara -0,058 strain hingga 0,703  strain.
ANALISIS BANJIR DAN TANAH LONGSOR TERKAIT PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN INDEKS VEGETASI DI KOTA BATU MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTI-TEMPORAL Mahmud, Fahrin Ajie; Kurniawan, Akbar
Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jpji.v4i1.3209

Abstract

Natural disasters pose significant threats to communities, often resulting from natural factors and human activities, such as landslides and floods. In 2023, Indonesia experienced 5,400 disasters, with 99.35% being hydrometeorological events. Batu City, East Java, has seen an increase in disasters, particularly landslides and floods, indicating ecosystem disturbances due to land-use changes. This study employs multi-temporal satellite imagery data (Landsat-8 and Sentinel-2) from 2013 to 2023 to analyze land cover changes and vegetation indices. The maximum likelihood supervised classification method and the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) were utilized to map land cover and vegetation distribution. Results reveal significant land cover changes, with non-vegetated areas increasing by 189.291 hectares and vegetated areas decreasing by 177.477 hectares. These changes contribute to the rising incidence of landslides and floods, particularly in residential and agricultural areas. Spatio-temporal analysis demonstrates a correlation between land cover changes, vegetation indices, and disaster frequency, underscoring the importance of sustainable land management in mitigating disaster risks.
Co-Authors Aminata, Fransedo Amriana, Yessherly Anjasmara , Ira Mutiara Aulia, Arina Rijki Ayu, Arini Juwita Azza Laksono, Safanata Bandi Sasmito Basofi , Ahmad Cahya, Doni Muslim Cherie Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Dalle, Juhriyansyah Darminto, Mohammad Rohmaneo Deviantari , Udiana Wahyu Dewi Nur Indah Sari, Dewi Nur Indah Dhiaurrahman, Antony Rafie Dwi Hastuti Ekaprathama, Sri Aditya Elkhanna, Farah Asifi Filsa Bioresita, Filsa Firmansyah, Fendy Hadi, Firman Handoko , Eko Yuli Hariyanto, Irena Hana Hayati , Noorlaila Hendrian, Haicel Herawati, Yola Asis Husnul Hidayat, Husnul Ida Anggriani Ihsan, Elfuadi Imam Bukhori Imam Satria Yudha, Imam Satria Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum Ira Mutiara Anjasmara, Ira Mutiara Irbah, Nafisatus Sania Jatayu, Anoraga Junita, Geni Rama Ketut Dewi Martha Erli Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Khomsin Khomsin, Khomsin Koeswoyo, Tio Kusumah, Rifqi Rabbani Lukman Adhitama Mahmud, Fahrin Ajie Mardiana, Indah Maulida, Putra Mokhamad Nur Cahyadi, Mokhamad Nur MUHAMMAD TAUFIK Mukmin, Muchammad Faisal Muryono, Mukhammad Noorlaila Hayati, Noorlaila Nurwatik, Nurwatik Nusantara, Candida Aulia De Silva Pane, Sanusi Ghazali Pasaribu, Bernando Permata, Tri Wahyuni Indah Pradana, Ramanda Aji Prasetyo, Friski Putra Prasindya, Permata Pratomo, Danar Guruh Pratomoatmojo, Nursakti Adhi Pribadi , Cherie Bhekti Pusparini, Fany Maya Putra, Rizkiya Ramadhan, Hafezs Satriani Riastama, Cindy Nandya Rizkiya, Putra Rizky, Sari RJ, Ainur Rofiq Santri, Rafika Saputra, Roy Andi Sari, Devi Nilam Septiandre, Rian Setiawan, Fabian Saiadin Siregar, Fauzi Alfariz Sudarsono, Kukuh Prakoso Susetyo, Cahyono Syafitri, Rivan Aji Wahyu Dyan Syariz, Muhammad Aldila Teguh Hariyanto, Teguh Thobagus, M Tulloh, M. Ubayu Rizqi Rohmat Udiana Wahyu Deviantari, Udiana Wahyu Widyasari, Safarina Yanto Budisusanto, Yanto Yetti, Yetti Yuwono Yuwono