Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Potensi Makanan Tradisional Kue Lapis (Spikoe) Sebagai Daya Tarik Wisata Kota Surabaya Permata, Tri Wahyuni Indah; Kurniawan, Akbar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14703

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis potensi makanan tradisional kue lapis (Spikoe) dalam meningkatkan daya tarik wisatawan ke Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kue lapis Spikoe resep kuno merupakan adaptasi dari kue khas belanda Ontbijtkoek. kue lapis Spikoe bukan merupakan kue khas Belanda. Melainkan, kue asli Indonesia yang dibuat pada zaman penjajahan Belanda, Kue Lapis Spiko Resep kuno telah memenuhi 4 aspek yang menjadi daya tarik wisatawan yaitu memiliki keunikan, originalitas, otentitas dan keragaman dan Kue Lapis Spikoe Resep kuno memiliki branding yang kuat, Sehingga memiliki potensi dalam meningkatkan daya tarik wisatawan yang akan atau sedang berkunjung ke kota Surabaya.
Estimation of 2021 M7.3 Flores Sea Earthquake Displacement Derived from Static GNSS Observation Maulida, Putra; Herawati, Yola Asis; Rizkiya, Putra; Rizky, Sari; Kurniawan, Akbar; Azza Laksono, Safanata; Budisusanto, Yanto
GEOID Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i2.8500

Abstract

On 12 December 2021, a Mw 7.3 strike-slip earthquake ruptured a previously unmapped fault in the Flores Sea, later identified as the Kalaotoa fault. The event damaged 345 buildings and displaced nearly 3,900 residents, highlighting the seismic hazard in the Sunda–Banda arc transition zone. In this study, we analyzed static GNSS data from the Indonesian Continuously Operating Reference System (InaCORS) to estimate coseismic displacements. Daily coordinate solutions, corrected for satellite orbit, ionospheric, and tropospheric errors, were processed to extract the coseismic offsets during the event. Results show horizontal displacements of up to 3.0 cm at CFLT, 2.2 cm at CMRE, and 1.9 cm at CUKA, with vertical motions reaching ~1.3 cm uplift at CUKA and ~0.9 cm subsidence at CMRE, which suggests that the earthquake not only incorporates the strike-slip movement but also the dipping movement. Stations near the epicenter moved northwestward, while northern stations moved southeastward, consistent with a right-lateral strike-slip mechanism. To validate the observations, we employed a half-space elastic dislocation model based on centroid moment tensor solutions for fault geometry. The model reproduced the general displacement patterns but showed systematic discrepancies, including overestimation of horizontal offsets by nearly a factor of two at near-epicenter stations (CFLT, CMRE, CUKA, CLWB) and underestimation of vertical motions by up to 2–3 cm. The misfit corresponds to an RMSE of ~1 cm for horizontal and ~3 cm for vertical displacement. These results indicate that a single homogeneous slip model oversimplifies the rupture, suggesting the need for more complex fault segmentation or slip inversion. Overall, this study demonstrates the capability of GNSS to capture coseismic deformation robustly and emphasizes its importance for refining earthquake source models and improving seismic hazard assessment in tectonically complex regions such as eastern Indonesia.
ACCURACY ANALYSIS OF 3D COORDINATES FROM TERRESTRIAL LASER SCANNER (TLS) AND AIRBORNE LASER SCANNING (ALS) MEASUREMENTS (CASE STUDY: TRANSMISSION TOWER) Prasetyo, Friski Putra; Kurniawan, Akbar; Dhiaurrahman, Antony Rafie; Setiawan, Fabian Saiadin
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 2 (2025): Volume 08 Issue 02 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2025.29337

Abstract

Transmission towers on high-voltage power lines serve as supporting structures for electrical conductors and insulators, requiring routine maintenance to ensure safety and reliability. This study aims to analyze the 3D coordinates of transmission towers using Terrestrial Laser Scanner (TLS) and Airborne Laser Scanning (ALS) methods. The calculation of the Root Mean Square Error (RMSE) against Total Station (TS) measurements showed that TLS achieved higher accuracy, with an RMSE of 0.0037 m, compared to ALS at 0.0136 m. Statistical testing using the t-distribution on 21 data points showed that the t-values for TLS and ALS were 1.967255 and -0.385437, respectively, both of which fall within the critical value range at a 5% significance level. It was therefore concluded that there was no significant difference compared to the Total Station (TS) measurements. The confidence interval analysis at a 95% confidence level indicated that 95% of the TLS data and 61% of the ALS data fell within the acceptable range. In terms of visualization, TLS produced a denser and precise point cloud with texture details, while ALS excelled in point cloud color representation. Each method has its advantages, with TLS being superior in detailed accuracy and ALS being efficient for large-area data acquisition. Keywords: Airborne Laser Scanning, Point Cloud, Terrestrial Laser Scanner, Transmission Tower
Perjanjian yang Dilarang dalam Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Yetti, Yetti; Kurniawan, Akbar; Pasaribu, Bernando; Ihsan, Elfuadi; Hendrian, Haicel; Thobagus, M; Widyasari, Safarina
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.1787

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaturan dan sanksi perbuatan perjanjian yang dilarang menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif. Penelitian yuridis normatif ini membahas pengaturan dan sanksi perbuatan perjanjian yang dilarang menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Hasil Penelitian diketahui bahwa dalam ruang lingkup hukum persaingan usaha di Indonesia, terdapat bentuk-bentuk kegiatan yang dianggap dapat merugikan para pelaku usaha maupun masyarakat pada umumnya sehingga dilarang oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Bentuk kegiatan yang dilarang yaitu Oligopoli, Perjanjian Penetapan Harga, Perjanjian Diskriminasi Harga, Predatory Pricing, Resale Price Maintanance, Pembagian Wilayah, Pemboikotan, Kartel, Trust, Oligopsoni, Integrasi Vertikal, Exclusive Distribution Agreement, Tying Agreement, Vertical Agreement on Discount, dan Perjanjian Dengan Pihak Luar Negeri. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat menetapkan jenis sanksi bagi pelanggar ketentuan pada undang-undang tersebut yaitu sanksi administratif yang dapat diambil tindakan oleh KPPU dalam hal ini Komisi terhadap pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 47 UU Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Komisi juga dapat menjatuhkan sanksi administratif secara kumulatif maupun alternatif. Selanjutnya terdapat penetapan sanksi pidana yang terbagi menjadi 2 (dua) yaitu pidana pokok sebagaimana diatur dalam Pasal 48 UU Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan pidana tambahan sebagaimana diatur dalam Pasal 49 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sehingga dalam hal sanksi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat memberikan penetapan sanksi yaitu sanksi denda paling rendah Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dan paling tinggi Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah) atau dengan pidana kurungan paling sedikit 3 (tiga) bulan kurungan dan paling lama pidana kurungan pengganti denda 6 bulan.
Co-Authors Aminata, Fransedo Amriana, Yessherly Anjasmara , Ira Mutiara Aulia, Arina Rijki Ayu, Arini Juwita Azza Laksono, Safanata Bandi Sasmito Basofi , Ahmad Cahya, Doni Muslim Cherie Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Dalle, Juhriyansyah Darminto, Mohammad Rohmaneo Deviantari , Udiana Wahyu Dewi Nur Indah Sari, Dewi Nur Indah Dhiaurrahman, Antony Rafie Dwi Hastuti Ekaprathama, Sri Aditya Elkhanna, Farah Asifi Filsa Bioresita, Filsa Firmansyah, Fendy Hadi, Firman Handoko , Eko Yuli Hariyanto, Irena Hana Hayati , Noorlaila Hendrian, Haicel Herawati, Yola Asis Husnul Hidayat, Husnul Ida Anggriani Ihsan, Elfuadi Imam Bukhori Imam Satria Yudha, Imam Satria Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum Ira Mutiara Anjasmara, Ira Mutiara Irbah, Nafisatus Sania Jatayu, Anoraga Junita, Geni Rama Ketut Dewi Martha Erli Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Khomsin Khomsin, Khomsin Koeswoyo, Tio Kusumah, Rifqi Rabbani Lukman Adhitama Mahmud, Fahrin Ajie Mardiana, Indah Maulida, Putra Mokhamad Nur Cahyadi, Mokhamad Nur MUHAMMAD TAUFIK Mukmin, Muchammad Faisal Muryono, Mukhammad Noorlaila Hayati, Noorlaila Nurwatik, Nurwatik Nusantara, Candida Aulia De Silva Pane, Sanusi Ghazali Pasaribu, Bernando Permata, Tri Wahyuni Indah Pradana, Ramanda Aji Prasetyo, Friski Putra Prasindya, Permata Pratomo, Danar Guruh Pratomoatmojo, Nursakti Adhi Pribadi , Cherie Bhekti Pusparini, Fany Maya Putra, Rizkiya Ramadhan, Hafezs Satriani Riastama, Cindy Nandya Rizkiya, Putra Rizky, Sari RJ, Ainur Rofiq Santri, Rafika Saputra, Roy Andi Sari, Devi Nilam Septiandre, Rian Setiawan, Fabian Saiadin Siregar, Fauzi Alfariz Sudarsono, Kukuh Prakoso Susetyo, Cahyono Syafitri, Rivan Aji Wahyu Dyan Syariz, Muhammad Aldila Teguh Hariyanto, Teguh Thobagus, M Tulloh, M. Ubayu Rizqi Rohmat Udiana Wahyu Deviantari, Udiana Wahyu Widyasari, Safarina Yanto Budisusanto, Yanto Yetti, Yetti Yuwono Yuwono