p-Index From 2021 - 2026
12.397
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Biomedika Jurnal Kesehatan Medical Laboratory Technology Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Herb-Medicine Journal Jurnal Penelitian Sains Teknologi MAGNA MEDICA: Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Keperawatan Suaka Insan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Journal La Bisecoman JOURNAL LA MEDIHEALTICO Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research International Journal of Management Science and Information Technology (IJMSIT) Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Journal of Innovation Research and Knowledge Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Urecol Journal. Part E: Engineering Prosiding University Research Colloquium Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika International Journal of Health Science and Technology JHeS (Journal of Health Studies) Journal Research of Social Science, Economics, and Management Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia IIJSE GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Innovative and Creativity Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa
Claim Missing Document
Check
Articles

INTERAKSI PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS, BIOLOGIS, KELUARGA DAN LINGKUNGAN KRONOBIOLOGIS PADA TINGKAT DEPRESI DAN ANSIETAS (SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL DI INDONESIA) Romadhon, Yusuf Alam; Sintowati, Retno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gangguan depresi dan kecemasan merupakan permasalahan kesehatan mental di berbagai tingkat pelayanan kesehatan. Depresi dan kecemasan apabila tidak dikelola dengan baik, lebih lanjut berdampak pada berbagai penyakit degeneratif katastrofik menjadi beban utama masalah kesehatan di dunia dan di Indonesia. Analisis lebih komprehensif factor risiko kedua gangguan mental tersebut masih terbatas di Indonesia. Peran factor lingkungan maupun individual berkaitan aspek kronobiologis juga merupakan aspek yang masih terbatas kajiannya dalam konteks Indonesia sebagai factor risiko gangguan depresi dan kecemasan. Tujuan Penelitian: menganalisis factor risiko demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan kronobiologis terhadap tingkat depresi dan ansietas pada populasi orang Indonesia. Metode: Studi observasional analitik berdesain potong lintang pada orang Indonesia dari berbagai wilayah, dengan menganalisis aspek demografis, biologis, keluarga, dan lingkungan terkait wilayah waktu. Responden direkrut dengan menggunakan broadcasting link google formulir ke berbagai jejaring media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Facebook, Line dan Blogger. Kuesioner yang dibagikan berisi angket demografis (usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan formal, pendapatan keluarga), factor biologis (berat badan [kg], tinggi badan [cm]), factor perilaku (merokok, jam tidur – bangun di hari kerja dan libur), factor psikiatari (depresi dan cemas dengan menggunakan kuesioner DASS 21), factor keluarga (APGAR Family, pencari nafkah, perawat, pembuat keputusan utama dalam keluarga), dan factor kronobiologi lingkungan (jarak waktu fajar dan matahari terbit lokal [dihitung dari jadwal sholat lokal] dengan jam kerja). Hasil: didapatkan 795 responden secara sukarela mengikuti penelitian ini. Hasil analisis multivariat didapatkan factor yang berasosiasi secara signifikan pada depresi secara berurutan [odds ratio (p)] meliputi: pendapatan <= Rp. 2.500.000 [2.426(0.013)], pembuat keputusan selain ayah saja [2.449[0.015]), dan APGAR family disfungsional [5.576(0.000)]. Pada kecemasan didapatkan usia < 30 tahun [2.715[0.050]), perempuan [2.020[0.013]), pembuat keputusan selain ayah saja [1.901(0.014)], APGAR Family disfungsional [3.447(0.000), jarak waktu terbit lokal – jam kerja <= 2 jam [3.104(0.005)] merupakan faktor risiko yang secara statistik signifikan. Kesimpulan: tingkat depresi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, pembuat keputusan utama dalam keluarga, dan fungsionalitas keluarga; tingkat kecemasan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pembuat keputusan utama dalam keluarga, fungsionalitas keluarga, dan jarak waktu matahari terbit lokal – jam kerja.
Pengaruh Fungsi Keluarga Dan Pendapatan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Remaja Di Era Pandemi Covid-19 Safira, Aulia Mega; Romadhon, Yusuf Alam; Herawati, Erna; Candrasari, Anika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 dapat menimbulkan kecemasan yang sering dirasakan oleh para remaja, karena usia remaja dapat dikatakan usia yang masih labil dalam menghadapi peristiwa yang tidak terduga. Penerapan fungsi keluarga yang optimal akan membentuk ketahanan keluarga yang mampu beradaptasi dengan ancaman dari luar khususnya pandemi Covid-19. Pendapatan berkaitan dengan status ekonomi yang dapat mempengaruhi mental anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fungsi keluarga dan pendapatan keluarga terhadap tingkat kecemasan remaja di era pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional atau potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 17-24 tahun yang tinggal di beberapa kota di Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan sampel berjumlah 87 responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan uji Chi square, uji Fisher dan uji regresi logistik. Hasil analisis uji regresi logistik pengaruh fungsi keluarga terhadap tingkat kecemasan didapatkan nilai OR (Odd Ratio) adalah 3,575 dengan nilai p sebesar 0,023 (p < 0,05). Uji regresi logistik pada variabel pendapatan keluarga didapatkan nilai OR (Odd Ratio) adalah 2,188 dengan nilai p sebesar 0,274 (p > 0,05). Terdapat pengaruh fungsi keluarga terhadap tingkat kecemasan. Tidak terdapat pengaruh pendapatan keluarga dengan tingkat kecemasan remaja di era pandemi Covid-19.
Analisis Faktor Individu, Keluarga dan Lingkungan sebagai Faktor Risiko Berat Badan Lebih/Obesitas pada Penduduk Indonesia (Sebuah Studi Observasional) Sintowati, Retno; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini prevalensi angka obesitas cenderung meningkat. Guna berkontribusi dalam penanganan obesitas yang lebih efektif dan efisien, diperlukan pemahaman mengenai faktorfaktor yang menyebabkan obesitas. Penelitian ini menganalisis faktor risiko potensial berat lebih dan obesitas secara multilevel, yakni meliputi lingkungan kronobiologis, keluarga dan perilaku individu dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional potong lintang yang melibatkan 795 sampel dari populasi penduduk dewasa Indonesia dari berbagai zona waktu, yang kemudian dianalisis lebih lanjut faktor-faktor pada level keluarga (status pernikahan, pendapatan keluarga, fungsi keluarga dengan APGAR Family, pencari nafkah utama keluarga, perawat utama keluarga, dan pembuat keputusan utama di keluarga); dan pada level individu (usia, gender, pendidikan formal, status kesehatan mental meliputi tingkat depresi, ansietas dan stress, perilaku ritme sirkadian, serta jetlag sosial). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian berat lebih dan obesitas pada meliputi pendapatan keluarga >Rp2.500.000 pada level keluarga; serta usia >=30 tahun, pendidikan formal >=12 tahun, dan jetlag sosial >=2.5 jam pada level individu, dengan adjusted odds ratio/aOR[p] secara berurutan sebesar 1.646(0.026), 5.553(0.000), 2.367(0.003), dan 2.962(0.027). Sebagai kesimpulan, faktor risiko berat lebih dan obesitas di level keluarga meliputi pendapatan keluarga; dan di level individu meliputi usia, pendidikan formal dan jetlag sosial. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan kronobiologi dengan kejadian berat lebih dan obesitas.
Pengaruh Tempat Tinggal dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Tingkat Kecemasan Remaja di Era Pandemi COVID-19 Fasda, Bachuroh; Romadhon, Yusuf Alam; Candrasari, Anika; Herawati, Erna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Dalam menghadapi kondisi menegangkan seperti pandemi COVID-19, timbul rasa cemas. Kecemasan atau kecemasan adalah kondisi emosi seseorang yang tidak stabil. Timbulnya meleset merupakan respon psikofisiologis yang terjadi akibat pertahanan diri dari bahaya khayalan atau tidak nyata dan tidak disadari secara langsung. Kecemasan yang dirasakan individu dapat diandalkan oleh beberapa faktor di antaranya tempat tinggal dan pola makan. Tempat tinggal di kota memiliki tekanan sosial yang lebih tinggi dibanding bertempat tinggal di desa. Pola makan yang buruk dapat meningkatkan indeks massa tubuh. Kedua hal tersebut dapat mengakibatkan timbulnya kecemasan pada individu. Tujuan: Untuk Menganalisis pengaruh tempat tinggal dan tingkat indeks massa tubuh terhadap kecemasan remaja di era pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja yang tinggal dibeberapa wilayah di Indonesia, yang terjangkau dalam jejaring sosial secara online dengan memenuhi kriteria restriksi dan dilaksanakan pada Desember 2020. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah data identitas responden, kuesioner skala L-MMPI, angket penelitian, dan kuesioner DASS-21. Data yang terkumpul akan diolah dan dianalisis menggunakan uji chi square Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan hasil yang signifikan dengan OR = 2,625 dan nilai p = 0,039 untuk tempat tinggal serta didapatkan hasil OR = 0,168 nilai p = 0,003 untuk indeks massa tubuh. Kesimpulan: Terdapat pengaruh tempat tinggal dan indeks massa tubuh terhadap kecemasan remaja.
Correlation Between Age and Body Mass Index Before and After Covid-19 Pandemic Sintowati, Retno; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko yang memperburuk kondisi klinis ketika seseorang terinfeksi Covid-19. Bertambahnya usia, terutama pra-lansia dan lansia juga merupakan faktor risiko dari obesitas. Pembatasan mobilitas sosial, secara teori mempunyai pengaruh pada pertambahan indeks masa tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara usia dengan indeks massa tubuh sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Studi potong dilakukan dengan merekrut responden melalui media sosial dengan platform Whatsapp untuk mendapatkan data mengenai usia dan berat badan sebelum masa pandemi Covid-19 dan saat pandemi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2020. Sebanyak 148 responden terlibat dalam penelitian ini, dari hasil uji korelasi spearman didapatkan bahwa usia mempunyai korelasi dengan indeks masa tubuh sebelum dan sesudah pandemi, secara berurutan r=0.299; p=0.000 dan r=0.337; p=0.000. Penelitian ini menunjukkan bahwa bertambahnya usia meningkatkan risiko terjadinya obesitas, dan risiko ini bertambah selama pandemi Covid-19.
Korelasi Selisih Waktu Matahari Terbit Lokal - Jam Kerja Dengan Perubahan Indeks Masa Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Romadhon, Yusuf Alam; Sintowati, Retno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Indonesia dengan wilayah geografis yang luas, menyebabkan bervariasinya jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja yang umumnya disepakati jam 08.00 pagi. Perubahan berat badan selama pandemi Covid-19, menjadi perhatian banyak peneliti, terkait dengan peningkatan insidensi obesitas dalam populasi. Tujuan: menganalisis korelasi variasi jam terbit matahari lokal secara relative dengan mulainya jam kerja dengan perubahan berat badan selama pandemic Covid-19. Metode: pada semester kedua berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia [Desember 2020] dilakukan penelitian dengan desain potong lintang melibatkan responden yang direkrut melalui platform media sosial Whatapps. Data yang dikumpulkan meliputi data demografi dan data perubahan berat badan dari sebelum dan saat pandemi berlangsung. Penentuan jam matahari terbit lokal dilakukan dengan menggunakan aplikasi google jadwal sholat lima waktu dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil: didapatkan korelasi yang signifikan antara selisih jam matahari terbit lokal – jam mulai kerja dengan perubahan indeks masa tubuh sebelum dan saat pandemic dengan nilai r=-0.169 dan nilai p=0.040. Simpulan: semakin lama jarak waktu matahari terbit lokal – jam mulai kerja, semakin kecil perubahan indeks masa tubuh yang terjadi.
Korelasi Selisih Terbit Matahari Lokal - Jam Kerja Dengan Status Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19 Romadhon, Yusuf Alam; Abdussalaam, Arrizqi Hafidh
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental selama pandemi Covid-19 telah menjadi bagian penting dalam pengelolaan pasien Covid-19 dalam perspektif continuum of care. Kesehatan mental yang buruk memperparah keadaan klinis seseorang ketika terinfeksi Covid-19. Di negara Indonesia, berkaitan dengan luasnya wilayah, membuat bervariasinya selisih jarak waktu antara jam matahari terbit lokal dengan jam mulai kerja [08.00]. Tujuan: menganalisis korelasi selisih waktu jam matahari terbit lokal – jam mulai kerja dengan status kesehatan mental selama pandemi Covid-19. Metode: dengan merekrut peserta melalui platform whatsapp, penelitian ini dilakukan dengan desain potong lintang. Penelitian ini menganalisis korelasi antara selisih waktu jam matahari terbit lokal dengan status kesehatan mental. Data jam matahari terbit lokal didapatkan dengan searching di mesin pencari Google dengan menggunakan tanggal time stamp dari google formulir. Sedangkan status mental diukur dengan menggunakan kuesioner depression anxiety stress scale [DASS] 21. Hasil: selisih jarak waktu matahari terbit lokal – jam mulai kerja berkorelasi negative dengan tingkat depresi [r=-0.169; p=0.040] dan tingkat anxietas [r=-0.191; p=0.020]. Kesimpulan: semakin pendek jarak waktu matahari terbit lokal – jam mulai kerja, semakin tinggi tingkat depresi dan tingkat anxietas dalam korelasi lemah.
Hubungan Antara Risiko Kardiovaskuler dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di Kartasura Sulistyani, Sulistyani; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiovascular disease is still a major public health problem. The Indonesian population is an aging population, and the number of dementia cases is increasing. A good understanding of the correlation between the risk of cardiovascular disease and dementia will increase the accuracy in the long-term prevention of dementia in the community. This study was intended to examine the correlation between cardiovascular risk and early signs of dementia. 89 elderly integrated health center participants were voluntarily involved in this study. This research is a cross-sectional design. Respondents were measured for cardiovascular risk, using the Jakarta Cardiovascular Score (SKJ) and measuring cognitive function using the Mini-Mental State Examination (MMSE). Statistical analysis using correlation and mean difference. There is a negative correlation between the Jakarta Cardiovascular Score and the MMSE score (r=-0.311; p=0.003). In the analysis of mean differences, it was found that there was a significant difference between mild, moderate, and high cardiovascular risk in cognitive decline (MMSE score) respectively, the MMSE mean [27.29; SD=3.51], [25.55; SD=5.42], and [24.82; SD=4.51]; with p-value = 0.010. There is an inverse correlation between cardiovascular risk and cognitive function, statistically significant
Edukasi Kepatuhan Minum Obat Pada Ny. W Dengan Hipertensi (Sebuah Laporan Kasus Pendekatan Kedokteran Keluarga) Romadhon, Yusuf Alam; Tias, Marti Eka Ning; Puspadewi, Lili; Soga, Nurnawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A 70 years old woman was diagnosed with hypertension for 2 years. Diagnosis of hypertension is known from the elderly posyandu examination. There is a family history of hypertension, diabetes, goitre nodusa, and COPD. Two extended family members have risky behaviors, namely smoking and alcohol. The patient lives in the same house with a smoking family member. The type of extended family and entering stage five according to Duval. The relationship between family members is harmonious, APGAR Family shows a healthy function. The SCREEM function stands out, the patient has a Javanese ethnic background, is “sensitive” to what neighbors say, does not optimize the JKS-KIN card they have, and has low formal education. Biomedical diagnosis: hypertension stage I (155/90 mmHg), obesity grade I (BMI 24.9 kg / M2). Holistic diagnosis: psycho-emotionally there is a thought that the disease is getting worse, so she often feel worried about it. The caring behavior of family members is good, but knowledge of the disease and efforts to manage it are still lacking, so that they do not take medication regularly, and the diet is not balanced. The interventions given were pharmacological therapy from the Puskesmas, and from the author's team, providing education on the importance of regularly taking medication, and making a balanced diet program. Blood pressure fell at the following two visits, 135/90 mmHg and 135/85 mmHg, respectively.
Perbedaan Status Kesehatan Mental, Tekanan Darah dan Indeks Massa Tubuh antara Pegawai Pemerintah vs Non Pegawai Pemerintah (Sebuah Studi Observasional di Indonesia) Sintowati, Retno; Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup telah menjadi fenomena utama di negara-negara maju, dengan komposisi penduduk didominasi populasi lanjut usia. Konsekuensinya adalah tingginya beban penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, dan problema kesehatan mental. Pekerjaan ASN mempunyai tekanan untuk menghasilkan kinerja prima, dan dari beberapa penelitian didapatkan bahwa indikator kesehatan seperti overweight/obese, obesitas sentral, perilaku merokok mencapai sepertiga hingga separuh dari populasi instansi yang diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kesehatan mental, tekanan darah dan indeks masa tubuh antara ASN vs non ASN. Penelitian berdesain studi potong lintang ini, dilakukan pada periode waktu November 2021. Pengambilan data meliputi pemeriksaan antropometri, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut dan lingkar pinggang. Subyek penelitian ini merupakan anggota keluarga atau tetangga dekat dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tingkat depresi, anxietas dan stress didapat dari pengisian kuesioner depression, anxiety, stress scale-21 [DASS-21] versi Indonesia. Data dianalisis dengan membandingkan rerata tingkat depresi, anxietas, stress, indeks masa tubuh, rasio lingkar pinggang – panggul, dan diuji menggunakan uji alternative Mann Whitney U test. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa pada aspek kesehatan mental, rerata tingkat depresi, anxietas dan stress dari ASN lebih rendah dibandingkan dengan non ASN, secara berurutan nilai p = 0.002, 0.001, dan 0.001. Rerata tekanan darah ASN baik sistolik maupun diastolic, dan juga indeks masa tubuh lebih tinggi dibandingkan non ASN secara berurutan nilai p = 0.004, 0.009 dan 0.001. Semua nilai p secara statistic signifikan (kurang dari 0.05 dan lebih dari 0.001). Kesimpulan : Kesehatan mental ASN lebih baik dibandingkan dengan non ASN, tetapi tekanan darah dan indeks masa tubuh ASN lebih buruk dibandingkan dengan non ASN
Co-Authors Abdurrasyid bin Abdurrahman Abdussalaam, Arrizqi Hafidh Abdussalam, Arrizqi Hafidh Adang Muhammad Gugun Adang Muhammad Gugun Aflit Nuryulia Praswati Aisyah Rosyida Alfajri, Asri Ali Imron Alif Rachman Chresandiputra Almansyah, Wanda Emdia Alyssa Sindy Jatiningtyas andi hermawan Andriani, Jatri Amellcia Anggelina Aiyoslla Nabilla Putu Pratomo Anggitaratri, Zakia Novi Anika Candrasari Annisa Intan Aulia Anton Agus Setyawan Arfa Bima Firizqina Arfa Bima Firizqina, Arfa Bima Arismar, Fiqi Rahardian Ariyanto, Hani Ariyanto, Hani Purwo Arrantissi, Syauqi Hanif Arrizqi Hafidh Abdussalaam Aryati, Mandarini Dwi Putri Asti Nurhayati Asyari, Aulya Rahmanisa Paramitha Aulia Mega Safira Ayu Zahrani Ayuningrum, Nyovita Azenta, Moch. Tabriz Aziz, Yusuf Abdullah Azizah Fatmawati Azizah, Restu Noor Azzahra, Hanifah Insyiroh Bachuroh Fasda Burhannudin Ichsan Darmawan, Alvien Davina, Aifa Putri Desi Ekawati Devi Usdiana Rosyidah Dwi Budi Santoso Dwi Marlina Putri Eka Pramudian Rismayanti Ekorini Listiowati Em Sutrisna Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fadhila, Zahra Hayuna Faradisa, Nida Faricha Kurnia Illahi Farida, Dany Farma, Aufa Faza Fauzan Fasda, Bachuroh Fawwaz Mahardika Pranata Fiftin Desy Auliafadina Fiftin Desy Auliafadina, Fiftin Desy Firda, Fathiyyatu Assadiy Firdausi, Nida Faradisa Fithriyah, Sa'idatul Flora Ramona Sigit Prakoeswa Futana, Ninda Pradani Geraldo Zikri Azmi Ramadhan Guntoro, Amed Gatut Hadi, Cahyono Handayani, Alya Nurkinasih Putri Happy Kurnia Permatasari Hasabi, Faris Hasmeinda Marindratama Hasmeinda Marindratama, Hasmeinda Hasna, Bilqis Herdian Alfiya Hidayatullah Permani Hilyati, Nor Ichsan, Burhanudin Ihsan, Rizki Muhammad Imronudin Imronudin Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iwan Setiawan Jatri Amellcia Andriani Jayantika Sakina Ifnadera Khairunnisa, Edgina Kumala, Aswa Arsa Kurniati, Yunu Prastyo Kurniawati, Yuni Prastyo Kusbaryanto Kusbaryanto Laksono Trisnantoro Latifah, Lisanul Lili Puspadewi Listiana Masyita Dewi Mahabhagawati, Iga Kustin Marti Eka Ning Tias Maulana, Taqwa Ziyan Mayangsari, Ayu Meilianda, Chellin Moch Althof Naufal Ardhi Mugi Rahayu Pangestuti Muhajiriansyah, Muhajiriansyah Muhamad Nur Sidiq Muhammad Adnan Muhammad Irvan Muyassar, Ziyad Agung Muzakar Isa Nadya Dwi Puspitasari Najwa Chindykia Yuliasta Nendika Dyah Ayu Murika Sari Nesya Nur Afifah Nida Faradisa Fauziyah Nining Lestari Nurhayani nurhayani Nurnawati Soga Nuryulia, Aflit Paramadina, Izzati Parawansa, Karmila Indar Parawansa Pradetyawan, Pradetyawan Praswati, Aflit Puspadewi, Lili Puspitasari, Nadya Dwi Raafika Studiviani Dwi Binuko Rahayu Pangestuti , Mugi Ratih Pramuningtyas Restu Noor Azizah Retno Sintowati Retno Wulandari Retno Wulandari Rini Kuswati Rismayanti, Eka Pramudian Romaniyanto, Romaniyanto Rosyidah, Dewi Usdiana Rosyita, Fadhilla Jihan Safira, Aulia Mega Saiful Hidayat Salsabila, Naura Sania Nurul Qurrata Sari, Dhony Nurlita Sari, Nur Amalia Sari, Winda Atika Setyawan, Ari Bambang Sidiq, Muhamad Nur Siti Soekiswati Soga, Nurnawati Sri Wahyuni Subiantoro Subiantoro Suci Aprilia Sudianto Sulastijah, Siti Sulistyani , S Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani Sulistyani, S Sulthon, Pradestya Achmad Sumarwoto, Tito Sumbaga, Utari Anggit Suryanto Susanto, Syarafina Ayu Putri Susanto, Syarafina Ayu Putru Syawaliyah, Ainun Nimah Tias, Marti Eka Ning Tishya Fadiliafasha Tri Agustina Triwijaya, Dedy Tuanaya, Muhammad Rizqy Noer Udiani, Asih Arifah Utami, Shindy Yudha Venadya Salwa Janova Wasifah, Wasifah Widodo, Dhito Widodo, Dhito Putranto Dwi Widyananda, Honesty Trisna Wiyadi Wiyadi Yanto, AY Yunandar, Rio Yuni Prastyo Kurniati Yunus Yunus Zahrani, Ayu Zahro, Ikhya' Izatus Zakaria, Revalina Adinda