Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN DAN PERENCANAAN MITIGASI BENCANA BERBASIS GIS DI KOTA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Stepanus, Stepanus; Meirany, Jasisca; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62425

Abstract

Kota Singkawang adalah kota yang berada di pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat dan berhadapan langsung dengan Laut Natuna. Kota ini memiliki potensi pariwisata terutama pantai dan laut yang terkenal di masyarakat. Berada di wilayah pesisir membuat Kota Singkawang rentan terhadap bencana. Sejalan dengan permasalahan tersebut, upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah mitigasi bencana berbasis Sistem Informasi Geografis. Penelitian dilakukan untuk mengetahui daerah rawan banjir, cuaca ekstrim, abrasi, dan akresi beserta mitigasi bencana di Kota Singkawang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian mix-methods dengan pengumpulan data sekunder berupa studi literatur. Hasil penelitian menunjukan risiko banjir tertinggi berada di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 27.733,87 ha dan terendah di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 54.280,87 ha, risiko cuaca ekstrim tertinggi berada di   Kecamatan   Singkawang Timur sebesar 42.734,20 ha dan terendah berada di Kecamatan Singkawang Selatan sebesar 57.978,34 ha,   resiko abrasi berada di Singkawang Utara,   Singkawang Tengah, Singkawang Barat, dan Singkawang Selatan, risiko akresi berada di Singkawang Utara dan Singkawang Selatan. Hasil pemetaan multi risiko bencana menghasilkan tingkat kerawanan tinggi sebesar 62.266,83 ha, kerawanan sedang sebesar 277.172,38 ha, dan kerawanan rendah sebesar 213.953,65 ha. Mitigasi bencana yang dilakukan adalah dengan penyediaan, perbaikan, mengevaluasi sarana prasarana dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Arahan Pengembangan Jalur Pedestrian Di Koridor Jalan Jenderal Ahmad Yani Berdasarkan Walkability Index Ramadhanti, Annisa Fitri; Wulandari, Agustiah; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60580

Abstract

Jalur pedestrian adalah bagian dari delapan elemen perancangan kota yang berfungsi sebagai pemisah jalur lalu lintas dengan pejalan kaki dan ruang publik masyarakat. Jalur pedestrian koridor Jalan Jenderal Ahmad Yani merupakan ruang publik yang dibangun untuk menciptakan Kota Pontianak ramah terhadap pejalan kaki. Namun, memiliki permasalahan minimnya ketersediaan fasilitas pendukung sehingga memengaruhi minat masyarakat dalam berjalan kaki. Sejalan dengan konsep tersebut, diperlukan penilaian menggunakan metode Global Walkability Index (GWI) berdasarkan preferensi peneliti dan preferensi pejalan kaki terhadap sembilan parameter pengamatan. Hasil perhitungan sembilan parameter merupakan nilai walkability yang menunjukan kualitas jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arah pengembangan jalur pedestrian koridor Jalan Jenderal Ahmad Yani menggunakan skoring hasil Global Walkability Index (GWI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan permintaan data ke instansi. Hasil penelitian menunjukan nilai walkability berdasarkan preferensi peneliti dan preferensi pengguna adalah 49, artinya fasilitas jalur pedestrian dan lingkungannya sedikit sulit dijangkau dengan berjalan kaki. Berdasarkan walkability index, dapat dilakukan arahan pengembangan didasari dari nilai parameter GWI yang rendah yakni melalui penyediaan, perbaikan, dan perawatan jalur pedestrian dan fasilitas pendukungnya.
SEBARAN DAN KLASIFIKASI URBAN HEAT ISLAND DI KOTA PONTIANAK Gandini, Aulia Intan; Wulandari, Agustiah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.97707

Abstract

Pesatnya perkembangan wilayah perkotaan seringkali menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, salah satunya adalah fenomena Urban Heat Island (UHI). UHI terjadi ketika suhu udara dan permukaan di area perkotaan menjadi lebih tinggi dibandingkan kawasan sekitarnya, terutama akibat berkurangnya ruang hijau, meningkatnya aktivitas masyarakat, dan masifnya alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun. Kota Pontianak mengalami peningkatan suhu dalam dua dekade terakhir yang turut dipengaruhi oleh terbatasnya ruang terbuka hijau dan perubahan pola penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerapatan vegetasi dan fenomena UHI di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis spasial melalui penginderaan jauh. Data dikumpulkan melalui data primer dan sekunder melalui pengolahan citra dan pemetaan. Hasil analisis pada sebaran kategori UHI di Kota Pontianak menunjukkan bahwa pada indikasi awal fenomena UHI pada tahun 2014 luas wilayah yang terdampak sebesar 5.599,40 Ha atau 47%, dan mengalami peningkatan pada tahun 2024 sebanyak 5% sehingga kawasan yang terdampak memiliki luas 5.877,86 Ha dari luas Kota Pontianak. Sebaran kategori UHI pada tahun 2024 menunjukkan bahwa Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Selatan terdampak paling luas dari adanya fenomena UHI. Hasil analisis pada tahun 2014-2024 menunjukkan bahwa perkembangan fenomena UHI berada pada pusat kota dengan tingkat kerapatan vegetasi yang lebih rendah dan memiliki lahan terbangun lebih tinggi, sehingga meningkatkan fenomena UHI yang terjadi di Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak Barat, serta Pontianak Selatan.
ANALISIS KESESUAIAN LOKASI TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) BARU KOTA PONTIANAK Damayanti, Elvina; Wulandari, Agustiah; Chairunnisa, Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98613

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan di setiap tahunnya berdampak terhadap kebutuhan fasilitas umum, termasuk Tempat Pemakaman Umum (TPU). Kenaikan angka kematian yang sejalan dengan pertumbuhan penduduk menyebabkan kebutuhan akan fasilitas ini terus meningkat. Akan tetapi, ketersediaan lahan yang sesuai dan kepemilikan lahan yang non-formal menjadi kendala, yang dapat memicu persoalan aksesibilitas, ketidaksesuaian dengan fungsi tata ruang, dan ketimpangan distribusi lokasi pemakaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lokasi untuk pemakaman umum baru Kota Pontianak berdasarkan aspek fisik, penggunaan lahan, aspek ekologi, aksesibilitas, aspek sosial-ekonomi menggunakan metode skoring dan buffer. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lahan kota Pontianak tergolong sangat sesuai jika ditinjau melalui indikator topografi, jarak ke jaringan sungai, dan jenis tanah. Sementara itu berdasarkan kondisi kebencanaan dan zona nilai tanah, lahan berada dalam klasifikasi cukup sesuai. Namun jika ditinjau dari kondisi lahan eksisting, jarak ke jaringan jalan dan jarak ke permukiman, sebagian besar lahan tergolong sangat tidak sesuai.
IDENTIFIKASI KONDISI ELEMEN FISIK PADA TAMAN CAHAYA MADANI GAYUNG BERSAMBUT Nuraini, Atika Galuh; Lubis, Mira Sophia; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.96506

Abstract

Taman Cahaya Madani Gayung Bersambut (TCMGB) merupakan ruang terbuka hijau publik strategis di Kota Singkawang yang berfungsi sebagai tempat interaksi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan gambaran sistematis dan menyeluruh mengenai kondisi elemen fisik baik di dalam maupun di sekitar taman sebagai ruang publik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCMGB memiliki fasilitas yang cukup lengkap dengan kondisi beragam, dimana fasilitas unggulan seperti lapangan basket, skatepark, berada dalam kondisi baik, namun terdapat fasilitas yang memerlukan perbaikan seperti area bermain anak yang rusak berat dan sistem penerangan yang tidak optimal. Vegetasi taman menunjukkan kondisi sangat baik dengan keberagaman tanaman yang berfungsi sesuai peruntukannya. Aksesibilitas taman baik melalui jaringan jalan yang memadai, namun terbatas dalam penyediaan area parkir. Tata guna lahan sekitar yang didominasi perkantoran, pendidikan, dan permukiman mendukung fungsi taman sebagai ruang publik vital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TCMGB memiliki fasilitas cukup lengkap dengan kondisi yang beragam, sehingga memerlukan optimalisasi pemeliharaan fasilitas dan pengembangan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kualitas taman. Kata Kunci: Elemen Fisik Taman, Ruang Terbuka Hijau Publik, Taman Kot
Efektivitas Penerapan Infrastruktur Hijau dalam Mengurangi Genangan Air Pada Jalur Pedestrian di Kota Pontianak Nurhidayati, Ely; Fariz, Trida Ridho; Pratiwi, Nana Novita; Wulandari, Agustiah
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.37-52

Abstract

Selama kurun waktu 15 tahun (tahun 2002-2017) telah terjadi perubahan luas tutupan lahan di wilayah Kota Pontianak dengan penurunan terbesar terdapat pada lahan vegetasi yaitu terjadi penurunan sebesar 1.109,08 Ha. Berkurangnya lahan vegetasi menyebabkan daerah untuk meresapkan limpasan air hujan menjadi berkurang. Berkaitan dengan hal tersebut, infrastruktur hijau yang diterapkan pada Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara berjenis permeable pavements yang digunakan pada jalur pedestrian. Namun, penggunaannya pada jalur pedestrian masih menimbulkan genangan dibeberapa titik sehingga belum diketahui keefektifan permeable pavements dalam mengurangi limpasan air hujan yang jatuh pada kawasan tersebut. Sehingga penting untuk mengevaluasi keefektifan permeable pavements dalam mengurangi genangan pada skala spasial yang berbeda agar penerapannya efektif dan berfungsi sesuai dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas penerapan infrastruktur hijau dalam mengurangi genangan air pada jalur pedestrian di Kota Pontianak. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan permeable pavements yang diterapkan pada jalur pedestrian di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara sudah efektif untuk mengurangi genangan air dengan skor kemampuan permeable pavements sebesar 89,44% - 99,17%. Diantaranya pada segmen 1 (Jalan Daya Nasional–Jalan Media) apabila dibandingkan dengan volume genangan rencana awal, diketahui bahwa volume genangan berkurang sebesar 3.465,35 m3 atau sebesar 98,99%, segmen 2  (Jl. Prof Hadari Nawawi–Jl. Perdana) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 4.311,61 m3 atau sebesar 98,69%, segmen 3 (Pontianak Ayani Mega Mall–Museum) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 1.893,9 m3 atau 89,44%, segmen 4 (Indosat Ooredo–Pendopo Gubernur) memiliki nilai kemampuan permeable pavements sebesar 11.003,69 m3 atau sebesar 99,17%.
Environment Improvement Through Visual Street Art in Beting Village, Pontianak City: Perbaikan Lingkungan Kampung Kota Melalui Visual Street Art Di Kampung Beting Kota Pontianak Wulandari*, Agustiah; Yuniarti, Erni; Pratiwi, Nana Novita
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i2.16566

Abstract

BetingVillage is one of the urban sub-districts in Pontianak City, precisely in East Pontianak District. The local community views Kampung Beting with a negative image. This village looks busy and dirty because it was built on river water. Efforts that need to be made to improve the quality of the village environment are the PKM Activities for Improving the City Village Environment through Visual Street Art in Beting Village, Pontianak City. The aim of making visual street art is to beautify the village by painting the walls of residents' houses using bright colored paint.PKM is implemented using participatory and collaborative methods, starting from the preparation stage for determining the design, implementing wall drawings, and the final stage of socialization with the community. The image design concept chosen is Air Beting Village. The choice of street art design theme considered the characteristics of Kampung Beting as a sub-district where most of the residents' houses are above the water. This activity will add to the beauty of the environment and increase the attractiveness of Kampung Beting as a new tourist destination in Pontianak City
A Geoprocessing Approach Using Poi Visibility Index for Identifying Potential Routes in Designing Sustainable Tourism Development: The Case Study of Singkawang, Indonesia Purnomo, Yudi; Wulandari, Agustiah
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i2.64723

Abstract

Regional planning and urban design are essential in developing a region or city. Point of Interest (POI) data in area planning can significantly influence resident perceptions and behaviors and shape investment decisions and development strategies in tourist areas. This study focuses on Singkawang City, a prominent coastal tourist destination on the island of Kalimantan, Indonesia. Singkawang features a historical spatial layout but faces numerous contemporary challenges. The research aims to identify potential efficient tourist routes using geographic analysis based on the POI visibility index. The research has practical benefits, including promoting tourism development, supporting local economic growth, optimizing land use, and enhancing urban user-friendliness. The study employs data on road networks, buildings, and tourist attraction points. The analysis identifies the nodes (POIs and intersections) that concentrate the most efficient routes in the study area, actively connecting tourist attractions in the city center. These routes demonstrate greater importance than those connecting natural attractions in the city's peripheral areas. User visitation levels and the visibility of POIs influence the city's morphological movement patterns. The findings highlight the strategic role of POI-based geographic analysis in improving urban connectivity and guiding regional planning efforts, offering valuable insights for addressing urban challenges and advancing sustainable, tourism-focused urban development.
POLA PERKEMBANGAN KAWASAN PERDAGANGAN DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Haliza, Nur Ayu; Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52350

Abstract

Berbagai aspek mempengaruhi pola perkembangan sarana perdagangan di Kecamatan Pontianak Timur berdasarkan arah kecenderungan perkembangan wilayah. Oleh karena itu berdasarkan fenomena dan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola perkembangan kawasan perdagangan di Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mendapatkan gambaran mengenai jenis dan persebaran sarana perdagangan di Kecamatan Pontianak Timur. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah sarana perdagangan di Kecamatan Pontianak Timur tahun 2021 sebanyak 416 sarana. Sarana tersebut didominasi toko/warung yang berjumlah 276 sarana, kemudian pertokoan berjumlah 138 sarana dan pusat pertokoan/pasar lingkungan berjumlah 2 sarana. Pertambahan bangunan terbanyak terjadi pada tahun 2016-2021 sebanyak 117 sarana. Perkembangan sarana perdagangan di Kecamatan Pontianak Timur cenderung berkembang dari arah timur ke barat, yakni dari Jalan Panglima Aim ke Jalan Tanjung Raya II dan ke Jalan Yam Sabran. Pola perkembangan di wilayah penelitian cenderung berpola acak (Leap-frog Development) dan memanjang (Linear Development). Pola Acak terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Tanjung Raya II dan Jalan Yam Sabran sedangkan pola memanjang terjadi di Jalan Panglima Aim.    Kata Kunci:   Kecamatan Pontianak Timur, pola perkembangan, sarana perdagangan  
ANALISIS PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN SUNGAI BELIUNG, KECAMATAN PONTIANAK BARAT Willyanto, -; Wulandari, Agustiah; Chairunnisa, Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52355

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan hal yang pasti akan terjadi setiap tahunnya. Salah satu perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara signifikan ialah kawasan permukiman. Kelurahan Sungai Beliung mengalami perkembangan permukiman yang cukup tinggi pada tahun 2010-2019, ini disebabkan Kelurahan Sungai Beliung memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Pontianak Barat. Hal ini menjadi dasar untuk melakukan penelitian terkait perkembangan permukiman di Kelurahan Sungai Beliung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perkembangan permukiman di Kelurahan Sungai Beliung. Metode pada penelitian ini yaitu pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif. Metode kuantitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis perubahan perkembangan permukiman di Kelurahan Sungai Beliung. Selain itu teknik analisis pada penelitian ini menggunakan metode overlay. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa perubahan lahan yang ada di Kelurahan Sungai Beliung cukup tinggi. Perubahan yang nampak hanya pada penggunaan lahan permukiman serta perdagangan dan jasa. Perkembangan kawasan permukiman yang ada di Kelurahan Sungai Beliung yaitu sebesar ±15 ha. Selain itu pada penelitian ini Kelurahan Sungai Beliung dibagi menjadi 4 blok dan memiliki hasil perkembangan permukiman yang berbeda-beda. Pada blok 1 lahan permukiman berkurang sebesar -1,9 ha, blok 2 bertambah seluas 0,6 ha, blok 3 bertambah seluas 10 ha dan blok 4 bertambah seluas 6,9 ha.  Kata Kunci: Kelurahan Sungai Beliung, perkembangan permukiman, perubahan penggunaan lahan
Co-Authors - Chairunnisa Abda Abda Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Hardiansyah Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Ivan Sujana Juniar Doni Pratama Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus, Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wahyudi, Tri Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti