Claim Missing Document
Check
Articles

RUANG TERBUKA PUBLIK BAGI TUNANETRA BERDASARKAN STANDAR DI KOTA PONTIANAK Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84726

Abstract

Ruang terbuka publik sudah seharusnya dapat dinikmati seluruh masyarakat di suatu daerah sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah setempat, termasuk kelompok tunanetra. Ruang terbuka publik atau RTP wajib menyediakan sarana penunjang seperti guiding block atau pelandaian agar masyarakat berkebutuhan khusus seperti kelompok tunanetra dapat mengakses suatu ruang terbuka publik. Terdapat 14% kelompok tunanetra tersebar di Kota Pontianak yang harus dipenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ruang terbuka publik berdasarkan standar-standar yang mempertimbangkan tunanetra. Analisis penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif terhadap observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ruang terbuka publik dan kelompok tunanetra bagaimana aksesibilitas ruang terbuka publik yaitu taman yang tersedia di Kota Pontianak berdasarkan standar-standar yang berlaku mengenai ruang terbuka publik yang mempertimbangkan kelompok tunanetra dalam perencanaannya. Analisis dalam penelitian ditentukan berdasarkan standar-standar yang berlaku di Indonesia dan Internasional berkaitan dengan pengadaan RTP yang mempertimbangkan kelompok tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTP yang mendekati pemenuhan standar RTP yang mempertimbangkan kelompok tunanetra adalah Taman Akcaya, Taman Digulis, Waterfront City Pontianak, dan Waterfront Bardan-Nadi Senghie.
IDENTIFIKASI GAMBARAN UMUM WATERFRONT SINTANG SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK DI KABUPATEN SINTANG Maulidya, Rauufi; Wulandari, Agustiah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.82765

Abstract

Waterfront Sintang merupakan ruang terbuka publik yang menampung berbagai aktivitas sosial budaya, perdagangan dan jasa serta pemerintahan. Waterfront Sintang ini juga dimanfaatkan untuk tempat rekreasi, jalur olahraga/jogging, tempat berkumpul (meeting point), serta area perdagangan dan jasa. Terdapat beberapa permasalahan pada ruang terbuka publik tersebut yaitu menurunnya jumlah pengunjung, kemudian banyaknya sampah yang berserakan, tempat-tempat sampah yang sudah rusak, kemudian keberadaan vegetasi di lokasi tersebut tidak mampu meredam kebisingan dan radiasi matahari, selain itu keamanan di lokasi tersebut masih kurang, karena tidak adanya pembatas yang memisahkan jarak antara waterfront dengan badan jalan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan gambaran umum Waterfront Sintang sebagai ruang terbuka publik di Kabupaten Sintang. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu teknik analisis yang mengumpulkan data-data dan menjelaskan dengan penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.   Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Waterfront Sintang memiliki fungsi sosial budaya sebagai tempat aktivitas masyarakat, mempunyai bentuk ruang memanjang dengan tipe dan golongan merupakan ruang keras (hard space) karena terdiri dari material keras buatan dan memiliki berbagai fasilitas seperti bangku duduk, penerangan, tempat sampah, papan informasi serta tanaman. Aksesibilitas internal merupakan pedestrian sedangkan aksesibilitas eksternal berupa jaringan jalan menuju lokasi Waterfront Sintang yaitu melewati jalan MT. Haryono.
IDENTIFIKASI PERUNTUKAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK BERDASARKAN RDTR KAWASAN PERKOTAAN SAMBAS TAHUN 2020-2040 DI KABUPATEN SAMBAS Ulhaq, Alyaa; Septianti, Anthy; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.91074

Abstract

Kawasan Perkotaan Sambas memiliki ruang terbuka hijau seperti rimba kota, taman, dan pemakaman. Keberadaan RTH publik di Kawasan Perkotaan Sambas belum memenuhi standar yang telah direncanakan. Diperlukan adanya penyesuaian rencana RTH publik dengan kondisi eksisting yang ada dalam melakukan pembangunan RTH publik. Oleh karena itu, diperlukan adanya identifikasi terkait kondisi eksisting dari peruntukan RTH publik berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas Tahun 2020-2040. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait jenis, luas, sebaran serta tutupan lahan peruntukan RTH publik. Berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas Tahun 2020-2040. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung menggunakan analisis spasial. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 4 jenis peruntukan RTH publik di Kawasan Perkotaan Sambas dengan luas total 7,26 Ha, yang tersebar di beberapa desa, dan terpusat di Desa Dalam Kaum. Kemudian, tutupan lahan pada peruntukan RTH publik dibagi menjadi 13 jenis yaitu hutan, jalan, kebun, lahan kosong, lahan terbangun, sungai, sawah, semak, rimba kota, taman kota, taman kecamatan, taman kelurahan, serta pemakaman, dengan hutan sebagai tutupan lahan terluas sebesar 1713,02 Ha atau 78,38% dari total peruntukan RTH publik.
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR PADA KORIDOR JALAN M. YAMIN KOTA PONTIANAK Simare Mare, Renta; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.75314

Abstract

Kegiatan perdagangan dan jasa, pendidikan dan peribadatan di Koridor Jalan M. Yamin   berpotensi menimbulkan arus kendaraan keluar-masuk yang besar sehingga kawasan ini juga membutuhkan sarana parkir yang besar. Akan tetap koridor Jalan M. Yamin belum memiliki sarana parkir yang mampu menampung seluruh kebutuhan yang ditimbulkan kegiatannya, terlebih kegiatan parkirnya dilakukan secara on street atau parkir diatas badan jalan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah "Menganalisis Kebutuhan Parkir Pada Koridor Jalan M. Yamin". Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) dan kapasitas parkirnya, sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk melihat kondisi dan karakteristik parkir suatu kegiatan dengan kegiatan sekitarnya. Teknik analisis yang digunakan adalah identifikasi SRP menurut Pedoman Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, perhitungan durasi parkir, kapasitas parkir, akumulasi parkir, turnover parking, dan indeks parkir. Hasil analisis menunjukkan dari 3 kawasan yang ada di Koridor Jalan M. Yamin, 2 diantaranya masih membutuhkan parkir tambahan. Dari hasil analisis menunjukkan kegiatan peribadatan dan perdagangan memerlukan tambahan parkir. Besarnya kebutuhan ini mendorong adanya pengembangan parkir baik secara on street maupun off street.
ANALISIS DAYA TAMPUNG TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) DI KECAMATAN PONTIANAK KOTA Nurfareha, Nurfareha; Wulandari, Agustiah; Purnomo, Yudi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.92097

Abstract

Kecamatan Pontianak Kota termasuk ke dalam Pusat Pelayanan Kota (PPK) yang memiliki potensi pertumbuhan penduduk yang tinggi. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat, maka kebutuhan lahan untuk pemakaman tiap tahunnya pun juga akan terus bertambah. Akibatnya akan timbul permasalahan terkait ketersediaan lahan pemakaman karena apabila tidak diimbangi dengan penyediaannya lahan pemakaman akan penuh. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya tampung TPU untuk 20 tahun mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil analisis Kecamatan Pontianak Kota memiliki sepuluh TPU dengan total luas lahan adalah 840.09 m2 . Luas lahan terpakai yang sudah digunakan sekitar 86% atau 73.500 m2 . Ketersediaan lahan TPU hanya tersedia di delapan TPU sedangkan dua TPU lainnya sudah penuh. Daya tampung TPU di Kecamatan Pontianak Kota dapat memenuhi kebutuhan pemakaman hingga tahun 2044 sebanyak 6.553 jenazah. Hanya 1 TPU yang masih dapat menampung kebutuhan pemakaman hingga tahun 2044 dan 2 TPU hingga tahun 2029. Total luas kebutuhan lahan pemakaman tahun 2044 di Kecamatan Pontianak Kota sebanyak 13.956,4 m2 .
POLA PENGGUNAAN RUANG KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS DI KOTA PONTIANAK Aminullah, Gustijan; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.82835

Abstract

Keadaan Kota Pontianak yang dibelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak perlu dimanfaatkan sebagai aset pembangunan yang mengedepankan keunikan daerah. Tata guna lahan di kawasan bantaran sungai cenderung tersebar, bangunan-bangunan tersebar secara acak sehingga berdampak pada penurunan kualitas aliran air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola pemanfaatan ruang pada kawasan Tepian Sungai Kapuas di Kota Pontianak ditinjau dari pemanfaatan kawasan Tepian Sungai Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian adalah penggunaan lahan terdiri dari 4 (empat) penggunaan lahan, yaitu penggunaan lahan permukiman, penggunaan lahan perdagangan dan jasa, penggunaan lahan perkantoran, penggunaan lahan industri, dengan penggunaan lahan permukiman sebanyak 7.827 bangunan, penggunaan lahan perdagangan dan jasa sebanyak 1.576 bangunan, penggunaan lahan industri sebanyak 580 bangunan, dan penggunaan lahan perkantoran sebanyak 89 bangunan.
Analisis Perubahan Garis Pantai Tanjung Burung Mempawah Dengan Sistem Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Rahman, Azmul Fisandi; Meirany, Jasisca; Wulandari, Agustiah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v6i2.10134

Abstract

Kecamatan Mempawah Hilir berada di Kabupaten Mempawah. Selama lebih dari dua puluh tahun terakhir, abrasi di pantai Tanjung Burung telah mengikis daratan di sepanjang garis pantai Kecamatan Mempawah Hilir. Oleh karena itu, perhitungan perubahan garis pantai harus dilakukan untuk mengetahui berapa jauh perubahan garis pantai dan seberapa cepat perubahan tersebut terjadi dengan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Perhitungan yang dilakukan menggunakan metode ini menunjukkan bahwa jarak perubahan garis pan tai di Tanjung Burung adalah -524,72 meter dan laju perubahan adalah -22,81 meter per tahun. Berdasarkan nilai jarak dan laju perubahan garis pantai yang terjadi di pantai Tanjung Burung, diperlukannya pengelolaan yang tepat melalui pembangunan struktur pertahanan pantai di sekitar Pantai Tanjung Burung untuk mencegah perubahan besar pada garis pantai.
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS: PERUMNAS III, KELURAHAN TANJUNG HULU, KECAMATAN PONTIANAK TIMUR) Sarinda, Paskalina Yolischa; Wulandari, Agustiah; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.87772

Abstract

Urbanisasi menyebabkan peningkatan populasi daerah perkotaan yang berdampak pada kebutuhan lahan permukiman yang tinggi serta menurunnya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan. Penurunan kualitas lingkungan perkotaan terlihat pada minimnya RTH Publik untuk memenuhi kebutuhan ekologis dan sosial masyarakat. Salah satu kawasan yang mengalami permasalahan serupa adalah kawasan permukiman perkotaan PERUMNAS III, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang memiliki luas 33.99 ha dan luas RTH Publik sebesar 0,96 ha. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis RTH Publik di kawasan permukiman perkotaan PERUMNAS III berdasarkan luas minimal, radius pelayanan, proporsi tutupan hijau dan proporsi tutupan non hijau, luas jalur hijau, dan lebar jalur hijau pada taman kecamatan, taman kelurahan, taman taman RW, taman RT, dan jalur hijau median jalan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membandingkan perhitungan yang tercantum pada Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan hanya tipologi taman RT dan jalur hijau median jalan yang sudah memenuhi kriteria luas, radius pelayanan, serta proporsi tutupan hijau dan tutupan non hijau. Oleh karena itu, diperlukannya penambahan area hijau dan optimalisasi fungsi RTH Publik.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP ZONA NILAI TANAH KECAMATAN SUNGAI RAYA Fikar Khadafi, Muhammad; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.82313

Abstract

Perubahan penggunaan lahan melibatkan peralihan dari satu jenis penggunaan lahan ke jenis lainnya atau modifikasi fungsi lahan dalam periode waktu tertentu. Perubahan dapat dipicu oleh pertumbuhan populasi dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur, yang sering menyebabkan ketidaksesuaian antara penggunaan aktual dan rencana tata ruang. Dampak utamanya adalah konversi lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun, yang meningkatkan permintaan dan harga tanah. Kecamatan Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, telah mengalami transformasi ekonomi dari sektor agraris ke non-agraris dalam lima tahun terakhir. Analisis perubahan penggunaan lahan dari 2018 hingga 2022 menunjukkan dampaknya terhadap zona nilai tanah (ZNT). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, menganalisis data numerik terkait luas dan besaran penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan dihitung berdasarkan persentase penggunaan lahan pada tahun 2018, 2020, dan 2022, kemudian dianalisis perubahan ZNT pada tahun yang sama. Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Sungai Raya secara langsung mempengaruhi kenaikan harga tanah. Peningkatan pembangunan dan jumlah penduduk mendorong permintaan lahan yang lebih tinggi, menyebabkan harga tanah yang mahal dan mempengaruhi pemanfaatan lahan di wilayah tersebut. Pada tahun 2018, lahan didominasi oleh perkebunan, hutan, dan permukiman, dengan harga tanah tertinggi di Kelurahan Sungai Raya mencapai Rp. 6.500.000 per meter persegi. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat yang meningkat menyebabkan permintaan dan harga tanah naik.
ANALISIS KETIDAKSESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RTRW KABUPATEN MELAWI TAHUN 2016-2036 (STUDI KASUS: KECAMATAN TANAH PINOH) Rakonda, Vivo Toras; Pratiwi, Nana Novita; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.88603

Abstract

Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi ditetapkan sebagai pusat kegiatan lokal dan wilayah agropolitan sesuai misi kabupaten. Perkembangan aktivitas manusia dan kebutuhan ekonomi menyebabkan perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Melawi Tahun 2016-2036. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kecamatan Tanah Pinoh pada tahun 2024 dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Melawi Tahun 2016-2036. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data utama berupa hasil observasi dan dokumentasi, serta data tambahan berupa file SHP Rencana Pola Ruang. Proses analisis meliputi identifikasi penggunaan lahan melalui teknik digitasi on-screen yang kemudian dilanjutkan dengan analisis spasial menggunakan metode overlay. Hasil penelitian menunjukkan ketidaksesuaian penggunaan lahan sebesar 2.060,00 Ha (5,51% dari total luas kecamatan), dengan kontribusi terbesar dari lahan perkebunan (1.399,72 Ha atau 3,74%), pertambangan (581,76 Ha atau 1,56%), tegalan/ladang (75,42 Ha atau 0,20%), dan lahan terbangun (3,08 Ha atau 0,01%). Hasil ini menunjukkan perlunya revisi dokumen RTRW Kabupaten Melawi dengan acuan data yang akurat untuk mengoptimalkan pengendalian pemanfaatan ruang melalui regulasi yang tepat. Kata Kunci: Kecamatan Tanah Pinoh, ketidaksesuaian penggunaan lahan, RTRW
Co-Authors - Chairunnisa Abda Abda Afifah, Amirotul Husna Aminullah, Gustijan Andang Firmansyah Andri Dwi Saputra Angela, - Anthy Septianti Army, Rangga Ayuningtyas, Riska A. Azmi, Restu Al Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, - Charmyllia, Charmyllia Dahriansyah, Robi Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devita Mayangsari Elvina Damayanti Elvira Nadila Rizani Ely Nurhidayati Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Septiawan Fadilla, Daffa Fakhrur Rozi Febri Talenta Agtha Fikar Khadafi, Muhammad Filanda, Shesa Dida Firdaus, Hendry Fitri Dwi Pangestika Fitri Wulandari Galela, Wendoria Gandini, Aulia Intan Ghaibiyah, Husnol Gilang Anugrah Gilang Ridho Ananto Gusti Hardiansyah Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki H, Firsta Rekayasa Hafiz Auliandri Haliza, Nur Ayu Hapsari, Diandra Mutiara Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hukma Zulfinanda Hukma Zulfinanda Ifada, Adinda Rizky Islami, Nur Alamil Ivan Sujana Juniar Doni Pratama Jurista Purnama Jumri, Jurista Purnama Juwita, Dewi Ratna Khairunnisa, Nurul Amirah Leni Kurniawati Manik, Maria Rolenta Mardiyanti, Utin Marlina, - Maulidya, Rauufi Meirany, Jasisca Meirany, Jasisca Meirany Melenia, Yessy Meta Indah Fitriani Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Muhammad Alvin Faiz Muhammad Rifki Nana Novita Pratiwi Nana Novita Pratiwi Nur Alamil Islami Nuraini, Atika Galuh Nurfareha, Nurfareha Nurhidayati, Ely Oktaviani, Hana Izdihar Pertiwi, Siti Asri Heriyani Pramestianti, Indriade Cahyani pratama, fridolin yonky Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Ulfa Amalia Putra, Adventus Tagas Hersy Putra, Rizky Anggoro Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmahwati, Ratih Rahman, Azmul Fisandi Rakonda, Vivo Toras Ramadhanti, Annisa Fitri Ratna Juwita, Dewi Riani, Yuni Hijri Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova Rizki, Dina Aristia Ryza Chairani S. Putra, M. Fathanuur Saputra, Andri Dwi Saputra, Ari Bintang Sarinda, Paskalina Yolischa Savitri, Feby Septianti, Anthy Setiani, Ingga Erva Shenny Oktoriana Simare Mare, Renta Simbolon, Yumna Azzah Sophia Lubis, Mira Stepanus, Stepanus Sudjana, Fardyllah Mentari Sukma, Suhadi Tri Wahyudi Trida Ridho Fariz Ulhaq, Alyaa Velayatie, Reza Akbar Vetti Puryanti Virduani, Atrie Vita Elysia Wahma, Anisa Putri Wahyuda, Aldi Wahyudi, Ganjar Ilham Wahyudi, Tri Wardhani, Feby Kusuma Wijaya, Muhammad Fathul Robby Cakra Willyanto, - Windarni, Imai Putri Wulandari, Meity Yanur Ramadhan Yudi Purnomo Yudi Purnomo Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga Yulianingrum, Esti Vidya Zefanya Zyeraf, Judith Avicena Zulkifli Mulki, Gusti Zulkifli Mulky, Gusti