p-Index From 2021 - 2026
13.015
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Bioma : Berkala Ilmiah Biologi IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya JAM El-Hayah : Jurnal Biologi Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Jurnal Al-Ijtimaiyyah Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Jurnal Ilmiah Peuradeun JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) EnviroScienteae MEDIAN Jurnal Biologi Tropis Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Gorontalo Journal of Public Health RELIGIA Menara Ilmu Jurnal Peurawi : Media Kajian Komunikasi Islam JOURNAL OF CHEMISTRY AND EDUCATION (JCAE) Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) Jurnal Biogenerasi Science Midwifery Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Indonesian Academia Health Sciences Journal Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia INVOICE : JURNAL ILMU AKUNTANSI Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Teknik dan Science (JTS) Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Osadhawedyah bidang Medis dan Kesehatan Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Journal of Mandalika Literature BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi Jurnal Biologi Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Jurnal Kawistara
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Kandungan Kafein dan Antioksidan Kopi Arabika (Coffea arabica) dengan Varian Waktu Fermentasi Menggunakan Bakteri Asam Laktat (Leuconostoc mesenteroides) Ramadhan, Deviyan; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.422

Abstract

Kopi Arabika memiliki ciri kandungan kafein yang berkisar antara 1% hingga 2,47% dengan profil rasa tajamnya yang khas dan mengandung antioksidan. Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan salah satu mikroorganisme probiotik, pemanfaatan dengan proses fermentasi digunakan untuk alternatif metode untuk mengatasi sebagian permasalahan kelebihan zat kafein pada kopi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memastikan sejauh mana durasi fermentasi berdampak pada kadar kafein dan antioksidan dalam produk akhir. Cara yang digunakan adalah dengan menyiapkan inokulum BAL, memfermentasi kopi arabika selama 24 jam, 48 jam, 72 jam, memeriksa kandungan kafein dan memeriksa antioksidan. Nilai dari hasil uji kadar kafein dan antioksidan disajikan secara deskriptif kualitatif. Kandungan kafein biji kopi arabika yang difermentasi selama 48 jam adalah 17,7228 mg/g yang merupakan hasil terbaik. Nilai serapan antioksidan kopi arabika yang difermentasi selama 48 jam sebesar 113,9679 ppm merupakan hasil terbaik untuk antioksidan. PH optimal pada saat fermentasi BAL (Leuconostoc mesenteroides) adalah 4, yang berarti lama fermentasi adalah 48 jam. Dari seluruh waktu fermentasi yang paling efektif adalah 48 jam, karena biji kopi arabika tergolong antioksidan sedang dan memiliki kandungan kafein lebih rendah yaitu 17,7228 mg/g. Penelitian ini memiliki implikasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam fermentasi menggunakan bakteri asam laktat (Leuconostoc mesenteroides) untuk uji kandungan kafein dan antioksidan kopi arabika (Coffea arabica).
Potensi Isolat Bakteri Indigenos pada Tanah Sekitar Pembuangan Limbah Pertambangan Emas Martabe sebagai Agen Bioremediasi Merkuri (Hg) Irfan, Muhammad; Mayasari, Ulfayani; Rasyidah, Rasyidah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.429

Abstract

Pencemaran lingkungan sering kali terjadi pada daerah yang berdekatan dengan area pertambangan, salah satu pencemaran logam berat yang ada pada pertambangan emas yaitu logam berat merkuri (Hg). Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh dan mengidentifikasi secara morfologi bakteri indigenous dari tanah yang berpotensi sebagai agen bioremediasi logam berat merkuri (Hg). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Sampel berasal dari tanah sekitar pembuangan emas martabe. Isolasi bakteri menggunakan metode pengenceran dan metode gores. Parameter yang diamati berupa karakteristik makroskopik dan mikroskopik bakteri, uji resistensi Bakteri Indigenous dan uji reduksi kadar merkuri (Hg) dengan konsentrasi 100 ppm. Analisis kadar Hg awal dan akhir menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometer). Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 7 isolat murni bakteri yang resisten terhadap logam berat merkuri (Hg) termasuk ke dalam genus Clostridium, Staphylococcus, Stereptococcus, dan Enterobacter. Terdapat 3 isolat bakteri yang memiliki kemampuan menurunkan kandungan logam berat merkuri (Hg) yaitu isolat BTH2 genus Clostridium dengan persentase penurunan 97,89%, BTH6 genus Enterobacter dengan persentase penurunan 97,81%, BTH7 genus Enterobacter dengan persentase penurunan 97,37%. Penelitian ini merupakan kontribusi positif dan referensi data untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan informasi data potensi pemanfaatan bakteri sebagai agen bioremediasi merkuri (Hg) pada pertambangan emas.
Potensi Penggunaan Eco Enzyme dan Bacillus cereus dalam Bioremediasi Limbah Air Lindi Khairani, Devi; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.433

Abstract

Limbah lindi (leachate) adalah cairan yang dihasilkan oleh perkolasi air hujan dan kelembaban melalui lapisan limbah di tempat pembuangan sampah. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mendegradasi limbah adalah dengan bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari Eco Enzyme dan Bacillus cereus sebagai agen bioremediasi pada limbah air lindi dan untuk mengetahui perubahan dari suhu, pH, COD dan BOD setelah remediasi menggunakan Eco Enzyme dan Bacillus cereus pada limbah air lindi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023. Sampel limbah lindi diambil dari TPA Terjun Medan Marelan. Metode penelitian ini diperoleh dan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil pengukuran didapatkan perubahan suhu berkisar 23,2-23,4°C dan pH berkisar 6,46-7,93 setelah proses remediasi sehingga masih dalam ambang batas baku mutu. Agen bioremediasi yang paling berpotensi dalam remediasi COD dan BOD pada limbah air lindi adalah perlakuan dengan menggunakan bakteri Bacillus cereus 60 ml dengan penurunan COD hingga 723 mg/l pada hari ke-7 dari kontrol awal (tanpa perlakuan) 2.161 mg/l dan BOD hingga 47.70 mg/l dari kontrol awal (tanpa perlakuan) 55.80 mg/l. Penggunaan Eco Enzyme 60 ml pada remediasi COD dan BOD limbah lindi mengalami kenaikan pada hari ke-0 dan pada hari ke-7.
Bioremediasi Air Sungai dengan menggunakan Bakteri Rhodobacter sebagai Penurun Kadar Amonia pada Sungai Cemaran Kabupaten Deli Serdang Ningsih, Rina Ayu; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.447

Abstract

Amonia (NH3), senyawa nitrogen dan hidrogen, adalah pencemar yang umum dalam air sungai yang dapat mengurangi kualitas air. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan bakteri Rhodobacter dalam mengurangi kadar amonia (NH3) di Sungai cemaran. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode analisis data secara deskriptif, kualitatif. Analisis data bersifat induktif yaitu salah satu analisis berdasarkan data yang akan diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Penelitian kualitatif dilakukan dengan menguji kadar amonia menggunakan metode SNI 06-6989.30-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Rhodobacter efektif dalam menurunkan kadar amonia (NH3) dalam air sungai. Awalnya, kadar amonia (NH3) di Sungai cemaran adalah 3.10 mg/l. Namun, setelah penambahan bakteri Rhodobacter, kadar amonia (NH3) menurun menjadi 0.83 mg/l. Selama periode bioremediasi selama 8 hari, penambahan bakteri Rhodobacter terbukti mampu mengurangi kadar amonia, dengan penurunan tertinggi terjadi pada perlakuan 5, di mana penambahan 1 ml suspensi bakteri Rhodobacter berhasil menurunkan kadar amonia sebesar 0.83 mg/l. Temuan ini menunjukkan potensi penggunaan bakteri Rhodobacter dalam memperbaiki kualitas air sungai dengan mengurangi kontaminasi amonia. Langkah ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem sungai yang sehat.
Penurunan Kadar Amonia pada Air Kolam Ikan Lele (Clarias gariepinus) dengan menggunakan Bakteri Rhodobacter dan Eko-Enzim Lestari, Yusfa Nanda; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.448

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu dari ikan yang banyak di budidayakan di Indonesia karena proses pemeliharaannya relatif sederhana. Selama metabolisme protein organisme air, amonia biasanya diproduksi sebagai hasil ekskresi. Amonia (NH3) merupakan senyawa yang mengandung Nitrogen dan Hidrogen, kadar amonia bisa menyebabkan terjadinya pencemaran yang dapat menurunkan kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar amonia (NH3) dengan penambahan bakteri Rhodobacter dan Ekoenzim pada air kolam ikan lele. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode analisis data secara deskriptif, kualitatif. Analisis data bersifat induktif yaitu salah satu analisis berdasarkan data yang akan diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Pada penelitian ini dijelaskan secara deskriptif. Kemudian diuji kemampuan bioremediasinya meliputi presentasi kehilangan ammonia dan kekeruhan air, dengan pengamatan 0, 2, 4, 6, 8 hari dan 3 kali pengulangan.  Penelitian kualitatif dilakukan dengan menguji kadar amonia menggunakan metode SNI 06-6989.30-2005. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan bakteri Rhodobacter pada air kolam ikan berpotensi menurunkan kadar amonia (NH3), dengan kadar amonia (NH3) awal 12,6 mg/l dengan adanya penambahan bakteri Rhodobacter terjadi penurunan amonia (NH3) sebesar 9,4 mg/l.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Selulolitik Dari Lumpur Mangrove Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara Ananda, Dwika; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.20-27

Abstract

Bakteri selulolitik merupakan bakteri yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi selulosa menjadi glukosa dengan memanfaatkan enzim selulase. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keberadaan bakteri selulolitik dan mengkarakteristik isolat dari lumpur mangrove Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumataera Utara. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan hasil berupa deskriptif. Bakteri selulolitik diisolasi dari lumpur mangrove menggunakan media CMC dengan metode pour plate. Karakteristik bakteri dilihat berdasarkan pengamatan morfologi, pewarnaan gram dan uji biokimia. Uji pembentukan zona bening selulosa berdasarkan indeks selulolitik (IS) dari pewarnaan dengan Congo red 0,1%. Hasil isolasi diperoleh 14 isolat bakteri pendegradasi selulosa. Sebanyak 7 isolat diduga bakteri selulolitik dan dikarakterisasi berdasarkan tingkatan kategori. SL4 kategori tinggi, SL3; SL5; dan SL8 kategori sedang, dan SL7; SL9; dan SL11 kategori rendah. Sebanyak 3 anggota genus bakteri selulolitik yang ditemukan berdasarkan hasil karakterisasi yaitu Cellulomonas (SL3 dan SL8), Bacillus (SL4; SL5; dan SL11), dan Micrococcus (SL7 dan SL9). Kesimpulan dari penelitian ini ditemukan sebanyak 7 isolat bakteri selulolitik dari lumpur mangrove Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara yaitu genus Cellulomonas, Bacillus, dan Micrococcus. Berdasarkan hasil uji mikromolekular ditemukan spesies Bacillus subtilis dengan kode isolate SL4.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Heterotrofik di Perairan Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara Pratiwi, Lini; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.28-37

Abstract

Perairan Pantai Pandaratan merupakan pantai yang terletak di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Pantai ini merupakan salah satu pantai di daerah Sumatera Utara bagian Barat yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Aktivitas yang ada di perairan Pantai Sibolga menghasilkan berbagai macam bahan pencemar baik bahan organik maupun anorganik yang secara langsung maupun tidak langsung masuk kedalam perairan yang menyebabkan penurunan kualitas perairan. Perairan yang tercemar akan menyebabkan munculnya mikroorganisme salah satunya yaitu bakteri heterotrofik. Bakteri heterotrofik merupakan bakteri yang memiliki kamampuan dalam menguraikan zat atau senyawa organik dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri heterotrofik yang berperan sebagai pengurai bahan organik pada perairan Pantai Pandaratan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara serta mengetahui apa saja genus dari bakteri heterotrofik yang ditemukan. Tahapan dalam penelitian ini yaitu isolasi, pemurnian, karakterisasi morfologi, pewarnaan gram, dan karakterisasi fisiologi berupa uji biokimia. Hasil penelitian diperoleh 11 isolat bakteri, 8 isolat dinyatakan tergolong bakteri heterotrofik. 6 genus Bacillus, 1 genus Micrococcus, dan 1 genus Pseudomonas, dan 3 isolat dinyatakan tidak tergolong bakteri heterotrofik. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukan 8 isolat bakteri heterotrofik di perairan Pantai Pandaratan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara dengan genus Bacillus, Micrococcus, dan Pseudomonas.
Pengaruh Bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan Penambahan Ekoenzim Kulit Nanas terhadap Konsentrasi COD dan BOD pada Limbah Cair Rumah Potong Hewan Khairunnisa, Eliza; Rasyidah, Rasyidah; Nasution, Rizki Amelia
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1723

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan yang dilakukan dalam RPH menghasilkan limbah cair yang merupakan limbah organik (biodegradable) terdiri dari darah, urine, sisa-sisa pencernaan, dan juga air yang dihasilkan dari proses pencucian. Limbah yang tidak dikelola dengan baik sebelum dibuang dapat menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan penambahan ekoenzim kulit nanas terhadap konsentrasi COD dan BOD pada limbah cair RPH. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari satu kontrol dan tiga perlakuan, masing-masing perlakuan memiliki tiga kali pengulangan. Pengambilan data dilakukan pada hari ke 0 dan 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan COD terbaik yaitu pada P4 dengan rata-rata 2.466 mg/L pada hari ke-0 dan turun menjadi 1.818 mg/L setelah inkubasi 10 hari, diikuti dengan P2 dengan rata-rata 2.499 mg/L pada hari ke-0 dan turun menjadi 1.827 mg/L setelah inkubasi 10 hari. Sedangkan pada BOD P2 merupakan satu-satunya perlakuan yang mengalami penurunan dengan rata-rata 132,84 mg/L pada hari ke-0  dan turun menjadi 85,20 mg/L setelah inkubasi 10 hari. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai penggunaan konsentrasi ekoenzim dan perbedaan waktu inkubasi untuk menurunkan kadar COD dan BOD pada limbah cair RPH agar hasilnya signifikan.  
Reduksi Sulfat oleh Bakteri Indegenous dari Air Sumur Gali Sekitar Industri Daur Ulang Baterai Aki Ainun, Nabiilah Hurul; Rasyidah, Rasyidah; Nasution, Rizki Amelia
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1807

Abstract

Bakteri Pereduksi Sulfat (BPS) merupakan kelompok bakteri anaerobik, yang banyak terdapat di alam dan memainkan peran yang sangat diperlukan dalam sulfur dan siklus karbon di bumi. Beberapa bakteri pereduksi sulfat menggunakan sulfat (SO42?) atau teroksidasi lainnya senyawa belerang sebagai penerima elektron terminal dalam oksidasi zat organik. Bakteri pereduksi sulfat ditemukan hampir di semua lingkungan baik di tanah, air tawar, air laut dan air payau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil uji reduksi bakteri indigenous dari air sumur gali sekitar industri daur ulang baterai aki. Bakteri pereduksi sulfat diisolasi dari air sumur gali sekitar industri daur ulang baterai aki di Bandar Khalifah menggunakan media cair Postgate B dan di murnikan dengan metode pengenceran. Karakteristik morfologi koloni, mikroskopis dan biokimia di indentifikasi menggunakan buku Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian ditemukan 8 isolat bakteri pereduksi sulfat dari air sumur gali di Bandar Khalifah. 8 isolat BPS dapat tumbuh pada media dengan pH 3 & pH 6. Efisiensi pereduksi sulfat tiap isolat berbeda. Namun, efisiensi reduksi meningkat pada pH 6. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mereduksi tertinggi diperoleh oleh BPS 04 pada pH 3 dengan rata-rata penurunan sebanyak 78.49 ppm dan pada pH 6 rata-rata penurunan sebanyak 61.23 ppm. Hasil identifikasi bakteri menunjukkan bahwa 2 isolat berasal dari genus Desulfobulbus (BPS 01 dan BPS 03), 2 isolat berasal dari genus Desulfococcus (BPS 02 dan BPS 09) dan 4 isolat berasal dari genus Desulfotomaculum (BPS 04, BPS 05, BPS 06 dan BPS 07).
Pemanfaatan Limbah Cair Tempe dengan Penambahan Lactobacillus acidophilus Menggunakan Microbial Fuel Cell (MFC) Menjadi Biolistrik Sejati, Renny Novita Asri; Rasyidah, Rasyidah; Nasution, Rizki Amelia
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1808

Abstract

Teknologi baru yang sedang banyak dikembangkan sebagai penyediaan sumber listrik alternatif salah satunya yaitu Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini menggunakan substrat dari limbah cair tempe dan bakteri Lactobacillus acidophilus. Desain sistem MFC yang digunakan yaitu dual-chamber dengan masing-masing reaktor memilki volume 500 ml. Penelitian yang dilakukan pada sistem MFC yaitu limbah cair tempe murni dan limbah cair tempe dengan penambahan bakteri Lactobacillus acidophilus, dengan waktu inkubasi 9 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bakteri Lactobacillus acidophilus dalam meningkatkan energi listrik yang dihasilkan menggunakan sistem MFC dan untuk mengetahui waktu (hari) optimum yang dapat menghasilkan energi listrik yang tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah eksperimental, yaitu dilakukannya dua eksperimen pada substrat limbah cair tempe pada sistem MFC. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan kuat arus dan tegangan yang dihasilkan dari masing-masing ekperimen substrat. Potensi energi listrik yang lebih baik dihasilkan dari substrat limbah cair tempe dengan penambahan bakteri Lactobacillus acidophilus. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri Lactobacillus acidophilus berpotensi dalam meningkatkan energi listrik. Waktu (hari) optimum yang menghasilkan energi listrik pada penggunaan limbah cair tempe murni yaitu pada hari ke-3 dengan besar tegangan listrik 2,21 mV, arus listrik 1,42 mA dan power density 4,92 mW/m2. Pada limbah cair tempe dengan penambahan Lactobacillus acidophilus menghasilkan energi listrik yang tinggi pada hari ke-3 . Pada hari ke-3 dihasilkan tegangan listrik sebesar 2,53 mV, arus listrik 1,69 mA dan power density 6,71 mW/m2.
Co-Authors Abd Wahid Abd. Wahid Abd. Wahid Afridian Wirahadi Ahmad Agatha, Cyndy Tri Agusna, Sri Ahmad Zuhdi Ahmad, Jailani Ainun, Nabiilah Hurul Alfira, Della Amalia, Qoyum Ananda, Dwika ANDINI, DIAH AYU Anis Setia Dewi Anwar, Azwar Ariska, Nila Aswin, Fachru Rozy Aulia, Wina Ulfa Bambang Suharto Basyaruddin, Nisa Anggraini Deby Anggraini, Deby Dedy Djefris Dendi, Dwi Dian Kurniati Eka Rosalina Eliza Rahma, Maudy Emdat Suprayitno Eni Lestari Enza Resdiana Eriri, Linda Fairus, Fairus fatimah Fatimah Fauzan Misra Febriani Tanjung, Indayana Fermani, Nuritia Hamzah, Hajrah Harahap, Muhammad Rizky Hasan Sazali Hurul Maknum Husein, Mustabsyirah Husna Amin Husnarika Febriani, Husnarika Hutagalung, Nuriyah Azami Hutasuhut, Melfa Aisyah Inayati , Hosnu Indayana Febriani Tanjung, Indayana Febriani Irda Nila Selvia Ita Hasanah Br Karo Jarnawi Jarnawi Kesha, Tiara Khairani, Devi Khairuddin - Khairunnisa, Azra Khairunnisa, Eliza Laylatul Hasanah Lestari, Sri Winda Lestari, Yusfa Nanda M Husein, Mustabsyirah Mahlil Mahlil Mahlil, Mahlil Maisarah, Siti Malina, Lina Manalu, Kartika Manday, Yola Arfinolita Masyitah, Lidya Angraeni Matondang, Abdul Rahman Maulana Widi Andrian Maulina, Moudy Mawaddah, Hanifa Mayasari, Ulfayani Mayasari, Ulfayani Mirza Adia Nova Moh. Rasyid Ridho Muhammad Furqan Muhammad Irfan Muhammad Kusasi Mukhtar, Desvi Yanti Murdani, T Nasution, Anggy Yohanna Nasution, Annisa Puji Astuti Nasution, Rahmadani Sandra Nasution, Rizki Amelia Ningsih, Rina Ayu Nurhasanah Siregar . Nurul Fajar Nurul Husna Nurul Husna Nurullah Nurullah Paramitha Bherty, Chanda Pratiwi, Lini Purba, Gusmita Enda Lorenza Purmahardini , Nova Putri, Adelia Putri, Reza Malina Putri, Widya Assura Ramadhan, Deviyan Ramadhani, Ahmad Akbar Riwanda, Ayu Rizki Amelia Nasution Rizkitullah, Harir Rohabdo M. Pazlan Sidauru Rusnawati Rusnawati, Rusnawati Safitri, Dede Nela Safrianti, Liza Saila, Saila Sakdiah Sakdiah, Sakdiah Salami Mahmud Sam, Riski Amalia Sandi, Najmi Maulidina El Sari, Nada Aprilia Sari, Putri Rasmi Sejati, Renny Novita Asri Siagian, Nurul Hikmah Siregar, Amira Falah Situmorang, Liza Ardani Sofian, Sofian Sri Sumarni Suci, Isnaini Tiara Syalva Witria Syamsuddin AB, Syamsuddin Tanjung, Rika Muliana Ulul Azmi Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti, Ummi Nur Afinni Wahyuni, Tika Agus Wardani, Friska Wardhita, Yulia Yulia Wardita Yusuf, Fakhri Zakiyah Yasin Zilva Zilva