p-Index From 2021 - 2026
5.514
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Prosiding Seminas Competitive Advantage Diglossia Educate Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Holistic Jurnal Keperawatan Suaka Insan Jurnal Ilmiah Keperawatan JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Jurnal Panalungtik Judika (Jurnal Nusantara Medika) Journal of Humanities and Social Science (JHASS) V-MAC (Virtual of Mechanical Engineering Article) Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat Jurnal Kesehatan Tambusai Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan International Journal of Progressive Mathematics Education Jurnal Kolaboratif Sains Journal of Applied Nursing and Health Jurnal Keperawatan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana Jurnal DIALEKTIKA : Jurnal Ilmu Sosial Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran Journal of Community Health and Preventive Medicine (JOCHAPM) Jurnal Multidisiplin West Science Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa SPIKESNAS Journal of Rural Community Nursing Practice Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Community Health Nursing Pena Nursing JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA International Journal Of Public Health Exhibition and Seminar on Science and Creative Technology – Al Azhar Proceeding Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Disiplin Ilmu Journal of Rural Community Nursing Practice JOURNAL J-MPI: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN RESIKO JATUH PADA PASIEN FRAKTUR DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR Laili, Nurul
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 14 No 2 (2019): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v14i2.67

Abstract

Pendahuluan : Kejadian Fraktur menjadi masalah kesehatan dunia. Mobilitas transportasi yang semakin tinggi berakibat terjadinya kecelakaan dan menjadi penyumbang terbesar kejadian Fraktur. Keterbatasan aktifitas fisik pada kondisi Fraktur dapat meningkatkan kejadian jatuh pada saat perawatan di Rumah Sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat aktifitas fisik terhadap kejadian resiko jatuh pada pasien Fraktur. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami Fraktur. Tehnik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Fraktur yang di rawat di RSUD Mardi Waluyo Blitar pada bulan April-Mei 2019 sebanyak 42 responden. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson.Hasil : Hasil Uji Korelasi Pearson diperoleh nilai Significancy p value 0,000, artinya ada hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan resiko jatuh pada pasien Fraktur di RSUD Mardi Waluyo Blitar.Analisis:Semakin tinggi tingkat aktifitas pasien dengan fraktur melakukan tindakan atau aktifitas fisik, semakin tinggi resiko jatuh yang akan di alami pasien tersebut. Fraktur menyebabkan penurunan kemampuan aktifitas atau rentang pergerakan. Aktifitas fisik merupakan gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktifitas fisik yang sedang berhubungan dengan kejadian resiko jatuh yang rendah dengan analisis keeratan  hubungan kedua variable  tersebut  lemah. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan seorang perawat dapat mengidentifikasi pasien yang mengalami resiko jatuh dengan memberikan tanda (gelang kuning) dan memberikan alat bantu pengaman bagi pasien yang beresiko tinggi sebagai bentuk manajement pasien safety.
Islam dan Kebudayaan (Adat dan Kebudayaan Melayu Tidak Pernah Lepas Dari Agama Islam) Sumiyati, Sumiyati; Laili, Nurul; Fitri, Anissa; Ramadhani, Dewi Puspa; Salsabila, Marissa; Alfattah, M. Rizki; Darwis, Muhajir
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i06.1220

Abstract

Budaya Melayu tidak hanya merujuk pada kecintaan terhadap laut, tetapi juga mencerminkan inklusi berbagai unsur dari peradaban dunia, baik besar maupun kecil. Hal serupa terjadi pada Islam sebagai agama universal, yang juga menghargai keragaman dalam aliran, pemikiran, pemahaman, dan pandangan. Melayu dan Islam memiliki keterkaitan erat bisa diamati dari dua perspektif, yaitu cara berpikir dan perilaku. Dari segi pemikiran, kehadiran Islam di masyarakat Melayu telah mendorong perkembangan rasionalisme dan intelektualisme dengan mengatasi stagnasi dan kemunduran. Budaya Melayu, yang memiliki semangat toleransi yang kuat dan menghargai keragaman, termasuk perbedaan pendapat, aliran, dan pandangan, dianggap sebagai kebijaksanaan. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis islam dan kebudayaan yang dimana kebudayaan Melayu tidak pernah lepas dari agama islam. Hasil penelitian ini menunjukkan agama Islam berperan penting sebagai identitas kebudayaan Melayu dan memiliki ciri khas positif serta memiliki ketertarikan antara agama Islam dan kebudayaan Melayu.
DIABETES SELF MANAGEMENT DENGAN KEMAMPUAN SELF WOUND CARE PADA PASIEN DENGAN LUKA GANGREN DI KLINIK PANDAWA KEDIRI Laili, Nurul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i1.513

Abstract

Gangrene is a complication of Diabetes Mellitus that requires treatment. Patients can optimize Diabetes Self-management through self-wound care. The purpose of this study was to determine the relationship between Diabetes Self-management and the ability of self-wound care in patients with Gangrene wounds. This research design is a correlation analysis with a cross-sectional approach. The population was 20 respondents with the accidental sampling technique obtained a sample of 19 respondents. Research instruments Diabetes Self-management questionnaire and Self-wound care questionnaire. The results of this study indicate that most respondents (73.7%) have good Diabetes Self-management and most respondents (73.7%) have good Self-wound care. The results of Spearman's rho statistical test obtained a p-value: of 0.000 <0.05 which means that there is a relationship between Diabetes Self-management and Self-wound care ability in patients with gangrene wounds. Correlation value 0.729, the direction of the relationship is positive, meaning that the strength of the relationship is close to perfect. The ability to improve dietary control and compliance to routinely check blood sugar levels can improve diabetes self-management and improve self-wound care skills. Keywords: Diabetes Self Management, Self Wound Care, Gangrene
KAJIAN HISTORIS LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: TINJAUAN KOMPREHENSIF TERHADAP DIMENSI FORMAL, INFORMAL, DAN NONFORMAL Laili, Nurul; Ashari, M.Yahya
JOURNAL J-MPI : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN Vol. 3 No. 1 (2024): JOURNAL J-MPI: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journaljmpi.v3i1.216

Abstract

This research aims to comprehensively describe the historical development of Islamic educational institutions in Indonesia, through formal, informal and non-formal dimensions. The research method is conducted through a literature study, which includes the exploration of data and information from various sources collected. Reading references for this research include books, magazines, historical documents, and various journals that are in accordance with the topic of discussion, either direct searches to the Library or through internet media. Since this research is categorized as a literature review, the primary data source involves books and research journals. The research findings show that the formal form of education is directly coordinated by the central government to the regions through tiered education, such as: madrasah and Islamic Universities; Informal form of education is through family and environmental education channels whose learning activities are carried out independently; and Non-formal form of education is education that occurs outside school and is not bound by a flexible but structured national curriculum such as: recitation of books, majelis taklim, Al-Qur'an education, diniyah taklimiyah which consists of several levels. Islamic educational institutions in Indonesia have undergone significant transformations in line with social, political and cultural changes. This research makes an important contribution in understanding the dynamics and strategic role of Islamic educational institutions in Indonesia in the development of quality and character human resources
Pengaruh Pemberian Ekstrak Garcinia Mangostana terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Satrean Maron Probolinggo Laili, Nurul; Roi'sah, Roi'sah; Rahmat, Nafolion Nur
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 3 No. 2 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i2.134

Abstract

AbstrakPenyakit diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit penyakit tidak menular (PTM) yang membutuhkan penannganan tepat untuk proses penyembuhan. Penyakit tersebut jika tidak diobati akan menyebabkan timbulnya komplikasi yang dapat membahayakan penderita. Cara yang dilakukan untuk mencegah timbulnya komplikasi adalah melalui pengobatan. Salah satu jenis pengobatan yang digunakan adalah pengobatan herbal yaitu Garcinia Mangostana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Garcinia Mangostana terhadap kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Metode penelitian ini menggunakan quasy-experiment dengan desain pre-test and post-test with control group. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, berdasarkan rumus perhitungan sampel, maka diperoleh sampel sebanyak 36 penderita diabetes mellitus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa alat cek gula darah untuk mengukur kadar gula darah sewaktu. Uji statistic “paired T-Test” menggunakan media komputer program “Windows SPSS 17”. Data pengukuran berupa data rasio yaitu nilai kadar gula darah sewaktu dalam mg/dl. Hasil analisa data menunjukkan pada kelompok perlakuan memiliki nilai p=0,001, hal tersebut berarti ada pengaruh pemberian kulit manggis terhadap kadar gula darah, sedangkan pada kelompok kontrol memiliki nila p=0,166. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Garcinia Mangostana efektif dalam menurunkan kadar gula darah  pada penderita diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes mellitus, garcinia mangostana, kadar gula,  penderita.  AbstractDiabetes mellitus is one of the non-communicable diseases (PTM diseases) that requires proper response to the healing process. The disease if left untreated will cause complications that can endanger the patient. The way to prevent complications is through treatment. One type of treatment used is herbal medicine, Garcinia Mangostana. The purpose of this study was to determine the effect of giving Garcinia Mangostana extract to blood sugar levels of people with diabetes mellitus. This research method used quasy-experiment with the design of pre-test and post-test with control group. Sampling using simple random sampling, based on the sampel calculation formula, obtained sampels of 36 people with diabetes mellitus. The instrument used in this study is a blood sugar check tool to measure blood sugar. Test the "paired T-Test" statistic using the computer media program "Windows SPSS 17". Measurement data in the form of ratio data, namely the value of blood sugar levels when in mg /dl. The results showed that there was an effect of giving mangosteen peel to blood sugar levels in patients with diabetes mellitus with a value of p = 0.001. Keywords: diabetes mellitus, garcinia mangostana, sugar levels, patients 
Efek Buerger Allen Exercise terhadap Perubahan Nilai ABI (Ankle Brachial Index) Pasien Diabetes Tipe II Salam, Ainul Yaqin; Laili, Nurul
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 3 No. 2 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i2.149

Abstract

AbstrakResiko disfungsi aliran balik vena pada kaki, neuropati, ulkus diabetikum, gangrene, dan  amputasi kaki masih menjadi ancaman serius diabetesi.Tidak hanya berdampak fisik, biaya untuk mengelola dan merawat masalah gangguan perfusi perifer kaki sangat banyak yang merugikan individu dan menjadi beban bagi pembiayaan sosial negara. Buerger Allen Exercise (BAE) adalah latihan gerak yang dilakukan tungkai bawah yang bervariasi serta memanfaatkan gaya gravitasi yang dilakukan secara bertahap dan teratur. Variasi gerakan dan gaya gravitasi pada BAE diharapkan mampu untuk memperbaiki dan meningkatkan sirkulasi darah perifer ke ekstermitas sehingga kebutuhan oksigen sampai pada tingkat sel dibuktikan dengan peningkatan nilai Ankel Brachial Index (ABI). Penelitian dirancang untuk mengetahui efek Vascular Rehabilitation Training Program menggunakan BAE terhadap Perubahan Nilai ABI diabetisi tipe 2. Desain Quasy Experiment digunakan untuk mengkaji ada tidaknya sebab-akibat dari dua variabel yang diteliti dengan pendekatan pre-test and post-test control design. Teknik sampling menggunakan puposive sampling. Terdapat 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Pengumpulan data menggunakan skala ABI untuk mengukur perubahan nilai sebelum dan setelah dilakukan BAE. Intervensi dilakukan sebanyak 6 sesi dalam 6 hari latihan dengan durasi 15 menit setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan nilai ABI yang sangat signifikan setelah melakukan BAE. Penelitian ini membuktikan bahwa metode BAE  efektif dalam meningkatkan perfusi perifer pada kaki diabetesi dan dapat menjadi alternatif yang mudah dan murah untuk dilakukan dalam memperbaiki gangguan perfusi khususnya pasien diabetes. Kata kunci: Buerger Allen Exercise (BAE), Ankle Brachial Index (ABI),  perubahan nilai ABI AbstractThe risk of dysfunction venous return in the legs, neuropathy, diabetic ulcer, gangrene, and leg amputation is still a severe threat to diabetes patients.Not only has a physical impact, the expenditure due to managing and treating impaired peripheral, but peripheral perfusion problem is also very much detrimental to the individual and a burden on the country's social financing. Buerger Allen Exercise (BAE ) is an exercise with a variety of active movements on the lower extremities and utilizes the gravitational force carried out in stages and regularly. Movement variations and gravitational effects on the BAE  are expected to be able to improve and improve peripheral blood circulation to the extremities so that oxygen demand reaches the cellular level as evidenced by an increase in the value of the Ankle Brachial Index (ABI).The essential aim of this study was to determine the effect of Vascular Rehabilitation Training Programs with BAE  on the Value Change of ABI type II diabetes patients. The research design uses Quasy Experiments to assess whether there are causes and effects of the two variables studied with the pre-test and post-test control design approach. The sampling technique uses purposive sampling. Twenty respondents participated in this study apart to groups. Data collection uses the ABI scale to measure changes in values before and after the BAE . The intervention was conducted in 6 sessions in 6 days of training with a duration of 15 minutes per meeting. The results showed that there were significant changes in ABI values between before and after conducting the BAE . This study proves that BAE  method is effective in improving peripheral perfusion in diabetic feet and can be an easy and straightforward alternative to improve perfusion disorders, especially in patients with diabetes. Keyword: Buerger Allen Exercise (BAE), Ankle Brachial Index (ABI), changes of ABI Value
Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap Kepatuhan dan Self awareness Pasien Tuberkulosis (TB), “Loss to follow-up” (LTFU) Ro'isah; Laili, Nurul; Trinoharini, Sulistiani
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JIKES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.927

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan sekitar 8,2 juta kasus baru setiap tahun. Strategi End TB WHO menargetkan penghentian epidemi TB pada 2035 dengan tingkat keberhasilan pengobatan ≥90%. Kabupaten Probolinggo menempati urutan kedua kasus TB tertinggi di Jawa Timur. Hingga 18 Maret 2025, dari target 16.466 terduga, ditemukan 3.532 kasus dengan 713 pasien positif (21%). Namun, hanya 638 (89%) yang terdaftar memulai terapi, dan capaian pengobatan tetap 21%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cognitive behavioral therapy (CBT) terhadap kepatuhan dan kesadaran diri pasien TB kategori “loss to follow-up” (LTFU). Desain yang digunakan adalah metode campuran (sequential exploratory). Tahap pertama berupa penelitian kualitatif fenomenologi untuk menggali fenomena perilaku pasien TB yang tidak berobat melalui FGD dan wawancara yang dianalisis tematis. Tahap kedua merupakan pra-eksperimen dengan desain one-group pre-post test pada 40 pasien LTFU dari populasi 45 orang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa konseling oleh pakar keperawatan jiwa selama 4 minggu (1 kali/minggu, 6 sesi, 30–40 menit). Hasil menunjukkan pemahaman dan pengalaman dalam pengobatan TB, pasien merasa malu dan khawatir terhadap lamanya pengobatan. CBT terbukti meningkatkan kepatuhan dan kesadaran diri, sehingga direkomendasikan diterapkan pada pasien maupun keluarga. Kata kunci: Cognitive Behavioral Therapy; Kepatuhan; Kesadaran Diri; Tuberkulosis; loss to follow up   Abstract Tuberculosis (TB) remains a critical global health challenge, with an estimated 8.2 million new cases reported annually. The WHO End TB Strategy aims to eliminate the epidemic by 2035, with a recommended treatment success rate of ≥90%. Probolinggo Regency ranks second in East Java for TB incidence. As of March 18, 2025, 3,532 suspected cases were identified from a target of 16,466, with 713 confirmed cases (21%). However, only 638 (89%) initiated treatment, resulting in an overall treatment success of 21%. This study examined the effectiveness of cognitive behavioral therapy (CBT) in improving adherence and self-awareness among TB patients categorized as “loss to follow-up” (LTFU). A mixed-method sequential exploratory design was employed. The qualitative phase used a phenomenological approach through focus group discussions and interviews, analyzed thematically. The quantitative phase applied a pre-experimental one-group pre-post test involving 40 purposively selected LTFU patients. Counseling sessions were delivered by psychiatric nursing experts over four weeks (once weekly, six sessions, 30–40 minutes). Results revealed that CBT interventions enhanced understanding, reduced anxiety, and significantly improved adherence and self-awareness, suggesting its applicability for both patients and families. Keywords: Cognitive Behavioral Therapy; Adherence; Self-Awareness; Tuberculosis; Loss to Follow-up
Peningkatan Dukungan Keluarga Berbasis Family Centered Care Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Nurul Laili; Ro’isah; Ainul Yaqin Salam
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2063

Abstract

Permasalahan yang menimpa remaja dikatakan kompleks yang berkaitan dengan pergaulan, perilaku pacaran, prestasi yang bermasalah di sekolah, dan lain-lain. Berdasarkan hasil survei didapatkan data bahwa seperempat remaja menyatakan mulai berpacaran pada usia 15 tahun dan gaya pacaran yang dilakukan seperti berpegangan tangan, ciuman, dan ada beberapa remaja yang pernah meraba bagian tubuh yang sensitif pada pasangannya. Faktor dominan perilaku seksual di pedesaan adalah teman sebaya sedangkan di perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan. Kurangnya bimbingan dan konseling dari orang tua menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang berakibat pada kehamilan, akibat yang lain seperti remaja tertular peyakit mematikan, dan tingginya kasus kriminalitas. Berdasarkan analisa tersebut maka dukungan keluarga berbasis family centered care yang melibatkan orang tua dalam mengatasi permasalahan remaja. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan dukungan kelurga berbasis family centered care dalam mencegah perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan konseling tentang dukungan keluarga berupa emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui bentuk-bentuk dukungan yang harus diberikan kepada anak remaja, selain itu ada beberapa peserta yang membiarkan anaknya pacaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, selama pelaksanaan peserta antusias sehingga banyak pertanyaan yang muncul tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mencegah dan menguarangi perilaku seksual beresiko pada remaja.
IMPLEMENTASI PEER GROUP SUPPORT DENGAN METODE STORYTELLING TERHADAP SELF PROTECTION SKILLS DAN KNOWLEDGE: STRATEGI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Laili, Nurul; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2873

Abstract

Background: The incidence of violence against children has been increasing, with the majority of cases involving sexual abuse. Most victims are girls, and the perpetrators are predominantly individuals close to the child. This phenomenon is closely linked to children’s low levels of self-protection skills and knowledge. Survey data indicate that 98% of elementary school students have inadequate self-protection skills and limited understanding of sexual abuse. Based on these findings, it is essential to provide appropriate interventions to enhance children’s self-protection skills and knowledge. This study aims to examine the implementation of Peer Group Support through the storytelling method on children’s Self-Protection Skills and Knowledge. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a non-equivalent group pre-test and post-test approach. A total of 160 respondents participated, consisting of 80 in the control group and 80 in the experimental group. Data were collected using the Self-Protection Model Questionnaire and The Children’s Knowledge of Abuse Questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. Results: The results showed a p-value < 0.05 (0.000 < 0.05), indicating a significant effect of the Peer Group Support intervention with the storytelling method on improving children’s self-protection skills and knowledge in the experimental group. Conclusion: The combination of Peer Group Support and the storytelling method can serve as an effective strategy in child sexual abuse prevention programs, as it is easy to implement, participatory, child-friendly, and promotes children’s confidence in taking protective actions. The implementation of Peer Group Support through storytelling has been proven to enhance children’s self-protection skills and knowledge as a preventive measure against sexual violence.
THE PERSPECTIVE OF CONTEMPORARY FIQH ON GENITAL SURGERY: BETWEEN MEDICAL NECESSITY AND SHARIA NORMS Robiah, Robiah; Sugiarto, Wira; Norwahyudi, Tri; Maharani, Siti; Hakiki, Nurfatin; Maisarah, Alya; Laili, Nurul; Amira, Nur; Julita, Tria; Ramadhani, Dewi Puspa
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3141

Abstract

The increasing phenomenon of genital reassignment surgery in the modern era has sparked debate between medical necessity and Islamic legal principles. In the field of contemporary fiqh, this issue is crucial to study as it relates to preserving the natural disposition (fitrah) created by Allah and ensuring human well-being (maslahah). The aim of this research is to examine contemporary fiqh perspectives on the legal rulings regarding genital reassignment surgery and to distinguish between medically permissible procedures and those prohibited due to personal motives. Using a literature study method and a descriptive approach, this study explores various scholarly sources, including journals, books, and articles, to highlight the importance of contemporary fiqh views on genital surgery. The findings indicate that Islam permits genital surgery when intended for healing or correcting congenital abnormalities (khuntsa) and restoring organ function, but prohibits it when performed solely to change one’s gender identity. Based on the 1980 fatwa issued by the Indonesian Ulema Council (MUI), such procedures do not alter a person’s legal gender status. Therefore, contemporary fiqh emphasizes the importance of maintaining a balance between advancements in medical science and the principles of Sharia in determining the legal status of genital surgery.
Co-Authors -, ro'isah Abidin, Akhmad Zaenal aini, efa nur Ainul Yaqin Salam Alfaruq, Muhammad Syiham Alfattah, M. Rizki Alwin Widhiyanto Alya Maisarah Amira, Nur Anggraini, Lutfia Annisa Fitri, Annisa Ari Susanti Ashari, M.Yahya Auliana Muharini Baharudin, Budi Cahya Ramadhani Darwis, Muhajir Desril Riva Shanti Dodik Hartono Dwi Setyorini Erwin Syahwira Firdausi, Rofiqoh Fitri, Anissa Hakiki, Nurfatin Handayani, Erna Hasanah, Yulia Rahmawati Imam Hindarto Irawan, Benny Haddli Ishariani, Linda Iza, Belgis Ainatul Jamhari Jamhari JANNAH, ZAHROTUL Julita, Tria Kartika Sari, Melani Maharani, Siti Maisarah, Alya Mariatul Kobtiyah Maskarai, Abulija Moh Khoridatul Huda, Moh Khoridatul Muhammad Ali Akbar Muhammad Amirudin Muhammad Aufa Muis Mukhsinatin Mukhsinatin Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Najwa Anastasya Nanang Saptono Nanik Setijowati Nareswari, Tsalis Jauza Natasya Adistya Giti As Fitri Norwahyudi, Tri Nur 'Aini Nuraini, Yulia Putri Intan Nurfatin Hakiki Nurul WAHIDA Octaviadi Abrianto Putri, Vanesa Kusuma Qomsyatun Rahmad Karyanto Rahmadiana, Syifa Rahman Hakim Rahmayanti, Putri Ramadhani, Dewi Puspa Ro'isah Robiah, Robiah Roi'sah, Roi'sah Rossa Nurmala Ro’isah Ro’isah, Ro’isah Runi Lara Kinanti Rusyanti Rusyanti, Rusyanti Salimah Setyaningsih Salsabila, Marissa Saputra, Ihsan Septantiningtyas, Niken Setiawan, Nur Candra Eka Siti Maharani Sri Mulyani Sugiarto, Wira Sulistyorini, Eni Endang Sumiyati SUMIYATI SUMIYATI Sutiyah Heni Tanoto, Wahyu Tita Hariyanti Tri Nor wahyudi Trinoharini, Sulistiani Vela Purnamasari Zahrotul Aini, Zahrotul