Articles
Analisis Persepsi Pada Followers Akun @coffeeineseeker Sebagai Sumber Informasi Tentang Coffee Shop
Intan Insanni;
Poppy Febriana
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Spektrum Komunikasi
Publisher : LPPM Stikosa - AWS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37826/spektrum.v10i2.240
Various types or models of social media platforms will continue to emerge and compete with each other to dominate the market, each social media platform has its advantages and disadvantages. The use of social media has become a natural thing in the life of every individual, the urge to stay abreast of what is trending is one of the reasons why someone uses social media. This study specifically discusses Instagram social media. Instagram is one of the platforms that have more users than young people. Instagram contains a variety of interesting and trendy content in different themes and contexts, easy access to Instagram makes it easy for users to find uploads that suit each individual's interests and preferences. To build an image or personality that you want to show on your Instagram account, one of them is by uploading the interests and preferences of each individual. Interests and likes here are for Coffee Shop enthusiasts who follow the @coffeeineseeker account as a source of the latest information about Coffee Shops. This study was conducted to determine the extent of the influence of the @coffeeseker account in providing information about the Coffee Shop by analyzing the perceptions of the followers of the account. The researcher uses a qualitative descriptive approach with the netnographic method, netnography makes it possible to get the answers needed by listening to the conversations that occur on web pages, analyzing the behavior and opinions of users (Bakry, 2017). The @coffeeineseeker account can be considered as a source of information about Coffee Shops triggered by uploaded photos, captions, and Instagram Stories that disseminate certain Coffee Shop promotions and the latest information about Coffee Shops that will be present or have just started operating.
Analysis Integrated Marketing Communication Reddoorz East Java 1 in Redseller Application
Mukhamad Bagas Pramono;
Poppy Febriana
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Spektrum Komunikasi : June 2023
Publisher : LPPM Stikosa - AWS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37826/spektrum.v11i2.467
Adanya program reseller dalam bisnis online memiliki peran sebagai perpanjangan tangan atau fungsi dalam distribusi. Bagian dari aktivitas pengecer adalah promosi produk atau layanan dengan imbalan komisi dari setiap transaksi. Dengan menjamurnya program reseller, RedDoorz Hotel Indonesia menangkap peluang dan menawarkan program reseller resmi untuk memasarkan kamar hotel RedDoorz melalui aplikasi RedSeller. RedDoorz adalah startup berbasis hotel yang berspesialisasi dalam teknologi digital. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan strategi IMC (Integrated Marketing Communication) yang diterapkan dalam menginformasikan dan mempromosikan program reseller kepada masyarakat melalui aplikasi RedSeller. Penelitian ini termasuk kualitatif yang dideskripsikan secara deskriptif. Dalam studi ini, wawancara dikumpulkan melalui metode wawancara terbuka sehingga informan dapat memberikan jawaban atau menanggapi dengan kalimatnya sendiri. Peneliti memilih dua orang informan yang bekerja sebagai Area Manager dan Senior Corporate Sales & Marketing di Red Doorz Hotel Indonesia Area 1 Jawa Timur. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semua elemen IMC telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik, namun beberapa elemen dianggap efektif dan belum berjalan dengan baik. telah diterapkan secara efektif dalam menginformasikan dan mempromosikan program reseller aplikasi RedSeller. Pemasaran langsung, promosi penjualan, periklanan, pemasaran dari mulut ke mulut, dan strategi pemasaran interaktif dianggap efektif. Sedangkan hubungan masyarakat, personal selling, event, dan pengalaman belum efektif.
PENDAMPINGAN UMKM SAMBAL KEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN EKONOMI KREATIF PADA MEDIA SOSIAL
Caliesta Tiara Z;
Ainur Rochmaniah;
Poppy Febriana
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v6i2.279
Kreativitas adalah sebuah kemampuan untuk mengembangkan ide dan konsep baru. Setiap bisnis maupaun usaha memerluka sebuah kretivitas dalam pelaksanannya. Inovasi dan kreasi terus di kembangkan agar bisnis yang dijalani tidak tertinggal zaman. Terlebih lagi dengan adanya perkembangan pada media sosial yang semakin pesat. Ini menyebabkan perputaran trend hingga menyebabkan banyaknya pilihan yang menjadi alasan utama mengapa ide kreatif dibutuhkan. Dengan menganalisa perubahan kebiasaan inilah, para UMKM harus siap mendekati target pasar mereka melalui media-media baru tersebut. Dengan membantu para UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis pada media sosial seperti melakukan beberapa pendampingan dasar mengenai pemasaran produk melalui sosial media instagram dan perbaikan pengemasan produk yang sesuai dengan standar pengiriman menjadi tujuan utama dari diadakannya penelitian ini. Metode yang digunakan penulis dalam melaksanakan kegiatan, terdiri dari tiga rangkaian yaitu analisis, proses, dan hasil. Secara keseluruhan, pengabdian yang dilakukan penulis kepada salah satu UMKM dengan produk sambal botol bernama Sambeland yang berada di Desa Pepe, Sedati, Sidoarjo bernama Sambeland berjalan dengan baik. Hasil yang didapatkan dari pengabdian adalah peningkatan brand awareness dari Sambeland melalui pembuatan instagram dan melakukan foto produk yang lebih menarik konsumen. juga pengemasan produk yang lebih aman untuk pengiriman jarak jauh.
Utilization of Instagram as a Medium for Advertising and Promotion of MSMEs in The Food Sector of Kembangringgit Village
Mochammad Rigel Putra;
Poppy Febriana;
Khuzaima Dwi Nur'aini
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/abdimas.v7i1.3092
In today's digital era, some business people use social media to increase their selling power and relationships with consumers. Social media provides new things in doing business and communicating using communication techniques between business actors and customers. Making it one of the advantages in the field of product marketing promotion. One of the social media choices is Instagram, which is used by business people to promote their products or reach a wider sales market. The purpose of this study was to describe the use of social media Instagram as a promotional medium for MSMEs in Kembangringgit Village.
Utilization of the Facebook Marketplace as a Marketing Media and Promotional Media in Improving the MSME Economy of Pottery Pot Crafts in Kemangsen Village
Nefrida Jandini;
Poppy Febriana;
Moh Ar Raafi Ahsa Febian;
Muhammad Rafli Sadar Darmawan Siahaan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/abdimas.v7i1.3093
This community service is entitled "Utilization of the Facebook Marketplace as a Marketing Media and Promotional Media in Increasing the Economy of MSMES for Pottery Pot Crafts in Kemangsen Village". Pottery pots are craft pots made of cement and clay which have various shapes. Kemangsen Village is known as a pot maker and seller village that has been making pots since 1998. Many residents make a living from producing these pots. In the village of Kemangsen there are many pot manufacturers who produce pots of various types and shapes. In 2020 or since the COVID-19 pandemic, the sales of MSMES in Kemangsen Village have decreased. In an era like now, people are familiar with social media and are also widely used as a medium for buying and selling online. Therefore, researchers want to advance the pot manufacturers in Kemangsen village so they are not left behind in this modern era. So the author provides innovation by selling on the Facebook marketplace (online market) as a media promotion and selling so that products from Kemangsen village can be recognized by the surrounding community as well as outsiders. This community service uses qualitative methods with a qualitative approach. Data collection techniques by interview, observation, and documentation with one of the informants of the pottery pot craftsmen, namely Mr. Wawan and the employee who worked on the making of the pot. The results of this community service show that pottery pot crafts in Kemangsen village are lacking in terms of online promotion and a lack of marketing education which has made the Kemangsen village economy decline. Because some of the people there work as earthenware pot craftsmen, therefore the author helps by educating about marketing and marketplaces (online markets) using the online media Facebook as an example of a marketplace (online market). Some of these activities can be used as examples for other villages in terms of selling Kemangsen village products so that many people can reach them.
Sadfishing: Studi Netnografi pada Konten dengan Tagar #rumahkokkayu Di Tiktok
Nirvana Abdillah Sandi;
Poppy Febriana
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jkg.v12i1.30216
Kini ditemukan konten-konten orang yang membagikan cerita sedihnya dalam bentuk video musik di TikTok. Fenomena tersebut disebut dengan sadfishing, yaitu memancing kesedihan untuk menarik simpati orang lain di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya tagar #rumahkokkayu yang viral di TikTok sebagai sebuah tagar awal mula sadfishing terjadi dan melihat bagaimana dramatisir yang muncul dari budaya komunikasi meliputi unggahan-unggahan konten dalam tagar #rumahkokkayu di TikTok. Penelitian ini menggunakan teori dramatisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode netnografi untuk mengkaji budaya komunikasi mengenai interaksi dunia maya. Metode netnografi terbagi menjadi empat tahapan yaitu, tahapan pertama adalah investigasi yang meliputi pencarian, memilah serta pengarsipan data, tahapan kedua interaksi, tahapan ketiga, membuat catatan, tahapan keempat melakukan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan sadfishing telah berkembang sehingga dapat divisualisasikan dalam bentuk video dengan sebuah kesengajaan memilih musik sebagai backsound maupun menceritakan mengenai kondisi tempat tinggalnya dan dalam hal ini ditemukan pola yang berkelanjutan pada konten-konten selanjutnya ketika video tersebut mendapat simpati maupun semangat yang diharapkannya. Penggunaan tagar #rumahkokkayu mengonstruksi media sosial TikTok dan membentuk makna terkait sadfishing.Recently, content has been found on TikTok where people share their sad stories in the form of music videos. This phenomenon is called sadfishing, which involves fishing for sympathy from others on social media by provoking sadness. This research aims to examine the viral hashtag #rumahkokkayu on TikTok as an initial trigger for the occurrence of sadfishing and to observe the dramatization that emerges from the communication culture surrounding the posts under the #rumahkokkayu hashtag on TikTok. The research utilizes dramatism theory. It is a qualitative study employing netnography as the research method to investigate the communication culture regarding online interactions. Netnography involves four stages: the first stage is investigation, which includes data search, sorting, and archiving; the second stage is interaction; the third stage is note-taking, and the fourth stage is interpretation. The findings of this research indicate that sadfishing has evolved to the extent that it can be visualized in the form of videos deliberately choosing music as background sound and narrating their living conditions. A consistent pattern has been found in subsequent content when these videos receive the sympathy and encouragement they sought. The use of the #rumahkokkayu hashtag constructs the TikTok social media platform and shapes the meaning associated with sadfishing.
Pendampingan Digitalisasi Produk Ibu Rumah Tangga di Tanggulangin
Rizma Ayu Angeli;
Poppy Febriana;
Ainur Rochmaniyah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v6i1.559
Usaha mikro kecil menengah (UMKM) adalah sektor bisnis yang mencakup berbagai jenis usaha dengan skala mikro, kecil hingga menengah. Ibu Anis merupakan pelaku bisnis rumahan yang berjualan banyak barang dibidang fashion, diantaranya adalah pakaian, tas, aksesoris kepala, dan lain-lain. Bisnis ibu Anis ini telah dimulai sejak tahun 2017, dalam memasarkan barangnya ibu Anis hanya dari mulut ke mulut tanpa berjualan online tapi bisa mempunyai distributor dan laris, bisnis ibu Anis ini juga belum memiliki merek/citra miliknya sendiri. Jadi dalam hal ini penulis membuat output untuk Kegiatan Abdi Masyarakat ini adalah Logo untuk online Shop, membuat label Packaging, dan melakukan pendampingan dalam hal Penggunaan E-commerce. Dengan memiliki merek sendiri, produk yang ibu Anis jual diharapkan dapat bersaing dengan produk lainnya. Selain itu melalui media sosial masyarakat umum dapat mengenal merek dari produk-produk milik ibu Anis. Dalam pengabdian kepada masyarakat, bertujuan untuk mencapai pengakuan dalam jurnal nasional yang terindeks serta publikasi melalui media massa.
SOSIALISASI KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMBANGUN BISNIS DARI NOL BAGI SISWA SMP AL-FALAH DELTASARI SIDOARJO
Imania Melati Putri;
Poppy Febriana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jailcb.v5i2.3297
Kewirausahaan di era globalisasi memegang peranan krusial untuk membentuk individu yang tangguh serta mampu beradaptasi dengan dinamika sosial dan ekonomi. Siswa SMP sebagai generasi penerus perlu diperkenalkan dengan konsep dan keterampilan kewirausahaan sejak dini. Kegiatan ini memiliki tujuan dalam memberikan wawasan praktis kepada para siswa tentang bagaimana memulai dan mengelola bisnis dari nol, termasuk perencanaan bisnis, perolehan modal, dan manajemen risiko. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan oleh PT. Klinik Usaha Nasional yang diadakan di SMP Al – Falah Sidoarjo. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan observasi serta pendampingan dengan konsep sosialisasi yang dimana termasuk perbincangan didalam adanya tanya jawab, diskusi, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menyatakan bahwasannya para siswa dengan adanya pelaksanaan sosialisasi kewirausahaan ini direspon dengan baik, para siswa sangat aktif dalam sesi tanya jawab diakhir kegiatan, memberikan motivasi kepada mereka tentang bagaimana kita dapat berwirausaha, dan adanya uji kelayakan produk, kelayakan usaha dari para siswa.
PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING DAN BRANDING MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM MRS SNACKKET
Cholidatul Lifia;
Ainur Rochmaniah;
Poppy Febriana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jailcb.v5i2.3537
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penjualan snack bucket, snack box, dan snack gift box saat ini merupakan sektor usaha yang berkembang pesat di industri makanan dan minuman yang dikemas dengan kreatif salah satunya UMKM Mrs. Snackket. Pengabdian masyarakat ini didasari oleh latar belakang permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis baru di era digital, UMKM belum memiliki akun sosial media dan masih awam menggunakan marketplace maupun perangkat desain grafis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk melalui branding media sosial UMKM Mrs. Snackket dan sebagai strategi memperluas pasar melalui pemanfaatan digital marketing. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi dengan melakukan wawancara secara online untuk mengetahui permasalahan UMKM Mrs. Snackket dalam penjualan produk, kemudian pelatihan desain dan pembuatan konten, pendampingan pembuatan marketplace dan branding media social. Hasil dari program ini membantu memperluas jangkauan pasar melalui media sosial dan marketplace. Mewujudkan branding desain logo, desain tag card, desain kartu ucapan dan branding media sosial Instagram. Serta meningkatkan brand awareness melalui konten tutorial Tiktok dengan menggunakan strategi digital storytelling promotion dan pembuatan whatsapp business untuk memudahkan komunikasi dengan calon customer. Tolak ukur keberhasilan kegiatan ini adalah pemahaman pelaku UMKM dalam pelatihan dan pendampingan yang telah dilaksanakan dalam hal ini tim abdimas menggunakan alat ukur dengan melakukan wawancara.
Analisis Visual Personal Branding Sisca Kohl di Instragram
Azharul Hakim;
Poppy Febriana
Jurnal Nomosleca Vol 9, No 2 (2023): Oktober, 2023
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/nomosleca.v9i2.10116
The growth of creator content is a sign of how social media is developing, especially Instagram, which ranks fourth as social media with the most users. The presence of Instagram as a new medium is also able to build one's personal branding. Therefore, content creators must try hard to establish their brand image to be known. This research is a descriptive qualitative research. The descriptive method is used to find meaning, understanding, understanding of a phenomenon or event by being directly or indirectly involved in the object under study contextually and thoroughly. In this study, we will examine how the visualization of Sisca Kohl's personal branding on her Instagram account @siscakohl. This research refers to three visual research domains production site, self site, and audience site using Gillian Rose's visual methodology. The results of the study show that based on the results of analysis through content uploaded by Sisca on the @siscakohl Instagram account, it fulfills 5 personal branding laws out of 8 personal branding laws according to Montoya. namely specialization (the law of specialization), leadership (the law of leadership), difference (the law of distinctiveness), the law of visibility, unity (the law of unity). Of the 5 personal branding laws from Montoya, the most prominent are specialization (The Law of Specialization) and difference (the law of distinctiveness).