Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DEMOGRAFI, DEPRESI, KUALITAS TIDUR DENGAN FATIGUE INTRADIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Anjrah Harmoko; Diana Tri Lestari; Rusnoto Rusnoto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2877

Abstract

Gagal ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dan nasional. Pasien gagal ginjal kronis harus melakukan hemodialisis sebagai terapi yang berdampak pada fatigue. Fatigue terjadi sekitar 70% pasien ginjal yang mengakibatkan gangguan aktivitas sehari-hari dan penurunan kapasitas kerja, keterbatasan fungsi, ketidakstabilan suasana hati, gangguan tidur, gangguan fungsi keluarga dan sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan demografi, depresi, kualitas tidur dengan fatigue intradialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RS  dr. Soetarto Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian observasional, bersifat analitik korelasi dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 23 pasien. Teknik pengumpulan data variabel fatigue menggunakan kuesioner baku Chalder Fatigue Scale (CFQ), Beck Depression Inventory (BDI-II), dan kuesioner Piisburg Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan demografi jenis kelamin (P=0,011) dan umur (P=0,035) dengan fatigue intradialisis dan tidak ada hubungan status pernikahan (P=0,360) dan penghasilan (P=0,429) dengan fatigue intradialisis. Ada hubungan depresi dengan fatigue intradialisis (P=006). Ada hubungan kualitas tidur dengan fatigue intradialisis (P=0,018). Faktor paling dominan yang mempengaruhi fatigue intradialisis adalah depresi (P=0,049, CI=0,003-2,583). Fatigue umum terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisis dan dikaitkan dengan jenis kelamin, umur, depresi dan gangguan tidur. Dokter harus secara proaktif menyelidiki tanda-tanda kelelahan untuk menghindari dampaknya terhadap kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal kronis.
Perbandingan Waktu Mobilisasi 6 Jam Dan 8 Jam Paska Operasi Terhadap Kecepatan Pemulihan Paska Bedah Mayor Eka Ifayatun Nafiah; Diana Tri Lestari; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3462

Abstract

Bedah mayor merupakan prosedur invasif berisiko tinggi yang memerlukan pemulihan optimal. Mobilisasi dini penting untuk mencegah komplikasi seperti trombosis vena dalam, infeksi pernapasan, konstipasi, dan keterlambatan pemulihan organ. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan mobilisasi 6 jam dan 8 jam pasca operasi terhadap kecepatan pemulihan pasien bedah mayor di RST TK II dr. Soedjono. Penelitian menggunakan metode kuantitatif kuasi-eksperimental dengan rancangan posttest only with control design. Teknik sampel menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan sampel berjumlah 28 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok: 14 pasien mobilisasi 6 jam dan 14 pasien mobilisasi 8 jam. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kecepatan pemulihan nyeri dan kembalinya fungsi gastrointestinal,dan jam digital,data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, independent t-test, atau Mann-Whitney. Hasil menunjukkan mobilisasi 6 jam  memberikan pemulihan lebih baik dengan rerata nyeri lebih rendah dan fungsi gastrointestinal sedikit lebih tinggi. Terdapat perbedaan signifikan pada tingkat nyeri (p 0,05), namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada fungsi gastrointestinal (p 0,05). Kesimpulan, mobilisasi 6 jam lebih efektif dibanding mobilisasi 8 jam dalam kecepatan pemulihan tingkat nyeri,sedangkan untuk pemulihan fungsi gastrointestinal tidak ada perbedaan yang signifikan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA, SHIF KERJA, KETERSEDIAN FASILITAS DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT Anis Lailatul Qudriyah; Rusnoto Rusnoto; Diana Tri Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2803

Abstract

Kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur cuci tangan sangat penting dalam pencegahan infeksi. Studi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap kebersihan tangan berkisar antara 40% hingga 60% di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, shif kerja, ketersedian fasilitas terhadap kepatuhan cuci tangan perawat di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan purpossive sampel sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner. Kuesioner beban kerja diadopsi oleh Nursalam (2017). Untuk shift kerja sesuai UU No.13 Tahun 2003. Kuesioner ketersediaan fasilitas cuci tangan dan kepatuhan cuci tangan menggunakan surveilan Hais komite PPI. Kuesi. Analisa statistik yang digunakan yaitu uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja (0,038), sift kerja (0,043) dan ketersediaan fasilitas (0,040) dengan kepatuhan cuci tangan perawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Hasil pennelitian ini dapat  dijadikan bahan evaluasi bagi perawat dalam meningkatkan komitmen dalam menjaga kepatuhan cuci tangan. 
The Effect of Local Cultural Dietary Educational Videos on Dietary Self-Efficacy of Type-2 Diabetes Mellitus Patients in the Village Pramesti Dwi Agista; Diana Tri Lestari; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum
Journal of Economics and Public Health Vol 5 No 1 (2026): Journal of Economics and Public Health: March 2026
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jeph.v5i1.7551

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease with high prevalence and requires proper dietary management. One important factor in the success of dietary management is patient self-efficacy. However, conventional dietary education is often considered boring, especially in rural communities. This study aims to analyze the effect of a local cultural dietary management education video on improving dietary self-efficacy in type 2 DM patients in Bategede Village. The study design used a quasi-experimental design with a control group pre-test post-test. The study sample used a purposive sampling method of 38 respondents [R1.1] who were divided into an intervention group (19 respondents) and a control group (19 respondents). The instrument used was the Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES). Data analysis was carried out using univariate and bivariate statistical tests according to data distribution with the Shapiro-Wilk test. Based on the results, there was a significant difference in self-efficacy between the intervention and control groups, with p = 0.000 (p < 0.05). This confirms that the local cultural dietary management education video is more effective in improving self-efficacy than without intervention.
Optimalisasi Umkm Sehat Melalui Metode Design Thinking dan Digitalisasi Keuangan Untuk Meningkatkan Omset Penjualan UMKM Warga Muhammadiyah Juwana Kabupaten Pati Syahrial Aman; Sukma Wijayanti; Diana Tri Lestari; Sri Hindriyastuti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i1.515

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang dengan cepat dan terus meningkat jumlahnya setiap tahun. ]. Dalam proses perkembangan UMKM tersebut seringkali menghadapi permasalahan yang umum dialami diantaranya: terbatasnya jumlah modal, proses urusan perizinan, proses pembayaran pajak, banyaknya pelaku UMKM masih gagap teknologi serta kurangnya inovasi dalam pengembangan usaha yang tidak terelakkan Melalui program Pengabdian Masyarakat (PKM) hibah riset Muhammadiyah ini, tim PKM berfokus pada peningkatan omset penjualan Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah warga Muhammadiyah Juwana dengan pendekatan design Thinking  dan digitalisasi keuangan dalam rangka meningkatkan omset penjualan UMKM tersebut. Melalui Metode wawancara dan kualitatif, setelah menemukan masalah yang dihadapi oleh UMKM Muhamamdiyah Juwana, kegiatan PKM  ini terbagi dalam empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pemberian materi (workshop), tahap pendampingan dan tahap pelaporan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan hamper seluruh UMKM (80-90%) mampu memahami segmen market sesuai dengan kebutuhan keinginan konsumen, mampu membuat produk yang inovatif dan kreatif, mampu memasarkan produk melalui digitalisasi pemasaran, mampu melayani konsumen dengan baik, serta mampu membuat pencatatan keuangan melalui aplikasi keuangan dompetku.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS, POLA MAKAN, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU SIDOMULYO Rika Barotut Taqiyah; Rusnoto Rusnoto; Diana Tri Lestari
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1823

Abstract

Hypertension, or high blood pressure, is a chronic medical condition characterized by elevated arterial blood pressure. Understanding the factors influencing the development of hypertension in the elderly is crucial for identifying and developing better prevention and management strategies. Factors requiring further research include obesity, diet, and physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship between obesity, diet, and physical activity with hypertension levels in the elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu). The research method used correlational analysis with a cross-sectional design approach. The population in this study was 40 elderly residents of the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu Sidomulyo), and the research sample was 36 respondents. The sampling technique used by researchers in this study is a Purposive Sampling technique. The inclusion criteria in this study are: active elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post and willing to fill out the questionnaire completely. The exclusion criteria in this study are: elderly who are no longer active at the Sidomulyo Integrated Health Post and are not willing to be respondents. The instruments used are digital scales to measure body weight in determining obesity status, measurement of Eating Patterns using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) questionnaire, measurement of physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire and measurement of Hypertension using a digital tensiometer / tensiometer and stethoscope. Based on the results of the analysis using the sperm rank test, there are analysis results on the obesity variable showing a Sig. (2-tailed) value = 0.013 which is smaller than the sig value = 0.05 and there is a positive correlation value r = 0.410. So it can be interpreted that there is a fairly strong relationship. On the diet variable shows a Sig. (2-tailed) value = 0.026 smaller than the sig value = 0.05 which means there is a significant relationship between the diet variable and the level of hypertension with a positive correlation value of r = 0.370 which means there is a very low relationship between the diet variable and the level of hypertension. While on the physical activity variable there is a sig value = 0.002 with a positive correlation value of r = 0.509 which means there is a strong significant relationship between the physical activity variable and the level of hypertension. The conclusion of this study is that there is a significant relationship in the three variables as evidenced by the three sig values. (2-tailed) ≤ 0.05.
Hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang derajat dehidrasi pada anak diare dengan kecepatan membawa anak ke rumah sakit Sinta Apriliani; Diana Tri Lestari; Tri Suwarto
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 3 (2026): August Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i3.4342

Abstract

Background: Diarrhoea remains a leading cause of global mortality, particularly amongst vulnerable groups such as children and infants. Parents’ lack of understanding regarding the initial management of diarrhoea at home leads to an increase in the severity of dehydration in infants from mild to moderate and from moderate to severe; this progression could have been prevented had initial management been carried out at home. Purpose: To analyse the relationship between parents’ level of knowledge regarding the severity of dehydration in children with diarrhoea and the time taken to bring them to the Paediatric Intensive Care Unit (PICU) at Dr R Soetrasno Regional General Hospital, Rembang. Method: This study used an analytical correlational design with a cross-sectional approach. The sample size was 36, selected using purposive sampling. The criteria for inclusion in this study were parents of children with diarrhoea in the PICU at Dr R. Soetrasno Regional General Hospital, Rembang, who were literate and willing to participate as respondents in the study. The knowledge instrument comprised a questionnaire with 10 questions, whilst the time taken to reach the hospital was measured using an observation sheet with one question. Data were analysed using bivariate analysis with Spearman’s rank correlation. Results: The study found that the highest proportion of respondents (18, 50.0%) had ‘good’ knowledge, whilst the lowest proportion (5, 13.9%) had ‘poor’ knowledge. The study found that the time taken to bring children to the hospital was equally divided between ‘prompt’ and ‘not prompt’ responses, with 18 respondents (50.0%) in each category. The Spearman’s rank correlation test yielded a calculated r value of 0.588 (moderately strong) and a p-value of 0.000, which is less than 0.05. Conclusion: There is a fairly strong association between parents’ level of knowledge regarding the degree of dehydration in children with diarrhoea and the time taken to bring them to the hospital’s PICU at Dr R Soetrasno Regional General Hospital, Rembang.   Keywords: Dehydration, Duration of Transport to Hospital; Knowledge.   Pendahuluan: Kejadian Diare masih menjadi penyebab utama kematian global, terutama pada kelompok rentan seperti anak dan balita. Dampak dari kurang mengertinya orang tua terhadap penanganan awal diare di rumah, menyebabkan terjadi peningkatan derajat dehidrasi pada balita dari ringan ke sedang dan dari sedang ke berat yang seharusnya bisa dicegah peningkatannya bila dilakukan penanganan awal di rumah. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang derajat dehidrasi pada anak diare dengan durasi kecepatan dibawa ke Rumah Sakit di Ruang PICU RSUD dr. R Soetrasno Rembang. Metode: Penelitian analitik korelasi dengan desain “crosssectional”. Jumlah sample sebanyak 36 menggunakan metode purposive sampling. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini orang tua yang mempunyai anak diare di Ruang PICU RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, bisa baca tulis dan bersedia menjadi responden dalam penelitian. Instrument pengetahuan menggunakan kuesioner sebanyak 10 pertanyaan dan durasi kecepatan menggunakan lembar observasi sebanyak 1 pertanyaan. Data dianalisis dengan analisa bivariat dengan rank spearman. Hasil: Hasil penelitian diperoleh paling banyak pengetahuan baik sebanyak 18 responden (50.0%) dan paling sedikit pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (13.9%). Hasil penelitian diperoleh durasi kecepatan anak dibawa ke Rumah Sakit sama banyak antara cepat dan tidak cepat sebanyak 18 responden (50.0%). Hasil uji analisis rank spearman didapatkan nilai r hitung 0.588 (cukup kuat) dan ρ value 0.000 kurang dari 0.05. Simpulan: Ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat pengetahuan orang tua tentang derajat dehidrasi pada anak diare dengan durasi kecepatan dibawa ke Rumah Sakit di Ruang PICU RSUD dr. R Soetrasno Rembang.   Kata Kunci: Dehidrasi, Durasi Kecepatan di Bawa ke Rumah sakit; Pengetahuan
EFEKTIVITAS STRATEGI KOPING EMOSIONAL : YOGA RESTORATIVE TERHADAP BURNOUT PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA ROBAYAN Salma Fatmala; Diana Tri Lestari; Muhammad Purnomo
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Nusantara Hasana Journal, August 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i3.2248

Abstract

Burnout among housewives has become an increasingly common problem due to continuous domestic workloads, multiple role demands, limited rest, inadequate social support, and insufficient attention to mental health. This condition is characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment. This study aimed to analyze the effectiveness of emotional coping strategies through restorative yoga in reducing burnout among housewives. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was employed. The study population consisted of 202 housewives in Robayan Village, with a sample of 64 participants selected using purposive sampling, including 32 participants in the intervention group and 32 participants in the control group. Burnout levels were measured before and after the intervention using the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire. Data were analyzed through instrument validity testing, univariate analysis, and bivariate analysis using the Dependent t-test and Independent t-test, as the data were normally distributed. The findings revealed that restorative yoga significantly reduced burnout levels among participants in the intervention group, whereas no significant changes were observed in the control group. Furthermore, there was a statistically significant difference in burnout levels between the intervention and control groups following the intervention. These findings indicate that restorative yoga is an effective emotional coping strategy for reducing burnout among housewives. This study provides scientific evidence supporting the development of non-pharmacological interventions to improve mental health and psychological well-being among housewives.
Co-Authors Achmad Ridwan Ajeng, Putri Allena Ade Aman, Syahrial Amelia Dwi Agustin Anggara Dwi Sulistiyanto Anis Lailatul Qudriyah Anjrah Harmoko Arif Rohman Hakim Arya Dwi Cahyono Ashri Maulida Rahmawati Biyanti Dwi Winarsih Dela Amanda Nisdayanti Dewi Hartinah Diah Fatmawati, Diah Diah Putri Nugraheni Edi Wibowo Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Efendi Efendi Eka Ifayatun Nafiah Eko Prasetyo Eko Retnowati Eko Retnowati, Eko Endang Setyowati Erni Suprapti Eva Mutiara Safitri Faizatul Aini Faridha Alfiatur Rohmaniah Fery Nanik Handayani Fitriana Kartikasari Fitriana, Ida Hasriyani Hasriyani, Hasriyani Ika Puji Eviyanti Indanah Istyanti, Gabriella Sekar Iswatun Qasanah Jeki Pornomo Jeki Purnomo Jihan Ambarwati Lintang Ayu Diana Linsqy Lismawati, Dini Marniati Kadir Mohamad Khafidh Rio Irwansyah Muhamad Jauhar Muhammad Jauhar Muhammad Jauhar, Muhammad Muhammad Purnomo Mukaromah, Isna Aulia Muslimah, Aulya Choirul Nadya Asyh Selvya Nana Umi Farida Nila Friscandani Ninda Titian Asta Gini Nisdayanti, Dela Amanda Noor Cholifah Noor Faidah Noor Hidayah Noor Luthfiana Nur Banati Ritriana Pramesti Dwi Agista Putri, Sheryl Nisrina Aulia Rabiatul Adawiyah Rahmasari, Lutfir Fitri Rahmawati, Ashri Mualida Rika Barotut Taqiyah Risnawati, Heni Rusnoto Rusnoto rusnoto rusnoto Salma Fatmala Sari, Sri Wulan Sholahudin, Mohammad Sinta Apriliani Sinta Novia Dewi Sri Hartini Sri Hindriyastuti Sri Karyati Sukamto Sukamto Sukamto Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih Sukma Wijayanti Sunarya, Dian Fitriani Surastuti, Putri Syahrial Aman Syahrial Aman Tri Suwarto Tukiyo Tuti Anggarawati Vera Fahreza Wahyu Yusianto Widiastari, Yunita Widya Cholid Wahyudin Widyastuti, Anik Wulandari, Fifi Faryanti Yanti, Vivin Amei Yayuk Mundriyastutik Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum Yunita Rusidah Yusuf Ilham Romadhoni