Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT PANTAI KABUPATEN DEMAK Bandi Sasmito
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9204

Abstract

Studi ini mengarah pada penelitian perubahan garis pantai tahun ke tahun di pantai Kabupaten Demak dengan keterkaitanya terhadap kenaikan muka air laut. Kenaikan muka laut dapat menyebabkan berkurangnya wilayah daratan seperti perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai perlu dipantau agar dapat mengetahui besar perubahan sehingga dapat mengantisipasi dampak yang disebabkan perubahan garis pantai. Data yang digunakan penelitian ini  adalah dari satelit altimetri untuk meneliti kenaikan muka air laut dan satelit Landsat multi temporal untuk meneliti erubahan garis pantai. Hasil pengolahan data diperoleh adalah terjadi adanya perubahan garis pantai di Kabupaten Demak berupa Abrasi  di satu wilayah dan Akresi di wilayah lain,  dan rata-rata kenaikan muka laut terjadi di Laut Jawa tetapi bukan sebagai penyebab utama dari terjadinya perubahan garis pantai.Kata kunci:  Garis pantai, , Kenaikan Muka Air Laut, Altimetri, Penginderaan Jauh 
KAJIAN JALUR PELABUHAN “MARINE SCIENCE TECHNO PARK UNDIP” TELUK AWUR JEPARA MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER (MBES) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Bandi Sasmito; Yudo Prasetyo; LM Sabri; Moehammad Awaluddin
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 1, No 02 (2018): Volume 01 Issue 02 Year 2018
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.174 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2018.3696

Abstract

Universitas Diponegoro mempunyai Science and Technological Parks (STP) yang dibangun di Teluk Awur, Jepara yang diberi nama Marine Science Techno Park (MSTP). Dalam lingkungan MSTP terdapat fasilitas dermaga yang kini tidak dipergunakan dan terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji jalur pelabuhan menuju dan keluar dermaga MSTP dengan data-data baru sehingga dermaga dapat dipergunakan. Metode yang digunakan adalah pengukuran kedalaman dengan peralatan Multibeam Echosounder (MBES). Sedangkan metode penentuan jalurnya menggunakan pemodelan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis. Hasil pengolahan yang diharapkan adalah model dasar perairan MSTP dan analisis penentuan jalur pelabuhan keluar masuk dermaga yang disajikan secara spasial (Peta Tematik). Hasil diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perancangan dan perencanaan revitalisasi MSTP dalam jangka panjang.Kata kunci :  Marine Science Techno Park, Multibeam Echosounder, Sistem Informasi Geografis             
KAJIAN EKSTRAKSI UNSUR DALAM IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN BERBASIS LAYER STACKING INDEKS CITRA (STUDI KASUS : KECAMATAN WEDARIJAKSA, KABUPATEN PATI) Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 1, No 01 (2018): Volume 01 Issue 01 Year 2018
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.661 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2018.2811

Abstract

Citra satelit terdiri dari nilai piksel yang merupakan rekaman dari pantulan gelombang elektromagnetik dari unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi. Dalam pengolahan citra satelit, gambaran umum dari kondisi-kondisi di permukaan bumi secara tematik dapat diperoleh dalam bentuk indeks citra yang umumnya memiliki rentang antara -1 hingga 1. Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi unsur dari citra satelit sentinel 2 dengan pendekatan klasifikasi tidak terbimbing. Jika pada umumnya klasifikasi tersebut dilakukan secara langsung dari kanal-kanal citra, maka dalam penelitian ini proses tersebut dilakukan pada hasil layer stacking citra indeks NDWI, CI, dan ARVI dari citra satelit sentinel 2. Penggabungan atau layer stacking pada indeks yang menghasilkan citra multi kanal menunjukkan peningkatan keseragaman pada bagian-bagian tertentu dari citra tersebut. Ditemukan bahwa populasi nilai korelasi spasial tinggi (>0.5) pada kombinasi antara NDWI dan CI adalah yang terbanyak dibandingkan kombinasi antara NDWI dan ARVI maupun antara CI dan ARVI. Hasil klasifikasi dari gabungan indeks secara umum lebih merata dimana kelima kelas memiliki populasi sedangkan pada klasifikasi citra visibel, dari lima kelas yang menjadi pengaturan awal proses pengelompokan, pada area studi hanya terbentuk tiga kelas sebagai keluarannya.
PEMBUATAN WEB-BLOG MULTI INFORMASI KEGIATAN WARGA RW013 KELURAHAN METESEH Bandi Sasmito; Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membantu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah. Rukun Warga (RW) mempunyai tugas antara lain menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat serta memfasilitasi pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan dan kegiatan warga lainnya di lingkungan RW yang berbentuk swadaya dan/atau gotong royong dengan melibatkan seluruh warga mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan. Pembuatan Web-Blog RW, disamping membahas berbagai hal tentang profil RW013 secara umum  guna memenuhi tuntutan dan pelayanan akan informasi, juga dibuat untuk kelancaran arus informasi dari tingkat RW ke RT dan ke seluruh warga. Diharapkan dengan adanya blog ini, upaya pengelolaan lingkungan Warga di RW013 yang tentram, tertib dan aman, dapat terwujud. Luaran kegiatan ini berupa desain Web-blog yang nantinya dapat diisi Sistem informasi baik informasi kepemerintahan maupun dokumentasi kegiatan RW013 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan sebuah Web-Blog dengan alamat https://rw13meteseh.home.blog/ Kata kunci : Web-Blog, Sistem Informasi, Rukun Warga
PEMODELAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN BERBASIS PENGINDERAAN JAUH (Studi Kasus: Kota Semarang) Vira Febianti; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pembangunan di kota besar merupakan daya tarik bagi penduduk untuk melakukan urbanisasi, karena dapat meningkatkan perekonomian. Peningkatan angka urbanisasi mendorong kebutuhan lahan untuk aktivitas manusia mengalami peningkatan setiap tahun. Kondisi tersebut memerlukan adanya pemantauan dan prediksi perubahan tutupan lahan. Oleh karena itu, pemodelan mengenai perubahan tutupan lahan bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di Kota Semarang pada tahun 2016 sampai 2022, serta prediksinya pada tahun 2031. Penelitian ini memanfaatkan data citra Landsat 8. Prediksi tutupan lahan menggunakan data parameter ketinggian, jarak dari jalan dan jarak dari sungai. Klasifikasi tutupan lahan yang terdiri dari badan air, lahan terbangun, vegetasi dan lahan kosong menggunakan metode Support Vector Machine. Pembentukan prediksi dilakukan menggunakan model Cellular Automata dan Artificial Neural Network. Hasil penelitian menunjukkan tutupan lahan di Kota Semarang pada tahun 2016 hingga 2022 didominasi oleh vegetasi. Klasifikasi tutupan lahan menghasilkan tingkat akurasi pada tahun 2016 sebesar 89,53%, tahun 2019 sebesar 91,86% dan tahun 2022 sebesar 90,6%. Akurasi hasil prediksi tutupan lahan tahun 2022 memiliki nilai kappa 80,8% dan % of Correctness sebesar 88,96%. Hasil prediksi tutupan lahan tahun 2031 memiliki luas tertinggi pada daerah vegetasi sebesar 185,33 km2. Hasil kesesuaian prediksi tutupan lahan tahun 2031 terhadap RDTRK Kota Semarang tahun 2011 – 2031 sebesar 266,124 atau 66,73%, sedangkan, sedangkan luas yang tidak sesuai sebesar 132,66 km2 atau 33,27%.
Aplikasi WebGIS Ancaman Bencana Banjir Di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak M. Alfarisi Handifa; Arief Laila Nugraha; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.36689

Abstract

Kecamatan Sayung merupakan daerah dengan tingkat ancaman bencana yang cukup tinggi terhadap bencana banjir khususnya banjir yang terjadi karena naiknya air laut (rob). Pada tahun 2021 menurut data BPBD di Kecamatan Sayung terdapat 17 kejadian bencana banjir dari 59 total kejadian bencana banjir di Kabupaten Demak sedangkan banjir rob juga sering melanda dengan total bangunan terdampak adalah 8983 bangunan. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak bencana adalah melalui penyajian informasi ancaman bencana sehingga dapat menunjukkan tingkat ancaman bencana pada suatu kawasan. Peta ancaman bencana banjir pada penelitian ini terdiri atas bencana banjir sungai dan banjir rob. Pengembangan aplikasi WebGIS dilakukan dengan memanfaatkan ArcGIS Experience untuk mengintegrasikan aplikasi ArcGIS Dashboard, ArcGIS WebApp Builder dan ArcGIS Survey123 ke dalam satu portal aplikasi. Aplikasi tersebut telah dilengkapi dengan fitur untuk menunjang penggunaan aplikasi sebagai sarana penyampaian informasi ancaman banjir secara informatif dan interaktif kepada pengguna. Aplikasi WebGIS memiliki keterbatasan yaitu tidak dapat diakses pada server lokal, membutuhkan sistem validasi untuk verifikasi informasi sehingga meminimalisir disinformasi, jenis informasi demografi terkait dampak bencana banjir terbatas dan peta ancaman yang disajikan masih bersifat statis. Uji kelayakan aplikasi terbagi atas dua bagian yaitu uji program dan uji usability. Pada uji usability yang telah dilakukan diperoleh hasil penilaian Sangat Baik dengan nilai 4,211 dari 5,00 sehingga menunjukkan aplikasi telah memenuhi aspek-aspek pengujian yaitu Learnability, Memorability, Efficiency, Error dan Satisfaction.
Estimasi Produktivitas Kopi Menggunakan Citra SPOT-7 Dengan Transformasi Indeks Vegetasi Devi Nilam Sari; Bandi Sasmito; Firman Hadi
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.36910

Abstract

Kopi adalah komoditas perdagangan yang paling berharga kedua di dunia sehingga dapat meningkatkan devisa negara. Berlandaskan data produksi kopi 2021 yang diterbitkan oleh BPS (Badan Pusat Statistika), Provinsi Jawa Timur mendapatkan urutan ke-16 di Indonesia dalam produksi kopi. Salah satu perkebunan kopi yang ada di Jawa Timur adalah Kebun Bangelan di Desa Bangelan, Kabupaten Malang. Perkebunan Bangelan adalah perkebunan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda. Perkebunan ini didirikan pada tahun 1901 sebagai kebun percobaan. Setiap tahun produktivitas dari Kebun Bangelan tidak menentu, oleh karena itu perlu adanya monitoring secara kontinu. Pada bidang pertanian, pengindraan jauh dapat dimanfaatkan untuk melakukan estimasi produktivitas dari tanaman kopi. Pengindraan jauh sendiri adalah akuisisi data suatu objek oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut. Salah satu keuntungan pengindraan jauh adalah citra dapat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terrestrial. Riset ini memakai data citra SPOT-7 dengan indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), MNDVI (Modified Normalized Difference Vegetation Index), dan GNDVI (Green Normalized Difference Vegetation Index). Klasifikasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu MESMA (Multiple Endmember Spectral Mixture Analysis) untuk mengatasi permasalahan piksel campuran. Tujuan dari riset ini untuk mengetahui akurasi klasifikasi tutupan lahan dengan MESMA dan mengetahui estimasi produktivitas kopi di Kebun Bangelan.Perhitungan estimasi produktivitas pada penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana, polinomial, dan linier berganda. Berdasar perhitungan regresi linier sederhana, model estimasi terbaik dihasilkan oleh NDVI yang memiliki standar deviasi sebesar 0,506 ton/Ha dengan produktivitas sebesar 34.396,309 kg/Ha. Berlandas perhitungan dengan regresi polinomial, model estimasi terbaik dihasilkan oleh NDVI dengan standar deviasi sebesar 0,464 ton/Ha dan produktivitas sebesar 34.397,779 kg/Ha. Pada perhitungan dengan regresi linier berganda, model estimasi terbaik dihasilkan oleh NDVI dengan standar deviasi sebesar 0,352 ton/Ha dan produktivitas sebesar 34.397,899 kg/Ha.
Landslide Disaster Hazard Analysis On Built-Up Areas In Banyubiru Sub-District Semarang Regency Using Geographic Information System Putri, Alifa Salsabilla; Awaluddin, Moehammad; Sasmito, Bandi
Jambura Geoscience Review Vol 6, No 1 (2024): Jambura Geoscience Review (JGEOSREV)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgeosrev.v6i1.22476

Abstract

Banyubiru Sub-District is the sub-district that experienced the most landslides in Semarang Regency. The condition of steep slopes in several areas in this sub-district is quite dangerous to be used as a residential, industrial and commercial area because of the high probability of disasters, especially landslides. This research focuses on identifying landslide hazard areas, especially on built-up areas in Banyubiru Sub-District, Semarang Regency. The production of landslide hazard map refers to Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2007. The method used to identify landslide hazard areas is scoring and weighting using several parameters, namely slope, land cover, rock type, rainfall and soil type. Based on the processing, it can be known that mapping using the average monthly rainfall parameter for three months is more accurate than using annual rainfall. Landslide hazard on built-up areas in Banyubiru Sub-district is divided into three levels with the dominance of medium landslide hazard level covering 69% or approximately 275.70 Ha. The validation results show that out of 55 landslide events in Banyubiru Sub-district, 17 events occurred on built-up areas with medium to high hazard levels.
Analisis Pengukuran Kecepatan Aliran Permukaan Sungai Dengan Metode “Large Scale Particle Image Velocimetry” Menggunakan Fotogrametri Terestris, Studi Kasus : Sungai Mungkung, Kabupaten Sragen Sheehan Maladzi, Havi; Bashit, Nurhadi; Sasmito, Bandi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.1.83-92

Abstract

Purpose – The infeasibility and impracticality of using intrusive measurement equipment to collect information on flow velocities in complex environments created a compelling need for alternative, nonintrusive velocimetry approaches. Several studies have already demonstrated that drone-borne imaging techniques allow for quick, safe and comprehensive quantification of surface flow velocities. Despite the efforts of the existing studies, there is still limited experience in using such techniques. Within this context, this research aimed to assess the feasibility of using drone-borne imaging techniques and large-scale particle image velocimetry (LSPIV) to infer surface flow velocities within large-scale fluvial applications. This research also aimed to provide a process-based explanation as to why or how certain methods are effective or ineffective when applying LSPIV. A fundamental requirement in LSPIV is that the surface of the flow must be seeded with tracers. This research investigated whether it is feasible to apply LSPIV in flows seeded by naturally occurring features, such as foam and air bubbles generated by turbulent activities in the flow. Methods and materials – A detailed workflow was developed to guide the LSPIV analyses performed in this study. The LSPIV workflow can be characterised by four main stages, including (1) data acquisition and preparatory work; (2) image pre-processing; (3) image evaluation; and (4) post-processing. The first stage involved the collection of video recordings of the flowing water near hydraulic structures at two study areas in the Netherlands, namely the Dinkel River at Lattrop-Breklenkamp and Meuse River at Sambeek. These recordings were collected by both a drone and terrestrial camera system. In the second stage, images obtained from the field campaign were processed through the application of image stabilisation and orthorectification to reduce the effects of image distortions, deformations and instabilities; the imagery was also enhanced with various filters to improve the detectability and traceability of features on the water surface. Subsequently, the LSPIV algorithm was applied to the pre-processed imagery to obtain a vector field representing the surface water flow velocities at both study areas. The LSPIV algorithm essentially attempts to estimate the displacement of distinct features on the water surface through the application of a statistical pattern matching technique; more specifically, the cross-correlation function is computed to achieve this. The algorithm then relates therecorded displacements to the velocity field of the observed flow. In the final stage, spurious vectors in the vector field were corrected, and an accuracy assessment was performed using reference velocity measurements obtained from the so-called float method. This research further explored the influence of various experimental configurations and image processing parameters on the LSPIV outputs through an extensive sensitivity analysis. Finally, this study performed a comparative analysis of drone-based LSPIV with conventional, fixed camera LSPIV implementations. Results and discussion – Naturally occurring features on the water surface were found to be omnipresent in the Dinkel River study area at the time of the field campaign; the seeding density was estimated to be around 10%, and overall adequate seeding homogeneity was observed. The LSPIV derived surface water flow velocities for the Dinkel River case were in relatively good agreement with the reference velocity measurements, with mean absolute velocity deviations in the order of 10-2 m/s and normalised root mean squared values ranging between 5% and 9%. The velocity fields could accurately describe the bulk flow behaviour and capture horizontal flow structures at different spatial scales. The LSPIV analysis in the case of the Meuse River study area yielded comparatively worse agreement with the reference measurements; the accuracy assessment revealed mean absolute deviations from the reference values in the order of 10-1 m/s and a normalised root mean squared error value around 35%; the poor performance was attributed to the low seeding densities (±5%) and strong seeding inhomogeneity. The sensitivity analysis highlighted the importance of specifying the appropriate sampling frequency at which the images are collected. In low flow conditions, it was required to resample the data to lower sampling frequencies (2-5 Hz) to achieve adequate LSPIV performance. Other key parameters in LSPIV implementations are the image sequence duration, interrogation area size and image resolution. The appropriate image sequence duration is highly case-specific and should be selected with extreme care prior to the LSPIV analysis; durations of only several seconds may not be sufficient to obtain satisfactory results. The interrogation area size and image resolution are particularly important for flows that contain relatively large surface features. Based on experimental observations, the inclination of the camera axis with respect to the water surface must be kept as small as possible to minimise error associated with perspective distortions. Furthermore, the comparative analysis of drone-based LSPIV with fixed camera LSPIV implementations strongly favoured the use of drones in large-scale fluvial applications; the significant inclination of the camera axis and improper positioning of the stationary camera setup resulted in significant measurement error. Above all, low seeding densities (<10%) and seeding inhomogeneity were found to be detrimental for the measurement accuracy. Inthe case of tracer scarcity and seeding inhomogeneity, it is recommended that the LSPIV analysis is performed on the video portions that exhibit the best seeding conditions instead of the full video. Conclusion – Based on the findings of this research, it can be argued that drone-based LSPIV offers a promising method for capturing the spatial and temporal structure of fluid motions without the need for artificial flow seeding. However, one must realise that the successful application of LSPIV requires a thorough understanding of its underlying principles and the parameters associated with data collection and image processing. Under the right conditions and by carefully selecting the appropriate experimental configurations and input parameters, accurate surface water flow velocity estimations may be obtained. Future research should focus attention on further establishing the validity of drone-based LSPIV; this can done by rigorously testing drone-based LSPIV implementations in different environments at different spatial scales under varying seeding and flow conditions.
Analisis Kelurusan Di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong Menggunakan Metode Manual Dan Otomatis Asih, Nevi Tri Lestiyo; Sasmito, Bandi; Sabri, L.M.; Ansori, Chusni
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38590

Abstract

Geopark Karangsambung-Karangbolong merupakan Kawasan yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) atas usulan Pemerintah Daerah Kebumen setelah mendapat rekomendasi dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KNGI). Geopark Karangsambung-Karangbolong terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dengan luas 543,599 km2. Kawasan ini memiliki bentang alam struktural di utara dalam bentuk lipatan, patahan, kekar, dan kombinasi struktur dengan proses denudasi. Serta bentang alam karst berada di wilayah selatan yaitu Gombong. Struktur geologi dan kenampakan morfologi yang beragam di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong memungkinkan untuk dilakukan identifikasi kelurusan. Ekstraksi kelurusan dapat dilakukan dengan menggunakan data penginderaan jauh dengan menggabungkan metode manual dan otomatis. Metode manual menggunakan data DEMNAS yang dilakukan hillshade sedangkan metode otomatis menggunakan data Citra Sentinel-1 yang dilakukan sobel directional filtering dan pengolahan dengan modul LINE. Kelurusan di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong yang didapat dengan mengkombinasikan metode ekstraksi manual dan otomatis menghasilkan jumlah kelurusan akhir 4.129. Kelurusan yang terekstraksi memilik arah barat laut – tenggara (NW – SE) dan arah timur laut – barat daya (NE – SW). Kelurusan di dominasi pada topografi kelerengan curam dan sangat curam. Perhitungan Total Accuracy (TA) didapat sebesar 23,547%. Kombinasi estraksi kelurusan secara manual dan otomatis dapat menghasilkan kelurusan yang saling melengkapi yang dapat digunakan untuk identifikasi struktur geologi. Dimana struktur patahan yang dapat diidentifikasi sejumlah 124, struktur lipatan sejumlah 5, dan struktur retakan sejumlah 4.001 yang tersebar di Kawasan tersebut.
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adiasti Rizqi Hardini Adib Fahrul Arifin Ahmad Faishal Matazah Putra Ahmad Hidayat Ahmad Iqbal Maulana Lubis Akbar Kurniawan Alan Aji Bintang Alfian Putra Setiadarma Almira Delarizka Alvatara Partogi Hutagalung Amirul Hajri An Nisa Tri Rahmawati Andi Trimulyono Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anggi Karismawati Anggoro Wahyu Utomo Angkoso Dewantoro Arfina Kusuma Putra Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Ariella Arima Aniendra Armenda Bagas Ramadhony Arnita Ikke Sari Arwan Putra Wijaya Arwan Putra Wijaya Asih, Nevi Tri Lestiyo Aulia Budi Andari Aulia Hafizh Aulia, Fatah Avini Sekha Rasina Ayu Hapsari Aditiyanti Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bashit, Nurhadi Bekti Noviana Bella Riskyta Arinda Bram Ferdinand Saragih Chusni Ansori Damara Santi, Anggit Lejar David Jefferson Baris Denni Apriliyanto Desvandri Gunawan Devi Irsanti Devi Nilam Sari Deviana Putri Sunarernanda Dian Ika Aryani DIKA NUZUL RACHMAWATI Dimas Bagus Dita Ariani DITHO TANJUNG PRAKOSO Dwi Nugroho Eko Andik Saputro Eko Didik Purwanto, Eko Didik Elsa Regina Rizkitasari Esa Agustin Alawiyah Ety Parwati Fadhlan Hamdi Fajar Dwi Hastono Farrah - Istiqomah, Farrah - Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Firman Hadi Firman Hadi Firman Hadi Fitra S Pandia Frandi Barata Simamora Fuad Hari Aditya Gabriel Yedaya Immanuel Ryadi Galih Pratiwi Galuh Fitriarestu Santoso Ghazian Hazazi Gilang Yudistira Hilman Gunita Mustika Hati Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hani&#039;ah . Hani&#039;ah Hani&#039;ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Harmeydi Akbar Hartomo Haryo Kuncoro Haryo Daruwedho Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hayu Rianasari Hestiningsih Hestiningsih Indah Prasasti Indriyanto, Ignatius Wahyu Innong Pratikina Akbaruddin Jaka Gumelar Jerson Otniel Purba Jhonson Paruntungan Matondang Johan Irawan Kalinda, Icha Oktaviana Putri Khofifatul Azizah Kurniantoro, Ridhwan L. M. Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany LM. Sabri M. Alfarisi Handifa M. Andu Agjy Putra M. Yogi Riyantama Isjoni Mahardika, Anggita Citra Mamei Saumidin Meiska Firstiara Maudi Miftakhul ‘Ulya Rimadhani Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohamad Jorgie Prasetyo Monica Apriliana Pertiwi Monika Maharani, Shang Bhetari Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhamad Dicky H. Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Al Kautsar Muhammad Dimas Aji N. Muhammad Fadhli Auliarahman Muhammad Helmi Muhammad Hudayawan Nur L Muhammad Ilman Fanani Muhammad Luthfi Muhammad Nur Khafidlin Mulawarman, Reza Al Arif Muna, Nailatul Mustopa, Salsabila Mutiah Nurul Handayani Nainggolan, Yohana Christie Nanang Noviantoro Prasetyo Nandia Meitayusni Nabila Nasrul Arfianto Nevy Dyah Rustikasari Nila Hapsari Nawangwulan Nilasari, Monica NIRTANTO, ILHAAM CAHYA Niswatul Adibah NOFIANA DIAN RAHAYU Noviar Afrizal Wahyuananto Nur Itsnaini Nurfajrin Dhuha Andani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurul Huda Patriot Ginanjar Satriya Pinastika Nurandani Pitto Yuniar Maharsayanto Pratama Irfan Hidayat Prathanazal, Naufal Maziakiko Prya Adhi Surya Nugraha Putra, Muhammad Adisyah Putri Auliya Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Putri, Alifa Salsabilla Raditya Wahyu Utomo Ratih Kumala Dewi Restu Maheswara Ayyar Lamarolla Rina Emelyana Risa Bruri Utami Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Sabri, L M Sabri, L.M. Sabri, LM Samuel Samuel Sari, Devi Nilam Sawitri Subiyanto Sawitri Suprayogi Selli Angelita Sitepu Seprila Putri Darlina Setiaji Nanang Handriyanto Sheehan Maladzi, Havi Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Sinabutar, Julio Jeremia Sindi Rahma Erwanti Sitepu, Selli Angelita Siti Rahayuningsih Sri Purwatik Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syafiri Krisna Murti Syarif Budhiman Theresia Niken Kurnianingsih Tika Murni Asih Tistariawan, Adji Chandra Titis Ismayanti Vauzul Rahmat Victor Andreas Tarigan Vira Febianti Wahyu Eko Saputro Wahyu Setianingsih Wenang Triwibowo, Wenang Widodo, Kukuh Suryo Wili Setiadi Wilma Amiruddin Wiryawan, Ainun Pujo Wisnu Wahyu Wijonarko Yenny Paras Dasuka Yoga Triardhana Yosevel Lyhardo Sidabutar Yudo Prasetyo Yugi Limantara