Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KUALITAS DEM DENGAN MEMBANDINGKAN METODE ORTHOREKTIFIKASI MEMAKAI CITRA RESOLUSI TINGGI (Studi Kasus: Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah) Pratama Irfan Hidayat; Sawitri Subiyanto; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.151 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Citra satelit saat ini dipakai untuk keperluan peta skala besar. Untuk membuat peta dengan data citra satelit membutuhkan data tambahan yaitu data Digital Elevation Model (DEM) dan data Ground Control Point (GCP). Penggunaan data DEM digunakan untuk menghilangkan efek relief displacement pada area yang memiliki elevasi tinggi. Namun, penggunaan data DEM yang berbeda akan menentukan hasil otho image. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kualitas DEM terhadap ketelitian horizontal (koordinat X dan Y) hasil ortho image dengan membandingkan 2 model matematis orthorektifikasi dan 2 data DEM yang berbeda karakteristiknya.                Data DEM yang digunakan ada dua yakni DEM TerraSAR-X dan DEM SRTM 30m. Penggunaan DEM dengan resolusi tinggi diharapkan mampu memperbaiki kualitas ortho image. Data GCP pada satu scene photo ada tujuh titik ditambah dengan 10 check point (ICP).  Pada penelitian ini model matematis orthorektifikasi yang dipakai yakni model Toutin dan Model RPC (Rational Polynomial Coeficient). Pemilihan model ini dilakukan karena masing-masing model dapat dimasukan informasi DEM dan GCP. Untuk menganalisis pengaruh DEM menggunakan informasi data check point.                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Toutin dengan DEM SRTM dan jumlah ICP sebanyak 10 titik memiliki RMSE yang lebih kecil dengan selesih 0,01 meter dibandingkan dengan DEM TerraSAR-X. Untuk model RPC nilai RMSE terkecil menggunakan DEM TerraSAR-X dengan nilai selisih 0,028 meter. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan DEM untuk menghilangkan pergeseran relief kurang berpengaruh pada ketelitian citra tegak. Hasil ortho image pada masing-masing model memiliki akurasi kurang sari 2,5 meter.Kata Kunci    : Orthorektifikasi, TerraSAR-X, SRTM, WorldView2A, RMSE, Standard Deviasi. ABSTRACT Satellite image of the currently used for large scale map.. To create a map with satellite imagery should be to data requires like data Digital Elevation Model (DEM)  and Ground Control Point (GCP) data. The use of DEM made for eliminate the effects of relief displacement in areas that have a high elevation. However, the use of different DEM data will determine the outcome otho image. This study aimed to evaluate the influence of the quality of the DEM against the accuracy of horizontal (X and Y coordinates) ortho image by comparing the results of two mathematical models orthorectification and 2 different DEM data characteristics.DEM data are used that have two TerraSAR-X DEM and DEM SRTM 30m. The use of high-resolution DEM expected to improve the quality of ortho image. Data GCP at the scene of photo seven points plus 10 check point (ICP). In this study used a mathematical model that models orthorectification Toutin and Model RPC (Rational Polynomial coeficient). Model selection is performed for each model can be included information DEM and GCP. To analyze the effect of using the DEM data information check point. The results showed that the use of models Toutin with SRTM DEM have a smaller RMSE different DEM 0.01 meters compared with TerraSAR-X. And the other model RPC smallest RMSE values using TerraSAR-X DEM with the differences 0,028 meters then use SRTM. This shows that the use DEM to eliminate the shift relief less influence on the accuracy of the image upright. Results ortho image on each model has an accuracy of less than 2.5 meter. Key words      : Orthorektifikasi, TerraSAR-X, WorldView2A, RMSE, Standard Deviation.  *) Penulis Penanggung Jawab
PENGARUH FENOMENA EL NINO DAN LA NINA PADA PERSEBARAN CURAH HUJAN DAN TINGKAT KEKERINGAN LAHAN DI PULAU BALI Gabriel Yedaya Immanuel Ryadi; Abdi Sukmono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.571 KB)

Abstract

Variabilitas persebaran curah hujan dan suhu permukaan laut secara spasiotemporal merupakan salah satu dampak dari El Nino dan La Nina selain kekeringan lahan. Dalam dunia pertanian diperlukan strategi untuk menghadapi dampak dari El Nino dan La Nina. Salah satu strategi yang dikembangkan adalah pembuatan pola tanam. Pada penelitian ini menganalisis pengaruh dari El Nino dan La Nina terhadap tingkat kekeringan lahan, persebaran curah hujan dan suhu permukaan laut. Metode pengolahan yang digunakan adalah komposit data citra harian untuk data suhu permukaan laut dan curah hujan, sedangkan untuk pengamatan kekeringan lahan menggunakan metode NDDI (Normalized Difference Drought Index) dan VHI. Analisis pengaruh fenomena El Nino dan La Nina menggunakan analisis statistik regresi linier. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengaruh El Nino dan La Nina terhadap persebaran curah hujan dan suhu permukaan laut memiliki hubungan searah yaitu jika suhu permukaan laut tinggi maka curah hujan juga tinggi. Selain itu, pada penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari perubahan indeks ONI sebagai indikator El Nino dan La Nina terhadap perubahan luas kekeringan lahan dengan besar pengaruh sebesar 86%. Kata Kunci: ENSO, Kekeringan lahan, Pengindraan jauh  ABSTRACT Variability in spatial distribution of rainfall and sea surface temperature is one of the effects of El Nino and La Nina besides land drought. In agriculture world, a great strategy is needed to deal with the impact of the El Nino and La Nina. One strategy developed was the making of cropping patterns. In this research analyze the influence of El Nino and La Nina on land drought, the distribution of rainfall and sea surface temperature. The processing method used is composite daily image data for sea surface temperature and rainfall data, then for drought observation using NDDI (Normalized Difference Drought Index) and VHI (Vegetation Health Index) methods. For influence analyze of El Nino and La Nina phenomenon using linier regression analyze. The results of this study indicate the effect of El Nino and La Nina on the distribution of rainfall and sea surface temperature has a direct relationship if the sea surface temperature is high then rainfall is also high. In addition, in this study concluded that there is an effect from changes of the ONI index as an El Nino and La Nina indicator for changes in the area of dry land with a value of influence is 86%.
IDENTIFIKASI FREE SPAN PADA JALUR PIPA LEPAS PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN SIDE SCAN SONAR Ahmad Faishal Matazah Putra; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.572 KB)

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan  kegiatan  pengeboran  dan  pengolahan pada industri minyak dan  gas  perlu dilakukanpemeriksaan terhadap setiap komponen yang menunjang untuk menjalankan seluruh kegiatan dari hulu hingga hilir. Salah satu komponen yang penting untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan adalah pipa. Pipa berfungsi sebagai sarana pengaliran atau media transportasi minyak atau gas bumi. Dalam pemasangan pipa bawah laut terdapat tahapan-tahapan yang umumnya dilakukan saat pemasangan pipa. Pada pemeriksaan pipa bawah laut, hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah meninjau aspek lingkungan dan struktur pada pipa agar tidak terjadi gangguan pada pipa. Permasalahan yang dapat terjadi pada pipa adalah free span. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data multibeam echosounder (MBES) dan side scan sonar (SSS). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data multibeam echosounder, sound velocity profiler, pasang surut, dan side scan sonar. Identifikasi free span dilakukan secara visual berdasarkan interpretasi pada bayangan yang terbentuk pada jalur pipa tersebut. Pada area penelitian memiliki kondisi topografi yang beragam. Hal ini dapat menyebabkan free span pada jalur pipa. Hasilnya terdapat 24,15% dari total panjang keseluruhan pipa diidentifikasi sejumlah 60 titik free span sepanjang 1376,7 m dari total panjang pipa sebesar 5,7 km. Panjang maksimal di lokasi penelitian sebesar 59,0 meter dengan tinggi pada titik free span tersebut sebesar 0,5 meter. Tinggi maksimal free span pada lokasi penelitian sebesar 1,6 meter dengan panjang pada titik free span tersebut sebesar 25,8 meter. Indikasi free span dari hasil pengolahan data MBES dan SSS dapat membantu identifikasi hazard yaitu berupa tinggi, panjang dan koordinat free span pada pipa di lokasi penelitian.
APLIKASI PGROUTING UNTUK PENENTUAN JALUR OPTIMUM AMBULAN DALAM PROSES MOBILISASI KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS MENUJU UNIT GAWAT DARURAT BERBASIS DESKTOP (Studi kasus : Kota Semarang) Ratih Kumala Dewi; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.995 KB)

Abstract

ABSTRAKKecelakaan lalu lintas merupakan salah satu kejadian gawat darurat yang memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin agar nyawa korban bisa tertolong dengan pertolongan Ambulan dalam pencarian rute optimum menuju ke Unit Gawat Darurat (UGD). Pgrouting merupakan fungsi routing yang terdapat pada postgreSQL yang dapat membantu dalam pencarian rute optimum. Untuk mendapatkan rute optimum dari lokasi kecelakaan menuju UGD dilakukan pemetaan lokasi sebaran lokasi kecelakan dengan menggunakan GPS navigasi dan didukung dengan data atribut lokasi kecelakaan seperti lokasi, fungsi jalan, alamat, dan lain-lain. Selanjutnya pembuatan basis data dari data spasial dan data atribut menggunakan software PostgreSQL versi 9.4.0 dan PostGIS versi 2.1 dengan fitur PgRouting dan disajikan dalam bentuk sebuah aplikasi menggunakan Microsoft Visual Studio. Dari beberapa metode tersebut diperoleh informasi mengenai jalur optimum Ambulan menuju UGD.Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi SIG berbasis desktop yang memberikan kemudahan bagi instansi terkait yang mengatur proses mobilisasi Ambulan untuk mengetahui rute optimum yang disertai dengan rute yang dilewati, jarak, dan waktu tempuh dan dapat digunakan oleh pengguna untuk memperbarui data dan informasi secara lengkap.Kata Kunci : Ambulan, Aplikasi SIG, Rute Optimum, dan Sistem Informasi Geografis (SIG)   ABSTRACKTraffic accident is an incident that requires emergency medical services in order to save the victim. Pgrouting is one the best application to find the shortest route from the incident location to the nearest hospital. Therefore, the victim could be treated in quick. Pgroutingis a function contained in PostgreSQL that can help to search for the optimum route.First data from GPS Navigation, supported with attribute data such as incident location, road function, address are processed with PostgreSQL 4.4 version and PostGIS 2.1 version software to get the basic data Microsoft visual studio is applied to process basic data into an optimum route application.The result from this study is a desktop based GIS application. This application could ease to regulate the ambulance is mobilization process by giving the optimum route. The optimum route consist of route, distance and time frame. Keywords : Ambulance, Geographic Information System, GIS Application, and Optimum Route,  *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS GEOMETRI JARING PADA PENGUKURAN GPS UNTUK PENGADAAN TITIK KONTROL ORDE-2 Fuad Hari Aditya; Bambang Darmo Yuwono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.131 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengenai pengaruh geometri jaring dalam pengukuran GPS untuk pengadaan titik kontrol orde-2. Titik-titik lokasi pengamatan tersebar di berbagai lokasi di Kota Semarang.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengamatan menggunakan GPS dual-frekuansi pada 7 titik kontrol. Pengolahan data menggunakan Software Geogenius dan Adjust serta GAMIT sebagai pembanding koordinat titik pengamatan . Faktor geometri jaringan ditentukan oleh beberapa parameter, yaitu konfigurasi jaringan-jaringan, jumlah baseline dalam satu loop, konektivitas titik (jumlah baseline yang terikat satu titik).Dari hasil uji ketelitian desain 1 dan 4 didapatkan perbandingan ketelitian parameter posisi horizontal sebesar Fx = 0.01142<1.3469<3.49, Fy = 0.11442<2.6037<3.49 dan keduanya masuk selang kepercayaan 95% sehingga tidak memiliki perbedaan ketelitian. Pada uji ketelitian desain 1 dan 7 didapatkan perbandingan ketelitian posisi horizontal sebesar Fx = 0.01157<0.5238<3.01, Fy = 0.11574<1.4599<3.01 dan keduanya masuk selang kepercayaan 95% sehingga tidak memiliki perbedaan ketelitian. Akan tetapi pada uji ketelitian desain 4 dan 7 didapatkan  perbandingan ketelitian posisi horizontal sebesar Fx = 0.39841<0.3889<2.15, Fy = 0.5607>0.139841<2.15 dan keduanya tidak masuk selang kepercayaan  95% sehingga memiliki perbedaan ketelitian. Dan untuk uji statistik parameter  posisi vertikal desain 1, 4 dan 7 didapatkan nilai sebesar 0.01142<1.1540<3.49, 0.01142<1.1540<3.49 dan 0.01142<0.4686<3.49 sehingga ketiganya masuk dalam selang kepercayaan 95% dan tidak memiliki perbedaan ketelitian posisi vertikal.Kata Kunci :  GPS, Desain Konfigurasi Jaringan, Uji Ketelitian  ABSTRACT This research related the influence of geometry of GPS measurements in the networks for theprocurement of control points of orde-2. Location of observation points are spread out in various locations in Semarang. The research method was used  with observations using dual-frequency GPS at 7 control points. Data processing using Software Geogenius and Adjust and as a comparison coordinates of the observation point it using GAMIT. Network geometry faktor was determined by several parametersnamely the configuration of networks, number of baseline within one loop, connectivity point (total amount of baseline that tied one point). The analysis was carried out based on a test of accuracy based on the design of the network. From the results of the test of precision design 1 and 4 was obtained by a comparison parameters of the horizontal position accuracy around Fx = 0.01142 < 1.3469 < 3.49, Fy = 0.11442 < 2.6037 < 3.49 and both enter 95% confidence interval so that it didn’t have the difference in accuracy. On the design of precision test 1 and 7 was obtained by comparison parameters of the horizontal position accuracy Fx = 0.5238 < 0.01157 < 3.01, Fy = 1.4599 < 0.11574 < 3.01 and both are accepted 95% confidence interval so that it didn’t have the difference in accuracy. But in a test of precision design 3 and 7 was obtained by a comparison parameters of the horizontal position accuracy Fx = 0.39841 < 0.3889 < 2.15, FY = 0.139841 > 0.5607 < 2.15 and both didn’t accepted to 95% confidence interval so that differences in accuracy. For the statistical test parameters of design vertical position 1, 4 and 7 obtained the value of 0.01142 < 0.01142 3.49, 1.1540 << 1.1540 < 0.01142 < 0.4686 and 3.49 < 3.49 therefore all of geometry designs were accepted in the 95% confidence interval and didn’t have the difference in accuracy of position vertical.Keyword: GPS, Network Configuration Designs, Test Accuracy  *) Penulis, Panaggung Jawab
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH UNTUK MENENTUKAN NILAI INDIKASI RATA-RATA (NIR) HARGA PASAR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG (Studi Kasus :Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang) Wahyu Eko Saputro; Sawitri Subiyanto; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.984 KB)

Abstract

ABSTRAKZona Nilai Tanah (ZNT) merupakan kumpulan area yang terdiri dari beberapa bidang tanah dengan nilai tanah yang relatif sama dan batasannya bersifat imajiner atau nyata sesuai penggunaan tanahnya. Setiap area ZNT mempunyai nilai yang berbeda berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Mengingat ZNT berbasis nilai pasar, ZNT dapat dimanfaatkan untuk penentuan tarif dalam pelayanan pertanahan, referensi masyarakat dalam transaksi, penentuan ganti rugi, inventarisasi nilai aset publik maupun aset masyarakat, memonitor nilai tanah dan pasar tanah, dan referensi penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), agar lebih adil dan transparan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2011 tentang PBB, NJOP merupakan acuan penarikan PBB yang merupakan salah satu pendapatan daerah yang sangat penting untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perlu diwujudkan informasi nilai tanah untuk mewujudkan fungsi tanah. Salah satu perwujudannya adalah Peta ZNT.Dalam penelitian ini dibentuk peta ZNT dibentuk berdasarkan nilai tanah dengan penilaian masal (tidak memperhatikan properti dan karakteristik khusus dari objek pajak tersebut) dan menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative), dimana objek pajak yang akan dinilai dibandingkan dengan objek pajak lain sejenis yang sudah  diketahui nilai jualnya. Hasil penelitian ini berupa Peta ZNT yang terdiri dari 68 zona dari data NJOP dan data Survei Transaksi Harga Tanah. Perubahan selisih harga tanah transaksi dengan NJOP terendah sebesar 49,45% sedangkan untuk harga tertinggi adalah 768,13 %.Kata Kunci :Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Zona Nilai  Tanah (ZNT). ABSTRACTZona Nilai Tanah (ZNT) are areas which show the relatively similar value of the terrain and the boundaries of land use are imaginary or real appropriate. Each area of ZNThave a different values based on a comparative analysis of market prices and costs. Considering ZNT based on market value, ZNT can be used for the determination of tariffs in land services, the public reference to the transaction, the determination of compensation, the inventory value of public assets and the assets of the community, monitoring the value and market of land, and the determination reference of Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) for PBB (Building and Land Tax), to make it more fair and transparent.Based on Semarang Regional Regulation Number 13 of 2011 on PBB, NJOP is the basis for the determination reference of PBB, which is one of the local revenue that is essential to improve service to the public. Therefore, it is necessary to realize the information value of the land for the functions realization of the land. One if it is map of ZNT.In this study, ZNT maps formed based on the value of the land with the assessment of the masses (not paying attention to property and the specific characteristics of the tax object) and use a comparison of sales (sales comparative), where the object of the tax is to be assessed in comparison with the object value of another tax type is already known.The results of this study is ZNT map that consits of 68 zones of the NJOP data and the transaction survey data. The change difference of transaction land price and NJOP with the low price is 49,45% and the highest price is 768,13%. Keywords:Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Land and Building Tax (PBB), Zona Nilai  Tanah (ZNT).*) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS SEA LEVEL RISE DI LAUT UTARA JAWA TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI WILAYAH DEMAK PADA TAHUN 2006-2016 Wahyu Setianingsih; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.348 KB)

Abstract

ABSTRAKPemanasan global menyebabkan es di kutub utara meleleh sehingga memberikan dampak naiknya permukaan air laut di seluruh dunia. Kenaikan muka laut memberikan dampak pada pesisir laut seperti abrasi pantai, munculnya genangan pada wilayah pesisir, serta tenggelamnya pulau-pulau kecil. Kenaikan muka laut dapat menyebabkan berkurangnya wilayah daratan yang diindikasikan oleh perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai perlu dipantau agar dapat mengetahui besaran perubahan sehingga dapat mengantisipasi dampaknya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memantau perubahan garis pantai adalah menggunakan teknologi pengindraan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran kenaikan muka laut dan besaran perubahan garis pantai.Data yang digunakan adalah satelit altimetri Jason-1 dan Jason-2, satelit Landsat 7 ETM+ tahun 2006 dan 2011 serta Landsat 8 tahun 2016. Data satelit altimetri digunakan untuk menghitung nilai kenaikan muka laut di Laut Jawa. Pengolahan data Sea Level Anomaly (SLA) menggunakan interpolasi Inverse Distance Weighte (IDW). Kenaikan muka laut ditentukan dengan analisis trend linier. Pemisahan antara batas air dan darat menggunakan metode band ratio pada kanal hijau dan NIR. Perubahan garis pantai dihitung dengan menggunakan DSAS (Digital Shoreline Analysis System).Hasil pengolahan data diperoleh rata-rata kenaikan muka laut di Laut Jawa pada tahun 2006 sampai 2016 sebesar +6,80 mm/tahun. Kenaikan tertinggi berada pada perairan Jakarta sebesar +11,043 mm/tahun dan terendah berada pada perairan Surabaya dengan nilai kenaikan sebesar +3,85 mm/tahun. Kenaikan di perairan Semarang sebesar +5,52 mm/tahun yang digunakan sebagai validasi dengan data pasang surut Semarang. Rata-rata perubahan garis pantai di wilayah Demak sebesar -119,08 m. Abrasi paling besar terjadi di Kecamatan Sayung sebesar -691 m. Akresi terbesar terjadi di Kecamatan Wedung sebesar +512,48 m.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN SUHU DENGAN INDEKS KAWASAN TERBANGUN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (STUDI KASUS : KOTA SURAKARTA) Mutiah Nurul Handayani; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.385 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terus berkembang dalam hal pembangunan. Pembangunan tersebut dapat dilihat dengan adanya mall, apartemen dan pemukiman baru. Pembangunan dapat mengakibatkan perubahan kawasan terbangun sehingga terjadi perubahan suhu permukaan di Kota Surakarta. Perubahan suhu diperlukan untuk melihat seberapa besar pengaruh peningkatan kawasan terbangun dengan perubahan suhu tersebut. Pemantauan suhu permukaan dapat dideteksi dengan menggunakan citra satelit.Citra satelit dengan metode penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau dan mendeteksi perubahan kawasan terbangun yang sering terjadi di daerah perkotaan dan pinggiran kota sebagai konsekuensi dari gencarnya urbanisasi, serta hubungannya dengan penyebab terjadinya perubahan suhu permukaan. Kawasan terbangun dapat dipetakan melalui algoritma Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Perubahan suhu permukaan dapat diperoleh menggunakan algoritma Mono-window Brightness Temperature dengan menggunakan data citra Landsat. Perubahan kawasan terbangun dan suhu permukaan dilakukan korelasi dengan persamaan regresi linear sederhana untuk menghitung seberapa besar pengaruh perubahan yang terjadi di tiap tahun yang berbeda.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubugan antara perubahan kawasan terbangun dengan suhu permukaan di tiap tahun pengamatan. Uji matriks konfusi pada pengolahan NDBI menghasilkan nilai overall accuration sebesar 74% serta hasil persamaan regresi pada pengolahan LST dengan suhu lapangan menghasilkan nilai koefisen determinasi sebesar 45,11% dan 51%. Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh menyatakan bahwa terdapat hubungan antara NDBI dan LST ditiap tahunnya dengan nilai koefisian lebih dari 50%. Pada tahun 2008 menghasilkan persamaan y = 6,454x + 26,354 (55,680%). Pada tahun 2013 menghasilkan persamaan y = 13,578x + 38,795 (69,050%). Pada tahun 2015 menghasilkan persamaan y = 10,267x + 37,861 (65,140%), sedangkan ditahun 2017 menghasilkan persamaan y = 13,140x + 37,787 (57,990%).
Application of Generalized Additive Model for Identification of Potential Fishing Zones Using Aqua and Terra MODIS Imagery Data Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit; Bella Riskyta Arinda; Abdi Sukmono
Journal of Applied Geospatial Information Vol 6 No 1 (2022): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v6i1.3962

Abstract

Remote sensing applications can provide information on oceanographic conditions for identification of potential fishing zones by combining statistical approaches. Determination of fish catch zones needs to be studied on the relationship between oceanographic parameters and fish catches to improve the efficiency and effectiveness of fishing operations by fishermen. Based on this, identification of potential fishing zones needs to examine the relationship between fish catches and oceanographic parameters using the Generalized Additive Model (GAM) in the Java Sea. GAM analysis was carried out using fish catch data as response variables and oceanographic parameters such as sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a image processing results from MODIS, SSS from CMES, and Depth data as predictor variables. The selection of the best model is determined by the highest percentage of CDE and the lowest AIC. GAM modeling results show that 60.3% of fish catches in the Java Sea are influenced by oceanographic factors and 39.7% by other factors. The oceanographic parameter that has the most influence on fish catches is the concentration of chlorophyll-a. GAM modeling results show that fish in the Java Sea tend to be found in sea that have chlorophyll-a concentrations of 0.2 mg/m3 – 0.5 mg/m3, SST 280C – 310C, salinity 31.8 PSU – 33 PSU, and a depth of 20 m. – 50 meters. Potential fishing zones were identified based on the results of the GAM modeling analysis. Potential fishing zones in the Java Sea from March 2021 to June 2021 have varying spatial distributions. The results of the most fishing potential zones were found on June 3, 2021, which were distributed the most in the sea around Pulau Laut, in the southern part of the island of Borneo, and the north on the island of Madura.
KAJIAN DINAMIKA PASANG SURUT PANTAI SELATAN PULAU JAWA DENGAN DATA ALTIMETRI Bandi Sasmito
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.298 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.7751

Abstract

Samudra Hindia atau Samudra India adalah kumpulan air terbesar ketiga di dunia, meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi, pantai selatan Pulau Jawa termasuk didalamnya. Perairan ini tentunya sangat penting dan berpengaruh langsung maupun tidak lansung terhadap Pulau Jawa termasuk pasang surut airnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika pasang surut dari waktu ke waktu menggunakan multitemporal satelit Altimetri dengan data Sea Level Anomaly (SLA) dari Satelit Topex/Poseidon dan data Satelit Jason-1 tahun 2002-2011. Pembentukan komponen pasang surut dari SLA dibandingkan dengan Data pengamatan pasut langsung dengan sensor yang didapat dari IOC (Intergovernmental Oceanographic Commission). Lokasi pengamatan dipilih di perairan Cilacap, Sadeng, dan Prigi. Kajian dinamika dan perbandingan komponen ditampilkan dengan grafik-grafik. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perairan selatan Pulau Jawa tidak signifikan berubah ketinggianya dan tipe pasut dari ketiga lokasi pengamatan menunjukkan tipe yang sejenis, yaitu campuran condong harian ganda.Kata kunci:  Pasang Surut, Samudera Hindia, Satelit Altimetri, Sea Level Anomali (SLA), Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC)                                                                                                     
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adiasti Rizqi Hardini Adib Fahrul Arifin Ahmad Faishal Matazah Putra Ahmad Hidayat Ahmad Iqbal Maulana Lubis Akbar Kurniawan Alan Aji Bintang Alfian Putra Setiadarma Almira Delarizka Alvatara Partogi Hutagalung Amirul Hajri An Nisa Tri Rahmawati Andi Trimulyono Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anggi Karismawati Anggoro Wahyu Utomo Angkoso Dewantoro Arfina Kusuma Putra Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Ariella Arima Aniendra Armenda Bagas Ramadhony Arnita Ikke Sari Arwan Putra Wijaya Arwan Putra Wijaya Asih, Nevi Tri Lestiyo Aulia Budi Andari Aulia Hafizh Aulia, Fatah Avini Sekha Rasina Ayu Hapsari Aditiyanti Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bashit, Nurhadi Bekti Noviana Bella Riskyta Arinda Bram Ferdinand Saragih Chusni Ansori Damara Santi, Anggit Lejar David Jefferson Baris Denni Apriliyanto Desvandri Gunawan Devi Irsanti Devi Nilam Sari Deviana Putri Sunarernanda Dian Ika Aryani DIKA NUZUL RACHMAWATI Dimas Bagus Dita Ariani DITHO TANJUNG PRAKOSO Dwi Nugroho Eko Andik Saputro Eko Didik Purwanto, Eko Didik Elsa Regina Rizkitasari Esa Agustin Alawiyah Ety Parwati Fadhlan Hamdi Fajar Dwi Hastono Farrah - Istiqomah, Farrah - Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Firman Hadi Firman Hadi Firman Hadi Fitra S Pandia Frandi Barata Simamora Fuad Hari Aditya Gabriel Yedaya Immanuel Ryadi Galih Pratiwi Galuh Fitriarestu Santoso Ghazian Hazazi Gilang Yudistira Hilman Gunita Mustika Hati Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hani&#039;ah . Hani&#039;ah Hani&#039;ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Harmeydi Akbar Hartomo Haryo Kuncoro Haryo Daruwedho Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hayu Rianasari Hestiningsih Hestiningsih Indah Prasasti Indriyanto, Ignatius Wahyu Innong Pratikina Akbaruddin Jaka Gumelar Jerson Otniel Purba Jhonson Paruntungan Matondang Johan Irawan Kalinda, Icha Oktaviana Putri Khofifatul Azizah Kurniantoro, Ridhwan L. M. Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany LM. Sabri M. Alfarisi Handifa M. Andu Agjy Putra M. Yogi Riyantama Isjoni Mahardika, Anggita Citra Mamei Saumidin Meiska Firstiara Maudi Miftakhul ‘Ulya Rimadhani Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohamad Jorgie Prasetyo Monica Apriliana Pertiwi Monika Maharani, Shang Bhetari Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhamad Dicky H. Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Al Kautsar Muhammad Dimas Aji N. Muhammad Fadhli Auliarahman Muhammad Helmi Muhammad Hudayawan Nur L Muhammad Ilman Fanani Muhammad Luthfi Muhammad Nur Khafidlin Mulawarman, Reza Al Arif Muna, Nailatul Mustopa, Salsabila Mutiah Nurul Handayani Nainggolan, Yohana Christie Nanang Noviantoro Prasetyo Nandia Meitayusni Nabila Nasrul Arfianto Nevy Dyah Rustikasari Nila Hapsari Nawangwulan Nilasari, Monica NIRTANTO, ILHAAM CAHYA Niswatul Adibah NOFIANA DIAN RAHAYU Noviar Afrizal Wahyuananto Nur Itsnaini Nurfajrin Dhuha Andani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurul Huda Patriot Ginanjar Satriya Pinastika Nurandani Pitto Yuniar Maharsayanto Pratama Irfan Hidayat Prathanazal, Naufal Maziakiko Prya Adhi Surya Nugraha Putra, Muhammad Adisyah Putri Auliya Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Putri, Alifa Salsabilla Raditya Wahyu Utomo Ratih Kumala Dewi Restu Maheswara Ayyar Lamarolla Rina Emelyana Risa Bruri Utami Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Sabri, L M Sabri, L.M. Sabri, LM Samuel Samuel Sari, Devi Nilam Sawitri Subiyanto Sawitri Suprayogi Selli Angelita Sitepu Seprila Putri Darlina Setiaji Nanang Handriyanto Sheehan Maladzi, Havi Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Sinabutar, Julio Jeremia Sindi Rahma Erwanti Sitepu, Selli Angelita Siti Rahayuningsih Sri Purwatik Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syafiri Krisna Murti Syarif Budhiman Theresia Niken Kurnianingsih Tika Murni Asih Tistariawan, Adji Chandra Titis Ismayanti Vauzul Rahmat Victor Andreas Tarigan Vira Febianti Wahyu Eko Saputro Wahyu Setianingsih Wenang Triwibowo, Wenang Widodo, Kukuh Suryo Wili Setiadi Wilma Amiruddin Wiryawan, Ainun Pujo Wisnu Wahyu Wijonarko Yenny Paras Dasuka Yoga Triardhana Yosevel Lyhardo Sidabutar Yudo Prasetyo Yugi Limantara