Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS HARMONIK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KUADRAT TERKECIL UNTUK PENENTUAN KOMPONEN-KOMPONEN PASUT DI WILAYAH LAUT SELATAN PULAU JAWA DARI SATELIT ALTIMETRI TOPEX/POSEIDON DAN JASON-1 Jaka Gumelar; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.469 KB)

Abstract

ABSTRAK Laut selatan Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah perairan yang dimiliki oleh Indonesia. Merupakan bagian dari Samudra Hindia, perairan ini memiliki banyak potensi baik dari segi ekologi, fisika, maupun kerawanan terjadinya bencana alam. Pasang surut air laut merupakan salah satu fenomena yang bisa dijadikan referensi dalam penentuan kebijakan perihal pengelolaan sumber daya alam dan sebagai data pelengkap untuk menggambarkan kondisi laut pada masa mendatang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen-komponen pasang surut dan tipe pasang surut di perairan selatan Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah Sea Level Anomaly (SLA) dari data Satelit Topex/Poseidon tahun 1992-2002 dan data Satelit Jason-1 tahun 2002-2011. Metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW) digunakan untuk menentukan besar SLA pada titik normal yang kemudian dilanjutkan dengan proses analisis harmonik menggunakan teknik kuadrat terkecil dengan pembobotan untuk menentukan komponen pasang surut. Proses pengolahan analisis harmonik ini menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010 yang dikombinasikan dengan aplikasi Matlab 7.6.0 untuk proses interpolasi data.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 21 komponen yang berpengaruh dalam pembentukan pasang surut air laut pada perairan Cilacap, Sadeng, dan Prigi yang terdiri dari 4 komponen periode panjang, 8 komponen diurnal, dan 9 komponen semidiurnal. Sedangkan tipe pasang surut yang terbentuk pada perairan selatan Pulau Jawa yaitu campuran condong harian ganda. Kata Kunci : Analisis harmonik, Inverse Distance Weight, Komponen pasang surut, Pasang surut ABSTRACT South Java’s sea is one of Indonesia’s territorial waters which is part of Indian Ocean. It has a lot of potentials in terms of ecology, physics, and vulnerability to natural disasters. Tide is one phenomenon that can be used as a reference in policy decisions regarding the management of natural resources and as supplementary data to describe the condition of the sea in the future.The aim of this research was to determine the components and south Java’s sea tide types. The data used is Sea Level Anomaly (SLA) data from satellites Topex/ Poseidon in 1992-2002 and data satellite Jason-1 in 2002-2011. Inverse Distance Weight (IDW) interpolation method is used to determine the SLA at the normal point followed by harmonic analysis process using least squares with weighted technique to determine the components of the tides. Calculation of harmonic analysis process was using Microsoft Excel 2010 combined with Matlab 7.6.0 application for the interpolation of data.The result of this research showing there are 21 components that influence the formation of the tide in waters Cilacap, Sadeng, and Prigi which is consists of 9 long period component, 8 diurnal component, and 9 semidiurnal components. While the type of tidal formed in the waters south of the island of Java, which is a mixed tide prevailing semidiurnal. Keywords : Components of tide, Harmonic analysis, Invers Distance Weight, Tide *) Penulis, Penanggungjawab
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMBUATAN ENVIRONMENTAL SENSITIVITY INDEX (ESI) MAPS DI PESISIR KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Hartomo Haryo Kuncoro; Bandi Sasmito; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.398 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam kawasan pesisir dan pantai Kabupaten Demak dihuni oleh beragam ekosistem seperti terumbu karang, tumbuhan mangrove, ikan, burung pemakan ikan, udang, dan sebagainya. Karena keberagamannya, ekosistem ini dirasa cukup rentan terhadap gangguan dari luar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya perlindungan dan pelestarian kawasan pesisir dan pantai.Penelitian ini menggunakan metode berupa penggabungan teknologi penginderaan jauh dan SIG untuk pembuatan Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps. Penelitian dimulai dengan pembuatan Peta Tutupan Lahan Kawasan Pesisir Kabupaten Demak, kemudian pengidentifikasian ekosistem pesisir melalui citra satelit Ikonos, pengklasifikasian garis pantai dan habitat sumber daya hayati dan selanjutnya masuk ke tahap kartografi pembuatan Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps Kawasan Pesisir Kabupaten Demak.Hasil penelitian menunjukan jenis dan habitat flora dan fauna yang berhasil dipetakan dan diidentifikasi sebanyak 19 spesies yang tersebar sepanjang pesisir Kabupaten Demak. Klasifikasi kerentanan garis pantai yang sering muncul berada pada tingkat 10C (Swamps) dan terdapat 7 variasi tingkat kerentanan lainnya. Variasi klasifikasi yang terjadi akibat perbedaan struktur tanah yang menyusun garis pantai dan kawasan pesisir Kabupaten Demak. Produk peta yang dihasilkan adalah Peta Environmental Sensitivity Index (ESI) Kawasan Pesisir Kabupaten Demak dengan skala peta 1 : 25.000 dan berjumlah 6 (enam) lembar peta. Dalam uji usability yang dilakukan terhadap produk peta, menunjukkan 70% responden dapat memahami dan menerima informasi yang ditampilkan dalam peta. Sehingga dapat diasumsikan bahwa Peta Environmental Sensitivity Index (ESI) Kawasan Pesisir Kabupaten Demak ini dapat dipahami oleh pembaca maupun pengguna peta serta dapat dijadikan acuan untuk pengembangan kawasan pesisir Kabupaten Demak.Kata Kunci : kawasan pesisir, ESI Maps, Kabupaten Demak, kerentanan garis pantai, uji usability  ABSTRACT In coastal areas and beaches Demak are populated by a variety of ecosystems such as coral reefs, mangroves, fish, fish-eating birds, shrimp, and so on. Because of its diversity, these ecosystems are considered susceptible to interference from outside. Therefore, it is necessary to protect and preserve the coastal areas and beaches.This study uses a method of integrating remote sensing and GIS technology for assembling the Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps. Study began with the creation of Land Cover Map Demak Coastal Area, then the identification of coastal ecosystems through IKONOS satellite imagery, classification of shoreline and biological resources and subsequently entered into the stage of manufacture cartography Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak.The results showed species and habitats of flora and fauna that successfully mapped and identified, there are as many as 19 species are scattered along the coast of Demak. Sensitive shoreline classification that often appear to be at the level of 10C (Swamps) and there are 7 other variations in the level of vulnerability. Classification variations are caused by differences in the structure of land that formed the shoreline and coastal area of Demak. The resulting product is a map: Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak, the scale of the map was 1:25,000 and amounted to 6 (six) map sheet. In usability tests conducted on the product map, showing 70% respondents can understand and accept the information displayed in the map. So it can be assumed that the Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak can be understood by the reader and user of the map, and can be used as a reference for the development of coastal areas of Demak.Keywords : coastal area, ESI Maps, Demak District, sensitive shoreline, usability test  *) Penulis, PenanggungJawab
ANALISIS PENGARUH DATA SVP (SOUND VELOCITY PROFILER) PADA HASIL PENGOLAHAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK EIVA (STUDI KASUS : MARINE STATION TELUK AWUR, JEPARA) Alfian Putra Setiadarma; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.968 KB)

Abstract

Pengolahan data multibeam echosunder memiliki proses yang kompleks karena memerlukan beberapa koreksi untuk mendapatkan nilai kedalaman yang akurat, seperti koreksi pasut, koreksi SVP (sound velocity profiler), koreksi pitch, heading, roll, dan lain-lain. Masing-masing koreksi ini akan memberikan efek yang berbeda pada visualisasi data serta tingkat ketelitian data sehingga perlu dikaji pengaruh masing-masing koreksi tersebut. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh dari koreksi SVP (sound velocity profiler) pada pengolahan data multibeam echosounder. Pada penelitian ini menggunakan data pemeruman multibeam echosounder di Marine Station Teluk Awur, Jepara. Data yang telah didapatkan tersebut diolah menggunakan perangkat lunak EIVA kemudian dilakukan perbandingan visualisasi dan ketelitian antara data yang diolah menggunakan data koreksi SVP dan data yang diolah tanpa menggunakan data koreksi SVP. Kedua data tersebut kemudian dianalisa ketelitiannya menggunakan standar yang sudah ditetapkan IHO. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kedua data yang diolah menggunakan data koreksi SVP maupun tidak menggunakan data koreksi SVP masih termasuk ke dalam orde spesial berdasarkan S-44 IHO sehingga hasil pengolahan dengan dua metode tersebut dapat dianggap mewakili keadaan topografi bawah laut sesungguhnya. Pada perbandingan visualisasi diketahui bahwa data yang diolah dengan data koreksi SVP memiliki kedalaman terdalam sebesar 6,05 m dan kedalaman terdangkal 1,23 m. Sedangkan data yang diolah dengan tidak menggunakan data koreksi SVP memiliki kedalaman terdalam sebesar 6,01 m dan kedalaman terdangkal 1,21 m. Terdapat selisih 4 cm pada kedalaman terdalam dan 2 cm pada kedalaman terdangkal.
ANALISIS PENGUKURAN PENAMPANG MEMANJANG DAN PENAMPANG MELINTANG DENGAN GNSS METODE RTK-NTRIP Dimas Bagus; Moehammad Awaluddin; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.655 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengukuran penampang memanjang dan penampang melintang sangat dibutuhkan dalam setiap pekerjaan survey rekayasa. Pengukuran penampang memanjang dan melintang dapat dilaksanakan dengan berbagai macam alat ukur seperti Waterpass , Total station. Dalam penelitian ini dilakukanlah pengukuran dengan menggunakan sistem GNSS, dengan menganalisis pengukuran penampang memanjang dan melintang menggunakan metode RTK-NTRIP.Pengukuran ini kemudian dibandingkan dengan Total station dan Waterpass yang dianggap benar. Perbandingan hasil digunakan 2 metode, metode pertama menganggap bahwa nilai undulasi (N) pada wilayah pengukuran dianggap sama. Metode yang kedua dilakukan konversi tinggi terhadap model geoid global EGM2008 dengan grid 1’ (menit) . Pengukuran ini dilakukan pada daerah kampus UNDIP.Hasil pengukuran GNSS RTK NTRIP dengan mengasumsikan nilai N pada wilayah pengukuran dianggap sama didapatkan akurasi 0.146 m sehingga memenuhi  produksi peta skala 1 : 500Kata kunci : GNSS, RTK-NTRIP, Penampang Memanjang, Penampang Melintang ABSTRACT Measurements of longsection and cross sections are needed in every engineering survey work. It  can be implemented with a variety of measuring tools such as Waterpass, Total station.In this research was perform measurements using GNSS system, by analyzing the long section and crosss ection measurement using RTK-NTRIP method.These measurements are then compared with Total station and Waterpas measurement. By using two methods, the first method assumes that the value of Undulation (N) in the measurement area are considered equal. A second method use heigh conversion of the geoid model EGM2008-1'. These measurements take place on the campus area UNDIPThe results obtained from GNSS RTK NTRIP measurement  where the value of  undulation (N) in the measurement area is considered equal so the accuracy  value is 0.146 m so can produce map with the scale of 1: 500 Keywords: GNSS, RTK-NTRIP, Long Section, Cross Section
ANALISIS PRESISI PEMERUMAN DI DAERAH PERAIRAN SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN GARMIN GPS MAP 420S Restu Maheswara Ayyar Lamarolla; Bandi Sasmito; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.458 KB)

Abstract

Pemeruman adalah proses untuk memperoleh model atau bentuk dari permukaan (topografi) dasar perairan (seabed surface), dimana data pemeruman sangat dibutuhkan dalam industri lepas pantai maupun transportasi laut. Beberapa pekerjaan yang sangat membutuhkan data tersebut, antara lain pemasangan platform lepas pantai, pemasangan pipa bawah laut, dan pengeboran minyak dan gas. Sedangkan untuk di bidang transportasi laut, data pemeruman dibutuhkan untuk pembuatan peta pelayaran, sehingga dapat digunakan untuk navigasi jalur pelayaran yang aman.IHO selaku organisasi internasional pada bidang hidrografi telah menetapkan standarisasi prosedur pengambilan data pemeruman maupun tingkat orde data yang dihasilkan pada kegiatan tersebut. Di Indonesia, standarisasi survei hidrografi dengan menggunakan singlebeam fishfinder maupun echosounder diatur oleh Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSNI) dengan klasifikasi ketelitian orde khusus, orde 1, orde 2, dan orde 3 sebagaimana tercantum pada SNI 19-6726-2002. Pada penelitian ini data pemeruman dilakukan menggunakan alat singlebeam fishfinder Garmin GPS Map 420S, dan pengambilan data penelitian dilakukan di kawasan pantai Marina, Semarang, Jawa Tengah.Proses analisis presisi data singlebeam fishfinder Garmin GPS Map 420S dilakukan dengan cara menghitung standar deviasi antara sampel data lajur perum pergi dan sampel data lajur perum pulang yang saling bertampalan, dengan menggunakan rumus  σ = ± √a2 + (bxd)2. Hasil dari penelitian ini adalah kepresisian data singlebeam fishfinder Garmin GPS Map 420S masuk pada orde 1, dan alat ini dapat direkomendasikan untuk pembuatan peta LPI pada perairan dangkal.Kata kunci: Pemeruman, klasifikasi ketelitian, analisis presisi.
Identifikasi Zona Rawan Banjir Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Sub DAS Dengkeng) Muhammad Dimas Aji N.; Bambang Sudarsono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.249 KB)

Abstract

Dengkeng Sub Watershed is part of the Upper Solo River Basin which includes the area of the River Solo. Degradation of land and buildings open to residential areas but not done a good arrangement is the cause of the destruction of the Bengawan Solo River basin mainly upstream, resulting in the reduction of water resources in the area.This study aims to determine the extent and whichever area including flood prone areas and to determine the factors that cause flooding in DengkengSub Watershed. The methods that use in scoring and to overlay (overlapping stacking) method between the type of soil maps, land use maps, maps of slope, drainage network map and rainfall maps. Watershed maps obtained from the four overlay map. Identification of water recharge areas is done using a Geographic Information System (GIS) that can be used as a material consideration to conservation and rehabilitation the land and the forest.Remote sensing data used are Landsat images of 2012 were used for the manufacture of sub-watershed land use map Dengkeng in 2012 using ENVI 4.4. Rainfall map created using rainfall data 2001-2011 period and slope maps using data sub-watershed high point Dengkeng processed using ArcGIS 9.3.The results show the extent of each flood-prone zones in Sub watershed Dengkeng. From the results of extensive analysis of sub-watershed Dengkeng is 822,153 km². The area included in the zone not prone area of 3,349 km² (0,41%) and somewhat prone zones of 45,865 km² (5,58%). The area included in the zone quite prone area of 268,744 km ² (32,69%). For a very broad zone of cartilage and cartilage is 469,63 km ² (57,12%) and 34,567 km ² (4,20%).Keywords: Watershed, Geographic information system, Water recharge areas, Skoring, Overlay
Road Damage Identification Using Deep Learning Method Convolutional Neural Networks Model Yoga Triardhana; Bandi Sasmito; Firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roads are an important infrastructure for daily human life in land transportation. All land transportation activities run on roads so that roads have great benefits for human life. The road network has a strategic role in development, for that it must be managed as well as possible so that its function can be felt as expected (Directorate of Public Works, 2005). All of these road uses are very beneficial for the smooth running of human activities, but there is a risk of accidents that can occur on the road. One of the reasons is because the road conditions are not suitable for use due to damaged road conditions. As many as 10 to 20 percent of road accidents are caused by road damage (Bambang Susanto to Kompas, 2016). Monitoring of road conditions has obstacles because the number of roads that have been built is so many that it can slow down the time needed to find out the current road conditions. The use of DL for object identification has been widely used, one of which is the application of the CNN model to identify road damage (Maeda, 2018). The CNN model generated in this study was used to identify road damage along Jalan Karangrejo to Jalan Lamongan Raya and Jalan Setia Budi to Jalan Perintis Kemerdekaan. The results of model identification are then analyzed for the accuracy of the results from the CNN model with validation data. The resulting output is the type of road damage and the location of the damage. The CNN model produced was able to identify as many as 205 road damage points from the research location along 11.7 kilometers along with the damage class. The results of the application of this CNN model based on the validation results have spatial accuracy with an RMSE value of 8.38 meters and have an overall accuracy value of 85.34% and a kappa of 82.36% using a confusion matrix. This shows that the resulting road damage identification model is feasible to use and is able to help efficiency in monitoring current road conditions so that road repairs can be carried out immediately.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP HASIL PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN PATI TAHUN 2001 – 2011 Nila Hapsari Nawangwulan; Bambang Sudarsono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.779 KB)

Abstract

Lahan Pertanian memiliki peran dan fungsi strategis bagi masyarakat yang bercorak agraris dimana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun saat ini banyak alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, contohnya di Kabupaten Pati. Jadi, jika terjadi alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian pasti akan berdampak pada perekonomian masyarakatnya dan ketersediaan pasokan beras terkait dalam hal ketahanan pangan lokal penduduk Kabupaten Pati per tahunnya. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh dalam mendeteksi perubahan lahan pertanian yaitu sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan tegalan dari tahun 2001 – 2011 dengan lokasi penelitian di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah Metode Supervised Classification dan menggunakan proses Raster to Polygon dalam melakukan delineasi. Dimana hasil yang diperoleh adalah lahan sawah irigasi dan lahan tegalan yang menurun masing-masing 12.606,9775 Ha dan 3.537,842 Ha. Namun untuk luas lahan sawah tadah hujan mengalami peningkatan sebesar 24.239,8506 Ha. Untuk mencari perubahan lahan pertaniannya menggunakan overlay jenis intersect. Dengan memanfaatkan Metode Supervised Classification, maka dapat diketahui bahwa Kabupaten Pati defisit dalam ketersediaan pasokan beras terkait Ketahanan Pangan Lokal. Dengan kebutuhan beras per kapita per hari sebesar 0,24 kg, sedangkan angka ketetapan dari Dinas Ketahanan Pangan sebesar 0,3 kg. Kata Kunci : Perubahan Lahan, SIG dan Penginderaan Jauh, Kabupaten Pati
ANALISIS MULTI TEMPORAL SEBARAN FLOODING SIGNAL MENGGUNAKAN METODE PPPM(PHENOLOGY AND PIXEL BASED PADDY RICE MAPPING) TERKAIT IDENTIFIKASI LAHAN SAWAH TERKENA BANJIR(Studi Kasus: Kabupaten Kendal Tahun 2016) Muhammad Nur Khafidlin; Bandi Sasmito; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.289 KB)

Abstract

ABSTRAK Negara Indonesia terletak di daerah beriklim tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El-Nino Southern Oscillation (ENSO) salah satunya La Nina.Pada pertengahan Juni 2016, Kendal terjadi banjir akibat La Nina dengan dampak hingga merendam lahan sawah yang menyebabkan padi menjadi puso. Curah hujan tinggi menyebabkan debit sungai naik hingga berimbas terhadap luapan Kali Blorong.Data Landsat dengan DOY 104 sampai 232 digunakan untuk pengolahan algoritma PPPM (Phenology and Pixel Based Paddy Rice Mapping)yang menghasilkan data Flooding Signal secara multitemporal dan data tutupan lahan dengan klasifikasi terbimbing. Data TRMM dengan DOY 161 sampai 176 dan DOY 214 sampai 221 digunakan untuk perhitungan curah hujan. Rerata nilai curah hujan daerah aliran sungai dan debit sungai digunakan untuk analisis statistik uji korelasi.Pengkajian lahan sawah puso akibat banjir dilakukan dengan penggabungan data Flooding Signal, penurunan EVI padi puso dengan nilai <0,074 dan Masking lahan sawah.Pengolahan algoritma PPPM menghasilkan pola Flooding Signal yang memuncak pada bulan Juni 2016.Hal ini dikarenakan adanya fase penanaman padi dan banjir.Pemetaan lahan puso menggunakan data Flooding Signal menghasilkan data luasan padi puso akibat banjir seluas 270,540 hektar, selisih 105,460 hektar dari data Dispertan Kendal.Pada penelitian ini didapatkan tingkat keakuratan algoritma PPPM dalam memetakan lahan sawah puso akibat banjir sebesar 79,167%. Keterkaitan faktor curah hujan terhadap banjir dinyatakan dengan nilai korelasi debit sungai dan curah hujan pada lima jaring sungai dengan nilai 0,775 pada Kali Kuto, 0,689 pada Kali Damar, 0,754 pada Kali Blukar, 0,639 pada Kali Bodri dan 0,654 pada Kali Blorong. Pada penelitian ini, pengolahan klasifikasi terbimbing menunjukkan tidak adanya pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap banjir.Hasil pengolahan data menunjukkan algoritma PPPM sangat akurat memetakan banjir.Curah hujan juga memiliki pengaruh yang sangat tinggi terhadap banjir.Sehingga penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi pengkajian banjir lahan sawah berbasis data penginderaan jauh.Kata kunci: Algoritma PPPM, Banjir, Curah Hujan, Flooding Signal, Padi Puso ABSTRACT Indonesia is a country located in tropical climate that are very sensitive to the existence of climates anomalies El-Nino Southern Oscillation (ENSO) one of them is La Nina. In mid-June 2016, Kendal occured floods caused by La Nina with the impact till soak the rice fields that cause the rice to be puso. High rainfall causes the river flow to rise up so it impacts on overflow of Kali Blorong.Landsat data with DOY 104 to 232 is used for processing of PPPM algorithms (Phenology and Pixel Based Paddy Rice Mapping) that produce multi-temporal Flooding Signal data and land cover data with supervised classification. TRMM data with DOY 161 to 176 and DOY 214 to 221 are used for rainfall estimation. The value of average rainfall watershed and river flow is used for statistical analysis of correlation test. Study of puso rice fields caused by flooding is done by combining Flooding Signal data, derivation of EVI’s puso rice fields with value<0,074 and paddy rice field masking. The processsing of PPPM algorithm produceFlooding Signal pattern which culminated in June 2016. This is due to the phases of rice cultivation and flooding. Puso rice field mapping with Flooding Signal data produce 270,540 hectares of puso rice field caused by floods, less than 105,460 hectares of Kendal Dispertan data. In this research are earned the accuracy level of PPPM algorithm in the mapping the puso rice field caused by flood at 79,167%.The dependability of rainfall on flood is expressed by the correlation value of river flow and upstream rainfall in five river networks with value of 0,775 in Kali Kuto, 0,689 in Kali Damar, 0,754 in Kali Blukar, 0,639 in Kali Bodri and 0,654 in Kali Blorong. In this research the result of supervised classification shows the absence of land cover change effect to flood.The result of data processing shows the PPPM algorithm is highly accurate in the flood mapping. Rainfall also has a very high impact on floods. So this research is expected to be used as reference in study of flood rice field based on remote sensing data.Keyword: Floods, Flooding Signal, PPPM Algorithm, Puso Rice, Rainfall
KAJIAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SISTEM GeoKKP UNTUK PENERBITAN SERTIPIKAT TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KENDAL PROVINSI JAWA TENGAH Patriot Ginanjar Satriya; Bambang Sudarsono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.802 KB)

Abstract

AbstrakBadan Pertanahan Nasional (BPN) adalah lembaga pemerintah non kementrian yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintah di bidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral. Guna mengurangi masalah pertanahan, pada tahun 2011 BPN membuat aplikasi GeoKKP yaitu sistem pelayanan pertanahan yang telah terkomputerisasi, sehingga data tentang bidang tanah baik tekstual maupun spasialnya dapat terintegrasi dengan baik.Kabupaten Kendal merupakan daerah yang sedang berkembang di Jawa Tengah, dimana perkembangannya tidak dapat lepas dari aspek pertanahan. Maka dari itu seberapa efektifkah pemanfaatan GeoKKP dalam penerbitan sertipikat di Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal dan apakah ada peningkatan kinerja Kantor Pertanahan setelah adanya sistem GeoKKP.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektifkah penerbitan sertipikat tanah setelah adanya sistem GeoKKP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis. Suatu metode penelitian untuk memperoleh gambaran mengenai keadaan, dengan cara memaparkan data yang diperoleh sebagaimana adanya, yang kemudian dianalisis dan menyusun beberapa kesimpulan.Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah dalam penerbitan sertipikat di Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal sudah efektif, terbukti dengan tidak adanya keterlambatan waktu dalam penerbitan permohonan sertipikat tanah, peralihan hak jual-beli, pemecahan bidang, penggabungan bidang.Kata Kunci : BPN, Sertipikat Tanah dan GeoKKPAbstract Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) is a non- ministerial government agency that has the task of carrying out government duties in the land sector in national, regional and sectoral. In order to reduce the problem of land, in 2011 BPN make GeoKKP application is a system that has computerized land services, so that the data on the field both textual and spatial land can be well integrated.Kendal is an emerging area in Central Java, where its development can not be separated from the land aspect. Therefore how effective GeoKKP use in publishing certificate at Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal and whether there is an increase in performance after the Kantor Pertanahan GeoKKP system. The results of the study are in the publishing certificate in Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal has been effective, as evidenced by the absence of a time delay in the issuance of land certificates, transfer, field splitting, merging fields.This study was conducted to determine how effective the issuance of certificates of land after GeoKKP system. This study is a descriptive analysis. A research method to obtain a picture of the situation, by exposing the data as it is obtained, which is then analyzed and compiled several conclusions.Keywords: BPN, Land Certificate and GeoKKP*)Penulis Penanggung Jawab
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adiasti Rizqi Hardini Adib Fahrul Arifin Ahmad Faishal Matazah Putra Ahmad Hidayat Ahmad Iqbal Maulana Lubis Akbar Kurniawan Alan Aji Bintang Alfian Putra Setiadarma Almira Delarizka Alvatara Partogi Hutagalung Amirul Hajri An Nisa Tri Rahmawati Andi Trimulyono Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anggi Karismawati Anggoro Wahyu Utomo Angkoso Dewantoro Arfina Kusuma Putra Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Ariella Arima Aniendra Armenda Bagas Ramadhony Arnita Ikke Sari Arwan Putra Wijaya Arwan Putra Wijaya Asih, Nevi Tri Lestiyo Aulia Budi Andari Aulia Hafizh Aulia, Fatah Avini Sekha Rasina Ayu Hapsari Aditiyanti Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bashit, Nurhadi Bekti Noviana Bella Riskyta Arinda Bram Ferdinand Saragih Chusni Ansori David Jefferson Baris Denni Apriliyanto Desvandri Gunawan Devi Irsanti Devi Nilam Sari Deviana Putri Sunarernanda Dian Ika Aryani DIKA NUZUL RACHMAWATI Dimas Bagus Dita Ariani DITHO TANJUNG PRAKOSO Dwi Nugroho Eko Andik Saputro Eko Didik Purwanto, Eko Didik Elsa Regina Rizkitasari Esa Agustin Alawiyah Ety Parwati Fadhlan Hamdi Fajar Dwi Hastono Farrah - Istiqomah, Farrah - Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Firman Hadi Firman Hadi Firman Hadi Fitra S Pandia Frandi Barata Simamora Fuad Hari Aditya Gabriel Yedaya Immanuel Ryadi Galih Pratiwi Galuh Fitriarestu Santoso Ghazian Hazazi Gilang Yudistira Hilman Gunita Mustika Hati Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hani&#039;ah . Hani&#039;ah Hani&#039;ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Harianto Harianto Harmeydi Akbar Hartomo Haryo Kuncoro Haryo Daruwedho Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hayu Rianasari Hestiningsih Hestiningsih Indah Prasasti Indriyanto, Ignatius Wahyu Innong Pratikina Akbaruddin Jaka Gumelar Jerson Otniel Purba Jhonson Paruntungan Matondang Johan Irawan Kalinda, Icha Oktaviana Putri Khofifatul Azizah Kurniantoro, Ridhwan L. M. Sabri Laode M Sabri Latifah Rahmadany LM. Sabri M. Alfarisi Handifa M. Andu Agjy Putra Mamei Saumidin Meiska Firstiara Maudi Miftakhul ‘Ulya Rimadhani Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohamad Jorgie Prasetyo Monica Apriliana Pertiwi Monika Maharani, Shang Bhetari Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhamad Dicky H. Muhammad Agam Cakra Donya Muhammad Al Kautsar Muhammad Dimas Aji N. Muhammad Fadhli Auliarahman Muhammad Helmi Muhammad Hudayawan Nur L Muhammad Ilman Fanani Muhammad Luthfi Muhammad Nur Khafidlin Mulawarman, Reza Al Arif Muna, Nailatul Mutiah Nurul Handayani Nainggolan, Yohana Christie Nanang Noviantoro Prasetyo Nandia Meitayusni Nabila Nasrul Arfianto Nevy Dyah Rustikasari Nila Hapsari Nawangwulan Nilasari, Monica NIRTANTO, ILHAAM CAHYA Niswatul Adibah NOFIANA DIAN RAHAYU Noviar Afrizal Wahyuananto Nur Itsnaini Nurfajrin Dhuha Andani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurul Huda Patriot Ginanjar Satriya Pinastika Nurandani Pitto Yuniar Maharsayanto Pratama Irfan Hidayat Prathanazal, Naufal Maziakiko Prya Adhi Surya Nugraha Putra, Muhammad Adisyah Putri Auliya Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Putri, Alifa Salsabilla Raditya Wahyu Utomo Ratih Kumala Dewi Restu Maheswara Ayyar Lamarolla Rina Emelyana Risa Bruri Utami Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Sabri, L M Sabri, L.M. Sabri, LM Samuel Samuel Sari, Devi Nilam Sawitri Subiyanto Sawitri Suprayogi Selli Angelita Sitepu Seprila Putri Darlina Setiaji Nanang Handriyanto Sheehan Maladzi, Havi Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Sinabutar, Julio Jeremia Sindi Rahma Erwanti Sitepu, Selli Angelita Siti Rahayuningsih Sri Purwatik Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Syafiri Krisna Murti Syarif Budhiman Theresia Niken Kurnianingsih Tika Murni Asih Tistariawan, Adji Chandra Titis Ismayanti Vauzul Rahmat Victor Andreas Tarigan Vira Febianti Wahyu Eko Saputro Wahyu Setianingsih Wenang Triwibowo, Wenang Wili Setiadi Wilma Amiruddin Wiryawan, Ainun Pujo Wisnu Wahyu Wijonarko Yenny Paras Dasuka Yoga Triardhana Yosevel Lyhardo Sidabutar Yudo Prasetyo Yugi Limantara