Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS UNJUK KERJA VENTURI VAKUM DENGAN VARIASI DIMENSI DAN VISKOSITAS FLUIDA R.N. Akhsanu Takwim; Kris Witono
INFO-TEKNIK Vol 19, No 1 (2018): INFOTEKNIK Vol. 19 No. 1 Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v19i1.5142

Abstract

In the venturi vacuum, to produce a vacuum condition, a liquid fluid flow is required which is driven by a centrifugal pump through the venturi passage. The amount of vacuum pressure generated by venturi is influenced by the increase of flow velocity due to the diminution of the cross-section which follow Bernoulli principle. The flow velocity on the channel is influenced by the discharge generated by the pump following the continuity law. In addition to speed, channel input pressure is also a variable that affects venturi vacuum pressure. Performance of a setrifugal pump in the form of flow and pressure discharge greatly affect venturi vacuum performance, so that the variables affecting the performance of a setrifugal pump such as fluid viscosity, will also affect the venturi vacuum performance. Therefore, it is necessary to evaluate the effect of viscosity and venturi dimension on vacuum pressure and discharge into the main objective of this study so that the variables can improve the venturi vacuum pump performance. In this study liquid fluid with three variations of viscosity flowed through three different venturi dimension variations. Then measured parameters that occur, such as fluid flow fluid flow, fluid pressure fluid and vacuum pressure that occurs in the tube. From this study obtained, at the angle of diffuser 5o the lowest vacuum pressure of - 66.75 cmHg occurs in water fluid with viscosity of 17 centipoise. Similarly, at the angle of the diffuser 6.5o the value of the lowest vacuum pressure is also produced by a water fluid of -68 cmHg which is the lowest value compared to other diffuser angles and other fluid viscosities. While at 8o diffuser angle, the lowest vacuum pressure value is also produced by water fluid of -64.5 cmHg.
PENGERASAN (HARDENING) RODA GIGI SPROCKET SEPEDA MOTOR DENGAN VARIASI WAKTU PENAHANAN DAN MEDIA PENDINGIN Kris Witono; Subagiyo Subagiyo
INFO-TEKNIK Vol 18, No 1 (2017): INFOTEKNIK Vol. 18 No. 1 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v18i1.3883

Abstract

Motorcycle problems with large (cylinder / cc) engines are generally located on the sprocket gears that are rapidly wearing wear. The objective of this study was to increase the hardness of sprocket gears, while improving their wear resistance through hardening heat treatment process with variation of holding time and cooling medium. The research method included heating the specimen up to its critical temperature (850 ° C), retained with variations of holding time of 30, 60, and 90 minutes, then cooled rapidly (quenching) on water cooling, brine, and oil variations. The results showed an increase in the hardness of sprocket gears, with maximum hardness increases occurring at 30 minutes and 30 minutes of brine cooling.
Penyediaan Alat Peraga dan Pelatihan Pengajaran Sains dan Matematika Bagi MI Mambaul Hidayah Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Kris Witono; Zakki Fuadi Emzain; Muhammad Akhlis Rizza; Lisa Agustriyana; Moh. Hartono
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v2i2.672

Abstract

Alat peraga merupakan salah satu bentuk media ajar yang mempunyai peran penting dalam metode pembelajaran. Fasilitas pembelajaran di MI Mambaul Hidayah masih tergolong minim sehingga perlu adanya penyediaan alat peraga. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menyediakan dan melatih penggunaan alat peraga khususnya pada mata pelajaran sains dan matematika di MI Mambaul Hidayah Kabupaten Malang. Tahapan pengabdian meliputi survei, koordinasi, penyediaan, pelatihan dan simulasi pengajaran, serta evaluasi dan serah terima alat peraga. Hasil kegiatan pengabdian setelah simulasi pengajaran dengan menggunakan alat peraga sains dan matematika menunjukkan guru semakin mudah untuk menjelaskan materi dengan berbagai contoh yang aplikatif. Siswa juga semakin antusias praktik menggunakan alat peraga dan lebih mudah untuk mengerti dan memahami materi.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Dan Sosialisasi Keselamatan Bermain Outdoor Bagi Paud Bina Cendikia Desa Sidorejo Kabupaten Malang Muhammad Akhlis Rizza; Ratna Monasari; Etik Puspitasari; Kris Witono
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v2i3.681

Abstract

Abstrak: Salah satu media pembelajaran utama yang digunakan dalam sistem pendidikan anak usia dini ialah Alat Permainan Edukatif (APE). APE akan menunjang keberhasilan proses belajar melalui pengembangan aspek motorik halus dan kasar yang dilakukan pada area bermain indoor maupun outdoor. APE indoor dapat dipenuhi melalui pembuatan sendiri dari bahan yang tersedia di sekitar, sedangkan APE outdoor sebagian besar membutuhkan alat bantu pabrikasi yang harganya relatif mahal. Tujuan utama penyediaan APE outdoor adalah untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan fisik, rasa percaya diri, daya nalar, kemampuan bersosialisasi dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketersediaan APE outdoor pada PAUD Bina Cendikia Malang masih sangat terbatas sehingga program kegiatan belajar untuk mengembangkan aspek motorik siswa kurang optimal. Selain itu diperlukan peningkatan pemahaman tentang keselematan bermain bagi anak agar guru dan wali siswa dapat memastikan kegiatan bermain berlangsung dengan aman, menarik, menyenangkan, dan minim resiko. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat pada PAUD Bina Cendikia dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
PEMBUATAN BIOPORI RESAPAN AIR HUJAN DI RT 09 RW 04 KEL.TUNJUNGSEKAR, KEC.LOWOKWARU KOTA MALANG Kasijanto Kasijanto; Sadar Wahjudi; Heryanto Heryanto; Listiyono Listiyono; Kris Witono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDIMAS) Vol 5 No 1 (2018): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2018
Publisher : Publisher UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Tunjungsekar is one of District in Malang, which is located at center of town that it has rarely have a water absorbtion region so it is prone to flooding when it rains.  Through this PkM program, it is proposed a biopori production that serves as a water catchment area which can help the land or residental areas that have rarely trees to absorb water in a relatively short time so that no water flows or even floods occur.  The method of implementation of this program is to invite people to make biopori at some point which is prone to puddle. Some stages of the implementation of this biopori making program are: 1. The preparation stage, at this stage preparation of equitment and biopori media and site survey to determine which points need to be installed biopori. 2. Implementation phase, at this stage people do soil drilling and installation of biopori at some point location that has been predetermined. Reporting stage, at this stage will be reported the results of activities that have been implemented including details of the cost. The whole stages are conducted over a period of 8 months involving the role of the civilitation RT.09 RW.04 Kel. Tunjungsekar Kec. Lowokwaru Kota Malang.
Pelatihan Pembuatan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Bertenaga Surya di RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Kris Witono; Satworo Adiwidodo; Agus Hardjito; Agus Setiawan; Sarjiyana
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i1.67

Abstract

Salah satunya hal terpenting untuk meningkatkan keamanan, khususnya bagi warga di kawasan RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang adalah penerangan. Instalasi lampu penerangan jalan umum masih minim, sehingga jauh dari memenuhi standar keselamatan. Dengan kondisi seperti diuraikan diatas, maka guna menjamin ketersediaaan lampu penerangan jalan yang aman dan bisa diandalkan, dilakukan pelatihan pembuatan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya di RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: survey lokasi, identifikasi dan solusi masalah, perencanaan kegiatan, perhitungan kebutuhan bahan dan peralatan, pelatihan pembuatan tiang lampu PJU bertenaga surya dan pemasangannya. Hasil kegiatan antara lain peningkatan pengetahuan dan ketrampilan warga di bidang fabrikasi dan instalasi lampu PJU bertenaga surya, terpasangnya 2 buah Lampu PJU Bertenaga Surya, menggunakan lampu LED 60 W bertegangan DC 12V, Panel Surya 50 WP, Solar Charger ontroller kapasitas maks 10 A, dan Baterai VRLA 65 Ah, yang berdampak pada peningkatan keamanan lingkungan dan aktivitas warga pada malam hari di lingkungan RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
PENGARUH TEMPERATUR PELAT-LANDASAN PADA JIG HOT-GAS WELDING DAN SUDUT V-GROOVE TERHADAP KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN LAS HDPE SHEET Agus Setiawan; Kris Witono; Gumono Gumono
Jurnal Energi dan Teknologi Manufaktur Vol 5 No 01 (2022)
Publisher : Polinema Press, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jetm.v5i01.116

Abstract

Proses pengelasan telah berkembang pesat saat ini, baik untuk material logam maupun non logam. Salah satu material non logam yang disambung dengan proses pengelasan adalah plastik. Pada saat ini penggunaan produk berbahan material plastik semakin meningkat, maka untuk proses pengelasan material plastik menggunakan metode Hot-Gas Welding (HGW). Diketahui bahwa dalam proses pengelasan konduktifitas material sangat mempengaruhi kwalitas sambungan las, semakin tinggi konduktifitas maka kwalitas hasil pengelasan akan semakin baik. Di sisi lain diketahui bahwa material plastik memiliki tingkat konduktivitas yang rendah, maka dalam proses pengelasan plastik tersebut akan menjadi kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan studi untuk meningkatkan kwalitas sambungan las material plastik yang dikhususkan pada material HDPE, yaitu mengetahui pengaruh temperatur pelat-landasan pada Jig Hot-Gas Welding dan sudut V-groove terhadap kekuatan tarik sambungan las HDPE sheet. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan variasi temperatur pelat landasan 30°C, 70°C, 110°C, dan 150°C, sedangkan variasi sudut V-groove yang digunakan 40°, 60°, dan 75°. Standar uji tarik mengunakan standar ASTM D 638-03, sebagai data penunjang dilakukan foto makrostruktur dari masing-masing sambungan las. Hasil penelitian ini diperoleh temperatur pelat landasan dan sudut V-groove berpengaruh tinggi terhadap kekuatan tarik lasan HDPE sheet selama proses hot-gas welding. Hasil interaksi antara variasi temperatur pelat landasan dan variasi sudut v-groove diperoleh bahwa pada temperatur pelat landasan 150°C dan sudut V-groove 60° didapatkan nilai maksimum kekuatan tarik lasan 18,8 MPa atau 87,5% terhadap kekuatan tarik material HDPE sheet tanpa sambungan.
Perbaikan Oven Kelompen Bina Usaha Sukses Desa Sumber Agung Gunung Sudo Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Bambang Irawan; Samsul Hadi; Yuniarto Agus Winoko; Kris Witono; Subagiyo
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i1.129

Abstract

PPM ini bertujuan untuk memecahkan masalah para petani yang sebagian besar petani cengkeh dan hasil perkebunan. Perkumpulannya bernama Bina Usaha Sukses domisili di Desa Sumber Agung Gunung Sudo RT 37 RW 04 Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Mitra mempunyai masalah serius pada oven pengeringnya yang boros energi, mutu pengeringan kurang baik karena tidak rata dan ada keluhan kalau menutup pintu harus dua orang. Dengan adanya masalah itu maka pendapatan petani turun karena beli gas LPG lebih banyak, harga jual produk turun karena mutu pengeringan kurang rata/baik dan butuh dua orang untuk menutup pintu serta waktu mengoven tidak bisa ditinggal karena nyala api tidak bisa diatur. Solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan: Memperbaiki otomatis nyala api supaya suhu pemanasan konstan sehingga waktu mengoven tidak perlu ditunggu. Mengatur nyala api dengan mendistribusikan LPG ke kompor merata sehingga pemanasan oven bisa rata. Mengganti pintu yang lama system geser dengan buka dan nutup pintu system biasa. Telah berhasil dengan oven hemat energi, dioperasikan cukup satu orang, otomatis pemanasnya bekerja dengan baik dan sudah tidak ada kebocoran energi panas. Oven telah dicoba oleh kelompok tani dengan hasil sesuai yang diharapkan
Pemenuhan Kebutuhan Air Ternak Ayam Jawa di Desa Sumbersekar Dau Kabupaten Malang Bambang Irawan; Kris Witono; Yuniarto Agus Winoko; Subagiyo
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i1.131

Abstract

Mitra kami adalah peternak ayam jawa atau biasa disebut masyarakat ayam pejantan atau ayam jawa. Jumlah ayam yang diternak sekitar 3000 sd 4000 ekor. Mitra mempunyai masalah serius tentang air untuk kebutuhan ayam, terutama air untuk minum dan untuk mencuci wadah air minum dan wadah makanan. Kebutuhan air untuk ayam minimum sekitar 60 cc/hari. Air di ambil dari rumah dan dibawa dengan jerigen pakai gerobak sehingga kebutuhan air tidak terpenuhi. Solusi masalah kekurangan air dari peternak ayam ini adalah dengan memasang pipa untuk menyalurkan air dari rumah terdekat ke kandang. Jarak rumah terdekat dengan kandang sekitar 200 m. Penyelesaiannya adalah menyiapkan air sesuai kebutuhan dengan cara memasang pipa air dari rumah ke kendang. Pertama menghitung kebutuhan air yang sebenarnya untuk ayam, kemudian membuat denah saluran air, mengajukan ijin pemasangan pipa, memasang saluran air dan kelengkapannya. Dengan terpenuhi kebutuhan air untuk ayam maka jumlah ayam yang mati berkurang dan peternak ayam tidak mengalami kerugian yang banyak.
The Comparison of Performance Polycrystalline and Amorphous Solar Panels under Malang City Weather Conditions Kris Witono; Asrori Asrori; Agus Harijono
Bulletin of Science Education Vol 1 No 2 (2021): Bulletin of Science Education
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.928 KB) | DOI: 10.51278/bse.v1i2.107

Abstract

Amorphous Silicon type solar panels, which had a bad reputation in the past, are now considered very reliable, with several significant advantages over Mono Crystalline and Polycrystalline solar panels. Research on the effectiveness of the capture power of Amorphous Silicon compared to Silicon Crystalline solar panels types is still not much done.The purpose of this study was to explain the effect of solar radiation on the capture power of polycrystalline and amorphous solar panels.This research method includes solar panel installation, measurement of solar radiation, measurement of the resulting current and voltage, data analysis, discussion, and conclusions. The independent variables of the study were the resulting current and voltage, and the type of solar panels (Polycrystalline and Amorphous). The dependent variable of this research are actual power and efficiency.The results showed that the greater the solar radiation, the higher the actual power and efficiency produced by the solar panels. Polycrystalline type solar panels are capable of producing higher average actual power and average efficiency, namely 86.83 W and 11.92%, compared to amorphous solar panels, namely 43.88 W and 6.01%. Keywords: Monocrystalline, Polycrystalline, Normalized Power Output Efficiency, Performance Ratio