Articles
INTEGRATED LINKAGES TO THE SUSTAINABILITY OF DINOYO CERAMIC VILLAGE, MALANG
Efani, Anthon;
Manzilati, Asfi;
Bakar, Abu
Journal of Indonesian Applied Economics Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jiae.2021.009.01.2
Dinoyo is a ceramic handicraft center in Malang City. The cultural potential of the Dinoyo people, especially ceramic craftsmen, which has survived to this day is one of the fulcrums for cultural preservation efforts. The purpose of this research is to create a marketing strategy, to improve the sustainability of the Dinoyo Ceramic Village both in terms of production and function of the village as a center for literacy and cultural preservation in Malang City and one of them is through the optimization of promotional media to increase sales and support promotional events in Dinoyo Ceramic Village. The method used in this research is descriptive qualitative structured interviews. The results showed that the dinoyo ceramic village had not made good use of the marketing strategy so that it needed optimization of online media partnerships and the use of online social media. Thus this research contributes to increasing the competitiveness of dinoyo ceramics in order to improve community welfare.
What are the Appropriate Leadership Styles for Class C Hospital in National Health Insurance (JKN) Era?
Kartikasari, Dhian;
Manzilati, Asfi;
Hariyanti, Tita
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 4 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kemas.v17i4.27111
The form of leadership is able to determine the success of an organization including hospitals, so a leader needs to think about the right leadership style, especially in the JKN era. This study aims to explore the appropriate leadership style in X General Hospital so that it can get full accreditation and the hospital’s existence is still maintained until now. The study used a qualitative study design with a case study approach (case study) which was conducted at one of the Class C General Hospitals in Malang Regency which has collaborated with BPJS Kesehatan (Healthcare and Social Security Agency). The study involved employees who worked at General Hospital X and experienced hospital leadership during the JKN era during February-March 2020. Data collection techniques used three methods including interviews, observation, and document review. The results showed three major themes of leadership style including leadership style transformational, democratic leadership style, and moralist leadership style. The transformational leadership style is the core of the existence of General Hospital X in the JKN era, while the democratic and moral leadership style supports the existence of General Hospital X in the JKN era.
OENELUSURAN "ATURAN MAIN" PEMBIAYAAN MIKRO KECIL MENENGAH DALAM KONTEKS PERSAINGAN ANTAR LEMBAGA
Tyas Danarti;
Asfi Manzilati;
Nurul Badriyah
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol 14, No 2 (2010): May 2010
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (892.799 KB)
|
DOI: 10.26905/jkdp.v14i2.977
The purpose of this study was how the regulations concerning the financing insti-tutions (rules or rules of play and supervision), how the reality of system or mechanism foreach financial institution referred to in channeling financing to small and medium segment,and on turn, how the impact of these two issues of competition among the existing financ-ing institutions. With in-depth observation and interviews, we found that formally Bank ofIndonesia only act as mediators between the SMEs and business actors such financial institu-tions through training, meeting facilitation for coordination and delivery of information;implications of the operational rules of the microfinance institutions can be divided intofour important issues, those are the target market, the mechanism of realization of loans,settlement mechanism of risk, and strategies to face competition; and the absence of clearrules or boundaries for the operation of financial institutions, in turn, a uniform servicedelivery and increasing competition tightened and increased the risk to the financial institu-tions themselves and for society.
KESEPAKATAN KELEMBAGAAN KONTRAK MUDHARABAH DALAM KERANGKA TEORI KEAGENAN
Asfi Manzilati
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol 15, No 2 (2011): May 2011
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.504 KB)
|
DOI: 10.26905/jkdp.v15i2.1023
This research aimed to know how the banker (as principals) interact with customers (as agents) in creating andenforcing a contract of mudharabah, offer an alternative arrangement of mudharabah contract resultingmudharabah rules (institutions) that benefited both parties (principal and agent). With in-depth interviews,two important findings were obtained: character of prospective clients was an important determinant of thecreation of a contract as collateral material. It should not be used as a tool to compensate investment risk,monitoring was a key to the process of contract enforcement. Based on the findings and review of relatedliterature, a design of mudharabah rules (institutions) that were expected more fair and beneficial to bothparties namely the bank / shohibul mal as the principal and client or mudharib as an agent could be developed.
MANAJEMEN LIKUIDITAS DALAM KERANGKA KERJA DUAL BANKING SYSTEM
Yenny Kornitasari;
Asfi Manzilati
Imanensi: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Islam Vol 1 No 1 (2013): Imanensi : Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Islam
Publisher : Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1120.469 KB)
|
DOI: 10.34202/imanensi.1.1.2013.25-30
Pengelolaan likuiditas merupakan masalah yang sangat kompleks dalam kegiatan operasional suatu bank. Pemicu utama kebangkrutan bank, baik bank yang besar maupun bank yang kecil, bukanlah karena kegagalan pada pembiayaan yang menyebabkan kerugian, melainkan lebih kepada ketidakmampuan bank untuk melakukan pengelolaan likuiditas. Artikel ini membahas manajemen likuiditas pada Dual Banking System. Ditemukan bahwa pengelolaan likuiditas dengan menggunakan SBIS maupun melalui transaksi PUAS belum mampu menjawab problem riil yang dihadapi perbankan syariah dalam mengalokasikan idle money yang diakibatkan oleh adanya overliquid.
ANALISIS PERILAKU PERBANKAN SYARIAH DALAM DUAL BANKING SYSTEM
Munawar Ismail;
Asfi Manzilati;
Yenny Kornitasari
Imanensi: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Islam Vol 2 No 1 (2014): Imanensi : Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Islam
Publisher : Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34202/imanensi.2.1.2014.61-67
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji terkait dengan mekanisme transmisi kebijakan moneter yang berlaku di perbankan syariah selama ini dengan pendekatan kualitatif untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fenomena yang ditulis. Berdasarkan pada hasil kajian bahwa Bank Indonesia selaku otoritas moneter sementara ini belum menyiapkan kebijakan moneter secara khusus untuk ditransmisikan melalui perbankan syariah dalam mekanisme dual banking system sehingga selama ini secara tidak langsung masih mengacu pada BI Rate sebagai acuan dalam kebijakan moneter syariah.
Analisis Kesyariahan Transaksi Rahn Emas (Studi Pada Pegadaian Syariah Cabang Landungsari Malang)
Arrum Mahmudahningtyas;
Asfi Manzilati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.757 KB)
Rahn emas merupakan produk jasa gadai yang berlandaskan prinsip syariah dimana nasabah tidak dikenakan bunga atas pinjaman yang diperoleh. Dalam transaksi rahn emas, uang atau dana yang dipinjamkan berbentuk pertolongan yang tidak mengharapkan tambahan atas hutang tersebut. Seiring berkembangnya praktik rahn emas di Indonesia, timbul keraguan dari berbagai kalangan atas kesesuaian praktik rahn emas dengan konsep yang ada. Berbagai opini menyatakan bahwa praktik rahn emas sama saja dengan gadai emas konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab kesyariahan transaksi rahn emas di pegadaian syariah. Hasil studi ini menunjukkan bahwa secara garis besar pegadaian syariah sudah mematuhi aturan dalam transaksi rahn emas. Namun ada hal-hal yang dianggap kurang sesuai dengan konsep syariah yaitu adanya penggabungan akad rahn dan akad ijarah, penentuan biaya ijarah dan administrasi yang didasarkan pada besarnya pinjaman, serta kurang diperhatikannya status kepemilikan emas. Terlepas dari adanya ketidaksesuaian antara konsep dengan praktik rahn emas di pegadaian syariah, sistem pelelangan yang dilakukan pegadaian syariah sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No:25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn. Kelebihan uang hasil pelelangan setelah dikurangi pinjaman dan biaya-biaya akan dikembalikan ke nasabah sedangkan apabila masih ada kekurangan tetap menjadi kewajiban nasabah untuk melunasi. Inilah keindahan Islam dimana penyelesaian pinjaman atau pelunasan dilakukan secara adil.Kata kunci: Rahn Emas, Penggabungan Akad, Biaya Ijarah, Biaya Administrasi, Barang Jaminan, Pelelangan
Penerapan Model Hirarki Kebutuhan Maslow pada Perilaku Konsumsi (Studi pada Mahasiswa Migran dari Jakarta di Universitas Brawijaya)
Adam Apriliyadi;
Asfi Manzilati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.413 KB)
Migrasi merupakan suatu komponen perubahan populasi. Migrasi yang dilakukan oleh pelajar-pelajar diseluruh Indonesia ke Kota Malang adalah akibat dari faktor daya tarik yang terdapat di Kota Malang. Faktor daya tarik dari Kota Malang salah satunya adalah pendidikan. Migrasi yang dilakukan pelajar-pelajar ke Kota Malang dapat berdampak pada perekonomian lewat bertambahnya jumlah konsumsi agregat masyarakat di Kota Malang. Salah satu kelompok masyarakat yang turut mempengaruhi populasi Kota Malang adalah mahasiswa migran dari Jakarta. Perilaku konsumsi mahasiswa migran yang berasal dari Jakarta dipengaruhi oleh Kebutuhan. Menurut Maslow terdapat 5 kebutuhan didalam setiap individu, yaitu fisiologis, rasa amal, rasa memiliki, harga diri, dan aktualisasi diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model hirarki kebutuhan Maslow pada perilaku konsumsi mahasiswa migran dari Jakarta di Universitas Brawijaya. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah perilaku konsumsi dengan indikatornya adalah kebutuhan menurut Maslow. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif. Dengan data primer yang diperoleh dengan cara Kuesioner dengan jenis skala pengukurannya adalah skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi mahasiswa migran yang berasal dari Jakarta, seluruh kebutuhan yang terdapat dalam hirarki Maslow harus dipenuhi, dan terdapat perbedaan keutamaan dalam pemenuhan kebutuhan bagi mahasiswa migran yang berasal dari Jakarta dengan kebutuhan menurut Maslow. Hal tersebut dapat terlihat dari proporsi respon setuju yang lebih banyak jumlahnya dari pada respon tidak setuju. Kata kunci: Maslow, Kebutuhan, Konsumsi, Migran
Analisis Pemenuhan Kebutuhan dan Penyelesaian Kelangkaan Sumber Daya Air (Studi di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Malang)
Mochamad Tamim Syaifullah;
Asfi Manzilati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.589 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan bagaimana memecahkan masalah ketika ada kelangkaan sumber daya air. selain menguji Prinsip Ekonomi, antara kebutuhan dan kekurangan, menyelidiki kebenaran dari teori evolusi adalah dari Barang Gratis menjadi Barang Ekonomi.Dan yang paling penting adalah untuk mengetahui bagaimana Pentingnya Air untuk kehidupan. Kata kunci: Kelangkaan, Sumber daya air, Kebutuhanmasyarakat, Barang Gratis, Barang Ekonomi, dan Pentingnya Air untuk kehidupan
STRATEGI PEDAGANG TRADISIONAL DI PASAR YANG TERITEGRASI DENGAN PASAR MODERN (STUDI KASUS PASAR BESAR MALANG)
Fatik Noviono Utomo;
Asfi Manzilati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.051 KB)
Indonesia merupakan suatu negara yang mempunyai banyak penduduk. Banyakanya penduduk sendiri menjadi suatu problem pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Pembangunan yang tidak merata menjadi suatu masalah besar dalam mensejahterkan penduduk. Di era globalisasi dewasa ini, memberikan dampak persaingan yang lebih kompetitif dalam mencari pekerjaan kurangya lapangan pekerjaan membuat banyak penduduk bekerja di sektor informal sedangkan dampak lain dari globalisasi yaitu banyaknya investasi asing yang masuk ke Indonesia sehingga sistem ekonomipun mengalami dualisme. Dualisme yang terjadi bukan hanya dalam skala ekonomi besar namun juga pada skala ekonomi kecil lainnya seperti pasar tradisional dan pasar modern. Persaingan pasar tradisional dan pasar modern tidak bisa dihindari kurangnya penguasaan terhadap faktor-faktor produksi membuat pedagang tradisional sulit untuk bersaing. Keberadaan pasar modern dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab berkurangnya konsumen di pasar tradisional. pasar tradisional dianggap kurang dalam pelayan, harga,serta menerpakan strategi bersaing yang yang efektif dalam menarik konsumen. Melihat hal ini bagaimanakan tanggapan pedagang di pasar tradisional dalam menerapkan strategi bersaing dengan pasar modern. Pedagang pasar tradisional memiliki keunggualan dalam interaksi dengan konsumen, namun faktor harga juga menentukan pilihan konsumen , cara yang dilakukan pedagang tradisional pada umunya menerapkan diskriminasi harga,namun adanyapedagang tradisional juga memiliki hak merek untuk produk tertentuKata Kunci: Pembangunan, Dualisme, Pasar Tradisional, Pasar Modern