Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Fasa Pelet Bahan Bakar U-ZrHx Hasil Proses Sinter Dengan Atmosfer Nitrogen Masrukan, Masrukan; Setiawan, Jan; Biyantoro, Dwi
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2017.23.3.3641

Abstract

Identifikasi fasa bahan  bakar  pelet U-ZrHx hasil proses  sintering dengan atmosfer nitrogen telah dilakukan. Proses sintering dbertujuan untuk mendapatkan pelet yang mempunyai densitas lebih tinggi sehingga memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai bahan bakar Pressurized Water Reactor (PWR). Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui perubahan fasa dan densitas pelet U-ZrHx pada berbagai konsentrasi Zr setelah dikenakan proses sintering pada berbagai temperatur. Bahan bakar U-ZrHx untuk PWR dibuat berbentuk pelet dan perlu disinter untuk menaikkan densitasnya. Mula-mula dibuat pelet dari serbuk U-ZrHx dengan komposisi Zr berturut-turut sebesar 35, 45 dan 55 %berat melalui proses pengepresan pada tekanan 509-637 MPa. Pelet U-ZrHx mentah disinter dalam suasana gas nitrogen pada temperatur 1200 °C dan 1300 °C dengan waktu sinter dibuat tetap selama satu jam.  Pelet U-ZrHx sinter dianalisis fasanya menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD) dan data yang diperoleh dievaluasi menggunakan software HighScore Plus. Hasil pengolahan data menunjukkan terbentuknya fasa seperti fasa U(ZrH2), UO3, UO2, dan Zr. Fasa UO2, dan Zr kemudian dianalisis karakteristiknya seperti densitas, parameter kisi dan persentase beratnya. Hasil penelitian ini diharapkan diperoleh U-ZrHx yang mempunyai densitas tinggi tanpa terbentuknya banyak fasa. Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa logam zirkonium dan oksida UO2 mengalami penurunan densitas apabila temperatur sintering dinaikkan dari 1200 °C menjadi 1300 °C. Densitas total tertinggi diperoleh pada pelet U-55ZrHx yang disinter pada temperatur 1200 °C yakni sebesar 8,9187 g/cm3. Dari hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa persentase logam zirkonium maupun uranium dioksida mendekati persentase yang direncanakan apabila pelet disinter pada temperatur 1300 sedangkan parameter kisinya mengalami kenaikan. Sementara itu dari perhitungan persen berat diperoleh logam zirkonium maupun uranium dioksida mempunyai persen berat yang sesuai dengan perhitungan teoritis bila disinter pada temperatur 1300  °C.Kata kunci: sintering, pelet U-ZrHx, fasa, atmosfer, nitrogen.
PEMISAHAN Zr – Hf SECARA SINAMBUNG MENGGUNAKAN MIXER SETTLER Biyantoro, Dwi; Isyuniarto, Isyuniarto; Masrukan, Masrukan
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 22, No 3 (2016): Oktober 2016
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2016.22.3.3184

Abstract

ABSTRAKPEMISAHAN Zr – Hf SECARA SINAMBUNG MENGGUNAKANMIXER SETTLER. Telah dilakukan pemisahanZr – Hf secara sinambung menggunakan pengaduk pengenap (mixer settler) 16 stage. Larutan umpan adalah zirkon nitrat dengan kadar Zr = 30786 ppm dan Hf = 499 ppm. Ekstraktan dipakai adalah solven 60 % TBP dalam kerosen dan larutan scrubbingyang dipakai adalah asam nitrat 1 M. Umpan masuk pada stageke 5 dikontakkan secara berlawanan arah dengan solven masuk pada stage ke 16 dan larutan scrubbing masuk pada stage ke 1. Tujuan penelitian ini adalah memisahkan unsur Zr dan Hf dari hasil olah pasir zirkon menggunakan solven TBP dengan alat mixer settler16 stage. Analisis umpan dan hasil proses pemisahan untuk zirkonium (Zr) dilakukan dengan menggunakan alat pendar sinar-X, sedangkananalisis unsur hafnium (Hf) menggunakan Analisis Pengaktifan Neutron (APN). Parameter penelitian dilakukan dengan variasi keasaman asam nitrat dalam umpan dan variasi waktu pada berbagai laju pengadukan. Hasil penelitian pemisahan unsur Zr dengan Hf diperolehkondisi optimum pada keasaman umpan 4 N HNO3, keseimbangan dicapai setelah 3jam dan laju pengadukan 3300 rpm. Hasil ekstrak  unsur zirkon (Zr) diperoleh kadar sebesar 28577 ppm dengan efisiensi 92,76 % serta kadar pengotor hafnium (Hf) sebesar 95 ppm.Kata Kunci: pemisahan Zr, Hf, ekstraksi, mixer settler, alat pendar sinar-X, APN. ABSTRACTSEPARATION of Zr - Hf CONTINUOUSLY USE THE MIXER SETTLER. Separation of Zr - Hf continuously using mixer settler 16 stage has been done. The feed solution is zircon nitrate concentration of Zr = 30786 ppm  and Hf = 499 ppm. As the solvent used extractant 60 % TBP in 40 % kerosene. Nitric acid solution used srubbing 1 M. The feed entered into stage to 5 is contacted with solvents direction on the stage to 16 and the scrubbing solution enter the stage to 1. The purpose of this study is to separate Zr and Hf of the results from the process of zircon sand using solvent TBP using 16 stage mixer settler. Analysis of the feed and the results of the separation process for zirconium (Zr) using X-ray fluorescence instrument which hafnium (Hf) using Neutron Activation Analysis (AAN). Parameter study done of acidity variation of nitric acid in the feed and time variation in various stirring speed. From the research the separation of Zr-Hf, the optimum conditions in acidity feed 4 N HNO3, equillibrium was received after 3 hours, and stirring speed of 3300 rpm obtained extract of zircon (Zr) concentration = 28577 ppm (effisiency of Zr = 92,76 %)with impurities of hafnium (Hf) = 95 ppm.Keywords: separation of Zr, Hf, extraction, mixer settlers, X-ray fluorescence, NAA.
Karakteristik Ingot Paduan U-Zr-Nb Pasca Proses Quenching Masrukan, Masrukan; Setiawan, Jan
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2017.23.2.3522

Abstract

Telah dilakukan percobaan perlakuan panas (quenching) paduan U-Zr-Nb yang bervariasi komposisi Nb. Ingot paduan U-Zr-Nb dengan komposisi Nb yang bervariasi yakni 1%, 4% dan 7% dan komposisi Zr tetap 10% dibuat melalui peleburan logam U, Zr dan Nb di dalam tungku busur listrik. Percobaan perlakuan panas (quenching) dimaksudkan untuk mengubah fasa άU yang tidak stabil menjadi fasa gU yang stabil.  Pada percobaan quenching, ingot paduan U-10Zr-1Nb, U-10Zr-4Nb, U-10Zr-7Nb  dimasukkan ke dalam ampul  yang terbuat dari pelat baja  kemudian dimasukkan ke dalam tungku pemanasan dan dipanaskan pada temperatur  900 oC  serta ditahan selama 2 jam untuk selanjutnya didinginkan dengan cepat di dalam air. Setelah diquenching dikenai pengujian fasa dan pemeriksaan mikrostruktur. Pengujian fasa dilakukan menggunakan difrkasi sinar X (XRD)  yang datanya diolah menggunakan software High Score, sedangkan pemeriksaan mikrostrutur menggunakan mikroskop optik. Hasil pengujian dengan XRD menunjukkan bahwa paduan  U-10Zr-1Nb sebelum diquenching terdiri dari fasa αU, paduan U-10Zr-4Nb terdiri dari fasa αU  sebesar 23,1504 % dan fasa γU sebesar 76,8495 %, sedangkan pada U-10Zr-7Nb  terdiri dari fasa αU sebesar 34,1873 %  dan fasa γU sebesar  65,8127 %. Untuk paduan U-10Zr-1Nb setelah  diquenching  terdiri fasa  αU,  paduan U-10Zr-4Nb terdiri dari fasa αU  sebesar  44.6711 % dan fasa γU sebesar  55.3289 %, paduan U-10Zr-7Nb  terdiri dari fasa αU sebesar 17.9918 % dan fasa γU sebesar 82.0082 %.  Hasil analisis densitas teoritis terhadap fasa yang terbentuk pada paduan U-10Zr-1Nb, U-10Zr-4Nb, U-10Zr-7Nb  baik sebelum maupun setelah diquenching diperoleh bahwa  ingot paduan U-10Zr-1Nb, U-10Zr-4Nb, U-10Zr-7Nb  menunjukkan bahwa densitas fasa αU dan fasa γU mengalami penurunan sedikit apabila kandungan Nb semakin rendah. Sementara itu, hasil pemeriksaan mikrostruktur menunjukkan bahwa pada kandungan Zr yang semakin tinggi (7% Nb) terbentuk butir lebih kecil (halus) setelah mengalami quenching. Dapat disimpulkan bahwa proses quenching paduanU-10Zr-1Nb, U-10Zr-4Nb, dan U-10Zr-7Nb  akan mengubah  fasa yang ada dari fasa  αU menjadi fasa γU dan mikrostruktur. Kata kunci: Mikrostruktur, U-Zr-Nb, quenching, fasa, densitas.
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU HOMOGENISASI TERHADAP KARAKTERISTIK PELAT PADUAN AG3NE Hadijaya, Hadijaya; Aida, Siti; Masrukan, Masrukan
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 24, No 2 (2018): Juni, 2018
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.541 KB) | DOI: 10.17146/urania.2018.24.2.4391

Abstract

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU HOMOGENISASI TERHADAP KARAKTERISTIK PELAT PADUAN AG3NE. Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur dan waktu homogenisasi terhadap karakteristik pelat paduan AG3NE. Paduan AG3NE merupakan paduan yang dapat digunakan sebagai kelongsong elemen bakar reaktor riset. Ingot hasil peleburan AlMgFeSi dicuplik untuk dilakukan beberapa pengujian diantaranya komposisi kimia, kekerasan, mikrostruktur, fasa, densitas dan korosi. Hasil pengujian komposisi kimia dipoeroleh unsur  Al= 96,110%; Fe = 0,188%; Mg = 2,333 dan Si = 0,355%. Kekerasan AG3NE yang dikenai proses pendinginan cepat diperoleh sebesar 153,33 HV; sedangkan yang mengalami pendinginan lambat 72,70 HV, dan kekerasan paduan AlMgSi sebesar 79,30 HV. Hasil analisis mikrostruktur menggunakan mikroskop optik menunjukkan bahwa paduan AG3NE tanpa dihomogenisasi mempunyai bentuk butir pipih sebagian berbentuk dendrite dengan diameter butir rata-rata 0,02 mm sedangkan paduan AG3NE yang dihomogenisasi pada temperatur 500 oC dengan variasi waktu selama 1 ; 2; 3 dan 4 jam mempunyai butir dengan diameter rata-rata berturut-turut sebesar 0,01 mm, 0,02 mm, 0,03 mm dan 0,04 mm. Hasil uji fasa menggunakan XRD diperoleh fasa Al (ά) dan fasa kedua FeSiAl5 yang terdapat pada sudut 2θ sebesar 38,24o dan 44,446o dengan hkl masing-masing (119) dan (209) serta mempunyai intensitas sinar sebesar 100% dan 76,6%. Sementara itu dari hasil pengukuran densitas AG3NE diperoleh densitas rerata yang hampir sama dengan paduan AlMgSi sebagai pembanding. Densitas paduan AG3NE diperolehsebesar 2,6893 ± 0,0013 g/cm3 sedangkan AlMgSi 2,6910 ± 0,0283 g/cm3. Sementara itu, hasil uji korosi menunjukkan bahwa laju korosi paduan AG3NE lebih rendah dibandingkan dengan paduan AlMgSi. Hasil karakterisasi komposisi kimia, kekerasan mikro, mikrostruktur, densitas dan laju korosi dapat disimpulkan bahwa paduan AG3NE dapat digunakan sebagai kandidat kelongsong bahan bakar nuklir untuk reaktor riset.Kata kunci: Paduan AG3NE, AlMgSi, homogenisasi, karakterisasi, bahan struktur.
Analisis Literasi Statistik pada Mahasiswa PGSD dalam Mata Kuliah Statistik Pendidikan Prihastari, Ema Butsi; Hidayah, Isti; Masrukan, Masrukan; Susilo, Bambang Eko
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4733

Abstract

Literasi Statistik yang sudah masuk dalam kurikulum nasional menjadi kebutuhan yang urgen untuk dikuasai mahasiswa prodi PGSD dalam upaya menerapkan dan meningkatkan literasi data pada peserta didik. Tujuan penelitian ini: menganalisis kemampuan literasi statistik calon guru SD pada mata kuliah Statistik Pendidikan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tempat penelitian di Prodi PGSD Universitas Slamet Riyadi. Subjek penelitian yang digunakan mahasiswa semester gasal Tahun Ajaran 2022/2023 sebanyak 32 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling untuk menganalisis mahasiswa dengan kategori kemampuan Tinggi, Sedang, dan Rendah. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, dan soal literasi statistik. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data model siklus: 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian penelitian literasi statistik pada mahasiswa PGSD dengan latar belakang Pendidikan mayoritas SMA konsentrasi IPS disimpulkan bahwa a) mahasiswa dengan kategori Tinggi mampu menunjukkan 5 indikator literasi statistic, b) mahasiswa dengan kategori Sedang mampu menunjukkan 4 indikator literasi statistic, dan c) mahasiswa dengan kategori Rendah hanya menunjukkan 1 sampai dengan 2 indikator saja. Sehingga, diperlukan penerapan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan ketiga kategori kognitif mahasiswa Prodi PGSD pada variable literasi statistic.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM KLORIDA DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA GELATIN TULANG IKAN TUNA (Thunnus albacare) Masrukan, Masrukan; Santoso, Umar
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 1 No. 1 (2016): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v1i1.6

Abstract

Type A gelatin was extracted from partial hydrolysis of collagen from tuna fish bone. The experiment was conducted to determine the effect of hydrochloride acid solution and soaking time on physical and chemical properties of tuna fish  bone gelatin and to determine optimum conditions for extraction of tuna fish bone gelatin which is based on the highest yield and gel strength. The experiment used randomized complete block design (RCBD) with two factors. The first factor was concentration of hydrochloric acid consisting of 3 level (1, 3, and 5% v/v) and the second factor was soaking time (24, 48, and 72 hours). The results showed that concentration of hydrochloric acid and soaking time significantly affect at the physical and chemical properties of tuna fish bone gelatin. The optimum condition obtained the treatment of gelatin was concentration of  hydrochloric acid 3% and soaking time 72 hours. Physical and chemical properties of gelatin from tuna fish bone, which is 120.37 gram Bloom gel strength; viscosity 4.75 cP;  melting point 20.37 ° C; color was yellowish brown, moisture content 11.85%, protein content 80.90%.; fat content 2.73% and ash content 8.12%.      
POTENSI MODIFIKASI PATI DENGAN ESTERIFIKASI SEBAGAI PREBIOTIK Masrukan, Masrukan
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 3 No. 1 (2020): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v3i1.174

Abstract

Bahan makanan yang bersumber dari pati adalah sumber energi penting bagi masyarakat dan secara nyata juga memberikan kontribusi yang cukup spesifik untuk kesehatan. Modifikasi pati dapatmengahasilkan pati yang tahan cerna di dalam saluran pencernaan manusia. Pati resisten dari modifikasikimia secara esterifikasi telah diketahui meningkatkan sifat fisik, kimia, dan sifat fungsionalnya sertamempunyai manfaat kesehatan. Pati resisten secara positif mempengaruhi fungsi saluran pencernaan,mikroba, indeks glikemik dan membantu dalam pengendalian penyakit diabetes. Selain mempunyai efekkesehatan, pati resisten juga mempunyai sifat sensoris yang tidak banyak mengalami perubahan apabiladibandingkan dengan sumber serat pati, seperti biji-bijian utuh, buah-buahan atau dedak. Di antara sifatfisikokimia dari pati resisten adalah kapasitas pembengkakan, viskositas, pembentukan gel dan kapasitaspengikat airnya, yang membuatnya berguna dalam berbagai makanan.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN (ROASTING) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA PADA SEDUHAN KOPI ARABIKA (Coffea Arabica L.) DARI KABUPATEN GAYO, PROVINSI ACEH Pamungkas, Mieko Taqwa; Masrukan, Masrukan; SAR, Kuntjahjawati
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2021): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v3i2.278

Abstract

Mutu kopi bisa ditingkatkan dengan salah satu proses penanganan pasca panen yang sangat penting yaitu proses penyangraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyangraian terhadap mutu kopi arabika gayo. Penelitian ini menggunakan biji kopi arabika yang berasal dari kabupaten bener meriah yang sudah siap untuk disangrai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan variasi suhu penyangraian 190°C, 200°C dan 210°C dengan lama penyangraian 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Analisa data dilakukan dengan analysis of variance (Anova) dengan uji lanjut beda nyata Duncan’s new multiple range test  (DNMRT). Parameter analisis meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar asam total, kafein dan dilakukan uji organoleptik terhadap 30 orang panelis. Pada penelitian ini hasil terbaik didapatkan pada perlakuan suhu 200°C dengan lama penyangraian 10 menit yang memiliki skor 3,53 yang berarti suka dan sedikit suka, rendemen 78,5%, kadar air 1,34%, kadar abu 4,55(%db), kadar lemak 14,48(%db), kafein 0,87(%db) dan total asam 1,34(%db).
FORTIFIKASI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) PADA OPAK KASBI ( Manihot esculenta crantz ) Nereroan, Yuliana; Rukmi, Kuntjahjawati Susilo Adi; Masrukan, Masrukan
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2021): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v3i2.281

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “ Fortifikasi buah naga merah (Hylocereus costaricensis) pada opak kasbi  ( Manihot esculenta crantz ) ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pada penambahan bubur buah naga merah pada pembuatan opak terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat penerimaan panelis pada uji organoleptik. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Data hasil pengamatan dari masing-masing parameter dianalisa statistik dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf signifikansi 5%. Perlakuan yang digunakan adalah fortifikasi bubur buah naga merah   (Hylocereus costaricensis) dengan opak kasbi (Manihot esculenta crantz) dengan perlakuan fortifikasi opak kasbi  yaitu dengan menambahkan bubur buah naga merah  (Hylocereus costaricensis)  (Kontrol, 5%,15%,25% dan 35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi bubur buah naga merah   (Hylocereus costaricensis) pada opak kasbi (Manihot esculenta crantz)  berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, pati, antioksidan, intensitas warna, ketebalan, pengembangan, warna, tekstur, flavor dan kesukaan. Berdasarkan hasil analisa uji organoleptik opak kasbi  yang masih dapat diterima oleh panelis adalah pada perlakuan dengan penambahan bubur buah naga merah  sebesar 35% yaitu dengan perbandingan antara bubur buah naga merah  perlakuan (kontrol -35%)  yang mempunyai sifat fisik yaitu dengan warna semakin merah  kehitaman dan tekstur semakin rapuh. Sedangkan sifat organoleptik yang dimiliki yaitu dengan warna semakin merah  kehitaman, tekstur semakin rapuh, dan flavor semakin terasa bubur buah naga merah dan rasanya semakin terasa bubur buah naga merah.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAPKERAKTERISTIK SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIKPADA SEDUHAN BIJI KOPI ROBUSTA, TEMPUR, JEPARA, JAWA TENGAH Halim, Mansyur Ali; Masrukan, Masrukan; Darmawan, Eman
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2021): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v3i2.282

Abstract

Penyangraian adalah proses pembentukan aroma dan citarasa pada biji kopi yang dilakukan dengan menggunakan suhu yang tinggi. Saat ini masih sedikit data tentang bagaimana proses penyangraian yang tepat untuk menghasilkan produk kopi yang berkualitas. Sehingga terdapat beberapa kasus kurangnya penyesuaian suhu dan lamanya proses penyangraian yang dapat menyebabkan penurunan mutu akibat over roast. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyangraian terhadap perubahan sifat fisik, kimia dan organoleptik kopi Robusta Tempur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan perlakuan variasi suhu dan lama penyangraian yang terdiri dari tiga taraf, yaitu suhu penyangraian terdiri dari tiga taraf, yaitu suhu 190°C, 200°C, dan 210°C sedangkan lama penyangraian terdiri dari tiga taraf, yaitu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 27 (dua puluh tujuh) satuan percobaan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi suhu dan lama penyangraian berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar kafein kopi Robusta Tempur, tetapi tidak pada kadar asam total, protein dan karbohidrat. Perlakuan penyangraian biji kopi pada suhu 190°C dan lama penyangraian 5 menit menghasilkan kadar air akhir kopi robusta sebesar 2,01%. Perlakuan penyangraian biji kopi pada suhu 200°C dan lama penyangraian 15 menit menghasilkan kadar kafein akhir kopi Robusta, Tempur sebesar 1,67%. Berdasarkan uji organoleptik, kopi Robusta Tempur yang paling disukai panelis adalah kopi yang disangrai pada suhu 190˚C dengan lama penyangraian 10 menit. Sifat fisik dan kimia kopi robusta tempur adalah kadar air 2.01%, kadar abu 8,76%, kadar asam total 0,68%, kadar protein 13,77%, karbohidrat 68,77%, kadar lemak 13,25% dan kafein 1,67%.
Co-Authors Abdul Ghofur Achmad Buchori Afryany, Laylya Agung Ramadan, Yoshida Agus Wahyudin Aida, Siti Akhmad Fauzi Alhasa, M Husna Amalia Fikri Utami Aminuyati Ani Rusilowati Ardhi Prabowo Arief Agoestanto Arif Hidayad Arivina, Aulia Nur Ary Woro Kurniasih Asih, Tri Sri Noor Astatik, Reni Panca Andri Atho'illah, Ibnu Azizia, Ananda Jullailatul Azka, Maulida Zammalatul Bambang Eko Susilo Bayquni, Bayquni Budi Waluya, Stevanus Darmawan, Eman Dewi, Nuriana Rachmani Dewi, Nuriana Rachmani Djoko Widodo Djuniadi Djuniadi Dwi Biyantoro Dwi Hermanto Dwi Purwaningsih, Dwi Dwijanto Dwijanto, Dwijanto Eko Adinuryadin, Eko Eko Pujianto Elmagustilla, Sheila Rosita Ely Susanti Ema Butsi Prihastari Ratna Widyaningrum, Ema Butsi Prihastari Endang Werdiningsih, Endang Etty Mutiara Fakhruddin, Fakhruddin Farida Hidayati Fattayati, Fattayati Fauziah Asri Latifah, Fauziah Asri Gaol, Paltiman Lumban Gorotomole, MM. Alamin Hadijaya Hadijaya Halim, Mansyur Ali Haqiqi, Muhamad Irwan Hendriani, Batul Fatin Hery Sutarto Huda, Alimul Hutagaol, Antonio Gogo Isnarto, Isnarto Isti Hidayah Isyuniarto Isyuniarto Iwan junaedi Jan Setiawan Kartika Yuni Purwanti Kartono - Kartono, Kartono Kasir Santoso Widodo, Kasir Santoso Khairunnisa, Muthia Khoir, Nisaul Lathifatul Lintang, Anggit Cahya Lisa Virdinarti Putra Marfu'ah, Solikhatun Marwazi, Muhammad Mawarti, Sela Maya Kusuma, Sarli Bamoris Meniek Rachmawati Mohammad Asikin Muchammad Imron Muhammad Khumaedi Mulyono Mulyono Munawaroh, Siti Badriatul Nereroan, Yuliana Nining Setyowati Noor, Hanif Juhar Nurkaromah Dwidayati, Nurkaromah Pamungkas, Mieko Taqwa Parotua, Andar Jaya Pranawestu, Aditya Prasetyo, Kakung Pratiwi, Mayasari Dian Puji Handayani Puspitasari, Anis Widi Putra, Ngurah Made Darma Putranto, Dwi Putriaji Hendikawati Rahayu, Yenrika Kurniati Rifqiyana, Lilyan Rina Dwi Setyawati Risdianti, Ana Rivo Panji Yudha Riza Arifudin Rochmad - Rosika Kriswarini Rukmi, Kuntjahjawati Susilo Adi S. B. Waluya, S. B. Sa'adah, Daroinis Safaatullah, Muh. Fajar Samsudi . Santika Lya Diah Pramesti Saputro, Didik Adi SAR, Kuntjahjawati Scolastika Mariani Sefiany, Nadia Sholikati, Sholikati Sigit Gunawan Slamet Hariyadi Sri Murwati, Sri SRI WARDANI Sri Wijayanti St. Budi Waluya Sugiyo Sugiyo, Sugiyo Sugiyono Sugiyono Sukamto Sukamto Sukestiyarno Sukestiyarno Sulhadi - Sunawan Sunawan Sungkono Sungkono Suprihatini, Noerhidayah Suprihatini, Noerhidayah Suryaman, Ganisa K Suryati Suryati Taulia Damayanti Tolang, Korsini Heru Setiawan Triyono Triyono Umar Santoso Usman Sudjadi Vembriliya, Zelmy Adista Wahyu Hardyanto Wahyu Lestari Walid Walid, Walid Wardono Wardono Wesna, Merry Wiwi Isnaeni Wiyanto - Wuryanto Wuryanto Yanlinastuti Yanlinastuti Yumaroh, Yumaroh Yunus, Muhamad Yasin Zaenuri Mastur Zubaedi, Muhammad Fakqih