Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI LUMPUR LAUT DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PASIR PANTAI Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto; Maulidi, Maulidi; Suswati, Denah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.68701

Abstract

Lahan pasir pantai tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian karena minim bahan organik, unsur hara, sukar mengikat air dan perubahan suhu drastis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pasir pantai, untuk kegiatan pertanian dengan menganalisis dosis kombinasi lumpur laut dan pupuk kandang sapi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya pertanian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai metode perlakuan tanaman dengan parameter pengamatan yaitu 1) Tinggi, 2) Diameter batang, 3) Jumlah daun, 4) Panjang Tongkol, 5) Diameter tongkol, 6) Jumlah biji pertongkol, 7) Berat pipil pertongkol dan 8) Berat serratus biji pertongkol. Data hasil pengamatan diuji menggunakan Uji F guna mengukur tingkat pengaruh perlakuan terhadap tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi lumpur laut dosis 1000 g/polybag dan pupuk kandang sapi dosis 1.500 g/polybag masing-masing untuk hasil jagung pada tanah pasir pantai secara signifikan dapat meningkatkan diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah biji, berat pipilan dan berat per 100 biji pertongkol. Namun tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang tanaman dan jumlah daun tanaman secara signifikan.
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK KANDANG AYAM, KAPUR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI LAHAN PASANG SURUT Hidayat, Muhammad Taufik; Nurjani, Nurjani; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77692

Abstract

Kubis bunga merupakan tanaman pertanian yang tergolong familia Cruciferae, berasal dari daerah sub tropis, memproduksi bunga serta merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat termasuk di Kalimantan Barat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk kandang ayam, kapur dan NPK yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut yang berada di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kec. Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung selama 6 bulan mulai dari Maret "“ Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu kombinasi pupuk kandang ayam, kapur dolomit dan NPK dengan 6 kombinasi dan 4 ulangan. Jumlah tanaman terdapat 15 tanaman perbedengan terdiri dari 4 sampel pengamatan. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 450 kg/ha, B = pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha +   NPK 300 kg/ha, C = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 2 ton/ha + NPK 300 kg/ha, D = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 2 ton/ha + NPK 450 kg/ha, E = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 450 kg/ha, F = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi: jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), berat segar krop (g) dan diameter krop (cm). Hasil pengamatan penelitian didapatkan hasil bahwa kombinasi pupuk kandang ayam, kapur dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 6 MST, berat segar tanaman dan berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun 2 MST, 4 MST, luas daun, berat segar krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 300 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut, sedangkan untuk meningkatkan hasil tanaman menunjukkan berpengaruh tidak nyata tetapi hasilnya cenderung tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN NPK DAN PGPR AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Ismail, Aji Sarif; Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77910

Abstract

Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis tanaman Leguminosae yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kendala pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam kacang hijau dihadapkan pada masalah sifat kimia yang kurang baik. Sifat kimia yang kurang baik adalah rendahnya kandungan unsur hara. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah PMK dapat yaitu pemberian pupuk NPK, karena mengandung lebih dari 1 unsur hara makro primer yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar sehingga pemupukan menjadi efisien. Namun, penggunaan pupuk kimia harus diimbangi dengan penggunaan pupuk ramah lingkungan yaitu pupuk hayati PGPR akar putri malu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dari NPK terhadap beberapa konsentrasi PGPR dan mendapatkan interaksi NPK dan PGPR akar putri malu pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Jl. Sepakat 2, Gg. Racana Untan. Penelitian ini berlangsung mulai dari tanggal 20 Juli hingga 13   Oktober 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) RAL dengan 2 (dua) faktor. Faktor pertama konsentrasi PGPR akar putri malu (a) sebagai main plot yang terdiri 3 perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu dosis NPK (b) sebagai sub plot dengan 3 perlakuan. Setiap unit percobaan diulang sebanyak 3 kali dan tanaman perpetak sebanyak 4 tanaman sehingga jumlah tanaman berjumlah 108 tanaman.   Faktor yang pertama yaitu konsentrasi PGPR sebagai main plot yang terdiri a1 = 15 ml/â„“ air, a2 = 20 ml/â„“ air, a3 = 25 ml/â„“ air. Faktor kedua yaitu dosis NPK sebagai sub plot yang terdiri b1 = 250 kg/ha, b2 = 375 kg/ha, b3 = 500 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah seluruh polong (polong hampa dan bernas), jumlah polong bernas, berat kering biji, berat 100 biji. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dosis NPK 500 kg/ha memberikan pertumbuhan da hasil tanaman kacang hijau terhadap Tinggi Tanaman 2 MST, Berat Kering Tanaman, Volume akar, Berat Kering Biji dan Berat 100 Biji kacang hijau pada tanah PMK. Konsentrasi PGPRakar putri malu 25 ml/l dan dosis NPK 375 kg/ha merupakan interaksi yang terbaik terhadap Tinggi Tanaman kacang hijau umur 4 MST pada tanah PMK dengan peningkatan 29,8%.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN NEPENTHES MIRABILIS Wahyuni, Rini; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam terbaik untuk pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau dengan ketinggian tempat 10-1000 m di atas permukaan laut dan berlangsung pada tanggal Januari "“ Maret 2023 atau selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan faktor perlakuan yaitu kombinasi media tanam (P) yang terdiri dari 8 tingkat perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 96 polibag. Kombinasi media tanam yang dimaksud adalah A : Tanah gambut, B : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam 1 : 1 (v:v), C : Tanah gambut + Arang sekam 1:1 (v:v), D : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v), E : Tanah aluvial, F : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam 1:1 (v:v), G : Tanah aluvial + Arang sekam 1:1 (v :v) dan H : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v). Variabel pengamatan meliputi: pengamatan persentase tanaman yang hidup (%), pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai) dan pertambahan jumlah kantong yang terbentuk pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 merupakan media tanam terbaik terhadap pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis dan semua media variabel tinggi tanaman 12 MST, pertambahan jumlah daun 4-16 MST, dan pertambahan jumlah kantong 4 dan 16 MST bisa menggantikan tanah gambut.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DI LAHAN PASANG SURUT SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sona, Liliana; Nurjani, Nurjani; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77599

Abstract

Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) merupakan produk hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pupuk hayati dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, berlangsung pada bulan Mei hingga Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari   2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk hayati   terdiri dari 3 taraf perlakuan   5, 10 dan 15 ml/L air   dan   faktor kedua adalah pupuk kandang ayam dengan 3 taraf perlakuan 10, 20   dan 30 ton/ha dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman dan berat buah per tanaman. Serta berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, luas daun, jumlah buah per tanaman dan berat per buah. Pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel penelitian dan interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air dan pupuk kandang ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis interaksi terbaik terhadap pertumbuhan tanaman tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air sedangkan pemberian pupuk hayati konsentrasi 5 ml/L air merupakan dosis terbaik terhadap hasil tanaman tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Silalahi, Ferdinand Krismanto; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73820

Abstract

Peningkatan produksi sawi putih di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Permasalahan utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial yaitu rendahnya ketersediaan unsur hara bagi tanaman yang diakibatkan keasaman tanah, serta sistem budidaya tanaman yang terus menerus menggunakan pupuk anorganik. Upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik yaitu dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat dan berlangsung pada bulan April 2023 "“ Mei 2023. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan yang masing - masing perlakuan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga jumlah sampel perlakuan keseluruhan sebanyak 75 sampel tanaman/polybag. Perlakuan terdiri dari : a1 = konsentrasi pupuk 6 ml/l, a2 = konsentrasi pupuk 8 ml/l, a3 = konsentrasi pupuk 10 ml/l, a4 = konsentrasi pupuk 12 ml/l dan a5 = konsentrasi pupuk 14 ml/l. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi, maka diperoleh konsentrasi POC yang paling efektif dalam penelitian ini adalah dengan konsentrasi POC 10 ml/l.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga Terhadap Pemberian Biostimulan Ekstrak Rumput Laut dan KCl Pada tanah Ultisol Archendy, Andre Doggy; Surachman, Surachman; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99396

Abstract

Kubis bunga atau kembang kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) merupakan satu diantara jenis komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini bertujan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara pemberian biostimulan ekstrak rumput laut dan pupuk KCl untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil terbaik kubis bunga pada tanah ultisol. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis biostimulan ekstrak rumput laut dengan simbol (B) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu B1 = 3 ml/liter air, B2 = 5 ml/liter air, B3 = 7 ml/liter air dan faktor yang kedua adalah KCl dengan simbol (K) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu K1 = 100 kg/ha atau 2,5 g/polybag, K2 = 200 kg/ha atau 5 g/polybag, K3 = 300 kg/ha atau 7,5 g/polybag. Hasil penelitian ini adalah terdapat interaksi biostimulan ekstrak rumput laut 3 ml/liter air dan pupuk KCl 200 kg/ha setara dengan 5 g/polybag dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kubis bunga yang terbaik pada tanah ultisol.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun terhadap Pemberian Bokasi Klaras Pisang dan Pupuk K pada Tanah Aluvial Yuni, Oktaviani; Anggorowati, Dini; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.99078

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran buah dari famili cucurbitaceae yang populer ditanam oleh petani Indonesia. Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan bokasi klaras pisang. Penelitian ini bertunjuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi klaras pisang dan pupuk KNO3 yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan jalan Sepakat II, di depan asrama Bengkayang, berlangsung selama 3 bulan dimulai dari tanggal 25 april "“ 17 juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokasi klaras pisang (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1= 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, a2= 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, a3= 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag. Faktor yang kedua yaitu pupuk kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan k1= 200 kg/ha setara dengan 7 g/tanaman, k2= 300 kg/ha setara dengan 11 g/tanaman, k3= 400 kg/ha setara dengan 15 g/tanaman. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari valume akar, berat kering, diameter batang, jumlah buah per tanaman, diameter buah, Panjang buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara bokasi klaras pisang 10 ton/ha dan pupuk KNO3 200 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk berat buah per buah.
the Effect of Potassium Fertilizer and Paclobutrazol Application Time on the Growth and Yield of Sweet Corn in Peat Soil Maulidi, Maulidi; Darussalam, Darussalam; Annisa, Baaqiy Amri
AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agritropica.8.2.88-94

Abstract

For optimal effects on sweet corn growth and yield, it is critical to determine when to apply Paclobutrazol and how much potassium fertilizer to apply. The goal of the study is to determine the optimal K fertilizer dosage and Paclobutrazol application timing for sweet corn plant growth and yield in peat soil in West Kalimantan, Indonesia. A split-plot design with two factors was used for the study. The time of application of Paclobutrazol 1500 ppm (W) as the main plot and dosage of potassium fertilizer (K) as the subplot. Paclobutrazol's application period only suppressed plant height and leaf number, whereas potassium application markedly enhanced sweet corn yield. Paclobutrazol's application period only reduced plant height by 13.06-28.42 cm. The 5-week (WAP) Paclobutrazol spraying period had the most significant impact on reducing sweet corn plant height. Potassium fertilization significantly improved sweet corn yield components. Doses of 200–300 kg·ha⁻¹ increased cob weight, husk-free cob weight, and cob length relative to lower doses, while cob diameter responded effectively from 100 kg·ha⁻¹ onward. The highest overall performance was achieved at 300 kg·ha⁻¹, indicating that this dose was the most effective for maximizing sweet corn yield under the study conditions.
PENGARUH TRIAKONTANOL DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Ghivari, Haikal; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.100941

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan dengan prospek pengembangan yang baik di Kalimantan Barat, terutama pada tanah aluvial yang kaya endapan mineral dan mendukung pertumbuhan tanaman. Triakontanol sebagai ZPT diketahui berpotensi meningkatkan produktivitas melalui stimulasi pertumbuhan akar, sedangkan pupuk NPK menyediakan nutrisi esensial bagi perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi triakontanol dan dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak dari 26 Agustus–17 Oktober 2024 menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga taraf triakontanol (0,01; 0,03; 0,05 ppm) dan tiga dosis NPK (200; 400; 600 kg/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 27 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, komponen hasil, dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara triakontanol dan NPK terhadap tinggi tanaman 7 MST, berat polong, dan berat 100 biji. Triakontanol berpengaruh terhadap tinggi tanaman 6 MST, sedangkan NPK berpengaruh terhadap umur berbunga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi perlakuan tertentu mampu meningkatkan produktivitas kacang hijau pada tanah aluvial serta memberikan kontribusi dalam pengelolaan pemupukan dan penggunaan ZPT pada budidaya kacang hijau.
Co-Authors Adijaya, Mardan Agustina Listiawati Ahmad Burhan Hakim Aisa, Aufia Andree Wijaya Setiawan Annisa, Baaqiy Amri Apriani, Resti Archendy, Andre Doggy ari krisnohadi Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Atthariq, Atthariq Bahendra, Rendi Bambang Widiarso Bustami Bustami Darussalam Darussalam, Darussalam Denah Suswati Dini Anggorowati Dwi Raharjo Dwi Zulfita Dwiantoro, Rio Dwina, Novira Eddy Santoso Fadjar Rianto Farida Isroani Faruq, Ahmad Umar Fitria Sari Fuad, Muhammad Sabitul Ghivari, Haikal Hariyanti, Agus Heatubun, Antonius_tomy Henny Sulistyowati Hiromitsu, Kuno Ihsan Ihsan Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Ismail, Aji Sarif Jaya, Dwi Umar Juanda Junaidi Junaidi Kartika, Anna Silviyana KURNIA KURNIA, KURNIA Layo, Aldi Pernando Lia, Jaima Oksa Magdalena Magdalena Mariana Mariana Maswadi - Muhammad Idkham Muhammad Taufik Hidayat Mulyadin, Mulyadin Niko, Jordan Fanggie Nurjani Pambudi, Rian Pangestu, Abdur Rahman Purwana Satriyo Putu Dupa Bandem Radian Radian Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Ridwan, Ridwan rini hazriani Rini Susana Rini Wahyuni Rita Hayati Rita Kurnia Apindiati Robertus Suryadinata, Robertus Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto Safitri, Dwi Desri Sahat Irawan Manik Sandye, Michael Josua Sari, Pegi Sukma Setia Budi Shenny Oktoriana Silalahi, Ferdinand Krismanto Siragah, Kristian Sakti Sona, Liliana Sunardi Sunardi Surachman Surachman Syahbani, La Muhammad Imam Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Virya, Lola Okta Wanti Fitrianti Warganda Warganda Yuliansyah Yuliansyah Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuni, Oktaviani Yuniarti, Fitria Zamroni Ishaq Ishaq