Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI CALON AYAH TERHADAP PERAN JENDER ANAK Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.754 KB)

Abstract

Understanding of the concept of androgyny and gender -free parenting should be developed by the candidate 's father as one of the important aspect of life for the children they will have in the future. Androgin integrating gender roles gender roles usually done by women (feminine ) or male ( masculine ). Androgin individuals will behave according to the situation rather than be limited by cultural rules about men or women so that more adaptive in a variety of social conditions ( Unger Crawford , 2000). Therefore, research on the understanding of gender roles is necessary. This study uses incidental sampling technique, where as many as 34 subjects prospective father of the young adult age groups were asked to complete the MF Scale (Scale Masculine - Feminine) which has been adapted from the BSRI (Bem Sex Role Inventory) creation Bem (1974 ) for the category " girls " and " boy ". X2 test results indicate a difference in the perception of gender roles prospective father against son. Boys perceived masculine gender role while girls androgyn or feminine gender role. Parents should stimulate the development of insight knowledge of the child in a way to stimulate a more "rich" and diverse. Psychoeducation programs should focus on the importance of understanding personality types androgin for boys, while the scientific discussion on the topic of parenting and gender, including the implications of gender bias being applied in the development of adverse parenting girls and boys need to be frequently held. Keywords : gender roles, perceptions, future father.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN DENGAN MENGGUNAKAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK USIA DINI Siska Liana; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.113 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the increasing independence of young children using token economy in early childhood. The method used in this study is quasi experimental method with design Time Series. Subject of this study were six children who are less independent. Data collection techniques using observation. Results obtained in this study indicate that there is an increased independence after using token economy in children. Based on calculations of Wilcoxon test obtained p= 0.027; α=0.05 as the probability value alpha, thus the Ha Ho accepted and rejected, which means there is an increase independence by using token economy in early childhood. Conclusions of this research were significant independence increased after token economy given in early childhood.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperiment dengan desain Time Series. Subjek penelitian sebanyak enam orang anak yang kurang mandiri. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan kemandirian setelah dilakukan token economy pada anak. Berdasarkan hasil perhitungan dari Wilcoxon diperoleh nilai p=0,027; α=0,05 karena nilai probabilitas alpha, dengan demikian maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terjadi peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini.  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan kemandirian yang signifikan setelah diberikan token economy pada anak usia dini.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kemandirian, token economy.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Kematangan Pilihan Karir Alriza Rahayu Rahmawati; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 2 (2020): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.543 KB)

Abstract

The problem in this research was career option maturity students. The purpose of this research was to find out that group guidance can influence career maturity students in class XII of SMA Negeri 1 Tumijajar Academic Year 2019/2020. The method of this research was quasi experimental with pretest and posttest design. Research’s sample selected purposive sampling technique. The study population was 36 students with sample 11 peoples. Data collection techniques used a scale of career maturity.Permasalahan dalam penelitian ini adalah kematangan pilihan karir siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap kematangan karir siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tumijajar Tahun Ajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain pretest dan posttest. Sample penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah 36 siswa dengan sample 11 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kematangan karir.Kata kunci: bimbingan Konseling, layanan bimbingan kelompok, kematangan karir
Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Prestasi Belajar Ade Ratna Mutiara; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.384 KB)

Abstract

The purpose of this study was to identify the correlation between peer group interaction with learning achievement. The research method was quantitative. Population amounted160 students and research sample as many as 32 students determined by simple random sampling technique. Data collection technique used observation of peer group interaction and value of report documentation. Data analysis technique used Product Moment correlation. The result showed there was a positive and significant correlation between peer goup interaction with learning achievement value rhitung=0,528 rtabel=0,338 at the level of significant 0,05 then Ho rejected and Ha accepted. The conclusion of this research is there was a positive and significant correlation between peer group interaction with learning achievement, its mean the greater of peer group interaction will be the higher the student learning achievement.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dengan prestasi belajar. Metode penelitian bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 160 siswa dan sampel berjumlah 32 siswa yang diambil dengan tekniksimple random sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi interaksi teman sebaya dan dokumentasi nilai raport. Teknik analisis data menggunakan korelasiProduct Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara interaksi teman sebaya dengan prestasi belajar dengan nilai korelasi rhitung=0,528 rtabel= 0,338 pada taraf signifikan 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara interaksi teman sebaya dengan prestasi belajar, artinya semakin besar interaksi teman sebaya maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.Kata kunci:hubungan, interaksi teman sebaya, prestasi belajar
PENINGKATAN PERILAKU SELF ESTEEM DENGAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII Sisca Marya Susanti; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.457 KB)

Abstract

The problem of this research was the self esteem of students. The aim of this research was to identify if the use of group counseling service could optimize the self esteem of students. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. Technique in gained the data is by using observation. The result shows that could be significant maximized the self esteem of students score about before and after used group counseling services amount 42,39%, from the low self esteem results Obtained zoutput = - 3,06 and ztabel = 1, 645. then Ha is accepted and H0 is rejected. Masalah penelitian ini adalah perilaku self esteem siswa. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengggunaan layanan konseling kelompok untuk meningkatkan perilaku self esteem siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan antara self esteem siswa sebelum dan setelah diberikan layanan konseling kelompok sebesar 42,39%, berdasarkan penghitungan perilaku self esteem rendah yang diperoleh zoutput=-3,06 dan ztable= 1,645,maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata kunci : konseling kelompok, self esteem, bimbingan dan konseling
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Dengan Layanan Bimbingan Kelompok Yolanda Oktaviani; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 6 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.346 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the improvement of interpersonal communication skill with group guidance service. The problem in this research was low student interpersonal communication skill. This research used the pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Subjects were 10 students with low interpersonal communication skills. The technique of collecting data was using observation. The result of data analysis with Wilcoxon test, from pretest result and posttest of student interpersonal communication skill showed that z arithmetic = -2,820 ztabel = 1,645 then Ho was rejected and Ha was accepted.The conclusion was a significant increase.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal dengan layanan bimbingan kelompok . Masalah dalam penelitian ini adalah keterampilan komunikasi interpersonal siswa yang rendah. Penelitian ini menggunakan metodepre-eksperimental dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal rendah.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posstest keterampilan komunikasi interpersonl siswa menunjukkan bahwa z hitung = -2,820ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terjadi peningkatan yang signifikan.Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, keterampilan komunikasi interpersonal
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Putria Maharani; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.756 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increasing of students motivaton by using group guidance service. The research problem was students who have low learning motivation. The research method was pre experiment by using one group pretest and posttest design. The research subjects were 12 students who have low learning motivation. The data analysis was using wilcoxon test. It showed that students learning motivation increased 51,18% and ZcountZtable (-3,06114) so Ha was received, it means that students learning motivation can be increased by using group guidance services.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dengan layanan bimbingan kelompok. Masalah penelitian ini adalah siswa memiliki motivasi belajar yang rendah. Metode penelitian ini adalah metode pre eksperimen dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 12 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 51,18% dan Zhitung Ztabel (-3,06114), maka Ha diterima, artinya motivasi belajar mengalami peningkatan setelah diberikan layanan bimbingan kelompokKata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Esty Ratna Sari; Giyono Giyono; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.348 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors inhibiting the implementationof a guidance and counseling program. The research problem is the implementation of the guidance and counseling program is not optimal. The issue is whether the limitingfactor in the implementation of guidance and counseling programs in high schools in the Metro city. The method used in this research is descriptive method. Data collection techniques using questionnaires implementation guidance and counseling services. The samples in this study were 22 teachersguidance and counseling.These results indicate that there are several factors that inhibitingguidance and counseling program implementation: (1) preparation and counselingprogram is not in accordance with the basic aspects of guidance and counseling programming. (2) educational background does not fit with the profession as ateacher guidance and counseling. (3) Facilities and infrastructure are the mostdominant factors inhibiting the implementation of the service is to be guidance andcounseling. (4) Lack of cooperation between service delivery personnel guidance and counseling school.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan program bimbingan dan konseling (BK). Masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program BK belum optimal. Adapun permasalahannya adalah apakah faktor penghambat pelaksanaan program BK pada SMA Negeri se-Kota Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif. Teknik pengumpulan data  menggunakan angket pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 guru BK. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa faktor yang menjadi penghambat pelaksanan program BK, yaitu; (1)Penyusunan program BK belum sesuai dengan aspek-aspek dasar penyusunan program BK. (2)Latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan profesi sebagai guru BK. (3)Sarana dan prasarana adalah faktor dominan yang menjadi penghambat pelaksanaan layanan BK. (4)Kurangnya kerjasama antar personalia pelaksanaan layanan BK disekolah.Kata kunci : faktor penghambat pelaksaanan bk.
PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP Dewi Septiyani; Giyono Giyono; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 3 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.96 KB)

Abstract

The research objective was to determ the increasing in interest to learn by using group counseling services. The method used quasi experiment with one group pretest and posttest design. The data collection technique was the scale of interest in learning. The results showed that is student interest in learning can be enchanced through group counceling services, it is shown form the results of data analysis student interest by using the wilcoxon test, the results of pretest and posttest obtained zhitung ztabel = -2,807 Ztabel 0,05 = 1,645. Therefore, Ho is rejected and Ha is accepted the conclusion of this result was interest to learn can be increased by using group guidance service to VIII grade students of SMP Sriwijaya Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan minat belajar dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah skala minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data minat belajar siswa dengan menggunakan uji wilcoxon, Hasil pretest dan posttest yang diperoleh zhitung ztabel = -2,807 Ztabel 0,05 = 1,645. Dengan demikian, Ha diterima dan Ho ditolak. kesimpulannya minat belajar dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas VIII di SMP Sriwijaya Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata kunci: bimbingan konseling, bimbingan kelompok, minat belajar
Peningkatan Konsep Diri Menggunakan Pendekatan Client Centered Lilis Marlia; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.525 KB)

Abstract

The purpose of research was to find out the improvement of self concept using the of client centered approach. The research method was qualitative descriptive by using case study. Research subjects were 3 students who had low positive self concept. Data collection techniques use self-concept scale. Data analysis with data reduction techniques, data presentation and data verification. The results of counseling research indicate that the improvement of self concept using client centered approach can be used in students. This can be proved by the change of the three subjects after the implementation of counseling, such as students know the advantages and weaknesses, more positive thinking and confident of the ability possessed. The conclusion of this research is self concept can be improved by using client centered approach at student of grade XI. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan konsep diri menggunakan pendekatan client centered. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Subjek penelitian sebanyak 3 siswa yang memiliki konsep diri positif yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konsep diri. Analisis data dengan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian konseling menunjukkan bahwa peningkatan konsep diri menggunakan pendekatan client centered dapat digunakan pada siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya perubahan ketiga subjek setelah pelaksanaan konseling dilakukan, seperti siswa mengetahui kelebihan dan kelemahan, lebih berfikir positif dan yakin terhadap kemampuan yang dimiliki. Simpulan penelitian ini adalah pendekatan client centered dapat digunakan untuk meningkatkan konsep diri pada siswa kelas XI.Kata kunci: bimbingan dan konseling, pendekatan client centered, konsep diri.
Co-Authors Ade Ratna Mutiara Agustina Ari Setianingrum Alriza Rahayu Rahmawati Amalia Wardatul Firdaus Andriyanto, Redi Eka Anisa Agustina Annisa Afiananda Rizqi Asep Sukohar Astri Febriyanti Astri Nindhy Hutami Ayu Selfi Anjani Ayu Septiyani Ayu Tarwiyah Azlia Febrina Dwinanda Banan Corima Adha Bebby Sylvia Hadi Christine Wulandari Desti Wahyuning Devy Anggraeny Dewi Septiyani Diah Marantika Dian Permata Sari HSB Diana Kholifah Ditta Anggraeni Dwi Qurniah Febriyanti Endang Lifchatullaillah Esty Ratna Sari Fendy Prasetyawan Fitri Pradita Pertiwi Fransiska Kusuma Ningrum Giyono Giyono Hany Septia HELMALIA HELMALIA, HELMALIA Hesti Nur Asiani Hestina Hestina Jamhari Jamhari Jenny Firawan Junisa Amaliaz Khairunnisa Khairunnisa Khrisna Agung Khrisna Agung Cendekiawan Kurniawati, Eka Kurniawati, Eka Kusdiana Safitri Kustina Kustina Laila Aziz Liana Priciliasari Lilis Marlia Linda Lestari Lisa Sasmita Luluk Nandya Maharani Mar'atur Rafiqah Merry Andani Miatuz Zaqia Mildawati, Ratna Moch Johan Pratama Moch. Johan Pratama Muswardi Muswardi Muswardi Rosra Nadia Arissanti Wardhani nafisah isnawati Noprita Noprita Norma Indah Pratiwi Novyananda Salmasfattah Nurhalimah Nurhalimah Oktariana, Yohana Puspita Wulandari Putria Maharani Ranni Rahmayanthi Ratih Novita Sari Ratna Widiastuti Restu Dwi Fitria Riawati Riawati Rohmah, Arlia Salasa Fajarani Salmasfattah, Novyananda Samsul Bakri Savania Alifianty Hafzah, Savania savitri, Lisa Sindy Elisvi Sintia Handayani Sisca Marya Susanti Siska Liana Siska Wiyasa Oktora SRI LESTARI Sueb Aliansyah Syaifuddin Latief Syaifuddin Latif Syaifudin Latief Syari Dwi Afiani Syarifuddin Dahlan Tita Adelia Putri Tri Maulita Tri Oktha Ayuevita Umi Chasanah Vista Ambar Wulan Wardhani, Firdha Aprillia Wika Christian Pasaribu Yayu Zuliantini Yeni Yunita Sari Yolanda Oktaviani Yuneka Saristiana Yusmansyah Yusmansyah Yusmansyah Yusmansyah