Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Penghasilan Orang Tua terhadap Aspirasi Melanjutkan Studi Ayu Selfi Anjani; Syarifuddin Dahlan; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 2 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.616 KB)

Abstract

This study aims to find out how significant the relationship between the level of education and the level of income of parents towards the aspirations of continuing studies of 11th grade students at SMA Negeri 10 Bandar Lampung Academic Year 2018/2019. The method used in this research was quantitative. The population of the study was 250 students and the sample was 50 students taken by cluster sampling technique. In collecting the data, questionnaire was used. Data analysis techniques used partial test and multiple correlation test. The result show that there is relationship between Education Levels and Parents’ Income Levels on Aspiration to Continue Study of 11th Class Students at SMA Negeri 10 Bandar Lampung Academic Year  2018/2019 simultaneously and partially as well, indicated by rhitung 0.483, then rcountrtable (0.483 0.278) and the significance value is 0.000 (0.000 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan orang tua terhadap aspirasi melanjutkan studi pada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung tahun Ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 250 siswa dan sampel penelitian berjumlah 50 siswa diambil dengan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data ini menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan uji parsial dan uji korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan orang tua terhadap aspirasi melanjutkan studi pada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019 secara simultan dan parsial, ditunjukkan dengan nilai rhitung 0.483, maka rcountrtable (0.483 0.278) dan nilai signifikansinya adalah 0.000 (0.000 0.05).Kata kunci: aspirasi melanjutkan studi, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan orang tua
Peningkatan Self Control Melalui Konseling Kelompok Teknik Modelling Pada Siswa Kelas VIII Salasa Fajarani; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 3 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.502 KB)

Abstract

The aim of this research was to determine the increase of self-control using group counseling modeling techniques in class VIII MTs Pelita Gedong Tataan in academic year 2016/2017. The problem in this research was the studentss self control. This research method is a method of pre-experimental with one group pretest-posttest design. Subjects of this study was six eighth grade students who have low self control. Data collection techniques in this study used the scale of self control. The results obtained in this study indicate that the use of modeling techniques can be group counseling to improve students' self-control, is evident from the data analysis using the Wilcoxon test, the price obtained zhitung = -2.214 ztabel = 1.645 then Ho is rejected and Ha accepted.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan self control menggunakan konseling kelompok teknik modelling pada siswa kelas VIII MTs Pelita Gedong Tataan Tahun Pelajaran 2016/2017. Masalah dalam penelitian ini self control siswa. Metode penelitian ini adalah metode pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini sebanyak 6 siswa kelas VIII yang memiliki self control rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala self control. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan konseling kelompok teknik modelling dapat meningkatkan self control siswa, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, diperoleh harga zhitung = -2.214 ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kata kunci: konseling kelompok, teknik modelling, self control
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Merry Andani; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.061 KB)

Abstract

The problem of this research was the student’s low social interaction. The problem of this research was whether group counseling service can improve social interaction in grade VIII students at SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan. The purpose of this study was to know that group guidance can be used to increase the student’s low social interaction in grade VIII students in SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan Academic Year 2016/2017. This research method was Quasi experimental with one group pretest-posttest design, and analyzed by using Wilcoxon test. The research subjects were 12 students of grade VIII in SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan who had low social interaction. The results showed that students' social interaction was improved after the provision of group guidance services. This was shown from the results of pretest and posttest test obtained Z output = -3.06 and Z table =1.645. Because Z output Z table then, Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this research was group guidance service can be used to increase student’s social interaction in grade VIII in SMP Negeri 4 Natar, South Lampung academic year 2016/2017.Masalah penelitian ini adalah interaksi sosial siswa rendah. Permasalahan penelitian ini adalah apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan interaksi sosial pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa bimbingan kelompok dapat  dipergunakan untuk meningkatkan interaksi sosial yang rendah  pada siswa  kelas  VIII  di  SMP  Negeri  4  Natar  Lampung  Selatan  Tahun  Ajaran  2016/2017.  Metode penelitian ini bersifat   Quasi experimental dengan desain one group pretest-posttest, dan dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian 12 orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Natar Lampung Selatan yang memiliki interaksi sosial rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial siswa mengalami peningkatan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung  = -3,06 dan Ztabel  =1,645. Karena Zhitung  Ztabel  maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dapat dipergunakan untuk meningkatkan interaksi sosial pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Natar, Lampung Selatan Tahun Ajaran 2016/2017.Kata kunci: bimbingan dan konseling, interaksi social, layanan bimbingan kelompok
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Linda Lestari; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.687 KB)

Abstract

The problem in this research is the low of students interpesonal communication. The purpose of this study  to determine the correlation of self confidence with interpersonal communication in class VIII students at SMP Negeri 9 Bandar Lampung. This research is quantitative descriptive. The population in this study amounted to 288 students with a sample of 158 students obtained through simple random sampling techniquest. The data collection techniques using a scale interpersonal communication and scale self confidence. The data analysis techniques using Product Moment Correlation. The research results obtained value r count = 0,414 r table = 0,159 then Ho is rejected and Ha is accepted, which means there is a positive and significant correlation of self confidence with interpersonal communication. If the students self confidence is high then students interpersonal communication will also be high.Masalah dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Bandar Lampung. Peneitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 288 siswa dengan sampel 158 siswa yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal dan skala kepercayaan diri. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian diperoleh r hitung = 0,414 r tabel = 0,159, Ho ditolak dan Ha diterma, yang artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal. Jika kepercayaan diri siswa tinggi maka akan diikuti komunikasi interpersonal siswa yang tinggi pula.Kata kunci: hubungan, kepercayaan diri, komunikasi interpersonal
Penggunaan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Manajemen Diri dalam Belajar Sindy Elisvi; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research were students who had low self-management in the school. The problem was "whether self-management in learning grade VIII students can be improved using group guidance?The purpose of this research was to know the improvement of self-management in learning class VIII students using group guidance. The research method was one group pretest-posttest pre-experimental method. Research subjects were 6 students who hadlow self-management in learning. Data collection techniques used self-management observation sheets in learning. The results of data analysis used Wilcoxon test, obtained the result of -2.207. The result was less than 0.05 (-2,2070.05) and meant that Ho was rejected and Ha was accepted. There was a significant increase in self-management in learning before and after group guidance. The analysis also showed an increase of 21%.Masalah penelitian ini adalah siswa yang memilikimanajemen diri dalam belajar yang rendah di sekolah. Permasalahannya adalah apakahmanajemen diri dalam belajar siswa kelas VIII dapatditingkatkanmenggunakanlayananbimbingan kelompok?Tujuanpenelitianuntukmengetahuipeningkatanmanajemen diri dalam belajar siswakelas VIII menggunakanlayanan bimbingan kelompok.Metode penelitian adalah metode pre ekperimen one group pretest-postest design. Subjek penelitian sebanyak6 orang siswa yang memiliki manajemen diri dalam belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi manajemen diri dalam belajar. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh hasil -2,207. Didapat hasil kurang dari 0,05 (-2,2070,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya, ternyata terdapat peningkatan yang signifikan pada manajemen diri dalam belajar sebelum dan sesudah diberikan bimbingan kelompok. Hasil analisis juga memperlihatkan peningkatan sebesar 21%. Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingankelompok, manajemen diri dalam belajar
KESIAPAN MENIKAH PADA PEREMPUAN YANG MELAKUKAN PROSES TA’ARUF MENGGUNAKAN MODIFIKASI INVENTORI KESIAPAN MENIKAH-TEXT REVISED” Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.453 KB)

Abstract

Adult people interested to have a marriage relationship. Marriage functions as a social control and a system which enable person to fulfill their needs, such as psychological, sexual, having children, and material (Papalia, Olds, Feldman, 2001). Marriage that can not fulfill such functions makes couple having a conflict and perhaps divorcement. Marriage readiness becomes a crucial factor to build a qualified marriage. Marriage readiness is the ability of a person to take their new roles, as a husband or wife.One of a process to step on marriage is called ta’aruf. The terms ta’aruf is an Arabic Language meaning knowing each other. In this field, ta’aruf is using as a reciprocal communication to knowing each other due to marriage (Hidayat, 2002). In ta’aruf, the couple can meet accompanying with someone they both can trust. Another way is using a media such as telephone or internet. Then they can continue their relationship seriously but still with accompanying of the third party. This is a quantitative field using questionnaire, interview, and observation method. The questionnaire is using MIKM-Text Revised consists of 76 items which measures eight domains. The participant is a young adulthood women which still doing a ta’aruf process and will marry for the first time in the next six months. The purpose of the field is to test the validity and the reliability of MIKM-TR, picturing of marriage readiness women doing ta’aruf process, and deeply interview their marriage readiness personally.Keywords: marriage readiness, ta’aruf process, women.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Mar'atur Rafiqah; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.455 KB)

Abstract

The purpose of this research to know, the influence of study motivation through students’ study achievement in student.The problem in this researh is there any inflvence the students study metivation through the students study achievement. Research used  method  quantitative. which consist of 119 students. Sample were 60 students using simple random sampling. Result  there influence students’ study motivation through  students study achievement. Correlation between  students study motivation index with study achievement  used simple linier regression is vR=0,610  was vF=75,3% to vY. It was indicated that 24,7% influenced by other factors. conclusion in this research is there was an  influence of  study motivation through  students study achievement.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Permasalahan dalam penelitian ini ”apakah ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitaf. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 119 siswa, dari jumlah populasi sebanyak 60 orang siswa yang ditentukan dengan teknik samplingnya random sampling dengan menggunakan sampling acak sederhana (simple random sampling). Dari perhitungan korelasi antara indeks motivasi belajar dengan prestasi belajar menggunakan regresi linier sederhana  yaitu nilai R pada hasil tersebut 0,610 sedangkan nilai KD yang diperoleh dalam perhitungan tersebut 75,3% yang dapat ditafsirkan variabel bebas memiliki pengaruh kontribusi sebesar 75,3% terhadap variabel Y dan 24,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa-siswi. Kata kunci : bimbingan dan konseling, motivasi belajar, prestasi belajar. 
PENINGKATAN MINAT BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMP Ditta Anggraeni; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.833 KB)

Abstract

The objective of this research was to increase student interest through group guidance service. The problem in this research was the student interest in learning. This study was quasi-experimental research, with non equivalent control group design. The subject in this research were 20 students. Data collection technique was using scale. The result showed that the students interest in learning was increased, using the Wilcoxon test, the result of probability experiment group was 0,005 sig. 0,05. Therefore Ha1 was accepted, it means that the students self-confident in learning could be increased through group guidance service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa dalam belajar melalui layanan bimbingan kelompok. Masalah dalam penelitian ini minat belajar siswa dalam belajar. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis nonequievalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa dalam belajar pada kelompok eksperimen meningkat, hal ini terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, nilai probabilitas pada kelompok eksperimen menunjukkan 0,005 sig.0,05. Sehingga Ha1 diterima, maka percaya diri dalam belajar pada siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, minat belajar.
Peningkatan Sikap Suportif Dalam Komunikasi Interpersonal Dengan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Latihan Asertif Fitri Pradita Pertiwi; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 6 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.564 KB)

Abstract

The major problem of this research was students have low-supportive attitude. The purpose of this research was to improve studentss supportive attitude in interpersonal communication by counseling group. The method use in this research was experimental quasi designs with techniques non-equievalent control group design. The data collecting technique used supportive attitude in interpersonal communication scale. From the result analysis used Wilcoxon test , it was obtained that probability from the experiment group Zvalue = -2,524 Ztable = 1,645, the meaning t value t table (-2,524 1,645) , then H0 rejected. The finding suggest counseling service group of assertive training technique to improve students supportive attitude in interpersonal communication.Masalah penelitian ini adalah sikap sportif dalam komunikasi interpersonal siswa. Tujuan penelitian untuk meningkatkan sikap sportif komunikasi interpersonal dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik latihan asertif. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen, desain penelitian nonequievalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Sikap Sportif Komunikasi Interpersonal. hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, diperoleh nilai probabilitas pada kelompok eksperimen dengan nilai Zhitung = -2,524 Ztabel = 1,645 maka Ho1 ditolak. Kesimpulannya adalah penggunaan bimbingan kelompok teknik latihan aserif dapat meningkatkan komunikasi interpersonal khususnya pada sikap suportifKata kunci: bimbingan kelompok, komunikasi interpersonal, latihan asertif, sikap suportif
Peningkatan Komunikasi Interpersonal Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Teknik Assertive Training Wika Christian Pasaribu; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 2 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.421 KB)

Abstract

The problem in this study was about students low interpersonal communication. The aim was to find out the improvement of students interpersonal communication by using the assertive training technique in a counseling group for students. The method was used to research with a pre-experimental design. The subject were 6 students who had low interpersonal communication. Data collection technique was purposive sampling by using the scale of interpersonal communication. Data analysis was using wilcoxon test. The result showed an enhancement about the students interpersonal communication after taking the assertive training in counseling group, those were indicated by the final result of the wilcoxon test obtained the value of Z calculated Z tabel= 1.7551.645 so Ho is treated and Ha is accepted. The conclusion of was the interpersonal communication can be improved using the assertive training technique in the counseling group for students.Permasalahan dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan komunikasi interpersonal siswa dengan menggunakan layanan konseling kelompok teknik assertive training pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dengan desain pre-eksperimental design. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang memiliki  komunikasi interpersonal rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling menggunakan skala komunikasi interpersonal. Data analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan komunikasi interpersonal siswa setelah mengikuti layanan konseling kelompok teknik assertive training  hal ini di tunjukkan dari hasil akhir data menggunakan uji wilcoxon  diperoleh nilai Z Hitung Z tabel= -1,755 Z tabel 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah komunikasi interpersonal dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling  kelompok teknik assertive training pada siswa.Kata kunci:  komunikasi interpersonal, konseling kelompok, teknik assertive training.   
Co-Authors Ade Ratna Mutiara Agustina Ari Setianingrum Alriza Rahayu Rahmawati Amalia Wardatul Firdaus Andriyanto, Redi Eka Anisa Agustina Annisa Afiananda Rizqi Asep Sukohar Astri Febriyanti Astri Nindhy Hutami Ayu Selfi Anjani Ayu Septiyani Ayu Tarwiyah Azlia Febrina Dwinanda Banan Corima Adha Bebby Sylvia Hadi Christine Wulandari Desti Wahyuning Devy Anggraeny Dewi Septiyani Diah Marantika Dian Permata Sari HSB Diana Kholifah Ditta Anggraeni Dwi Qurniah Febriyanti Endang Lifchatullaillah Esty Ratna Sari Fendy Prasetyawan Fitri Pradita Pertiwi Fransiska Kusuma Ningrum Giyono Giyono Hany Septia HELMALIA HELMALIA, HELMALIA Hesti Nur Asiani Hestina Hestina Jamhari Jamhari Jenny Firawan Junisa Amaliaz Khairunnisa Khairunnisa Khrisna Agung Khrisna Agung Cendekiawan Kurniawati, Eka Kurniawati, Eka Kusdiana Safitri Kustina Kustina Laila Aziz Liana Priciliasari Lilis Marlia Linda Lestari Lisa Sasmita Luluk Nandya Maharani Mar'atur Rafiqah Merry Andani Miatuz Zaqia Mildawati, Ratna Moch Johan Pratama Moch. Johan Pratama Muswardi Muswardi Muswardi Rosra Nadia Arissanti Wardhani nafisah isnawati Noprita Noprita Norma Indah Pratiwi Novyananda Salmasfattah Nurhalimah Nurhalimah Oktariana, Yohana Puspita Wulandari Putria Maharani Ranni Rahmayanthi Ratih Novita Sari Ratna Widiastuti Restu Dwi Fitria Riawati Riawati Rohmah, Arlia Salasa Fajarani Salmasfattah, Novyananda Samsul Bakri Savania Alifianty Hafzah, Savania savitri, Lisa Sindy Elisvi Sintia Handayani Sisca Marya Susanti Siska Liana Siska Wiyasa Oktora SRI LESTARI Sueb Aliansyah Syaifuddin Latief Syaifuddin Latif Syaifudin Latief Syari Dwi Afiani Syarifuddin Dahlan Tita Adelia Putri Tri Maulita Tri Oktha Ayuevita Umi Chasanah Vista Ambar Wulan Wardhani, Firdha Aprillia Wika Christian Pasaribu Yayu Zuliantini Yeni Yunita Sari Yolanda Oktaviani Yuneka Saristiana Yusmansyah Yusmansyah Yusmansyah Yusmansyah