Claim Missing Document
Check
Articles

Peningakatan Percaya Diri Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan Simulasi Vista Ambar Wulan; Shinta Mayasari; Yohana Oktariana
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.941 KB)

Abstract

The problem with this research is the low of student’s self-confidence. The purpose of this research is to find out how to increase self-confidence with simulation game techniques in group counseling services of the student grade VIII Junior High School number 2 academic year 2019/2020. This research method is experiment. The research sub-subjects were 20 students who were divided into two groups, namely the control group and the experimental group. Data collection techniques using a scale of confidence. The results showed a change in student confidence after being given simulation game techniques in group counseling services This is indicated by an average increase of 8.04% and the results of data analysis using the Wilcoxon matched pairs test, obtained zcount= -2.803 ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion of the study is the simulation game techniques in group counseling services can be used to increase self-confidence in eighth graders of state junior high school 2 in the 2019/2020 school year.Masalah penelitian ini percaya diri siswa yang rendah.Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan percaya diri dengan layanan bimbingan kelompok teknik permainan simulasi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Menggala tahun pelajaran 2019/2020.Metode penelitian ini adalah Eksperiment.Subjek penelitian sebanyak 20 orang siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Percaya Diri.Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan percaya diri siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik permainan simulasi. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan rata – rata 8,04% serta hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test, diperoleh = -2.803 = 1.645 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan penelitan adalah bimbingan kelompok teknik permainan simulasi dapat digunakan untuk meningkatkan percaya diri pada siswa kelas delapan SMPN 2 Menggala Tahun ajaran 2019/2020.Kata kunci: bimbingan dan konseling, percaya diri, teknik permainan simulasi
Hubungan Konsep Diri Dengan Interaksi Sosial Siswa Azlia Febrina Dwinanda; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 2 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.02 KB)

Abstract

This study aim to study the relationship between self-concept and social interaction in class X SMK SMTI Bandar Lampung. The research method used quantitative. The research sample was taken by 70 students taken by purposive sampling technique. Data collection techniques used the scale of self-concept and scale of social interaction. Data analysis technique used Product Moment conversion. The results showed that relationship self-concept and social interaction with a ratio of r count = 0.556 rtable = 0.306 significance level p = 0.01 then. The conclusion of the results study relationship between self-concept and student social interaction.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial pada siswa kelas X SMK SMTI Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan skala interaksi sosial.Teknik  analisis data menggunakan korelasi Product Moment.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dengan interaksi social dengan nilai korelasi rhitung= 0,556rtabel= 0,306  taraf signifikasi p=0,01. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial siswa.Kata kunci: bimbingan dan konseling, interaksi social, konsep diri
Identifikasi Stresor Akademik pada Mahasiswa Tahun Ketiga Ayu Tarwiyah; Shinta Mayasari; Moch. Johan Pratama
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.602 KB)

Abstract

The problem of this research was “What are the high academic stressors on the students?” this research aimed to identify the most dominant academic stressors on the third year students of Faculty of Teacher Training and Education at University of Lampung in the academic year 2019/2020. The reasearch method was a qualitative research with as many as 265 students. Data collection techinque of this research used a questionnaire through online survey. Data analysis used a coding. The result of this research indicated that the most dominant academic stressors on the third year students of Faculty of Teacher Training and Education at University of Lampung in the academic year 2019/2020 was the assignment with the topic of the number of assignments, the lecture process which was on the topic of the irregular lecture schedules.Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apa saja stressor akademik pada mahasiswa yang tinggi?” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi stressor akademik yang paling dominan pada mahasiswa tahun ketiga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung tahun akademik 2019/2020. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan subjek sebanyak 265 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui survey online. Analisis data dengan menggunakan coding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stressor akademik pada mahasiswa tahun ketiga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung tahun akademik 2019/2020 yang paling dominan adalah tugas dengan topik kuantitas jumlah tugas, proses perkuliahan yaitu dengan topik jadwal perkuliahan tidak beraturan.Kata kunci: mahasiswa tahun ketiga, stres akademik, bimbingan dan konseling 
Peningkatan Sikap Positif Terhadap Autonomy Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Simulasi Game Ayu Septiyani; Shinta Mayasari; Moch Johan Pratama
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.318 KB)

Abstract

The problem of this research is the students who have negative attitude in autonomy at school. The problem is whether the group guidance for game simulation techniques can improve students positive attitude towards SMA Negeri 4 Bandar Lampung. The objective of the research is to improve students positive attitudes towards psychological well-being, especially the dimension of autonomy. The quasi eksperimen design untreated control group design with dependent pre-test and posttest was used in this method. The subject of the research were 10 experimental group and 10 control group. Data collection techniques use a autonomy scale. The results showed that attitudes towards the autonomy of students in schools could be improved through group guidance techniques for games simulation techniques, this was shown by the Mann Whitney test results. The results of statistical analysis showed value (Sig.) 0.000 0.05 the Ho was rejected by Ha accepted.Masalah penelitian ini adalah siswa yang memiliki sikap negatif terhadap autonomy di sekolah. Permasalahannya adalah “apakah layanan bimbingan kelompok teknik simulasi games dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap autonomy pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Tujuan penelitian untuk meningkatkan sikap positif siswa terhadap kesejahteraan psikologis khususnya dimensi autonomy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen desain untreated control group design with dependent pre-test and posttest. Subjek penelitian yaitu 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan skala sikap kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap autonomy siswa di sekolah dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok teknik simulasi games,  hal ini ditunjukkan hasil uji Mann Whitney. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai (Sig.) 0,00 0,05, maka Ho ditolak Ha diterima.Kata kunci: bimbingan dan kelompok, bimbingan kelompok teknik simulasi game, autonomy
PENINGKATAN ACADEMIC SELF-MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA KELAS XI Bebby Sylvia Hadi; Giyono Giyono; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.933 KB)

Abstract

The aim of this research was to investigate the increase of Academic Self-Management of students through group guidance service. Research method which was used was Quasi Experimental in form of one group pretest-posttest, then was analyzed by using Wilcoxon test. The subject of the research were 12 students with low Academic Self Management. Data collecting technique used observation of Academic Self-Management. The result of the research using wilcoxon test showed probability value as many as 0.002 sig. 0.05, so Ha was accepted. It means that Academic Self-Management can be increased through group guidance service at the students of class XI IPS SMA Negeri 5 Bandar Lampung year 2014/2015.Tujuan penelitian adalah mengetahui peningkatan Academic Self-Management pada siswa melalui layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan bentuk one group pretest-posttest, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Subjek penelitian sebanyak 12 orang siswa dengan Academic Self-Management yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi Academic Self-Management. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukan nilai probabilitas diperoleh sebesar 0,002 sig. 0,05 sehingga Ha diterima, artinya bahwa Academic Self-Management dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan. Kesimpulannya adalah Academic Self-Management dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Bandar Lampung tahun pelajaran 2014/2015.Kata kunci: academic self-management, bimbingan kelompok, siswa
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Yayu Zuliantini; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.069 KB)

Abstract

The problem of this study was the lowness of students learning achievement. The purpose of this study was to determined the correlation of parenting patterns to the student learning achievement. Population amounted to 240 students and research samples as many as 133 students determined by simple random sampling technique. Data collection technique used parenting patterns questionnaires and documentation of report cards for learning achievement. Data analysis using product moment correlation. Result show there was significant correlation between authoritative parenting with student learning achievement based rcount = 0,503 rtable = 0,304. The conclusion of this research there was significant correlation between authoritative parenting with student learning achievement.Masalah penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa. Populasi berjumlah 240 siswa dan sampel berjumlah 133 siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pola asuh orang tua dan dokumentasi raport prestasi belajar. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang siginifikan antara pola asuh orang tua otoritatif dengan prestasi belajar siswa yang ditunjukkan nilai rhitung = 0,503 rtabel = 0,304. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola asuh orang tua otoritatif dengan prestasi belajar.Kata kunci:hubungan,pola asuh orang tua, prestasi belajar
PENINGKATAN PERILAKU SELF ESTEEM DENGAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII Sisca Marya Susanti; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.932 KB)

Abstract

The problem of this research was the self esteem of students. The aim of this research was to identify if the use of group counseling service could optimize the self esteem of students. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. Technique in gaining the data was by using observation. The result showed that there is a significant improvement between the self esteem of students score before and after using group counseling services amounted to 42,39%, from the low self esteem results, it obtained zoutput = - 3,06 and ztabel = 1, 645. then Ha is accepted and H0 is rejected.Masalah penelitian ini adalah perilaku self esteem siswa. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengggunaan layanan konseling kelompok untuk meningkatkan perilaku self esteem siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan antara self esteem siswa sebelum dan setelah diberikan layanan konseling kelompok sebesar 42,39%, berdasarkan penghitungan perilaku self esteem rendah yang diperoleh zoutput=-3,06 dan ztable= 1,645,maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata kunci : konseling kelompok, self esteem, bimbingan dan konseling
Peningkatan Sikap Positif Terhadap Autonomy Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Simulasi Game Ayu Septiyani; Shinta Mayasari; Moch Johan Pratama
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.977 KB)

Abstract

The problem of this research is the students who have negative attitude in autonomy at school. The problem is “whether the group guidance for game simulation techniques can improve students positive attitude towards autonomy in class XI students of students of SMA Negeri 4 Bandar Lampung”. The objective of the research is to improve students positive attitudes towards psychological well-being, especially the dimension of autonomy. The quasi eksperimen design untreated control group design with dependent pre-test and posttest was used in this method. The subject of the research were 10 experimental group and 10 control group. Data collection techniques use a autonomy scale. The results showed that attitudes towards the autonomy of students in schools could be improved through group guidance techniques for games simulation techniques, this was shown by the Mann Whitney test results. The results of statistical analysis showed value (Sig.) 0,000 0,05 the Ho was rejected by Ha accepted, meaning that there was an increase in the attitude of students towards autonomy after being given group guidance services to game simulation techniques in the experimental group in class XI SMA Negeri 4 Bandar Lampung Academic Year 2018/2019. The conclusion is that the attitude of students of students towards autonomy class XI can be increased using group simulation techniques for game simulation techniques in the experimental group in SMA Negeri 4 Bandar Lampung Academic Year 2018/2019.Masalah penelitian ini adalah siswa yang memiliki sikap negatif terhadap autonomy di sekolah. Permasalahannya adalah “apakah layanan bimbingan kelompok teknik simulasi games dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap autonomy pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Tujuan penelitian untuk meningkatkan sikap positif siswa terhadap kesejahteraan psikologis khususnya dimensi autonomy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen desain untreated control group design with dependent pre-test and posttest. Subjek penelitian yaitu 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan skala sikap kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap autonomy siswa di sekolah dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok teknik simulasi games,  hal ini ditunjukkan hasil uji Mann Whitney. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai (Sig.) 0,000 0,05, maka Ho ditolak Ha diterima, artinya bahwa terdapat peningkatan sikap siswa terhadap autonomy setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik simulasi games pada kelompok eksperimen di kelas XI SMAN 4 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2018/2019. Kesimpulannya adalah sikap siswa terhadap tujuan hidup pada kelas XI dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik simulasi games pada kelompok eksperimen di SMAN 4 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2018/2019.Kata kunci: bimbingan dan kelompok, bimbingan kelompok teknik simulasi game, autonomy
STUDI KOMPARATIF KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KONSEP DIRI SOSIAL Nadia Arissanti Wardhani; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 1 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.964 KB)

Abstract

The research purpose was to find the differences between emotional intelligence of students accelerated and non accelerated trough socialself-concept. The purpose in this study is the difference in emotional intelligence research accelerated and non-accelerated students in socialself-concept. The method used was survey method, with emotional intelligence and social self-concept variable. Based on calculations by two way anova obtained comparative index of emotional intelligence and socialself-concept in accelerated students and non accelerated students that is p= 0.002 with a significance level of 0.05. Since the value of p0.05 then Ha accepted and Ho was rejected. Emotional intelligence level of non acceleration students are higher by 89% when compared with accelerated students by 78%. The level of socialself-concept non acceleration students is higher than 88% of socialself-concepts of accelerated students 34%. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosional siswa akselerasi dan non akselerasi terhadapkonsepdirisosial. Masalah penelitian adalah perbedaan kecerdasan emosi siswa akselerasi dan non akselerasi pada konsep diri sosial. Penelitian menggunakan metode komparatif dengan pendekatan survey. Berdasarkan hasil perhitungan dengan twowayanova diperoleh indeks komparatif perbandingan kecerdasan emosi dan konsep diri sosial pada siswa akselerasi dan non akselerasi yaitu p=0,002 dengan taraf signifikansi 0,05. Karena nilai p0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Tingkat kercerdasan emosi pada siswa non akselerasi lebih tinggi yaitu sebesar 89% bila dibandingkan dengan siswa akselerasi sebesar 78%. Tingkat konsep diri sosial siswa non akselerasi lebih tinggi 88% bila dibandingkan konsep diri sosial siswa akselerasi 34%.Kata kunci: bimbingan dan konseling, kecerdasan emosional, konsep diri sosial
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Siswa Sintia Handayani; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.95 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the correlation of self concept with interpersonal communication in class VIII SMP Negeri 24 Bandar Lampung 2017/2018 academic year. This study is a correlational quantitative descriptive study. The study population amounted to 230 students with a sample of 63 students obtained through simple random sampling technique. Data collection techniques use the scale of self concept and scale of interpersonal communication. The data analysis technique uses product moment correlation. The results showed that between self concept and interpersonal communication there is a positive and significant correlation, this is evidenced by the data analysis obtained by the value of r count = 0.382 r table = 0.254 with p 0.005. Then Ho is rejected and Ha accepted. The conclusion of the study is that there is a positive and significant the correlation of self concept with interpersonal communicationTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 24 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 230 siswa dengan sampel 63 siswa diperoleh melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan skala komunikasi interpersonal. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal terdapat hubungan positif dan signifikan, hal ini dibuktikan dengan analisis data di peroleh nilai r hitung=0,382 r tabel= 0,254 dengan p0,005. Maka Ho di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal.Kata kunci: konsep diri, komunikasi interpersonal, bimbingan konseling
Co-Authors Ade Ratna Mutiara Agustina Ari Setianingrum Alriza Rahayu Rahmawati Amalia Wardatul Firdaus Andriyanto, Redi Eka Anisa Agustina Annisa Afiananda Rizqi Asep Sukohar Astri Febriyanti Astri Nindhy Hutami Ayu Selfi Anjani Ayu Septiyani Ayu Tarwiyah Azlia Febrina Dwinanda Banan Corima Adha Bebby Sylvia Hadi Christine Wulandari Desti Wahyuning Devy Anggraeny Dewi Septiyani Diah Marantika Dian Permata Sari HSB Diana Kholifah Ditta Anggraeni Dwi Qurniah Febriyanti Endang Lifchatullaillah Esty Ratna Sari Fendy Prasetyawan Fitri Pradita Pertiwi Fransiska Kusuma Ningrum Giyono Giyono Hany Septia HELMALIA HELMALIA, HELMALIA Hesti Nur Asiani Hestina Hestina Jamhari Jamhari Jenny Firawan Junisa Amaliaz Khairunnisa Khairunnisa Khrisna Agung Khrisna Agung Cendekiawan Kurniawati, Eka Kurniawati, Eka Kusdiana Safitri Kustina Kustina Laila Aziz Liana Priciliasari Lilis Marlia Linda Lestari Lisa Sasmita Luluk Nandya Maharani Mar'atur Rafiqah Merry Andani Miatuz Zaqia Mildawati, Ratna Moch Johan Pratama Moch. Johan Pratama Muswardi Muswardi Muswardi Rosra Nadia Arissanti Wardhani nafisah isnawati Noprita Noprita Norma Indah Pratiwi Novyananda Salmasfattah Nurhalimah Nurhalimah Oktariana, Yohana Puspita Wulandari Putria Maharani Ranni Rahmayanthi Ratih Novita Sari Ratna Widiastuti Restu Dwi Fitria Riawati Riawati Rohmah, Arlia Salasa Fajarani Salmasfattah, Novyananda Samsul Bakri Savania Alifianty Hafzah, Savania savitri, Lisa Sindy Elisvi Sintia Handayani Sisca Marya Susanti Siska Liana Siska Wiyasa Oktora SRI LESTARI Sueb Aliansyah Syaifuddin Latief Syaifuddin Latif Syaifudin Latief Syari Dwi Afiani Syarifuddin Dahlan Tita Adelia Putri Tri Maulita Tri Oktha Ayuevita Umi Chasanah Vista Ambar Wulan Wardhani, Firdha Aprillia Wika Christian Pasaribu Yayu Zuliantini Yeni Yunita Sari Yolanda Oktaviani Yuneka Saristiana Yusmansyah Yusmansyah Yusmansyah Yusmansyah