Claim Missing Document
Check
Articles

Desain secondary skin dari limbah polyethylene terephthalate sebagai material alternatif pengganti kayu konvensional Stivani Ayuning Suwarlan; Hendy Tan; Seno Prakoso
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i2.595

Abstract

Menurut Global Forest Watch pada tahun 2020, Indonesia telah menduduki peringkat ke-4 dunia bedasarkan total kehilangan hutam primer. Selain itu, isu mengenai peningkatan jumlah limbah plastik juga menjadi perhatian. Polyethylene Terephthalate atau disingkat menjadi PET merupakan salah satu dari banyaknya jenis plastik yang umumnya sering ditermukan sebagai bahan kemasan seperti botol plastik. Dikarenakan bukan merupakan material yang mudah terurai, satu-satunya cara adalah dengan melalui proses daur ulang demi mengurangi dampak limbah botol plastik yang tidak terkendali.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif dari hasil studi literatur yang telah ada sebelumnya mengenai limbah botol platik PET yang kemudian dilanjutkan dengan studi komparatif antara hasil temuan berupa prototype hasil daur ulang limbah plastik PET dengan kayu konvensional.Hasil dari penelitian kemudian dikembangankan menjadi pelapis dinding bangunan secondary skin yang terbuat dari olahan limbah botol platik PET dapat dijadikan sebagai material alternatif sebagai pengganti elemen kayu konvensional yang diharapkan dapat mengatasi terkait permasalahan kelangkaan kayu konvensional serta mengurangi jumlah limbah botol plastik.English:According to Global Forest Watch in 2020, Indonesia was ranked 4th in the world based on total primary forest loss. In addition, the issue of increasing the amount of plastic waste is also a concern. Polyethylene Terephthalate or well-known as PET is one of the many types of plastic that are generally often found as packaging materials such as plastic bottles. Since it is not a biodegradable material, the only way is to go through a recycling process to reduce the impact of uncontrolled plastic bottle waste.The method used in this research is to use a descriptive approach from the results of previous literature studies regarding PET plastic bottle waste, which is then followed by a comparative study between the findings in the form of a prototype of recycled PET plastic waste with conventional wood.The results of the research were then developed into a secondary skin as building façade cover made from processed PET plastic bottle waste which can be used as an alternative material to replace conventional wood elements which are expected to overcome the problem of conventional wood scarcity and reduce the amount of plastic bottle waste.
INTEGRASI SISTEM HIDUP (MIKROALGA) PADA FASAD BANGUNAN GEDUNG GRAHA PENA KOTA BATAM SEBAGAI STRATEGI MITIGASI POLUSI UDARA Jaksen; Stivani Ayuning Suwarlan; Lathifa Nursyamsu
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.10499

Abstract

Permasalahan kualitas udara di kawasan urban memicu dampak kesehatan yang signifikan, sehingga diperlukan strategi mitigasi yang bekerja pada skala arsitektural. Selain itu, tekanan dari aktivitas lalu lintas, industri, dan tingginya kepadatan permukiman turut mempercepat akumulasi polutan di lingkungan perkotaan. Dalam konteks ini, fasad mikroalga menawarkan pendekatan nature-based yang mampu menurunkan konsentrasi CO₂ dan partikulat, menyediakan shading pasif, serta menambah nilai edukatif dan estetika bagi ruang publik. Graha Pena Batam dipilih sebagai studi kasus karena lokasinya berada di kawasan aktivitas tinggi, sehingga potensi reduksi polutan dapat dievaluasi secara jelas, tipologi fasadnya memungkinkan penerapan sistem sebagai secondary façade pada bangunan eksisting, serta perannya sebagai pusat media memberi nilai strategis bagi penyebaran pengetahuan dan pengaruh sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi mikroalga sebagai sistem hayati yang diintegrasikan ke dalam fasad Gedung Graha Pena Batam guna mereduksi polusi udara. Metode yang diterapkan mencakup simulasi berbasis literatur, meliputi pengukuran kebutuhan media tanam, intensitas pencahayaan, dan sistem sirkulasi udara, serta kajian visual terhadap kondisi fasad eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fasad mikroalga mampu menyerap polutan udara serta menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Integrasi mikroalga pada fasad tidak hanya berperan sebagai elemen estetis, melainkan juga sebagai solusi ekologis yang adaptif terhadap karakteristik iklim tropis Kota Batam. Dari perspektif kebijakan, implementasi sistem fasad mikroalga selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan. Adopsi teknologi ini berpotensi menjadikan Gedung Graha Pena Batam sebagai studi kasus representatif bagi penerapan kebijakan bangunan ramah lingkungan serta pengembangan infrastruktur hijau di wilayah tropis.
ANALISA SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN PADA BANGUNAN SPORTHALL UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM Gladies Imanda Utami Rangkuty; Jennifer Vicalrya; Jesslyn Jesslyn; Vivi Chandrawati; Hendro Murtiono; Stivani Ayuning Suwarlan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.11497

Abstract

Visual comfort in sports facilities is significantly influenced by the quality of artificial lighting systems, particularly for multi-functional buildings operating at night. This study analyzes the effectiveness of artificial lighting in the sports hall at Universitas Internasional Batam, a semi-outdoor facility serving as a sports arena, event venue, and access route to classrooms. Preliminary observations and user complaints indicated visual discomfort during nighttime activities, including uneven light distribution and excessively dark areas. The study aims to evaluate lighting level compliance with SNI 6197-2020 standards and analyze users' visual comfort perceptions. A mixed-methods approach was employed through illuminance measurements using a luxmeter and surveys of 24 active users. Results show average lighting levels of 313 lux, meeting the SNI 6197-2020 standard (300 lux) for sports facilities. However, while 70.8% of respondents rated the lighting as adequate, 54.1% experienced eye fatigue periodically due to uneven light distribution (uniformity ratio 0.60 < CIE standard 0.7) and flickering lamps (37.5% fixtures).  Recommendations include regular lamp maintenance, additional lighting installation in low-intensity areas, and establishing operational procedures to ensure access corridor lights remain on for user safety and comfort. This study contributes to understanding the relationship between quantitative lighting standards and subjective visual comfort in multi-functional sports facilities.
Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Mewujudkan Rumah Sehat dan Layak Huni di Kelurahan Tiban Baru Kota Batam Ade Jaya Saputra; Stivani Ayuning Suwarlan; Miftahul Jannah
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v4i4.12559

Abstract

Rumah merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan keluarga, namun pemahaman masyarakat mengenai kriteria rumah sehat dan layak huni masih terbatas pada aspek tampilan bangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman keluarga di RW 20 Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Kota Batam dalam menilai, merawat, dan memperbaiki kondisi rumah tinggal secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2026 di Aula SDS Teramia sebagai bagian dari Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk Kota Sehat atas permintaan Pemerintah Kelurahan Tiban Baru. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka partisipatif dengan tahapan persiapan, pemaparan materi oleh tiga narasumber lintas keilmuan, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi dan pelaporan. Materi mencakup perencanaan arsitektur rumah sehat, peran teknik sipil dalam mewujudkan rumah layak huni yang meliputi keandalan struktur, prinsip rumah tahan gempa sederhana, perlindungan terhadap rayap, keamanan lantai dan area basah, sanitasi, drainase, pemilihan material, serta perawatan berkala, dan penerapan pola makan bergizi seimbang bagi keluarga. Media penyampaian berupa infografis visual yang menampilkan potongan rumah, komponen struktur, dan perbandingan kondisi bangunan aman dan tidak aman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran warga yang tercermin dari tingginya partisipasi dan kualitas pertanyaan pada sesi diskusi, khususnya mengenai penanganan dinding retak dan lembap, rembesan kamar mandi, genangan air di halaman, serta pemilihan material tahan lama dengan biaya terjangkau. Kegiatan ini merekomendasikan pendampingan lanjutan berupa survei kondisi rumah dan pelatihan praktik perawatan sederhana.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Jaya Saputra Adi Yonathan Agnes Imelia Chong Aguspriyanti, Carissa Dinar Agustianto, Eka Alifia, Nabila Dea Anderson Arvando Andrew Chrisdion Andri Irfan Rifai Andrian Andrian Angelina Tan Angga Setiawan Antoni Wijaya Aprilia, Muthia Ariel Hutapea Audrey Audrey Audrey Audrey, Audrey Balqista Ratu Ayunda, Ismi Benny Benny Billy Shevriyanto Brema, Ahmad Riansyah Brema Carisa Dinar Aguspriyanti Chandrawati, Vivi Charlie Charlie Chian, Sung Christian, Natalis Coral Aswanti Crisnawati, Seprina Darryl Darryl David Febrian Delny Delny Desmond Desmond Desmond, Desmond Devin Tan Diani Diani Diani, Diani Dina Nur Isnaeni Eka Agustianto Elisabet Purba Elva Christina Elyn Fransiska Yeovivan Emilya Emilya Eric Valentino Estevania Lie Eugene Kurniawan Evan Farell Evelyn Thalia Fanny Nimita Fauziah Eriza Febrianti Saniapon Feby Trisna Fedrico Tysen Fernando, Delvin Figo Fernando Franciska, Stacia Friendy Friendy Gladies Imanda Utami Rangkuty, Gladies Imanda Utami Glenn Marcel Kalalo Gracia Tiffany Septiana Gunawan, I Gusti Ngurah Anom Hanjaya, Jonathan Hansen Jonatan Haryanto, John Hendro Murtionoama Hendry Widjaya Ong Hendy Tan Hendy Tan Herianto Herianto Herlina Herlina Heru Erlangga Hie, Sung Hura, Wester Maesi Husnul, Khayril I Gusti Ngurah Anom Gunawan I Nyoman Sujana Ihsan Havin Indah Yunita Indrawan Indrawan Inkiriwang, Antonius Aaron Irene Irene Ismail Said Ismail Said Jacky Jacky Jaenette Annamelliadyla Jaksen Jaksen Jasmine Jasmine Jennie Jennie Jennifer Iluwati Jennifer Vicalrya Jenny Jenny Jenny, Jenny Jessica Gabriela Jesslyn Jesslyn Jesslyn Natalia Jesslyn, Jesslyn Joen Lie John Haryanto Joicelyn Agriffina Jonaldo Effendy Jonathan Hanjaya Jonathan Patrik Josua Yoprisyanto Junianti Junianti Justyanita Justyanita Kelly Kelly Kelly Kelly Kelty Joria Kenny Marcella Khelly Khelly Khoesasi, Winsen Kifnisa Bella Agostinan Kory Keith Ping Kristin Kristin Kristin, Kristin Lai, Lee Yoke Lathifa Nursyamsu Lee Yoke Lai Lee, Vineeta Leonardo Leonardo Leonardo Leonardo Lim, Vicky Livvy Rinoa Lovianna Lovianna M. Zidane Khairi Mei Diana Melfy Joria Meylina Meylina Miftahul Jannah Mikel Owen Muhammad Ardiansyah Muhammad Hafizi Muhammad Syachrani Hafidz Murtiono, Hendro Nabila Dea Alifia Nabila Indah Syahfitri Nadiah K. Artanti Nasuwa Aulya Nicky Tan Nusyamsu, Lathifa Oktavino, Farel Cassaro Oliver, Arya Jeffrey Pandapotan Rafli Armando Patrik, Jonathan Pinassang, Jeanny Laurens Purba, Elisabet Putri Melati Putri Melati Rahmawati Rahmawati Rich Jackson Ricky Roy Nardson Rika Ayunda Rinah Riyaldi Walvinson Sari, Yusra Aulia Sarinah Sarinah Selina Tan Selvia Selvia Senna Abdi Cahyo Seno Prakoso Septiana, Gracia Tiffany Servia Servia Sherrin Tjandra Siti Anissa Ayu Mulyani Sofyanti Sofyanti Sudiana Sudirman, M Reza Suhardi, Rafi Arbarendy Suhardi Sun Bun Sung Chian Sung Hie Susanto Susanto Tan, Rosalinda Tjandra, Sherrin Tony Wibowo, Tony Veni Sisca Venita Christine Venita Christine Veren Apriana Jolie Vicalrya, Jennifer Vicky Lim Victor Agustian Victoria Victoria Victoria, Victoria Vivi Chandrawati Wahyu Leonardi Willy Yenni Tanisya Yessy Christanti Silaban Yoseph Seno Prakoso Yovita Yolanda Budiman Yustisio Mahendra Zertson, Zertson