Articles
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN THREE TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC TEST PADA MATERI GERAK DAN GAYA
Safriana Safriana;
Ade Irfan
Al-Madaris Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2021): Education & Science
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47887/amd.v2i2.33
This study aims to identify the level of students’ misconceptions on the concepts of motion and force. The research method used is quantitative descriptive research. Sampling using saturated sampling techniques. The sample in this study consisted of 34 students. This misconception will be identified using diagnostic test. The research instrument used was Three Tier Multiple Choice Diagnostic Test. Based on the result of the study, obtained students who have misconceptions on the concepts of motion and force with a percentage rate of misconceptions reaching 49%, the rate of (false positive) misconceptions reaches 7.5%, and the rate of (false negative) misconceptions reaches 8.7%. For the overall level of understanding students guess the category reaches 2.21%, misconception category reached 65.29%, category does not understand the concept reached 19.41%, and know the concept reached 13.08%.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI PADA PEMBELAJARAN PECAHAN
Ade Irfan;
Ahmad Nasriadi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (530.352 KB)
Mathematics is one of the lessons that are feared and disliked by students.Many factors cause students do not like math started learning implemented still focuses on the book package and teachers only explain what material there is in the book the package students, the lack of use of models to low ability teachers in implementing a wide variety of learning models. This research aims to knoweffectiveness of SAVI learning model on fractions learning. This research uses a quantitative approach with the research design was quasi-experiments in one-group pretest – postest. The research result showed that SAVI learning model was effective applied in fractions learning where student’ activity for each category was effective,the teacher ability in organizing the instructionin SAVI learning model was effective in every aspect of being in good and very good category, student response for fraction instruction in SAVI learning model was positive, and students’ mastery learning in classical were complete where 26 students (86.67%) has been completed and only 4 students (13.33%) were not complete. Abstrak Matematika merupakan salah satu pelajaran yang ditakuti dan tidak disukai siswa. Banyak faktor yang menyebabkan siswa tidak suka pada matematika mulai daripembelajaran yang dilaksanakan masih berfokus pada buku paket dan guru hanya menjelaskan materi apa yang ada pada buku paket siswa, minimnya penggunaan alat peraga hingga rendahnya kemampuan guru dalam menerapkan berbagai variasi model pembelajaran. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui keefektifan model pembelajaran SAVIdalam pembelajaran pecahan.Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pre-test-post-test design.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran SAVI efektif diterapkan dalam pembelajaran pecahan dimana aktivitas siswa untuk masing-masing kategori pada setiap RPP adalah efektif, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi pecahan dengan penerapan model pembelajaran SAVI adalah efektif dengan setiap aspek berada pada kategori baik dan sangat baik, respon siswa terhadap pembelajaran pecahan dengan model pembelajaran SAVI adalah positif, dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah tuntasdengan 26 siswa (86,67%) tuntas, dan hanya 4 siswa (13,33%) tidak tuntas belajar. Kata Kunci: Efektivitas, Model Pembelajaran SAVI, Pecahan
KEMAMPUAN GURU SEKOLAH TERPENCIL DALAM MENERAPKAN E-LEARNING DI MASA PANDEMI COVID 19
Ade Irfan;
Safriana Safriana;
Zahratul Fitri
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30601/dedikasi.v7i1.3640
Guru di sekolah terepncil selalu memiliki masalah dan tantangan yang unik. Pandemi Covid 19 menjadi tantangan baru bagi mereka. Namun, e-learning menjadi solusi terbaik dalam proses belajar mengajar di masa pandemi covid 19 yang mematikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kemampuan guru sekolah terpencil Indonesia dalam menerapkan kerangka kerja TPACK berbasis e-learning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional survey. Ini dilakukan di salah satu provinsi di Indonesia di mana data dikumpulkan dari 376 guru sekolah terpencil melalui survei kuesioner. Temuan ini menunjukkan bahwa, sebagian besar, guru sekolah terpencil Indonesia sebagian besar memiliki kemampuan yang tidak memadai dalam menerapkan e-learning. Berdasarkan temuan tersebut, kami berpendapat bahwa sangat penting untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah terpencil di Indonesia, dan diperlukan lebih banyak kursus pelatihan untuk pengembangan kemampuan guru sekolah terpencil.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN COMMUNICATION SKILL PESERTA DIDIK ABAD 21
Ammar Zaki;
Akhyar Akhyar;
Samsuar Samsuar;
Syarifah Farissi Hamama;
Dwi Wahyu Kartikasari;
Ade Irfan
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30601/dedikasi.v7i2.4106
This article aims to describe the teacher's role in improving students communication skills in the 21st century which was carried out at SMA 1 Jaya. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study research design. The subjects in this study were teachers who taught at SMA 1 Jaya. Data collection techniques using interviews were carried out on teachers or educators as the first informants who were considered capable of understanding the abilities of their students, as well as the strategies used by teachers to improve students' communication skills both in the realm of formal learning. Data analysis using mile and hubberman which data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study show that teachers have a major role in schools in improving students communication skills in facing the challenges of the 21st century where teachers engage in active learning based on student center learning. The learning that has been carried out has been effective in improving students communication skills, but it requires an increase in the teacher's creativity in developing the learning process.
PENDAMPINGAN CREATIVE TEACHERS BERBASIS LESSON STUDY BAGI GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
Safriana Safriana;
Ade Irfan;
Dwi Iramadhani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18712
Peningkatan mutu pembelajaran tidak terlepas dari peran guru dalam mengelola pembelajaran khususnya dalam mengembangkan materi pembelajaran, metode pembelajaran, evaluasi hasil kegiatan pembelajaran serta pemanfaatan umpan balik hasil evaluasi kegiatan pembelajaran. MGMP sebagai kelompok kegiatan guru diharapkan dapat membantu guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas melalui diskusi dan tukar pendapat sesama anggota serta pelatihan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan guru. Namun sejak masa pandemic, kegiatan MGMP IPA SMP/Mts Kota Lhokseumawe tidak berjalan sebagaimana mestinya, hal ini berdampak pada kualitas pembelajaran dimana saat ini guru belum mampu dan kesulitan mengimplementasikan kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPA. Sehingga, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA melalui pendampingan berbasis Lesson Study dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui peningkatan pengetahuan guru tentang implementasi kurikulum merdeka dan platform merdeka belajar, serta peningkatan kreativitas guru dalam membuat asessmen diagnostik siswa dengan tujuan akhir menghasilkan modul elektronik pembelajaran IPA berbasis kurikulum merdeka. Adapun luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan mitra melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, Dampak lainnya dari kegiatan pendampingan ini adalah guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran IPA dengan memanfaatkan teknologi informasi.
STUDI LITERATUR : PENGGUNAAN APLIKASI KAHOOT DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Bunga Mawarni Merdu;
Maqfirah Maqfirah;
Ade Irfan
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30601/dedikasi.v8i1.4365
The basis of this research is the problem of students' low math scores. This is caused by the lack of development in mathematics education, as a result students become less energetic, their learning motivation is small, and the inspiration they receive is low. In how to practice in learning, upgrading tools are one of the keys that really influence the success of the practice method. The many kinds of upgrading tools make the way to practice more varied. Research procedures using literary research. The strategy of dredging data from various sources of posts through searches on Google Scholar. From the results of a survey at the base of the post, the Kahoot could be an alternative. Kahoot can be an upgrading tool as well as games with the encouragement of an internet connection. Kahoot can also increase attention and support the digital generation training style. That way, teachers can make these notes as a reference for implementing innovations in training, especially in online learning.
Tantangan Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka
Monalisa, Monalisa;
Irfan, Ade
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6055
Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Tantangan seorang guru matematika untuk membuat pembelajaran menyenangkan dan siswa tidak takut serta rajin belajar matematika, guru harus mampu mewujudkan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, dan menarik, yang menjadi ciri dari era merdeka belajar. Tantangan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka. Guru adalah seorang pendidik yangmemiliki peran penting dalam proses mengajar dan harus mampu mengaplikasikan suatu kurikulum di sekolah, sedanglan kurikulum adalah suatu system rencana dan pengaturan mengenai bahan pembelajaran yang diterapkan dakam aktivitas belajar mengajar. Adapun yang melatar belakangi penulis tertarik membuat jurnal dimana penulis menemukan indikasi peran guru yang belum efektif dan belum mampu mengaplikasikan kurikulum merdeka. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam pengembangan kurikulum merdeka. Artikel ini menggunakan studi pustaka atau library research dari berbagai buku, artikel dan hasil penelitian untuk mendapatkan informasi yang sedang diteliti. Hasil yang didapat oleh penulis menunjukkan adanya peran penting perkembangan kurikulum dalam suatu lembaga dan seorang guru yang harus memiliki kemampuan menyampaikan pembelajaran agar suatu kurikulum terwujud. Berdasarkan hasil anaisis dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut guru harus mampu mengetahui perkembangan teknologi, guru harus mampu mengimplementasikan kurikulum yang selalu berubah, guru harus membuat skala prioritas pekerjaan yang harus segera diselesaikan
MODEL-ELICITING ACTIVITIES DALAM MENGANALISIS KREATIVITAS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI PTKIN ACEH
Azhari, Budi;
Irfan, Ade
Al-Khawarizmi Vol 2, No 1 (2018): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jppm.v2i1.4495
This study aimed to know the components of the student creativity in problem solving that can be achieved through Model Eliciting Activities in preservice’s teacher of mathematics education of PTKIN in Aceh. This Research used qualitatif approach, since in this study want to describe the reality on the field namely data about the studets’ creativity in solving maths problem. The result showed that the componentsof flexibility obtained by contruction principle, the reality principle, and the self-just my assesment principle. Even so, there are student who got no flexibility with the third principle of the MEA, but only with the principles, the only reality MEA principle and the effective prototype principle. Mean while, the component of fluency is gained student by analysis of the construct documentation principle. The last component of creativity that is obtained through the construct shareability and reusability and the effective prototype principle. However there are students who do not obtain theses components due to the absence of new student-generated in carrying out problem-solving.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KERUCUT BERBASIS TEORI BRUNER
Irfan, Ade;
Anzora, Anzora
Al-Khawarizmi Vol 2, No 2 (2018): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jppm.v2i2.4501
One effort that can be done to help teachers is to offer a variety of alternative learning as inspiration for teachers in teaching. As one of the learning theory, theory of Bruner could be one appropriate strategies used in improving student learning outcomes in learning the cone. To reveal the effectiveness of cone learning based on Bruner’s theory, this research uses a quantitative approach with this type of research is quasi experiment. The design of this research is the one-group pre-test-post-test design. The subject is a student of class IX Junior High School. Data collection is done with the test results of the study, observation and question form. The results showed that the activity of students to each category on each RPP is effective, the ability of teachers in managing cone learning based on Bruner’s theory is effective at RPP I achieved an average of 4.44 and on RPP II reaches an average of 4.50. Student response against cone learning based on Bruner’s theory is effective where > 80% of students gave a positive response. Student learning results indicates that 20 students (71.43%) completely studied, while the 8 students (28.57%) is not thoroughly studied. Thus it can be concluded that the mastery learning of classical learning was not met. Even so, there was a significant increase in the mastery learning in Bruner's theory with cone in classical i.e. amounting to 50%. For the students who hadn't learned i.e. 8 students (28.57%) will be given additional duties as well as remedial and homework to help students understand the material cone hadn't he learned.
PENDAMPINGAN SMART TEACHER BERBASIS IN-ON SERVICE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU
Irfan, Ade;
Fitri, Zahratul;
Samsuar, Samsuar;
Merdu, Bunga Mawarni;
Nisa, Miftahul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i6.21553
Kelompok Kerja Guru SD Gugus XVI Pante Kareung Aceh Besar merupakan salah satu gugus di Aceh Besar yang mengalami berbagai permasalahan dan kendala dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya. Penyebab permasalahan dikarenakan kurangnya keterampilan digital dan media pembelajaran pada guru hingga terbatasnya pengetahuan dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan media dan teknologi dalam pembelajaran. Tujuan Kegiatan untuk memberdayakan mitra dengan meningkatkan kompetensi TPCK guru secara spesifik meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru melalui pendampingan berbasis in-on service. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam 2 langkah yaitu pelatihan dengan pola in-on-in service dan pendampingan lapangan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, latihan, dan tutorial. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 30 guru dengan lokasi pelaksanaan di Pusat Kegiatan Guru Gugus XVI Pante Kareung. Kemampuan TPCK guru sebelum pelatihan berada pada skor 3 dan setelah pelatihan berada pada skor 4. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berada pada rata-rata nilai 72 kategori cukup. Dengan demikian, terdapat perbedaan kemampuan TPCK guru antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Namun demikian, kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran masih perlu ditingkat melalui pendampingan berkelanjutan.