Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Evaluasi Kebugaran Jasmani dan Pengembangan Motor Skill untuk Meningkatkan Kesiapan Fisik Siswa Andi Ihsan; Fatoni Fatoni; Andi Muhammad Rizky Almufarid; St. Zulaiha Nurhajarurahmah; Mohammad Dika Raswadi
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i2.7706

Abstract

Students' physical readiness is a crucial factor in supporting active participation in educational activities and academic activities in general. State Senior High School 12, located on Satangnga Island, Mattiro Baji Village, Tanakeke Islands District, Takalar Regency, faces limited sports facilities and does not yet have a structured physical fitness evaluation system. This community service activity aims to provide assistance in fitness evaluation and motor skill development to improve students' physical readiness. The method used is participatory training and mentoring through initial assessment stages, material delivery, structured practice exercises based on training circuits and motor games, and a final evaluation. The activity participated in the activity amounted to 40 students. The results of the pre-test and post-test analysis showed significant improvements in the components of cardiorespiratory endurance, muscle strength and endurance, agility, and balance (p < 0.05). This program not only improves students' physical condition but also strengthens teachers' capacity to carry out fitness evaluations independently. This activity is recommended as an adaptive and sustainable physical fitness training model for schools in the island region.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF DI SEKOLAH DASAR: PENDEKATAN EMPIRIS UNTUK MENINGKATKAN INKLUSIVITAS DAN PARTISIPASI SISWA Gatot Jariono; Nurhidayat Nurhidayat; Eko Sudarmanto; Andi Ihsan
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6273

Abstract

Pendidikan jasmani adaptif memiliki peran penting dalam memastikan setiap siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, mendapatkan kesempatan belajar yang setara. Namun, di beberapa sekolah dasar di wilayah Sukoharjo, penerapan pendidikan jasmani adaptif masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, kurangnya sarana prasarana, dan minimnya panduan praktis yang sesuai dengan kondisi lapangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis dan aplikatif dalam penerapan pendidikan jasmani adaptif di sekolah dasar, dengan fokus pada peningkatan kapasitas guru dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Metodologi yang digunakan meliputi pendekatan empiris melalui observasi langsung di SDN Laban 02 Sukoharjo, wawancara dengan guru, serta pelatihan dan pendampingan praktik pembelajaran jasmani adaptif. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan modul pembelajaran adaptif, pelatihan guru, hingga evaluasi efektivitas penerapan di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terkait konsep dan strategi pendidikan jasmani adaptif, serta kemampuan mereka merancang aktivitas yang sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, sekolah mampu mengoptimalkan fasilitas sederhana menjadi sarana pendukung pembelajaran jasmani adaptif yang kreatif dan inklusif. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa, terutama yang memiliki keterbatasan fisik atau motorik. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa solusi praktis berbasis potensi lokal dapat meningkatkan efektivitas pendidikan jasmani adaptif di sekolah dasar, sekaligus memperkuat budaya pembelajaran inklusif di lingkungan sekolah
Pengaruh Konservasi Sosial dan Biodiversitas Terhadap Kesehatan Masyarakat Adat Suku Kajang: The Influence of Social Conservation and Biodiversity on the Health of Indigenous Kajang Tribe Communities Ibrahim Sudirman; Syamsu A. Kamaruddin; Arlin Adam; Andi Ihsan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4573

Abstract

Biodiversitas, singkatan dari biological diversity, merujuk pada keanekaragaman hayati di planet kita, mulai dari tingkat genetik hingga ekosistem. Ini mencakup proses-proses evolusi, ekologi, dan budaya yang menjadi dasar kehidupan. Dengan kata lain, biodiversitas adalah ragam kehidupan yang meliputi tumbuhan, hewan, dan ekosistem di seluruh Dunia. Konservasi biodiversitas merupakan usaha untuk menjaga dan merawat keanekaragaman hayati di bumi kita. Ini mencakup rangkaian langkah yang disusun untuk menjaga agar spesies-spesies tanaman dan hewan serta lingkungan hidup mereka tetap lestari, terhindar dari punah. Fokus utamanya adalah memastikan kelangsungan hidup dan fungsi ekologis dari ragam kehidupan ini bagi generasi mendatang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan dan pengambilan sasaran informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Maksudnya, penentuan sampel informan ditentukan dengan sengaja berdasarkan kriteria masyarakat Kajang Dalam yang bertempat tinggal di dalam Kawasan Adat Ammatoa maupun di luar Kawasan Adat Ammatoa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktek pengelolaan hutan berbasis pasang di Kajang menjadi fenomena menarik. Pasang mengajarkan untuk menjaga hutan sebagai sumber kehidupan dan penyangga ekosistem, yang tercermin dalam pandangan Ammatoa. Bagi mereka, kerusakan hutan berarti kerusakan bagi kehidupan mereka, sehingga mereka sangat berkomitmen untuk tidak merusak hutan atau mengambil kayunya. Komunitas Ammatoa membagi wilayah mereka menjadi wilayah lindung yang tidak boleh disentuh dan wilayah yang dapat dimanfaatkan. Dampak dari kelestarian tersebut adalah Pepohonan dan vegetasi di hutan dapat bertindak sebagai penyaring alami untuk polusi udara. Peningkatan kesehatan pada masyarakat adat kajang timbul karena Interaksi dengan alam, seperti berjalan-jalan di hutan atau duduk di bawah pohon, dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol dalam tubuh. Menyatu dengan alam dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi sel-sel pembunuh alami yang membantu melawan infeksi dan penyakit.
PELATIHAN TARI PELANGI UNTUK SISWA UPT SMPN 2 PANGSID KABUPATEN SIDRAP Syakhruni Syakhruni; Andi Ihsan; Heriyati Yatim; Khaeruddin Khaeruddin; Andi Taslim Saputra
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 2 (2026): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i2.88958

Abstract

Pelestarian budaya lokal melalui pendidikan seni memerlukan model pelatihan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan menari, tetapi juga kreativitas siswa. Berbagai pelatihan tari telah dilakukan, namun umumnya masih berfokus pada penguasaan gerak dan belum mengintegrasikan proses kreatif berbasis budaya lokal secara utuh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kreativitas siswa UPT SMP Negeri 2 Pangsid Kabupaten Sidenreng Rappang melalui Pelatihan Tari Pelangi berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, eksplorasi dan improvisasi gerak, latihan, presentasi hasil karya, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan kreativitas, kemampuan bekerja sama, kepercayaan diri, dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal yang diwujudkan dalam pertunjukan Tari Pelangi. Novelty kegiatan ini terletak pada pengembangan model Pelatihan Tari Pelangi yang mengintegrasikan eksplorasi, improvisasi, dan penciptaan tari berbasis budaya lokal sebagai pengalaman belajar kreatif bagi siswa sekolah menengah pertama.
Physical Fitness Evaluation of Rural Junior High School Students in Physical Education Learning Andi Ihsan
Journal of Physical Education, Sport, and Human Performance Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Physical Education, Sport, and Human Performance (JPESHP)
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. Physical fitness is an important component in supporting students’ learning activities and physical development in schools. Physical Education (PE) learning plays a strategic role in improving students’ physical fitness through structured physical activities. Therefore, this study aimed to evaluate the physical fitness components of students in PE learning at SMP Negeri 2 Tombolo Pao. Methods. This study used a quantitative approach with a descriptive evaluative design. The sample consisted of 36 eighth-grade students selected using a purposive sampling technique. The instrument used was a physical fitness test consisting of a 20-meter run, sit-ups, push-ups, shuttle run, and sit-and-reach tests to measure speed, muscle strength, agility, and flexibility. Data were analyzed using descriptive statistics, including mean, standard deviation, percentage, and physical fitness category analysis using IBM SPSS Statistics. Results. The results showed that students’ physical fitness levels were generally in the good category. Speed obtained an average score of 4.21 seconds, agility 12.84 seconds, and flexibility 24.15 cm, all categorized as good. Meanwhile, abdominal and arm muscle strength were categorized as moderate, with average scores of 21.47 repetitions and 18.36 repetitions, respectively. The distribution of physical fitness levels indicated that 38.89% of students were in the good category, 30.56% in the moderate category, 13.89% in the very good category, 13.89% in the poor category, and 2.78% in the very poor category. Conclusions. PE learning contributed positively to students’ physical fitness levels; however, several components, particularly muscle strength, still require improvement through more structured and continuous physical activity programs. Therefore, Physical Education teachers are expected to develop more innovative and fitness-oriented learning models to improve students’ physical fitness comprehensively.
PENINGKATAN LITERASI KEBUGARAN JASMANI DAN GIZI SEIMBANG BAGI SISWA SMP NEGERI 3 KABUPATEN GOWA Fajri Hamzah; Andi Ihsan; Andi Muhammad Rizky Al Mufarid; Mohammad Dika Raswadi
Jurnal Dharma Abdi Lestari (JDAL) Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Abdi Lestari
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kebugaran jasmani dan pemahaman gizi seimbang pada siswa SMP Negeri 3 Kabupaten Gowa. Rendahnya aktivitas fisik dan pengetahuan gizi di kalangan siswa menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi aktivitas fisik, serta pelatihan praktik gizi seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 35% dalam aspek kebugaran jasmani dan 42% dalam pemahaman gizi seimbang, yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Selain itu, terdapat perubahan perilaku positif, seperti meningkatnya aktivitas fisik dan kesadaran memilih makanan sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis pendidikan jasmani dan gizi seimbang dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan gaya hidup sehat di sekolah
SURVEI STATUS GIZI MURID SEKOLAH DASAR INPRES BONTANG KABUPATEN JENEPONTO Andi Ihsan; Yasriuddin Yasriuddin; Ahmad Adil; Muhammad Syahrul
Jurnal Dharma Abdi Lestari (JDAL) Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Abdi Lestari
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas sumber daya manusia, termasuk kecerdasan dan kemampuan belajar anak. Permasalahan gizi yang masih rendah di daerah pedesaan menjadi perhatian penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi murid Sekolah Dasar Inpres Bontang Kabupaten Jeneponto. Metode yang digunakan adalah survei dan pengukuran antropometrik terhadap siswa kelas I–VI untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa status gizi murid SD Inpres Bontang secara umum masih berada pada kategori sangat kurus, baik pada kelompok laki-laki (54% kurus berat dan 33% kurus ringan) maupun perempuan (93% kurus berat). Faktor penyebab utama diduga adalah kurangnya asupan gizi seimbang dan aktivitas fisik tinggi tanpa kompensasi nutrisi yang cukup. Hasil kegiatan ini menjadi dasar penting bagi pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam menyusun program peningkatan gizi anak sekolah, termasuk implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengaruh Sedentary Lifestyle Terhadap Kemampuan Motorik Siswa SMP Negeri 3 Kabupaten Gowa Andi Ihsan; Fatoni Fatoni; Muhammadong Muhammadong; Yasriuddin Yasriuddin; Andi Muhammad Rizky Al Mufarid
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v6i1.146

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan kecenderungan gaya hidup sedentari di kalangan remaja, termasuk siswa sekolah menengah pertama. Aktivitas fisik yang rendah berdampak pada penurunan kemampuan motorik yang berperan penting dalam kebugaran jasmani dan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sedentary lifestyle dengan kemampuan motorik siswa SMP Negeri 3 Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sebanyak 80 siswa berusia 12–15 tahun dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas sedentari dan Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) untuk menilai kemampuan motorik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat sedentary lifestyle siswa berada pada kategori sedang–tinggi (rata-rata 62,35 ± 8,21), sedangkan kemampuan motorik berada pada kategori sedang (rata-rata 67,15 ± 7,84). Uji korelasi Pearson menghasilkan r = –0,512 (p < 0,001), yang menunjukkan hubungan negatif signifikan antara kedua variabel. Semakin tinggi gaya hidup sedentari, semakin rendah kemampuan motorik siswa. Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan program sekolah aktif melalui kolaborasi guru PJOK, sekolah, dan orang tua untuk menurunkan perilaku sedentari siswa.