Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan hasil dua kultivar bayam pada sistem budidaya hidroponik untuk lahan sempit Syariful Mubarok; Asyifa Mardatillah; Anne Nuraini
Kultivasi Vol 20, No 3 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i3.32141

Abstract

AbstrakHidroponik merupakan salah satu teknik sistem budidaya yang biasa digunakan di lahan sempit seperti di perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sistem budidaya bayam yang paling baik untuk diterapkan pada sistem urban farming pada lahan sempit, misalnya di kawasan pemukiman padat penduduk di bagian timur Jakarta. Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua kultivar bayam dan tiga sistem budidaya yaitu budidaya konvensional, sistem hidroponik Wick dan NFT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem NFT menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik yang ditunjukkan oleh jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, volume akar dan berat segar tanaman yang lebih baik daripada sistem hidroponik Wick dan konvensional pada dua kultivar bayam 'Maestro' dan 'Mira'.Kata kunci: Bayam ∙ Kemandirian pangan ∙ Lahan pekarangan ∙ NFT ∙ Wick   Abstract.Hydroponic is one of the cultivation system techniques that usually used in the small area alike urban area. The purpose of this study was to determine the best amaranth cultivation system to be applied in urban farming system applied on small area, e.g. in a densely inhabited residental area in eastern part of Jakarta. Randomized Completely Block Design used in this experiment consisted of two amaranth cultivars and three cultivation systems namely conventional cultivation, Wick hydroponic and NFT hydroponic. The results showed that the NFT system resulted the best growth and yield, as indicated by the number of leaves, stem diameter, leaf area, root length, root volume and plant fresh weight that were better than the Wick hydroponic and conventional system in two amaranth cultivars namely ‘Maestro’ and ‘Mira’.Keywords: Amaranth ∙ Food independence ∙ Yard ∙ NFT ∙ Wick 
Hormon etilen dan auksin serta kaitannya dalam pembentukan tomat tahan simpan dan tanpa biji Syariful Mubarok; Alin Robiah Al Adawiyah; Arin Rosmala; Fathi Rufaidah; Anne Nuraini; Erni Suminar
Kultivasi Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i3.29408

Abstract

Sari Tomat merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura penting di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, sudah banyak dikembangkan varietas tomat baru yang mempunyai karakter-karakter yang diinginkan antara lain tahan akan penyakit, produktivitas tinggi tinggi, kandungan nutrisi tinggi dan lain-lain. Penerapan teknologi melalui pendekatan hormonal sangat penting untuk menghasilkan jenis tomat baru, diantaranya adalah hormone etilen dan auksin. Kedua hormone tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tomat khususnya untuk menghasilkan tomat yang adaptif pada kondisi lingkungan tercekam dan ketahanan simpan buah yang tinggi. Teknologi mutasi pada kedua hormone tersebut sudah dapat menghasilkan tomat yang diinginkan diantaranya adalah tomat iaa9-3 yang merupakan tomat yang mengalami mutasi pada gen IAA9 dengan karakter yang dihasilkan berupa buah tanpa biji dan tomat Sletr1-2 yang merupakan tomat yang mengalami mutasi pada gen SlETR1 dengan karakter yang dihasilkan berupa buah tomat tahan simpan.  Dalam review ini akan dibahas bagaimana peranan auksin, etilen dan peranan mutasi dalam menghasilkan tomat tanpa biji dan tahan simpan, serta persektif masa depan dalam pengembangan tomat di Indonesia.Kata Kunci: Auksin, etilen, mutasi partenokarpi, tomat Abstract Tomato is one of the important horticultural crops in Indonesia. Along with technological developments, many new tomato varieties have been developed that have the desired characteristics, including disease resistance, high productivity, high nutrient content and others. The application of technology through a hormonal approach is very important to produce new varieties of tomatoes, including ethylene and auxin. Both of these hormones are very influential on the growth and yield of tomatoes, especially to produce tomatoes that are adaptive to stressful environmental conditions and high fruit storage resistance. The mutation technology in these two hormones has been able to produce the desired tomatoes, including tomatoes iaa9-3, which is a tomato that has a mutation in the IAA9 gene with the resulting characters in the form of seedless fruit. Sletr1-2 tomatoes, which are tomatoes that have mutations in the SlETR1 gene with the resulting character is a shelf-stable tomato. This review will discuss the role of auxin, ethylene and the role of mutations in producing parthenocarpy tomato and long fruit shelf-life tomatoes, as well as future perspectives in the development of tomatoes in Indonesia.Keyword: Auxin, ethylene, mutation, parthenocarpy, tomato
Pertumbuhan dan perkembangan tunas nilam var. Lhoukseumawe dari jenis eksplan dengan sitokinin yang berbeda secara in vitro Erni Suminar; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Anne Nuraini; Hapizhah Hapizhah
Kultivasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.463 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v14i2.12065

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatan metode perbanyakan tanaman nilam melalui teknik in vitro dengan meng-gunakan jenis eksplan serta jenis dan konsentrasi sitokinin yang berbeda. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Maret sampai dengan Juni 2012. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah tipe eksplan (mata tunas, pucuk, dan daun). Faktor kedua adalah tipe dan konsentrasi sitokinin (0 mg L-1, 0,5 mgL-1 BAP, 1,0 mgL-1 BAP0,5 mgL-1 zeatin, and 1,0 mgL-1 zeatin). Hasil percobaan menunjukkan bahwa eksplan pucuk dengan penggunaan 0.5 mg L-1 menghasilkan jumlah tunas, tinggi tunas, bobot segar dan jumlah daun tertinggi pada 12 msi (minggu setelah inokulasi). Kata kunci: BAP ∙ Eksplan ∙ Nilam ∙ In vitro ∙ Zeatin
Pemanfaatan fenomena pembentukan buah partenokarpi dalam perspektif pertanian di Indonesia Firman Rezaldi; Muhammad Abdilah Hasan Qonit; Anne Nuraini; Kusumiyati Kusumiyati; Syariful Mubarok
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.887 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.21172

Abstract

Sari. Buah merupakan organ reproduktif yang memainkan peranan penting pada tanaman dalam proses perbanyakan tanaman dan penyebaran biji. Biji akan terbentuk akibat adanya proses polinasi dan fertilisasi. Pada beberapa jenis buah keberadaan biji tidak diinginkan, sehingga sekarang sudah banyak dikembangkan buah tanpa biji atau buah partenokarpi. Secara garis besar partenokarpi terdiri dari dua kelompok utama, yaitu partenokarpi alami dan partenokarpi buatan. Pisang, tomat, dan manggis merupakan contoh tanaman yang bersifat partenokarpi alami. Pembetukan buah partenokarpi dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya adalah penggunaan hormone auksin/giberelin, iridiasi polen, perubahan jumlah kromosom, gene  silencing, modifikasi gen, dan genome editing tools. Review ini menjelaskan mengenai pembentukan buah partenokarpi melalui pendekatan bioteknologi.Kata Kunci: Bioteknologi, partenokarpi alami, partenokarpi buatan, buah  AbstractFruit is a reproductive organ that plays an important role in plants for plant propagation and seed dispersal. Seeds will be formed due to the process of pollination and fertilization. In some types of fruit, seed in the fruit is not expected, therfore recently many study have been conducted to develop seedless fruit (parthenocarpic fruit). Seedless fruit consists of two main groups namely natural and artificial partenocarpic. Bananas, tomatoes, and mangosteen are examples of natural parthenocarpy plants. Artificial parthenokarpi fruit can be developed in several methods including the use of plant hormone i.e. auksin or gibberellin, pollen iridiation, changes in chromosome number, gene silencing, gene modification, and genome editing tools. In this review, it is explained about the formation of parthenocarp fruit through a biotechnology approach. Keywords: Biotechnology, natural parthenocarpy, artificial parthenocarpy, and fruit
Respons perkecambahan benih jagung manis terhadap konsentrasi dan lama perendaman giberelin pada suhu lingkungan yang berbeda Herlistin Mooy; Anne Nuraini; Sumadi Sumadi
Kultivasi Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i1.25921

Abstract

Abstrak. Penanaman jagung manis pada daerah dengan suhu rendah dapat menyebabkan cekaman pada kecambah, sehingga performa kecambah perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi antara konsentrasi giberelin (GA3) dan lama waktu perendaman benih pada suhu lingkungan tertentu terhadap pertumbuhan kecambah jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Bandung pada bulan Juni 2019. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor perlakuan adalah konsentrasi GA3 dan lama perendaman. Faktor konsentrasi giberelin terdiri dari 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm, sedangkan faktor lama perendaman terdiri dari 3 jam, 6 jam, dan 9 jam. Percobaan dilakukan pada dua suhu lingkungan yang berbeda, yaitu 16-18°C dan 20-22°C. Peubah yang diamati adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan potensi tumbuh maksimum. Analisis data menggunakan uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh interaksi antara konsentrasi giberelin dan lama perendaman. Pemberian giberelin pada benih dapat meningkatkan performa kecambah baik pada suhu 16-18°C maupun 20-22°C. Perlakuan giberelin 100 ppm dengan lama perendaman 6 jam menunjukkan performa kecambah yang paling baik.Kata Kunci: Jagung manis, Konsentrasi giberelin, Lama perendaman. Abstract. Sweet corn cultivation in areas with low temperatures can cause stress on the sprouts, so its performance needs to be improved. This study aims to analyze the interaction effect between gibberellin (GA3) the concentration and the time of seeds soaking in GA3 at various temperatures on the growth of sweet corn sprouts. This research was conducted at the Laboratory of Seed Technology, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, in June 2019. The experimental design used a factorial randomized block design with two factors and three replications. The treatment factors were the concentration of GA3 and the time of seeds soaking in GA3. The gibberellin concentration consisted of 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm, while the soaking time consisted of 3 hours, 6 hours, and 9 hours. Experiments were carried out at two different temperatures, there were 16-18 oC and 20-22 oC. The observed variables were germination rate, sprout growth rate, synchronous growth, and maximum growth potential. Data was analyzed by Duncan's Multiple Range test at the 5% significant level. The results showed that there was an interaction effect between the concentration of GA3 and the time of seeds soaking in GA3. Gibberellin application to seeds can improve the performance of sprouts both at 16-18 oC and 20-22 oC. Gibberellin treatment of 100 ppm and soaking time for 6 hours showed the best performance of sprouts.Keywords: Gibberellins concentration, Soaking time, Sweet corn. 
Pengaruh Benzyl Amino Purine dan coumarin terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang (Solanum tuberosum L.) G2 kultivar granola Nurjanah Nurjanah; Anne Nuraini
Kultivasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.81 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v15i1.12009

Abstract

Percobaan ini dilakukan dari bulan Maret hingga Juni 2014 di Rumah Plastik Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padja-djaran Kampus Jatinangor, dengan keting-gian tempat ± 853 m dpl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 16 perlakuan kombinasi BAP dan Coumarin diulang sebanyak 3 kali. Konsentrasi BAP yang digunakan yaitu 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm dan konsentrasi coumarin yang digunakan yaitu 0 ppm, 100 ppm, 125 ppm, 150 ppm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi BAP dan coumarin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, kandungan klorofil, jumlah buku, bobot kering tanaman, jumlah ubi per tanaman dan jumlah ubi kelas SS, namun tidak berpengaruh nyata terhadap persentase stolon yang membentuk ubi, bobot ubi per tanaman dan jumlah ubi kelas S, M dan L. Pemberian konsentrasi BAP tanpa coumarin (25 ppm : 0 ppm) mampu meningkatkan tinggi tanaman. Akan tetapi pemberian BAP dengan konsentrasi coumarin yang lebih tinggi (25 ppm : 150 ppm) menghasilkan jumlah ubi lebih banyak bila dibandingkan dengan konsentrasi BAP tanpa coumarin (75 ppm : 0 ppm). Kata kunci : Benih kentang G2 ∙ Benzyl Amino Purine ∙ Coumarin
Pertumbuhan, hasil dan karakter fisiologis padi yang diberi pupuk hayati pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan I Annisa Nuraisah; Cucu Suherman; Mira Ariyanti; Anne Nuraini; Mohamad Arief Soleh
Kultivasi Vol 18, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.41 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i3.21183

Abstract

Sari ruang terbuka diantara tanaman kelapa sawit belum menghasilkan dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan, khususnya  padi sebagai tanaman sela dalam rangka mendukung program ketahanan nasional. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh dosis pupuk hayati yang berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan, hasil, dan karakter fisiologis tanaman padi yang ditanam pada pertanaman kelapa sawit TBM 1 serta melihat dampak penanaman padi sebagai tanaman sela terhadap pertumbuhan kelapa sawit. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada bulan Desember 2017 sampai bulan April 2018. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dosis pupuk hayati, yaitu  0, 75, 100, 125, 150, 175 mL/tanaman. Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk hayati berpengaruh terhadap jumlah gabah isi, bobot gabah per tanaman, dan bobot gabah 100 butir yang di tanam pada pertanaman kelapa sawit saat tanaman belum menghasilkan (TBM 1). Dosis pupuk hayati 100 mL/tanaman cenderung memberikan pengaruh baik terhadap karakter morfologis dan fisiologis padi. Pertumbuhan tanaman kelapa sawit tidak dipengaruhi oleh budidaya padi sebagai tanaman sela.Kata kunci: karakter fisiologis, pupuk hayati, tumpangsari Abstract. Open space among palm oil trees at IPS I could be used for growing annual crops such as rice for supporting food sufficiency national program. This study was to obtain proper organic fertilizer dosages for improving best plant growth and yield of rice under palm oil trees at IPS I. The experiment was conducted at experimental station of Faculty of Agriculture, Padjadjaran University from December 2017 to April 2018. The experimental design was Randomized Block with six treatments of fertilizer dosage: 0, 75, 100, 125, 150, 175 mL/plant. Each treatment was replicated four times. The application of organic fertilizer affected on filled grains number, grains weight per plant, and 100 grains weight.  The dosage of 100 mL/plants had good trend on morphological and physiological traits of rice. Oil palm growth did not affected by rice cultivation between oil palm areas.Keywords: Intercropping, organic fertilizer, physiological traits
Pengaruh konsentrasi giberelin dan pupuk organik cair asal rami terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman rami (Boehmeria nivea (L.) Gaud) klon ramindo 1 Cucu Suherman; Anne Nuraini; R. Damayanthi
Kultivasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.475 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v15i3.11762

Abstract

ABSTRAKRami adalah salah satu jenis tanaman penghasil serat yang memiliki potensi hasil lebih tinggi dibanding tanaman kapas. Salah satu faktor penentu tinggi rendahnya hasil adalah panjang dan jumlah serat, yang antara lain ditentukan oleh tinggi dan diameter batang tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi giberelin dan pupuk organik cair rami serta memperoleh salah satu kombinasi konsentrasi giberelin dan POC rami yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan hasil serat tanaman rami klon Ramindo 1. Percobaan dilaksanakan dari bulan Januari 2016 sampai bulan Maret 2016 di kebun percobaan CiparanjeFaperta  Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian tempat mencapai  829 m di atas permukaan laut, dengan tanah ordo Inceptisol, dan tipe iklim berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson (1951) termasuk tipe C. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, dengan perlakuan kombinasi GA0 ppm+ tanpa POC, GA50 ppm + tanpa POC, GA100 ppm + tanpa POC, GA150 ppm + tanpa POC, Larutan GA0 ppm + 40 ml/L POC, GA50 ppm + 40 ml/L POC, GA100 ppm + 40 ml/L POC, GA150 ppm + 40 ml/L POC. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian kombinasi dosis giberelin dan pupuk organik cair rami dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil serat tanaman rami klon Ramindo 1. Perlakuan GA 150 ppm dan 40 ml/L pupuk organik cair (POC) dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, bobot kering tanaman, bobot basah tanaman, dan bobot segar batang tanaman rami klon Ramindo 1.Kata kunci : Giberelin, pupuk organik cair, rami
Respons bunga anggrek Dendrobium F1 (Dendrobium Malaysian Green) pada berbagai konsentrasi giberelin Yayat Rochayat Suradinata; Anne Nuraini; Argapati Sela
Kultivasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.436 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v15i1.12001

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui respons bunga Dendrobium ‘Malaysian green’ pada pemberian beberapa konsentrasi GA3. Percobaan dilakukan pada bulan Januari 2015 hingga April 2015, di Cibiru, Bandung pada ketinggian tempat 740 meter di atas permukaan laut. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan analisis deskriptif yang terdri dari enam perlakuan, yaitu : Tanpa pemberian GA3 sebagai kontrol, GA3 75 ppm, GA3 100 ppm, GA3 125 ppm, GA3 150 ppm, dan GA3 175 ppm. Pemberian GA3 dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval aplikasi tujuh hari sekali dengan dosis penyemprotan 23 ml per tanaman. Penggunaan GA­3 125 ppm dapat memperpanjang tangkai bunga, memperbanyak jumlah kuntum bunga, dan memperbesar dia-meter bunga Dendrobium dibandingkan dengan tanpa GA3. Kata kunci : Diameter bunga ∙ GA3 ∙ Jumlah kuntum ∙ Lama kesegaran bunga ∙ Tangkai bunga
Kuantitas dan kualitas hasil benih buncis tegak (Phaseolus vulgaris L.) yang diberi pupuk organik padat dan pupuk organik cair chitosan Anne Nuraini; Denny Sobardini; Erni Suminar; H. Apriyanto
Kultivasi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.277 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v15i2.11869

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis pupuk organik padat dan pupuk organik cair (POC) chitosan yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan, kuantitas dan kualitas hasil benih buncis tegak. Percobaan dilakukan dari bulan Maret 2012 hingga Juni 2012 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Jawa Barat. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik padat terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pupuk organik padat, pupuk kandang ayam, dan kascing. Faktor kedua adalah  konsentrasi POC chitosan terdiri dari empat taraf  yaitu : 0 ml L-1, 1,5 ml L-1, 3 ml L-1, dan 4,5 ml L-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara pupuk organik padat dan POC chitosan terhadap daya berkecambah benih. Pemberian pupuk organik padat dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih buncis tegak, pupuk kandang ayam memiliki pengaruh yang lebih dibandingkan kascing . Konsentrasi 3 ml L-1 chitosan memberikan pengaruh yang terbaik terhadap parameter vigor benih.Kata kunci : buncis tegak, , pupuk kandang ayam, kascing, Chitosan
Co-Authors Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Ade Setiawan Adelia Anissa Putri Adinda Cikal Amalia Adinda Cikal Amalia Adinda Cikal Amalia, Adinda Cikal Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Agus Wahyudin Agus Wahyudin Al Aufa, Elfa Muhammad Ihsan Alan Randall Ali Qosim, Warid Alin Robiah Al Adawiyah Alvianto, Muhamad Amalia, Inneke Anindya, Marsya Nabila Anne Nurbaity ANNE NURBAITY Anni Yuniarti Annisa Nur Rahmani Annisa Nuraisah Annisa Nurul Fatimah Aprilia, Eva Argapati Sela Argapati Sela, Argapati Arin Rosmala Ariyanto, Nur Budi Arrin Rosmala Ashari, Asri Mulya Asri Peni Wulandari Asyifa Mardatillah Ayu Ratna Ningrum Azizah, Annisa Nanda Nur Bella Dian Ratnasari. Bella Dian Ratnasari., Bella Dian Camelia Andriani Christine Angel Citra Bakti, Citra Cucu Suherman Cucu Suherman Cucu Suherman V.Z Debby Yolanda Sulista Dedi Ruswandi Dedi Widayat Denny Sobardini Denny Sobardini Denny Sobardini Sobarna Denny Sobardini, Denny Diah Rochana Puspitasari Dian Ardiansyah Dian Ardiansyah Dikdik Kurnia Dirga Sapta Sara Donita, Yukta Alvira Edy Suryadi Ega Raisya Ega Raisya Eka Siti Windia Eko Wahyudi Elma, Tiara Erizon, Meisyela Salsabila Erni Erni Erni Suminar Eva Aprilia Eva Aprilia Ezura, Hiroshi Farida Farida Damayanti Fatimah, Annisa Nurul Fauzia Khaerunnisa Millenia Fenny Dewi Nuroktavianti Firman Rezaldi Fitri Widya Fitriatin Fitrianti Widya Lestari Ganjar Herdiansyah Gina Gustiani Pitaloka H. Apriyanto H. Apriyanto, H. Hanifah Rulistianti Hapizhah Hapizhah Hapizhah Hapizhah, Hapizhah Herlistin Mooy Heru Waskito Heru Waskito Hiroshi Ezura Hiroshi Ezura Ibrahim, Meynarti Sari Dewi Inneke Amalia Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Winara Iwan Setiawan Jajang Sauman Hamdani Khadamullah M Nurhuda Khadamullah Nurhuda Kusumadewi, Vira Kusumiyati Kusumiyati Luciana Djaya, Luciana M Kadapi M. Ibrahim M. Ibrahim, M. Marsya Nabila Anindya Masako Akutsu Meddy Rachmadi Megianti Agtari Meisyela Erizon Mia Munggarani Mira Ariyanti Mita Indriani Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mohamad Arief Soleh Mugayanti Muhamad Alvianto Muhamad Kadapi Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Abdillah Hasan Qonit Muhammad Syafii Murgayanti Murgayanti Neni Rostini Neni Rostini Niki Rahayu Noladhi Wicaksana Noor Istifadah Nur Azizah Romadhoni Nur Budi Ariyanto Nurjanah Nurjanah Nuroktavianti, Fenny Dewi Nursuhud Nursuhud Nuzula Suci Azima Nuzula Suci Azima, Nuzula Suci Pangaribuan, Ikhwan Fadli Parlinah, Linlin Pujawati Suryatmana Qonit, Muhammad Abdilah Hasan R. Damayanthi R. Damayanthi, R. R. Pratama R. Pratama, R. Rahmani, Annisa Nur Rahmat Budiarto Rahmawati, Vira Raisya, Ega Ramadani, Selika Fitrian Ramadhani, Selika Fitrian Randall, Alan Randriani, Enny Rezeki Simamora RIKA MELIANSYAH Rubaekah, Siti Sarah Rufaidah, Fathi S Sumadi Santika Sari Sari, Laela Shakina, Visira Deva Sheli Mustikasari Dewi SIska Rasiska, SIska Siti Julaeha, Siti Siti Rodiah Siti Sarah Rubaekah Siti Syarah Nurbaekah Suci Azima, Nuzula Sudarjat Sudarjat Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi SUMADI SUMADI Sunjaya Putra SYARIFUL MUBAROK TATI NURHAYATI Tati Nurmala Tati Nurmala Tiara Elma Tino Mutiarawati Tino Mutiarawati Waluyo, Nurmalita WARID ALI QOSIM Wawan Sutari Yayat Rochayat Yayat Rochayat Suradinata Yayat Rochayat, Yayat Yudhistari Sihombing Yulianto, Fiky Yusti Yusti, Yusti Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Zulfatunnisa Zulfatunnisa