Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh pemberian zat retardan terhadap pertumbuhan dan hasil ubi pada dua kultivar kentang (Solanum tuberosum L.) di dataran medium Sumadi Sumadi; Erni Suminar; Murgayanti Murgayanti; Anne Nuraini
Kultivasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.466 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v14i2.12067

Abstract

Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kulti-var kentang dan jenis serta konsentrasi zat retardan yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan serta kuantitas dan kualitas hasil ubi bibit kentang di dataran medium. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak terpisah. Perlakuan terdiri dari petak utama yaitu kultivar yaitu kultivar Nadia dan Granola, dan anak petak yaitu jenis dan konsentrasi zat retardan dengan penggunaan paklobutrazol ( 0; 40; 120 mg L-1 ) atau coumarin (45; 90; 135 mg L-1). Hasil percobaan menun-jukkan bahwa jenis kultivar dan zat retardan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan per-kembangan bibit kentang. Terjadi interaksi pada peubah bobot ubi per tanaman, sedangkan peubah tinggi tanaman, kandungan klorofil, jumlah ubi per tanaman, bobot ubi per petak dan persentase jumlah ubi kentang per tanaman berdasarkan pengkelasan ubi bibit tidak terjadi interaksi antara kultivar dan zat retardan.  Penggunaan zat retardan pada kultivar Nadia menghasilkan bobot ubi per tanaman lebih tinggi daripada kultivar Granola sedangkan untuk kelas ubi ukuran S dan M dihasilkan lebih tinggi pada kultivar Granola daripada kultivar Nadia. Kata kunci : Kentang ∙ Ubi ∙ Dataran medium ∙ Zat retardan 
Physical And Physiological Quality Of Sweet Corn Seeds Of Unpad Hybrid Parental line seed after 2 and 4 Month Storage Annisa Nur Rahmani; Anne Nuraini, Sumadi, Dedi Ruswandi, Agus Wahyudin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3458

Abstract

Sweet corn is a cultivated plant grown dor fresh consumpption or food industry. The purpose of this study was to examine the physical seed quality and physiological seed quality during storage. The research was conducted in Laboratorium Teknologi Benih Universitas Padjajaran in July 2017 until November 2017. The study consisted of one experiments carried out by using a completely randomized design with two replication using 16 genotypes between Unpad sweet corn seed crossed with released varieties such as Bonanza, Latanza, Sweet boy and Talenta and Unpad sweet corn seed were not crossed with released varieties. Results from this study showed that genotype 533 as the best physical quality in the parameters of 100 grain weight and water content of seed. genotype 871 as the best physical quality in the parameters of germination capacity and seed growth simultaneously. Results from this study also showed that genotype 974 as the lowest physical quality in the parameters of 100 grain weight and water content of seed. genotype 858 as the lowest physical quality in the parameters of germination capacity and seed growth simultaneously.
Perubahan Viabilitas Pollen dan Anatomi Stomata pada Dua Mutan Tomat, iaa9-3 dan iaa9-5, akibat Cekaman Suhu Tinggi Fitrianti Widya Lestari; Erni Suminar; Anne Nuraini; Hiroshi Ezura; Syariful Mubarok
Agrikultura Vol 31, No 1 (2020): April, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.823 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i1.25768

Abstract

Cekaman suhu tinggi (heat stress) merupakan salah satu cekaman abiotik utama yang membatasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat. Heat stress menyebabkan kegagalan perkembangan serbuk sari dan rendahnya viabilitas polen. Heat stress juga menyebabkan perubahan anatomi salah satunya stomata pada daun. Pada penelitian ini diuji dua tanaman tomat mutan iaa9-3 dan iaa9-5, serta WT-MT sebagai kontrol dengan dua kondisi suhu yang berbeda. Mutan iaa9-3 dan iaa9-5 merupakan tanaman tomat kultivar Micro-Tom yang mengalami mutasi genetik pada gen spesifik IAA9 yang berperan sebagai regulator respons auksin negatif. Tanaman diberi perlakuan suhu maskimum 30-35 oC dan 40-45 oC selama 3 jam setiap harinya. Hasil menunjukkan mutasi gen IAA9  pada mutan iaa9-3 dan iaa9-5 mampu meningkatkan jumlah polen viabel, polen semiviabel, serta menurunkan jumlah polen mati dibandingkan WT-MT baik pada suhu 30-35 oC maupun suhu 40-45 oC. Perbandingan jumlah polen viabel dan polen semiviabel pada mutan iaa9-3, mutan iaa9-5 dan WT-MT  pada suhu 40-45 oC lebih sedikit dibandingkan pada suhu 30-35 oC, sedangkan jumlah polen mati lebih banyak. Mutan iaa9-5 dan iaa9-3 memiliki jumlah stomata daun (abaxial) yang lebih banyak dibandingkan dengan WT-MT  baik pada suhu 30-35 oC maupun 40-45 oC. Jumlah stomata mutan iaa9-3 dan iaa9-5 serta WT-MT pada suhu 30-35 oC lebih banyak dibandingkan jumlah stomata mutan iaa9-3 dan iaa9-5 serta WT-MT pada suhu 40-45 oC. Cekaman suhu tinggi menyebabkan penurunan jumlah stomata.
Regenerasi Berbagai Jenis Eksplan Nilam Klon Sidikalang dan Aplikasi Azotobacter pada Tahap Aklimatisasi Erni Erni; Denny Sobardini Sobarna; Anne Nuraini; Syariful Mubarok; Pujawati Suryatmana; Yudhistari Sihombing; Christine Angel
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.998 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i2.9992

Abstract

AbstrakKondisi produktivitas nilam di Indonesia saat ini masih rendah, hal ini diduga disebabkan oleh rendahnya penggunaan benih unggul serta kendala ketersediaan benih yang tepat waktu, jumlah bibit yang seragam dan bebas penyakit, serta masih rendahnya mutu genetik tanaman. Sehingga perlu dilakukan upaya perbanyakan maupun peningkatan mutu genetik dengan aplikasi teknologiin vitro. Percobaan I: Pertumbuhan eksplan nilam pada komposisi sitokinin yang berbeda secara in Vitro (Rancangan Acak Lengkap pola faktorial), faktor pertama (jenis ekplan : mata tunas, pucuk, dan daun), sedangkan faktor kedua (0 mg/l sitokinin; 0,5 mg/l BAP; 1,0 mg/l BAP; 0,5 mg/l Zeatin; dan 1,0 mg/l Zeatin). Percobaan II: Multiplikasi stek mikro nilam secara in vitro (Rancangan Acak Lengkap). Percobaan III: Respon stekmikro terhadap inokulasi Azotobacter sp. pada tahap aklimatisasi (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari lima perlakuan (tanpa inokulasi, 1 ml, 2 ml dan 3 ml Azotobacter sp.). Hasil Percobaan I menunjukkan tidak terdapat interaksi antara jenis eksplan dengan jenis dan konsentrasi sitokinin. Penggunaan eksplan pucuk menghasilkan rata-rata jumlah tunas, pertambahan jumlah daun serta rata-rata bobot segar eksplan lebih baik serta penambahan 0,5 mg/l BAP pertambahan jumlah daun dan rata-rata bobot segar eksplan nilam lebih baik pada 8 MST. Percobaan II menunjukkan bahwa penggunaan 0,01 mg/l NAA dan 1 mg/l BAP merupakan perlakuan yang terbaik untuk multiplikasi tunas nilam pada peubah jumlah tunas dan jumlah daun. Percobaan III menunjukkan inokulasi Azotobacter sp. dengan dosis 3 ml memberikan rata-rata pertambahan jumlah daun, jumlah akar dan panjang tanaman relatif lebih baik.Kata kunci : Aklimatisasi, Azotobacter, Cytokinin, Eksplan, Nilam, Regenerasi
Kandungan Prolin, Klorofil, dan Hasil Tanaman Tomat Mutan IAA9 pada Kondisi Cekaman Suhu Tinggi Erni Suminar; Syariful Mubarok; Anne Nuraini; Hiroshi Ezura; Fitri Widya Fitriatin
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30924

Abstract

Cekaman suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan pada kandungan prolin, klorofil tanaman tomat sehingga mempengaruhi produksi buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan klorofil dan prolin sebagai respon fisiologi tanaman tomat mutan iaa9-3 dan iaa9-5, serta WT-MT terhadap kondisi cekaman suhu tinggi yaitu berkisar  40-45oC. Perlakuan terdiri dari tiga genotipe tomat asal introduksi dan masing-masing terdiri dari  12 unit tanaman, sedangkan analisis data hasil pengamatan menggunakan analisis Student’s T-Test. Pada penelitian ini digunakan dua mutan tomat iaa9  yaitu mutan iaa9-3 dan iaa9-5 serta WT-MT sebagai kontrol yang diberi perlakuan kondisi cekaman suhu tinggi suhu berkisar 40-45 oC dimana rata-rata suhu maksimum 42,84 oC, sedangkan rata-rata suhu minimum yaitu 22.57 oC dan rata-rata kelembaban maksimum yaitu  82,84 % sedangkan rata-rata kelembaban minimum yaitu 61,57 %. Hasilnya menunjukkan bahwa pada mutan iaa9-5 memiliki kandungan prolin yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan WT-MT dan iaa9-3, sedangkan kandungan klorofil mutan iaa9-5 dan iaa9-3 lebih tinggi daripada WT-MT. Jumlah dan bobot buah pada mutan iaa9-5 lebih tinggi daripada mutan iaa9-3, sedangkan pada WT-MT mengalami kegagalan membentuk buah.
Stabilitas dan adaptabilitas daya hasil hibrida jagung manis padjadjaran berdasarkan analisis AMMI Dedi Ruswandi; Edy Suryadi; Muhammad Syafii; Anne Nuraini; Yuyun Yuwariah
Jurnal Agro Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/8153

Abstract

Evaluasi interaksi G x E melalui pengujian multilokasi merupakan tahapan penting untuk menentukan stabilitas dan adaptabilitas hibrida superior. Untuk menentukan interaksi G x E, stabilitas dan adaptabilitas hibrida jagung manis Padjadjaran di Jawa Barat, enam belas hibrida Padjadjaran dan dua hibrida komersial diuji di tiga lokasi selama dua musim yang berbeda di Jawa Barat- Indonesia. Hasil memperlihatkan bahwa biplot AMMI dapat dengan akurat menentukan interaksi G x E, stabilitas, dan adapatabilitas hasil hibrida jagung manis Padjadjaran di Jawa Barat. Biplot AMMI mengidentifikasi bahwa hibrida jagung manis Padjadjaran G 10 sebagai jagung manis yang stabil di berbagai lokasi pengujian dan musim di Jawa Barat, sedangkan hibrida jagung manis Padjadjaran G5 dan Padjadjaran G11 sebagai hibrida yang spesifik lingkungan.  Biplot AMMI disarankan sebagai alat menentukan hibrida superior yang akan dilepas di Indonesia.Evaluation of genotype (G) x environment (E) interaction through multi-location testing is an important phase to determined stability and adaptability of superior hybrid. To determined G x E interaction, stability and adaptability of Padjadjaran sweet corn hybrids, sixteen new Padjadjaran sweetcorn hybrids and two commercial hybrids were tested in three locations for two different seasons in West Java, Indonesia.  Results showed that AMMI biplot was accurately determined G x E interaction, stability and adaptability of Indonesian sweet corn in West Java for yield. The AMMI biplot determined Padjadjaran G 10 sweetcorn hybrid as a stable hybrid across locations and seasons in West Java, while Padjadjaran G5 and G11 as the specific environment hybrid. The AMMI biplot is suggested to implement as a tool to release particular superior hybrid in Indonesia. Key words : Adaptability, AMMI, G x E interaction, Sweetcorn, Stabilit
Respons fisiologi pertumbuhan dan hasil tiga genotip jawawut terhadap cekaman kekeringan Yuyun Yuwariah; Sheli Mustikasari Dewi; Warid Ali Qosim; Anne Nuraini
Jurnal Agro Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4590

Abstract

Jawawut merupakan salah satu tanaman pangan lokal Indonesia yang belum banyak dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotip jawawut yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil pada berbagai tingkat pemberian air di rumah plastik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2017 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 3 ulangan. Petak utama terdiri dari tiga macam genotip yaitu genotip 44, 46, dan 48. Anak petak terdiri dari tiga taraf kapasitas lapang  yaitu 75%, 50% dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian air 25% kapasitas lapang berpengaruh paling buruk terhadap  proses fisiologis pertumbuhan dan hasil tiga genotip jawawut. Genotip 44 dan 46, pada pemberian air 50 % KL menghasilkan  konduktan stomata terbaik. Genotip 46 dan 48 memberikan pengaruh paling baik terhadap proses fisiologis pertumbuhan dan hasil jawawut yaitu jumlah anakan per rumpun.ABSTRACTMillet is one of Indonesia's local food crops that has not been widely developed as food sources. The purpose of this study was to obtain the genotypes of millet which gave the best effect on the growth and yield at various levels of water supply in the plastic house. The study was conducted from June to September 2017 at the Experimental Station of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The research used the Split Plot Design with three replications. The main plot factor consisted of three levels of treatment; genotypes 44, 46, and 48. The subplot factor consisted of three stages of different treatment of the field capacity; 75%, 50% and 25%. The results showed the treatment of 25% water to field capacity had the worst effect on the physiological process of growth and yield of three millet genotypes. Genotypes 44 and 46, at 50% field capacity, produced the best stomatal conductance. Genotype 46 and 48 showed the best response to the physiological processes for the number of tillers.
RESPONSE OF TURMERIC EXPLANT ON CYTOKININ AND AUXIN IN MURASHIGE AND SKOOG Mita Indriani; Erni Suminar; Noladhi Wicaksana; Denny Sobardini; Sulistyaningsih Sulistyaningsih; Anne Nuraini; Nursuhud Nursuhud; Syariful Mubarok
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.683 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.19784

Abstract

This study was aimed at determining the concentration of several types of cytokinins and auxin for the induction of turmeric shoots in vitro. The research was conducted at the Tissue Culture Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor. The study was conducted from October 2017 to February 2018. The source of planting material is in the form of shoots from the turmeric rhizome. The source of explants or planting material came from the field collected at the Tissue Culture Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. Explants were taken from rhizome buds with a size of 0.6-2.0 cm. The experiment used a Completely Randomized Design which was analyzed using the Student’s T-test method. The number of experimental and control groups in this study were seven groups. Variation in treatment with different BAP, thidiazuron, zeatin, and NAA concentrations in each group. The results show that Thidiazuron 1 mgL-1 + NAA 1 mgL-1 gives better results on the percentage of live explants and number of shoots on turmeric plants (Curcuma domestica Val.) Clones 41 at the age of 14 weeks after planting.RESPONS EKSPLAN KUNYIT PADA SITOKININ DAN AUKSIN DALAM MEDIA MURASHIGE DAN SKOOGPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan salah satu konsentrasi dari beberapa jenis sitokinin dan auksin untuk induksi tunas kunyit secara in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai pada awal bulan Oktober 2017 sampai bulan Februari 2018. Sumber bahan tanam berupa tunas dari rimpang tanaman kunyit. Sumber eksplan atau bahan tanam berasal dari lapangan yang dikoleksi di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Eksplan diambil dari mata tunas rimpang dengan ukuran 0,6-2,0 cm. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang dianalisis menggunakan metode Student’s T-test. Jumlah kelompok eksperimen dan kontrol dalam penelitian ini adalah tujuh kelompok. Variasi perlakuan dengan penambahan konsentrasi BAP, thidiazuron, zeatin, dan NAA yang berbeda pada setiap kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Thidiazuron 1 mgL-1 + NAA 1 mgL-1 memberikan hasil yang lebih baik pada persentase eksplan hidup dan jumlah tunas pada tanaman kunyit (Curcuma domestica Val.) klon 41 pada umur 14 MST (Minggu Setelah Tanam).
THE EFFECT OF GENOTYPE QUALITY OF UNPAD SWEET CORN SEEDS TOWARDS ITS PHYSIOLOGICAL QUALITY Niki Rahayu; Anne Nuraini; Sumadi Sumadi
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.084 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.19266

Abstract

This study was aimed at determining the effect of genotype quality of Unpad sweet corn seeds on physiological quality after four months of storage. The experimental design used was a completely randomized design with a treatment factor of 16 genotypes of sweet corn with 2 replications. The data were analyzed using the F test, if there was a significant difference in Scott Knott’s test at the level of 5%. All of the seed genotypes had different qualities, so there was a significant difference in 100 grain weight parameters, germination and simultaneous growth based on ANOVA test. Seeds that had good initial physical quality are able to maintain quality until the end of storage period. After the storage period there is the best genotype, namely with code 613 which is able to maintain its physical-physiological quality until the end of storage. Based on the results of the study, it can be concluded that the genotype of sweet corn seed npad Genotype 613 (P5 x P1 (x) (3)) has good physical and physiological qualities and can be used as a candidate for hybrid elders. This is seen from the quality of seeds that meet the requirements of quality seed characters from 100 grain weight parameters and germination.PENGARUH MUTU GENOTIP BENIH JAGUNG MANIS UNPAD TERHADAP MUTU FISIOLOGISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu genotip benih jagung manis Unpad terhadap mutu fisiologis setelah empat bulan penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan faktor perlakuan 16 genotipe jagung manis dengan 2 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat perbedaan yang signifikan dilakukan uji lanjut Scott Knott taraf 5 %.Semua genotip benih memiliki mutu yang berbeda, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter bobot 100 butir, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh berdasarkan uji anova. Benih yang memiliki mutu fisik awal yang baik mampu mempertahankan mutu sampai periode akhir penyimpanan. Setelah periode simpan terdapat genotip terbaik yaitu dengan kode 613 yang mampu mempertahankan mutu fisik-fisiologisnya sampai akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa genotip benih jagung manis Unpad Genotip 613 (P5 x P1 (x) (3)) memiliki mutu fisik dan fisiologis yang baik dan dapat dijadikan sebagai calon tetua hibrida. Hal ini dilihat dari kualitas benih yang memenuhi syarat karakter benih bermutu dari parameter bobot 100 butir dan daya berkecambah.
THE EFFECT OF TRICHODERMA SP. SEED COATING AND THE APPLICATION OF BOKASHI TOWARD SOYBEAN YIELD Intan Winara; Sumadi Sumadi; Anne Nuraini
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.142 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.18901

Abstract

This study was aimed at determining the effect of seed coating using Trichoderma sp. and applying bokashi to increase soybean yields. The study was carried out in the Ciparanje experimental garden of Padjadjaran University in Jatinangor in April to July 2017. The design used in this study was a Randomized Block Design which was repeated three times. The soybean seeds used are Anjasmoro varieties. Tricho-G as a source of Trichoderma sp. was used as a seed coating material. Bokashi cow manure and the soil used were from paddy fields. Other ingredients used were Urea, SP-36, KCl, and pesticides with the active ingredient Profenofos. The step of the research is bokashi application, seed coating, storage, planting, fertilizer application, and observation. The results show that the combination of seed coating using Trichoderma sp. and bokashi application had an effect on increasing the number and weight of seeds per plant. Coating of seeds with Trichoderma sp. low doses can still maintain plant growth and has a positive effect on crop yields.PENGARUH PELAPISAN BENIH TrichoDERMA SP. DAN PEMBERIAN BOKASHI TERHADAP HASIL PANEN KEDELAIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapis benih menggunakan Tricho-derma sp. dan pemberian bokashi terhadap peningkatan hasil panen kedelai. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Ciparanje Universitas Padjadjaran Jatinangor pada bulan April sampai dengan Juli 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali. Benih kedelai yang digunakan yaitu varietas Anjasmoro. Tricho-G sebagai sumber Trichoderma sp. digunakan sebagai bahan pelapis benih. Pupuk Bokashi kotoran sapi dan tanah yang digunakan berasal dari tanah sawah. Bahan-bahan lain yang digunakan yaitu pupuk Urea, SP-36, KCl, dan pestisida dengan bahan aktif  Profenofos. Langkah penelitian yang dilakukan adalah pemberian bokashi, pelapisan benih, penyimpanan, penanaman, pemupukan, dan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi pelapisan benih menggunakan Trichoderma sp. dan pemberian bokashi berpengaruh dalam meningkatkan jumlah dan bobot biji per tanaman. Pelapisan benih dengan Trichoderma sp. dosis rendah masih dapat mempertahankan pertumbuhan tanaman dan memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil tanamaN
Co-Authors Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Ade Setiawan Adelia Anissa Putri Adinda Cikal Amalia Adinda Cikal Amalia Adinda Cikal Amalia, Adinda Cikal Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Agus Wahyudin Agus Wahyudin Al Aufa, Elfa Muhammad Ihsan Alan Randall Ali Qosim, Warid Alin Robiah Al Adawiyah Alvianto, Muhamad Amalia, Inneke Anindya, Marsya Nabila Anne Nurbaity ANNE NURBAITY Anni Yuniarti Annisa Nur Rahmani Annisa Nuraisah Annisa Nurul Fatimah Aprilia, Eva Argapati Sela Argapati Sela, Argapati Arin Rosmala Ariyanto, Nur Budi Arrin Rosmala Ashari, Asri Mulya Asri Peni Wulandari Asyifa Mardatillah Ayu Ratna Ningrum Azizah, Annisa Nanda Nur Bella Dian Ratnasari. Bella Dian Ratnasari., Bella Dian Camelia Andriani Christine Angel Citra Bakti, Citra Cucu Suherman Cucu Suherman Cucu Suherman V.Z Debby Yolanda Sulista Dedi Ruswandi Dedi Widayat Denny Sobardini Denny Sobardini Denny Sobardini Sobarna Denny Sobardini, Denny Diah Rochana Puspitasari Dian Ardiansyah Dian Ardiansyah Dikdik Kurnia Dirga Sapta Sara Donita, Yukta Alvira Edy Suryadi Ega Raisya Ega Raisya Eka Siti Windia Eko Wahyudi Elma, Tiara Erizon, Meisyela Salsabila Erni Erni Erni Suminar Eva Aprilia Eva Aprilia Ezura, Hiroshi Farida Farida Damayanti Fatimah, Annisa Nurul Fauzia Khaerunnisa Millenia Fenny Dewi Nuroktavianti Firman Rezaldi Fitri Widya Fitriatin Fitrianti Widya Lestari Ganjar Herdiansyah Gina Gustiani Pitaloka H. Apriyanto H. Apriyanto, H. Hanifah Rulistianti Hapizhah Hapizhah Hapizhah Hapizhah, Hapizhah Herlistin Mooy Heru Waskito Heru Waskito Hiroshi Ezura Hiroshi Ezura Ibrahim, Meynarti Sari Dewi Inneke Amalia Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Winara Iwan Setiawan Jajang Sauman Hamdani Khadamullah M Nurhuda Khadamullah Nurhuda Kusumadewi, Vira Kusumiyati Kusumiyati Luciana Djaya, Luciana M Kadapi M. Ibrahim M. Ibrahim, M. Marsya Nabila Anindya Masako Akutsu Meddy Rachmadi Megianti Agtari Meisyela Erizon Mia Munggarani Mira Ariyanti Mita Indriani Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mohamad Arief Soleh Mugayanti Muhamad Alvianto Muhamad Kadapi Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Abdillah Hasan Qonit Muhammad Syafii Murgayanti Murgayanti Neni Rostini Neni Rostini Niki Rahayu Noladhi Wicaksana Noor Istifadah Nur Azizah Romadhoni Nur Budi Ariyanto Nurjanah Nurjanah Nuroktavianti, Fenny Dewi Nursuhud Nursuhud Nuzula Suci Azima Nuzula Suci Azima, Nuzula Suci Pangaribuan, Ikhwan Fadli Parlinah, Linlin Pujawati Suryatmana Qonit, Muhammad Abdilah Hasan R. Damayanthi R. Damayanthi, R. R. Pratama R. Pratama, R. Rahmani, Annisa Nur Rahmat Budiarto Rahmawati, Vira Raisya, Ega Ramadani, Selika Fitrian Ramadhani, Selika Fitrian Randall, Alan Randriani, Enny Rezeki Simamora RIKA MELIANSYAH Rubaekah, Siti Sarah Rufaidah, Fathi S Sumadi Santika Sari Sari, Laela Shakina, Visira Deva Sheli Mustikasari Dewi SIska Rasiska, SIska Siti Julaeha, Siti Siti Rodiah Siti Sarah Rubaekah Siti Syarah Nurbaekah Suci Azima, Nuzula Sudarjat Sudarjat Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi SUMADI SUMADI Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sunjaya Putra SYARIFUL MUBAROK TATI NURHAYATI Tati Nurmala Tati Nurmala Tiara Elma Tino Mutiarawati Tino Mutiarawati Waluyo, Nurmalita WARID ALI QOSIM Wawan Sutari Yayat Rochayat Yayat Rochayat Suradinata Yayat Rochayat, Yayat Yudhistari Sihombing Yulianto, Fiky Yusti Yusti, Yusti Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Zulfatunnisa Zulfatunnisa